Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN Pleura adalah membran tipis yang terdiri dari 2 lapisan yaitu pleura viseralis dan pleura

parietalis. Rongga pleura dalam keadaan normal berisi sekitar 10 20 ml cairan yang berfungsi sebagai pelicin agar paru dapat bergerak dengan leluasa saat bernapas. Akumulasi cairan melebihi volume normal dan menimbulkan gangguan jika cairan yang diproduksi oleh pleura parietal dan viseral tidak mampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah mikropleura viseral atau sebaliknya yaitu apabila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapan. Akumulasi cairan pleura melebihi normal dapat disebabkan oleh beberapa kelainan antara lain infeksi dan kasus keganasan di paru atau organ luar paru. !al pathogenesis seperti inilah yang disebut dengan efusi pleura yang bisa berupa hidrothoraks pleuritis eksudativa kilothoraks piothoraks atau empiema1. "fusi pleura berupa eksudat atau transudat. #ransudat terjadi pada peningkatan tekanan vena pulmonalis misalnya pada payah jantung kongestif. #ransudasi juga dapat terjadi pada hipoproteinemia seperti pada penyakit hati dan ginjal atu penekanan tumor pada vena kava.$edangkan eksudat terjadi sekunder dari peradangan atau keganasan pleura dan peningkatan permeabilitas kapiler atau gangguan absorpsi getah bening2. %enurut &!' pada tahun 200( efusi pleura merupakan suatu gejala penyakit yang dapat mengancam ji)a. $ecara geografis penyakit ini terdapat terdapat di seluruh dunia bahkan menjadi problema utama di negara*negara yang sedang berkembang termasuk +ndonesia. ,i negara*negara industri diperkirakan terdapat -20 kasus efusi pleura per 100.000 orang.%enurut ,epkes R+ pada tahun 200. kasus efusi pleura mencapai 2 /0 dari penyakit infeksi saluran nafas lainnya. #ingginya angka kejadian efusi pleura disebabkan keterlambatan penderita untuk memeriksakan kesehatan sejak dini dan angka kematian akibat efusi pleura masih sering ditemukan faktor resiko terjadinya efusi pleura karena lingkungan yang tidak bersih sanitasi yang tidak baik.1 ,i +ndonesia tuberculosis paru adalah penyebab utama efusi pleura disusul dengan keganasan. ,istribusi berdasarkan jenis kelamin efusi pleura didapatkan lebih banyak pada )anita daripada pria.2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Efusi Pleura "fusi pleura merupakan suatu kondisi dimana adanya akumulasi cairan pleura yang berlebihan didalam rongga pleura yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura.( Rongga pleura dalam keadaan normal berisi cairan 10 ml sampai 20 ml yang berfungsi dalam proses pernapasan. Akumulasi cairan yang melebihi normal akan menimbulkan gangguan dengan memberikan gejala klinis dan terdeteksi pada pemeriksaan klinis dan radiologis. "fusi pleura dapat berupa eksudat dan transudat.2 2.2. Epidemiolo i ,i Amerika serikat dilaporkan 1 - juta orang setiap tahunnya menderita efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif dan pneumonia bakteri. $ementara di negara berkembang seperti +ndonesia diakibatkan oleh infeksi tuberculosis disusul dengan keganasan. ,istribusi berdasarkan jenis kelamin efusi pleura didapatkan lebih banyak pada )anita daripada pria. "fusi pleura yang disebabkan karena tuberkulosis paru lebih banyak dijumpai pada )anita. 3mur terbanyak untuk efusi pleura karena tuberculosis adalah 21*-0 tahun4rerata -0 2.05.6 2.!. E"iolo i Akumulasi cairan di rongga pleura terjadi akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah karena reaksi inflamasi oleh infiltrasi sel kanker pada pleura parietal dan visceral. %ekanisme yang lain adalah invasi langsung sel tumor yang berdekatan dengan pleura obstruksi kelenjar limfe dan gangguan absorbsi oleh pembuluh limfe pleura parietal. ,engan terjadinya efusi pleura pada umumnya ialah kenaikan tekanan hidrostatik dan penurunan tekanan onkotik pada sirkulsi kapiler penurunan tekanan kavum pleura kenaikan permeabilitas kapiler dan penurunan aliran limfe dari rongga pleura.. !ambatan reasorbsi cairan dari rongga pleura terjadi pada dekompensasi kordis penykit ginjl tumor mediastinum. Produksi cairan berlebihan misalnya karena radang 2

4tuberculosis pneumonia5 bronkiektasis abses amuba. +ni disebabkan oleh empat mekanisme yaitu peningkatan tekanan kapiler subpleural atau limfatik penurunan tekanan osmotik koloid darah peningkatan tekanan negatif intrapleura dan adanya inflamasi atau neoplastik pleura.. 2.#. Pa"ofisiolo i Pleura adalah membran serous yang menutupi permukaan parenkim paru mediastinum diafragma dan rongga toraks. $truktur tersebut terbagi atas pleura viseralis dan pleura parietalis. Pleura viseralis melindungi permukaan parenkim paru terhadap dinding toraks diafragma mediastinum dan fisura interlobaris. Pleura parietalis melapisi permukaan rongga toraks yang terbagi atas pleura parietalis kostalis mediastinalis dan diafragmatik. 7edua pleura membran tersebut bertemu di akar hilus paru. ,iantara keduanya terdapat rongga ataupun rongga potensial yang disebut sebagai rongga pleura.1 Pleura terdiri dari lima bagian utama yaitu8 sirkulasi sistemik parietal 4percabangan arteri interkostalis dan arteri mamaria interna5 ruang interstisial parietal rongga pleura yang sisi*sisinya dibatasi oleh sel mesotelial interstisial paru dan sirkulasi viseral 4arteri bronkial dan arteri pulmonalis5. Pada keadaan normal rongga pleura berisi sekitar 10*20 ml cairan yang bermanfaat sebagai pelicin agar paru dapat bergerak dengan leluasa saat bernapas. Produksinya sekitar 0 01 mg9kg::9jam hampir sama dengan kecepatan penyerapan. ,ari sirkulasi sistemik cairan normal dan protein memasuki rongga pleura. ;airan pleura tersebut mengandung kadar protein rendah 4<1 6 g9dl5 yang dibentuk oleh pleura viseral dan parietal./ ;airan pleura difiltrasi di kompartemen pleura parietalis dari kapiler sistemik menuju rongga pleura karena terdapat sedikit perbedaan tekanan diantarakeduanya. Rongga pleura bertekanan sub*atmosfer dan mendukung inflasi paru. ;airan yang diproduksi oleh pleura parietal dan viseral selanjutnya akan diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah mikro pleura viseral. %ekanisme ini mengikuti hukum $tarling yaitu jumlah pembentukan dan pengeluaran seimbang sehingga volume dalam rongga pleura tetap. =ika produksi cairan melebihi kemampuan penyerapan dan sebaliknya maka akan terjadi akumulasi cairan melebihi volume normal dimana hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa kelainan antara lain infeksi dan kasus keganasan di paruatau organ luar

paru. #erjadinya penumpukan cairan pleura dalam rongga pleura dapat disebabkan hal* hal sebagai berikut8 . 1. 2. -. 1. 6. %eningkatnya tekanan hidrostatik dalam sirkulasi mikrovaskuler. %enurunnya tekanan onkotik dalam sirkulasi mikrovaskuler. :ertambahnya permeabilitas dinding pembuluh darah pleura. #erganggunya penyerapan kembali cairan pleura ke pembuluh getah bening. Perembesan cairan dari rongga peritoneum ke dalam rongga pleura.

$am%ar 2.1 Proses Terjadinya Efusi Pluera 2.&. Klasifi'asi :erdasarkan jenis cairan yang dibentuk cairan pleura dibagi menjadi transudat eksudat dan hemoragis. #ransudat dapat disebabkan oleh gagal jantung kongestif sindroma nefrotik asites dan tumor. $edangkan untuk eksudat dapat terjadi pada infeksi tumor infark paru dan radiasi. !emoragis dapat terjadi pada tumor dan trauma6.

:erdasarkan lokasi cairan yang terbentuk efusi pleura dibagi menjadi unilateral dan bilateral. "fusi bilateral biasaya dijumpai pada gagal jantung asites sindroma nefrotik tumor $>" dan tuberkulosis. :erdasarkan analisa cairan macam cairan pleura antara lain8 *#ransudat * "ksudat * "mpiema 8 jernih kekuningan 8 7uning kuning kehijauan 8 kental dan keruh

* 7ilothoraks 8 putih seperti susu :erdasarkan perhitungan sel dan sitologi yaitu jika leukosit 26.0009mm- maka itu adalah empiema. =ika banyak netrofil yaitu pada kasus pneumonia infark paru tb paru dini. $edangkan jik banyak limfosit terjadi pada keganasan dan limfoma. #abel 1. Perbedaan antara eksudat dan transudat Jenis Pemeri'saan Rivalta :erat =enis Protein Ratio protein pleura dan protein serum >,! >eukosit 2.(. )anifes"asi Klinis "fusi pleura bisa saja tanpa gejala klinis tergantung pada banyaknya cairan dan juga bergantung pada penyakit dasar. Pasien terkadang mengeluhkan demam kemudian ada nyeri dada dan rasa tidak enak di dada. :isa juga disertai batuk dan sesak nafas. Posisi tidur lebih nyaman ke sisi yan sakit. Pada pemeriksaan fisis baru terlihat jka cairan lebih dari 600 cc. Pada inpeksi saat statis dada yang terkena tampak lebih cembung saat dinamis terdapat gerakan tertinggal pada dada yang sakit. Pada saat palpasi stem fremitus menurunn di sisi yang sakit. Pada perkusi ditemukan suara redup sampai pekak. $ementara pada auskultasi terdengar suara vesikuler melemah.1 2 2.*. Dia nosis Transuda" *9? <1 01. <-gr9100cc <0 6 <200+3 <10009mmE'suda" * @1 01. @-gr9100cc @0 6 @200+3 @10009mm-

,iagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis baik dan pemeriksaan fisis yang teliti diagnosis pasti ditegakkan melaui punksi percobaaan biopsi dan analisa cairan pleura.3ntuk pemeriksaan penunjang dapat dilakukan foto thoraks. Permukaan cairan yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva dengan permukaan daerah lateral lebih tinggi daripada bagian medial.Perlu pemeriksaan foto lateral untuk menbedakan antara bayangan cairan bebasdalam pleura dengan adhesi karena radang1. Pemeriksaan dengan ultrasonografi dapat menentukan adanya cairan di pleura sekaligus dapat menuntun saat aspirasi cairan.Pemeriksaan ;# scan juga dapat membantu.Aspirasi cairan 4torakosintesis5 berguna sebagai sarana untuk diagnostic dan teurapetik. Aspirasi dilakukan pada bagian ba)ah paru sela iga garis aksilaris posterior dengan menggunakan jarum abbocath nomor 11 atau 1.. Pengeluaran cairan tidak dapat sekaligus dilakukan harus berulang untuk mencegah pleura shock.1 $elanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan sitologi cairan pleura untuk menentukan diagnostic penyakit pleura. %isalnya banyaknya sel neutrofil pada infeksi akut adanya limfosit pada infeksi kronik adanya sel mesotel pada infark paru. ,apat jugag dilakukan biopsi pleura.1 2.+. Pena"ala'sanaan #atalaksana pada efusi pleura terfokus pada penyakit dasar dan pengosongan cairan. Pengosongan cairan dapat dilakukan menggunakan pipa intubasi melaui sela iga4torakosintesis5. +ndikasinya adalah untuk mengurangi sesak pada pasien bila terapi spesifik pada penyakit primer tidak efektif dan bila terjadi reakumulasi cairan.$edangkan kerugian dari tindakan ini adalah dapat menghilangkan protein pada cairan pleura dapat menimbulkan infeksi pada pleura dan dapat terjadi pneumothoraks6.

LAP,-AN KASUS I. IDENTITAS PENDE-ITA Aama 8 #n. BA

=enis kelamin 3mur $tatus $uku Agama Alamat Pekerjaan #anggal %asuk #anggal Pemeriksaan

8 >aki*laki 8 -0 tahun 8 :elum menikah 8 Aceh 8 +slam 8 >r. :ak Panah >ambaro $kep 7uta Alam 8 $)asta 8 2. Aovember 2018 01 ,esember 201-

II. ANA)NESIS PEN.AKIT 1. Kelu/an u"ama 0 $esak napas Kelu/an "am%a/an 0 :atuk kering muntah 2. -i1a2a" Pen2a'i" Se'aran Pasien datang ke +C, dengan keluhan sesak napas sesak dirasakan sudah sejak D 2 bulan $%R$ namun memberat dalam D 2 minggu ini. Pasien mengaku sesak .memberat ketika ia beraktivitas dan tidak dipengaruhi oleh cuaca namun sesak memberat pada malam hari. Ri)ayat penggunanan obat inhaler di sangkal. Pasien juga mengeluhkan batuk batuk dirasakan sudah sejak D 1 bulan yang lalu. :atuk tidak mengeluarkan dahak. Ri)ayat batuk darah disangkal. Ri)ayat minum obat enam bulan disangkal. Aamun ri)ayat kontak dengan penderita batuk kronis 4?5. Pasien juga mengeluhkan muntah sejak D 2bulan yang lalu muntah sebanyak 10 cc tiap kali muntah muntah di rasakan tiga kali setiap hari dan mengeluarkan cairan asam ber)arna kuning. Pasien mengakui tidak ada ri)ayat penurunan berat badan keringat pada malam hari di sangkal dan demam disangkal. !. -i1a2a" Pen2a'i" Da/ulu 8 ,isangkal #. -i1a2a" Pen2a'i" Keluar a 8

7akek mengidap batuk yang lama &. -i1a2a" Pema'aian ,%a" 8 Pasien mengaku tidak pernah mengkonsumsi obat sebelumnya (. -i1a2a" Ke%iasaan Sosial 8 %erokok 4?5 sejak usia 1/ tahun 1 hari 1 bungkus III. PE)E-IKSAAN 3ISIK 7eadaan 3mum 7esadaran #ekanan ,arah Aadi Pernafasan $uhu :erat :adan 1. Kuli" &arna #urgor $ianosis +kterus "dema Anemia 8 8 8 8 8 8 $a)o matang ;epat kembali 4normal5 4*5 4*5 4*5 4*5 8 8 8 8 8 8 8 >emah ;ompos %entis 1209(0 mm!g (2 E9menit 21 E9menit -. / o; di aEilla 60 7g

2. Kepala Rambut &ajah %ata 8 8 8 !itam distribusi normal sukar dicabut simetris edema 4*5 ;onj. palp. inf. pucat 4*9*5 $klera ikterik 4*9*5

Refleks cahaya langsung Pupil isokor - mm9- mm #elinga !idung %ulut :ibir >idah #onsil Faring !. Le/er Pembesaran 7C: 7elenjar thyroid #rakhea #. 8 8 8 4*5 Pembesaran 4*5 >etak medial 8 8 8 8 8 8

4?9?5

Refleks cahaya tidak langsung 4?9?5

$ekret 4*5 perdarahan 4*5 tanda radang 4*5 $ekret 4*5 perdarahan 4*5 nafas cuping hidung 4*5 :ibir pucat 4*5 sianosis 4*5 :eslag 4*5 tremor 4*5 papil lidah atropi 4*5 #1*#1 hiperemis 4*5 !iperemis 4*5

=GP 8 R 2 cm!2' A4illa 8 Pembesaran 7C: 4*5

&. T/ora4 An"erior H +nspeksi $imetris pernafasan abdominothoracal retraksi intercostal 4*5 H Palpasi $tem Fremitus >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah >ap. Paru :a)ah H Perkusi >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah Paru 7anan $onor $onor Paru 7iri $onor Redup Paru 7anan A A A Paru 7iri A I I

>ap. Paru :a)ah H Auskultasi 8 >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah >ep. Paru :a)ah (. T/ora4 Pos"erior H +nspeksi

$onor

Redup

Paru 7anan Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5

Paru 7iri Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4I5 Rh 4?5 &h 4*5

$imetris retraksi intercostal 4*5 H Palpasi $tem Fremitus >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah >ap. Paru :a)ah H Perkusi >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah >ap. Paru :a)ah Paru 7anan $onor $onor $onor Paru 7iri $onor Redup Redup Paru 7anan A A A Paru 7iri A I I

H Auskultasi 8 >ap. Paru Atas >ap. Paru #engah >ep. Paru :a)ah *. Jan"un H +nspeksi H Palpasi H Perkusi 8 ictus cordis tidak terlihat 8 ictus cordis teraba di +;$ G >%;$ 8 batas*batas jantung Atas 8 +;$ ++ Paru 7anan Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Paru 7iri Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4?5 Rh 4*5 &h 4*5 Ges 4I5 Rh 4?5 &h 4*5

10

7anan8 >inea Parasternal ,eEtra 7iri 8 >inea midclavicularis sinistra H Auskultasi 8 := + @ := ++ reguler 4?5 bising 4*5 +. A%domen H +nspeksi H Palpasi H Perkusi 2. "kstremitas 8 soepel distensi 4*5 8 Ayeri tekan 4*5 !epar dan >ien tidak teraba ballottement ginjal 4*9*5 8 #ympani 4?5 8 $ianosis "dema III.PE)E-IKSAAN PENUNJAN$ 1. Pemeriksaan >aboratorium >aboratorium 4 2. Aovember 201-5 * * $uperior 7anan 7iri * * +nferior 7anan * * 7iri * * H Auskultasi 8 Peristaltik 4?5 kesan normal.

=enis Pemeriksaan !emoglobin >eukosit #rombosit !ematokrit %;G %;! %;!; !it. jenis :il. #otal :il. ,irect $C'# $CP# Alk. Pospatase Protein total

!asil 1/ 2 /6 21/ 12 (6 -2 -/ 1909-969-0912 1 12 mg9dl 0 66 (6 /. (1 /1

Ailai rujukan 1-*1/ gr9dl 1.1*10.6 E 10-9ul 160*100 E 10-9ul 10.0*66.0 0 .0*100 fi 2/*-2 mg9dl -2*-. g9dl 0*1 mg9dl 0*0 26 mg9dl 0*-1 39+ 0*-/ 39+ 100*220 39> . -*( - 39l

11

Albumin Clobulin 7reatinin darah 3reum darah As. 3rat darah #otal kolesterol !,> * kolesterol >,> kolesterol #rigliserida Cula darah puasa Cula darah 2 jam PP

-. -( 20 6. (0 112 26 10. /0 (6 102

- 2*6 2 g9dl 1 -*- 2 g9dl 0 .*1 1 mg9dl 20*16 mg9dl >k8 -*/ mg9dl Pr8 1 6*. mg9dl <200 mg9dl @16 mg9dl <160 mg9dl -0*200 mg9dl .0*110 mg9dl <200 mg9dl

>aboratorium 42/ Aovember 201-5 Ailai rujukan 1-*1/ gr9dl 1.1*10.6 E 10-9ul 160*100 E 10-9ul 10.0*66.0 0 0 .*1 1 mg9dl

=enis Pemeriksaan !asil !emoglobin 11 2 >eukosit /2 #rombosit 21!ematokrit 12 %asa Perdarahan / %asa Pembekuan 2 2. Foto #horaE PA 4 Aovember 201-5

7G

8 ;ukup

12

* &arna * :ekuan * Protein * Clukosa * !itung sel *P%A * %A

$oft #issue #ulang*#ulang 7lavikula $ela +ga #rakea =antung ,iafragma $inus 7ostofrenikus !ilus Paru Paru 7esan 8 kuning 8 Aegatif 82/ 8 26 mg9dl 8 2.600 8 100 8 260

8 #idak Ada %assa 7esan Aormal 8 +ntak #idak Ada Jang Fraktur 8 >etak $imetris 8 +;$ tidak melebar 8 >etak %edial 8 #idak membesar 8 ,alam :atas Aormal 8 7anan 8 tajam 7iri tertutup perselubungan 8 ,alam :atas Aormal 4paru kiri5 8Perselubungan opaKue yang difus pada paru kiri. 8 "fusi Pleura sinistra.

2. Analisa ;airan Pleura * 7ejernihan 8 7eruh

-. :#A cairan Pleura :#A negatif 4*5 I5. DIA$N,SIS BANDIN$ "fusi pleura sinistra ec dd9 5. 1. #: Paru 2. 7eganasan DIA$N,SIS SE)ENTA-A "fusi pleura sinistra ec. dd9 1. #: Paru 2. 7eganasan 1-

5I. PENATALAKSANAAN :ed rest +GF, R> 20 gtt9menit #orakosintesis 4&$,5 Rimstar tab - E 1 Pronalges $upp 9 ( jam ;odein tab - E 1 ;iprofloEacin 2E 600mg %etil prednisolon 1 mg -E2 46 hari pertama5 mulai tanggal - desember 201-E1 46 hari kedua5 2E1 46 hari ketiga5 1E1 46 hari keempat5 Ranitidin tab 2 E 1 Git :. tab 1E1 Planning diagnostik L L L L 5II. Pemeriksaan >ab rutin $putum :#A Pemeriksaan >ab rutin ulang Foto thorak ulang P-,$N,SIS ,ubia ad bonam
3,LL,6 UP HA-IAN
T l7Hari -a1a"an
2/*11*2014!15

Planning "valuasi

S $esak 4?5 batuk 4?5 muntah 4?5

, 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1109(0 mm!g

A "fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia #herapi 8

11

A RR #

8 /2 E9mnt 8 20 E9mnt 8 -. . M;

ed rest GF, R> 16 gtt9menit odein tab - E 1 Planing8 Pemasangan &$, >ab cyto ; +

2(9119201!*2

$esak 4?5 berkurang batuk 4?5 muntah 4*5

P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan @ $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/5 Rh 4?9?5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1009(0 mm!g A 8 /2 E9mnt RR 8 1( E9mnt # 8 -. . M; P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan @ $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/5 Rh 4?9?5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 209(0 mm!g A 8 // E9mnt RR 8 21 E9mnt # 8 -. ( M; P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan @ $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/5 Rh 4?9?5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1209(0 mm!g A 8 (/ E9mnt

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

#herapi 8 ed rest GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1EPlaning8 Analisa cairan pleura ;ek produksi cairan pleura 1000 cc 9 21 jam #herapi 8 ed rest GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1EPlaning8 Foto thoraE ulang "dukasi R ; P + : R ; P + :

229119201!*-

Ayeri post pemasangan &$,

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

-09119201!*1

$esak 4*5

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

#herapi 8 ed rest :

16

RR #

8 21 E9mnt 8 -. . M;

GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1E-

+ P ; R

019129201!*6

P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan N $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/+5 Rh 4*9*5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1209(0 mm!g A 8 (( E9mnt RR 8 21 E9mnt # 8 -. ( M; P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan N $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/+5 Rh 4*9*5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1209(0 mm!g A 8 (. E9mnt RR 8 20 E9mnt # 8 -. / M; P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan N $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/+5 Rh 4*9*5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn 5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1209/0 mm!g A 8 /( E9mnt RR 8 22 E9mnt

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

#herapi 8 ed rest GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1ER ; P + :

029129201!*.

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

#herapi 8 ed rest GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1E;airan pleura 600 cc #otal N -000 cc R ; P + :

0-9129201!*/

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

#herapi 8 ed rest + :

1.

8 -. 1 M;

GF, R> 16 gtt9menit P ronages $upp 9 ( jam ; eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1E odein tab -E1 ; iprofloEacin 600mg 2E1 F urosemide 1 amp 4ekstra5 %etil prednisolon 1 mg -E2 46 hari pertama5 mulai tanggal - desember 201-E1 46 hari kedua5 2E1 46 hari ketiga5 1E1 46 hari keempat5 Ranitidin tab 2 E 1 ;airan pleura 4&$,5 N 1000 cc #otal cairan keluar N 1000cc #herapi 8 ed rest GF, R> 16 gtt9menit ronages $upp 9 ( jam eftriaEone 2gr921 jam imstar tab 1E odein tab -E1 ; iprofloEacin 600mg 2E1 F urosemide 1 amp 4ekstra5 %etil prednisolon 1 mg -E2 46 hari pertama5 mulai tanggal - desember 201-E1 46 hari kedua5 ; R ; P + : ; R

P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan N $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/+5 Rh 4*9*5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn

019129201!*(

Ayeri pada perut sesak napas berkurang batuk berkurang

5i"al Si n 0 7es 8 ;% #, 8 1209(0 mm!g A 8 (2 E9mnt RR 8 21 E9mnt # 8 -. / M; P3 0 Kepala8 Telin a8 )ulu"8 Le/er 8 dbn Tora's + 8 $imetris 4*5 Retraksi 4*5 P8 $F 7anan N $F kiri P8 $onor 9 Redup A8Ges 4?/+5 Rh 4*9*5 &h 4*9*5 A%domen 8 dbn E4"remi"as 8 dbn

"fusi pleura sinistra e.c. dd. 1. #: paru 2. Pneumonia

1/

2E1 46 hari ketiga5 1E1 46 hari keempat5 Ranitidin tab 2 E 1 Git :. tab - E 1 ;airan pleura 4&$,5 N 1000 cc #otal cairan keluar N 6000cc

BAB III KESI)PULAN


1. "fusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. #imbulnya efusi pleura didahului oleh keradangan pleura atau pleuritis. ,imana pleuritis terdiri dari pleuritis sicca4tanpa cairan5 pleuritis eksudativa pleuritis fibrinosa pleuritis deformans dan pleuritis adhesiva. 2. ,i +ndonesia tuberculosis paru adalah penyebab utama efusi pleura disusul dengan keganasan. ,istribusi berdasarkan jenis kelamin efusi pleura didapatkan lebih banyak pada )anitap daripada pria. -. "fusi pleura bisa saja tanpa gejala klinis tergantung pada banyaknya cairan dan juga bergantung pada penyakit dasar. Pasien terkadang mengeluhkan demam kemudian ada nyeri dada dan rasa tidak enak di dada. :isa juga disertai batuk dan sesak nafas. Posisi tidur lebih nyaman ke sisi yan sakit.

1(

1. 6.

,iagnosis efusi pleura dibuat berdasarkan pada temuan klinis

penunjang

radiologis serta pemeriksaan cairan pleura baik analisis maupun sitologi. #atalaksana pada efusi pleura terfokus pada penyakit dasar dan pengosongan cairan. Pengosongan cairan dapat dilakukan menggunakan pipa intubasi melaui sela iga4torakosintesis5. +ndikasinya adalah untuk mengurangi sesak pada pasien

DA3TA- PUSTAKA
1. !alim !adi. Pen2a'i"9pen2a'i" Pleura dalam Bu'u A:ar Ilmu pen2a'i" dalam . "C;. =akarta. 2002. 2. $yahruddin ". "fusi Pleura Canas dan $tadiun #A% untuk $taging 7anker Paru =enis 7arsinoma bukan $el 7ecil 47P7:$75 Gersi / 33+; 2002. J Respir Indo. 2010. -. 1. 6. #obing "% &idirahardjo. 7arakteristik Penderita "fusi Pleura di R$.Adam %alik %edan tahun 2011. E-Jurnal FK USU. 201-. Amin B. dan %asna +. A. 7. 200/. +ndikasi dan Prosedur Pleurodesis. Majalah Kedokteran Indononesia. Golume8 6/.Aomor8 1.pp 122*1-Alsagaff ! %ukti A. Dasar9Dasar Ilmu Pen2a'i" Paru. Airlangga 3niversity Press.edisi 2. $urabaya8 2002. 12

.. /. (.

,iaO*CuOman " :udev %%. Accuracy of the physical eEamination in evaluating pleural effusion. Cle eland Clini! Journal 200(P/6822/*-0-. &illson >orraine %. Pen2a'i" pernapasan -e"ri'"if dalam pa"ofisiolo i proses9 proses Pen2a'i". "C;. =akarta. 200.. !anley % &elsh ;. Dia nosis ; Trea"men" in Pulmonar2 )edi<ine.%c Cra) !ill 200- 118 121*126.

2.

7umar RamOi. Basi< Pa"/olo 2."C;.=akarta. 200..

20