Anda di halaman 1dari 27

ASKEP JANTUNG KORONER

A. Pengertian. Penyakit arteri koroner atau penyakit jantung koroner adalah penyakit yang ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi endapan suatu arteri koroner yang menyumbat aliran darah (Ratna Mahdiana,2010). In ark miokardium akut ( IM!) dide inisikan sebagai nikrosis miokardium yang disebabkan oleh tidak adekuatnya pasokan darah akibat sumbatan akut arteri koroner. "umbatan ini sebagian besar disebabkan oleh ruptur plak ateroma pada arteri koroner yang kemudian diikuti oleh terjadinya trombosis, #asokontriksi, reaksi in lamasi, mikroembolisasi distal. $adang% kadang sumbatan akut ini dapat pula disebabkan oleh spasme arteri koroner, emboli, atau #askulitis(Perki,200&). Penyakit jantung koroner adalah terjadinya penyumbatan sebagian atau total dari satu atau lebih pembuluh darah koroner yang dia'ali dengan penimbunan lemak pada lapisan%lapisan pembuluh darah tersebut. B. Etiologi(Boedi S,2003) 1. !lkohol $onsumsi yang berlebih dapat menimbulkan kerusakan hati, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan insiden kanker mulut dan kanker esophagus, dan lain sebagainya. 2. (iabetes Mellitus (iabetes Mellitus sudah sejak lama dikenal sebagai aktor resiko independen yang dapat menyebabkan berbagai ma)am kelainan kardio#askular. "ebuah teori mengatakan bah'a salah satu dari tipe (iabetes dihubungkan dengan

kelainan intrinsik primer dimana sel%sel akan berumur pendek sehingga terjadi peningkatan pergantian sel. "elain itu dis ungsi trombosit pada diabetes juga menyumbang peran yang berarti. *. +bat%obatan ,eberapa obat dapat menyebabkan hipertensi, seperti golongan Mineralokortikoid, -"!I(s, !m etamin, !ntidepresan trisiklik, dan lain lain. &. ./er)ise 0 1atihan isik +lahraga teratur dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 2%10 mm3g. +lahraga juga dapat meningkatkan )ardia) output, dengan )ara 4 o Meningkatkan kontraktilitas dan otot%otot miokardium sehingga dapat di)apai stroke #olume yang maksimal. o Meningkatkan jumlah kapiler%kapiler di miokard. o Menurunkan denyut jantung saat istirahat. o Menurunkan resistensi peri er saat istirahat. 2. 3iperlipoproteinemia "emakin banyak lipoprotein yang beredar dalam darah, akan semakin besar kemungkinan bagi mereka untuk memasuki dinding arteri. ,ila dalam jumlah besar maka akan melampaui kemampuan sel otot polos untuk memetabolismenya sehingga lemak akan terakumulasi pada dinding arteri. 5. 3ipertensi 3ipertensi merupakan aktor resiko yang paling penting dalam penyakit kardio#askular. 3ipertensi memper)epat terjadinya aterosklerosis, yaitu dengan )ara menyebabkan perlukaan se)ara mekanis pada sel endotel di tempat yang mengalami tekanan tinggi. 6. +besitas +besitas dapat menyebabkan aterosklerosis, hipertensi, hiperlipidemia dan (iabetes tipe 2, dan berbagai kondisi lainnya.

7. !supan garam yang berlebihan Pembatasan asupan garam dapat menurunkan tekanan darah 1%10 mm3g. !supan yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya retensi natrium dan air, sehingga menambah beban jantung. 8. Merokok . ek rokok pada sistem kardio#askular 4 o -ikotin mempunyai e ek langsung terhadap arteri koronaria dan platelet darah. o Inhalasi karbon monoksida mengurangi kapasitas eritrosit memba'a oksigen. "elain itu juga meningkatkan kebutuhan oksigen miokardium, meningkatkan platelet adhesi#eness dan katekolamin plasma. . !ani"e#ta#i $lini$(Br%nner and #%ddat&,200') !ngina pe)toris merupakan mani estasi klinik yang sering dijumpai. Mani estasi klinik yang lain adalah !ngina stabil, !ngina Prin9metal, !ngina tak "tabil, In ark Miokard, "ilent Myo)ardial Is)hemi) ("MI), :agal jantung, (isritmia )ordis.

(.

Pat&o"i#iologi(Ari" !%tta)in,200*) 1. Perubahan a'al terjadinya penimbunan plak%plak aterosklerosis 2. Perubahan intermediate Plak semakin besar dan terjadi obstruksi dari lumen arteri koroner epikardium. 3al ini menyebabkan peningkatan sirkulasi darah sebanyak 2%* kali lipat akibat olahraga tidak dapat dipenuhi. $eadaan ini disebut Iskemia dan mani estasinya dapat berupa !ngina atau nyeri pada dada akibat kerja jantung yang meningkat. *. Perubahan akhir ;erjadi ruptur pada <cap= atau bagian super i)ial dari plak sehingga akan terjadi suatu situasi yang tidak stabil dan bebagai ma)am mani estasi klinik seperti Angina at rest atau In ark Miokard. (engan terpaparnya isi plak dengan darah, akan memi)u serangkaian proses platetel agregasi yang pada akhirnya akan menambah obstruksi dari lumen pembuluh darah tersebut &. Iskemia miokard Peristi'a ini akan menimbulkan serangkaian perubahan pada ungsi diastolik, lalu kemudian pada ungsi sistolik. Menyusul dengan perubahan impuls listrik (gelombang ";%;) dan akhirnya timbullah keadaan In ark Miokard.
o o o

!ngina stabil 4 ,ila obstruksi pada arteri koroner > 62? @nstable angina 4 ,ila terjadi ruptur dari plak ateromatosa !ngina Prin9metal 4 ,ila terjadi #asospasme dari arteri koroner utama

&

E. Pe+eri$#aan ,en%n-ang(Ari" +%tta)in,200*) 1. .$: (.lektrokardiogra i) !danya gelombang patologik disertai peninggian "%; segmen yang kon#eks dan diikuti gelombang ; yang negati#e dan simetrik. $elainan A menjadi lebar (lebih dari 0,0& se)) dan dalam (A0R lebih dari B). 2. 1aboratorium Creatin os akinase (CP$). Iso en9im C$M, meningkat 3al ini terjadi karena kerusakan otot, maka en9im intra sel dikeluarkan ke dalam aliran darah. -ormal 0%1 m@0m1. ":+; ("erum :lurami) +/alotransaminase ;est) -omal kurang dari 12 m@0m1. kadar en9im ini naik pada 12%2& jam setelah serangan. 1(3 (1a)ti) (e%3ydrogenase) -ormal kurang dari 182 m@0m1. kadar en9im biasanya baru mulai naik setelah &7 jam. *. Pemeriksaan lain 4 (itemukan peninggian 1.(, 1ekositosis ringan, dan kadang 3iperglikemi ringan. &. $ateterisasi 4 !ngiogra i koroner untuk mengetahui derajat obstruksi. 2. Radiology 4 Pembesaran dari jantung.

.. Ko+,li$a#i(Ari" +%tta)in,200*) 1. :agal :injal $ongesti Merupakan kongesti sirkulati akibat dis ungsi miokardium. In ark miokardium mengganggu menambah daya kembang ungsi miokardium karena menyebabkan ruang jantung. (engan berkuragnya

pengurangan kontraktilitas, gerakan dinding yang abnormal, dan kemampuan #entrikel kiri untuk mengosongkan ruang, #olume kun)up berkurang, sehingga tekanan #entrikel kiri meningkat. !kibatnya tekanan #ena pulmonalis meningkat dan dapat menyebabkan transudasi, hingga udem paru sampai terjadi gagal jantung kiri. :agal jantung kiri dapat berkembang menjadi gagal jantung kanan.

2. "yok $ardiogenik (iakibatkan karena dis ungsi nyata #entrikel kiri sesudah mengalami in ark yang massi . ;imbul lingkaran setan hemodinamik progresi hebat yang irre#ersible, yaitu4 Penurunan per usi peri er Penurunan per usi koroner Peningkatan kongesti paru

*. (is ungsi otot Papilaris (is ungsi iskemik atau rupture nekrosis otot papilaris akan mengganggu ungsi katub mitralis, memungkinkan e#ersi daun katub ke dalam atrium selama sistolik. &. (e ek "eptum Dentrikel -ekrosis septum inter#entrikularis dapat menyebabkan rupture dinding septum sehingga terjadi de ek septum #entrikel. !kibatnya )urah jantung sangat berkurang disertai peningkatan kerja #entrikel kanan dan kongesti. 2. Rupture jantung Rupture dinding #entrikel jantung yang bebas dapat terjadi pada a'al perjalanan in ark selama ase pembuangan jaringan nekrotik sebelum pembentukan parut. 5. ;romboembolisme -ekrosis endotel #entrikel akan membuat permukaan endotel menjadi kasar yang merupakan 6. Perikarditis In ark transmural dapat membuat lapisan epikardium yang langsung kontak dengan peri)ardium menjadi besar sehingga merangsang permukaan peri)ardium dan menimbulkan raeksi peradangan. $adang terjadi e usi peri)ardial. a)tor predisposisi pembentukan thrombus. Pe)ahan thrombus terlepas dan dapat terjadi embolisme sistemik.

7. "indrom (ressler "indrom pas)a in ark miokardium ini merupakan respon peradangan jinak yang disertai nyeri pada pleura peri)ardial. (iperkirakan sindrom ini merupakan reaksi hipersensiti#itas terhadap miokardium yang mengalami nekrosis. 8. !ritmia !ritmia timbul akibat perubahan elektro isiologis sel%sel miokardium. Perubahan ini bermani estasi sebagai perubahan bentuk potensial aksi yaitu rekaman gra ik akti itas listrik sel. G. PENGOBATAN (Boedi S,2003) !dapun se)ara umum obat%obat yang diberikan adalah 1. !nalgetik !nalgetik yang diberikan biasanya golongan narkotik(mor in) diberikan se)ara inter#ena dengan pengen)eran dan diberikan se)ara pelan%pelan. (osisnya a'al 2,0%2,2 mg dapat diulangi jika perlu. 2. -itrat -itrat dengan e ek #asodilatasi (terutama #enodilatasi) akan menurunkan #enous return akan menurunkan preload yang berarti menurunkan oksigen demam. (isamping itu nitrat juga mempunyai e ek dilatasi pada arteri koroner sehingga akan meningkatkan suplai oksigen. -itrat dapat diberikan dengan sediaan sepray atau sublingual, kemudian dilanjutkan dengan peroral atau inter#ena. (osis nitrat4 a. "ublingual 4 dia'ali 1 tablet -itrogliserin (-;:) 0,1%0,2 mg atau Iso sorbid (i%nitrat (I"(-) 2,2%2 mg atau .rytritil tetranitrat 2%10 mg. b. ;rasdermal 4 2%10 mg02& jam (nitrodis), netroderm) ). +ral d. In us 4 2%10 mg02& jam ()edo)ard, #as)ardin, asorbid) 4 2%200 mikrogram0menit ( nitrosyn, isoket, )edo)ard)

*. !spirin !spirin sebagai antibiotik sangat penting diberikan. (ianjurkan diberikan sesegera mungkin(diruang ga'at darurat) karena terbukti menurunkan kematian. &. ;rombolitik terapi Prinsip pengelolaan penderita in ark miokard akut adalah melakukan perbaikan aliran darah koroner se)epat mungkin (re#askulerisasi0reper usi). Rre#askulerisasi dapat dilakukan dengan obat%obat trombolitik seperti streptokinase, r%;P! ( recombinant tissue plasminogen activator complex), plasminogen steptokinase urokinase, !"P!C (anisolated atau ")u%P! (single%)hain activator),

urokinase%type plasminogen a)ti#ator). Pemberian trombolitik terapi sangat berma aat jika diberikan pada jam pertama dari serangan in ark. (an terapi ini masih berman aat jika diberikan sampai 12jam dari onset serangan in ark. (e'asa ini, terapi re#askularisasi0 reper usi dilakukan dengan P;C! (emergensi P;C!) jika asilitas tersedia dan dengan indikasi tertentu. 2. ,etablo)ker ,etablo)ker diberikan untuk mengurangi kontraksilitas jantung sehingga akan menurunkan kebutuhan oksigen miokard. (isamping itu betablo)ker juga mempunyai e ek anti atrima. Mekanisme kerja golongan ini adalah sebagai berikut4 a. $ardioselekti (e ek kerja obat hanya pada miokard) +bat yang umum digunakan4 Metaprolol (lopressor) !tenolol (tenormin) !)ebutolol (sektral) b. -on%kardioselekti (e ek kerja pada bronkus dan pembuluh darah peri er) +bat yang umum digunakan4

Propanolol (indral) Pidolol (#isken) -odolol ()orgard) (Eajan F @,2010) 5. !C.%inhibitor Pemberian !C.%inhibitor dapat diberikan segera jika penderita !MI disertai hipertensi atau gagal jantung asalkan tekanan darah sistolik G 80 mm3g. 6. 7. 8. 1a/antia (iit Modi ikasi aktor risiko

/. PENGKAJ0AN( 1a-an J%ni Ud-ianti,20'0) Ri2a3at $e,era2atan 1 $eluhan4 serangan nyeri dada seperti rasa tekan, berat, atau seperti diremas yang timbul se)ara mendadak atau hilang timbul (residiti ). -yeri di anterior, prekardiak, atau substernal yang menjalar ke lengan, 'ajah, rahang, punggung dan epigastrium. -yeri tidak berkurang 'alupun klien istirahat, mengubah posisi atau menarik na as dalam(mengatur na as). $adang tidak tersa nyeri atau nyeri tidak hebat yang disertai pingsan tiba%tiba pada klien diabetes militus tak terkontrolH disertai gejala penyakit lain seperti gagal jantung atau C3I, trombosit otak dan syok yang tidak diketahui penyebabnya. 2. (apatkan tanda%tanda distermia, hipotensi, syok, mual muntah, atau gagal jantung. *. $lien menunjukkan gejala dan tanda lain dia oresis, paroxysmal nocturnal dispnea (P-(). &. $ien tidur memakai bantal lebih dari satu buah. 2. $eadaan lain yang memberikan gambaran adanya aktor prespitasi atau e#er, dispnea, pu)at,

nyeri hebat karena penyakit non jantung yang juga menimbulkan nyeri dada. 5. Pekerjaan guna mendapatkan gambaran tentang tingkat stres baik isik m maupun psikis klie terutama akti#itas yang berlebihan. 6. Catatan akti#itas%akti#itas atau hobi klien yang dapat mengurangi ketegangan. 7. !suhan makanan dan makanan4 lemak jenuh, gula, garam, ka ein, alkohol, )airan. 8. Pola eliminasi4 oliguria mengidikasikan retensi )airan(congestive heart failur) atau konstipasi. 10. $ebiasaan merokok4 )ara, jumlah(batang per hari), dan jangka 'aktu merokok. 11. $eluhan nyeri #erbal atau non #erbal4 )emas, gemetar, tampak lelah, serta posisi tubuh atau grima)e. 12. Ri'ayat penyakit sebelumnya yang menunjang in ark miokard4 hipertensi, angina distrima, kerusakan katup, bedah jantung, diabetes militus dan trombosis. 1*. Ri'ayat medikasi4 toleransi, ketergantungan, alergi dan jenis obat yang didapat hari ini. 1&. Ri'ayat insomnia, ke)emasan, kegelisahan, rasa takut kronis, dan tipe kepribadian. 12. Ri'ayat penyakit keluarga4 hipertensi stroke, diabetes militus, penyakit jantung dan penyakit #askuler. P#i$ologi# !danya keluhan nyeri dada yang sangat hebat akan memberikan dampak negati pada klien. $lien in ark miokardium akut dengan nyeri akan mengalami ke)emasan berat sampai ketakutan akan kematian. Penting bagi pera'at untuk memahami adanya ke)emasan berat yang dapat menimbulkan respon patologis sehingga menyebabkan terjadinya serangkaian mekanisme pengeluaran hormon. $e)emasan merupakan

10

stresor yang dapat menurunkan sistem imunutas tubuh. 3al ini terjadi melalui serangkaian aksi yang dipelantarai oleh 3P!%a/is( hipotalamus, pituitari,atrenal). "tres akan merangsang hipotalamus untuk meningkatkan produksi CRI (corticotropin releasing faktor). CRI ini selanjutnya akan merangsang kelenjar pituitari anterior untuk meningkatkan produksi !C;3 (adreno )orti)o tropin hormone). 3ormon ini yang akan merangsang korteks adrenal untuk meningkatkan sekresi kortisol. $ortisol inilah yang selanjutnya akan menekan sistem imun tubuh (:uyton dan 3all, 1885). Pe+eri$#aan .i#i$ 1. ;inggi badan, berat badan, letargi, 'arna kulit, edema, dan temperatur 2. Respirasi4 pola perna asan, rekuensi, adanya suara abnormal, seperti rales, ronkhi atau 'hee9ing. *. Fantung4 bunyi janung ( ,j1, ,j2, ,j*0 ,j& atau irama gallop=s) bising, fictorian rub, distrima, lokasi apeks, tekanan darah, distrima #ena jugularis, denyut nadi peri er. &. Cek toleransi klien terhadap akti#itas, hepatojugular re luks, serta clubbing finggers. 2. $ulit pu)at, sianosis, dingin, lembab, berkeringat atau dia oresis. St%di diagno#ti$ 1. Sel dara& ,%ti&4 leukositosis ( 10.000%20.000 mm*) mun)ul hari kedua setelah serangan in ark karena in lamasi. 2. Sedi+enta#i meningkat pada hari ke 2%* setelah serangan menunjukkan in lamasi. *. $ardia$ i#o4en5i+4 menunjujjan pola kerusakan khas, untuk membedakan kerusakan otot jantung dengan otot yang lain. a. CP$ ( Creatinin Phospokinase) G 20 u01 b. C$%M, ( Creatinin kinase%M,) G 10 u01 ). 1(3 ( 1a)tate (ehydrogenase) G 2&0 u01

11

d. ":+; ("erum :lutami) +/alo ;ransaminase) G 17 u01 e. Cardia) ;ropinin4 positi &. Te# "%ng#i gin-al6 peningkatan kadar ,@- (Blood Urea Nitrogen) dan kreatinin karena penurunan laju iltrasi glomerulus(glomerulus filtrasi rate/ !")terjadi akibat penurunan )urah jantung. 2. Anali#i# ga# dara&(Blood as Analysis,B A)# menilai oksigenasi jaringan (hipoksia) dan perubahan keseimbangan asam%basa darah. 5. Kadar ele$trolit6 menilai abnormalitas kadar natrium, kalium, atau kalsium yang membahayakan kontraksi otot jantung. 6. Pening$atan $adar #er%+ $ole#terol atau trigeli#erida6 dapat meningkatkan risiko arterioskelosis ($oronary Artery %isease). 7. K%lt%r dara&6 mengesampingkan septikemia yang mungkin menyerang otot jantung. 8. 7e8el o9at6 menilai derajat toksisitas obat tertentu (seperti digo/in). '0. EKG. a. "egmen "; ele#asi abnormal menunjukkan adanya injuri miokard. b. :elombang ; in#ersi (arro' head) menunjukkan adanya iskemia miokard. ). A patologis menunjukkan adanya nekrosis miokard ''. Radiologi a. &horax rontgen# menilai kardiomegali (dilatasi sekunder) karena gagal jantung kongesti . b. 'chocardiogram# menilai struktur dan ungsi abnormal otot dan katup jantung. ). "adioactive isotope# menilai area iskemia serta non%per usi koroner dan miokard.

12

0.

(iagno#a $e,era2atan(Ari" !%tta)in,200*) a. -yeri yang berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai daraksigen dengan kebutuhan miokardium sekunder dari penurunan suplai darah ke miokardium. b. !ktual berhubungaan risiko tinggi menurunnya )urah jantung yang berhubungan dengan perubahan atau irama konduksi elektrikal. ). !ktual berhubungan risiko tinggi pola napas tidak e ekti di paru sekunder dari edema paru akut. d. !ktual behubungan risiko tinggi gangguan per usi peri er yang berhubungan dengan menurunya)urah jantung. e. Intoleransi akti#itas yang berhubungan dengan penurunan per usi peri er sekunder dari ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokardium dengan kebutuhan. . Cemas yang berhubungan dengan rasa takut akan kematian, an)aman, atau perubahan kesehatan. g. $oping indi#idu tidak e ekti yang berhubungan denga prognosis penyakit, gambaran diri yang salah, serta perubahan peran. h. Risiko ketidakpatuhan terhadap aturan terapeutik yang berhubungan dengan tidak mau menerima perubahan pola hidup yang sesuai. yang berhubungan dengan pengembangan paru tidak optimal, kelebihan )airan

J.

0nter8en#i $e,era2atan(Ari" !%tta)in,200*) -yeri yang berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai darah dan oksigen dengan kebutuhan miokardium, sebagai dampak sekunder dari penurunan suplai darah ke miokardium atau peningkatan produksi asam laktat. ;ujuan4 dalam 'aktu 1/2& jam terdapat penurunan respon nyeri dada.

1*

$riteria4 se)ara subjekti klien menyatakan penurunan rasa nyeri dada, se)ara objekti didapatkan ;;D dalam batas normal, 'ajah rileks, tidak terjadi penurunan per usi peri er, urine G 500 ml0hari. Inter#ensi
1.

Catatan karakteristik nyeri,lokasi, intensitas, lama, dan penyebarabnya. Rasional4 Dariasi penampilan dan perilaku klien karena nyeri terjadi sebagai temuan pengkajian.

2.

!njurkan klien untuk melaporkan nyeri dengan segera 1akukan menejemen nyeri kepera'atan a. !tur posisi isiologis Rasional4 posisi isiologas akan meningkatkan asupan +2 kejaringan yang mengalami iskemia. b. Istirahatkan klien Rasinol4 istirahat akan menurunkan kebutuhan +2 jaringan peri er sehingga akan menurunkan kebutuhan miokardium dan akan meningkatkan suplai darah dan oksigen ke miokardium yang membutuhkan +2 untuk menurunkan iskemia. ). ,erikan oksigen tambahan dengan kanul masal atau masker sesuai dengan indikasi. Rasional4 meningkatkan jumlah oksigen yang ada untuk pemakaian miokardium sekaligus mengurangi ketidak nyamanan karena iskemia. d. Menejemen lingkungan4 lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung. Rasional4 lingkungan yang tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal dan pembatasan pengunjung akan membantu meningkatkan kondisi +2 ruangan yang akan berkurang jika banyak pengunjung yang berada diruangan.

1&

e. !jarkan teknik relaksasi perna asan dalam Rasional4 meningkatkan asupan +2 sehingga akan mengurangi nyeri sekunder dari iskemia jaringan. . !jarkan teknik distraksi pada saar nyeri Rasional4 distraksi(pengalihan perhatian) dapat menurunkan stimulus eksterna dengan mekanisme peningkatan produksi endor in dan enke alin yang dapat mengeblok respon nyeri untuk tidak dikirim ke korteks serebri, sehingga menurunkan presepsi nyeri. g. 1akukan menejemen sentuhan Rasional4 menejemen sentuhan pada saat nyeri berupa sentuhan dukungan psikologis dapat membantu menurunkan nyeri.
*.

$olaborasi pemberian terapi armakologis antiangina. a. !ntiangina (nitrogliserin) Rasional4 nirat berguna untuk kontrol nyeri dengan e ek #asodilatasi koroner. b. !nalgetik, mor in 2%2mg intra#ena. Rasional4 menurunkan nyeri hebat, memberikan sedasi, dan mengurangi kerja mikardium. ). Penyekat beta(antenotol, tonormin, pindolol, #isken) propanolol (inderal). Rasinal4 penghambat beta menghambat respon beta 1 untuk mengontrol nyeri melalui e ek hambatan rangsang simpatis.

&.

Penyekat saluran kalsium. Rasional4 kalsium mengakti#asi kontraksi miokardium, menambah beban kerja jantungdan keperluan jantung akan oksigen.

2.

$olaborasi misalnya heparin.

pemberian

armokologis

anti

koagulan,

Rasional4 anti koagulan digunakan untuk menghambat pembentukan bekuan darah.


5.

$olaborasi pemberian terapi armakologis trombolitik.

12

Rasional4 trombolitik menghan)urkan trombus dengan mekanisme ibrinolitik,


6.

mengubah

plasminogen

menjadi

plasmin

yang

menghan)urkan ibrin didalam bekuan darah. $olaborasi untuk tindakan terapi non armakologis. a. P;C! (angioplasti koroner trasluminal perkutan) Rasional4 usaha untuk memperbaiki aliran darah arteri koroner dengan meme)ah plak atau ateroma yang telah tertimbun dan mengganggu aliran darah ke jantung. b. C!,: Rasional4 transplantasi pintas arteri koroner bertujuan untuk meningkatkan asupan suplai darah ke miokardium dengan mengganti alur pintas. !ktual0risiko tinggi menurunnya )urah jantung dengan perubahan rekuanasi, irama, dan konduksi elektrikal. ;ujuan4 dalam 'aktu 2 / 2& jam tidak terjadi penurunan )urah jantung. $riteria4 stabilitas hemodinamik baik (tekanan darah dalam batas normal, )urah jantung kembali meningkat, intake dan output sesuai, dan menunjukkan tanda%tanda distrima) urine G 500ml0hari. Inter#ensi 1. !uskultasi tekanan darah.bandingkan kedua lengan, ukur dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri bila memungkinkan. Rasional 4 hipotensi dapat terjadi pada dis ungsi #entrikel. 3ipertensi juga enomena umum yang berhubungan dengan nyeri )emas pengeluaran katekolamin. 2. .#aluasi kualitas dan kesamaan nadi Rasional 4 penurunan )urah jantung mengakibatkan menurunnya kekuatan nadi. *. Catat terjadinya "*0"&

15

Rasoinal 4 "* berhubungan dengan adanya gagal jantung kongesti atau gagal mitral yang disertai in ark berat. Rasional 4 "& berhubungan dengan iskemia, kekakuan #entrikel, atau hipertensi pulmonal. &. Catat mumur Rasional 4 menunjukkan gangguan aliran darah dalam jantung (kelainan katup, kerusakan septum, atau otot papilar) 2. Pantau rekuensi jantung dan irama Rasional 4 perubahan rekuensi dan irama jantung menunjukkan komplikasi distrimia. 5. ,erikan makanan ke)il0mudah dikunyah, batasi asupan ka ein Rasional 4 makanan besar dapat meningkatkan kerja miokardium. $a ein dapat merangsang langsung ke jantung, sehingga meningkatkan rekuensi jantung. 6. $olaborasi a) Pertahankan )ara masuk heparin (ID) s'esuai indikasi. Rasional 4 jalur yng paten penting untuk pemberian obat darurat. b) Pantau data laboratorium en9im jantung, :(!, dan elektrolit. Rasional 4 en9im memantau perluasan in ark, elektrolit berpengaruh terhadap irama jantung. !ktual0 resiko tinggi gangguan per usi peri er yang berhubungan dengan menurunnya )urah jantung. ;ujuan 4 dalam 'aktu 2/2&jam per usi peri er meningkat. $riteria 4 klien tidak mengeluh pusing, ;;D dalam batas normal, CR;J *detik, urineG500ml0har Inter#ensi 1. !uskultasi tekanan darah. ,andingkan kedua lengan, ukur dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri bila memungkinkan.

16

Rasional 4 hipotensi dapat terjadi sampai dengan dis ungsi #entrikel. 3ipertensi juga merupakan enomena umum berhubungan dengan nyeri )emas karena pengeluaran katekolamin. 2. $aji status mental klien se)ara teratur Rasional 4 mengetahui derajat hipoksia pada otak *. $aji 'aran kulit, suhu, siasinosis, nadi peri er, dan dia oresis se)ara teratur Rasonal 4 mengetahui derajat hipoksemia dan peningkatan tahanan peri er. &. $aji kualitas peristaltik, jika perlu pasang sonde Rasional 4 mengetahui pengaruh hipoksia terhadap unsi salura )erna, serta dampak penurunan elektrolit. 2. $aji adanya kongesti hepar pada abdomen kanan atas Rasional 4 sebagai dampak gagal jantung kanan. Fika nberat, akan ditemukan adanya tanda kongesti 5. Pantau urine output Rasional 4 penurunan )urah jantung mengakibatkan menurunnya produksi urine, pemantauan yang ketet pada produksi urine J500 ml0hari merupakan tanda%tanda terjadinya syok kardiogenik. 6. Catat adanya keluhan pusing Rasional 4 keluhan pusing merupakan mani estasi penurunan suplai darah ke jaringan otak yang parah. 7. Catat murmur

17

Rasional 4 menunjukkan gangguan aliran drah dalam jantung, ( kelainan katup, kerusakan septum, ibrasi otot papila). 8. Pantau rekuensi jantung dan irama Rasional 4 perubahan rekuensi dan irama jantung menunjukkan komplikasi disritmia. 10. ,erikan makanan ke)il atau mudah dikunyah, batasi asupan ka ein. Rasional 4 makanan besar dapat meningkatkan kerja miokardium. $a ein dapat merangsang langsung ke jantung, sehinnga meningkatkan rekuensi jantung. 11. $olaborasi a. Pertahankan )ara masuk heparin ( ID ) sesuai indikasi. Rasional 4 jalur yang paten penting untuk pemberian obat darurat.

!ktual0risiko tinggi pola napas tidak e ekti yang berhubungan dengan pengembangan paru tidak optimal, kelebihan )airan di paru sekunder dari edema paru akut. ;ujuan 4 dalam 'aktu */2& jam tidak terjadi perubahan pola napas. $riteria 4 klien tidak sesak napas, RR dalam batas normal 15%20/0 menit, respons batuk berkurang. Inter#ensi 1. !uskultasi bunyi napas (krakles). Rasional 4 indikasi edema paru sekunder akibat dekompensasi jantung. 2. $aji adanya edema Rasional 4 )uriga dada kongesti 0kelebihan #olome )airan. *. @kur intake dan output

18

Rasional 4 penurunan )urah jantung mengakibatkan gangguan er usi ginjal, retensinatrium0air, dan penurunan keluaran urine. &. ;imbang berat badan Rasional 4 perubahan tiba%tiba dari berat badan menunjukkan gangguan keseimbangan )airan. 2. Pertahankan pemasukan total )airan 2000ml02&jam dalam toleransi kardio#askuler. Rasional 4 memenuhi kebutuhan )airan tubuh orang de'asa, tetapi memerlukan pembatasan dengan adanya dekompensasi jantung. 5. $olaborasi a. ,erikan diet tanpa garam Rasional 4 natrium meningkatkan retensi )airan dan meningkatkan #olume plasma yang berdampak terhadap peningkatan beban kerja jantung sehingga akan meningkatkan kebutuhan miokardium. b. ,erikan diuretik, )ontohnya urosemide, sprinolakton, dan hidronolakton. Rasional4 diuretik bertujuan untuk menurunkan #olume plasma dan menurunkan retensi )airan dijaringan, sehingga menurunkan resiko terjadinya edema paru. ). Pantau data laboratorium elektrolit kalsium Rasional4 hipokalemia dapat membatasi kee ekti an terapi. $oping indi#idu tidak e ekti yang berhubungan dengan prognosis

penyakit, gambaran diri yang salah, dan perubahan peran. ;ujuan 4 dalam 'aktu 1/2& jam klien mampu mengembang koping yang positi . $riteria 4 klen kooperati pada setiap inter#ensi kepera'atan, mampu menyatakan atau mengomunikasikan dengan orang dekat tentang situasi dan perubahan yang telah terjadi, mampu menyatakan penerimaam diri

20

terhadap situasi, mengakui dan menggabungkan perubahan kedalam konsep diri dengan )ara yang akurat tanpa harga diri yang negati .

Inter#ensi4 1. $aji perubahan dari gangguan persepsi dan hubungannya dengan derajat ketikmampuan Rasional 4 menentukan bantuan indi#idualdalam menyusu ren)ana kepera'atan atau pemilihan inter#ensi. 2. Identi ikasi dari kehilangan atau dis ungsi pada klien Rasional 4 beberapa klien dapat menerima perubahan ungsi se)ara e ekti dengan sedikit penyesuaian diri. "edangkan yang lain kesulita membandingkan mengenal dan mengatur mempunyai kekurangan. *. !njurkan klien untuk mengekspresikan perasaan, termasuk

permusuhan, dan kemarahan. Rasional 4 menunjukkan penerimaaan, membantu klien untuk mengenal, dan mulai menyesuaikan denga perasaan teesebut. &. Catat ketika klien menyatakan terpengaruh seperti sekarat atau mengingkari dan menyatakan inilah kematian. Rasional 4 mendukung penolakan terhadap bagian tubuh atau perassan negati terhadap gambaran tubuh dan kemampuan yang menunjukkan kebutuhan dan inter#ensi serta dukungan emosional. 2. Pernyataan pengakuan terhadap penolakan tubuh, meningkatkan kembali akta kejadian tentang realitas bah'a masih dapat menggunakan sisi yang skit dan belajar mengontrol sisi yang sehat.

21

Rasional 4 membantu klien untuk melihat bah'a pera'at menerima kedua bagian sebagai dari seluruh tubuh. Mengi9inkan klien untuk merasakan adanya harapan dan mulai menerima situasi baru. 5. ,antu dan anjurkan pera'atan yang baik serta memperbaiki kebiasaan . Rasional 4 membantu meningkatkan perasaan harga diri dan mengontrol lebih dari satu area kehidupan. 6. !njurkan orang terdekat untuk mengi9inkan klien melakukan sebanyak% banyaknya hal%hal untuk dirinya. Rasional 4 menghidupkan kembali perasaan kemandiriaan dan membantu perkembangan harga diri serta mempengaruhi proses rehabilitas 7. (ukung perilaku atau usaha seperti peningkatan minat atau partisipasi dalam akti#itas rehabilitasi. Rasional 4 klien dapat beradaptasi terhadap perubahan dan pengertian tentang peran indi#idu pada masa mendatang. 8. (ukung penggunaan alat%alat yang dapat mengadaptasikan klien, tongkat, alat bantu jalan, dan tas panjang untuk kateter Rasional 4 meningkatkan kemandirian untuk membantu memenuhi kebutuhan isik dan menunjukkan posisi untuk lebih akti dalam kegiatan sosial. 10. Pantau gangguan tidur meningkatkan kesulitan konsentrasi, letargi, dan menarik diri. Rasional 4 dapat mengidenti ikasi terjadinya depresi. @mumnya terjadi sebagai pengaruh dari stoke dimana memerlukan inter#ensi dan e#aluasi lebih lanjut.

22

11. $olaborasi 4 rujuk pada ahli neuropsikologi dan konseling bila ada indikasi. Rasional 4 dapat men asilitasi perubahan peran yang penting untuk perkembangan perasaan. Intoleran akti#itas yang berhubungan dengan penurunan per usi peri er sekunder dari ketidak seimbangan antara suplai oksigen miokardium dengan kebutuhan. ;ujuan4 dalam 'aktu * / 2& jam akti#itas klien mengalami peningkatan. $riteria4 klien tidak mengeluh pusing, alat dan sarana untuk memenuhi akti#itas tersedia dan mudah klien jangkau, ;;D dalam batas normal, CR; J * detik, urine G 500 ml0hari. Inter#ensi 1. Catatan rekuensi jantung, irama, dan perubahan tekanan darah selama dan sesudah akti#itas. Rasional4 respon klien terhadap akte#itas dapat mengindikasikan penurunan oksigen miokardium. 2. ;ingkatkan istirahat, batasi akti#itas, dan berikan akti#itas senggang yang tidak berat. Rasional4 menurunkann kerja miokardium0konsumsi oksigen. *. !njurkan untuk menghindari peningkatan tekanan abdomen, misalnya mengejan saat de ekasi. Rasional4 dengan mengejan dapat menyebabkan bradikardi, menurunkan )urah jantung dan takikardia, serta peningkatan ;(. &. Felaskan pola peningkatan terhadap diri tingkat akti#itas. Contoh4 bangun dari kursi, bila tidak ada nyeri, ambulasi, dan istirahat selama 1 jam setelah makan. Rasional4 akti#itas yang maju memberikan kontrol jantung, meningkatkan regangan, dan men)egah akti#itas berlebih. 2. Rujuk ke program rehabilitasi jantung.

2*

Rasional4 meningkatkan jumlah oksigen

yang ada untuk pemakaian

miokardium sekaligus mengurangi ketidak nyamanan karena iskemia. Cemas berhubungan dengan rasa takut akan kematian, an)aman , atau perubahan kesehatan. ;ujuan kriteria 4 4 (alam 'aktu 1/2& jam ke)emasan klien berkurang. $lien dapat menyatakan mengidenti#ikasi ke)emasan penyebab berkurang, atau mengenal yang a)tor

perasaanya,

mempengaruhinya, kooperati terhadap tindakan, 'ajah rileks. Inter#ensi 1. ,antu klien mengekspresikan perasaan marah, kehilangan dan takut. Rasional4 Cemas berkelanjutan memberikan dampak serangan jantung selanjutnya. 2. $aji tanda #erbal dan non #erbal ke)emasan, serta damping klien dan lakukan tindakan bila menunjukan prilaku rusak. Rasional4 Reaksi #erbal atau non #erbal dapat menujukan rasa agitasi, marah dan gelisah. *. 3indari kon rontasi. Rasional4 $on rontasi dapat meningkatkan rasa marah, menurukan rasa kerja sama dan mungkin memperlambat pertumbuhan. &. Mulai melakukan tindakan untuk mengurangi ke)emasan. ,eri lingkungan yang terang sesuana penuh istirahat. Rasional4 Mengurangi rangsangan e/ternal yang tidak perlu. 2. ;ingkatkan )ontrol sensasi klien. Rasional4 Control sensasi klien (dalam menurukan ketakutan) dengan )ara memberi in ormasi mengenai keadaan klien, menekankan pada

2&

penghargaan terhadap sumber koping (pertahanan diri yang positi yang membantu latihan rela/sasi dan teknik teknik pengalihan, serta memberikan respon balik yang positi . 5. +rientasikan klien terhadap prosedur rutin dan akti itas yang diharapkan. Rasional4 +rientasi dapat menurukan ke)emasan. 6. ,eri kesepatan kepada klien untuk mengukapkan ansietasnya. Rasional4 (apat menghilangkan keteganngan terhadap kekha'atiran yang tidak die/presikan. 7. ,erikan pre#asi untuk klien dan orang terdekat. Rasional4 Memberi 'aktu untuk menge/presikan perasaan,

menghilangkan )emas dan prilaku adaptasi. !danya keluarga dan teman % teman yang dipilih klien unuk melayani akti#itas dan pengalihan (misalnya4 Memba)a) akan menurunkan perasaan terisolasi.
9. $alaborasi 4 memberikan anti )emas sesuai indikasi )ontohnya4

(ia9epam. Rasional4 Meningkatkan relaksasi dan menurunkan ke)emasan

K. E:A7UAS0 (Ari" !%tta)in,200*) 3asil yang diharapkan pada proses pera'atan klien dengan jantung koroner tanpa komplikasi sebagai berikut. 1. ,ebas dari nyeri 2. Menunjukkan peningkatan )urah jantung. *. ;anda%tanda #ital kembali normal. &. ;erhindar dari resiko penurunan resiko penurunan per usi peri er. 2. ;idak terjadi kelebihan #olume )airan a. ;idak sesak. b. .dema ekstermitas tidak terjadi.

22

5. Menunjukkan penurunan ke)emasan a. Memahami penyakit dan tujuan pera'atannya b. Mematuhi semua aturan medis ). Mengetahui kapan harus meminta bantuan medis bila nyeri menetap atau si atnya berubah d. Menghindari tinggal sendiri saat terjadi ase nyeri. 6. Memahami )ara men)egah komplikasi dan menunjukkan tanda%tanda bebas dari komplikasi dengan )ara sebagai berikut. a. Menjelaskan proses terjadinya angina. b. Menjelaskan alasan tindakan pen)egahan komplikasi. ). .$: dan kadar en9im jantung normal d. ,ebas dari tanda dan gejala in aks miokard akut 7. Mematui program pera'atan diri a. Menunjukkan pemahaman mengenai terapi armakologi. b. $ebiasaan sehari%hari men)erminkan penyesuaian gaya hidup.

25

(A.TAR PUSTAKA

Carpenito, 1inda Fuall. 2000. %iagnosa (epera)atan edisi *. Fakarta4 .:C (oengoes, Marlyn. 1878. Nursing $are +lans second edition.Philadelphia4 I! (a#is Company. 2000. "encana Asuhan (epera)atan# pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pera)atan pasien. Fakarta4 .:C 1ong, ,arbara C. 1878. +era)atan ,edikal Bedah. ,andung4 Ikatan !lumni Pendidikan K $epera'atan Padjajaran ,andung Pri)e, "yl#ia !nderson. 188&. +atofisiologi# konsep klinis proses-proses penyakit edsi .. Fakarta4 .:C "melt9er, "u9anne C dan ,renda : ,are. 2002. Buku A/ar (epera)atan ,edikal Bedah edisi * vol. 0. Fakarta4 .:C MuttaLin,ari .2008.asuhan kepera)atan klien dengan kardiovaskuler dan hematologi.jakarta4"alemba Mendika MuttaLin,ari .2008.Asuhan (epera)atan (lien dengan (ardiovaskuler.jakarta4"alemba Mediks gangguan sistem

angguan 1istem

26