Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TEKNIK PELEBURAN DAN PEMADUAN LOGAM

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat nilai mata kuliah Teknik Peleburan & Pemaduan Logam

oleh : Nama : Nazario Florentino Nim : 2 !"!#!#!#

LABORATORIUM TEKNIK PRODUKSI FAKULTAS TEKNIK $URUSAN TEKNIK METALURGI UNI%ERSITAS $ENDERAL A&'MAD (ANI BANDUNG 2014

PENDAHULUAN

Dalam proses pengecoran logam, ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan untuk menghasilkan sebuah produk cetakan dari logam. Sebelum menu u proses pengecoran, terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian dari pengecoran itu sendiri. Pengecoran adalah proses pembuatan benda ker a dari logam, dengan cara memanaskan logam hingga melebur atau meleleh yang kemudian dituangkan ke dalam cetakan. !ahan " bahan logam yang akan dilebur dipanaskan dalam dapur pemanas dengan temperatur tertentu hingga mencair atau melebur. Adapun beberapa contoh dapur pemanas antara lain dapur kupola dan dapur crucible. Dapur #upola $#ubah% digunakan pada peleburan besi tuang. &ni menyerupai sebuah dapur sumber kecil tapi tidak bisa beker a terus menerus. Pada umumnya digunakan untuk menghasilkan peleburan sehari'hari berdasarkan pada kapasitas dari pabrik $(oundry%. #upola'kupola biasanya dioperasikan sepasang, adi pemeliharaannya bisa diatur untuk yang satu sedangkan yang lainnya tetap beroperasi, demikian seterusnya secara bergantian. !ahan yang diolah adalah besi kasar $pig iron% dan besi rongsokan)potongan'potongan dengan dicampur potongn ba a untuk membantu mengontrol kandungan karbon akhir dengan dilusi. Se umlah kecil batu kapur dicampurkan ke dalam muatan untuk membantu pembentukan terak dan beberapa tambahan yang diperlukan untuk mengatur analisa dari besi biasanya dicampurkan ke dalam ember tuang se*aktu dikeluarkan. Dapur +rucible adalah dapur yang paling tua yang digunakan dalam peleburan logam. Dapur ini melebur logam tanpa berhubungan langsung dengan bahan baku pembakaran yang tidak langsung. Dapur ini mempunyai konstruksi paling sederhana. Dapur ini ada yang menggunakan kedudukan tetap dimana penmgambilan logam cair dengan memakai gayung. Dapur ini sangat (leksibel dan serba guna untuk peleburan yang skala kecil dan sedang. !ahan bakar dapur +rucible ini adalah gas atau bahan bakar minyak karena akan mudah menga*asi operasinya.

Dapur Kupola

Dapur kupola termasuk dapur pengolahan ba a, dimana dapur ini digunakan untuk mengolah basi kasar kelabu)besi rongsokan)besi bekas men adi ba a. ,ambar ilustrasi secara skematik sebuah Dapur #upola adalah sebagai berikut.

-. Penggolongan Daerah Dalam #upola !agian dari mulai pintu pengisian sampai lubang keluar, dibagi men adi beberapa daerah seperti disebut di ba*ah ini, sesuai keadaan bahan baku dalam kupola. ' Daerah pemanasan mula. Adalah bagian dari pintu pengisian sampai di tempat dimana logam mulai cair. Selama turun di daerah ini, logam mengalami pemanasan mula. ' Daerah lebur. adalah bagian atas dari alas kokas dimana logam mencair. ' Daerah panas lan ut. Adalah bagian ba*ah daerah lebur sampai rata tuyer. Logam cair dipanaskan lan ut selama turun melalui daerah ini.

' Daerah krus. Adalah bagian dari tuyer sampai dasar kupola. Logam cair dan sebagian kecil terak ditampung di daerah ini. Selain hal tersebut diatas, bagian dalam kupola dibagi men adi daerah oksidasi dan daerah reduksi, tergantung pada reaksi antara kokas dan gas. ' Daerah oksidasi. dimulai dari tuyer sampai rata tengah'tengah alas kokas. Dalam daerah ini kokas dioksidasi oleh udara yang ditiupkan melalul tuyer. ' Daerah reduksi. !agian atas dari daerah oksidasi, dimana gas +/0 yang timbul di daerah oksidasi, direduksi oleh kokas. 0. #apasitas Peleburan #apasitas peleburan dari kupola dinyatakan oleh la u peleburan dalam satuan berat persatuan *aktu, umumnya ditulis ton per am. #apasitas peleburan dapat berubah tergantung kepada. 1olume angin, perbandingan muatan besi dengan kokas serta syarat'syarat operasi peleburan lainnya, *alaupun diameter kupola sama. 2. 3inggi E(ekti( 3inggi e(ekti( dari kupola adalah tinggi dari pertengahan tuyer $lubang hembus% sampai bagian ba*ah dari pintu pengisian. Pada daerah ini ter adi pemanasan a*al. #arena itu kupola yang tinggi akan e(ekti( untuk pemindahan panas, akan tetapi kupola yang terlalu tinggi cenderung memiliki tahanan besar terhadap aliran gas. Hal ini uga menimbulkan resiko ter adinya peng'hancuran kokas. Syarat' syarat ini perlu dipertimbangkan, sehingga tinggi e(ekti( kupola standar biasanya dikonstruksi berkisar antara empat sampai lima kali ukuran diameter dalam, diukur dari titik tengah tuyer. 4. Daerah #rus Daerah krus adalah daerah dari bagian ba*ah tuyer sampai ke dasar kupola. Daerah krus dari kupola yang mempunyai perapian muka dibuat dangkal, karena tidak di(ungsikan untuk menyimpan logam cair di dalamnya. Daerah krus dari kupola tanpa perapian muka dibuat dalam. !iasanya ukuran krus dikonstruksi untuk dapat menampung dua atau tiga pengisian. Dalam daerah krus terdapat uga kokas, sehingga 1olume yang terisi oleh logam cair kira'kira 45 6 dari 1olume daerah krus. #rus yang besar tidak dikehendaki sebab besi cair menyerap karbon dan belerang dari kokas. 5. Lubang +erat dan Lubang 3erak Lubang cerat dan lubang terak dibuat di daerah krus. !entuk dan susunan dari lubang'lubang ini berbeda menurut cara pengeluaran besi cair dan terak. Pengeluaran besi cair dan terak dilakukan secara berkala. Pada proses ini besi cair atau terak ditampung sementara di dalam krus, kemudian dikeluarkan secara berkala melalui lubang cerat atau lubang terak dengan operasi tangan. Proses pengeluaran terak yang paling baik adalah dari posisi depan tanur, dimana terak mengalir secara kontinyu bersama logam dari dasar dan sekaligus terak terpisah dari logam cair. Proses ini terbaik karena menghasilkan besi cair dengan kadar unsur'unsur lain terendah. Proses pengeluaran terak dari belakang. dalam proses ini lubang cerat dan lubang terak dibuat pada tempat yang berlainan sehingga tidak perlu lagi memisahkan terak. !esi yang dikeluarkan secara kontinyu dialirkan kedalam penampung $perapian depan%, yang nantinya akan dikeluarkan se umlah besi sesuai diperlukan.

7. 3uyer 3uyer ber(ungsi menghembuskan udara untuk pembakaran kokas dengan 1olume dan tekanan yang memadai. 8adi umlah luas penampang tuyer harus ditentukan secara tepat. 8umlah luas penampiag tuyer yang terlalu kecil menyebabkan kecepatan udara terlalu tinggi adi menurunkan temperatur dari gas pembakaran. Sebaliknya luas yang terlalu besar menurunkan kecepatan udara dan pembakaran yang seragam tidak tercapai. !iasanya perbandingan tuyer ini lima sampai enam untuk kupola kecil dan delapan sampai dua belas untuk kupola besar. 8umlah tuyer dipilih secara empirik dalam umlah genap.

Proses ker a dapur kupola .


-. Saat akan digunakan , terlebih dahulu diadakan pemanasan pendahuluan agar dapur dalam keadaan kering $tidak mengandung uap air%. Pemanasan pendahuluan ini dilakukan dengan pembakaran arang kayu dan kokas di dalam dapur selama 9 -5 am sampai pemanasan pendahuluan berlangsung dengan sempurna $bahan bakar telah terbakar habis%. 0. Selan utnya dilakukan penambahan kokas dan udara dari blo*er yang dihembuskan dengan kecepatan rendah. Pemasukan kokas ditambah terus sampai mencapai setinggi :'; m . dari dasae tungku 2. Setelah bahan bakar kokas terbakar habis kemudian dimasukkan kepingan'kepingan ba a dan besi kasar, dimana berat bahan'bahan yang dimasukkan antara -<6'-56 dari output) am $9 :'-< ton) am%. Se*aktu proses berlangsung sebagian dari ba a)besi telah ada yang cair, maka setiap -5 menit ba a)besi cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran cairan ba a yang ditampung oleh panci'panci penampung. 4. Untuk pembentukan terak di dalam dapur, ditambahkan +a+/2 pada pemasukan pertama dan karena temperature dapur, maka akan ter adi penguraian +a+/2 sb . +a+/2 = +a/ > +/0, dan +/0 yang dihasilkan akibat penguraian +a+/2 akan terbakar)bereaksi dengan kokas sbb. +/0> + = 0+/ " 4-,<? kkal ,as +/ yang dihasilkan dikeluarkan melalui cerobong sebagi gas asap dengan temperature 9 2<<o+ dan panasnya dapat diman(aatkan untuk tenaga mesin'mesin yang lain. 5. Setelah ter adi reaksi antara silica dan batu kapur kemudian dimasukkan besi kasar dan kokas baru sekitar ;6'-06 dari pengisian ke dalam dapur. Apabila kokas baru telah terbakar, dimasukkan udara dari blo*er yang akan menimbulkan reaksi antara @at arang dengan oAygen sbb . + > /0 = +/0, > ?4,00 kcal)mol Akibat reaksi tersebut, ter adi pengurangan temperatur di dalam dapur tetapi karena gas +/ yang ter adi mempunyai temperature 2<<o+ " 4<<o+ maka temperature yang turun hanya sedikit, sehingga masih cukup untuk melebur besi dan membentuk terak. 7. Setelah proses di dalam dapur, maka terak di atas cairan dikeluarkan dari dalam dapur dan kemudian dikeluarkanlah ba a cair yang ditampung oleh panci'panci untuk diba*a ke tempat penuangan besi atau ba a.

Dapur Crucible (Kowi)


Dapur #o*i ini, tercatat sebagai dapur tertua yang pernah digunakan untuk melebur ba a. ,ambar penampang sebuah dapur ko*i, dapat dilihat diba*ah ini.

Crusibel furnace adalah dapur tertua yang digunakan untuk melebur ba a, terbuat dari campuran gra(it dan tanah liat, mudah pecah dalam keadaan biasa, akan tetapi memiliki kekuatan yang cukup berarti dalam keadaan panas. Dapat dipanaskan dengan kokas, minyak)gas alam. !a a karbon rendah, ba a bekas, arang kayu dan paduan (ero digunakan untuk membuat ba a. Crucible furnace termasuk dapur yang terbalik untuk untuk memproses)membuat ba a dibandingkan dengan dapur'dapur ba a yang lainnya. Proses di dalam dapur ini ter adi didalam ruangan tertutup, sehingga alat'alat perlengkapannya dan proses pembuatan ba a di dalam dapur ini termasuk sangat mahal dan oleh karena itu dapur ini hanya digunkan untuk membuat atau menger akan ba a'ba a istime*a atau kores.

Alasan pemilihan dapur +rucible yang akan digunakan di banding dengan memakai dapur pelebur enis lainnya karena. -. Dapur pelebur ini tidak memerlukan teknik pengoperasian yang terlalu rumit disbanding dapur pelebur enis lainnya, sehingga cocok digunakan untuk penelitian dan praktikum bagi laboratorium Boundry. 0. 2. 4. Dapur +rucible ini dapat menggunakan bahan bakar yang aman seperti minyak tanah. +ocok digunakan untuk melebur logam bukan besi yang mempunyai temperature cair yang cukup tinggi seperti alumunium. Cudah dalam pengoperasiannya terutama untuk pengambilan terak pada logam alumunium.

Proses ker a . -. Pertama'tama ca*an ini diisi ba a dan besi kasar, kemudian ca*an ditutup dengan merapatkan tutup dapur ca*an dengan dempul tanah liat. 0. Setelah itu ca*an diletakkan dalam dapur api. Di dalam dapur api dimasukkan gas'gas panas sekeliling ca*an sehingga ca*an'ca*an di dalam dapur api men adi panas dan mencairkan ba a)besi yang berada di dalam ca*an dan mereaksikan unsur'unsur yang terdapat di dalam ba a)besi. 2. Setelah proses selesai, maka cairan ba a dikeluarkan dari dalam ca*an dan diba*a ke cetakan penuangan ba a untuk di adikan ba a'ba a kroes atau ba a'ba a istime*a. 4. !a a'ba a yang diker akan dalam dapur ca*an adalah ba a'ba a istime*a karena bisa didapatkan ba a'ba a yang sangat murni dengan campuran yang homogen. Untuk logam'logam yang sangat sulit dicampur secara merata sangat baik menger akannya dengan dapur ca*an karena campuran seperti Si,Cn ,Ni,+r tidak akan berubah $ tetapi kadar arangnya akan berubah%. !a a'ba a dari ca*an ini akan dipakai untuk perkakas tempa, pahat'pahat, pegas'pegas, ba a'ba a perkakas, paku keling, pesa*at'pesa*at pengengkat, kabel' kabel, dsb. 3etapi karena harganya yang sangat tinggi, maka ba a'ba a ca*an ini terdesak oleh ba a'ba a listrik.

Untuk membuat sebuah dapur ko*i, biasanya digunakan campuran gra(it dan tanah liat. #ekurangan nya adalah, mudah pecah pada keadaan biasa $dingin%, tetapi cukup keras pada keadaan panas. !ahan bakar Dapu #o*i adalah. kokas, minyak atau gas. !ahan baku nya adalah. ' ba a karbon rendah ' ba a bekas ' arang kayu ' paduan (erro #apasitas dapur ko*i ini cukup kecil, yakni sekitar 5< kg sa a.

#esimpulan
-. Dapur kupola lebih menguntungkan bila dipakai dalam skala industri, tetapi ika hanya membutuhkan kapasitas yang kecil lebih dian urkan memakai dapur crucible. 0. Daktu peleburan logam lebih cepat dapur crucible karena ukurannya auh lebih kecil di banding dapur kupola. 2. !ila menggunakan dapur kupola kesempatan logam cair terkontaminasi lebih besar karena langsung bersentuhan dengan kokas.

Da(tar Pustaka .
-. A.Schey.8ohn, Proses Canu(aktur . &ntroduction to Canu(acturing Process 2rd edition, 0<<?, Cc.,ra*'Hill.+o. 0. Al'Easyid.Soepardi.Haroen, Pengetahuan Dasar Pengecoran Logam !esi, 0<<5, !andung. 2. Surdia.3ata, 3eknik Pengecoran Logam, 0<<0,Pradnya Paramita,8akarta 4. Sur ana.Hardi,3eknik Pengecoran Logam,0<<;,Depdiknas