Anda di halaman 1dari 7

DIFUSI GAS

Disusun oleh AISAH (1112016200010) Dini Wulandari, Ahmad Yandi

Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2014

Laporan praktikum kimia fisika II

ABSTRAK Pemisahan gas menggunakan membran didasarkan pada perbedaan kelarutan gas-gas dan difusifitas dari membran. Menurut Graham, gas melewati karet alam sebagai mekanisme difusi larutan dimana permeat larut di dalam material membran dan kemudian berdifusi melewati membran yang mempunyai gradien konsentrasi rendah. Difufsi adalah migrasi molekul akibat gerakan molekul secara acak. Difusi muncul akibat pergerakan acak molekul bahan yang membiarkan molekul tersebut terpisah satu sama lainnya. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari massa gas dengan jalan membandingkan laju difusi berdasarkan hukum graham. Dari percobaan ini didapatkan massa molar zat x yaitu 74,61g/mol.

PENDAHULUAN Saat ini sistem pemisahan gas menggunakan membran sudah banyak dikembangkan dalam skala laboratoium maupun industri. Hal ini dikarenakan kemampuan membran sebagai sistem pemisahan memberikan efisiensi yang lebih besar, pengoperasian yang sederhana, dan kebutuhan energi yang sedikit dibandingkan dengan proses pemisahan konvensional dalam beberapa aplikasi.

Pemisahan gas menggunakan membran didasarkan pada perbedaan kelarutan gas-gas dan difusifitas dari membran. Karakteristik dari membran berpengaruh terhadap selektifitas dan permeabilitas/flux dalam proses pemisahan gas. Faktor lain yang mempengaruhi pross membran yaitu stabilitas, ketipisan, harga membran yang murah dan dapat menghasilkan luas permukaan yang tinggi dalam modul. Pemisahan membran dicapai saat beda permeat dikarenakan adanya perbedaan jumlah kelarutan material di dalam membran dan kecepatan difusi suatu material melewati membran.

Penelitian awal tentang pemisahan gas berbasis membran dilakukan oleh J.K. Mitchell di Philadelphia pada awal tahun 1831. Dia meneliti bahwa balon yang terbuat dari karet alam yang diletakkan pada atmosfer dengan komposisi yang berbeda dari kondisi atmosfer, akan terjadi perpindahan massa gas dengan perbedaan kecepatan gas tergantung dari jenis gas. Hidrogen masuk ke balon lebih cepat dari udara, tetapi yang paling cepat adalah karbon dioksida.
2

Laporan praktikum kimia fisika II

Pada tahun 1866, Graham mengulangi penelitian Mitchel dengan menggunakan film karet alam dan membuat pengukuran kuantitatif kecepatan gas melewati membran untuk kali pertama. Dia mengenalkan model transfer gas melewati karet alam sebagai mekanisme difusi larutan dimana permeat larut di dalam material membran dan kemudian berdifusi melewati membra n yang mempunyai gradien konsentrasi rendah (Burhanudin dan Gangga, 2009 )

Difusi adalah lewatnya satu zat ke zat lain. Difufsi adalah migrasi molekul akibat gerakan molekul secara acak. Difusi dari dua atau lebih gas menghasilkan campuran molekul dan dalam wadah tertutup, segera menghasilkan campuran homogen. Gejala yan terkait yaitu efusi. Efusi adalah lepasnya molekul gas dari wadahnya melalui lubang kecil atau jarum. Laju terjadinya efusi berbanding lurus dengan kecepatan molekul. Artinya, molekul dengan kecepatan tinggi berdifusi lebih cepat di banding dengan molekul dengan kecepatan rendah. Laju efusi dua gas yang berbeda berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari massa molarnya (Petrucci, 203: 2007). Difusi muncul akibat pergerakan acak molekul bahan yang membiarkan molekul tersebut terpisah satu sama lainnya. Bila ditinjau gejala difusi molekul gas dalam suatu ukuran volume luas penampang A, maka menurut hukum Fick pertama bahwa rapat aliran (J) molekul berbanding langsung dengan gradienkonsentrasi (misal ke arah x) dengan konstanta kesebandingan yang disebut koefisien difusi (D). J=D merupakan gradien konsentrasi. Arah difusi searah dengan pengurangan konsentrasi. Sedang laju pertukaran gas (laju difusi) sebanding dengan rapat aliran dan luas penampang yang dilalui gas yang dapat dirumuskan menjadi: = DA =

dengan menggunakan D = x/R; R dinamakan koefisien resistansi elemen volume terhadap difusi yang terjadi didalamnya (detik cm-1), C merupakan selisih konsentrasi diluar bahan (C ) dengan konsentrasi gas di dalam bahan (C yang kemudian masing-masing disebut
3

sebagai konsentrasi eksternal dan internal (wasono dan sugiarto, 2010). Laporan praktikum kimia fisika II

BAHAN DAN METODE Alat dan bahan Pipa gelas 25 cm (1 buah) Pipet tetes (2 buah) Kapas penyumbat (sedikit) Penggaris (1 buah) Stop watch (1 buah) Statif dan klem HCL pekat Zat X Cair

Metode Siapkan pipa gelas, letakkan dalam posisi horisontal dengan statif Pipetlah HCl pekat dan teteskan dua tetes ke dalam pipa gelas pada ujung yang satu, dalam waktu yang bersamaan teteskan dua tetes zat X dalam ujung yang lain. Tutuplah kedua ujung pipa yang telah ditetesi dengan kedua zat tersebut dengan kapas dan biarkan beberapa saat Catat waktu yang diperlukan sampai terlihat warna putih kabut di tengah pipa gelas. Ukurlah jarak antara ujung pipa zat HCl dengan titik putih kabut yang terjadi (L1). Ukur pula jarak ujung pipa zat zat X dengan titik putih kabut (L2). Ulangi percobaan sebanyak 3 kali.

HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil percobaan: Nama zat percobaan 1. HCl 2. 3. 1. Zat X 2. 3. Waktu (detik) 231 s 145 s 225 s 231 s 145 s 225 s Jarak yang ditempuh (cm) 18 cm 16 cm 16 cm 18 cm 8 cm 9 cm

Laporan praktikum kimia fisika II

Menurut hukum Avogadro, rapatan gas berbanding lurus dengan massa molekul relatif. Oleh karena itu massa molekul relatif dapat menggantikan rapatan dalam rumus hukum difusi Graham:

Massa molekul relatif suatu gas tertentu dapat ditentukan dengan mengukur laju difusi (efusi)-nya dengan cara membandingkan laju gas tersebut dengan laju gas yang telah diketahui massa molekulnya:

Dari percobaan yan telah dilakukan didapatkan hasil pengamatan seperti pada tabel di atas dapat ditentukan massa molekul relatif dari zat X yang belum diketahui dan dari massa molekul relatif akan diketahui senyawa yang digunakan sebagia sampel dalam percobaan ini. Jarak tempuh gas HCl (L1) = Jarak tempuh gas zat x (L2) = Waktu tempuh HCl = Waktu tempuh zat x = Kecepatan efusi HCl = 0,083 16,67 cm 11,67 cm 200,33 s 200,33 s

Kecepatan efusi zat x =


= =

Laporan praktikum kimia fisika II

Thomas Graham (1805-1869) seoarnag ahli kimia Inggris mempelajari keceptan efusi dari berbagai macam gas melalui pori-pori penutup plaster Paris. Ia menemukan bahwa apabila kecepatan diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka kecepatan efusi berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari massa jenis gas. Pernyataan ini dikenal dengan hukum Graham. Gas yang ringan akan akan berefusi dan berdifusi lebih cepat, sedangkan gas yang massa molekulnya besar akan berdifusi dan berefusi lambat (James E, 516-517: 2000). Berdasarkan pengamatan zat X berbau sangat menyengat dan mudah menguap seperti klorofom, akan tetapi massa molekul relatif klorofom lebih kecil dari massa molekul yang didapatkan pada percobaan ini. Asam klorida yang digunakan tergolong sangat pekat karena konsentrasi asam klorida yang digunakan 12M sehingga pada saat sebelum dimasukkan dalam pipa gelas saju uap dari asam klorida sangatlah banyak, sehingga pada saat asam klorida dimasukkan dalam pipa gelas sangat terlihat jelas asap yang berjalan sepanjang pipa gelas. Sedangkan pada sampel X tidak begitu jelas asap yang terlihat, sehingga dalam menentukan panjang asap putih sangatlah susah, walaupun dalam keadaan gelap.

KESIMPULAN Laju terjadinya Difusi berbanding lurus dengan kecepatan molekul. Artinya, molekul dengan kecepatan tinggi berdifusi lebih cepat dibanding dengan molekul dengan kecepatan rendah. Berdasarkan data hasil percobaan dapat di peroleh massa molekul relatif dari zat x yaitu 74,61. Dari baunya yang sangat menyengat, zat x tersebut diduga senyawa volatil (klorofom). Hasil tersebut menunjukkan bahwa massa molekul zat x lebih besar dibandingkan massa klorofom.

Laporan praktikum kimia fisika II

DAFTAR PUSTAKA Brady, James.E.2000. Kimia Universitas Asas dan Struktur Jilid Satu. Jakarta: Binarupa Aksara. Burhanudin, Ahmad dan Gangga. 2009. Polietersulfon-Zeolit untuk Pemisahan

karbondioksida . http://.www.eprints.undip.ac.id. Jurnal Jurusan Teknik Kimia, Fak. Teknik, Universitas Diponegoro

Petrucci, dkk. 2007. Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Wasono, Ali Joko dan Sugiarto. 2010. Penentuan Koefisien Difusi Gas SF6 pada Tanah Sawah dengan Metode Spektroskopi Fotoakustik Laser CO2.

http://.www.fisika.lipi.go.id. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Laporan praktikum kimia fisika II