Anda di halaman 1dari 17

TRANSLASI MATA UANG ASING

A. INTRODUCTION a. Istilah
Kita harus mengetahui makna dari istilah translasi. Ketika digunakan oleh akuntan , istilah ini mempunyai makna yang khusus, yang mana menggambarkan suatu proses dimana data keuangan yang dinyatakan dalam satu mata uang disajikan kembali dalam mata uang lain. Contohnya : Perusahaan inggris, yang menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang pounds sterling, dimana perusahaan mempunyai asset sebesar $100 milyar ( dalam bentuk uang kertas ) , agar asset tersebut dapat dimasukan kedalam laporan posisi keuangan, jumlah tersebut harus dinyatakan dalam pounds sterling. Jika 1 = $1.78 maka asset tersebut akan disajikan sebesar ( $100 X 1/$1.78 ) yaitu sebesar 56.18 milyar. Dengan menggunakan istilah akuntansi, asset tersebut telah ditranslasikan dari dollar ke pounds.

Selain itu, harus ada pemisahaan yang jelas antara translasi dan konversi. Dimana dalam konversi : asset tersebut benar benar berubah dari satu mata uang ke mata uang lain ( dari dollar ke pounds ) atau pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain
secara fisik

sedangkan didalam melakukan translasi : asset tersebut tidak berubah,

dollarnya masih tetap ada hanya basis pengukurannya saja yang berubah.

b. Permasalahan yang Muncul dalam Translasi


Translasi memunculkan masalah karena nilai tukar yang sering berubah ( berfluktuasi ) dari waktu ke waktu. Contohnya dari kasus diatas dimana terjadi pentranslasian mata uang dari dollar ke pounds , jika 1 akan selalu sama dengan $1.78 maka tidak akan ada permasalahan yang muncul, namun nilai tukar ini akan selalu berfluktuasi. Seperti yang ditampilkan pada table dibawah ini :
1 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Dua masalah akuntansi yang muncul seiring dengan fakta bahwa nilai tukar mata uang asing tidak tetap adalah : 1. Berapakah nilai tukar yang sesuai untuk digunakan dalam translasi asset / hutang yang disajikan dalam mata uang asing? 2. Bagaimanakah perlakuan akuntansi untuk keuntungan dan kerugian yang muncul dari perbedaan nilai tukar tersebut? Untuk dapat menjelasakan jawaban diatas kita akan kembali kepada contoh awal , dimana terjadi pentranslasian dollar ke pounds dimana perusahaan inggris tersebut memperolehnya pada tanggal 31 desember 2003, ketika nilai tukar 1 = $1.78 dan masih ditangan hingga 31 desember 2004, dimana nilai tukar 1 = $1.93. ketika mempertimbangkan berapakah nilai tukar yang digunakan untuk mentranslasikan $100 milyar, untuk tujuan menyajikan asset ini dalam laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2004 , dua nilai tukar yang mungkin digunakan adalah : Nilai tukar pada saat $100 milyar diperoleh. Dengan menggunakan nilai tukar 1 = $1.78 menghasilkan nilai 56.18 mliyar, dengan dasar nilai historis yang mendasarinya. Nilai tukar pada tanggal diperoleh ( past date ) dikenal dengan nilai historis Nilai tukar pada tanggal neraca. Dengan menggunakan nilai tukar 1 = $1.93 menghasilkan 51.81 milyar, dimana menggunakan nilai tukar sekarang yaitu tanggal 31 desember 2004. Nilai tukar pada tanggal neraca dikenal dengan nilai penutupan / closing rate Ketika nilai historis digunakan dalam translasi , nilai asset dalam pounds dibekukan pada saat perolehan. Dalam contoh diatas nilainya asset tersebut adalah 56.18 pada tanggal 31 desember 2003 ketika ia diperoleh dan tidak akan berubah lagi. Ketika menggunakan closing rate, nilai tukar akan berbeda dari waktu ke waktu. Pada tanggal 31 desember 2003 nialinya adalah 56.18 dan pada tanggal 31 desember 2004 nilainya adalah 51.81. hal ini mengalami penurunan sebesar 4.37
2 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

yang disebabkan oleh karena proses pentranslasian karena nilai dolar asset tidak berubah. Sehingga selisih nya disebut dengan keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing. Keuntungan dan kerugian ini harus diakui dalam laporan keuangan. Ada 2 masalah utama yang timbul berhubungan dengan translasi : 1. Nilai tukar mana yang seharusnya digunakan dalam translasi mata uang asing dari asset dankewajiban. Historical rate atau closing rate ? 2. Jika menggunakan closing rate, bagaimana memperlakukan selisih yang terjadi (keuntungan atau kerugian translasi ) ?

c. Translasi Transaksi VS Translasi laporan Keuangan


Akuntan dihadapi dengan masalah translasi dalam dua are yang luas, yaitu : Translasi Transaksi Hal ini mengacu pada pencatatan transkasi yang terjadi dalam mata uang asing pada pembukuan perusahaan individual dan persiapan selanjutnya untuk pembuatan laporan keuangannya Translasi laporan keuangan Hal ini mengacu pada persiapan laporan keuangan konsolidasi dari perusahaan multinasional, dimana laporan keuangan induk perusahaan dan laporan keuangan anak perusahaan tidak disajikan dalam mata uang yang sama Dalam translasi transaksi hanya ada satu set pencacatan akuntansi ( dan satu set laporan keuangan ) yang disajikan dalam laporan mata uang perusahaan yang selanjutkan disebut dengan home currency, Masalah translasi laporan keuangan muncul ketika perusahaan induk mengakui kepemilikiannya dalam sebuah entitas ( seperti perusahaan anak ) yang melakukan kegiatan usahaanya di luar negri dan menyajikan laporan keuangan dalam mata uang asing. Masalah ini akan muncul pada akhir periode, pada saat laporan keuangan dalam

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

mata uang asing ditranlasikan supaya dapat disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi yang disajikan dalam mata uang perusahaan induk. Dalam bab ini kita akan berfokus pada translasi laporan keuangan.

B. TRANSLASI TRANSAKSI
a. Masalah yang Muncul Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tranlasi transaksi berfokus terhadap perlakuan pencatatan transaksi dengan mnggunakan mata uang asing kedalam laporan keuangan individual perusahaan. Pembukuan dalam perusahaan dilakukan dalam mata uang local. Oleh sebab itu, sebelum transaksi yang berasal dari mata uang asing dapat dicatat dalam pembukuan, harus ditranslasi terlebih dahulu. Aturan sederhananya adalah dimana transaksi dalam mata uang asing ditranslasikan pada nilai tukar pada tanggal asset tersebut diakui dan dicatat. Pada prinsipnya, ada tiga cara yang berbeda dalam pentranslasian asset asset dan liabilitas, yaitu : 1. Pada nilai historis Dengan metode ini, mata uang local tidak akan berubah dan tidak ada keuntungan atau kerugian translasi dilaporkan 2. Pada nilai penutupan Translasi pada nilai laporan posisi keuangan memberikan nilai sekarang dari akun dalam mata uang local. Contohnya, jumlah uang yang akan diterima pada tanggala neraca jika asset tersebut dikonversikan dalam mata uang local. Ketika nilai penutupan berbeda dengan nilai historis, sehingga terjadilah varians ( selisih ) yang secara umum dikenal dengan keuntungan dan kerugiaan yang disajikan dalam laporan laba rugi. 3. Pada nilai terendah dari nilai historis dan nilai penutupan dari asset atau liabilitas Ketika metode ini digunakan, asset dinyatakan pada nilai terendah dari dua kemungkinan nilai asset atau liabilitas yang tertinggi. Nilai penutupan hanya digunakan ketika menimbulkan kerugian yang dicatat dalam laporan laba rugi.
4 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Dari ketiga metode tersebut, metode pertama jarang digunakan. Namun, ada argument bagus yang mendasari teori akuntansi untuk kedua metode yatu metode kedua dan ketiga. Metode kedua berdasarkan prinsip akrual dan metode ketiga berdasarkan prinsip kehatia hatian . b. Prinsip Akrual VS Prinsip Kehati hatian

Prinsip Akrual Kerangka dasar IASB menjelaskan prinsip akrual dalam istilah berikut : berdasarkan prinsip dasar akrual transaksi dan suatu kejadian diakui ketika mereka terjadi ( bukan ketika kas atau setara kas diterima ) dan mereka dicatat dalam catatan akuntansi dan disajikan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Ketika kita menggunakan prinsip akrual, kita tidak perlu menunggu lagi sampai asset dan kewajiban asing ditukarkan menjadi kas ( dalam mata uang local ) sebelum diakui perubahan nilainya.

Prinsip kehati-hatian Bagaimanapun juga, penyusun laporan keuangan menghadapi suatu kenyataan bahwa mereka tidak dapat menyajikan asset dan liabilitas dalam suatu kepastian mutlak. Oleh karena itu dibutuhkan suatu prinsip kehati hatian dalam pelaporan keuangan. Kerangka dasar IASB mendefenisikan kehati-hatian sebagai

dimasukkannya tingkat kehati-hatian dalam keputusan yang diperlukan dalam membuat perkiraan yang diperlukan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dibesar-besarkan/ lebih saji dan kewajiban atau beban tidak kurang saji. Berdasarkan prinsip kehati hatian ini, akuntan tidak perlu untuk mengakui keuntungan dari peningkatan nilai dari asset moneter ( kenaikan mata uang asing ) atau pengurangan nilai dari kewajiban asing ( penurunan mata uang asing ). Mereka mengakui realisasi dari asset atau kewajiban moneter dalam kas local tidak dapat dinilai dengan kepastiaan yang memadai.

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Kesimpulan Jika kedua metode tersebut diatas didasarkan pada ( perbedaan ) standar akuntansi yang dapat diterima umum ( GAAP ), maka tidak mungkin untuk memilih diantara keduanya berdasarkan logika dan teori. Pada sudut pandang penulis, bahwa ada sesuatu yang dikatakan pada kedua metode tersebut. Secara umum, metode berdasarkan prinsip akrual memberikan informasi yang lebih relevan, seperti yang digambarkan pada contoh ini. Perhitungan yang diberikan pada table dibawah. Pada tanggal 31 desember 1990, perusahaan inggris meminjam satu juta cruzeiros brazil. Pada tanggal 31 desember 2000 pinjaman tersebut masih belum dilunaskan dan harus dilaporkan sebagai liabititas/kewajiban pada laporan posisi keuangan. Transalasi pada nilai historis memberikan nilai sebesar 2,929 ; sementara itu nilai translasi dengan menggunakan nilai penutupan hanya 0,34 merupakan jumlah yang akan menjadi biaya jika pinjaman tersebut dilunasi pada tanggal tersebut. Sementara itu, prinsip kehati hatian dijadikan sebagai pemeriksaan yang penting bagi manajemen yang optimis, yang selalu berusaha untuk menyajikan hasil kerja kerasnya dalam suatu keberhasilan. Pada laporan keuangan konsolidasi dari perusahaan yang terdaftar di bursa efek, hal ini dilakukan dengan usaha untuk meningkatkan laba. Contohya adalah pada tanggal 31 desember 1995, perusahaan inggris meminjam sebesar $1000 yang akan dilunasi pada 31 desember 2000. Kewajiban ini awalnya dicatat pada pembukuaannya sebesar 645 dengan menggunakan nilai tukar pada 31 desember 1995. Satu tahun kemudian, pada tanggal 31 desember 1996,nilai dari pinjamannya pada nilai penutupan closing rate adalah 588. Apakah perusahaan akan mengakui keuntungan sebesar 57 sebagai akibat kenaikan kurs mata uang pounds terhadap dollar tersebut ? ketika mempertimbangkan fluktuasi dalam nailai tukar pounds atau dollar, maka belum saatnya perusahaan untuk mengakuinya sebagai keuntungan. Kenyataannya pada saat pinjaman tersebut akan dilunasi yaitu pada tanggal 31 desember 2000, nilai tukar pounds terhadap dollar pun kembali mengalami penurunan dibawah nilai
6 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

tukar pada saat diperoleh tahun 1995, sehingga total kerugiaannya adalah sebesar
26. Kebanyakan akuntan mengklaim bahwa keuntungan diawal tersebut

tidak

dimasukan sebagai keuntungan yang direalisasi. Jika tahun 1996 perusahaan mengakuinya sebagai keuntungan sehingga keuntungan tersebut harus

didistribusikan kepada pemegang saham, sehingga perusahaan akan kembali meminta pembagian keuntungan tersebut pada saat kewajiban dilunasi, karena mengalami kerugian ( telah direalisir ). Perusahaan tidak boleh untuk melaporkan keuntungan dari kenaikan nilai tukar asset atau kewajiabn moneter sebelum direalisir.

c. Translasi Transaksi : Peraturan dan Praktek Ada 3 sumber utama dari aturan aturan yang mengatur pelaporan keuangan perusahaan di dunia, yaitu : 1. IASB ( International Accounting Standard Board ) IASB menyediakan peraturan untuk perusahaan perusahaan besar yang

terdaftar di negara Negara eropa dan di beberapa Negara yang memegang peranan penting dalam perdagangan internasional seperti Australia. 2. US GAAP menyediakna peraturan untuk perusahaan perusahaan besar amerika 3. Peraturan nasional : peraturan peraturan yang disusun oleh regulator nasional yang mengatur tentang penyusunan laporan keuangan di beberapa Negara. Aset Moneter : Nilai tukar Baik IASB dan US GAAP keduanya mengharuskan asset asset moneter yang berasal dari mata uang asing di translasikan pada nilai penutupan pada tanggal neraca. Standar yang relevan adalah IAS 21 dampat perubahan dalam kurs mata uang asing dan SFAS 52 tentang Translasi mata uang asing

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Pelaporan Keuntungan dan Kerugian Translasi Secara umum keuntungan dan kerugian translasi muncul hanya pada asset moneter, sedangkat asset non moneter dinilai pada dasar nilai historis. Baik IASB maupun GAAP menyatakan : harus melaporkan dalam bentuk keuntungan atau kerugian translasi baik dalam laporan laba rugi ( GAAP ) atau dalam bagian awal pada laporan pendapatan komprehensif ( IASB ). Hal ini dijelaskan secara jelas dalam pernyataan dibawah ini yang dikeluarkan oleh dewan standar akuntansi inggris : untuk memberikan hasil yang benar dan wajar, keuntungan dan kerugian dalam asset moneter seharusnya dilaporkan sebagai keuntungan atau kerugian periode yang sesuai dengan konsep akuntansi akrual. Perlakuan akun pada prinsip berbasis kas tidak akan sesuai dengan konsep ini. Keuntungan dari pertukaran transaksi yang belum terjadi ( belum direalisasi ) dapat ditentukan pada tanggal neraca dan tidak kurang objektif dibandingkan dengan kerugian kurs Pengecualiaan dari Aturan Umum Aturan umum yang telah digaris bawahi adalah subjek dari beberapa pengecualian, diamana dua terpenting diantaranya adalah : hedging dan pembiayaan asset tetap yang didapatkan dari pinjaman asing. Hedging Dimana kreditor atau debitor asing dilindungi melalui forward contract, hal ini biasanya ditranslasikan menggunakan nilai tukar spesifik yang tertera pada kontrak dan bukan pada nilai penutupan. Pembiayaan asset tetap melalui pinjaman mata uang asing Dimana asset tetap telah dibiayai melalui pinjaman asing, telah banyak diterapkan di beberapa Negara dengan mengkapitalisasikan kerugian translasi sebagai bagian dari biaya perolehan asset tetap tersebut. Sehingga tidak ada kerugian yang dilaporkan pada laporan laba rugi.

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

C. PENDAHULUAN : TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN a. Permasalahan Seperti yang telah dibahas pada awal bab bahwa translasi laporan keuangan terjadi ketika perusahaan mempunyai kepentingan dalam sebuah entitas yang menyajikan laporan keuangan dalam mata uang asing. Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional yang mempunyai perusahaan anak di Negara lain, sehingga untuk membuat laporan keuangan konsolidasi maka laporan perusahaan anak harus dikonversikan standarnya dan ditranslasikan kursnya.

b. Tiga Metode Translasi Tradisional Dalam praktek pada umunya, pentranslasiaan suatu mata uang ke mata uang lain dapat menggunakan nilai historis atau nilai penutupan. Pada tahun 1970an tidak ada kesepakatan di dunia mengenai nilai mana yang akan digunakan untuk suatu translasi. 3 perbedaan metode translasi di dunia adalah : 1. Metode nilai penutupan , yang menggunakan metode ini untuk semua asset dan kewajiban 2. Metode langsung/ tidak langsung, yang menggunakan nilai penutupan untuk asset lancar dan kewajiban lancar , dan nilai historis untuk semua asset dan kewajiban lainnya 3. Metode moneter/non moneter yang menggunakan nilai penutupan untuk akun moneter ( uang dan jumlah yang diterima atau dibayarkan dengan uang pinjaman kreditor atau debitor ) dan menggunakan nilai historis untuk akun non moneter ( asset tetap dan persediaan )

c. Contoh Aplikasi penggunakan ketiga metode diatas dapat dilihat dari contoh dibawah ini :

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

d. Perlakuan Terhadap Keuntungan Translasi Lanjutan dari contoh diatas, bagaimana cara memperlakukan keuntungan sebesar 1600 dengan menggunakan nilai penutupan , keuntungan 4000 dengan menggunakan metode lancar/tidak lancar dan kerugian sebesar 8800 dengan menggunakan moneter/non moneter. Dengan menggunakan metode nilai penutupan, semua asset dan kewajiban dinilai pada tanggal 31 desember 1997 dengan mengunakan nilai penutupan yang baru. Sehingga, keuntungannnya dikalkulasikan dalam semua investasi bersih periusahaan pada perusahaan anak Dengan menggunakan metode lancar/tidak lancar , asset dan kewajiban tidak lancar ditranslasikan pada nilai historis, mempertahankan nilai aslinya dalam dolar. Sehingga, tidak ada pencatatan keuntungan dari asset dan kewajiban ini. Keuntungan diakui hanya pada asset dan kewajiban lancar Dengan menggunakan moneter/non meneter, keuntungan dikalkulasikan hanya untuk akun moneter.

D. INISIATIF AMERIKA a. Metode Temporal Keberadaan ketiga metode dari translasi yang mana menghasilkan perbedaan penilaiaan dari keuntungan dan kerugiaan asset dari suatu translasi, menghasilkan perbedaan perbedaan yang diterapkan dalam melakukan suatu translasi mata uang asing. Amerika merupakan Negara pertama yang berfokus terhadap masalah ini , akuntan public amarika mulai menangani hal ini dengan cara yang sistematis. Mereka melakukan penelitian dan penelitiaan tersebut menghasilkan laporan mengenai metode yang dapat diterapkan secara universal temporal method. Berada dibawah akuntansi biaya historis, metode ini sangat mirip dengan metode moneter/non moneter.

10

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Metode temporal merupakan suatu metode penilaian yang digunakaan untuk menyajikan asset dan kewajiban perusahaan anak dalam laporan keuangan keuangan yang telah ditranslasikan. Ada beberapa perbedaan metode yang digunakan dalam penilaian asset di neraca, yaitu : 1. Nilai historis : jumlah kas ( atau sumberdaya yang setara kas ) yang telah dibayar pada masa lalu untuk memperoleh asset 2. Nilai pengganti sekarang/ current replacement cost : jumlah kas yang harus di dikeluarkan oleh perusahaan pada tanggal neraca untuk memperoleh asset yang sama 3. Nilai realisasi bersih / net realizable value : jumlah kas yang akan diterima oleh perusahaan jika perusahaan tersebut menjual asset pada tanggal neraca 4. Nilai yang diterima di masa depan : piutang atau jumlah piutang yang dinyatakan dalam jumlah kas yang mana perusahaan mengharapkan dapat menerimanya di masa depan.

b. Generalisasi metode temporal Metode temporal ini umumnya konsisten dengan metode moneter/non moneter dibawah akuntansi nilai historis. Dengan metode temporal ini, asset yang diukur dalam basis sekarang atau masa depan ( termasuk asset moneter ) ditranslasikan dengan nilai penutupan, dan set yang dinyatakan dalam nilai historis ( asset non moneter ) ditranslasikan dengan menggunakan nilai historis.

c. FAS 8 Pada bulan oktober 1975 FASB mengeluarkan pernyataan dari standar akuntansi keuangan No 8 ( FASB,1975 ) , yang menyatakan untuk menggunakan metode temporal untuk laporan keuangan yang berhubungan dengan periode akuntansi mulai dari atau setelah tanggal 1 januari 1997. Dan tidak ada metode alternative lain yang diizinkan

11

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

E. METODE TEMPORAL VS METODE NILAI PENUTUPAN a. Hubungan dalam laporan keuangan perusahaan anak Pertanyaan yang mendasar adalah : laporan keuangan yang manakah yang menyajikan nilai yang benar dan wajar , apakah laporan keuangan anak atau laporan keungan yang telah ditranslasikan menjadi laporan keuangan konsolidasi ? dan kenapa ada suatu kejadiaan dimana keuntunga yang dialami pada perusahaan anak ketika ditranslasikan ke laporan keuangan konsolidasi bias menjadi kerugian dan begitu sebaliknya? Jika perusahaan tersebut menggunakan metode temporal dengan benar, maka laporan kedua perusahaan ( anak dan konsolidasi adalah benar ) dan telah menyajikan laporan keuangan dengan benar dan wajar. Laporan keuangan perusahaan anak telah menyajikan nilai yang benar dan wajar untuk kreditor dan pemegang sahamnya dan laporan keuangan konsolidasi juga telah menyajikan nilai yang benar dan wajar untuk pemegang saham dan perusahaan induk. Keuntungan dapat saja ditranslasikan menjadi kerugiann ketika asset tertentu ( mis : asset tetap dan persediaan ) dinilai dalam laporan posisi keuangan ( neraca ) dalam nilai historisnya. Dan kita juga harus memperhatikan depresiasi dari asset tersebut.

b. Konsep investasi bersih Selanjutnya ,kita harus memperhatikan ASC paragraph 10(b). hai inii erat kaitannya dengan pernyataan dalam ASC paragraph 9 bahwa metode kurs penutupan didasarkan pada konsep bahwa perusahaan pelapor memiliki investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri dan resiko dari fluktuasi mata uang disebut dengan investasi bersih

F. FAS 25 FAS 52 diadopsi oleh FASB oleh kemungkinan mayoritas terkecil, dalam minoritas ini termasuk ketua dewan, pada kenyataannya, bagian paling baik dari pernyataan ini adalah catatan dari perbedaan pendapat yang ditulis oleh tiga anggota.
12 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Dalam pendahuluan terhadap FAS 52, FASB menyatakan tujuan dari translasi dalam dua hal, yaitu : 1. Menyediakan informasi yang sesuai dengan dampak ekonomi yang diharapkan dari perubahaan kurs pada arus kas dan ekuitas perusahaan 2. Mencerminkan hasil dari laporan keuangan konsolidasi dan hubungannya dengan laporan keuangan individual perusahaan sebagaimana yang diukur dalam mata uang perusahaan dan sesuai dengan US GAAP

G. IAS 21 Dengan adanya keberagaman praktek akuntansi di dunia, tidak mengejutkan jika dewan standar akuntansi internasional menghadapi kesulitan dalam penyusunan standar dalam hal translasi mata uang asing. Hingga pada juli 1983 dikeluarkannya IAS 21 mengenai Dampak Akuntansi dari Perubahan Nilai Tukar Asing Tiga istilah yang penting adalah : 1. Mata uang fungsional : yang didefenisikan sebagai mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana sebuah perusahaan dioperasikan 2. Mata uang asing : yang didefenisikan sebagai mata uang daripada mata uang

fungsional sebuah perusahaan 3. Mata uang penyajiaan keuangan disajikan. : yang didefenisikan sebagai mata uang dimana laporan

H. TRANSLASI PENDAPATAN KOMPREHENSIF Untuk mendapatkan penyajiaan laporan keuangan konsolidasi yang lengkap , penting untuk mentranslasikan pendapatan komprehensif perusahaan anak. Prosedur yang diikuti berbeda berdasarkan metode yang digunakan dalam proses penerjemahaan laporan posisi keuangan ( neraca )

a. Metode temporal Dengan metode temporal, ada beberapa perlakuan, seperti :


13 Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

Penjualan nilainya diakui pada tanggal direalisasikan, untuk produk dan jasa dibayar dalam bentuk kas diakui pada tanggal pembayaran, untuk produk dan jasa yang diberikan secara kredit diakui pada tanggal kredit ini diterima

b. Metode nilai penutupan Ada beberapa perdebatan mengenai bagaimana menterjemahkan pendapatan dan beban ketika menggunakan nilai penutupan pada neraca. IASB menyatakan metode alternative : 1. Pentranslasiaan pada nilai penutupan. Metode ini sangat sederhana digunakan dan mudah untuk dimengerti, karena nilai yang sama digunakan untuk pendapatan komprehensif dan laporan posisi keuangan 2. Pentranslasiaan pada tanggal transaksi. Metode ini memberikan penyajiaan yang lebih baik mengenai mata uang local perusahaan dari arus mata uang asing. Dimana pada akhir tahun laporan keuangannya konsisten dengan laporan interim perusahaan

I. AKUNTANSI UNTUK KEUTUNGAN DAN KERUGIAAN TRANSLASI a. Masalah Keuntungan dan kerugiaan translasi dapat mincul pada saat penerjemahaan suatu laporan keuangan. Dimana ada suatu keharusan dimana perusahaan melaporkannya sebagai keuntungan atau kerugiaan didalam laporan laba rugi atau dibahagian lain dari pendapatan komprehensif.

b. Perbedaan translasi dibawah metode nilai penutupan Salah satu cara yang mungkin untuk menangani masalah keuntungan dan kerugiaan translasi adalah melaporkannya pada bagian yang berbeda dalam laporan laba rugi, contohnya sebagai kejadian luar biasa, tapi metode ini belum pernah di adopsi di Negara Negara di dunia.

14

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

FAS 25 dan IAS 21 keduanya menyatakan bahwa keuntungan dan kerugiaan translasi dari metode nilai penutupan diperlakukan sebagai pendapatan komprehensif lainnya.

c. Keuntungan dan kerugiaan translasi pada transaksi Ketika sebuah perusahaan memegang sebuah asset moneter atau kewajiban dalam mata uang asing akan dilaporkan keuntungan atau kerugian dalam laporan keuangan individualnya ketika nilai tukar berubah. Jika perusahaan tersebut merupakan perusahaan anak, keuntungan dan kerugiaan ini akan dikonsolidasikan dengan laporan keuangan perusahaan induk.

d. Perbedaan translasi dalam pinjaman antar grup Jika perusahaan induk meminjam kepada perusahaan anak, jika pinjaman tersebut dalam mata uang asing dalam perusahaan anak, perusahaan induk akan melaporkan keuntungan dan kerugian transalasi jika terdapat perbedaan pada nilai tukar.

J. TEMUAN PENELITIAAN a. Walker Walker ( 1978 ) berpendapat bahwa nilai perusahaan anak seharusnya diambil sebagai nilai bersih sekarang ( NPV ) dari arus kas masa depan.

b. Ailber dan Stickney Mereka membuktikan bahwa perubahaan dalam nilai tukar tidak mempunyai pengaruh dalam nilai perusahaan anak . dua teori : 1. Teori daya beli , yang menyatakan bahwa perubahaan dalam nilai tukar antar dua Negara secara proporsional dengan perubahaan dalam tingkatan harga relative

15

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

2. The Fisher effect , yang menyatakan bahwa diantara dua Negara, perbedaan dalam tingkat kepentingan dihasilkan dalam asset keuangan yang sama dengan perubahaan yang diharapkan dari perubahaan nilai tukar

c. Beaver dan Wolfson Mereka menganalisa pengaruh dari tiga metode transalsi mengenai laporan keuangan konsolidasi , yaitu : Penafsiran ekonomi Symmetri

d. Louis Louis ( 2003 ) secara empiris meneliti perubahan nilai perusahaan dibandingkan dengan ukuran dan arah mengungkapkan penjabaran mata uang asing.

K. SEBUAH ALTERNATIF TERHADAP NILAI TUKAR? Sejauh ini, penejelasan pada bab ini telah diasumsikan bahwa factor factor yang digunakan dalam sebuah translasi adalah nilai tukar, baik itu nilai historis atau nilai sekrang. Bagaimanapun juga ada suatu pandangan yang menolak penggunaan nilai tukar, melainkan mengusulkan penggunaan indeks daya beli ( Purchasing Power Parity Index / PPPI )

Daya beli dalam nilai tukar local Daya beli dalam nilai tukar asing

16

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri

17

Foreign Currency Translation| Vellyana Putri