Anda di halaman 1dari 18

Program Studi D3 Analis Kimia

Politeknik Negeri Bandung



Bioteknologi 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari penerapan aspek biosains
terhadap teknologi.Dalam penerapan biteknologi, seringkali memanfatkan sel
hewan atau sel tumbuhan.Hal ini dikarenakan adanya integrasi beragai disiplin
ilmu, mencakup produksi sel atau biomassa dan transformasi kimia,
cenderung lebih ekonomis, pemakaian energi lebih sedikit, serta lebih aman,
dan dapat digunakan untuk jangka panjang.
Sejak zaman dahulu bioteknologi sudah ada, tetapi pemanfaatannya masih
sederhana.Ruang lingkupnya terbatas hanya pada pembuatan makanan dan
minuman yang dikembangkan pada kondisi tidak steril.Namun, kini
bioteknolgi sudah semakin berkembang. Segala cara terus diupayakan agar
memperoleh hasil yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan
sekitar. Salah satu perkembangan bioteknologi adalah adanya rekayasa
genetika. Rekayasa genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu
proses manipulasi gen yang bertujuan untuk mendapatkan organisme yang
unggul. Bidang kedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi di bidang
yang relatif baru ini. Sementara itu bidang lain, seperti ilmu pangan,
kedokteran hewan, pertanian (termasuk peternakan dan perikanan), serta
teknik lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan
bidang masing-masing.Poin penting dalam ilmu ini adalah gen sehingga dalam
penerapannya DNA sangat diperhitungkan.
Oleh karena itu, kami akan melakukan percobaan isolasi DNA dari buah
tomat dan melakukan uji kuantitatif dengan menggunakan metoda
spektrofotometri agar diperoleh konsentrasi DNA dari buah tomat.



Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 2

1.2. Tujuan
1.2.1. Melakukan isolasi DNA dari buah secara kimiawi
1.2.2. Mengetahui konsentrasi DNA dari buah yang diisolasi dengan metoda
spektofometri

1.3.Waktu dan Tempat
Percobaan ini dilakukan pada bulan Maret pada tanggal 27 tahun 2014 di
Laboratorium Mikrobiologi Politeknik Negeri Bandung.






















Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 3

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.Deoxyribonucleic Acid
Asam deoksiribonukleat, lebih dikenal dengan DNA adalah sejenis asam
nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap
organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.Secara garis
besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik, artinya,
DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Pada umumnya sel
mengandung dua asam nukleat yaitu DNA dan RNA.DNA merupakan molekul
penyususn kromosom yang tersusun atas basa-basa nukleotida, gula pentosa dan
deoksiribosa.DNA yang menyusun kromosom ini merupakan nukleotida rangkap
yang tersusun heliks ganda (double helix), dimana basa nitrogen dan kedua
benang polinukleotida saling berpasangan dalam pasangan yang tetap melalui
ikatan hidrogen dan antara nukleotida yang satu dengan nukleotida yang lain
dihubungkan dengan ikatan fosfat. DNA dapat ditemukan pada kromosom dan
pada organel, yaitu pada mitokondria dan kloroplas.
Struktur untai komplementer DNA menunjukkan pasangan basa (adenina
dengan timina dan guanina dengan sitosina) yang membentuk DNA beruntai
ganda. DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu :
1. Gugusfosfat
2. Gula deoksiribosa
3. Basa nitrogen, yang terdiri dari : Adenina (A), Guanina (G), Sitosina (C),
Timina (T)
Sebuah unit monomer DNA yang terdiri dari ketiga komponen tersebut
dinamakan nukleotida, sehingga DNA tergolong sebagai polinukleotida. Rantai
DNA memiliki lebar 22-24 , sementara panjang satu unit nukleotida 3,3 .
Walaupun unit monomer ini sangatlah kecil, DNA dapat memiliki jutaan
nukleotida yang terangkai seperti rantai. Misalnya, kromosom terbesar pada
manusia terdiri atas 220 juta nukleotida.
Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-
seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-
deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester
antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada
gula lainnya.Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula
penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 4

2.2.Isolasi DNA dari Buah Tomat
DNA dapat mengalami denaturasi dan renaturasi. Selain itu DNA juga bisa
diisolasi. Isolasi DNA, meruapakan tahap pertama dari beberapa teknologi analisis
DNA. Zubaidah (2004) dalam Jamilah (2005) menyatakan bahwa isolasi DNA
dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan antara lain: preparasi esktrak sel,
pemurnian DNA dari ekstrak sel dan presipitasi DNA. Untuk mengekstrak DNA
diperlukan langkah-langkah laboratorium untuk memcahkan dinding sel dan
membran inti, kemudian pemisahan DNA dari komponen sel lainnya.Meskipun
isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi pada setiap jenis
atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda, hal ini karena adanya
senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang dapat
menghambat pemurnian DNA. Jika isolasi DNA dilakukan dengan sampel buah,
maka kadar air yang pada masing-masing buah berbeda, dapat memberi hasil yang
berbeda pula. Buah dengan kadar air tinggi akan menghasilkan isolat yang
berbeda jika dibandingkan dengan buah berkadar air rendah. Semakin tinggi kadar
air maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA
yang terpretisipasi juga akan sedikit.
Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Hal ini bertujuan
untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan. Proses ini
harus dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada
DNA. Untuk mengeluarkan DNA dari sel, dapat dilakukan dengan memecahkan
dinding sel, membran plasma dan membran inti baik dengan cara mekanik/fisik
maupun secara kimiawi. Cara mekanik bisa dilakukan dengan pemblenderan atau
penggerus menggunakan mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat
dengan pemberian yang dapat merusak membran sel dan membran inti, salah
satunya adalah penambahan buffer lisis diantaranya Tris HCl. Penambahan buffer
tris HCl dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena buffer tris HCl dapat
menyebabkan rusaknya mebran sel. Selanjutnya pemecahan dinding sel atau
jaringan dapat dilakukan dengan cara mekanik dengan cara sel dipecah dengan
kekuatan mekanik atau resonansi.
Pemisahan antara debris sel dengan larutan DNA dapat dilakukan melalui
sentrifuga. Sedangkan pemisahan DNA dan RNA dan protein lainnya melalui
proses presipitasi DNA menggunakan etanol absolut.




Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 5

2.3.Uji Kualitatif DNA
Keberadaan DNA dalam suatu organisme dapat diketahui dengan 2 cara yaitu
secara kualitatif dan kuantitatfi. Metoda standar yang digunakan untuk uji
kualitataif DNA dan RNA adalah identifikasi, pemisahan dan Purifikasi fragmen
DNA menggunakan elektroforsis gel agarosa.Teknik ini sederhana, cepat
terbentuk, dan mampu memisahkan campuran potongan DNA sesuai dengan
ukurannya secara akurat, dibanding dengan densitas gradient
sentrifugasi.Selanjutnya, lokasi DNA dalam gel tersebut dapat diidentifikasi
secara langsung dengan menggunakan pewarna berfluorescen.
Migrasi elektroforesis DNA melaluigel agarosa dipengaruhi oleh
faktor ukuran dan konformasi molekul DNA, konsentrasiagarosa, arus listrik dan
temperatur. Pewarna Ethidium Bromide (EtBr) digunakan untuk alat identifikasi
dan mengukur semi-kualitatif fragmen DNA yang terseparasi dalam gel. EtBr
iniakan terikat diantara dua untai ganda DNA, sehingga band/pita DNA dalam gel
agarosa akan berpendar, karena pewarna ini mengandung zat fluoresence. EtBr
dapat diberikan pada setiap sampel yang akan dimasukkan ke sumuran gel atau
dicampurkan ke gel agarosa sebelum ge ldicetak dalam cetakan gel. Intensitas
fluoresence dapat diukur dengan menggunakan DNA marker standar, sehingga
dapat diperkirakan kuantitas DNAnya, misal antara 0.50 sampai 20ug/mL.

2.4.Uji Kuantitatif DNA
Pengujian kuantitatif DNA dapat dilakukan dengan menggunakan metode
spektrofotometri. Terdapat beberapa cara yaitu spektrofotometri Vis (visible),
spektrofotometri UV (ultraviolet). Uji kuantitatif DNA dengan metode
spektrofometri ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan jumlah DNA di
dalam suatu larutan contoh uji. Uji kuantitatif DNA diawali dengan isolasi
DNA.Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan DNA yang berada dalam inti sel dari
organisme. Kemudian dilakukan dengan uji kualitatif DNA dengan metode
elektroforesis gel agarosa. Uji ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan DNA
dalam larutan contoh.Setelah itu dilanjutkan dengan uji kuantitatif DNA dengan
metode spekrofotometri.
Spektrofotometri merupakan suatu metode analisis untuk mengukur
konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut
mengabsorbsi berkas sinar atau cahaya. Alat ini terdiri dari spektrofotometer dan
fotometer.Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 6

gelombang tertentu, sementara fotometer adalah pengukur intensitas cahaya yang
ditransmisikan atau diabsorbsi.
Uji kuantitatif DNA dengan spektrofotometri UV-Vis, DNA murni dapat
menyerap cahayaultraviolet karena keberadaan basa-basa purin dan pirimidin. Pita
ganda DNA dapatmenyerap cahaya UV pada
max
260 nm, sedangkan kontaminan
protein atau phenol akan menyerap cahaya pada
max
280 nm. Sehingga kemurnian
DNA dapat dukur dengan menghitung nilai absorbansi 260 nm dibagi dengan nilai
absorbansi 280, dan nilai kemurnian DNA berkisar antara 1,8-2,0. Serta untuk
mengukur konsentrasi DNA digunakan rumussebagai berikut:
[DNA] = A
260
x 50 x faktor pengenceran
A
260
= Nilai absorbansi pada 260 nm
50 = larutan dengan nilai absorbansi 1.0 sebanding dengan 50 ug untai
gandaDNA per mL.


















Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 7

BAB III
METODE ANALISA

2.1. Alat dan Bahan

















Alat : Bahan :
Neraca analitik Buah Tomat
Satu set mortar Larutan Buffer Lisis
Batang Pengaduk Fenol
Microcentrifuge Kloroform
Inkubator Etanol absolut
Tabung Reaksi Etanol 70%
Pipet Ukur 1,5 dan 10 ml Larutan Buffer Tris-EDTA
Spektrofotometer UV-Vis Aquabidest
Alat Pengocok Vortex
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 8

2.2. Langkah Kerja






























Ukur Konsentrasi DNA
dg Spektrofotometer
UV-Vis pada OD
260
dan
OD
280


Sentrifugasi,
kecepatan 13000
rpm suhu 4
o
C, 10
menit

Rehidrasi DNA dlm 50 ml
buffer TE (pH 7,6) simpan
pada suhu 37
o
C selama 2
jam
Simpan pada suhu -
20
o
C
Ukur Konsentrasi DNA
dg Spektrofotometer
UV-Vis pada OD
260
dan
OD
280


Sentrifugasi,
kecepatan 13000
rpm suhu 4
o
C, 10
menit

Rehidrasi DNA dlm 50 ml
buffer TE (pH 7,6) simpan
pada suhu 37
o
C selama 2
jam
Simpan pada suhu -
20
o
C
Kocok, Inkubasi
pada suhu ruang, 5
menit
Ambil Supernatan
+ 1x volume
larutan Etanol
Absolut
Sentrifugasi,
kecepatan 13000
rpm suhu 4
o
C, 10
menit
Buang
Supernatan
+ 2x volume
larutan 70%
Etanol Absolut
Sentrifugasi,
kecepatan 13000
rpm suhu 4
o
C, 10
menit
Sentrifugasi,
kecepatan 13000
rpm suhu ruang, 10
menit
Gerus sampai
halus
+ 0,5 ml buffer
lisis
Ambil Supernatan
+ 1x volume
larutan Fenol-
Kloroform
Mortar
80 gram
buah tomat
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 9

BAB IV
DATA PENGAMATAN

Data Pengamatan Keterangan



Tomat segar yang siap digunakan
untuk proses isolasi DNA. Praktikan
memilah daging buah tanpa membawa
bijinya. Kemudian ditimbang seberat
+80 gr.



Tomat dihaluskan hingga lembut
menggunakan alu dan mortar.



Tomat yang telah dihaluskan lalu
dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan
ditambahkan larutan buffer lisis hingga
homogen.
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 10


Setelah homogen, homogenat
dimasukkan kedalam tabung setrifugasi
dan siap disetrifugasi dengan kecepatan
13.000 rpm selama 10 menit.

Kemudian, setelah disentrifugasi,
homogenat disaring terlebih dahulu
untuk memisahkan supernatan dan
padatannya.



Supernatan yang telah diambil lalu
ditambahkan larutan fenol-kloroform
dan dikocok. Kemudian disentrifugasi
sebesar 13.000 rpm selama 10 menit.
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 11


Setelah supernatan disentrifugasi
terlihat 3 fasa pada tabung sentrifugasi.
Praktikan mengambil fasa yang atas
dan yang bawah sedangkan yang
tengah dibuang.



Supernatan bagian bawah yang telah
disaring.

Supernatan pada bagian atas
ditambahkan dengan larutan etanol
absolut.

Menyiapkan kertas saring untuk
menampung pelet yang dihasilkan dari
supernatan putih (atas).
Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 12




Supernatan yang berwarna putih
ditambahkan etanol 70% dan
disentrifugasi 13.000 rpm selama 10
menit dan terlihat dibawah tabung
sentrifugasi terdapat endapan putih
yang merupakan pelet.

Hasil supernatan yang mengandung
endapan disaring dan terlihat pelet
yang terbentuk di atas kertas saring.

PERHITUNGAN
Diketahui :
= 260 nm
A = 0,490
Ditanyakan :
a. Konsentrasi DNA
b. Konsentrasi RNA
Jawab :
a. [DNA] = A
260
x 50 x faktor pengenceran
= 0,490 x 50 x 1
= 24,5 DNA/ml

b. [RNA] = A
260
x 40 x faktor pengenceran
= 0,490 x 40 x 1
= 19,6 RNA/ml


Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 13

Keterangan :
50 = larutan dengan nilai adsorbansi 1,0 sebanding dengan 50 g untai
ganda DNA/ml
40 = larutan dengan nilai adsorbansi 1,0 sebanding dengan 40 g untai
tunggal RNA/ml
Kemurnian DNA

1,22




















Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 14

BAB V
PEMBAHASAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk melakukan isolasi serta uji kuantitatif DNA
dari buah ataupun tanaman.DNA yang kami isolasi dan kami uji secara kuantitatif
pada praktikum ini adalah tomat. Kandungan air pada tomat dapat mempengaruhi
DNA yang akan didapatkan. Sumber DNA yang teralalu encer atau banyak
mengandung air, sel yang mengalami lisis akan sedikit terpresipitasi sehingga
DNA yang diperoleh sedikit dibandingkan dengan sumber DNA yang lebih kental
(Anonim,2005). Namun, masalah pengaruh keenceran terhadap hasil isolasi DNA
dapat diatasi dengan pengurangan jumlah Akuades yang digunakan sehingga
walaupun sumber DNA yang digunakan adalah buah dengan kadar air tinggi,
tetap dapat diperoleh ekstrak yang cukup kental.Untuk mengisolasi DNA, maka
perlu dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Mendegradasi/memecahkan dinding sel atau jaringan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendegradasi dinding sel baik
secara fisik maupun kimiawi, dengan begitu DNA dapat keluar dari sel
buah.pemecahan dinding sel secara fisik dilakukan dengan menggerus tomat
menggunakan mortal alu Selain itu, penggerusan juga bertujuan untuk
memisahkan sel yang satu dengan lainnya sehingga memberikan hasil yang lebih
baik pada proses ekstraksi selanjutnya. Agar DNA dapat benar-benar keluar dari
sel, maka pemecahan sel dilakukan pula secara kimiawi yaitu dengan pemberian
buffer lisis yang terdiri dari lisozim, EDTA, tris-HCl, dan SDS
(deterjen).Membran sel pada setiap organisme dapat mengalami kerusakan yang
disebabkan oleh pengaruh senyawa-senyawa kimia. Senyawa kimia yang mampu
merusak membrane ataupun dinding sel antara lain lisozim yang mampu
mempengaruhi kerja senyawa polimerik sehingga kekakuan sel tidak lagi dapat
terjaga. Selain itu, ada pula senyawa EDTA (etilendiamintetraasetat) yang
berfungsi untuk menghilangkan ion Mg
2+
yang penting untuk mempertahankan
struktur selubung sel serta menghambat enzim yang dapat merusak
DNA.sedangkan Sisi hidrofilik deterjen yang terkandung pada larutan buffer lisis
akan mengikat sisi protein yang bersifat hidrofilik dan sisi hidrofobik detergen
akan mengikat lipid dan sisi hidrofobik protein sehingga membentuk senyawa
lipid protein- deterjen kompleks. Peristiwa inilah menyebabkan interaksi polar
yang menyatukan membran sel, sehingga membran sel pun terdegradasi/lisis.



Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 15

2. Pemisahan debris sel dengan larutan DNA

Pemisahan debris sel dengan larutan DNA ini dilakukan dengan cara
sentrifugasi sehingga larutan yang kaya akan DNA dapat terpisah dari sisa-sisa sel
dan jaringan lainnya pada buah yang kemudian akan dibuang. Sedangkan
supernatan yang dihasilkan ditambah fenol-kloroform dengan perbandingan 25:24
untuk mengekstraksi DNA dari kontaminandansebagai pendenaturasi protein..
Fenol berfungsi untuk membersihkan supernatan dari protein yang masih ada
karena Fenol merupakan pelarut organik yang dapat melarutkan protein, lipid dan
molekul lain seperti polisakarida sehingga diharapkan akan didapatkan supernatan
yang berisi DNA bebas kontaminan. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga
dapat dibersihkan. Sedangkan kloroform digunakan untuk membersihkan sisa-sisa
protein dan polisakarida dari larutan. Proses sentrifugasi dengan kecepatan tinggi
( 13.000 rpm ) selama 10 menit akan mengendapkan tepung berwarna putih
(DNA) dan menempel di dasar tabung ependorf.

3. Presipitasi DNA

Presipitasi DNA dapat dilakukan dengan penambahan etanol absolut pada
supernatan.Ethanol absolute berfungsi untuk mengendapkan DNA dan
memisahkan genom dari garam-garam mineral serta menghilangkan fenol-
klorofrm yang masih ada. Sebab apabila fenol-kloroform masih berada di dalam
sampel maka dikhawatirkan dapat menghambat reaksi enzimatis yakni kerja
enzim-enzim restriksi atau enzim lain yang digunakan untuk analisis molekuler.
Kemudian dilakukan inkubasi untuk optimalisasi presipitasi, setelah inkubasi
dilakukan kembali sentrifuga dengan kecepatan 13.000 rpm pada suhu 4
0
C selama
10 menit dan didapatkan kembali endapan pada tabung ependorf. Untuk
mendapatkan endapan DNA yang lebih banyak, maka ditambahkan etanol 70 %
dan di sentrifuga kembali.

4. Rehidrasi DNA

Setelah pelet yang dihasilkan sudah dirasa cukup banyak, kemudian
supernatan dibuang, sedangkan pelet dikeringkan dalam inkubasi dengan suhu
57
0
C. Setelah kering, barulah DNA dapat direhidrasi dengan menggunakan bufr
TE (pH 7,6) dan diinkubasi pada suhu 37
0
C selama 2 jam untuk memperoleh
DNA terlarut.



Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 16

5. Spektrofotometri

Setelah dilakukan rehidrasi DNA , kemudian dilakukan pengukuran terhadap
kemurnian dan konsentrasi DNA dengan dilakukan cek kuantitas dan
kualitas untuk melihat konsentrasi dan kemurniannya dengan menggunakan
spektrofotometer Shimadzu UV-Vis pada OD
260
dan OD
280
. Pengukuran
konsentrasi DNA dengan spektrofotometer dilakukan pada panjang
gelombang 260 nm, sedangkan protein diukur pada panjang gelombang 280.
Kemurnian larutan DNA dapat dihitung melalui perbandingan A
260
nm
dengan A
280
nm. Absorbansi pada panjang gelombang 260 nm adalah 0,490,
kemudian absorbansi pada panjang gelombang 280 nm adalah 0,401. Sehingga
dengan menggunakan rumus, dapat diperoleh konsentrasi DNA sebesar 24,5
DNA/ml dan konsentrasi RNA sebesar 19,6 RNA/ml. Dan kemurnian larutan
DNA sebesar 1,22. Sampel DNA yang murni memiliki rasio 260/280 nm sebesar
1,8-1,9. Karena rasio yang kita peroleh di bawah 1,8 berarti ada ketidakmurnian
yang signifikan yang masih tertinggal di dalam sampel.











Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 17

BAB VI
PENUTUP
6.1. Kesimpulan
DNA dan RNA dapat diukur pada panjang gelombang 260 nm. Dengan
hasil absorbansinya yaitu 0.490 dan pada panjang gelombang 280 nm hasil
absorbansinya yaitu 0,401
Konsentrasi DNA yang dihasilkan ialah sebesar 24,5 DNA/ml dengan rasio
kemurniannya 1,22
Konsentrasi RNA yang dihasilkan ialah sebesar 19,6 RNA/ml




6.2. Saran















Program Studi D3 Analis Kimia
Politeknik Negeri Bandung

Bioteknologi 18

DAFTAR PUSTAKA
Agustian, Andreas.2008.Karakterisasi Variasi.www.lontar.ui.ac.id[30 Maret
2014]
Anonim.2009.Praktikum Isolasi DNA Buah
Tomat.http://endikdenibiotransmitther.blogspot.com/2009/01/praktikum-
isolasi-dna-buah-tomat-dan.html[1April 2014]
Anonim. 2014.Biomolekular.
http://www.academia.edu/4414022/biomolekular[1April 2014]
Chinica,Marina.2001.Ekstraksi DNA Rumput Laut dengan Metode Fenol
Kloroform.www.journal.unhas.ac.id [30 Maret 2014]
Wikipedia. 2013. Rekayasa Genetika.
http://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_genetika[30Maret 2014]
Wikipedia.2013. Asam
Deoksiribonukleat.http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_deoksiribonukleat[1
April 2014]