Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi global yang banyak
menimbulkan kematian di dunia ini. Laporan World Health Organization (WHO)
tahun 2! menyatakan bah"a terdapat lebih dari 2 miliar penduduk dunia yang
terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang nilainya setara dengan sepertiga
penduduk dunia. #ilaporkan bah"a pada tahun 2$ terdapat sebanyak !% &uta
kasus TB di dunia dengan penemuan $'% &uta kasus baru dan &umlah kematian
akibat TB sebanyak !'( &uta kasus ()ra"ati' 2!*).
+sia Tenggara merupakan "ilayah menurut regional WHO yang memiliki
&umlah terbesar kasus TB dan kematian akibat TB. #ilaporkan bah"a pada tahun
2$ terdapat sebanyak , &uta kasus TB di +sia Tenggara dengan penemuan *'*
&uta kasus baru dan &umlah kematian akibat TB sebanyak %- ribu kasus.
.embilan puluh persen penduduk yang terserang TB berasal dari negara
berkembang dan , negara dengan &umlah kasus TB terbanyak' yaitu )ndia' /hina'
0igeria' Bangladesh' dan )ndonesia ()ra"ati' 2!*).
)ndonesia merupakan negara yang menempati urutan kelima di dunia' yang
memiliki &umlah terbesar kasus TB setelah )ndia (* &uta)' /hina (!'- &uta)' 0igeria
(-* ribu)' dan Bangladesh (1$ ribu). #ilaporkan bah"a pada tahun 2$
terdapat sebanyak 11 ribu kasus TB di )ndonesia dengan penemuan %* ribu
kasus baru dan &umlah kematian akibat TB sebanyak 1! ribu kasus. TB
merupakan pembunuh nomor ! di )ndonesia di antara penyakit menular lainnya
dan penyebab kematian nomor * setelah penyakit kardio2askular dan penyakit
pernapasan akut pada seluruh kalangan usia. .ebagian besar pasien TB adalah
penduduk dengan golongan usia produktif yaitu !, 3 ,% tahun ()ra"ati' 2!*).
4ekerapan sindrom obstruksi pada TB paru ber2ariasi antara !13,5.
6atogenesis timbulnya sindrom obstruksi pada TB paru yang mengarah ke
timbulnya sindrom pas7a TB sangat kompleks. 6ada penelitian terdahulu
dikatakan akibat destruksi &aringan paru oleh proses TB. 4emungkinan lain adalah
akibat infeksi TB' dipengaruhi oleh reaksi imunologis perorangan sehingga
!
menimbulkan reaksi peradangan nonspesifik yang luas karena tertariknya
neutrofil ke dalam parenkim paru makrofag aktif. 6eradangan yang berlangsung
lama ini menyebabkan proses proteolisis dan beban oksidasi sangat meningkat
untuk &angka lama sehingga destruksi matriks al2eoli ter&adi 7ukup luas menu&u
kerusakan paru menahun dan mengakibatkan gangguan faal paru yang dapat
dideteksi se7ara spirometri ()nam' 2!).
4ema&uan ilmu dalam pemberantasan TB dan ge&ala sisa dari TB masih
men&adi salah satu tantangan penting saat ini. 6enyebaran dan penyembuhan TB
masih belum tertangani se7ara tuntas "alaupun obat dan 7ara pengobatannya telah
diketahui. .O6T masih sering ditemukan dan dapat mengganggu kualitas hidup
pasien' serta berperan sebagai penyebab kematian sebesar !,5 setelah durasi !
tahun. #eteksi dini .O6T dengan u&i faal paru pada pasien pas7a TB diperlukan
untuk berperan dalam memperbaiki kualitas hidup pasien ()ra"ati' 2!*).
8angguan faal paru akibat proses tuberkulosis paru berupa kelainan restriksi
dan obstruksi telah banyak diteliti9 kelainan yang bersifat obstruksi dan menetap
akan mengarah pada ter&adinya .O6T. #estruksi parenkim paru pada emfisema
menyebabkan elastisitas berkurang sehingga ter&adi mekanisme 2entil yang
men&adi dasar ter&adinya obstruksi arus udara ()nam' 2!).
Tuberkulosis paru merupakan infeksi menahun sehingga sistem imunologis
diaktifkan untuk &angka lama' akibatnya beban proteolisis dan beban oksidasi
sangat meningkat untuk &angka yang lama sekali sehingga destruksi matriks
al2eoli 7ukup luas menu&u kerusakan paru menahun dan gangguan faal paru yang
akhirnya dapat dideteksi se7ara spirometri (:enezes' 2().
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tuberkulosis
2.!.! #efinisi
6enyakit Tuber7ulosis (TB) merupakan penyakit infeksi bakteri yang
menular dan disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang ditandai
dengan pembentukan granuloma pada &aringan yang terinfeksi. 6enyakit
tuber7ulosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir
seluruh bagian tubuh termasuk meninges' gin&al' tulang' nodus limfe. )nfeksi
a"al biasanya ter&adi 2;! minggu setelah pema&anan. )ndi2idu kemudian
dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon
imun. #alam &aringan tubuh bakteri ini dapat #ormant' tertidur lama selama
beberapa tahun (.udoyo' 2().
Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri aerob yang dapat hidup
terutama di paru<berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi.
Bakteri Tuberkulosis berbentuk batang' mempunyai sifat khusus yaitu tahan
terhadap asam pada pe"arnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil
Tahan +sam (BT+)' bakteri TB 7epat mati dengan sinar matahari langsung'
tetapi dapat bertahan hidup beberapa &am ditempat yang gelap dan lembab
(Hood' 21).
2.!.2 /ara 6enularan
.umber penularan adalah penderita TB BT+ positif. 6ada "aktu batuk
atau bersin' penderita menyebarkan bakteri ke udara dalam bentuk #roplet
(per7ikan dahak). #roplet yang mengandung bakteri dapat bertahan diudara
pada suhu kamar selama beberapa &am. Orang dapat terinfeksi kalau droplet
tersebut terhirup kedalam saluran pernapasan. .elama bakteri TB masuk
kedalam tubuh manusia melalui pernapasan' bakteri TB tersebut dapat
menyebar dari paru kebagian tubuh lainnya' melalui sistem peredaran darah'
sistem saluran linfe' saluran napas' atau penyebaran langsung kebagian;
bagian tubuh lainnya (Hood' 21).
*
#aya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya
bakteri yang dikeluarkan dari parunya. :akin tinggi dera&at positif hasil
pemeriksaan dahak' makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan
dahak negatif (tidak terlihat bakteri)' maka penderita tersebut dianggap tidak
menular. 4emungkinan seseorang terinfeksi TB ditentukan oleh konsentrasi
droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut (6ri7e' 21).
2.!.* =pidemiologi
Organisasi kesehatan dunia memperkirakan bah"a sepertiga populasi
dunia terinfeksi dengan Mycobakterium tuberculosis. +ngka infeksi tertinggi
di +sia Tenggara' /ina' )ndia' +frika' dan +merika Latin. TB terutama
menon&ol di populasi yang mengalami stress' nutrisi buruk' penuh sesak'
pera"atan kesehatan yang kurang dan perpindahan penduduk (Hood' 21).
)ndonesia merupakan negara yang menempati urutan kelima di dunia'
yang memiliki &umlah terbesar kasus TB setelah )ndia (* &uta)' /hina (!'-
&uta)' 0igeria (-* ribu)' dan Bangladesh (1$ ribu). #ilaporkan bah"a pada
tahun 2$ terdapat sebanyak 11 ribu kasus TB di )ndonesia dengan
penemuan %* ribu kasus baru dan &umlah kematian akibat TB sebanyak 1!
ribu kasus. TB merupakan pembunuh nomor ! di )ndonesia di antara penyakit
menular lainnya dan penyebab kematian nomor * setelah penyakit
kardio2askular dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.
.ebagian besar pasien TB adalah penduduk dengan golongan usia produktif
yaitu !, 3 ,% tahun ()ra"ati' 2!*).
6enyebab utama meningkatnya beban masalah TB antara lain antara
lain kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat' seperti pada negara
sedang berkembang' kegagalan program TB yang sedang ber&alan selama ini'
perubahan demografik karena meningkatnya penduduk dunia dan perubahan
struktur umur kependudukan dan dampak pandemi H)>. :un7ulnya pandemi
H)><+)#. di dunia menambah permasalahan TB. 4oinfeksi dengan H)>
akan meningkatkan risiko ke&adian TB se7ara signifikan. 6ada saat yang
sama' ke&adian multidrug resistent semakin men&adi masalah akibat kasus
%
yang tidak berhasil disembuhkan. 4eadaan tersebut pada akhirnya akan
menyebabkan ter&adinya epidemi TB yang sulit ditangani (6edoman 0asional
6enanggulangan Tuberkulosis' 2().
Insidensi TB (2004)
Prevalensi TB
,
2.!.% 6atogenesis
Bakteri dibatukkan atau dibersinkan keluar men&adi droplet nu7lei
dalam udara sekitar kita. 6artikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas
! 3 2 &am' tergantung pada ada tidaknya sinar ulta2iolet' 2entilasi yang buruk
dan kelembaban. #alam suasana lembab dan gelap' bakteri dapat tahan
berhari 3 hari sampai berbulan 3 bulan. Bila partikel infeksi ini terisap oleh
orang sehat' ia akan menempel pada saluran napas atau &aringan paru. 6artikel
dapat masuk ke al2eolar bila ukuran partikel ? , @m. Bakteri akan dihadapi
pertama kali oleh neutrofil' kemudian baru oleh makrofag. 4ebanyakkan
partikel ini akan mati atau dibersihkan oleh makrofag keluar dari per7abangan
trankeobronkial bersama gerakan silia dengan sekretnya (6ri7e' 21).
Bila bakteri menetap di &aringan paru' berkembang biak dalam
sitoplasma makrofag. #isini dapat terba"a masuk ke organ tubuh lainnya.
Bakteri yang bersarang di &aringan paru akan berbentuk sarang atau afek
primer atau sarang (fokus) 8hon. .arang primer ini dapat ter&adi di setiap
bagian &aringan paru. Bila men&alar sampai ke pleura' maka ter&adilah efusi
pleura. Bakteri dapat masuk melalui saluran gastrointestinal' &aringan limfe'
orofaring' dan kulit' ter&adi limfadenopati regional kemudian bakteri masuk
ke dalam 2ena dan men&alar ke seluruh organ seperti paru' otak' gin&al'
tulang. Bila masuk ke arteri pulmonalis maka ter&adi pen&alaran ke seluruh
bagian paru men&adi TB milier (6ri7e' 21).
Fokus Gon
1
a. Tuberkulosis.6rimer
)nfeksi primer ter&adi saat seseorang terpapar pertama kali dengan
bakteri TB. #roplet yang terhirup sangat ke7il ukurannya' sehingga
dapat mele"ati sistem pertahanan mukosillier bronkus' dan terus
ber&alan sehinga sampai di al2eolus dan menetap disana. Bakteri akan
menghadapi pertama kali oleh neutrofil' kemudian baru makrofag.
4ebanyakan partikel ini akan mati atau di bersihkan oleh makrofag
keluar dari per7abangan trakeobronkial bersama gerakan silia dengan
sekretnya (6ri7e' 21).
Bila bakteri menetap di &aringan paru' berkembang biak dalam
sitoplasma makrofag. #i sini ia akan terba"a masuk ke organ tubuh
lainnya. Bakteri yang bersarang di &aringan paru berbentuk sarang
tuberkulosa pneumonia ke7il dan di sebut sarang prime atau afek prime
atau sarang (fokus) 8hon (6ri7e' 21).
#ari sarang primer akan timbul peradangan saluran getah bening
menu&u hilus (limfangitis lokal) dan &uga diikuti pembesaran kelen&ar
getah bening hilus (limfadenitis regional). .emua proses ini memakan
"aktu *;- minggu. 4ompleks primer ini selan&utnya dapat men&adi
(6ri7e' 21).A
i. .embuh sama sekali tanpa meninggalkan 7a7at' ini banyak
ter&adi
ii. .embuh dengan sedikit meninggalkan bekas berpa garis;garis
fibrosis' kalsifikasi di hilus
iii. Berkomplikasi dan menyebar se7ara A a). 6er kontinuitatum'
yakni menyebar ke skitarnya' b). .e7ara bronkogen pada paru
yang bersangkutan maupun sebelahnya' 7). .e7ara limfogen' d).
.e7ara hematogen
(
b. Tuberkulosis 6as7a 6rimer (Tuberkulosis .ekunder)
Tuberkulosis pas7a primer biasanya ter&adi setelah beberapa bulan
atau tahun sesudah infeksi primer' misalnya karena daya tahan tubuh
menurun akibat terinfeksi H)> atau status gizi yang buruk. Tuberkulosis
pas7a primer ini dimulai dengan sarang dini yang berlokasi di regio atas
paru (apikal;posterior lobus superior atau inferior). )n2asinya ke daerah
parenkhim dan tidak ke nodus hiler paru (6ri7e' 21).
.arang dini ini mula;mula &uga berbentuk sarang pneumonia ke7il.
#alam *;! minggu sarang ini men&adi tuberkel yakni suatu granuloma
yang terdiri dari sel;sel histiosit dan sel #atia;Langhans (sel besar
dengan banyak inti) yang dikelilingi oleh sel;sel limfosit dan berbagai
&aringan ikat (6ri7e' 21).
2.!., #iagnosis
a. 8e&ala 4linik (:ubin' 2()A
#emam
biasanya subfebril menyerupai demam influenza'
tetapi kadang;kadang panas badan dapat men7apai
%;%!

/' demam

hilang timbul
Batuk
sifat batuk dimulai dari batuk kering (non;
produktif) kemudian setelah timbul peradangan
men&adi produktif (sputum). 4eadaan lan&ut dapat
ter&adi batuk darah
.esak
napas
akan ditemukan pada penyakit yang sudah lan&ut'
yang infiltratnya sudah meliputi setengah bagian
paru;paru
0yeri dada
timbul bila infiltrate radang sudah sampai ke pleura
sehingga menimbulkan pleuritis
Badan lemah' nafsu makan menurun' berat badan turun' rasa
kurang enak badan (malaise)' berkeringat malam "alaupun tanpa
kegiatan
-
a. 6emeriksaan Bisik
#apat ditemukan kon&ungti2a anemis' demam' badan kurus' berat
badan menurun. Tempat kelainan lesi TB paru yang paling di7urigai
adalah bagian apeC paru' bila di7urga adanya infiltrate yang luas' maka
pada perkusi akan didapatkan suara redup' auskultasi bron7hial dan
suara tambahan ronki basah' kasar' dan nyaring. Tetapi bila infiltrate
diliputi penebalan pleura maka suara nafas akan men&adi 2esi7ular
melemah. Bila terdapat ka2itas yang luas akan ditemukan perkusi
hipersonor atau timpani (:ubin' 2().
b. 6emeriksaan Dadiologis
6ada a"al penyakit saat lesi masih merupakan sarang;sarang
pneumonia' gambaran radiologis berupa ber7ak;ber7ak seperti a"an
dan dengan batas;batas tidak tegas. Bila lesi sudah diliputi &aringan ikat
maka banyangn terlihat berupa bulatan dengan batas tegas' lesi dikenal
sebagai tuberkuloma. 6ada ka2itas bayangannya berupa 7in7in yang
mula;mula berdiniding tipis. Lama;lama dinding &adi sklerotik dan
terlihat menebal. Bila ter&adi fibrosis terlihat bayangan bergaris;garis.
6ada kalsifikasi bayangannya terlihat sebagai ber7ak;ber7ak pada
dengan densitas tinggi. 8ambaran radiologis lain yang sering menyertai
TB paru adalah penebalan pleura' efusi pleura' empiema (:ubin' 2().
7. #iagnosis Tuberkulosis (TB)
i. Tuberkulosis paru BT+ positif (6edoman 0asional
6enanggulangan Tuberkulosis' 2()A
.ekurang;kurangnya 2 dari * spesimen dahak .6. hasilnya
BT+ positif.
.atu spesimen dahak .6. hasilnya BT+ positif dan foto
toraks dada menun&ukkan gambaran tuberkulosis.
.atu spesimen dahak .6. hasilnya BT+ positif dan biakan
bakteri TB positif.
$
ii. Tuberkulosis paru BT+ negatif (6edoman 0asional
6enanggulangan Tuberkulosis' 2()A
6asien yang pada pemeriksaan sputum tidak ditemukan BT+
sedikitnya pada 2 kali pemeriksaan tetapi gambaran
radiologis sesuai TB aktif
6asien yang pada pemeriksaan sputum tidak ditemukan BT+
tetapi pada biakannya positif
!lur "iagnosis Tuberkulosis Paru Pada #rang "e$asa
!
2.!.1 4lasifikasi
a. 4lasifikasi berdasarkan organ tubuh yang terkena (6edoman
0asional 6enanggulangan Tuberkulosis' 2()A
Tuberkulosis
6aru
Tuberkulosis yang menyerang &aringan
(parenkim) paru' tidak termasuk pleura (selaput
paru) dan kelen&ar pada hilus.
Tuberkulosis
=kstraparu
Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain
selain paru' misalnya pleura' selaput otak'
selaput &antung (peri7ardium)' kelen&ar lymfe'
tulang' persendian' kulit' usus' gin&al' saluran
kemih' alat kelamin' dan lain;lain.
b. 4lasifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan dahak mikroskopis' yaitu
pada TB 6aru (6edoman 0asional 6enanggulangan Tuberkulosis'
2()A
Tuberkulosis paru
BT+ positif
.ekurang;kurangnya 2 dari * spesimen dahak
.6. hasilnya BT+ positif.
.atu spesimen dahak .6. hasilnya BT+
positif dan foto toraks dada menun&ukkan
gambaran tuberkulosis.
.atu spesimen dahak .6. hasilnya BT+
positif dan biakan bakteri TB positif.
.atu atau lebih spesimen dahak hasilnya
positif setelah * spesimen dahak .6. pada
pemeriksaan sebelumnya hasilnya BT+
negatif dan tidak ada perbaikan setelah
pemberian antibiotika non O+T.
Tuberkulosis paru
BT+ negatif
4asus yang tidak memenuhi definisi pada TB
paru BT+ positif. 4riteria diagnostik TB paru
BT+ negatif harus meliputiA
6aling tidak * spesimen dahak .6. hasilnya
BT+ negati2e
!!
Boto toraks abnormal menun&ukkan
gambaran tuberkulosis.
Tidak ada perbaikan setelah pemberian
antibiotika non O+T.
#itentukan (dipertimbangkan) oleh dokter
untuk diberi pengobatan.
7. 4lasifikasi berdasarkan tipe pasien (6edoman 0asional
6enanggulangan Tuberkulosis' 2()A
4asus baru
6asien yang belum pernah mendapatkan pengobatan
dengan O+T atau sudah pernah menelan O+T ? ! bulan.
4asus
kambuh
6asien yang pernah mendapat pengobatan Tuberkulosis
dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap
4asus
dro%&out
6asien yang telah men&alani pengobatan E! bulan dan
tidak meneruskan pengobatan sampai selesai
4asus gagal
terapi
6asien dengan BT+ (F) yang masih tetap (F) atau kembali
(F) pada akhir bulan ke;, atau akhir pengobatan
4asus kronik
6asien dengan hasil pemeriksaan BT+ masih (F) setelah
selesai pengobatan ulang dengan pengobatan kategori 2
dengan penga"asan yang baik
4asus bekas
TB
6asien ri"ayat O+T (F) dan saat ini dinyatakan sudah
sembuh
2.!.( 6engobatan (:ubin' 2( dan 6edoman 0asional 6enanggulangan
Tuberkulosis' 2()A
!2
!*
!%
2.!.- 4omplikasi (.udoyo' 2()
6enyakit tuberkulosis paru bila tidak ditangani dengan benar akan
menimbulkan komplikasi. 4omplikasi dibagi atas komplikasi dini dan
komplikasi lan&ut.
a. 4omplikasi dini G pleuritis' efusi pleura' empiema' laringitis' usus'
6an7etHs arthropathy
b. 4omplikasi lan&ut G Obstruksi &alan napas G .O6T (.indrom
Obstruksi 6as7a Tuberkulosis)' kerusakan parenkim berat G
.O6T<fibrosis paru' kor pulmonal' amiloidosis' karsinoma paru'
sindrom gagal napas de"asa (+D#.)' sering ter&adi pada TB milier
dan ka2itas TB.
2.2 Sindrom Obsruksi P!s"! Tuberkulosis #SOPT$
2.2.! #efinisi
4elainan obstruksi yang berhubungan dengan proses TB dikenal
dengan berbagai nama. 'ugger menyebutnya emfisema obstruksi kronik'
Martin dan (allet menggunakan istilah emfisema obstruksi difus' Bomberg
dan )obin menyebutnya sebagai emfisema obstruksi difus' *arga dan
Bruckner menyebutnya sindrom 2entilasi obstruksi' Tanu$tar+a
menyebutnya sirndrom obstruksi difus. 4elainan obstruksi pada penderita TB
paru didiagnosis sebagai TB paru dengan sindrom obstruksi' sedangkan
kelainan obstruksi pada penderita bekas TB paru didiagnosis sebagai
obstruksi pas7a TB (.O6T) (>erma' 2$).
2.2.2 6atogenesis
8angguan faal paru akibat proses tuberkulosis paru berupa kelainan
restriksi dan obstruksi telah banyak diteliti9 kelainan yang bersifat obstruksi
dan menetap akan mengarah pada ter&adinya .O6T. 4elainan obstruksi dapat
berhubungan dengan &enis kelamin dan lama sakit' tetapi tidak berhubungan
dengan umur' kebiasaan merokok' luas kelainan dan distribusi lesi (>erma'
2$).
!,
6emeriksaan perubahan faal 2entilasi penderita TB paru yang diobati
paduan obat &angka pendek dengan tu&uan khusus pada gangguan obstruksi
menyimpulkan bah"a tidak terdapat hubungan positif antara dera&at obstruksi
dan restriksi dengan luas lesi' kelainan obstruksi pada penderita TB paru
maupun bekas TB paru bersifat irre2ersibel' dan obstruksi yang ire2ersibel ini
merupakan akibat proses TB. 6emeriksaan spirometri pada penderita TB paru
dan bekas TB paru dengan lesi minimal dan moderately advanced
mendapatkan sindrom obstruksi difus pada %1'$5 penderita TB paru dan *5
sindrom obstruksi ditemukan pada lesi minimal (>erma' 2$).
2.2.* Tuberkulosis 6aru .erta Despon )mun
6aru merupakan salah satu organ tubuh yang mempunyai daya proteksi
melalui suatu mekanisme pertahanan paru' berupa sistem pertahanan tubuh
yang spesifik maupun nonspesifik. #i al2eolus makrofag merupakan
komponen sel fagosit yang paling aktif memfagosit partikel atau
mikroorganisme. :akrofag ini penting dalam sistem imun karena
kemampuan memfagosit serta respon imunologiknya. 4emampuan untuk
menghan7urkan mikroorganisme ter&adi karena sel ini mempunyai se&umlah
lisozim di dalam sitoplasma. Lisozim ini mengandung enzim hidrolase
maupun peroksidase yang merupakan enzim perusak (+ida' 21).
.elain itu makrofag &uga mempunyai reseptor terhadap komplemen.
+danya reseptor;reseptor ini meningkatkan kemampuan sel makrofag untuk
menghan7urkan benda asing yang dilapisi oleh antibodi atau komplemen.
.elain bertindak sebagai sel fagosit' makrofag &uga dapat mengeluarkan
beberapa bahan yang berguna untuk menarik dan mengaktifkan neutrofil serta
beker&a sama dengan limfosit dalam reaksi inflamasi (+ida' 21).
+pabila tubuh terinfeksi hasil tuberkulosis' maka pertama;tama leukosit
polimorfonukleus (6:0) akan berusaha mengatasi infeksi tersebut. .el 6:0
dapat menelan hasil tapi tidak dapat menghan7urkan selubung lemak dinding
hasil' sehingga hasil dapat terba"a ke &aringan yang lebih dalam dan
mendapat perlindungan dari serangan antibodi yang beker&a ekstraseluler. Hal
ini tidak berlangsung lama karena sel 6:0 akan segera mengalami lisis.
!1
.elan&utnya hasil tersebut difagositosis oleh makrofag. .el makrofag aktif
akan mengalami perubahan metabolisme' metabolisme oksidatif meningkat
sehingga mampu memproduksi zat yang dapat membunuh hasil' zat yang
terpenting adalah hidrogen peroksida (H
2
O
2
). Mycobacterium tuberculosis
mempunyai dinding sel lipoid tebal yang melindunginya terhadap pengaruh
luar yang merusak dan &uga mengaktifkan sistem imunitas (+ida' 21).
Mycobacterium tuberculosis yang &umlahnya banyak dalam tubuh
menyebabkan (+ida' 21)A
a. 6elepasan komponen toksik bakteri ke dalam &aringan.
b. )nduksi hipersensitif seluler yang kuat dan respon yang meningkat
terhadap antigen bakteri yang menimbulkan kerusakan &aringan'
perke&uan dan penyebaran bakteri lebih lan&ut.
7. +khirnya populasi sel supresor yang &umlahnya banyak akan
mun7ul menimbulkan anergik dan prognosis &elek.
6er&alanan dan interaksi imunologis dimulai ketika makrofag bertemu dengan
bakteri TB' memprosesnya lalu menya&ikan antigen kepada limfosit.
#alam keadaan normal' infeksi TB merangsang limfosit T untuk
mengaktifkan makrofag sehingga dapat lebih efektif membunuh bakteri.
:akrofag aktif melepaskan interleukin;! yang merangsang limfosit T.
Limfosit T melepaskan interleukin;2 yang selan&utnya merangsang limfosit T
lain untuk memperbanyak diri' matang dan memberi respon lebih baik
terhadap antigen. Limfosit T supresi (T.) mengatur keseimbangan imunitas
melalui peranan yang komplek dan sirkuit imunologik. Bila T. berlebihan
seperti pada TB progresif' maka keseimbangan imunitas terganggu sehingga
timbul anergi dan prognosis &elek. T. melepas substansi supresor yang
mengubah produksi sel B' sel T aksi;aksi mediatornya (+ida' 21).
:ekanisme makrofag aktif membunuh hasil tuberkulosis masih belum
&elas' namun salah satunya adalah melalui oksidasi dan pembentukan
peroksida. 6ada makrofag aktif' metabolisme oksidatif meningkat dan
melepaskan zat bakterisidal seperti anion superoksida' hidrogen peroksida'
radikal hidroksil dan ipohalida sehingga ter&adi kerusakan membran sel dan
!(
dinding sel' lalu bersama enzim lisozim atau mediator' metabolit oksigen
membunuh hasil tuber7ulosis (+ida' 21).
6roteolisis berarti destruksi protein yang membentuk matriks dinding
al2eoli oleh protease' sedangkan oksidasi berarti pelepasan elektron dari suatu
molekul. Bila kehilangan elektron ter&adi pada suatu struktur maka fungsi
molekul itu akan berubah. .asaran oksidasi adalah protein &aringan ikat' sel
epitel' sel endotel dan anti protease. .el neutrofil melepas beberapa protease
yaitu (+ida' 21)A
a. =lastase adalah yang paling kuat meme7ah elastin dan protein
&aningan ikat lain sehingga sanggup menghan7urkan dinding al2eoli.
b. /atepsin 8 menyerupai elastase tetapi potensinya lebih rendah dan
dilepas bersama elastase.
7. 4olagenase 7ukup kuat tetapi hanya bisa meme7ah kolagen tipe )' bila
sendiri tidak dapat menimbulkan emfisema.
d. 6lasminogen akti2ator yaitu urokinase dan tissue plasmin akti2ator
merubah plasminogen men&adi plasmin. 6lasmin selain merusak fibrin
&uga mengaktifkan proenzim elastase dan beker&a sama dengan
elastase. Oksidan merusak al2eoli melalui beberapa 7ara seperti
peningkatan beban oksidan ekstraseluler yang tinggi' se7ara langsung
merusak sel terutama pneumosit )' se7ara langsung memodifikasi
&aringan ikat sehingga lebih peka terhadap proteolisi maupun se7ara
langsung berinteraksi dengan !;antitripsin sehingga daya
antiproteasenya menurun.
Tuberkulosis paru merupakan infeksi menahun sehingga sistem
imunologis diaktifkan untuk &angka lama' akibatnya beban proteolisis dan
beban oksidasi sangat meningkat untuk &angka yang lama sekali sehingga
destruksi matriks al2eoli 7ukup luas menu&u kerusakan paru menahun dan
gangguan faal paru yang akhirnya dapat dideteksi se7ara spirometri (+ida'
21).
8ambaran radiologik yang menun&ukkan kerusakan &aringan paru yang
berat' biasanya se7ara klinis disebut luluh paru. 8ambaran radiologik luluh
!-
paru terdiri dari atelektasis' ektasis<multika2itas dan fibrosis parenkim paru.
.ulit untuk menilai akti2itas lesi atau penyakit hanya berdasarkan gambaran
radiologik tersebut (+ida' 21).
2.% Anemi! P!d! Penderi! P!s"! TB
Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab tersering anemia pada penderita
laki;laki de"asa dan "anita yang tidak hamil pada negara berkembang. 6ada
prinsipnya anemia penyakit kronis ter&adi karena depresi eritropoiesos dan
menurunnya sensiti2itas terhadap eritropoietin' depresi produksi eritropoietin serta
pemendekan masa hidup eritrosit. 8angguan metabolisme besi ter&adi karena
adanya pengikatan zat besi oleh laktoferin yang dihasilkan granulosit akibat
inflamasi' kemudian ter&adi sekuestrasi zat besi di limpa. +nemia penyakit kronis
ini ditemukan pada (25 penderita TB yang mengalami infiltrasi ke sumsum
tulang. +nemia penyakit kronis lebih sering ditemukan pada penderita TB ekstra
paru dan TB diseminata (Oehadian' 2!*).
4elainan hematologi pada seorang penderita tuberkulosis dapat disebabkan
karena proses infeksi tuberkulosis' efek samping O+T atau kelainan dasar
hematologis yang sudah ada sebelumnya. Tuberkulosis dapat memberikan
kelainan;kelainan hematologi yang sangat ber2ariasi dan dapat mengenai seri
eritrosit' leukosit' trombosit serta gangguan pada sumsum tulang. 6ada umumnya
tuberkulosis menimbulkan peningkatan atau penurunan &umlah komponen seri
hematopoiesis. 4elainan;kelainan hematologis tersebut merupakan pertimbangan
dalam pemilihan O+T' pemantauan akti2itas penyakit serta sebagai pemeriksaan
penun&ang untuk menilai respon pengobatan (Oehadian' 2!*).
!$
2.& Hubun'!n Anemi! Den'!n K!rdiome'!li
6ada keadaan anemia dengan kadar hemoglobin ? (g<dL mengakibatkan
kapasitas pengangkutan oksigen oleh sel darah merah menurun. .uatu proses
pengantaran oksigen ke organ ataupun &aringan dipengaruhi oleh * faktor di
antaranya faktor hemodinamik yaitu cardiac out%ut dan distribusinya'
kemampuan pengangkutan oksigen di darah yaitu konsentrasi hemoglobin' dan
o,ygen e,traction yaitu perbedaan saturasi oksigen antara darah arteri dan 2ena
(Wahyuni' 2!).
4ompensasi mekanisme hemodinamik bersifat kompleks' antara lain ter&adi
penurunan a-terload akibat berkurangnya tahanan 2askular sistemik' peningkatan
preload akibat peningkatan 2enous return dan peningkatan fungsi 2entrikel kiri
yang berhubungan dengan peningkatan akti2itas simpatetik dan faktor inotropik
(Wahyuni' 2!).
6ada anemia kronik' ter&adi peningkatan ker&a &antung menyebabkan
pembesaran &antung dan hipertrofi 2entrikel kiri. +nemia merupakan predisposisi
ter&adinya dilatasi 2entrikel kiri dengan kompensasi hipertrofi yang dapat
mengakibatkan ter&adinya disfungsi sistolik. :anifestasi kardio2askular pada
pasien dengan anemia kronis yang berat tidak terlihat &elas ke7uali pada pasien
mengalami gagal &antung kongestif. 6asien biasanya mengalami pu7at' bisa
terlihat kuning' denyut &antung saat istirahat 7epat' prekordial aktif dan dapat
ter&adi murmur sistolik. 6ada keadaan anemia' 2enous return &antung akan
meningkat. 6ada &antung dapat ter&adi hipertrofi 2entrikel kiri dengan miofibril
&antung yang meman&ang dan 2entrikel kiri dilatasi akibatnya akan memperbesar
stroke volume (Wahyuni' 2!).
2
(ubungan antara anemia kronis dan kardiomegali
2!
BAB III
STATUS PASIEN
). ANA(NESIS
Ideni!s
0ama A 0y. 0D
Ienis kelamin A 6erempuan
Jmur A ,% tahun
+lamat A 0ipah 4uning' Ieru&u
6eker&aan A )bu Dumah Tangga
Tanggal masuk D. A 1 :ei 2!%
+namnesis dilakukan pada tanggal ( :ei 2!%' pukul !!A* W)B
Kelu)!n u!m!
0yeri dada dan sesak napas.
*i+!,! -en,!ki sek!r!n'
0yeri dada dirasakan se&ak 2 minggu yang lalu' dari dada hingga ke bahu.
0yeri terasa panas dan ngilu. 6asien terkadang merasa lemah. 0yeri timbul
saat pukul 2%A dan biasanya dirasakan setiap hari. 0yeri semakin kuat
ketika pasien berbaring dan merasa berkurang saat duduk. Batuk tidak
berdahak saat masuk D.. #emam dan pusing disangkal. 0afsu makan
menurun. Berat badan menurun sebanyak % kilogram dalam ! bulan
terakhir. 6asien kadang;kadang muntah &ika tidak makan. 6asien mengaku
memiliki sakit magh.
22
*i+!,! -en,!ki d!)ulu
, tahun yang lalu pernah dira"at di D.#. dengan ri"ayat sesak' batuk
dan TB. 6asien mengaku mempunyai asma' hipertensi dan diabetes
mellitus. Di"ayat TB positif dan sudah men&alani pengobatan TB kategori
! selama 1 bulan serta telah dinyatakan sembuh oleh D. setempat.
*i+!,! -en,!ki kelu!r'!
4akak dari pasien memiliki asma' ibu dari pasien memiliki hipertensi. TB
dalam keluarga disangkal.
*i+!,! sosi!l ekonomi
6asien berasal dari keluarga dengan sosial ekonomi menengah ke ba"ah
)). PE(E*IKSAAN .ISIK
S!us 'ener!lis
4eadaan umum A Baik
4eadaan sakit A 6asien tampak sesak
4esadaran A /ompos mentis
Tanda 2ital
0adi A 1% C<menit
Tekanan darah A 2<! mmHg
0apas A * C<menit
.uhu A *(
o
/
4ulit A "arna kulit ke7okelatan' sianosis (;)' dekubitus (;)
4epala A bentuk normal' simetris' nyeri tekan (;)
:ata A kon&un7ti2a anemis (F<F)' sklera ikterik (;<;)
Telinga A sekret (;)
2*
Hidung A sekret (;)' de2iasi septum (;)
:ulut A bibir sianosis (;)' lidah kotor (;)' selaput putih'
tonsil T
!
<T
!

Leher A pembesaran limfonodi daerah suprakla2ikla
kiri<kanan (;)' kaku kuduk (;)' de2iasi trakea (;) kekiri < kanan' I>6
DF27m
Iantung
; )nspeksi A i7tus 7ordis tidak terlihat
; palpasi A i7tus 7ordis tidak teraba
; perkusi A batas kiri sekitar ! &ari dari linea mid 7la2i7ula
sinistra .)/ 1
batas kanan linea parasternal dekstra .)/ 1
pinggang &antung linea parasternal sinistra .)/ *
; auskultasi A bunyi &antung )<))' murmur (;)' gallop (;)
+bdomen
; )nspeksi A bentuk normal' 2enektasi (;)
; 6alpasi A nyeri tekan (;)
; 6erkusi A asites (;)
; +uskultasi A bising usus ! C<menit
=kstremitas A oedema (;)' sianosis (;)' &ari tabuh (;)' ca%illary
re-ill normal' tremor (;) pada ekstremitas atas < ba"ah
2%
S!us Lok!lis
Torak A bentuk dada pe7tus 7arinatum' sela iga melebar
6aru
; )nspeksi
.tatis A tidak ada kelainan
#inamis A tidak ada kelainan
.ifat pernapasan A torako;abdominal
; 6alpasi A ben&olan (;)' de2iasi trakea (;)' pembesaran
kelen&ar getah bening (;)' fremitus taktil kanan K kiri pada semua
lapang paru
; 6erkusi A sonor di semua lapang paru dekstra dan sinistra
; +uskultasi A .0#A 2esikuler (F<F)' 2esikuler melemah di
seluruh lapang paru. .0TA Dhonki kering (F) di lobus inferior
deCtra.
))). PE(E*IKSAAN PENUNJAN/
6emeriksaan darah lengkap
WB/ *'$ 4<@L
DB/ 2',1 :<@L
Hb 1'( g<dl
Ht 2'15
6lt 2* 4<@L
8#. !% mg<dl
2,
Jreum !*'2 mg<dl
4reatinin ('2 mg<dl
.8OT ,'( @<L
.86T %'* @<L

Boto toraks 6+
)nterpretasiA
#iafragma tidak tampak kelainan
Tulang tampak baik' tidak ada fraktur' sela iga terlihat
melebar
6elebaran dari bronkus paru dekstra dan sinistra
Terdapat fibrosis pada lapang paru dekstra
Batas pinggang &antung A linea parasternal
sinistra .)/ *
Batas kanan &antung A linea parasternal dekstra
.)/ 1
21
Batas kiri &antung A ! &ari dari linea mid
7la2i7ula sinistra .)/ 1
/TD A E ,5 (!,<2%)' kesan kardiomegali
.pirometri
6emeriksaan =48
6emeriksaan sputum (&ika ada batuk berdahak)
)>. *ESU(E
0yeri dada kiri dan kanan yang men&alar hingga ke bahu (panas dan ngilu)
dirasakan se&ak 2 minggu yang lalu' yang timbul sekitar tengah malam dan
biasanya dirasakan setiap hari' semakin kuat saat berbaring dan reda saat
duduk. Badan terkadang lemah. Batuk tidak berdahak saat masuk D..
#emam dan pusing (;). 0afsu makan menurun. Berat badan turun % kg
dalam ! bulan terakhir. 6asien kadang;kadang muntah &ika tidak maka'
ri"ayat gastritis (F). Lima tahun yang lalu pernah dira"at di D.#. dengan
ri"ayat sesak' batuk dan TB. +sma dan hipertensi (F). #: (;). Di"ayat
TB (F) dengan pengobatan O+T kategori ! yang tuntas selama 1 bulan dan
dinyatakan sembuh oleh D. setempat. 6ada pemeriksaan fisik paru
didapatkan fremitus taktil yang sama antara kiri dan kanan di semua
lapang paru' sela iga seperti melebar' bunyi sonor pada seluruh lapang
paru dekstra dan sinistra serta pada auskultasi untuk .0#A 2esikuler (F<F)'
2esikuler melemah di seluruh lapang paru. .0TA Dhonki kering (F) di
lobus inferior dekstra. 6ada pemeriksaan darah rutin' ditemukan
penurunan dari leukosit' eritrosit' hematokrit dan hemoglobin serta
peningkatan dari kadar ureum' kreatinin' .8OT dan .86T. 6ada
pemeriksaan foto toraks' didapatkan hasil yaitu terlihat sela iga yang
melebar9 pelebaran dari bronkus paru dekstra dan sinistra' fibrosis pada
paru dekstra9 untuk batas pinggang &antung adalah di linea parasternal
2(
sinistra .)/ *' batas kanan &antung adalah linea parasternal dekstra .)/ 1
dan batas kiri &antung adalah ! &ari dari linea mid 7la2i7ula sinistra .)/ 1'
/TD E ,5 dengan kesan kardiomegali.
>. DIA/NOSIS
.O6T disertai anemia' hipertensi dan kardiomegali.
>). TATALAKSANA
Terapi oksigen 2L<menit
)nfus +sering 2 tpm
Burosemide 2 amp<)> (tiap ml mengandung ! mg)
/eftriaCone 2 C !gr<)>
+sam TraneCamat 2 C 2,mg<)>
/aptopril * C2,mg<6O
)sosorbide dinitrate * C ,mg<6O
>)). P*O/NOSIS
+d 2itam A dubia ad malam
+d fun7tionam A dubia ad malam
+d sana7tionam A malam
2-
BAB I0
PE(BAHASAN
0yeri dada kiri dan kanan yang men&alar hingga ke bahu (panas dan ngilu)
dirasakan se&ak 2 minggu yang lalu' yang timbul sekitar tengah malam dan
biasanya dirasakan setiap hari' semakin kuat saat berbaring dan reda saat duduk.
Badan terkadang lemah. Batuk tidak berdahak saat masuk D.. #emam dan pusing
(;). 0afsu makan menurun. Berat badan turun % kg dalam ! bulan terakhir. 6asien
kadang;kadang muntah &ika tidak maka' ri"ayat gastritis (F).
Lima tahun yang lalu pernah dira"at di D.#. dengan ri"ayat sesak' batuk
dan TB. +sma dan hipertensi (F). #: (;). Di"ayat TB (F) dengan pengobatan
O+T kategori ! yang tuntas selama 1 bulan dan dinyatakan sembuh oleh D.
setempat.
6ada pemeriksaan fisik paru didapatkan fremitus taktil yang sama antara kiri
dan kanan di semua lapang paru' sela iga seperti melebar' bunyi sonor pada
seluruh lapang paru dekstra dan sinistra serta pada auskultasi untuk .0#A
2esikuler (F<F)' 2esikuler melemah di seluruh lapang paru. .0TA Dhonki kering
(F) di lobus inferior dekstra.
2$
6ada pemeriksaan darah rutin' ditemukan penurunan dari leukosit' eritrosit'
hematokrit dan hemoglobin serta peningkatan dari kadar ureum' kreatinin' .8OT
dan .86T. 6ada pemeriksaan foto toraks' didapatkan hasil yaitu terlihat sela iga
yang melebar9 pelebaran dari bronkus paru dekstra dan sinistra' fibrosis pada paru
dektra9 untuk batas pinggang &antung adalah di linea parasternal sinistra .)/ *'
batas kanan &antung adalah linea parasternal dekstra .)/ 1 dan batas kiri &antung
adalah ! &ari dari linea mid 7la2i7ula sinistra .)/ 1' /TD E ,5 dengan kesan
kardiomegali.
Berdasarkan hasil pemeriksaan anamnesis' pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penun&ang' pasien terkena penyakit .indrom Obstruksi 6as7a
Tuberkulosis (.O6T). Hasil ini sesuai dengan adanya ge&ala respiratorik berupa
batuk berdahak ("alaupun sedikit). Hal ini disebabkan oleh kemungkinan
ter&adinya patogenesis timbulnya sindrom obstruksi difus pada penderita TB
adalah karena infeksi bakteri TB' dipengaruhi reaksi imunologik perseorangan'
dapat menimbulkan reaksi radang nonspesifik luas karena tertariknya neutrofil ke
dalam parenkim paru oleh makrofag aktif. 6eradangan yang berlangsung lama ini
menyebabkan beban proteolitik dan oksidasi meningkat dan merusak matriks
al2eoli sehingga menimbulkan sindrom obstruksi difus.
Beberapa hasil tuberkulosis dapat bertahan dan tetap mengaktifkan
makrofag' dengan demikian hasil tuberkulosis terlepas dan menginfeksi makrofag
lain. #iduga 2 proses yaitu proteolisis dan oksidasi yang berperan dalam destruksi
matriks. 4omponen utama yang membentuk kerangka atau matriks dinding
al2eoli terdiri dari A kolagen interstisial (tipe ) dan )))' serat elastin (elastin dan
mikrofibril)' proteoglikan interstisial' fibrokinetin. 4olagen adalah yang paling
banyak &umlahnya dalam &aningan ikat paru.
6roteolisis berarti destruksi protein yang membentuk matriks dinding
al2eoli oleh protease' sedangkan oksidasi berarti pelepasan elektron dari suatu
molekul. Bila kehilangan elektron ter&adi pada suatu struktur maka fungsi molekul
itu akan berubah. .asaran oksidasi adalah protein &aringan ikat' sel epitel' sel
endotel dan anti protease. 4elainan obstruksi dapat berhubungan dengan &enis
kelamin dan lama sakit' tetapi tidak berhubungan dengan umur' kebiasaan
*
merokok' luas kelainan dan distribusi lesi. .O6T disebabkan oleh bekas dari luka
akibat infeksi TB paru. Iadi' semakin luas &aringan paru yang rusak akibat infeksi
bakteri TB' semakin luas belas luka yang dutimbulkan. .O6T tidak menular ke
orang di sekitarya namun tidak sapat disembuhkan dan ge&alanya haya dapat
diminimalisasi.
Tuberkulosis dapat menimbulkan kelainan hematologi' baik sel;sel
hematopoiesis maupun komponen plasma. 4elainan 3 kelainan hematologis ini
dapat merupakan bukti yang berharga sebagai petanda diagnosis' petun&uk adanya
komplikasi atau merupakan komplikasi obat;obat anti tuberkulosis (O+T). 6ada
prinsipnya kelainan hematologis pada tuberkulosis dapat disebabkan oleh proses
infeksi Mycobakterium tuberculosis. efek samping O+T dan kelainan dasar
hematologis yang mengalami infeksi tuberkulosis.
Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab tersering anemia pada penderita
laki;laki de"asa dan "anita yang tidak hamil pada negara berkembang. 6ada
prinsipnya anemia penyakit kronis ter&adi karena depresi eritropoiesis dan
menurunnya sensiti2itas terhadap eritropoietin' depresi produksi eritropoietin serta
pemendekan masa hidup eritrosit. 8angguan metabolisme besi ter&adi karena
adanya pengikatan zat besi oleh laktoferin yang dihasilkan granulosit akibat
inflamasi' kemudian ter&adi sekuestrasi zat besi di limpa. 4elainan hematologi
pada seorang penderita tuberkulosis dapat disebabkan karena proses infeksi
tuberkulosis' efek samping O+T atau kelainan dasar hematologis yang sudah ada
sebelumnya. Tuberkulosis dapat memberikan kelainan;kelainan hematologi yang
sangat ber2ariasi dan dapat mengenai seri eritrosit' leukosit' trombosit serta
gangguan pada sumsum tulang.
6ada keadaan anemia ter&adi perubahan nonhemodinamik dan hemodinamik
sebagai kompensasi dari penurunan konsentrasi hemoglobin. :ekanisme
nonhemodinamik diantaranya yaitu peningkatan produksi eritropoetin untuk
merangsang eritropoesis dan meningkatkan o,ygen e,traction. 4etika konsentrasi
hemoglobin di ba"ah ! g<dL' faktor nonhemodinamik berperan dan ter&adi
peningkatan cardiac out%ut serta aliran darah sebagai kompensasi terhadap
hipoksia &aringan.
*!
6enatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk pasien ini yaitu terapi oksigen'
karena hal ini dapat men7egah serta memperbaiki hipoksia &aringan. 6emberian
oksigen 2L<menit dapat meningkatkan fraksi oksigen inspirasi dari 2!5 men&adi
2(5. )ndikasi pemberian terapi oksigen adalah untuk menyediakan sebagian
terunspirasi oksigen yang lebih besar daripada yang terkandung dalam udara
ambient 2!5 dengan tu&uan meningkatkan saturasi oksigen darah pasien' serta
ditu&ukan kepada pasien dengan kesulitan untuk 2entilasi semua bidang paru;paru
dengan pertukaran gas atau gagal &antung untuk menghindari hipoksia.
6asien diberikan furosemide karena furosemide yang merupakan salah satu
obat golongan diuretik dapat meurunkan tekanan darah terutama dengan 7ara
mendeplesikan simpanan natrium tubuh' pada a"alnya diuretik menurunkan
tekanan darah dengan menurunkan 2olume darah dan 7urah &antung' tahanan
2askular perifer. 6enurunan tekanan darah dapat terlihat dengan ter&adinya
diuresis' dimana diuresi menyebabkan penurunan 2olume plasma dan stroke
2olume yang akan menurunkan 7urah &antung dan akhirnya menurunkan tekana
darah' dan menggunakan furosemide yang 7o7ok dapat ditu&ukan pada pasien
dengan edema pada &antung serta hipertensi.
/eftriaCone merupakan antibiotik spektrum luas dan "aktu paruh eliminasi -
&am. /eftriaCone efektif terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negatif'
antibiotik ini &uga sangat stabil terhadap enzim beta laktamase yang dihasilkan
oleh bakteri' serta efek bakterisida 7eftriaCone dihasilkan akibat penghambatan
sintesis dinding bakteri tersebut.
+sam traneCamat merupakan analog asam aminokaproat' beker&a dengan 7ara
memblok tempat ikatan pada lisin yang biasanya berinteraksi dengan plasmin'
menghambat se7ara kompetitif terhadap akti2ator plasminogen. +sam
traneksamat diabsorbsi dari saluran 7erna dengan konsentrasi plasma pun7ak
ter7apai setelah * &am. Bioa2ailabilitasnya sekitar *;,5' didistribusikan hampir
ke seluruh permukaan tubuh dan mempunyai ikatan protein yang lemah.
/aptopril merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan +/= inhibitor
memiliki mekanisme aksi menghambat sistem renin;angiotensin;aldosteron
dengan menghambat perubahan +ngiotensin ) men&adi +ngiotensin )) sehingga
*2
menyebabkan 2asodilatasi dan mengurangi retensi sodium dengan mengurangi
sekresi aldosteron. Oleh karena +/= &uga terlibat dalam degradasi bradikinin
maka +/= inhibitor menyebabkan peningkatan bradikinin' suatu 2asodilator kuat
dan menstimulus pelepasan prostaglandin dan nitric o,ide. 6eningkatan bradikinin
meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari +/= inhibitor' tetapi &uga
bertanggung&a"ab terhadap efek samping berupa batuk kering. +/= inhibitor
mengurangi mortalitas hampir 25 pada pasien dengan gagal &antung yang
simtomatik dan telah terbukti men7egah pasien harus dira"at di rumah sakit
(os%itali/ation)' meningkatkan ketahanan tubuh dalam berakti2itas' dan
mengurangi ge&ala.
)sosorbide dinitrate digunakan karena ).#0 dapat mem2asodilatasi
pembuluh darah' meningkatkan persediaan darah dan oksigen ke &antung serta
sebagai profilaksis dan pengobatan angina. +pabila penyakit ini berlan&ut terus;
menerus' keadaan umum pasien men&adi sangat menurun' dikarenakan fungsi faal
paru yang menurun.
**
BAB 0
KESI(PULAN
a. 6atogenesis sindrom obstruksi difus pada penderita TB paru yang kelainan
obstruksinya menu&u ter&adinya sindrom obstruksi pas7a TB (.O6T)' sangat
kompleks dengan kemungkinan yang menyertai antara lain infeksi TB
dipengaruhi oleh reaksi imunologis perorangan' sehingga dapat menimbulkan
reaksi peradangan nonspesifik yang luas karena tertariknya neutrofil ke dalam
parenkim paru makrofag aktif (proses proteolisis dan oksidasi dari hasil infeksi
TB) yang mengakibatnya timbulnya destruksi &aningan paru oleh karena proses
TB' dimana destruksi matriks al2eoli ter&adi 7ukup luas menu&u kerusakan paru
yang menahun dan mengakibatkan gangguan faal paru yang dapat dideteksi
se7ara spirometri.
b. Tuberkulosis dapat memberikan kelainan;kelainan hematologi yang sangat
ber2ariasi dan dapat mengenai seri eritrosit' leukosit' trombosit serta gangguan
pada sumsum tulang. #imana TB menimbulkan peningkatan atau penurunan
&umlah komponen seri hematopoiesis.
7. 6ada keadaan anemia dengan kadar hemoglobin ? (g<dL mengakibatkan
kapasitas pengangkutan oksigen oleh sel darah merah menurun' dimana
terdapat kompensasi mekanisme hemodinamik bersifat kompleks antara lain
ter&adi penurunan a-terload akibat berkurangnya tahanan 2askular sistemik'
peningkatan preload akibat peningkatan 2enous return dan peningkatan fungsi
2entrikel kiri yang berhubungan dengan peningkatan akti2itas simpatetik dan
faktor inotropik.
*%
DA.TA* PUSTAKA
+ida' 0' 21' 6atogenesis .indrom Ostruksi 6as7a Tuberkulosis. Iakarta Bagian
)lmu 4edokteran Despirasi Bakultas 4edokteran Jni2ersitas )ndonesia Jnit
6aru Dumah .akit 6ersahabatan.
+lsagaff' Hood dan +bdul :ukty' 21' #asar;dasar )lmu 6enyakit 6aru'
.urabayaA +irlangga Jni2ersity 6ress.
)nam' :uhammad Baig9 Waseem' .aeed9 4an"al' Batima 4halil' 2!' 6ost;
Tuber7ulous /hroni7 Obstru7ti2e 6ulmonary #isease ' 0ournal o- te
'ollege o- Pysicians and 1urgeons Pakistan' 2(-)A ,%2.
)ra"ati' +nastasia' 2!*' 4e&adian .indrom Obstruksi 6as7a Tuberkulosis di D.J
#r. .oedarso 6ontianak 6eriode ! Ianuari 3 *! #esember 2!' 6ontianakA
Tan&ungpura Jni2ersity
:enezes' +. :. B' et al' 2(' Tuber7ulosis and +irflo" Obstru7tionA =2iden7e
Brom the 6L+T)0O .tudy in Latin +meri7a' 2uro%ean )es%iratory 0ournal'
*(1)A !!-.
:ubin' Halim' 2(' Buku 6anduan 6raktisA )lmu 6enyakit #alam #iagnosis dan
Terapi =disi 2' IakartaA 6enerbit Buku 4edokteran =8/.
Oehadian' +maylia' 2!*' +spek Hematologi Tuberkulosis' BandungA .ub;Bagian
Hematologi;Onkologi :edik .:B 6enyakit #alam D. 6er&an Hasan
.adikin<B4 J06+# Bandung.
6edoman 0asional 6enanggulangan Tuberkulosis =disi 2' 2(' IakartaA
#epartemen 4esehatan Depublik )ndonesia.
6ri7e' .yl2ia +' 21' 6atofisiologiA 4onsep 4linis 6roses;6ross 6enyakit' =disi
%' IakartaA 6enerbit Buku 4edokteran =8/.
.udoyo' W. +ru' e al. 2(' Buku +&ar )lmu 6enyakit #alam Iilid )) =disi )>'
IakartaA 6usat 6enerbitan )lmu 6enyakit #alam B4J).
>erma' .. 49 4umar' ..9 0arayan' 4iran >ishnu9 .odhi' D.' 2$' 6ost Tuber7ular
Obstru7ti2e +ir"ay )mpairment' Indian 0 !llergy !stma Immunology9
2*(2) A $,;$$.
Wahyuni' B.' 2!' Hubungan +nemia dan 4ardiomegali' :edanA Jni2ersitas
.umatera Jtara.
*,