Anda di halaman 1dari 2

Asam askorbat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari

Struktur kimia vitamin C


Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan
serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk
utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin c termasuk golongan antioksidan karena sangat
mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C
sebagai antioksidan semakin sering dijumpai.
Vitamin C berhasil di isolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun
1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan.
Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran
pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat lebih
terkenal perannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Siapa
sangka vitamin C ternyata juga berperan penting dalam fungsi otak, karena otak banyak
mengandung vitamin C. Dua peneliti di Texas Woman's University menemukan, murid
SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ
lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.
Vitamin C perlu untuk menjaga struktur kolagen, sejenis protein yang menghubungkan
semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia.
Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka, patah tulang, memar, perdarahan
kecil dan luka ringan.
Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam
kesadaran. Sebagai antioksidan ia mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh.
Melalui pengaruh pencahar, ia dapat meningkatkan pembuangan faeses atau kotoran. Tak
heran bila berlebihan, vitamin ini dapat mengakibatkan diare. Untuk pencegahan kurangi
konsumsinya, atau ganti dengan natriumaskorbat.
Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut
Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan
bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi
vitamin C berkurang sampai 81%.
Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut
maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas,
perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi.
(Baca juga "Seriawan Harus Diapakan?", Intisari April 2000 hal. 80) Bahkan, punya
korelasi dengan masalah kesehatan seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang
sendi), dan pilek.
Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi tiap orang, tergantung kebiasaan
masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya: merokok, minum
kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik
tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok
menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang
berdampak sama buruknya adalah kafein. Maka, sebisa mungkin hindari minum kopi,
teh, dan cola. Selain itu stres, demam, infeksi, dan giat berolahraga juga meningkatkan
kebutuhan akan vitamin C.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C kita bisa meningkatkan konsumsi beraneka buah
dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, sayur mayur, asparagus, kol, susu,
mentega, kentang, ikan, atau hati. Kalau suka jambu biji, akan lebih baik lagi, karena
buah ini tinggi kandungan vitamin C-nya
Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat
membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_askorbat"
Kategori: Vitamin