Final Report
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kepulauan Sangihe dan Talaud serta
Pulau-Pulau kecil Sulawesi Utara, maka disamping meningkatkan pembangunan pertanian
tanaman pangan dan holtikultura, pembangunan Embung untuk menampung air,
pembangunan jaringan air baku dan pembangunan jaringan irigasi merupakan faktor
pendukung kurangnya ketersediaan air di beberapa daerah sehingga menjadi prioritas
untuk dikaji.
Kabupaten Kepulauan Talaud yang baru dimekarkan sebagai suatu daerah otonom, sangat
membutuhkan pembangunan prasarana penunjang tersebut untuk kesejahteraan rakyat,
khususnya kota Beo dan sekitarnya.
Kota Beo merupakan Ibukota Kecamatan Beo dengan Jumlah penduduk 4062 jiwa (1069
KK), dan sekaligus merupakan salah satu pintu gerbang yang menghubungkan Kabupaten
Talaud dengan daerah lainnya, pelabuhan Beo menempati posisi yang sangat strategis
dengan frekwensi kapal yang berlabuh pada pelabuhan ini hampir setiap hari.
Untuk memenuhi kebutuhan sumber air bersih di kota Beo dan sekitarnya baik penduduk
maupun untuk fasilitas umum saat ini sudah dilayani oleh PDAM dengan memanfaatkan
sumber air baku dari mata air Aluramo (Q = 5 I/ det) dan mata air Allaro (Q = 7 I/ det)
dengan sistem gravitasi. Selain itu sebagian penduduk ada yang memanfaatkan sumur gali
sebagai sumber air bersih dengan muka air tanah berkisar antara 11 m 18 m dpl.
Meskipun dari segi mutu supply air baku untuk air bersih kota Beo tidak menghadapi
permasalahan, debit air dari mata air Aluramo dan mata air Allaro pada musim kemarau
panjang mengalami penurunan, sehingga sistem pengaliran dari PDAM bergantian.
Saat ini pelabuhan belum dilengkapi dengan dermaga yang memadai, namun dimasa
datang jika dermaga Beo sudah dioperasikan, kebutuhan air untuk kapal akan meningkat,
sehingga perlu dicari sumber-sumber air baku yang dapat diandalkan.
SID Embung Lua, Jaringan Air Baku dan Jaringan Irigasi Menebel, Roboh
1-1
Final Report
Selain kota Beo, desa terdekat adalah desa Bantik yang berpenduduk + 1224 jiwa (317
KK) terletak 3 km sebelah utara Beo. Desa Bantik merupakan penggabungan dua dari
wilayah kelurahan Beo. Mata pencaharian penduduk desa Bantik umumnya bertani dan
nelayan. Sampai saat ini penduduk desa Bantik masih menggunakan sumur gali atau air
sungai Lua sebagai sumber air baku.
Jaringan Irigasi Menebel, Roboh terletak dikecamatan Beo Kabupaten Talaud merupakan
daerah yang potensial untuk dikembangkan menjadi daerah irigasi teknis. Untuk mengatasi
masalah kekurangan air bersih dikota Beo dan sekitarnya akibat penurunan debit mata air
Aluramo dan mata air Allaro, dalam meningkatkan swasembada pangan di Kabupaten
Talaud, khususnya di kota Beo dan sekitarnya. Departement Kimpraswil melaui proyek
Irigasi Sangihe Talaud dan Pulau-Pulau kecil Sulawesi Utara, bermaksud memanfaatkan
sumber daya air dari sungai Lua, sungai Menebel dan sungai Roboh maupun limpasan air
hujan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sarana pendukung penyediaan air baku,
pertanian dan konservasi
1.2
MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN
Maksud pekerjaan ini adalah melakukan detail desain Embung Lua, jaringan air baku,
jaringan Irigasi Menebel, Roboh yang nantinya diperoleh berupa gambar cetak biru dan
laporan-laporan .
Tujuannya adalah agar potensi yang ada di wilayah tersebut dapat dioptimalkan untuk
keperluan air baku dan irigasi
1.3 LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan SID Embung Lua, Jaringan Air Baku dan Jaringan Irigasi Menebel Roboh
di wilayah Kecamatan Beo, Kabupaten Talaud Propinsi Sulawesi Utara.
1.4 LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan ini meliputi 9 (sembilan) kegiatan sebagai berikut :
Kegiatan A
: Identifikasi dan Inventarisasi Daerah Irigasi serta luas dan bentuk
DAS pada lokasi study.
Kegiatan B
: Review analisa hidrologi, kajian kualitas air dan perhitungan
kebutuhan air untuk irigasi, air baku dan keperluan lainnya.
SID Embung Lua, Jaringan Air Baku dan Jaringan Irigasi Menebel, Roboh
1-2
Final Report
Kegiatan C
: Pemeriksaan kebenaran nilai Bench Mark dan pemasangan Bench
Mark baru (bilamana diperlukan), pemutakhiran peta situasi skala 1 :
2.000 dan peta situasi Embung skala 1 : 500 (up dating map) serta
pembuatan peta situasi daerah jaringan air baku dan jaringan irigasi
Menebel, Roboh skala 1 : 2.000.
Kegiatan D
: Perencanaan Umum (Sistem Planning)
Kegiatan E
: Pengukuran trase saluran pembawa dan pembuang skala 1 : 2.000,
serta potongan memanjang (1 : 2.000) dan potongan memanjang (1 :
2.000) dan potongan melintangnya (1 : 50), pengukuran jaringan
perpipaan dan peta site bangunan.
Kegiatan F
: Penyelidikan Geologi Teknik dan Mekanika Tanah.
Kegiatan G
: Perencanaan Rinci (Detail Design)
Kegiatan H
: Penyusunan pedoman operasi dan pemeliharaan
Kegiatan I
: Perhitungan BOQ dan Engineering Estimate serta penyusunan
laporan akhir (Final Report).
Kegiatan J
: Membuat metode / teknik pelaksanaan embung dan jaringan air
baku yang mengacu kepada kondisi topografi, kondisi geologi serta
factor yang lain yang perlu diperhitungkan sehingga dapat dijadikan
panduan dalam pelaksanaan embung dan jaringan air baku didaerah
studi.
Kegiatan K
: Melaksanakan program training bagi staf teknik proyek dilingkungan
Dinas Sumber Daya Propinsi Sulawesi Utara dalam rangka transper
of teknologi terhadap software-software yang digunakan dalam
proses perencanaan ini.
KEGIATAN L
: Melakukan kajian terhadap Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) biogeofisik, social ekonomi
dan budaya yang terkait dalam kegiatan ini.
Kegiatan M
: Melakukan kajian hukum yang ada baik tertulis maupun tidak tertulis
terhadap dampak dari kegiatan ini.
1.5
SASARAN PEKERJAAN
Sasaran pekerjaan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah
tersebut khususnya Kecamatan Beo dengan memperoleh air baku dan air irigasi secara
optimal sesuai dengan potensi yang ada. Prioritas sasaran ini adalah kebutuhan air irigasi
dapat terpenuhi.
SID Embung Lua, Jaringan Air Baku dan Jaringan Irigasi Menebel, Roboh
1-3
Final Report
1.6
HASIL PEMBAHASAN DRAFT FINAL REPORT
Dalam diskusi Laporan Draft Final Report dihasilkan beberapa kesimpulan:
Tinggi Embung Roboh / Buroh agar dikurangi sesuai kebutuhan.
Sebelum pelaksanaan, Proyek akan melaksanakan penyelidikan Geologi dan
Mekanika Tanah tambahan untuk mendapatkan data tanah fondasi Embung
Roboh / Buroh yang lebih akurat.
SID Embung Lua, Jaringan Air Baku dan Jaringan Irigasi Menebel, Roboh
1-4