Anda di halaman 1dari 3

ARTIKEL

MANIPULATING PROFITS : HOW ITS DONE


Ford S. Worthy

Oleh :

I Gede Dirga Surya A.W.


Dwi Haryadi Nugraha

1491661007
1491661022

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014

Para manajer sering kali memiliki kekuasaan untuk melakukan manipulasi laba. Situasi
dan kondisi juga bisa menyebabkan manajer lebih mudah untuk menjalankan keinginannya.
Para manajer lebih suka melaporkan laba yang meningkat, tetapi tidak tajam atau drastis, dari
pada melaporkan suatu penurunan. Manajer cenderung menyimpan kenaikan laba yang tajam
atau drastis pada periode yang telah dianggap sukses, untuk dipergunakan pada saat periode
yang dirasa mengalami kegagalan.
Para manajer memusatkan perhatiannya pada laba karena pikirnya laba adalah yang
terpenting bagi pemegang saham. Pasar lebih menyukai laporan keuangan yang labanya baik,
lancar dan dapat diprediksi. Laporan-laporan yang menyenangkan para pemegang saham
merupakan kepentingan pribadi para manajer. Hal tersebut merupakan kartu prestasi mereka,
yang pada akhirnya bonus dan insentif lainnya yang diharapkan manajer dapat diperoleh.
Cara yang paling banyak dipakai dalam mengelola laba dapat digolongkan menjadi
tiga, yaitu:
1.

Mengubah metode akuntansi,


Ketika dapat mengubah metode akutansi, para manajer bebas memilih metode yang
disukai yang dapat meningkatkan laba. Kondisi demikian menimbulkan kritik dari John
C. Burton, mantan kepala akuntan SEC dan sekarang Dekan Columbia Universitys
Graduate School of Business yang menyatakan bahwa harus ada pembatasan ruang untuk
mengiijinkan

pemilihan

prinsip

akuntansi

yang

digunakan.

Investor

perlu

mengkhawatirkan laba yang diperoleh karena perubahan metode akuntansi yang


digunakan.
2.

Mengelola laba didominasi oleh pertimbangan.


Para manajer mencoba memanipulasi dana cadangan, yang otomatis mengurangi laba
yang dilaporkan. Semakin rendah bunga dana cadangan, semakin tinggi laba bersihnya.
Ketika para manajer menurunkan nilai labanya, mereka telah mengarahkan para pemilik
1

saham dan kreditur ke asumsi yang salah, sama halnya dengan melebih-lebihkan laba.
Informasi akuntansi diharapkan dapat memberikan arahan yang penting untuk
pengambilan keputusan, tetapi akan sia-sia jika angka yang diberikan adalah angka yang
bukan sebenarnya. Dan, rupanya auditor mentolerir cara seperti itu sepanjang angka yang
disajikan salah, tidak material. Hal ini akan mendorong para manajer membuat
pertimbangan-pertimbangan seperti itu.
3.

Mengubah periode dimana biaya dan pendapatan termasuk di dalam laporan tersebut.
Para manajer dapat mengganti waktu pembiayaan dan laba untuk memaipulasi laba.
Misalnya, mereka menunda pembuatan iklan atau promosi sampai kwartal berikutnya.
Dengan menunda demikian memang dapat meningkatkan laba, tetapi hal ini dapat
menyebabkan hilangnya pangsa pasar dan penjualan.