Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

PENENTUAN HARGA TRANSFER (TRANSFER PRICING)


Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Dosen: PRIHARTONO, Ak, MBA

DISUSUN OLEH:

SASKIA FAWZIA ACHMAD


023100045

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRISAKTI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Semakin ketatnya persaingan di dunia usaha baik berupa barang atau jasa
membuat setiap perusahaan berusaha untuk dapat memenuhi segala kebutuhan
konsumen dengan harga yang relatif terjangkau namun tetap memperhatikan
biaya-biaya yang diperlukan dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut . Salah
satu yang mempengaruhi ialah harga transfer.
Harga transfer adalah biaya (cost) atau harga (price) yang dibebankan atas
pemindahan (transfer) suatu barang atau jasa dari satu divisi ke divisi lain dalam
suatu perusahaan. Hal ini berarti adanya biaya atau harga tambahan yang
dikenanakan pada setiap barang atau jasa yang diproduksi yang mengalami
perpindahan dari satu divisi ke divisi lain dalam kegiatan produksi. Kewenangan
dalam menetapkan besaran harga transfer ini detentukan oleh masing-masing
divisi.
Harga

transfer

juga

mempengaruhi

keputusan

manajemen

dalam

menetapkan besaran harga suatu produk atau jasa yang akan dijual ke masyarakat.
Hal ini perlu diperhatikan oleh setiap divisi bahwa apabila harga transfer yang
ditentukan tinggi maka harga jual produk atau jasa tersebut juga akan menjadi
tinggi sehingga akan membuat masyarakat tidak tertarik untuk membeli produk
tersebut.
Oleh karena itu, pada makalah ini saya sebagai penulis mencoba
menjelaskan bagaimana sebenarnya yang dimaksud harga transfer tersebut.
Sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi para pembaca agar mengetahui
bagaimana cara penentuan besaran harga transfer agar nantinya bisa ditetapakan
dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
Definisi Transfer Pricing

Menurut Tsurumi dan Gunadi (1997), dalam suatu grup perusahaan, transfer
pricing merupakan harga yang diperhitungkan untuk pengendalian
manajemen (management control) atas transfer barang dan jasa dalam satu
grup perusahaan.

Menurut Charles T. Horngren, George Foster dan Srikant Datar dalam


akuntansi biaya, harga transfer merupakan harga yang dikenakan oleh satu
subunit (segmen, departemen, divisi dan sebagainya) untuk produk atau jasa
yang dipasok ke subunit lain dalam organisasi yang sama.

Menurut Ralph Estes dalam kamus akuntansi, harga transfer adalah suatu
harga internal yang dibebankan oleh satu unit (seperti divisi, perusahaan
anak, atau departemen) dari suatu perusahaan pada unit lainnya dalam
perusahaan yang sama.

Menurut Don R. Hansen dan Maryanne M. Moven dalam management


accounting, harga transfer adalah harga yang ditagihkan untuk barang yang
ditransfer dari satu divisi ke divisi lainnya.

Menurut Sophar Lumbantoruan, harga transfer adalah penentuan harga


atau balas jasa atas suatu transaksi antar unit dalam satu perusahaan atau
antar perusahaan dalam satu grup.

Dari berbagai definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada prinsipnya
transfer pricing (harga transfer) adalah suatu metode penentuan harga antar grup
(divisi, segmen, departemen, subunit dll) dalam satu perusahaan yang sama.
Transfer pricing dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu intra-company dan
inter-company transfer pricing. Intra-company transfer pricing merupakan transfer
pricing antar divisi dalam satu perusahaan. Sedangkan inter-company transfer
pricing merupakan transfer pricing antara dua perusahaan yang mempunyai
hubungan istimewa. Kedua perusahaan tersebut bisa berada dalam satu negara
(domestic transfer pricing), bisa juga berada di negara yang berbeda (international
transfer pricing).

transfer pricing antara dua perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa. Kedua
perusahaan tersebut bisa berada dalam satu negara (domestic transfer pricing), bisa
juga berada di negara yang berbeda (international transfer pricing).
Transfer pricing, terutama international transfer pricing, dapat menimbulkan
permasalahan apabila digunakan untuk kepentingan penghindaran pajak. Dengan
international transfer pricing, perusahaan-perusahaan yang berada pada negara
yang berbeda dapat mengatur harga transfer sedemikian rupa sehingga perusahaan
di negara yang tarif pajaknya rendah mendapatkan keuntungan yang setinggitingginya, sedangkan perusahaan di negara yang tarif pajaknya lebih tinggi
mendapatkan keuntungan yang serendah-rendahnya.

Intra-Company
Transfer Pricing
Transfer
Pricing

International
Transfer Pricing
Inter-Company
Transfer Pricing
Domestic
Transfer Pricing

Domestic transfer pricing bisa juga digunakan untuk menghindari pajak, meskipun
dalam jumlah yang tidak signifikan, dengan cara menetapkan harga transfer
sedemikian rupa sehingga
Penghasilan Kena Pajak tersebar merata pada perusahaan-perusahaan terkait
untuk mengurangi kemungkinan terkena tarif pajak progresif tertinggi.
Laba dapat dialihkan kepada perusahaan yang masih berhak menikmati
kompensasi kerugian

Tujuan Penentuan Transfer Pricing


Jika dua atau lebih pusat laba bergantung jawab bersama atas perkembangan
pembuatan, atau pemasaran suatu produk