Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Maksud dan Tujuan

1.1.1

Maksud
Maksud dari praktikum ini adalah untuk memenuhi salah satu kewajiban

dalam mengikuti program Praktikum Geomekanika di Teknik Pertambangan


Universitas Islam Bandung Periode 2014 - 2015
1.1.2

Tujuan
1. Untuk mengetahui sifat fisik dari batuan.
2. Sifat tersebut meliputi bobot isi asli, bobot isi jenuh, bobot isi kering,
dll.
3. Dapat mengaplikasikan teori tentang sifat fisik dari batuan.

1.2

Landasan Teori
lmu Mekanika Batuan adalah ilmu pengetahuan teoritik dan terapan yang

mempelajari karakteristik, perilaku respon massa batuan akibat perubahan


keseimbangan medan gaya disekitarnya baik karena aktivitas manusia maupun
alami. Pengujian yang ada dalam mekanika batuan yaitu Sifat fisik batuan dan
Sifat mekanika batuan.
1.2.1

Uji Sifat Fisik


Uji Sifat Fisik batuan merupakan pengujian non-destructive untuk

mengetahui sifat fisik batuan seperti bobot isi, berat jenis, kadar air, derajat
kejenuhan, porositas dan angka pori. Di laboratorium corre dilakukan analisa
corre rutin dan analisa corre spesial, analisa corre rutin adalah suatu kegiatan
yang dilakukan untuk mengukur sifat sifat batuan reservoir terhadap contoh
batuan. Sifat fisik batuan dan fluida reservoir sangat penting untuk perhitungan
cadangan dan perencenaan produksi sehingga di dapat kan efisiensi setinggi
mungkin. perhitungan cadangan dan perencenaan produksi sehingga didapat
kan efisiensi setinggi mungkin. Untuk mendapatkan data data tentang sifat sifat
fisik batuan perlu di lakukan pengambilan sample batuan reservoir atau lebih
umum di sebut core atau inti batuan yang di ambil pada saat analisis coring.

Analisa routine core meliputi pengukuran porositas, permeabilitas, dan saturasi


fluida. Dan analisa special core meliputi kompribilitas, wettabilitas dan tekanan
kapiler.
1.2.2

Porositas
Porositas adalah perbandingan volume rongga pori pori terhadap volume

total batuan, perbandingan ini biasanya di lakukan dengan persen. Porositas dan
permeabilitas adalah data petrophysic yang paling penting berasal dari routine
core analysis, dan data tersebut di butuhkan untuk untuk deskripsi reservoir dan
simulasi reservoir, faktor yang mengantrol porositas sangat kompleks dan
bervariasi dengan tive batuan, proses kompeksi dan diagenesa.
Rongga pada batuan yang di hasilkan melalui lapisan diantara butiran
disebut pori pori yang di tempati fluida cairan atau gas, porositas pada batuan
poros dapat memiliki nilai yang berbeda dan bervariasi tetapi pada umum nya
porositas batuan sedimen lebih kecil dari 50%.
1.2.3

Bobot Isi Asli (n)


Merupakan perbandingan antara berat batuan asli dengan volume total
batuan.

1.2.3

Bobot Isi Kering (o)


Merupakan perbandingan antara berat batuan kering dengan volume total
batuan.

1.2.4

1.2.5

Bobot Isi Jenuh (w)


Merupakan perbandingan antara berat batuan jenuh dengan volume total
batuan.
Apparent Specific Gravity (GSA)
Merupakan perbandingan antara bobot isi kering batuan dengan bobot isi
air.

1.2.6

1.2.7

True Specific Gravity (GST)


Merupakan perbandingan antara bobot isi jenuh batuan dengan bobot isi
air.
Kadar Air Asli (n)
Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan asli dengan berat
butiran batuan dan dinyatakan dalam %.

1.2.8

Kadar Air Jenuh (sat)


Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan jenuh dengan
berat butiran batuan dan dinyatakan dalam %.

1.2.9

Derajat kejenuhan (S)


Merupakan perbandingan antara kadar air asli dengan kadar air jenuh

dan dinyatakan dalam %.


1.2.10 Porositas (n)
Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan
volume total batuan.
1.2.11 Void ratio (e)
Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan
volume butiran batuan.

1.3

Alat dan Bahan


1. Timbangan
2. Desikator dilengkapi dengan pompa vakum
3. Bak air
4. Oven/kompor gas
1.4 Prosedur
1. Timbang berat natural
2. Masukan Kedalam Desikator
3. Masukan batuan dengan air selama sekitar 15 menit, lalu batuan
dengan aing selama 15 menit, setelah itu isi penuh dengan air selama
sekitar 20 menit
4. Timbang berat jenuh
5. Timbang berat Tergantung
6. Keringkan dengan oven selama sekitar 24 jam
7. Timbang berat kering

DAFTAR PUSTAKA

Permana, Dicky. 2010. Uji Sifat Fisik Batuan. https://www.scribd.com/doc /


50708027/UJI-SIFAT-FISIK-BATUAN. Diakses pada tanggal 6 Maret
2015
Afan.

2014.

Sifat

Fisik

Batuan.

http://afanmining10.

blogspot.com

2014/03/sifat-fisik-batuan.html. Diakses pada tanggal 6 Maret 2015


Febryanto,

Adryan.

2011.

Mekanika

Batuan.

https://www.

Academia

.edu/6471662/ Mekanika_batuan. Diakses pada tanggal 6 Maret 2015