Anda di halaman 1dari 6

IDENTIFIKASI TRANSISTOR

Disusun oleh :
Septy Wilda Kusuma
(3.31.13.0.20)
Kelas : LT-2A

PRODI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

PERCOBAAN 06

IDENTIFIKASI TRANSISTOR

1. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah melakukan percobaan mahasiswa dapat :
1. Menentukan jenis transistor (PNP atau NPN)
2. Menentukan elektroda transistor
2. Dasar Teori
Transistor adalah komponen elektronika yang mempunyai tiga elektroda yaitu
Emitor,Basik dan Kolektor, dan terdiri dari dua jenis PNP dan NPN. Fungsi transistor
adalah memperkuat sinyal listrik, sebagai saklar elektronik, atau pamakaian lain. Syarat
utama transistor dapat bekerja adalah jika dibias dengan benar, yaitu base-emitor
mendapat bias maju sedangkan base-kolektor harus dibias mundur.
Untuk menentukan jenis transistor dapat dipergunakan ohm-meter dengan
memanfaatkan batere yang terdapat didalamnya. Cara melakukan pengetesan adalah
basis dihubungkan dengan terminal positif pada ohm meter terminal negatif dihubungkan
dengan emitor dan kolektor secara bergantian. Apabila resistansi yang ditunjukkan ohm
meter rendah maka transistor tersebut jenis NPN. Sebaliknya jika penunjukkan resistansi
yang besar dan posisi terminal dibalik menunjukkan resistansi yang rendah, berarti jenis
transistor tersebut PNP.

Gb. 6.1 Identifikasi Elektroda Transistor Menggunakan Ohmmeter


3. Peralatan dan Bahan
1. 1 buah Catu Daya DC
2. 2 buah Multimeter
3. 1 buah Transistor : AC 127, BC 109, 2N3055, 2SB56
4. Lampu 12V/2.2 W

4. Diagram Rangkaian

5. Langkah Percobaan
1. Hubungkan rangkaian seperti pada diagram rangkaian dengan tegangan DC sebesar 6
Volt dan transistor AC 127
2. Ukur harga arus pada setiap rangkaian dan catat pada tabel lembar kerja
3. Amati kondisi lampu dan catat tabel lembar kerja
4. Ganti transistor jenis yang lain
5. Ulangi langkah 2 dan 3
6. Lembar Kerja
N
O

Bahan
Percobaan

AC 127

No
Diagram
Rangkaian
4-1
4-2
4-3
4-4
4-5
4-6
4-7
4-8
4-9

Arus
[ mA]

Kondisi
Lampu

0
0
0
230.5
0
0
233.4
0
233.6

OFF
OFF
OFF
ON
OFF
OFF
ON
OFF
ON

Keterangan

Jenis Transistor

NPN

BC 109

2N3055

2SB56

4-10
4-11
4-12
4-1
4-2
4-3
4-4
4-5
4-6
4-7
4-8
4-9
4-10
4-11
4-12
4-1
4-2
4-3
4-4
4-5
4-6
4-7
4-8
4-9
4-10
4-11
4-12
4-1
4-2
4-3
4-4
4-5
4-6
4-7
4-8
4-9
4-10
4-11
4-12

232.8
0
0
0
0
0
0
180.5
0
231.6
0
0
228.7
0
179.6
0
0
0
229.7
0
0
228.3
0
230.0
229.7
0
0
238.3
232.2
239.0
0
234.3
239.5
0
238.5
0
0
233.4
233.7

ON
OFF
OFF
OFF
OFF
OFF
OFF
ON
OFF
ON
OFF
OFF
ON
OFF
ON
OFF
OFF
OFF
ON
OFF
OFF
ON
OFF
ON
ON
OFF
OFF
ON
ON
ON
OFF
ON
ON
OFF
ON
OFF
OFF
ON
ON

NPN

NPN

PNP

7. Pertanyaan dan Tugas


1. Jelaskan cara menetukan jenis TR dan elektroda TR dengan percobaan dan dengan
tetapan pabrik?
Untuk menentukan jenis transistor dapat dipergunakan ohm-meter dengan
memanfaatkan batere yang terdapat didalamnya. Cara melakukan pengetesan adalah
basis dihubungkan dengan terminal positif pada ohm meter terminal negatif
dihubungkan dengan emitor dan kolektor secara bergantian. Apabila resistansi yang
ditunjukkan ohm meter rendah maka transistor tersebut jenis NPN. Sebaliknya jika

penunjukkan resistansi yang besar dan posisi terminal dibalik menunjukkan resistansi
yang rendah, berarti jenis transistor tersebut PNP.
2. Apa yang terjadi jika transistor mengalami kerusakan?
Ada 2 kemungkinan apabila transistor rusak :
1. Transistor putus bila, Pada transistor PNP ketika basic dihubungkan dengan
kabelpositif dan emitor atau kolektor dihubungkan dengan kabel negatif jarum
padaohmmeter tidak bergerak.Pada transistor NPN ketika basic dihubungkan
dengan kabel negatif dan emitor ataukolektor dihubungkan dengan kabel
positif jarum pada ohmmeter tidak bergerak.
2. Transistor bocor bila, Pada transistor PNP ketika basic dihubungkan dengan kabel
negatif dan emitor atau kolektor dihubungkan dengan kabel positif jarum pada
ohm meter menunjukkan resistansi kecil. Pada transistor NPN ketika basic
dihubungkan dengan kabel positif dan emitor atau colector dihubungkan dengan
kabel negatif jarum pada emitor menunjukkan resistansi kecil. Jika transistor
rusak maka transistor tidak dapat digunakan sebagai saklar elektronik, dalam
artian tidak dapat menghantar arus.
3. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan ini?
1. Transistor mempunyai 3 elektroda yaitu Emitor, Base, Kolektor, dan terdiri dari
2 jenis PNPdan NPN
2. Untuk menentukan jenis transistor digunakan Ohm meter dengan cara basis
dihubungkandengan terminal (+), pada ohmmeter (-) dihubungkan dengan
emitor dan kolektor secarabergantian
3. Selain menggunakan Ohm meter untuk mengetahui jenis transistor juga dapat
diketahuidengan nyala lampu pada percobaan di atas tetapi indicator tersebut
mempunyaikelemahan karena untuk mengukur arus yang kecil lampu terlihat
seperti tidak menyala.
4. Transistor AC 127, BC 109 dan 2N3055 merupakan transistor jenis NPN
5. Transistor 2SB56 merupakan transistor jenis PNP
6. Transistor NPN akan menghantarkan arus yang besarnya (menyalakan lampu)
saat kaki basisdihubung dengan sumber (+) dan kaki emitor/colector dihubung
dengan sumber (-)
7. Transistor PNP akan menghantarkan arus yang besar (menyalakan lampu) saat
kaki basisdihubung dengan sumber (-) dan kaki emiter/colector dihubung dengan
sumber (+)

4. Berikan contoh pemakaian transistor?


Penguat sinyal listrik, penyearah tegangan, saklar elektronik, pencampur tegangan
bolak-balik
5. Berilah analisa hasil percobaan saudara?
1. Transistor AC 127 berjenis NPN. Pada emitter-basis, emitter positif dan basis
negatif,terjadi bias maju. Pada collector-basis, collector positif dan basis negatif,
terjadi biasmaju

2. Transistor BC 109 berjenis NPN. Pada emitter-basis, emitter positif dan basis
negatif, terjadi bias maju. Pada collector-basis, collector positif dan basis negatif,
terjadi bias maju
3. Transistor 2N3055 berjenis NPN. Pada emitter-basis , emitter negatif dan basis
positif ,terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector negatif dan basis
positif , terjadi biasmaju .
4. Transistor 2SB56 berjenis PNP. Pada emitter-basis, emitter positif dan basis
negatif,terjadi bias maju. Pada collector-basis, collector positif dan basis negatif,
terjadi biasmaju
5. Dapat diketahui dari praktek jika transistor merupakan gabungan dari 2 buah
dioda
6. Jenis transistor mempengaruhi cara penggunaan/merangkai dan cara kerja
padarangkaian
7. Jika transistor NPN diagram rangkaian menyala pada 4-4 ; 4-7; 4-9; 4-10
8. Jika transistor PNP diagram rangkaian menyala pada 4-2; 4-5; 4-11; 4-12