Anda di halaman 1dari 17

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

1 RINGKASAN
1.1 PENGUSUL
Nama

: Sekar Purtiantari

NRP

: 4411 100 004

Semester

: Ganjil

Tahun Ajaran

: 2014/2015

Semester yang ditempuh: 7


Batas Waktu Studi

: 14

semester

Jumlah SKS Lulus tahap Sarjana (min. C) : 119 SKS


Bidang Keahlian **

Logistik

Pelabuhan

Pelayaran

1.2 MATERI TUGAS AKHIR


1.2.1 Judul Tugas Akhir
Cost Benefit Analysis Pengembangan Alur Pelayaran Baru Studi
Kasus : Pelabuhan Belawan
1.2.2 Tempat Pelaksanaan / Pengerjaan / Survei
Tugas Akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Transportasi Laut FTK
ITS.

1.3 CALON DOSEN PEMBIMBING


a. Nama
b. NIP
c. Tanda Tangan

1 | Page

: ..................................................
: ..................................................
: ..................................................

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

2 PENDAHULUAN
2.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Pelabuhan belawan merupakan pelabuhan cabang utama dari PT.
Pelabuhan Indonesia I yang menjadi gerbang utama kegiatan pelayaran
Internasional di wilayah Indonesia Barat. Komoditi utama Pelabuhan ini
adalah Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit. Pelabuhan Belawan memiliki
fasilitas yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan bongkar muat di
pelabuhan, salah satunya adalah dermaga, lapangan penumpukan, gudang,
alat bongkar muat, dll.
Pelabuhan Belawan terletak di daerah yang strategis, berdekatan
dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka, ini memberikan peluang
yang besar terhadap Pelabuhan Belawan untuk peningkatan produktivitas
pelabuhan terutama dalam melayani kegiatan pelayaran internasional.
Namun, untuk mencapai peluang tersebut perlu dilakukan kajian ulang untuk
beberapa fasilitas yang ada di Pelabuhan Belawan. Salah satunya adalah
fasilitas alur pelayaran Pelabuhan Belawan.
Alur Pelayaran mempunyai dimensi panjang 13,5 km dan kedalaman
-9,5 meter LWS. Alur pelayaran mengalami pengendapan lumpur setiap
tahunnya. Hal ini terutama diakibatkan oleh endapan sedimen dari arah
sungai maupun endapan dari sepanjang pantai di lau, Dan juga disebabkan
oleh

adanya

gelombang

laut.

Sehingga,

pemeliharaan

alur

dengan

pengerukan adalah mutlak diperlukan.


Salah satu jalan keluar untuk mengatasi pengerukan dan pemeliharaan
akan alur yang terjadi setiap tahunnya, maka diperlukan pengembangan alur
pelayaran baru yakni dengan dimensi lebar 140 meter, dan kedalaman
alurnya mencapai -14,0 meter. Dimensi akan alur baru ini diharapkan dapat
meminimalisir biaya pengerukan dan pemeliharaan alur tiap tahunnya, dan
meningkatkan produktivitas pelabuhan.

2 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Maka dari itu, tugas akhir saya ini akan membahas tentang analisis
biaya dan manfaat akan adanya pengembangan alur pelayaran baru di
Pelabuhan Belawan ini.

2.2 PERUMUSAN MASALAH


Sehubungan dengan latar belakang di atas permasalahan yang akan
dikaji dalam Tugas Akhir ini adalah :
a. Bagaimanakah kondisi operasional Pelabuhan Belawan saat ini?
b. Bagaimana perubahan biaya yang terjadi saat pengembangan alur
c.

pelayaran baru dilakukan?


Apa manfaat yang didapatkan dari pengembangan alur pelayaran baru?

2.3 TUJUAN
Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah, sebagai berikut :
1. Mengetahui kondisi operasional Pelabuhan Belawan saat ini?
2. Mengetahui perubahan biaya yang terjadi saat pengembangan alur
pelayaran baru dilakukan
3. Mengetahui manfaat yang

didapatkan

dari

pengembangan

alur

pelayaran baru?

2.4 BATASAN MASALAH


Batasan masalah yang digunakan dalam Tugas Akhir ini agar dapat
terfokus dan tidak menyimpang dengan tujuan yang diinginkan adalah :
1. Penelitian dilakukan di PT. Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan
2. Pengamatan berfokus pada pengembangan alur pelayaran

baru

Pelabuhan Belawan

2.5 MANFAAT
Dari Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan penilaian akan
manfaat dari pengembangan alur pelayaran baru ini dengan membandingkan
biaya

sebelum

dan

sesudah

pengembangan

alur,

produktivitas yang akan dialami Pelabuhan Belawan.

3 | Page

serta

peningkatan

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

2.6 HIPOTESIS AWAL


Terdapat permasalahan kedalaman alur pelayaran Pelabuhan Belawan
diakibatkan oleh endapan sedimen dari arah sungai maupun endapan dari
sepanjang pantai di laut, dan juga disebabkan oleh adanya gelombang laut.
Hal tersebut menyebabkan Pelabuhan Belawan melakukan pengerukan dan
pemeliharaan alur setiap tahunnya, sehingga biaya untuk pengerukan dan
pemeliharaa alur cukuplah besar. Selain itu, dengan keadaan alur saat ini,
tidak memungkinkan kapal-kapal berukuran besar untuk masuk di Pelabuhan
Belawan. Padahal potensi akan Pelabuhan Belawan ini sangatlah besar untuk
menjadi Pelabuhan Internasional karna letaknya yang strategis.
Oleh karena itu, dilakukanlah pengembangan alur pelayaran baru
pada Pelabuhan Belawan ini. Namun, pengembangan alur ini juga harus tetap
dikaji biaya dan manfaatnya.

3 TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI


3.1 PELABUHAN BELAWAN
Pelabuhan

Belawan

merupakan

pelabuhan

cabang

utama

PT.

Pelabuhan Indonesia I. Pelabuhan Belawan terletak pada posisi 03 o 47 00


LU, 98 42 08 BT. Letaknya sangat strategis dalam menghubungkan jalur
perdagangan Asia dan sekitarnya, Amerika, Australia, Afrika, dan Eropa.
Pelabuhan

Belawan

melayani

regular

service

dengan

kapal

penumpang yang menghubungkan Jakarta 2 kali seminggu dan hubungan


Internasional dengan ferry ke Penang Lumut Malaysia 5 kali seminggu dan
kapal turis yang tidak terjadwal.
Perkembangan pelabuhan ini tidak dapat dipisahkan dengan kondisi
dan

potensi

hinterland

(Provinsi

Sumatera

Utara,

Riau,

Aceh)

yang

mempunyai komoditi utama berupa hasil perkebunan, hasil pertanian, dan


hasil industri. Komoditi unggulan yang menjadi ekspor utama dari Provinsi

4 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Sumatera Utara adalah minyak kelapa sawit (CPO), karet, plywood, kayu
gergajian, kayu olahann, kertas, dan sayur-sayuran.
Pengembangan pelabuhan ini dilakukan dengan cara meningkatkan
sarana dan prasarana serta peralatan bongkar muat yang cukup modern.
Pelabuhan Belawan dapat melayani bongkar muat general cargo, curah
kering, curah cair, container. (Corporate Profile PT. PELINDO I Cab. Belawan,
2013)

3.1.1 SEJARAH PELABUHAN BELAWAN


Pelabuhan Belawan tidak dapat dipisahkan dengan Bandar Labuhan
Deli, karena Labuhan Deli merupakan cikal bakal lahirnya Pelabuhan
Belawan. Labuhan Deli dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan
Deli yang kesohor di kawasan Sumatra Timur.Bandar Labuhan Deli terletak
di tepi Sungai Deli. Disebelah utara mengalir Sungai Belawan. Menurut
sejarah, Labuhan Deli adalah bekas Kota Cina,ibu kota Kerajaan Haru yang
di hancurkan Kerajaan Majapahit pada abad ke14. Semula nama Labuhan
yang berada di tepi Sungai Deli adalah Deli.Namun karena berfungsi
sebagai pelabuhan, maka disebut Labuhan Deli. Tidak banyak peninggalan
sejarah yang berkaitan dengan pelabuhan di Labuhan Deli.Toh, masih
terdapat sebuah bangunan lama di tepi Sungai Deli yang dulu merupakan
tempat berlabuh kapal yang di sebut dengan boom. Disamping itu,ada
beberapa rumah toko yang pernah di tempati para pedagang asing.
Labuhan Deli adalah sebuah bandar yang sangat ramai, kendati
sebelumnya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli pada awal abad
ke-19.Disamping itu Labuhan Deli ju ga menjadi pusat perdagangan. Pada
tahun 1915 pelabuhan Labuhan Deli di pindahkan ke Belawan yang terletak
di tepi Sungai Belawan. Hal ini di sebabkan karena Sungai Deli kian dangkal
sehingga menghambat kapal masuk alur Sungai Deli menuju pelabuhan
Deli. Lokasi pelabuhan adalah belawan lama yang masih berfungsi sebagai
terminal general cargo dan sebagian menjadi pangkalan Angkatan Laut.

5 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Setelah kemerdekaan, Belanda membangun dermaga Belawan Lama hingga


mencapai panjang 602 meter dan lembar 9 - 20 meter. Belanda
memanfaatkan dermaga Belawan Lama untuk sandar berbagai jenis kapal,
baik kapal general cargo maupun kapal penumpang.
Semakin

tahun

Pelabuhan

Belawan

kian

sibuk,

Pemerintah

membangun dermaga di Ujung Baru dengan panjang 1.659,75 meter dan


lebar 14 - 20 meter dan dermaga Citra dengan panjang 625 meter dan lebar
14 meter. Sehubungan dengan itu, pada awal tahun 1980 pemerintah mulai
menyusun rencana pengembangan Pelabuhan Belawan. Saat itu Ditjen
Perhubungan Laut diberi tugas menyusun perencanaan pembangunan
terminal petikemas di Gabion Belawan. Dana berasal dari Bank Dunia.
Pembangunan dilaksanakan secara bertahap.
Tahap pertama dilakukan pekerjaan pengerukan alur dan kolam
pelabuhan dan reklamasi lahan untuk pembangunan dermaga dan lapangan
penumpukan.Kemudian di tata aspek organisasi yaitu membentuk Divisi
Unit Terminal Peti Kemas (UTPK) di bawah organisasi Cabang Pelabuhan
Belawan.Divisi UTPK berdiri pada 1 September 1984, dan mengemban tugas
mempersiapkan rencana

pengoperasian terminal

petikemas

Belawan.

Akhirnya terminal petikemas Belawan mulai beroperasi pada 10 Februari


1985, kendati kegiatan bongkar muat petikemas di lakukan dengan
menggunakan crane kapal. (Sejarah Pelabuhan Belawan, 2011)

3.1.2 BIDANG KEGIATAN USAHA PELABUHAN BELAWAN


1.
2.

Kolam-kolam pelabuhan dan perairan untuk lalu lintas dan tempattempat pelabuhan kapal
Jasa-jasa yang berhubungan dengan pemanduan (pilotage) dan

3.

penundaan kapal
Dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat, bongkar muat barang

4.

termasuk hewan dan fasilitas naik turun penumpang.


Gudang-gudang
dan
tempat
penimbunan
barang-

barang

angkutan bandar, alat bongkar muat serta peralatan pelabuhan.

6 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

5.

Tanah

untuk

berbagai

gedung/bangunan

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

yang

bangunan

dan

berhubungan

lapangan, industri dan


dengan

kepentingan

kelancaran angkutan laut.


Penyediaan listrik, bahan bakar minyak, air minum dan instalasi
limbah pembuangan.
Jasa terminal, kegiatan konsolidasi dan distribusi barang termasuk
hewan.
Jasa konsultasi, pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan
pelabuhan.
Jasa pelayan kesehatan.
Jasa transportasi di laut.
Jasa persewaan fasilitas dan peralatan di bidang keperlabuhanan.
Jasa perbaikan fasilitas dan peralatan di bidang keperlabuhanan.
Properti di daerah lingkungan pelabuhan.
Kawasan industri di daerah lingkuan pelabuhan.
Kawasan wisata di daerah linkungan pelabuhan.
Depo peti kemas.
Jasa Konsultasi di bidang kepelabuhanan.
Jasa komunikasi dan informasi di bidang kepelabuhanan.
Jasa konstruksi di bidang kepelabuhanan.
(Bidang Kegiatan Usaha Pelabuhan Belawan, 2012)

3.1.3 ALUR PELABUHAN BELAWAN


alur Pelayaran mempunyai dimensi panjang 13,5 km dan dibentuk
pada arah azimut 238o, 220o, 200.5o, dan187o menuju pelabuhan. Pada alur
ditempatkan beberapa buoy dan rambu penuntun (ramtun) sebagai garis
penuntun arah

alur mehuju

pelabuhan. Alur pelayaran mengalami

pengendapan lumpur setiap tahunnya. Hal ini terutama diakibatkan oleh


endapan sedimen dari arah sungai maupun endapan dari sepanjang pantai di
laut, dan juga disebabkan oleh adanya gelombang laut. Sehingga dengan
demikian pemeliharaan alur dengan pengerukan adalah mutlak diperlukan.
Pengerukan alur pelayaran untuk pemeliharaan dilakukan oleh PT.
Rukindo. Desain kedalaman adalah -9.5 meter LWS sejak 1986. Namun, pada

7 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

tahun 1993 menjadi -10.0 meter LWS, dan sekarang ditahun 2006 kembali
menjadi -9.5 meter LWS. Alur pelayaran akan dipelihara dengan pengerukan
hingga mencapai kedalaman minimum yang dijamin yakni -10.0 meter LWS
dan lebar eksisting minimum 100 meter. (Belawan, 2012)

3.2 PRODUKTIVITAS
Produktivitas

ialah

suatu

ukuran

yang

menyatakan

bagaimana

baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang
optimal. Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan
suatu industri atau UKM dalam menghasilkan barang atau jasa. Sehingga
semakin tinggi perbandingannya, berarti semakin tinggi produk yang
dihasilkan. Ukuran-ukuran produktivitas bisa bervariasi, tergantung pada
aspek-aspek output atau input yang digunakan sebagai agregat dasar,
misalnya:

indeks

produktivitas

buruh,

produktivitas

biaya

langsung,

produktivitas biaya total, produktivitas energi, produktivitas bahan mentah,


dan lain-lain
Produktivitas pelabuhan sendiri dapat diukur dari jumlah barang yang
di muat dan dibongkar di pelabuhan tersebut, produktifitas bomgkar muat
diukur dengan rata-rata tonase barang / Container / Curah yang dibongkarmuat dalam satuan jam (Ton/jam, Box/Jam). (Produktivitas)

3.3 SEDIMENTASI
Sedimentasi adalah

suatu

proses pengendapan material

yang

dialirkan oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta yang
terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan
material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand
dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari
material-material yang diangkut oleh angin. Sedimentasi dapat dibedakan,
yakni :
a. Sedimentasi air terjadi di sungai

8 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

b. Sedimentasi angin biasanya disebut sedimentasi aeolis


c. Sedimentasi gletser mengahasilkan drumlin, moraine, ketles, dan esker.
Jenis dari sedimentas dibagi menjadi 2 bagian :
a.

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, sedmentasi dibagi

menjadi :
1. Sedimentasi akuatis : diangkut oleh air
2. Sedimentasi marine : diangkut oleh air laut
3. Sedimentasi glacial : diangkut oleg es
4. Sedimentasi Aeolis : diangkut oleh angin
b. Berdasarkan tempat diendapkannya, sedimentasi dibagi menjadi :
1. Sedimentasi fluvial : diendapkan di sungai
2. Sedimentasi marine : diendapkan di laut
3. Sedimentasi limnis : diendapkan di danau
4. Sedimentasi terestris : diendapkan di darat
5. Sedimentasi glacial : diendapkan di es

3.4 ANALISIS SENSITIVITAS


Analisis sensitivitas adalah analisis yang dilakukan untuk mengetahui
akibat atau pengaruh dari perubahan yang terjadi terhadap penyelesaian
optimal yang telah diperoleh. Pada program linear dengan metode simpleks
dapat diperoleh rumus untuk mengetahui rentang atau batas perubahan
sehingga penyelesaian optimal lama tetap dipertahankan.
Tujuan diadakannya analisa ini ialah :
a. Menilai apa yang akan terjadi dengan hasil analisis kelayakan suatu investasi
atau bisnis apabila terjadi perubahan didalam perhitungan biaya atau
manfaat.
b. Analisis kelayakan suatu usaha ataupun bisnis perhitungan umumnya
didasarkan

pada

proyeksi-proyeksi

yang

mengandung

ketidakpastian

tentang apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang.


c. Analisis pasca kriteria investasi yang digunakan untuk melihat apa yang
akan terjadi dengan kondisi ekonomi dan hasil analisa bisnis jika terjadi
perubahan atau ketidaktepatan dalam perhitungan biaya atau manfaat.

9 | Page

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

3.5 INVESTASI
3.5.1 Definisi Investasi
Investasi merupakan kata serapan dari bahasa asing dengan kata
dasar invest yang secara umum berarti kehilangan/memberikan sesuatu
untuk mendapatkan keuntungan setalah jangka waktu tertentu setalah
kehilangan/memberikan tersebut (Hassett, 2008).
Dalam ilmu finansial adalah memberikan nominal uang untuk
mendapatkan

pengembalian

yang

menguntungkan

secara

finansial

(Merriam-Webster, 2013). Secara ekonomi, istilah investasi dapat diartikan


sebagai akumulasi dari entitas fisik yang baru pada proses produksi seperti:
pabrik, permesinan, pergudangan, dan produk (Investopedia, 2013).

3.5.2 Jenis Investasi


Ada dua jenis investasi menurut Hassett:

Traditional investment
Investasi jenis ini terdiri dari:
1) Pinjaman
Investor biasanya mendapatkan hutang dari perusahaan atau
pemerintah yang sesuai perjanjian akan dibayarkan setiap
tahunnya untuk melunasi hutang tersebut. Nilai investasi bisa
berubah sesuai fluktuasi interest rate, yang pada akhirnya
mampu menilai apakah pinjam tersebut bernilai ataupun tidak.
2) Uang
Pada investasi jenis ini, uang akan ditanamkan pada investasi
jangka pendek dan rendah risiko seperti kredit motor dan
kendaraan lainnya.
3) Properti
Uang akan diinvestasikan dalam bentuk bangunan tak bergerak,
perumahan, dan properti lainnya. Hal ini ditujukan untuk
dipertahankan

yang

nantinya

akan

dijual

disewakan untuk pemasukan investasinya.


4) Saham

10 | P a g e

kembali

atau

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Merupakan

jenis

investasi

yang

populer.

Dengan

cara

mendapatkan saham dalam ekuitas dari perusahaan tertentu

dengan harapan agar harga sahan akan meningkat.


Alternative investment
Investasi jenis ini merupakan jenis invetasi selain dari empat investasi
konvensional di atas. Karena itu investasi jenis banyak sekali
variasinya. Mulai dari logam mulia, benda seni, koin, hingga kredit
karbon. Namun kesemuanya memiliki benang merah: aset yang
tangible.

3.6 BIAYA
3.6.1 Definisi Biaya
Biaya

dalam

bidang

akuntansi

berarti

besarnya

uang

yang

dikeluarkan/diberikan untuk memproduksi sebuah barang yang dimana


uang yang sudah dikeluarkan/diberikan tidak bisa kembali seperti sedia kala
(Sullivan, 2003).
Pada segi bisnis, biaya merupakann entitas yang hilang untuk
mendapatkan sesuatu hal yang lain. Entitas disini dapat diartikan sebagai
uang, usaha, material/bahan, sumber daya, waktu dan utilitas, risiko,
kesempatan yang tidak dilupakan. Semua biaya merupakan pengeluaran,
namun tidak semua pengeluaran merupakan biaya.

3.6.2 Jenis Biaya


Secara umum, biaya dapat dibagi menjadi dua bagian besar:
1) Fixed cost
Biaya tetap merupakan pengeluaran yang tidak

berubah

proporsinya terhadap aktifitas bisnis selama jangka waktu


tertentu selama proses produksi.
2) Variable cost
Biaya variabel merupakan pengeluaran

yang

selalu

berubah

tergantung dari aktifitas bisnis baik itu penjualan maupun proses produksi.

11 | P a g e

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Pada sebuah perusahaan variasi maupun ragam dari jenis biaya selalu
berada pada kedua cakupan jenis diatas. Hanya saja lebih spesifik dan
dikhususkan untuk aspek-aspek tertentu. Seperi biaya untuk gaji pegawai,
biaya pemeliharaan, dan sebagainya.

12 | P a g e

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

4 METODOLOGI
4.1 DIAGRAM ALIR
Diagram alir dari penelitian ini dapat dilihat pada diagram sebagai berikut
:

MULAI

IDENTIFIKASI
PERMASALAHAN
Identifikasi keadaan
operasional pelabuhan
belawan saat ini
Analisis biaya dan
manfaat pengembangan
alur pelayaran baru

Analisis teknis
dan ekonomis

STUDI LITERATUR

Data Sekunder :
PENGUMPULAN
DATA
Data Primer :
Arus barang di
Pelabuhan
Belawan
Ship call pada
Pelabuhan
Belawan
Sedimentasi
alam pada
alur
pelayaran

13 | P a g e

Profil Dermaga
IKD Pelabuhan
Belawan
Informasi biayabiaya yang
diperlukan

PENGOLAHAN DATA

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

ANALISIS DATA
Operasional Pelabuhan
Belawan yang dipengaruhi
oleh sedimentasi alam pada
alur pelayaran
Perhitungan biaya yang
dibutuhkan untuk
pengembangan alur
Analisis manfaat yang
didapatkan dari
pengembangan alur

SOLUSI
Kriteria :
Mengurangi
kerugian
yang dialami
akibat
dampak dari
biaya
pengerukan
alur tiap
tahun

ANALISIS TEKNIS &


EKONOMIS TERHADAP
SOLUSI
Analisis investasi
pengerukan kedalaman alur
Perhitungan cost & benefit
pengembangan alur
pelayaran baru

KESIMPULAN DAN SARAN

SELESAI

14 | P a g e

SELESAI

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

Secara umum tahapan pengerjaan tugas ini terdiri dari beberapa tahapan,
antara lain :
1. Tahap Identifikasi Permasalahan
2. Tahap Studi Literatur
3. Tahap Pengumpulan Data
4. Tahap Pengolahan Data
5. Tahap Analisis Data
6. Tahap Pencarian Solusi Permasalahan
7. Tahap analisis terhadap alternative solusi
8. Kesimpulan dan Saran

4.1.1 TAHAP IDENTIFIKASI MASALAH


Pada tahap ini dilakukan identifikasi mengenai permasalahan dari
tugas ini. Beberapa hal yang diidentifikasi adalah keadaan operasional
Pelabuhan Belawan saat ini, dan analisis biaya serta manfaat dari
pengembangan alur pelayaran baru Pelabuhan Belawan.

4.1.2 TAHAP STUDI LITERATUR


Pada

tahap

ini

dilakukan

studi

literatur

yang

terkait

dengan

permasalahan pada tugas ini. Materi-materi yang dijadikan sebagai tinjauan


pustaka adalah gambaran umum mengenai alur pelayaran lama dari
Pelabuhan Belawan, serta dampak dari pengembangan alur pelayaran baru.

4.1.3 TAHAP PENGUMPULAN DATA


Metode Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua cara,
yaitu :

1. Pengumpulan data langsung (primer), pengumpulan data seperti ini


dilakukan peneliti dengan dua cara yaitu:
a. Wawancara langsung kepada karyawan PT. Pelindo I Cabang Utama
Belawan, Divisi Pelayanan Terminal, dan Divisi Teknis yang menangani
masalah teknis pada alur pelayaran
b. Survey kondisi alur pelayaran

15 | P a g e

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

2.

Pengumpulan data secara tidak langsung (sekunder)


Pengumpulan data seperti ini dilakukan peneliti dengan
mengambil data seperti Jumlah kapal yang berkunjung di
Pelabuhan Belawan, arus barang pada Pelabuhan Belawan, dll.

4.1.4 TAHAP PENGOLAHAN DATA


Pada tahap ini dilakukan pengolahan data-data yang diperoleh baik
data sekunder maupun data primer, untuk dijadikan sebagai input didalam
melakukan perhitungan selanjutnya. Pengolahan data dilakukan untuk
mengetahui beberapa hal, yaitu:
1. Biaya dari pengembangan alur pelayaran baru Pelabuhan Belawan
2. Manfaat pengembangan alur pelayaran baru Pelabuhan Belawan
3. Perbandingan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang
akan

didapatkan

oleh

Pelabuhan

Belawan

setelah

melakukan

pengembangan alur pelayaran baru

4.1.5 TAHAP ANALISIS DATA


Pada tahap analisis data ini, berdasarkan data yang telah diolah
dilakukan analisa terhadap beberapa masalah yang berkaitan dengan
penelitian yang dilakukan berkaitan dengan cost and benefit analysis
pengembangan alur pelayaran baru Pelabuhan Belawan.

4.1.6 TAHAP PENCARIAN SOLUSI PERMASALAHAN


Pada tahap ini dilakukan pencarian beberapa alternatif solusi yang
dapat dilakukan untuk dapat mengatasi persoalan membengkaknya biaya
pemeliharaan dengan pengerukan alur pelayaran yang dilakukan tiap
tahunnya.

4.1.7 TAHAP ANALISIS TERHADAP ALTERNATIF SOLUSI


Pada tahap ini akan dibahas mengenai analisis investasi dari
pengembangan alur pelayaran baru Pelabuhan Belawan, serta cost and
benefit dari pengembangan alur pelayaran baru ini.

16 | P a g e

JURUSAN TRANSPORTASI LAUT


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111


Telp: 031 5961505, Fax : 031 596 1504
Email: seatrans@its.ac.id

4.1.8 KESIMPULAN DAN SARAN


Pada tahapan ini dituliskan hasil analisa dan evaluasi yang didapatkan
serta saran yang dapat diberikan oleh penulis untuk pengembangan lebih
lanjut.

17 | P a g e