Anda di halaman 1dari 446

lillil

- :

@ M

EDISI KETIGA

tm{u wil Hu wl{ilI

-

"-4;".t.Y;.;\.-L:-<

)lJ

arsltektu r

DTLENGKAPT cD-RoM A

FRANCIS D.K. CHING

ARSITEKTUR

Bentuk, Ruurg, don Toto no n

Edisi Ketigo

/l

,lJ

Froncis D.K. Ching

PENERBIT ERI.ANGGA

Jl. H. Boping Royo No. 100

,l3740

Cirocos, Jokorto

http,//www.erlon g go.ro.id (Ansgoto IKAPI)

Ii.iILl5{

!,

El:tdxrr Pcrif i:.or: r-h-:ig

rian i(erirsip*n P:o:*i*ei Jaw* 'Iimm

f

't'-rrF-c*!c*re-*-'*€.x.+

\bq

oet I |ltt l ( lzo ru-

Areitektur:

bentuk, Ruang, dan Tatanan

Edisi Ketiga

Francte D.K. Ching

Julul Aeli: Architecture:

Form,1pace, & Order

Third Edtllon

Francis D.K. Chinq

Copyright @ 2aA7 by John Wiley & 1one, lnc. Allrights reeerved

Tranelation CopyriqhL @ 2OOB by Tenerbit Erlangga

Thie Lranslalion ie an aulhorized tranelation from Lhe English

languaqe EdiLlon published by John Wiley & )one,lnc.

tsak Nerjemahan dalam Sahasa lndonesia pada ?enerbit, Erlangga berdasarkan perjanjian reemi langgal 27 Februari 2OOB

Alih Dahaea: Hanggan 5itumoranq

Edilor: Lemeda Simarmata

Duku ini dieet dan dilayouL oleh bagian Trodukei Tenerbit, Erlangga dengan Tower MacinLosh 05 (TekLon 7ro 10 pN)

Dicef,ak oleh: ?T Gelora Aksara Tratama

1211

765432

Oilarang keras mengutip, menjiplak, memfolokopi, al,au ment?erbanyak

dalam bentuk

a?a?un, baik eebaglan alau keeeluruhan isi buku ini, Eerta memperjualbelikannya

tanpa izin Lerlulis dari Tenerbit Erlangga.

@ HAK CIPTA PILINDUNGIOLEH UNDANG.UNDANG

TrakaLa vil

Tendahuluan ix

t. Elemen-elemen Utomo

Elemen-elemen Ulama 2

ltl,tK t+

Llemen-elemenTirik 5

DuaTitik 6

Gane B

Elemen-elemen linear 10

DariGariekebidang

bidanq 1B

Elemen'elemen berbentuk bidang 20

Volume 2B

Elemen-elemen Yolumet rle 30

14

2. Bentuk

Slfal-eifa|benluk 35

SentrukDasar 36

benLuk-bent uk Dasar y ang Ulama 3B

Lingkaran 39

Segitiga 40

Dujursangkar 41

Termukaan 42

Termukaan Melengkung 43

benluk-benhuk 1olid Trimer 44

b e nf,uk-b e nf,uk

4B

b e r af,u r a n & T i d ak b e r aLu r an

Transformasi1enluk 5a

lranstormastt Dlmensional 52 ben\uk-bentuk Sublrakr,if 54

gentuk-benluk Subtraktif dan Aditil 57

1enluk-oentu< Adirif 58

1en|uk-benhuk f erpueaf, 60

Dentuk-bentuk linear 62 benluk-benuuk Radial 66

ben|uk-bentruk Terklaetrer 6B

benluk-bentruk Orid 72

1enluran-benluran

pada benluk Geomet'ri

74

Linqkaran &bujurean1kar 76 GndyangOipuLar 78

Teneqasan AenLuk BO

Tept &9udut BZ

TenegaeanTermukaan BB

3. Bentuk & Ruong bentuk & Kuang: KeeaNuan dari yang

1eAawanan 96

DAFIAR ISI

Elemen- elemen lortsontal y an g Mendeltnieikan

Kuang lab

Aidang-bldanq Daear 104

bidan4-bidanq Daear yang Dianqkat 1 Oo bidang-bidang Dasar yanq Ditekan 1 12

bidang-btdang Nas Kepala 11 B

Elemen- elemen V erLikal yanT Mendeltnisikan

Tuang 124

Elemen-elemen Linear yang VerNikal 1 26

Bidanq Vertikal funggal 1 34

Konltqurasi btdang berben\uk'L 1 39

gidanq-bidang

Didang-bidanq DerbenLuk-U 1 50

EmpaN bidanq: Tenutup 156

Kangkuman Tipolo gi: Elenen- elemen ?endefnisi

Verlikal yang 1eialar 1 44

Kuanq 160

bukaan-bukaan dalam Elemen- elemen

Tende?tnisi Kuang 162

bukaan-bukaan di dalambidana

bukaan-bukaan di SuduI 166

Dukaan-bukaan di Anharabidang 164

Kualilas Kuang- ruan4 Aretf,ektrural 1 7 0

Tingkat,Tenulupan 172

Cahaya 174

ArahTandanq 178

164

4, Orgonisosi

)rqantsast bentuk & Ruang 1 84

Hubungan-hubungan Spaeial 185

KuangDalam?uang

lBo

Kuanq-ruanq yang Saling Mengunci 1BB

?uang-ruanq

Kuang- ruang yanq Dihubunqkan oleh Sebuah

y ang berdekaf,an 1 90

Ruangbersama 192

)rqanieasrorganisasi

Argantsasi-organieast

Spasial 1 94 lerpusaf, 1 96

)rqanisaerorganisasi Linear 206

)rganieasrorganieael

Kadial 21 6

0 rganisasi- organteast Derkl asLer 222

)rganisaerorganisasi

5. Sirkulosi

Orid 230

Sirkulaei: Terqerakan melalul Ruang 244

Llemen-elemen 7irkulaei 241

Tencapatan 242

Tinlu Maeuk 25O

Konltquraei Jalur 264

I'ubungan Kuang-Jalur 27 B

benluk Kuang 1irkulaei 2BZ

DAFIAR ISI

Proporsi & Skolo

Troporsi&)kala 294

?roporsrproporel

?roporsi-proporei Slruklural 296 Troporsi-proporsi Tabrikan 298

)ielem-eialem Troporei 299

Tenampang Emae (Golden )ectton) 3OZ

Oaris-qaris yanq Mengalur 3OO

Tatanan-lalanan Klasik 308

Teori-f,eori Kenaieans 31 4

MaNerial 295

Modulor 318

Ken 322

Antrropometn 326

)kala 329

Skala Visual 330 Skala Manueia 332

Terbandingan Skala 334

7. Prinsip-prinsip Trinsip-2rinsip Tenyusunan 338

7umbu 340

Simetri 348

Hirarki 358

Dalum 366

lrama 3Bz

Tenqulangan 3BZ

Tranelormaei 4OZ

Kesimpulan 4OG

Daflar ?uetaka Tilthan

Alosari 411

lndeke 419

409

ffiffiffi

a,

PRAKATA

Edisl perlama buku tni rnemberikan pengantar kepada mahasiewa areiNeklur mengenai bentruk dan ruang

serLa prinelp-prinet?

dalam arEi1eklur di mana dt dalamnyaLerkandunq suar,u perbendaharaan deeain yangl'idak eaja eangaf, mendaear t et api juga tidak lekang dimakan zaman. Edisi kedua melanjuf,kan Lradteinya sebagai buku

yang komprehenslf mengenai bagatmana hubunqan dan organtsaei ben\uk dan ruanq lerjadi dalam

pembenlakan linqkungan kita. ?enyempunaan ?ada ediei kedua int adalah pengedir,an f,eks dan ?enatrbahan

diagram-dtagrarn unf,uk memperjelae ist buku, penambahan canf,ah-canLah karya arsileklur 2ilthan, perluaean pembahasan pada bagian-baqtan lenlang bukaan, NanAAa, dan ekala, dan yang f,erakhir, ?enarfibahan qloeari

dan indeke unuuk ?ara desainer, Edist keliga tetap melanjulkan f,radiet memberikan iluelrast tenlanq

?enyantar

?enalaan keduanya di d,alam llnqkunqan ci?taan. benluk dan ruang eangat, ?enltnT

baqaimana elemen-elemen

fundamental dan unsur-unsur utama dalam desain argilekLural memanifeelaeikan

din dl sepanjang perjalanan eejarah umaL ntanueia, naryun kali im denqan menambaAkan

sebuah komponen

elektronik untuk memberikan aspek-aspek waktru dan perqerakan l,erhadap elemen-elemen dan prtneip'prtneil

yanq sudah diielaskan.

Modelmodel hielone di dalam buku ini diambil dart kurun wakLu yang berbeda-beda dan melampaui

balae-baLas budaya. l,/temanq upaya penyandingan lanqqam-lanqgam tni mungkin lerasa mendadak dalam

beberapa kesempaLan,.namun penqanbilan contoh-contoh yang ealingberbeda jauh tni memang disengaja Oaya berkolase segerti ini dimaksudkan untruk rnenqaiak pembaca agar dapal melihat keEamaan di anlara

kons|rukei-konstrakeiyang

eepertinyatidak serupa dankemudian menqamali denqanlebih cermaf,

2erbedaan-perbedaan kritts yanq mere?teksikan waklu oerta iem?al ?embual,an konel;ruksi-konef,ruksi

f,ereebut,. ?ara pembaca didoronq unf,uk memberi perhaLian khusue pada conl,oh-contah Lambahan yanq ditemui atau dtanqkat kembali dt dalam konteks ?enqalaffian lndlvidu masing-masing. Seliring semakin akrabnya

kila dengan elemen-elemen dan prinsip-prinsip deeain tereebuf,, akan lebih mudah bagi kif,a untuk membanqun

hubungan-hubunqan, katdah, serla f,ingkatr pemahaman yang baru.

ConLoh-conloh yanq dt\ampilkan di dalam buku int belum dapa| dkaLakan eudah lenqkap dan bukan juga

mefulu Afiuiukan eebaqai ?ralott?e untukkonee? al,au?un grinsip-prinsip yang dibahae. Temilthannya eemaLa-

maLa bertujuan untuk memberi pencerahan dan menjelaekan qaqaean-qaqaean 6?aeial dan benr,uk yang

Iengah dieksploraei. Gagaean-qayaean orietntl lni lebih tinqqi nilainya kelimbanq konteke hiahoris mereka dan

mendoronq kita untuk berepekulaet: Daqaimanakah mereka dianalisis, dipandanq, dan dialami? bagatmanakah

mereka dilranstormastkan menjadi eNruklur-sf,rukLur ruang dan enklosur yang koheren, bermanfaaf,, dan bermakna? baqaimanakah mereka diaplikaeikan ulanq untuk berbaqai maealah aretLektural? Denqan cara

penyajian buku yanq seperti ini diharapkan ?ara rnahaetewa akan memiliki pemahaman yang lebih evokat'if

mengenai arettekLur yang dialami eeeeoranq, areiteklur yang dilihaL eeeeoranq di dalam llLeraLur, dan

areilekLur yanq dibayangkan eeeeuanq ketika ia sedanq merancang.

UCAPAN IERITVIAKASIH

Saya berhulan7 budi kepada pihak-pihak berikuL atas kontribuei mereka yang

sanqa| beear dalam penyueunan edisi ?ertarrta buku ini: ForresL Wileon, yang

wawaeannya dalam hal cara ?enyarn?aian pnnsip-prinsip desatn membanlu

memperjelas pengorqanieasian maleri buku, dan yang telah memberikan

dukunqannya hingga buku ini dapaL terbil', James Tice, yang penqetahuan serLa

pemahamannya akan selarah dan teori arEttektur mem2erkuat, ?rooee ?enyuounan

buku ini; Norman Crowe, yang keahlian dan kerja kerasnya dalam mengajar arsiLektur

mendorong saya unf,uk merampunqkan buku ini; Koger Sherwood, yang risetnya

mengenai prinsip-prinsip pengorganieaetan bentuk memb anlu lersusunnya bab

menqenai ?rinoi?-?rinei? ?enalaan; Daniel Friedman, alae antuetaeme dan hasil ediLannya yanq eanqaf, cermat pada tahap akhil proses ?enyueunan buku; Diane

Turner dan Thilip l,amp, atae banLuannya dalam merieel maleri untuk tluElraei; dan

kepada para staf editrorial dan produkei di Van NosLrand Keinhold, atas dukunqan

dan pelayanannya yan7 luar biasa selama pembuaLan ediei yang perlama,

UnIuk edisi yang kedua, terima kaeih sebesar-besarnya kepada banyak mahasiswa

dan juqa dosen-dosen mereka yanq trelah menq1unakan buku ini selama berLahun-

lahun dan memberikan usulan-usulan perbaikan terhadap buku ini, eecara khusus,

saya inqtn berLerima kasih kepada para pendidik berikuL ini atas krittk membanqun

yang mereka eampaikan unLuk ediei ?ertarna: L Ru/olph barlon,Laurence A.

Clement, Jr., Kevln Forsef,h,)imon Herberl, Jan Jennings, Marlorie Kriebel, Thomas

E. )leinfeld, Cheryl Waqner, Jarnes M. Wehler, dan KoberI L. Wri1ht.

Dalam penyusunan edtsi keliga ini, saya berLerima kaeih pada Mtchele Chiuini,

Ahneen Farooar, dan Dexler I'ulse atae Lelaah mereka yanq sanqaf, mendalam

f,erhadap ediEi kedua. Meskipun eaya Nelah mencoba memaeukkan earan mereka ke

dalam buku, eaya f,elap berlanggunq jawab penuh terhadap seqala kekuranAan yanq

maeih ada di dalam buku ini. Secara khusue eaya ingtn menghaLurkan raea lerima

kaeth yang sebeear-beearnya keVada eLaf produkei dan editor di John Wiley & 1ons

alae dukungan dan doronqan dari mereka yang tak ternilai, dan kepada Nan-ching

Tai atras sumbanqan-sumbanqan kreaNil serLa bantuan-banf,uan leknisnya dalam

mempersiapkan komponen elekNronik edisi ket.iga ini,

viii / ARSITEKTUR: BENTUK, RUANG, & TAIANAN

UnLuk Debra, Emily, dan Andrew, yanq kecintaan mereka akan

kehidupan merupakan aturan utama arsif,ektur terhadap

tempat tinqgal

AreilekLur urrturnnya dibayangkan-didesaln-dan

PENDAHUTUAN

dtrealisasikan-dibangun-dalam upaya

rrteree?one seperangkal kondisi yanq ada. Kondiel-kondisi ini mungkin eaja murni berslfaf, fungsional, aLau munqkin juqa dalam kadar yang berbeda-beda merePteksikan iklim soeial, VoliI,ik,

dan ekonoml. Dalam eeLiap kaeus, diasumsikan bahwa seperangkal kondtei yang ada Lersebut'

masalahnya-dianggap

solusinya-diharapkan

kurang memuaskan, dan bahwa seperangkar, kondiei yanq baru-

akan hadir unf,uk memecahkannya.

Kegialan menciplakan aroir,ektur, oleh

karenanya, merupakan oualu ?roeee ?emecahan'maoalah arau ?roeeo desain.

Tahap awal dari segala lenis proses deeain adalah kesadaran akan adanya kondlei yanq problemalik dan keputusan untuk mencari solusinya. Lebih dari eeqalanya, desain merupakan suaLu Lindakan yang penuh Lekad, euaLu u?aya 6a?aI tu)uan. )eorang desainer ?erLama-tarna harus mendokumenlaeikan kondisi-kondisi yanq ada dalam suaLu maealah, mendefinisikan konlekenya, dan menqumpulkan daf,a yang relevan unLuk kemudian dipelajari dan dianalisis. lnl merupakan tahap proses desaln yang ?enlin1, karena, pada hakekaLnya, eebuah soluei mau lidak mau pasli lerkaiv dengan bagaimana sebuah masalah dtpersepsikan, didefinisikan, dan diarLikulasikan, 7ief, I'eln, eeoranq pujanqga dan ilmuwan Denmark yanq Lernarna, menjelaekannya sebaqai berikuL: ")eni adalah menyelesaikan maealai-masalah yang lidak dapaL diformulaslkan sebelum maealah-maEalah tereebuL aelesai dipecahkan. Troses meneLapkan ben|uk dari

? e rt a ny a a n m e r up aka n b a gi an d ari jaw ab a nny a."

Tak terelakkan bahwasanya para deeainer eecara tnLuilif akan memperkirakan soluei atae masalah yang ada di hadapannya, namun rcnLanq dan Nlngkal kedalaman perbendaharaan desalnnya mempengaruhi balk pereepei akan eualu ?ertanyaan serla pembenlukan jawabannya. Jlka pemahaman bahasa desain seeeorang lerbalas, maka rentang kemungklnan solusi f,erhadaV euaLu masalah pun akan lerbaLae pula. abh karena ilu, buku ini memfokuskan pada usaha memperluas dan memperkaya perbendaharaan desain melalui strudi elemen-elemen penLing dan prinsip-prineip eerla pengekeplorasian jajaran luae solusi Lerhadap maealah-masalah arelLeklural yang berkembang selalan dengan eelarah manueia.

Sebagai seni, arsileklur lebih dari sekedar memuaskan kebuluhan-kebuluhan fungeional murni dari sebuah ?roqram bangunan. Secara fundamental, manifesLasi fisik dari areilekLur menqakomodir aktivitas manueia. Namun, pengaluran dan penataan benbuk serla ruang juga menentukan bagaimana areitektur munqkin menqangkal sualu uEaha, membanqkiLkan ree?ane-

rea?one, dan mengkomunikasikan

makna. Oleh karena ilu, meskipun buku ini ber-fokus pada lde-ide

benluk dan ruang, namun Lidak dimakeudkan unf,uk mengesampingkan penLingnya aspek eosial, polltik, atau ekonomi dalam areiLekLur. SenLuk dan ruang dilampilkan bukan sebagai akhir darl makna mereka eendiri, namun sebagai alat unLuk memecahkan maealah dalam usaha mereo?on kondlsl-kondtsi fungst, Lujuan, dan kont eks- eecara areif,ekLural.

Analoginya mungkin adalah bahwa eeeeoranq harus Lahu dan mengerti abjad sebelum dapal

membenLuk kala-kal,a oerla ntenqeftlbangkan

koea kaLa; oeoeoranq harue mengerti taf,a bahasa

dan sinLaks sebelum dapal membangun kalimaf,; oeeeo?anq harus menqerti prinsip-prinsip komposisi (menqaranq) sebelum dapal menulis eEai, novel, dan sejenisnya. SegiLu elemen-elemen ini dimengerf,i, eeseorang dapat menulis dengan sendu maupun denqan keras, menyuarakan perdamaian alau mengobarkan kerueuhan, men1omenLari hal-hal kecil aLaupun berbicara dengan

makna yang mendalam. Dengan cara yanq oeru?a, ada baiknya aVabila kila memiliki kemampuan untuk mengenal elemen-elemen dasar bentuk dan ruang dan memahami baqalmana mereka dapat

dimanipulaetkan

dan diorganieaeikan di dalam pengembangan sebuah konsep desain, sebelum

menqhadapi isu yang lebih penLing, yailu makna di dalam arsiLeklur.

PENDAHUTUAN

Aqar dapat menempaLkan sLudi ini dalam konbeke yanq

LepaL, berlkul ini merupakan pandanqan unum Nentanq elemen, oiolem, gerta Natanan daEar yang membentuk

sebuah karya areiLektur. Unsur-unsur ini dapal dieadari

dan dialami. Deberapa di antaranya munqkin siap dan jelae,

oemenf,ara yang lainnya lidak begiLu jelas dilerima oleh

tnLeleklual dan indera kila. beberapa mungkin mendominaei,

gernenf,ara yang lainnya rrternainkan ?eranan sekunder

di dalam eualu or1anisaei banqunan. freberapa mungkin

merrbawa ?eoan dan Tarrtbaran, gernenf,ara yang lainnya bertindak sebaqai pemberi sifat mauVun Venqubah ?eean'

?eean ini.

Sisiem-sislem

Arsilehurol

Arcilehw dari

)ialami melalui

D i cap ai m el alui p e ran gkat

Mengakomodir sebuah

Kompalibel denqan

Ieknologi

Progrom

Konlelsnyo

x / ARSITEKTUR' BENTUK, RUANG, & TATANAN

Namun, dalam semua kasus, semua elemen dan sislem LersebuL sebaiknya saltng dikaiLkan unluk membenluk

suaNu kesatuan inlegral yang memiliki eebuah struklur yang

logie dan menyalukan. Tatanan-LaLanan arsitektrural dicipLakan keblka penqorqanisasian baqian-bagiannya menampakkan hubungan eaLu oama lain serf,a sLrukLur eecara keseluruhan.

KeXika hubungan ini dieadari sebagai oeeualu yang saling menguaLkan serta memberlkan andil Nerhadap sifat unik yang menyeluruh, maka hadirlah oebuah lalanan yanA

konsepbual-euaLu iatanan yang biea jadi lebih Lahan lama

dib an din

gkan vi ei - vi si p e m aham an y a n g b er sif aI; o e m e nt a r a,

?ola o rqa ni s as| hub un g an, kejel ae an, hi r a rki

)efinisi spaslal dan cilra benl,uk

KualiLae benluk, warna, f,eksLur, skala, proporsi Kualilas permukaan, tepi, dan bukaan-bukaan

?endekal,an dan akees masuk Konfiqurasi jalur dan akses

eekuen ruanq-ruanq

Cahaya, pemandangan, oentuhan, pendengaran, dan bau

SLruktur dan keb erdekalan

TroLeksi dan kenyamanan lingkunqan

Keeehalan, keamanan, dan keeejahleraan Kekuatan dan daya Lahan

Kebuf,uhan-kebubuhan

?enq7una dan aspirasi

Faklo r -f akto r s o sial b u d ay a FakLor-fakaor ekonomi

Kendala-kendala hukum Tradisi dan contoh- conloh historis

Tapak dan llngkungan

lklim: l./talahari, anqin, suhu, endapan

Geograft lanah, Lopoqraft, vegeLaei, air

KaraklerisLtk budaya dan kepekaan lem?atnya

& Tolonunnyo

tisik

Bentuk don Ruong

. Sentuk-bentuk solid dan kosong (void) , lnlerior dan eksterior

Persepluol Tereepsi dan pengenalan panca indera Lerhadap elemen-elemen fisik dengan cara

mengalaminya

waklu.

eecara berLahap di dalam

l(onsepiuol ?emahaman menyeluruh Lerhadap

hubungan-hubungan, baik y anq Lerl,aLa mau?un Lidak, di anLara elemen dan sislem

suaLu banqunan, gerLa reg?onnya Lerhadap

makna yang dikandunqnya,

eisLem dan organisasi dari:

'Ruang

,

.

.

)Lruktur

KeberdekaLan

Mesin-mesin

PENDAHUTUAN

7en d ekat an d an keb era n qkalan

Terqerakan masuk dan keluar Terqerakan melalul laLanan ruanq-ruanq

Funqsl dan aktivffas di dalam ruanq KualiLae cahaya, warna, f,ekeLur, pemandanqan, dan suara

,

.

.

.

,

Cilra

Tola

Tanda

eimbol

Konteks

. Teknik trerkaiL dengan Neori, prneip-prinsip, ataupun studi Lerhadap eua|,u ?rooeo rnau?un karya seni.

PTNDAHUI.UAN

Sislem Sposiol

- n*

t .i!

rq.

,-i !&'

1. r

{

B,r

il

. lnlegrasi elemen-elemen dan ruang ?roqram secara Liga dimensional menqakomodir beberapa funqsi dan hubungan

di dalam eebuah rumah.

Villa

Savoye, ?oissy, Taris fimur, 1923-31, Le Corbueier

xii / ARSITEKTUR: BENTUK, RUANG, & TATANAN

r.,'ill

^u-*-./'

'

i[

er{

*:''."-

l\.'

\

\

- \

r. t-'t

:\ ,

l!

.t'

I

'.,I

i,!

ll

{

x

Sislem Struhur

.

.

Jejarinq kolom yang rneno?anq balok-balok horisontal dan

pelaL lantat.

Dalok kanLilever menerima arah pendekaLan di sepanjang eumbu memanlanqnya

Sislem Keberdekoton

. EmVat, buah bidang dindinq eksterior mendelnieikan sebuah volume persegi yang berisikan ruany dan elemen-

elemen ?roq?am,

Analisie gralte ini men gilustrrasikan b a qaiman a arsit eklur mewujudkan inLegrasi harmonis bagian-bagian yang ealing lerkaiL dan terintregrasi menjadi sebuah kesatuan yang

kompleks dan menyeluruh.

il

\

i

:

:

:

.i;/

-!: 1-:,.i-.f':r

K/

\;

t./

-/'

.)

:

at

/

"

Sistem Sirkulosi

Tangqa dan ram menembus serLa menghubunqkan

lanlai, dan meninggikan pereepei penglihaL Lerhadap

bentuk di dalam ruang dan cahaya.

Denluk pinf,u masuk toyer yang melengkung merefieksikan

perqerakan mobil.

keliga

PENDAHUTUAN

ffiryt

k -riW.l:"'{-'-

fur'ffiiL"J l

H {*F'{ -l

'ffi.*"*''''

*r,?*-.i

i

,*r':l

'#t

:*1=-''tr

Konlels

.

.

Sebuah benLuk eksf,enor yang sederhana menyelimuli sebuah organieasi ruanq dan bentuk inberior yang

kompleks.

Dinaikkannya lantai uLama menyajikan sebuah

pemandangan yang lebih baik serLa Lerhindar dari

kelembaban f,anah. , Sebuah trerao Naman membaqikan cahaya maLahari kepada ruan7-ruan7 yanq berkumpul di sekelilingnya.

"Saqian eksLeriornya yang kual, hampir bujursangkar,

menqelilingi sebuah konfiquraei inLerior yang eekilae lerlihaL

melalui bukaan-bukaan

dan Nembusan di ataenya

Taf,anan

di dalamnya menqakomodir banyak fungsi sebuah rumah, ekala domesbtk, dan misLeri parsial yang melekal dalam euatu nuanea privasi. Ialanan luarnya menqekspreeikan kesaf,uan ide rumah pada skala mudah yang cocok f,erhadap pelaLaran h5au yang mendominasinya, dan mungkin

lerhadap koLa LempaL dimana ia kelak akan meniadt

bagiannya."

Roberl VenLuri, Complexity and Contradiction in Architecture,

1 966

xiv / ARSITEKTUR' BENTUK, RUANG, & TATANAN

\

/

{

i\-'

I

i

:

1

At

'lk

i'\

I

t

fil

llle

l}\-

Ah', ,,r"*

I

(

.?rt

l'1'r'

--.t

*-- -"" 'l

*

ll

A

/'\

./t

!

t<

I

-.-7 Y.l

r

I

Elemen-elemen Utomq

"Seluruh benluk bergambar dimulai dari Nittk yang menempalkan

dirinya dalam Titik iiu bergerak, ,.dan garis hadtr menjadi eebuah wujud-eebuah

dimenei ?erLarna.

Jika kemudian garis if,u berpindah unNuk membenluk sebuah bidang,

kila mendapatkan eebuah elemen dua dimenei.

Dt dalam pergerakan darl bidanq menuju ruang, benl,uran bidang'

bidang membangkif,kan eebuah badan (Liga dlmensional)

ranqkuman energi kinetik yanT trtenq\erakkan i,itik NersebuL menjadi sebuah garls, garis menjadi sebuah bidanq, dan bidanq menladi

eebuah dimensi spasial."

Sebuah

Taul Klee

The Tninking Eye: The Notebooks of Faul Klee

(ler1 em ah an 3 ah as a ln g gris')

1961

E I.EME N. ETEfYIE N UTAMA

bab pembukaan lnt menqhadirkan elemen-elemen ulama benluk dalam talanan

pertumbuhan mereka, mulai dari titikke sebuah garis sat.u dimenet, mulai dari

garie ke sebuah bidang dua dimensi, dan mulai dari bidangke sebuah volume triga

dimensi. Di aalam perbendaharaan desain arsitektural, seLiap elemen awalnya

dian qqap eeb a qal eebu ah elemen konsept ual. kemudian eeb aqai sebuah elemen

vieual.

)ebagai elemen-elemen koneeptual, Lilik, qarie, bidang, dan volume Lidak dapat

dilihal kecuali oleh matra pikiran. Meskpun mereka tidak berada secara aktual, namun kiNa merasakan kehadirannya, Kila dapa| meraeakan sebuah frtik pada

?ertetrtuan dua garis, sebuah garis yang menandai kontur sebuah bidanq, sebuah bidang yanq membungkue Eualu volume, dan volume eebuah obyek yang menqhuni ruang.

Ker,ika dibual lampak pada kerlas aNau ruang Niqa dimensi, elemen-elemen ini

menjadi benluk dengan karakterislik unsur, benluk, ukuran, warna, dan leksLar. Karena kita mengalami bentuk-benNuk ini di dalam lingkungan kita, eudah

sewajarnya kita da2at menyadari keberadaan elemen-elemen primer ltlik,'garis,

bidanq, dan volume di dalam el;ruktur mereka.

2 / ARSITEKTUR: BENTUK, RUANG, & TATANAN

+

+

+

+

.,!rl\\

lt\\\

^\

,*

\,

Sebagai penghasil bentuk dl dalam ruanq,

m e n gi n dika sika n s eb u ah

poeiei dt dalam ruang

Terpanjangan dari LiIik menjadi sebuah

yang memillki

,

.

,

Tanjanq

Arah

Tosiei

a

!

I

1

I

I

,

I

I

,

{

?erpanjanqan dari garis men)adi sebuah yang nemiliki:

,

.

.

,

,

Tanjang danlebar

Tupa

Termukaan

)rlentrasi

?ostsi

--.)

r"'" I

tt

II

|

l----'-'

")

?er p anjan gan e eb uah bidan q

menjadi sebuah

yanq memilikr:

,

.

.

,

.

Tanjanq,lebar,

dan kedalaman

bentuk dan ruang

Termukaan

Arienlasi

?osiei

E TETttI E N. E TETttI E N UTAftlIA

,iS;$,, i siao,g

It!

i

,,.'

ia:i

t!.

,i,

'l

TITIK

r-* --l

['l

li

1r 1l

t:

.,;

l','

-,:,

;

i,

+*

4 / ARSITEKTUR: BENTUK, RUANG, & TATANAN

t

,/',

r't,

.

I

!

Ti|ik menandakan oebuah ?aeiei ai dalam ruang. Secara

koneepLual, llLlk lidak rnefflliki ?an)anq, lebar, rrtaupun

kedalaman, dan oleh eebab itu eifal;nya elatio, rnemuoai,

dan Lak berarah.

Sebagai eebuah elemen uLama di dalam perbendaharaan

, benLuk, sebuah NiLik dapaL diqunakan w1truk rlenar,dat,.

!

Dlunq dan pangkal eebuah gate

?erpolonqan dua buah garie

?erLemuan garie di eudul eebuah bidang aLau volume Tusal sebuah btdanq

Meekipun eecaru teoretris r"idak memiltki rupa maupun

l

a'

-'_-

i,;;1

t.

-

t,

,

"

'.

'

i

l

I

i

,.,' I

,t

,

i !,

t.

'1.-,

.--,-*

"

bentuk, subah Lir"ik mulai fiembuar, keb,ad\rawtya Leraea ker,ika ditempal,kan di dalam sebuah bidang vieua| Di pusal lingkungannya, l\ltk alabil dan lenang. mengatur 'elemen-elemen di eekiLar lerhadapnya dan mendominasi bidanq f,ereebul.

Namun. keLika eebuah LiLik digeeer, bidanqnya menladi lebih aqreeif dan mulai bereaing unluk mendapatkan kewqqulan vtsual, Kefngangan, vieual lercipla di an'"ara

Lir,ik dan bidanqnva.

)ebuah lilik tidak memiliki dimenei. Agar dapal menandai poeisinya aecara vieual di dalam ruang alau di atas bidanq daearnya. sebuah tiLik harue diproyeksikan secara verLtkal ke dalam sebuah benf,uk linear, sebaqai sebuah kolom, luqu, atrau ntenara. )emua demen tereebut LerlihaL di dalam gambar denah sebaqai eebuah tiLik dan oleh karenanya mempertahankan karakterietik vieual eebuah Lilik.

Denhuk-benhuk

lain yang drmunculkan dari titik dan rnemlliki atribur,

visual yang serupa adalah:

Lingkaran

tr,

"Tholos" (Kubah) dari ?olycleitoe,

Epidauroe, tYunani, 350 3\A

rli

lll

\-j

.t-l

,]

i

Ruang baptis Menara ?isa, lLalia,

1153'1265 DioLi Salvi

, bola

"Cenotaph" (Iugu) baqi 1ir lsaac Newton ?royek, 17 84, Etienne-louis Doulee

Mont 9. Michel, ?rancte, Abad Xll dan sesudahnya. Komposisi piramidanya mencapai klimakenya da|am rupa eebuah puncak menara yang digunakan unluk nenandakan biara berbentenq ini sebagai sebuah LempaL yang khueue di dalam

lansekapnya.

;*,1

*':

[,

ETEMEN.ETT[llIEN TITIK

:+*!:'\'.'!*,.I i

1

t

,

o.no,.

.*:------.1-s{i f

.",

ri,:s

;l,1

ti

ir

I

tt

'

-"1

(^*

gi{.

*"ili'tr:i'

t *

":

l:F.a--.-'

,l

"

i;

,

ll

{J &*} .J fl-; ---,

I

,i-Jls- F+u

,lrroE--,tt

f

**-_

i'

J

i

'1,{

u{S

-

'J{r1--

: f-rn-"--k"i

*s

fr*c*+**;r]:Sr_=

"-

-

:

-*^-*{i--r 'll

Tiazza del Campidoglio, Kona, 1 5 44, Michelanqelo Duonarrof i

Talunq Marcue Aurelius yanq rrtenunqTang kudanya menandai

?uoat ruanq urban ini.

DUA TITIK

Dua liLik menggambarkan sebuah garis yang menghubungkan mereka. Meekipun liltk-tiLlk LereebuN memberikan panjanq yan1 Lertentu terhadap qaris ini, 6arie juqa dapat dianggap sebagai suaLu seqmen lalur lebth panlang yang tidak terhingga.

.l\

a-*

t\ t\

I

l-

I

I

I

I

l"r

l./

-t

't'

*----/-

I

I

\&.

r(-*'-*****-*--fr

Leblh dalam lagi, dua buah tiLik menunjukkan sebuah sumbu y anq legak lurue lerhadap garie y ang mereka qamb arkan dan menempaf,kannya oecara eimelris. Karena aksis lni bisa sala Nak Lerhingga panjanqnya, pada saatr LertenLu ia dapal menjadi lebih dominan dibandinqkan dengan garie yang digambarkan Nersebut.

Namun, dalam kedua kasus di atras, garie yang digambarkan dan

oumbu yanq Iegaklurue l,ersebut oecara o?tio Nampak lebth dominan

dibandingkan dengan Lak terhingganya jumlah garie yang dapaN

m el ew af,i

m a ein q- m a ein q titik

I er s eb uN,

6 / ARSITE(TUR, BENTUK, RUANG, & TATANAN

DuabuahtitikyansdihaEilkandidatamruanqoteY etemen- Inllfill[{fiflf,lfilffil I

i

i

DUA TITIK

z":;,:;,i1:::;:;i,i::z;"::::::::ti":z::i:;::::;-2ifr$lltl{lHfiffi{lllffi},--* r

?enata yan7 trelah digunakan sepan)ang sejarah untuk

menqorqanieasikan ruanq dan benluk banqunan.

:"@

Torii, Kuil lse, Trefektur Mie, Jepang,960

!r,

\

\

\

\

\.

' -'-

Di gambar denah, dua buah l,itik dapaL

menandakan eebuah gerb ang y ang menegaekan

jalur dari ear,u hern?af, ke lempatr yang lain. Jika dllinggikan, kedua lilik tereeb ul akan

mendef'nieikan baik eebuah bldang akses

masuk maupun ?enca?aian yang legak lurue r,er\adapnya.

-----i-*'--r-'-.'-.-*-"."-^f

''i1.,

\\

\

\.-

\\

\-_d\.-.

\*'>\

\s.

'r\

\

\

t-\.

>^'.

\

\.1 '\;v

f

I

I

I

a-"-----

The Mall, Washington, D.C,, Lerletak dt eepanjanq sumbu yang tercipta obh fugu ?erinqalan Ltncoln, l'/tonumen Washington, dan Gedunq

Konqres Amerika )erikal,.

GARIS

,e

\

\

Ylt

n

+

I

lr

8 / ARSIIEKTUR, BENTUK, RUANG, & TATANAN

{}

{-*\

{r,-- ,}

Sebuah titik yang dipanjangkan akan menjadi

sebuah garis. Secara koneegf,ual. gans

memiliki panjang, tapi tanpa lebar maupun

kedalaman. Jika sebuah tiLik eecara alamiah

adalah etatis, maka eebuah garis. dalam

mengqambarkan

lalur perqerakan sebuah tiLik,

mamgu mengekspreeikan arah. perqerakan. dan

pe'Lurb ha" zec ara viauat .

Oane meru2akan guaLr elernen ?enf,inq daam

seluruh formasi koneLrukei visual.

Garis dapat

diqunakan unluk

mengqabungkan. menq-

hubunqkan, rnena?anq.

mengelilingi, alau?un

rtenotorq e)eret-e eren v'e-al a nrya

. menjelaskan balas-batae serf,a membenkan

benLuk kepada bidang

m ene gaskan

p er muka an bi d an g

lleekipun eecara Neori hanya memiliki salu dimensl, sebuah qaris 2aeti memtlikt sekian t in gkaN keLeb alan unluk memb uaLny a dapaL

lerlihat. Dla terlihaL eebaqai garie hanya

karena panlanqnya yanA mendominaei lebarnya. Karakler sebuah qane, leqanq maupun lenLur, trela? mau?un oementara, anqqun maupun kaear, ditrentukan oleh pereepet ktta Lerhadap p erb andin gan p anlang-leb arny a, konhurny a,

da n

d e r ajal kemen erus anny a.

!

ar!

trt.

aitai

f ai4*.

GARIS

a a5rr

bahkan penqutansan eederhana etemen'eteme" AkW$g$$hlgyfwpgrXuxl6,qp6f&$SfSg45 €y$g*

yanA eeru?a?un, jika cukup menerue, dapat,

dianggap sebagai sebuah garie. Jenis garis ini meni)ikt kualitae-kuallLae l,ekslur yanq

?entinq.

0 rienLaei eebuah qarie mempengaruhi ?eranannya di dalam eebuah konelruksi visual. Jlka sebuah garie vertikal mampu mengekspresikan ouatu kondiei keeeLimbang dengan gaya gravitaei, melambangkan kondiat -- manueia alau menandai eebuah poeiei dalam ruanq maka eebuah garis hortsontal dapaL

melamb angkan slablliNas,

cakrawala, ryau?un Lubuh yang sedanq

b tdang daear,

berietirahat

Oaris yanq mirinq

m erup akan p enyimp an qan dari garie verNikal af,au

horiEonl;al. la bisa

dilihaN sebagai qaris verlikal

yang )al,uh af,au?un qaril

horisonf,al yanq bangkil. Daik

keduanya, apakah iru jatuh menuju eebuah Lrtk di atae bidanq dasar

aLau banqktt, menu)u eebuah

lempa| di an1kasa, qaris adalah dinamie dan aktif secara visual jika berada dalam keadaan trak

eeimbang.

tt6SS***S*tp**,'&**

-v