Anda di halaman 1dari 8

Metode Penambangan Quarry

Leave a messageChat Now


metode penambangan quarry marmer Description : Marmer Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil
proses. coal mining stripping ratio, stripping ratio encyclopedia. development
tambang dengan metode quarry mining; international engineering three roll ill;
mesin gerinda
http://venkateswaraindustries.in/crusher_plant/553-metode-penambanganquarry.html

c.

Quarry

Metode penambangan dengan cara Quarry adalah penambangan terbuka yang


dilakukan untuk menggali endapan-endapan bahan galian industri atau mineral
industri, seperti batu marmer, batu granit, batu andesit, batu gamping, dll.
Bentuk tambang berdasarkan letak endapan bahan galian industri itu senderi ada 2
(dua) macam, yaitu :

Side Hill Type

Side hill type merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian
indutri yang terletak dilereng-lereng bukit. Medan kerja dibuat mengikuti arah
lereng-lereng bukit itu dengan 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
Bila seluruh lereng bukit itu akan digali dari atas ke bawah, maka medan kerja
dapat dibuat melingkar bukit dengan jalan masuk (access road) berbentuk spiral.
Bila hanya sebagian lereng bukit saja yang akan di tambang atau bentuk bukit itu
memanjang, maka medan kerja dibuat memanjang pula dengan jalan masuk dari
salah satu sisisnya atau dari depan yang disebut straight ramp.

Keuntungan penambangan dengan cara ini adalah :


Dapat diusahakan adanya cara penirisan alamiah dengan membuat medan kerja
sedikit miring ke arah luar dan di tepi jalan masuk dibuatkan saluran air.
Alat-angkut bermuatan bergerak ke arah bawah yang berarti mendapat bantuan
gaya gravitasi. Dengan demikian waktu pengangkutannya (cycle time) menjadi
lebih singkat.
Sementara kerugian yang didapat jika menggunakan proses penambangan ini
adalah :
Meterial penutup harus dikupas dan dibuang sekaligus sebelum penambangan
dilakukan, berarti diperlukan modal yang besar untuk mengongkosi pengupasan
material penutup.

Karena jalan masuknya miring, kalau pengemudi-pengemudi alat-alat angkut


kurang hati-hati karena ingin dapat premi produksi, maka hal ini akan dapat
menyebabkan kecelakaan, terutama pada jalan masuk yang berbentuk spiral.

Pit Type/ Subsurface Type

Merupakan bentuk penambangan untuk batuan atau bahan galian industri yang
terletak pada suatu daerah yang mendatar. Dengan demikian medan kerja harus
digali ke arah bawah sehingga akan membentuk kerja atau cekungan (pit). Bentuk
medan kerja atau cekungan tersebut ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu :
Kalau bentuk endapan kurang lebih bulat atau lonjong (oval), maka medan kerja
dan jalan masuk dibuat berbentuk spiral.
Bila bentuk endapan kurang lebih empat persegi panjang atau bujur sangkar,
maka medan kerjapun di buat seperti bentuk-bentuk tersebut di atas dengan jalan
masuk dari sisi yang disebut straight ramp atau berbentuk switch back.

Bentuk-bentuk kuari (quarry) yang diuraikan diatas adalah bentuk-bentuk dasar dari
kuari yang tentu saja masih banyak lagi variasi-variasinya yang pada umumnya
diusahakan agar menyesuaikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan keadaan dan
bentuk endapan serta topografi daerahnya.

MAKALAH QUARRY
QUARRY

Dimensi batuan yang diproduksi pada sistem penambangan quarry, pada umumnya
adalah mineral yang berbentuk prismatik pendek atau balok-balok yang memiliki
ukuran dan bentuk yang kasar. Quarry pada dasarnya sama dengan open pits,
namun yang membedakannya adalah material yang ditambang. Open pit pada
dasarnya merupakan tambang terbuka yang menambang mineral logam.
Sedangkan quarry pada dasarnya merupakan sistem penambangan terbuka yang
menambang mineral non logam atau batuan, contoh material yang biasanya
ditambang pada quarry yaitu : marmer, batu granit, dan masih banyak lagi yang
lainnya. Selain dari jenis materi yang ditambang quarry dan opin pit juga memiliki
perbedaan dalam penyebutan jenjang dalam tambang, dalam open pit jenjang
disebut dengan benches sedangkan pada quarry jenjang disebut dengan faces yang
pada umumnya lebih rendah dan mendekati kearah vertikal dibandingkan dengan
opit pit. Pada penampilan keseluruhannya, highwall pada quarry pada umumnya
sangat tinggi dan sangat curam beberapa diantaranya mencapai dimensi vertikal
mendekati 1000 ft (300 m).
Sekarang ini, quarry tidak umum digunakan dalam metode penambangan, salah
satu contoh alasan yang mendukung pendapat tersebut yaitu sekarang ini Amerika
Serikat mulai memproduksi batuan dengan dimensi yang kecil. Selain itu tujuan dari
quarry pada beberapa waktu diterapkan untuk tambang terbuka yang memproduksi
mineral nonlogam, quarry lebih baik digunakan untuk memberikan batas-batas
pada dimensi batuan pada operasionalnya, dan metode-metode yang unik biasanya
berasosiasi dengan metode quarry. Pada proses crushing batuan gamping
diproduksi pada tambang open pit, sedangkan dimensi batuan gamping diproduksi
pada quarry.
Produk yang dihasilkan pada system quarry pada umumnya merupakan dimensi
batuan nonlogam (Barton, 1968). Pada umumnya, dimensi batuan granit, marmer,
batu gamping, batu pasir, batu ubin besar, dan slate yang diperkirakan semakin
lama semakin turun atau semakin susah untuk dipotong. Karena kesulitan atau
kendala dan biaya yang berasosiasi dengan proses pemotongan batuan, quarry
pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan metode lain di tambang terbuka,
dengan square set stoping, merupakan biaya terbesar dalam penambangan. Quarry

juga memiliki selektifitas yang tinggi, metode dalam skala kecil, dengan
produktifitas yang rendah.
Apabila dilihat dari geologi batuan yang akan ditambang dengan metoda quarry ini
adalah :
a. Endapan sekunder

: batu gamping

b. Batuan methamorphic

: marmer

c. Batuan beku

: andesit

Ada dua istilah yang dipakai pada cara penambangan secara kuari ini, berdasarkan
bentuk yang dihasilkan, yaitu :
Dimension stone, biasa pada penambangan batu mamer, dimana dipergunakan
gergaji atau dengan peledakan khusus, sehingga dihasilkan bongkah-bongkah yang
baik dan teratur. Produksinya sangat selektif dengan jumlah yang terbatas. Pada
metode penambangan ini muka dari jenjang (bench face) adalah hampir vertical.
Broken stone adalah cara penambangan guna menghasilkan batu pecah dan pada
umunya dilakukan dengan cara peledakan. Pada metoda penambangan ini, muka
dari jenjang (face bench) tidak pasti harus vertical, tetap diusahakan.
Berdasarkan letak endapan yang digali atau arah penambangannya, secara garis
besar kuari dapat dibagi menjadi menjadi dua golongan, yaitu :
-

side hill type

pit tipe

A.

Side Hill Type

Side hill type quarry adalah system penambangan yang diterapkan menambangan
batuan atau endapan mineral industri yang letaknya dilereng bukit atau
endapannya berbentuk bukit.
Berdasarkan jalan masuk (access road) kepermukaan (front) penambangan, maka
side hill type dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :

1.

Jalan masuk berbentuk spiral

Cara ini diterapkan apabila seluruh lereng bukit akan digali atau ditambang.
Penggalian dilakukan mulai dari bagian atas kearah bawah.

2.

Jalan Masuk Langsung

Cara ini digunakan apabila hanya sebagian lereng saja yang akan digali. Permukaan
kerjanya dibuat memanjang sepanjang lereng yang akan digali dan jalan masuk dari
salah satu sisinya atau dari depan.

A.

Pit Type

Adalah sistem penambangan yang diterapkan untuk menambangan batuan atau


endapan mineral industri yang terletak pada suatu daeah yang relatif mendatar.
Jadi tempat kerjanya (front) digali kearah bawah sehingga membuat cekungan (pit).
Berdasarkan jalan masuk kepermukaan kerjanya (front), pit type memiliki tiga
kemungkinan untuk membuatnya yaitu :
1.

Jalan masuk spiral

2.

Jalan masuk langsung

3.

Jalan masuk zigzag

Apabila bentuk endapan yang akan ditambang kurang lebih bulat atau lonjong,
maka jalan masuk dan permukaan kerjanya (front) penambangan dibuat berbentuk
spiral.

URUTAN PENGEMBANGAN SISTEM QUARRY

Unsur-unsur mineral yang memproduksi endapan batuan yang bernilai


ekonomis, pada umumnya sifat fisikanya lebih besar dibandingkan dengan sifat
kimianya. Unsur-unsur tersebut meliputi : warna, tampilan, competence, uniformity
(perlapisan batuan), ketahan atau kekuatan batuan, dan bebas dari retakan-retakan
(kekar), kecacatan, discontinuitas lapisan, dan lain-lain (Singletone, 1980).
Prospeksi dan eksplorasi dilakukan dengan system yang berbeda dari proses
pencarian bijih secara tradisional. Proses pengembangannya juga sangat unik.

Setelah permukan dibersihkan, proses perencanaan dan pembangunan


fasilitas-fasilitas pendukung dikonstruksi mendekati kearah quarry(Bowles, 1958).
Tidak hanya sekedar pengkonsentrasian nilai mineral, namun berupa rencana
penyelesaian proses produksi dengan sawing (gergaji) dan polishing (pemolesan)
pada setiap blok batuan. Setiap blok-blok dipotong dengan ukuran kasar pada
quarry, seluruh penambangan dan proses operasi diarahkan untuk proses penangan
pada setiap blok. Waste (buangan) sangat besar, sehingga area pembuangan
(disposal) harus disediakan dekat dengan are produksi. Beberapa overburden (pada
umumnya unsur minor) dipindahkan dengan stripping (konvensional atau
hydrraulicking), dan endapan out crop-nya bersih dan batuan yang lapuk
dipindahkan dengan proses blasting jika diperlukan.
Bukaan pertama atau face pertama di quarry dicapai dari bentukan yang
dipotong lurus dari lebar quarry ( quarry yang diletakkan tepat atau sesuai dengan
sifat batuan, bedding, joint, dan lain-lain). Potongan pada quarry dibentuk dengan
metode cutting atau channel pada key block. Dengan ukuran panjang 4 ft. (1,2 m)
dan dengan lebar 12 ft (3.6 m) dengan ketinggian mencapai 30 ft (9.1 m)
Satu kali blok dipindahkan, key SLOT dapat memotong silang quarry yang
pertama kali dipotong, sekarang ada dua bidang bukaan dan balok-balok dengan
ukuran yang diinginkan sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan. Ketika
pemotongan dilakukan dengan menyilang antara lebar dan panjang quarry, maka
pekerjaan pada level yang baru dapat dilakukan dengan memindahkan key block
yang lain.

URUTAN OPERASI QUARRY

1. Pengupasan OB
Pada umumnya asosiasi antara overburden dengan dimensi endapan batuan sangat
sedikit sehingga pengupasan dengan metode sederhana sudah cukup. Jika operator
kekurangan peralatan yang lebih spesifik, maka kontrak kerja untuk pengupasan OB
dapat dibatalkan. Metode pengupasan quarry sama dengan metode pengupasan
pada open pit. Adapun prosedur pengupasan OB, yaitu sebagai berikut :
a.
Pengeboran
(sangat keras).

: auger (batuan lemah), roller bit (medium), percussion

a.

: ANFO (alternative : rip, jika kondisinya lemah).

Peledakan

a.
Excavasi
end loader (batuan).

: dragline, scrapper, atau monitor (untuk tanah), front-

a.

: truck, scrapper, cast (dengan dragline)

Pengangkutan

2. Pengolah Batuan
Pada dasar material yang ditambang dengan metode quarry memiliki sensifitas
alam yang tinggi, sehingga unit operasi ini harus dilakukan. Pembongkaran batuan
selalu dilakukan tanpa peledakan, hanya dengan menggunakan gergaji (shatter)
dan spoil untuk membentuk blok-blok batuan. Pemotongan atau pembuatan
channel menggunakan tiga sisi blok yang bebas dimana kita menganggap bagian
yang bebas itu, berada di bagian depan dan atas batuan.
Batuan yang keras seperti granit dipotong dengan cara pembuatan channel,
sedangkan pada batuan lemah dipotong dengan gergaji. Adapun unit operasi pada
pengolahan batuan, meliputi :
a.
Pemotongan
: rotary, chain atau wire-rope saw untuk batuan lemah,
percussion, flame-jet, atau water jet channeler (untuk batuan keras).

b.
Wedging
blasting.
c.

: drill dan broach, wedge, plug, dan feathers; light

Excavation/hoisting : crane, derrick, hoish.

d. Pengangkutan

: rail, truck, conveyor