Anda di halaman 1dari 11

METODE TAMBANG BAWAH TANAH

MENGGUNAKAN PENYANGGA

ARDINAL
F1D113002

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016

METODE TAMBANG BAWAH TANAH


MENGGUNAKAN PENYANGGA

Dalam tambang dalam


atau
tambang
bawah
tanah,
penyanggaan
adalah suatu aspek yang
sangat
penting
yang
sangat terkait dengan
safety atau keselamatan
kerja. Dimana fungsi dari
penyanggaan itu sendiri
adalah untuk menahan
atau menopang batuan pada tunnel (lubang bukaan) agar tidak
terjadi keruntuhan yang tentu sangat tidak diinginkan untuk
terjadi.
Fungsi dari penyanggaan di tambang dalam atau tambang
bawah tanah adalah :
1. Menyangga batuan yang potensial untuk runtuh
2. Menahan / menghentikan perpindahan lubang bukaan
Tujuan :
Mempertahankan luas dan bentuk bidang penampang yang
cukup dan melindungi pekerja dari resiko tertimpa reruntuhan.
Macam-macam penyangga :
A. Penyangga pasif
Bersifat mendukung / menahan batuan yang akan runtuh
dan tidak melakukan reaksi langsung terhadap beban yang
diterima (rigid)
Macam-macam penyangga pasif :
1. Penyangga kayu
- Cribbing (pack)
Dengan
bentuk
penampang yang lebar
umumnya digunakan di
daerah yang memerlukan
pemerkuatan
tinggi,
seperti di lubang produksi
dan perempatan (jnction)
Pada pemasangan dilubang prosuksi (longwall)
susunan cribbing dapat dikombinasikan dengan

batang besi yang dilepas, yang disebut chock


release

Gambar : Contoh susunan Cribbing dikombinasikan


dengan besi baja

Three Piece Set


Digunakan
pada
lubang bukaan yang
berbentuk persegi
panjang dan terdiri
dari tiga
bagian
utama, yaitu bagian
atas (cap) dan dua bagian samping / tiang (post)

Square Set

Digunakan pada lubang vertikal (raise / winze)


-

Five Piece Set

2. Penyangga besi baja


- Two Piece Arch dan Three Piece Arch
Bentuknya
seperti
busur dan umumnya
digunakan di daerah
lubang-lubang utama.
Kadang
dikombinasikan
dengan kayu atau dapat juga dikombinasikan dengan
beton.

Rolled Stell Joist (I-beam)

Dipasang untuk lubang yang bentuknya empat


persegi panjang dan digunakan di daerah lubanglubang produksi. untuk beberapa alasan metode ini
kadang dikombinasikan dengan kayu atau beton.
Keuntungan penyangga besi baja :
-

Homogen dan mempunyai sifat elastisitas yang tinggi


Tidak dipengaruhi oleh kelembaban
Lebih tahan lama dibanding penyangga kayu

Kerugian penyangga besi baja :


-

Mahal harganya

3. Penyangga beton

Beton adalah campuran antara semen, pasir dan air


yang kadang-kadang ditambah CaCl2 (calsium chlorida)
yang berfungsi sebagai pemercepat waktu pengerasan
(curring time)
Keuntungannya penyangga beton :
- Mempunyai kuat tekan yang tinggi
- Tahan terhadap pengaruh cuaca
- Bahan-bahan mudah didapat
Kerugian penyangga beton :
- Kuat tarik rendah
- Dapat hancur tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda
- Hancuran beton tidak dapat digunakan lagi
B. Penyangga aktif
Bersifat
melakukan
reaksi
langsung
(yield)
dan
memperkuat
batuan
tersebut
secara
langsung
(reinforcement)
Macam-macam penyangga aktif
1. Baut batuan

2. Hidraulic Props
Tiang
penyangga
yang
pada dasarnya terdiri dari
dua silinder dimana silinder
yang satu bergerak didalam
silinder
lainnya
dengan
mekanismenya
menggunakan
sistem
hidraulic
Penyangga ini umumnya
digunakan
untuk
penyangga sementara pada
lubang-lubang
produksi,
lubang bukaan untuk elayanan penambangan

3. Powered Roof Support (PRS)

Powered Roof Support (PRS) adalah suatu bentuk


penyangga yang diterapkan di suatu tambang batubara
di penambangan longwall
Penyangga ini tidak hanya berfungsi menyangga atap,
tetapi juga berfungsi untuk mendorong conveyor
bergerak maju dengan tenaga hidraulic.

Tambang bawah tanah yang menggunakan


penyangga atau Suported Stope Method
adalah sebagai berikut :
1. Cut and Fill
Adalah suatu metode penambangan dengan jalan mengambil
bagian demi bagian (slice by) dimana bagian yang sudah
ditaambang dikeluarkan orenya lalu dimasukan material pengisi
sebelum penambangan berikutnya dilakukan.
Material pengisi disini berfungsi sebagai berikut :
a. tempat berpijak untuk pemboran dan penggalian
berikutnya.
b. sebagai penyanggah batuan sekelilingnya.
c. Untuk mencegah terjadinya penurunaan permukaan.
System ini cocok untuk endapan sebagai berikut :
Untuk endapan yang berbentuk Paint dengan dip 450
Untuk endapan dengan ketebalan 1-6 meter.
Batuan sampingnya agak lunak/kurang kompak.
orenya memiliki nilai yang tinggi dan memerlukan mining
recovery yang tinggi guna menutupi ongkos.
e. Dapat dipergunakan untuk endapan bijih yang batasnya
kurang teratur dan banyak terdapat Barrent rock (batuan
sekelilingnya masuk kedalam bijih). Diantara endapan bijih
yang sedang ditambang.
a.
b.
c.
d.

Keuntungan :
a. Cukup pleksibel sehingga dapat menambang bagianbagian yang sulit dan dapat mengadakan selektif mining.
b. dari stope dapat dilakukan eksplorasi untuk mengetahui
arah penyebaran bijih selanjutnya.
c. Barrent rock/Wasle dapat dipakai material pengisi.
d. Pemakai timber sedikit sehingga kemungkinan kebusukan
kayu dan kebakaran jarang terjadi.
e. Bisa mendapatkan mining Recovery yang tinggi.
f. Bila memungkinkan penambangan dilakukan pada
beberapa tempat sehingga produksinya besar.
g. Kecil kemungkinan terjadinya penurunaan permukaan
Kerugiaan:
a. Selain menambang juga harus mencari material pengisi

b. harus dilakukan pemisahaan yang cukup baik antara


endapan bijih dengan material pengisi agar tidak terjadi
pengotoran
c. Ongkos penambangan relatif tinggi

2. STULL STOPING
Adalah suatu metode penambangan yang menggunakan
penyanggaan kayu (timber), dan penyangga dipasang langssung
dari hanging wall ke foot wall. Penyangga ini disebut stull.
Penyanggaan ini bias sistimatis,tetapi bias juga hanya dipasang
setempat bila bila keadaan batuan memungkinkan.
Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang
memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Kekuatan bijih agak tebal, sehingga tidak perlu disangga


kekuatan batuan samping mudah pecah
Kemiringan endapan tidak terlalu berpenggaruh
Ukuran endapan antara 1-3 meter, yaitu ketebalan masih
bias dicapai oleh penyangga kayu tanpa sambungan
(timber)
e. Kadar bijih tinggi, karena ongkos penambangan juga tinggi.
Cara penambangan :
a. Penerapannya dibatasi oleh panjang stull.
b. Untuk menghindari amblesan (Surface Subsidence) maka
harus diisi degan material pengisi sehingga dapat berubah
manjadi cut and fill
c. Kalau penurunan permukaan bumi, maka lubang bekas
lombong dapat dibiarkan kosong dan runtuh sendiri maka
biasanya yang dipakai top slicing.
Segi positif stull stoping :
a. Cara penambangan sangat sederhana karena cara
penyanggan ini tidak sulit sehingga tidak memerlukan
banyak karyawan yang terampil
b. Bisa meninggalkan pillar yang terbuat dari barent rock.
c. Karena luwes dapat dilakukan selective mining, maka
perolehan tambangnya bias tinggi.
d. Memiliki jaminan keamanan yang cukup baik dibandingkan
square setting atau cut and fill, karena ukuran endapan
bijihnya tipis.
Segi negatif Stull Stoping :

a. Karena memakai penyangga kayu dapat menyebabkan


pembusukan serta kebakaran.
b. Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya
pengotoran.
c. Dapat menyebabkan amblesan kecuali diikuti dengan
pengisian bekas-bekas lombong.

3. Square Set Stoping


Square set stoping merupakan sistem panambangan dengan
penyanggaan secara sitematis yang saling tegak lurus kesegala
arah (tiga dimensi). Penyangga ini memilki kerangka berupa
kubus maupun empat persegi panjang.
Cara ini cocok untuk endapan yang bersifat :
a. Kekuatan bijih lemah serta mudah runtuh.
b. Kekuatan batuan samping lemah serta mudah runtuh
c. Bentuk endapan tak perlu memiliki batas-batas yang baik
atau jelas dilihat, misalnya mempunyai off shoot, pocket,
dll.
d. Kemiringan endapan > 450 yg berbentuk urat bijih.
e. Ukuran endapan minimum 3,5 m.
f. Memiliki kadar bijih yang sangat tinggi.
Umumnya cara ini cocok untuk endapan dengan batuan yang
lunak, oleh karena itu cara penambangan ini sulit untuk diubah
kecara penambangan yang lain.
Akan tetapi kalau sangat terpaksa, misalnya karena keadaan
batuan agak keras dan surface subsidence tidak boleh terjadi,
maka dapat diubah ke cara cut and fill atau stull stoping bila urat
bijihnya tipis.
Cara penambangan ini dapat dipakai sebagai pelengkap atau
pembantu cara penambangan lain bila bentuk bijihnya tidak baik,
misalnya ditemukan off shoot, atau penyangga under cat pada
blokcaving. Kecuali square setting sering dipergunakan untuk
mengambil pillar yang terletak diantara lombong-lombong yang
sudah diisi dengan filling material.
Segi positif Square Set Stoping :

a. Dapat digunakan untuk menambang segala macam ukuran


dan bentuk endapan bijih, asal kemiringan >45 0,luwes
dalam arti dapat menambang segala macam bentuk
endapan.
b. Dapat dipakai untuk endapan dan batuan samping yang
keadaannya sangat lunak dan mudah runtuh.
c. Memungkinkan dilakukannya penambangan dengan mining
recovery yg tinggi > 90% (high mining extraction)
d. Ventilasi lebih mudah diatur.
e. Dapat memberi keamanan kerja yang tinggi.
Segi negatif Squar Set Stoping :
a. Memakai banyak penyangga kayu sehingga menyebabkan
ongkos penambangan manjadi mahal, kemungkinan
bahaya kebakaran lebih besar, dan dapat terjadi
pembusukan sehingga akan terbentuk gas-gas beracun.
b. Waktu untuk penyiapan dan penyediaan kayu penyangga
lebih kurang dari 30%, sedangkan volume kayu yang
dibutuhkan sekitar 6-15%.
c. Sukar diubah kesistem penambangan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

http://juliansuramas.blogspot.co.id/. Diakses pada 19 April 2016


pukul 23.45 WIB
https://www.scribd.com/doc/268916627/Penyanggaan-TambangBawah-Tanah. Diakses pada 19 April 2016 pukul 23.45 WIB
https://ugcoalmine.wordpress.com/tag/sistem-penyanggaan/.
Diakses pada 19 April 2016 pukul 23.45 WIB
http://www.genborneo.com/2012/04/penyangaan-tambangbawah-tanah.html. Diakses pada 19 April 2016 pukul 23.45
WIB
https://www.academia.edu/9330197/METODE_TAMBANG_BAWAH_
TANAH. Diakses pada 19 April 2016 pukul 23.45 WIB