Anda di halaman 1dari 5

Durasi: 75 menit

1. Sebutkan dan jelaskan apa saja hak dari pemegang saham menurut KNKG!
Hak pemegang saham harus dilindungi dan dapat dilaksanakan sesuai
peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan. Hak
pemegang saham tersebut pada dasarnya meliputi:
a. Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara
dalam RUPS berdasarkan ketentuan satu saham memberi hak kepada
pemegangnya untuk mengeluarkan satu suara;
b. Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat
waktu, benar dan teratur, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia, sehingga
memungkinkan pemegang saham membuat keputusan mengenai
investasinya dalam perusahaan berdasarkan informasi yang akurat;
c. Hak untuk menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang
diperuntukkan bagi pemegang saham dalam bentuk dividen dan
pembagian keuntungan lainnya, sebanding dengan jumlah saham yang
dimilikinya;
d. Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat
mengenai prosedur yang harus dipenuhi berkenaan dengan
penyelenggaraan RUPS agar pemegang saham dapat berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan, termasuk keputusan mengenai hal-hal
yang mempengaruhi eksistensi perusahaan dan hak pemegang saham;
e. Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam
perusahaan, maka: (i) setiap pemegang saham berhak mengeluarkan
suara sesuai dengan jenis, klasifikasi dan jumlah saham yang dimiliki; dan
(ii) setiap pemegang saham berhak untuk diperlakukan setara
berdasarkan jenis dan klasifikasi saham yang dimilikinya.
2. Apa peran dari investor institusi dalam kerangka corporate governance di
sebuah perusahaan?
Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham oleh pemerintah,
institusi keuangan, institusi berbadan hukum, institusi luar negeri, dana
perwalian serta institusi lainnya. Adanya kepemilikan oleh investor institusional
akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal terhadap kinerja
manajemen, karena kepemilikan saham mewakili suatu sumber kekuasaan yang
dapat digunakan untuk mendukung atau sebaliknya terhadap kinerja
manajemen. Ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh investor institusional
sangat tergantung pada besarnya investasi yang dilakukan. Keberadaan
investor institusi dapat menunjukkan mekanisme GCG yang kuat yang dapat
digunakan untuk memonitor manajemen perusahaan.
3. Mengapa transaksi dengan pihak berelasi atau mengandung benturan
kepentingan wajib diungkapkan dalam laporan corporate governance?
Karena sesuai dengan OECD Principle of CG part III yaitu The Equitable
Treatment of Shareholders (Perlakuan adil terhadap Pemegang Saham).
Kerangka corporate governance harus menjamin perlakuan yang sama dari

semua pemegang saham, termasuk pemegang saham minoritas dan asing.


Perlakuan yang adil harus dialami oleh semua pemegang saham dimana,
semua pemegang saham harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan ganti
rugi yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka.
4. Jelaskan peran akuntan profesional dalam memfasilitasi perlakukan setara
terhadap pemegang saham!
Peran akuntan profesional dalam memfasilitasi perlakuan setara terhadap
pemegang saham adalah dengan cara menerapkan prinsip transparansi
(keterbukaan) sehingga seluruh pemegang saham, tidak terkecuali pemegang
saham minoritas dan pemegang saham asing, semuanya mendapatkan
informasi yang sama dan jelas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
operational perusahaan dan laporan tahunan perusahaan.
5. Gambarlah struktur corporate governance yang diterapkan di Indonesia!
Apa perbedaan one-tier dengan two-tier board system?
RUPS

Dewan Komisaris

Dewan Direksi

Indonesia menganut struktur Two tiers seperti gambar di atas.


Jika One tiers maka setelah RUPS langsung ke Dewan Direksi tanpa ada
Dewan Komisaris.
Sedangkan Two Tiers mengenal Dewan Komisaris setelah kekuasaan RUPS.
Komisaris merupakan perwakilan pemegang saham yang dipilih dalam RUPS
dan berfungsi untuk mengawasi kinerja Dewan Direksi. Komisaris bertanggung
jawab dalam RUPS, Sedangkan Dewan Direksi dipilih oleh Dewan Komisaris
dalam RUPS dan bertanggung jawab ke pada Dewan Komisaris dan RUPS.
Dalam pelaksanaannya Komisaris dibantu oleh Komite2 khusus.
6. Mengapa diwajibkan adanya Komisaris Independen dalam sebuah
perusahaan publik? Apa fungsinya?
Keberadaan Komisaris Independen muncul setelah adanya Surat
EdaranBapepam Nomor: SE03/PM/2000 dan Peraturan Pencatatan Efek Nomor
339/BEJ/07-2001 tgl 21 Juli 2001 dan UUPT No 40 tahun 2007. Menurut
ketentuan tersebut Perusahaan publik yang tercatat di Bursa wajib memiliki
beberapa anggota Dewan Komisaris yang memenuhi kualifikasi sebagai
Komisaris Independen. Jumlah Komisaris Independen adalah sekurangkurangnya 30% dari seluruh jumlah anggota Komisaris.
Fungsinya:
Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak terafiliasi
dengan direksi,anggota dewan komisaris lainnya, pemegang saham pengendali,

serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat
mempengaruhi kemampuannya bertindak independen.
Status independen terfokus kepada tanggung jawab untuk melindungi
pemegang saham, khususnya pemegang saham independen dari praktik
curang atau melakukan tindak kejahatan pasar modal.
7. Berikan contoh dan penjelasan tanggung jawab dari komite-komite yang
ada di bawah dewan komisaris!
Komite Penunjang Dewan Komisaris
1. Komite Audit
a. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan
bahwa: (i) laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum, (ii) struktur pengendalian internal perusahaan
dilaksanakan dengan baik, (iii) pelaksanaan audit internal maupun eksternal
dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku, dan (iv) tindak lanjut
temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen;
b. Komite Audit memproses calon auditor eksternal termasuk imbalan jasanya
untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris;
c. Jumlah anggota Komite Audit harus disesuaikan dengan kompleksitas
Perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan
keputusan. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek,
perusahaan negara, perusahaan daerah, perusahaan yang menghimpun dan
mengelola dana masyarakat, perusahaan yang produk atau jasanya
digunakan oleh masyarakat luas, serta perusahaan yang mempunyai dampak
luas terhadap kelestarian lingkungan, Komite Audit diketuai oleh Komisaris
Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau pelaku
profesi dari luar perusahaan. Salah seorang anggota memiliki latar belakang
dan kemampuan akuntasi dan atau keuangan.
2. Komite Nominasi dan Remunerasi
a. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris
dalam menetapkan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan
Direksi serta sistem remunerasinya;
b. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisaris
mempersiapkan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan
mengusulkan besaran remunerasinya:. Dewan Komisaris dapat mengajukan
calon tersebut dan remunerasinya untuk memperoleh keputusan RUPS
dengan cara sesuai ketentuan Anggaran Dasar;
c. Bagi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek, perusahaan
negara, perusahaan daerah, perusahaan yang menghimpun dan mengelola
dana masyarakat, perusahaan yang produk atau jasanya digunakan oleh
masyarakat luas, serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadap
kelestarian lingkungan, Komite Nominasi dan Remunerasi diketuai oleh
Komisaris Independen dan anggotanya dapat terdiri dari Komisaris dan atau
pelaku profesi dari luar perusahaan;
d. Keberadaan Komite Nominasi dan Remunerasi serta tata kerjanya
dilaporkan dalam RUPS.

3. Komite Kebijakan Risiko


a. Komite Kebijakan Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam
mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai
toleransi risiko yang dapat diambil oleh perusahaan;
b. Anggota Komite Kebijakan Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris,
namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi dari luar
perusahaan.
4. Komite Kebijakan Corporate Governance
a. Komite Kebijakan Corporate Governance bertugas membantu Dewan
Komisaris dalam mengkaji kebijakan GCG secara menyeluruh yang disusun
oleh Direksi serta menilai konsistensi penerapannya, termasuk yang bertalian
dengan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social
responsibility);
b. Anggota Komite Kebijakan Corporate Governance terdiri dari anggota
Dewan Komisaris, namun bilamana perlu dapat juga menunjuk pelaku profesi
dari luar perusahaan;
c. Bila dipandang perlu, Komite Kebijakan Corporate Governance dapat
digabung dengan Komite Nominasi dan Remunerasi.
8. Apa isi secara umum ASEAN Corporate Governance Scorecard Part D?
ASEAN CGC Part D secara umum berisi tentang Pengungkapan dan
Transparansi, baik menyangkut pengungkapan struktur kepemilikan, kualitas
laporan Tahunan (Annual Report), pengungkapan transaksi dengan pihak
berelasi, transaksi saham perusahaan, audit eksternal dan laporan audit
eksternal, media komunikasi, ketepatan waktu merilis laporan keuangan
tahunan, website perusahaan, dan hubungan dengan investor.
9. Jelaskan tugas dan tanggung jawab auditor internal dan eksternal dalam
penegakan corporate governance!
Auditor Eksternal
Auditor Eksternal bertanggungjawab memberikan pendapat terhadap laporan
keuangan perusahaan.Laporan Auditor Independen adalah ekspresi dari opini
profesional mereka mengenai laporan keuangan. Meskipun laporan keuangan
adalah
tanggung
jawab
dari
manajemen,
auditor
independent
bertanggungjawab untuk menilai kewajaran pernyataan manajemen dalam
laporan melalui laporan audit mereka.
Auditor Internal
Dalam rangka pelaksanaan GCG, Auditor Internal melaksanakan fungsi
sebagai berikut :
a. Bertanggungjawab kepada Direktur Utama dan mempunyai akses dengan
Komite Audit.
b. Memonitor pelaksanaan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur
perusahaan.
c. Menelaah kinerja korporat melalui mekanisme audit keuangan dan
operasional.

d. Memelihara dan mengamankan aktiva perusahaan dan menangani faktor


risiko secara baik.
e. Melaksanakan fungsi konsultan dan memastikan pelaksanaan GCG.
10. Bagaimana korporat bisa berperan dalam penegakan
pelaksanaan tanggung jawabnya terhadap stakeholders?

etika

dan