Anda di halaman 1dari 42

UMUM

WPPS

METODE
KERJA

A. PENDAHULUAN
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi yang di utamakan adalah
pencapaian target yang telah di tetapkan,yaitu target waktu,biaya dan mutu
pekerjaan. Untuk mencapai target tersebut perlu direncanakan metode kerja yang
cepat,tepat praktis dan aman.
Metode kerja berhubungan erat dengan aspek teknolagi, dimana aplikasi teknolagi
terkini sering perlu diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, kadang
kala harus ada terobosan dalam metode kerja dalam menyelesaikan pekerjaan,
terutama pada saat menghadapai kendala-kendala di lapangan. Metode kerja
yang dilengkapi dengan teknolagi baru sangat membantu dalam mengatasi
kendala tersebut.
Metode kerja yang diterpakan pada proyek ini di bagi menjadi 3 (tiga) bagian yang
saling berhubungan dan saling melengkapi, yaitu :

Uraian pekerjaan dan metode pelaksanaannya


Alur pelaksanaan (flow chart) dan manajemen mutu.
Visualisasi peleksanaan pekerjaan

A.1.

URAIAN PEKERJAAN DAN METODE PELAKSANAANNYA


Merupakan penjelasan pelaksanaan pekerjaan secara rinci dan selama
proyek berjalan
sampai dengan serah terima, mulai dari lingkup pekerjaannya, uraian
pelaksanaan dan alat bantu yang di pakai.
A.2.

ALUR PELAKSANAAN (FLOW CHART) DAN MANAJEMEN MUTU


Merupakan penjelasan prosedur pelaksanaan pekerjaan dan tanggung
jawab personil proyek, yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan.
Masing-masing menerapkan prosedur dengan disiplin tinggi, sehingga
akan menghasilkan pekerjaan dengan mutu yang baik.
Setiap pekerjaan dipantau mutunya, baik dari sisi material yang sesuai
dengan RKS dan BQ serta dari sisi tenaga kerja yang kompeten. Juga
alat bantu yang dipergunakan selalu mengutamakan keamanan dan
keselamatan kerja.

A.3.

VISUALISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Merupakan penjelasan rincian pelaksanaan pekerjaan secara visual,
berupa gambar dan foto, supaya memperjelas dan memudahkan
pemahaman metode pekerjaan yang telah diuraikan. Visualisasi
pekerjaan tersebut antara lain :

- Posisi direksi keet, gudang, pagar pengaman dll.


- Sirkulasi keluar/ masuk material dan alat bantu.
- Urutan perioritas pelaksanaan pekerjaan.

B. URAIAN TENTANG PEKERJAAN YANG DI LELANG


Pekerjaan yang di lelang merupakan pekerjaan Pembangunan Gedung
Auditorium Paket II yang terletak di sentul, Kab. Bogor, Jawa Barat, Berdasarkan
dokumen lelang sebagai
Rencana kerja dan Spesifikasi Teknis (RKS)
Rencana Anggaran Biaya Pekerjaan (Kuantitas Pekerjaan)
Gambar lelang yang mencakup pekerjaan : Struktur / Arsitektur / Mekanikal
dan Elektrikal
Berita Acara Penjelasan (Aanwjzing)
Dari hasil penjelasan lelang (aanwizjing)dan juga peninjauan lapangan, dapat
diperoleh secara garis besar gambaran tentang pekerjaan yang dileleang, gambaran
ini perlu karena sangat membantu dalam penentuan sarana dan prasarana yang akan
dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan.
Hasil pengamatan dilapangan adalah sebagai berikut :
URAIAN
Lokasi

DETAIL LAPANGAN
Pinggir jalan besar
Jauh dari jalan besar

Jalan Masuk

Sempit
Sedang
Lebar

Batas Proyek

Rumah warga
Bangunan komersil
Sawah/bukit

Halangan

Portal Kabel
telepon.listrik
Bangunan Exsisting
Jalan menanjak

Area Proyek

Bangunan exsisting
Tanah lading bersemak

Transfortasi

Truk Fuso
Truk diesel kecil
Gerobak

Jam Material

09.00 s/d jam 20.00


malam
20.00 s/d jam 04.00 pagi

CHECK

KETERANGAN

WPPS
A.

PERENCANAAN PROYEK

METODE
KERJA

PENDAHULUAN
Suatu proyek dapat berjalan baik, lancer dan terjaga mutunya bila semua pihak
yang berkaitan, baik kantor maupun lapangan saling bekerja sama, saling
membantu dan saling mendukung. Selaian sari itu juga koordinasi
antarapelaksana proyek dengan pangawas lapangan (MK) dan pemberi tugas
berjalan dengan baik.
Hubungan kegiatan yang terjadi dalam suatu proyek dapat dilihat pada ilustrasi di
bawah ini, yang menjelaskan bagai mana proyek dapat diselesaikan dengan baik.

B. STUKTUR ORGANISASI PROYEK

Struktur organisasi proyek yang direncanakan untuk melaksanakan pekerjaan,


disesuaikan dengan syarat-syarat yang tercantum dalam RKS, dimana semua personil
yang terlibat telah mempunyai jam terbang yang cukup dan kompeten dalam
melaksanakan pekerjaannya.

C.

KOORDINASI PROYEK

Setelah SPK / kontrak di terima dan di tanda tangani, maka diadakan koordinasi
awal antara manajer proyek yang didukung oleh kantor dengan pemberi tugas,
pengawas lapangan dan instasi terkait.

Adapun koordinasi yangdilakukan adalah sebagai berikut :

D.

Penentuaan are kerja dan penempatan sarana / prasarana awal seperti :


Direksi keet
Kantor proyek
Gudang dan lainnya
Penentuan peil banjir
Penentuan jalan keluar / masuk material dan peralatan proyek
Format adminstrasi yang akan di pakai

MANAJEMAN MUTU

Prosedur pelaksanaan pekerjaan perlu dibuat agar di peroleh gambaran yang


lebih rinci, tahapan pelaksanaan pekerjaan, dan juga keterkaitan masingmasing pekerjaan, supaya pekerjaan yang di hasilkan bermutu.

WPPS

PERSIAPAN

METODE
KERJA

A.

PENDAHULUAN
Sebelum pekerjaan utama dalam suatu proyek konstruksi dilaksanakan,
pekerjaan yang pertama harus dilakukan adalah Pekerjaan persiapan.
Pekerjaan persiapan harus direncanakan sebelumproyek dimulai, bahkan sudah
dipersiapkan pada saat tender ( lelang), karena merupakan bagian dari metode
kerja yang diusulkan pada panitia.

B. PELAKSANAAN PERSIAPAN
Adapun pekerjaan persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek
konstruksi meliputi semua sarana dan prasarana yang akan dipergunakan dalam
pelaksanaan proyek, antara lain:

B.1.

Perencanaan Site Plan


Perencanaan Kebutuhan sumber daya
Pengadaan Material untuk persiapan
Pembuatan Shop drawing
Mobilisasi Peralatan
PERENCANAAN SITE PLAN
Perencanaan Site Plant meliputi perencanaan tata letak dari semua
fasilitas/ sarana yang duperlukan selama pelaksanaan proyek.
Perencanaan tersebut harus sedemikian rupa, agar tidak ada bongkar
pasang karena area bangunan. Sarana tersebut antara lain:

Kantor proyek/ pengawas/ pemberi tugas (Direksi keet)


Gudang material dan alat
Base camp staff dan barak tenaga kerja
Los kerja pembesian dan kayu
Pagar pengaman sementara dan pos jaga
Jalan kerja
Penempatan alat bantu proyek
Toilet umum/ tempat sampah

Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan site plan agar tidak


menggangggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai
berikut:
Penempatan material harus terlindung dari cuaca, terutama
semen
Material harus ditempatkan sesuai dengan kelompok dan
ukurannya

Jalur masuk/ keluar alat dan kendaraan tidak mengganggu


pekerjaan
Los kerja harus berdekatan dengan penumpukan material
Penempatan pos jaga yang efisien agar dapat mengawasi seluruh
area
Penempatan alat bantu yang diatur agar tidak menghalangi
pekerjaan
B.2.

PERENCANAAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA


Yang dimaksud dengan sumber daya disini adalah sumber daya listrik/
air yang akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Sumber daya listrik adalah listrik yang dipergunakan selama proyek
berjalan seperti: penerangan- peralatan kantor- peralatan kerja (bar
bender- bar cutter- pompa air- mesin potong keramik dll) AC dan lain
sebagainya
Sumber air yang dimaksud adalah kebtutuhan air selama pelaksanaan
pekerjaan seperti: air kerja- toilet- pencucian kendaraan proyek
perawatan beton (curring)-test plumbing-perawatan plesteran dinding
dan lain sebagainnya.

B.3.

PENGADAAN MATERIAL UNTUK PEKERJAAN PERSIAPAN


Material yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan persiapan tidak
terlalu banyak, hanya untuk: pagar pengaman- kantor proyek-direksi
keet- barak tenaga kerja- gudang dan los kerja.

B.4.

PEMBUATAN SHOP DRAWING (GAMBAR KERJA)


Gambar Kerja / shop drawing merupakan acuan bagi pelaksanaan
pekerjaan dilapangan, dengan adanya gambar kerja maka pelaksanaan
pekerjaan akan lebih mudah dan terkendali secara teknis, baik dari sisi
waktu maupun mutu pekerjaan.
Gambar kerja harus dipersiapkan dari awal dan mendapat pengesahan
dari pengawas proyek atau konsultan perencanaan sebelum
dilaksanakan, supaya sesuai dengan semua dokumen lelang dan
penjelasan.

B.5.

MOBILISASI PERALATAN
Mobilisasi peralatan awal masih terbatas untuk pekerjaan persiapan,
hanya untuk: pagar pengaman- kantor proyek- direksi keet- barak
tenaga kerja- gudang, los kerja dan bangunan sementara lainnya.

WPPS

A.

STRUKTUR BETON BERTULANG

METODE
KERJA

PENDAHULUAN
Struktur beton bertulang merupakan kerangka dari suatu bangunan baik beban
mati maupun beban hidup ditopang oleh struktur beton, oleh karena itu
diperlukan metode pelaksanaan kerja yang baik, mudah, efektif, efisien dan
murah. Sehingga perlu direncanakan bentuk bekisting, teknik pemotongan besi
beton dan cara pengecoran dengan matang, tanpa meninggalkan kekuatan
beton itu sendiri.

B.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi beton bertulang
agar menghasilkan struktur yang kuat, rapih dan tepat adalah sebagai berikut:

Metode pengecoran secara global


Peralatan yang dipergunakan

B.1.

METODE KERJA PENGECORAN GLOBAL


Metode pengecoran merupakan hal penting yang akan mempengaruhi
semua metode detail konstruksi, pada umumnya ada 2(dua) macamyang
sering dipakai, yaitu:

B.1.1.

Full Slab ( Pelat di cor sekaligus )


Half Slab ( Pelat di bagi menjadi 2 tahap pengecoran )
FULL SLAB

Biasanya dipergunakan untuk bangunan yang tidak luas, volume beton


relative tidak banyak, sehingga lebih efektif bila pengecoran dilakukan
sekaligus.
Pada metode ini bekisting lebih boros, karena harus full satu lantai dan
baru dapat dibuka setelah kekuatannya mencapai yang direncanakan,
sehingga untuk lantai diatasnya bekisting harus buat yang baru lagi.
Tetapi dari segi kecepatan, metode ini lebih cepat.
B.1.2.

HALF SLAB

Biasanya dipergunakan untuk bangunan yang luas, volume beton ralatif


banyak, sehingga lebih efektif bila pengecoran tidak dilakukan sekaligus.
Pengecoran dihentikan pada diatas dan sistemnya menggunakan papan
catur.

B.2.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN


Alat bantu yang dipergunakan untuk fabrikasi bekisting dan pembesian
dapat dilihat pada table berikut dibawah ini:
PEKERJAAN
BEGISTING
KOLOM
BULAT 80 cm

ALAT BANTU
KETERANGAN
Khusus terbuat dari Hasil
lebih
bagus,
Fiber glass dengan rangka cepat dan presisi
besi siku

PEMBESIAN

Bar bender
Bar Cutter

Hasil lebih cepat dan


lebih baik

PENGECORAN
BALOK

Beton
Concrete Pump
Vibrator
Compresor
Slump test

Beton K 350

PENGECORAN
BALOK INDUK

PENGECORAN
PLAT

Khusus
presstresed
Beton
Concrete Pump
Vibrator
Compresor
Slump test
Beton
Concrete Pump
Vibrator
Compresor
Slump test

pakai Untuk
Balik
Beton
Prestressed
bekerja
sama dengan ahlinya

Beton K 350

Urutan pekerjaan khusus Balok Prestressed dengan menggunakan metode Post


Tensioned Beams di Balok Utama
1. Balik induk yang akan dicor telah siap bekisting dan pembersihan
2. Memasang Cassing Kabel (yang terbuat dari alumunium dengan spiral
3. Pengecoran Beton dilaksanakan:
Pada area balok utama harus hati-hati jangan sampai casing kabel rusak

Pemakaian vibrator harus benar- benar teliti dan sesuai ketentuan


berlaku
4. Penarikan kabel Baja/ kabel Prestressed dilaksanakan setelah beton
mencapai umur 28 hari
5. Dilakukan pengisian casing kabel prestressed dan untuk mengunci kabel
telah ditarik/ menggunakan bahan graouting melalui pipa kecil yang
dipasang sebelumnya.

C.

yang
telah
yang
telah

QUALITY CONTROL
-

Bekisting

- Rata dan lurus

Pembesian

- Diameter sesuai gambar


- Bentuk sesuai gambar
- Ikatan harus kuat
- Beton decking harus cukup

Beton readymix

Pengecoran
bila kurang

- Mutu sesuai syarat dalam RKS


- Slump 12 cm 2 cm
- Waktu setting < 2 jam
- Penecoran memakai talang bawaan concrete mixer
Panjang dibantu dengan talan seng
- Supaya adukan tercampur rata, harus diaduk

dengan vibrator

PASANGAN DINDING DAN


PLESTERAN

WPPS
A.

METODE
KERJA

PENDAHULUAN
Pasangan dinding dapat terbuat dari bata merah, bataco atau celcon yang
berfungsi sebagai pelindung dari cuaca luar, pasangan dinding diplester dan di
aci untuk memperoleh tampilan yang baik, dan umumnya di fitnah dengan cat.

B.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Sebelum proses pemasangan dinding bata dilaksanakan, ada hal- hal yang
perlu mendapat perhatian sehubungan dengan tampilan bangunan secara
keseluruhan, yaitu antara lain:
# Posisi as bangunan
# Hasil pengecoran kolom dan balok beton
# Kusen pintu dan jendela
B.1.

POSISI AS BANGUNAN
Untuk menghindari adanya eksentrisitas gaya yang bekerja, posisi as
bangunan diperiksa kembali, apakah masih tepat atau ada perubahan,
bila ternyata kurang tepat, lebih baik as bangunan diperbaiki kembali.

B.2.

HASIL PENGECORAN KOLOM DAN BALOK BETON


Bagian sisi kolom atau balok beton yang berhubungan dengan dinding
harus diperiksa dulu sebelum dinding dipasang, terutama ukuran dan
tegak lurusnya kolom. Bila kolom tidak tegak lurus, akan terlihat jelas
pada sat dinding dipasang. Sehingga perlu adanya perbaikan kolom
beton.

B.3.

KUSEN PINTU DAN JENDELA


Pada saat pemasangan dinding, bila kusen pintu dan jendela memakai
alumunium, harus dibuatkan lubang dengan ukuran yang sama dengan
kusen alumunium.

C.

METODE PEKERJAAN PASANGAN DINDING


C.1.

DINDING BATA MERAH


Bata merah harus direndam dulu sebelum dipasang, setelah jenuh air
batu bata dipasang dengan adukan yang telah disiapkan dengan
memakai beton molen dan campurannya sesuai dengan RKS/ BQ.
Selama pekerjaannya kelurusan dinding bata diperiksa dengan
theodolith.

C.2.

PLESTERAN
Sebelum plesteran dimulai, dinding bata harus disiram dulu agar jenuh
air, hal ini untuk menghindari adanya retakan pada plesteran, kemudian
dibuatkan plesteran kepala yang akan dipakai sebagai patokan dalam
pelaksanaan plesteran berikutnya. Langkah pekerjaan plesteran adalah
sebagai berikut:

C.3.

Dinding bata disiram air


Buat kepala plesteran, minimal 3 jalur
Kepala plesteran diratakan dulu dengan jidar alumunium
Periksa posisi air raksa, setelah rata, plesteran dapat dilanjutkan
ACIAN

Demikian juga dengan acian, sebelum dimulai, plesteran disiram dudu


sampai jenuh air, baru kemudian di aci dengan adukan semen yang
dicampur air hingga kental, untuk menghasilkan acian yang halus,
setelah adukan agak kering, acian harus digosok dengan kertas semen
C.4.

SEKONENGAN
Selain halusnya acian, sudut dari dinding harus lurus dan lancip,
sehingga dinding terlihat rapih, untuk menjaga mutu sudut dinding
(sekonengan), dalam pelaksanaannya harus sering di ukur dengan
unting- unting.

D.

ALAT BANTU
Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan dinding bata dalah:
Theodolith
Beak ukur
Beton meter kap. 0,225 m3
Unting- unting
Sendok adukan
Dolaag
Jidar alumunium

E.

QUALITY CONTROL
- Dinding bata

Plesteran

- Bata rendam dulu sebelum dipasang


- Rata dan lurus
- Kelurusan periksa dengan theodolith
- Dinding bata disiram air dulu
- Periksa plesteran dengan jidar alumunium + air

raksa

- Acian

WPPS

- Gosok sampai rata dan halus dengan kertas semen

PINTU / JENDELA ALUMUNIUM

METODE
KERJA

A.

PENDAHULUAN
Pekerjaan pintu atau jendela alumunium meliputi pekerjaan fabrikasi kusen,
pasang kusen, fabrikasi daun pintu/ jendela dan oasang daun pintu/ jendela.
Pekerjaan pintu/ jendela yang merupakan finishing berpebgaruh pada tampilan
bangunan, sehingga pelaksanaannya harus cermat.

B.

HAL- HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Dalam proses pelaksanaan pekerjaan pintu/ jendela perlu diperhatikan hal- hal
yang menentukan hasil akhir pekerjaan, yaitu:
Ukuran kusen dan pintu/ jendela
Lubang kusen (opening)
Celah antara kusen dan dinding bata

C.

B.1.

UKURAN KUSEN DAN PINTU/ JENDELA


Yang perlu diperhatikan adalah lebar atas dan bawah kusen, juda sudut
kusen apakah sudah siku apa belum. Juga semua pemotongan kusen
alumunium menggunakan mesin potong alumunium.

B.2.

LUBANG KUSEN/ OPENNING


Lubang untuk kusen harusdirapihkan, dan ukurannya harus sama
dengan ukuran kusen, terutama sudut dari lubang kusen, supaya pada
saat pemasangan kusen tidak mengalami kesulitan.

B.3.

CELAH ANTARA KUSEN DAN DINDING


Celah antara kusen alumunium dan dinding (opening) harus ditutup dan
dipastikan air dari luar, terutama air hujan tidak dapat masuk ke dalam
ruangan.

METODE PEKERJAAN PASANGAN KUSEN DAN DAUN PINTU/ JENDELA


C.1.

KUSEN ALUMUNIUM
Fabrikasi kusen menggunakan mesin potong alumunium dan dikerjakan
di work shop, agar lebih rapih dan pemasangannya lebih cepat. Tahapan
pemasangan kusen sebagai berikut:

C.2.

Periksa lubang kusen ( opening)


Bila sudah benar, pasang kusen alumunium
Periksa sudut kusen, sudah siku atau belum
Bila sudah siku, kusen di angkur ke dinding bata

DAUN PINTU/ JENDELA


Daun pintu dan jendela dipasang setelah lantai selesai difinish, karena
itu perlu diadakan pemeriksaan kembali sebelum daun pintu/ jendela
dipasang

Periksa kembali lebar kusen bagian atas dan bawah


Bila lebar kusen tidak berubah, periksa kembali sudut kusen
Bila masih siku dan keadaannya baik, daun pintu/ jendela dapat
dipasang
Khusus untuk daun jendela, periksa karet kaca, harus kedap air dari
luar
C.3.

D.

ALAT BANTU
Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan pintu/ jendela kayu
adalah:
-

E.

KACA MATI/ KACA DAUN PINTU DAN JENDELA


Ukuran kaca yang akan dipasang harus lebih kecil dari profil kusen,
supaya kaca ada kesempatan memuai atau menyusut bila kena panas/
dingin, pemasangan karet kaca harus sesuai dengan profil kusen, tidak
boleh ada celah. Semua kaca yang menghadap ke luar bangunan harus
kedap air.

Mesin potong alumunium


Alat potong kaca
Alat pegang kaca
Waterpass + air raksa
Pistol sealant
Ramset

QUALITY CONTROL
- Kusen

- Anodizednya rata dan profil halus


- Tebal anodized sesuai dengan RKS
- Ukuran dan tebal profil sesuai RKS

- Karet

- Fleksibel

- Daun pintu/ jendela

- Siku dan sambungan rata


- Tebal daun pintu/ jendela sesuai profil kusen

- Kaca

- Rata dan tidak bergelombang

F. MANAJEMEN MUTU

Tidak

BUAT
SHOP
DRAAWING
Periksa Shop
Drawing

Kaca terpasang dengan baik, dan


kedap air

Ya
PEMASANGAN
PINTU / JENDELA

OK ?

Periksa posisi karet,


periksa silicon sealnt

OK ?
Ya

Tidak

PASANG KACA
PINTU/JENDELA
SELESAI

PENGUKURAN
DAN
PENENTUAN
POSISI KUSEN
Periksa Posisi
Kusen

OK ?
Periksa tebal daun
pintu/jendela, sesuai profile
kusen. Perksa kunci, lancar dan
mudah dioperasikan

OK ?
Ya

PASANG DAUN
PINTU /JENDELA
Ya

BUAT OPENING
KUSEN
PINTU/JENDELA
Tidak

Periksa Ukuran Sda


Benar, Kerapihan
Adukan

OK ?

WPPS

OK ?
Periksa dimensi
bgn atas/bwh
kusen

PERIKSA LAGI
UKURAN KUSEN

KERAMIK
LANTAI DAN DINDING
Ya, Kusen Pintu/Jendela
dipasang

METODE
KERJA

A.

PENDAHULUAN
Pekerjaan keramik baik lantai maupun dinding tergantung pada pangaturan
tata letak keramik dan juga potongan keramik. Bila alur keramik lurus dan
lebarnya sama, serta potongan keramik besarnya sama pula maka setelah
terpasang, keramik akan terlihat rapih dan bagus.

B.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Dalam proses pemasangan keramik, baik lantai maupun dinding banyak hal
yang harus mendapat perhatian lebih, antara lain sebagai berikut :

Pola tata letak keramik


Ukuran potongan keramik tepi
Adukan yang rata
B.1.

POLA TATA LETAK KERAMIK

Ukuran dan tata letak keramik harus disesuaikan dengan ruangan,


agar ruangan
terlihat lebih luas/lebih lega dan serasi.
B.2.

UKURAN POTONGAN KERAMIK TEPI

Ukuran keramik dipasaran belum tentu bisa sama dengan ukuran


ruangan, oleh
karena itu perlu direncanakan alur keramik agar tidak ada
potongan-potongan
kecil 4 cm. Dan juga bila harus ada potongan keramik, posisi
potongan keramik
sebaiknya diletakkan pada tempat yang tersmbunyi. Misalnya
dibawah lemari,
meja atau lainnya.
B.3.

ADUKAN YANG RATA


Keramik merupakan tempat tumpuan meja, kursi, lemari supaya
pada saat dipergunakan dapat menimbulkan rasa nyaman
(terutama keramik lantai), maka pemasangan keramik harus rata,
adukan yang dipakai harus halus dan tebalnya sama.

C.

METODE PEKERJAAN KERAMIK LANTAI DAN DINDING


C.1

ADUKAN
Adukan yang dipakai adlah 1 semen ; 2 pasir, atau 1 semen ; 4
pasir atau dapat juga 1 semen ; 5 pasir. Untuk menghasilkan
adukan yang tercampur rata dan halus, maka pencampuran
adukan memakai concrete mixer (beton molen) dan pasir harus
diayak dulu sebelum dicampur.

C.2.

KERAMIK
Sebelum dipasang keramik harus direndam air dahulu agar jenuh
air, hal ini untuk menghindari terjadinya retak pada naat keramik
akibat adanya penyerapan air semen adukan oleh keramik.
Setelah direndam sampai jenuh air, maka keramik sipa untuk
dipasang, adapun tahapan pemasangan keamik lantai maupun
dinding adalah sebagai berikut :

Periksa pola tata letak keramik, lakukan pengukuran


dengan selang air
Beri tanda hasil penguuran dan tarik benang antara 2
titik ukur
Siapkan adukan dan buat kepalan adukan, periksa
ketebalan adukan
Setelah sama tebal, pasang keramik ratakan keramik
dengan palu karet
Lanjutkan pasangan keramik berikutnya, naat antar
keramik harus sama
Setelah 3 lajur terpasang, periksa keramik dengan
waterpass., bila rata dan tidak bergelombang, pasang
keramik dilanjutkan. Bila ada selisih permukaan keramik,
maka pasangan keramik diperbaiki dulu.
C.3.

MENGISI NAAT KERAMIK


Setelah semua keramik terpasang dan permukaan keramik sudah
rata / tidak bergelombang, keramik dibiarkan dahulu agar
adukannya mengering. Supaya keramik tidak berubah bentuk
menjadi bergelombang karena beban manusia, maka diatas
keramik diberi perlindungan triplek. Dimana triplek juga berfungsi
sebagai pelindung agar keamik tidak cacat tergores pasir atau
kotoran lainnya.
Setelah adukan kering, semua naat keramik diisi dengan semen
putih atau semen PC atau semen Grout, agar keramik menjadi
satu kesatuan dan tidak mudah lepas.

D.

ALAT BANTU
Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan keramik lantai dan
dinding adalah :
-

E.

Mesin potong keramik


Waterpass ber air raksa
Con crete mixer
penerangan

- Selang air
- Palu karet
- Busa / spoon

- Ember/drum
- Dolaag
Alat

QUALITY CONTROL
Keramik
(1nomor kode)

Ukuran, tebal dan warna harus sama

Keramik tidak melengkung, harus rata dan

datar
Adukan
boleh terlalau

- Air dan semen harus cukup dan tidak


Tebal

F.

MANAJEMEN MUTU

BUAT
SHOP
DRAAWING
Periksa Shop
Drawing

Tidak

OK ?
Ya

Tidak

Ya

List keamik
terlewat
keramik
perbaiki

PENGUKURAN
DAN
PENENTUAN
LAYOUT
Periksa layout
KERAMIK
dan potongan Kurang
keramik sisa

OK ?

rata,pasa
ngan
keramik
di
perbaiki

Ya
BUAT KEPALA
KERAMIK
Periksa, tebal adukan
dan layout kembali

Tidak

OK ?

WPPS

A.

PENDAHULUAN

OK ?

PASANG KERAMIK
DAN LIST

Periksa posisi
list keramik,
pastikan tidak
terlewat

PERIKSA LIST
KERAMIK

SELESAI

Ya

OK ?
Periksa permukaan keramik, rata
atau bergelombang

PASANG
KERAMIK
Tidak ada

OK ?
Periksa ada
instalaasi ME
yg lewat/tidak

Ya, tunggu
pasang
instalasi ME

HUBUNGAN
DENGAN ME

CAT
DINDING
/ PLAFOND/BESI
Ya, Keramik
rata dan layout
benar

Periksa
kembali :
keramik rata
list lurus

METODE
KERJA

Pekerjaan pengecatan merupakan finishing yang paling menentukan dari segi


arsitektur suatu bangunan, yang tampak pertama kali dari kejauhan adalah
hasil cat. Jadi pekerjaan pengecatan harus mengikuti tahapan pekerjaan yang
telah di tentukan oleh pabrikan.
B.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Dalam proses pemasangan pengecatan, ada beberapa hal yang patut
mendapatkan perhatian lebih, antara lain sebagai berikut :
Plesteran / acian dinding / beton
Kebersihan dari bidang yang akan di cat
B.1.

PLESTERAN DAN ACIAN DINDING/ BETON


Plesteran dan acian dinding / beton harus dalam keadaan kering, bila
dinding masih lembab pengecatan tidak boleh dilakukan.

B.2.

KEBERSIHAN DARI BIDANG YANG AKAN DI CAT


Bidang yang akan dicat harus bersih dari semua kotoran, bila tidak bisa
dibersihkan dengan kain lap, harus di ampelas.

C.

METODE PEKERJAAN PENGECATAN


C.1.

PEMBERSIHAN

Semua bidang yang akan di cat dibersihkan dari kotoran dengan kain lap
atau ampelas,
khusus untuk adukan yang keras di ratakan dengan gurinda tangan.
C.2.

CAT BESI
Sebelum pengecatan dilakukan, harus dipastikan bahwa besi dalam
keadaan bersih, tidak ada adukan melekat atai tahi las yang masih
menempel, supaya hasil pengecatan dapat baik. Adapun tahapan
pelaksanaan pekerjaan cat besi adalah :

D. ALAT BANTU

Pembersihan permukaan besi dengan ampelas atau gurinda


Pelapisan meni besi (zinchormate)
Pelapisan dempul besi
Perapihan dempul dengan ampelas
Pelapisan cat dasar pada permukaan besi

Perapihan cat dasar dengan ampelas


Pelapisan cat finish permukaan besi tertutup seluruhnya.

Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan pengecatan adalah :


- Kuas
- Gurinda tangan
- Roll cat + bak cat
- Scaffolding
- Kape
- Alat penerangan

E.

QULALITY CONTROL
- Cat dinding/kayu/besi

- Tidak menggumpal saat di buka


- Tidak ada pemisahan antara cat &
minyak
Pengencer

- Kuas / roll cat


tidak menggumpal

- Serabut kuas / roll cat terurai

- Minyak pengencer
dengan cat nya

- Type yang dipakai harus sesuai

- Permukaan dinding /
Plafond / kayu / besi

F.

- Bersih dari adukan


- Bersih dari kotoran / minyak
- Tidak dalam kondisi lembab

MANAJEMEN MUTU

BUAT
SHOP
DRAAWING

Ya

Periksa Shop
Drawing

Tidak

OK ?
Ya

Masih
berbayang
cat di
perbaiki

PEMBERSIHAN
DINDING/PLAFO
ND/BESI

Tidak

OK ?

Ya
LAPISAN
PALMUR

Ampelas supaya rata


dan bersih

OK ?

WPPS

Periksa daya
tutup dan
kerapiahan
cat

CAT LAPIS
KEDUA

Periksa
kebersihan dari Ada cat di
tunda
kotoran
sampai ME
terpasang

Tidak

CAT LAPIS AKHIR

OK ?

INSTALASI
Sudah
bersih dan rata

Periksa
kembali :
dinding /
plafond,
bid. tertutup

SELESAI

Ya

OK ?
Periksa kembali apa masih ada
instalasi ME

INSTALASI ME

Sesuai

OK ?
Periksa daya
serap dan daya
tutup

Tidak, cat
diperbaiki

CAT LAPIS
PERTAMA

PLUMBING

METODE
KERJA

A. PENDAHULUAN
Pekerjaan mekanikal meliputi semua pekerjaan instalasi pipa untuk plumbing,
seperti : air bersih, air bekas, air kotor dan air hujan, dimana pelaksanaan
pekerjaan mekanikal ini mengikuti kemajuan pekerjaan konstruksi beton/ baja
dan juga arsitektur.
r
B. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Dalam proses pelaksanaan pekerjaan mekanikal ini perlu diperhatikan hal-hal


berkaitan dengan pekerjaan struktur dan arsitektur seperti :
Sparing pipa untuk sanitair
Instalasi untuk toilet
Instalasi yang terletak pada pada rangka plafond
B.1.

SPARING PIPA UNTUK SANITAIR

Sparing pipa sanitair harus sudah terpasang pada saat peleksanaan


pekerjaan struktur
(kolom atau pelat beton), hal ini untuk menghindari adanya bobokan
beton yang dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran.
B.2

INSTALASI UNTUK TOILET

Instalasi pipa di toilet umumnya berhubungan dengan pekerjaan


pemasangan keramik
lantai dan dinding, instalasi pipa harus dipasang sebelum keramik
terpasang, sehingga tidak ada bongkar pasang keramik toilet.
B.3

INSTALASI YANG TERLETAK PADA RANGKA PLAFOND

Instalasi pipa yang terletak diatas rangka plafond harus sudah terpasang
sebelum penutup
plafond dipasang, agar tidak ada bongkar pasang penutup plafond.
C. MEETODE PEKERJAAN PLUMBING
C.1

INSTALASI AIR BERSIH


Pemasangan instalasi air bersih dimulai bersamaan dengan pemasangan
dinding bata
ringan, dengan tahapan sebagai berikut :
a. Pipa PVC vertikal ditanam pada dinding, pelaksanaanya harus
sebelum dinding di plester/ aci, hal ini untuk menghindari
terjadinya keretakan pada plesteran diinding. Pipa yang
ditanam pada dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
ada beban air.
b. Pipa PVC yang horizontal digantung pada pelat lantai beton
menggunakan besi beton. Pipa diikat pada beton supaya tidak
bergerak saat menerima beban air.
c. Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar), maka
kedalamam pipa harus cukup, minimal 50 cm, supaya tidak
mudah pecah.

d. Pipa yang akan di sambung, bagian ujungnya harus


dibersihkan dengan ampelassupaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
e. Khusus untuk sambungan ke sanitair, pipa di beri soket draat
luar dan dibesi lapisan seal tape baru disambungkan ke
sanitair.
C.2

INSTALASI AIR BEKAS / AIR KOTOR / AIR HUJAN


Pemasangan instalasi bekas/kotor juga dimulai bersamaan dengan
pemasangan dinding bata ringan/hebel, dengan tahapan sebagai berikut
:
a. Pipa PVC vertikal ditanam pada dinding, pelaksanaanya harus
sebelum dinding di plester/ aci, hal ini untuk menghindari
terjadinya keretakan pada plesteran diinding. Pipa yang
ditanam pada dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
ada beban air.
b. Pipa PVC yang horizontal digantung pada pelat lantai beton
menggunakan besi beton. Pipa diikat pada beton supaya tidak
bergerak saat menerima beban air.
c. Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar), maka
kedalamam pipa harus cukup, minimal 50 cm, supaya tidak
mudah pecah.
d. Pipa yang akan di sambung, bagian ujungnya harus
dibersihkan dengan ampelassupaya sambungan dapat lengket
dengan kuat.
e. Khusus untuk sambungan ke sanitair, pipa di beri soket draat
luar dan dibesi lapisan seal tape baru disambungkan ke
sanitair.

C.3

TESTING INSTALASI PIPA


Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus ditest dulu
dengan menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5-8 bar selama 24
jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada penurunan tekanan.
Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum dipergunakan, pipa
dibersihkan dulu (flushing) dari kotoran yang makin masih tersisa dalam
pipa. Pembersihan pipa dapat melalui lubang clean out.

D. ALAT BANTU

Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal adalah sebagai
berikut :
- Alat test tekan hydraulic
- Senai pipa
- Mesin las

- Gurinda tangan
- Scalfolding
- Alat penerangan

- Kuas

E. QUALITY CONTROL

F.

- Pipa PVC

- Bulat, tidak lonjong


- Tahan tekanan 8 atm
- Sebelum di lem, PVC harus bersih

- Pipa GIP

- Sambungan draat harus bersih dan rapih

- Sparing

- Sesuai dengan rekomendasi fabrikan sanitair

MANAJEMEN MUTU

BUAT
SHOP
DRAAWING

Ya

Periksa Shop
Drawing

Tidak

OK ?

Gagal,
pemasanga
n sanitair
diperbaiki

OK ?
Periksa daya
tutup dan
kerapiahan
cat

SANITAIR LAYAK
DIPERGUNAKAN
Periksa kembali :
posisi dng plafond
dan dinding
keramik

Ya
PASANG
FITTING DAN
SANITAIR

PERIKSA
SPARRING PIPA
PLUMBING

Ya

Periksa kembali
posisi sparring, Gagal
apakah sudah instalasi
pipa di
benar/tidak
perbaiki

Tidak

OK ?
Test tekan pipa 6 atm

OK ?

TESTING TEKAN
HYDRAULIC

Ya

Sesuai

PASANG PIPA
PLUMBING

OK ?

Periksa kemb pipa


posisi plumbing

Tidak

A.

Pastikan
pemasangan pipa
sdh sesuai dng
gmbr

Tidak,
pasangan pipa
di perbaiki

PASANG PIPA
PLUMBING
DILANJUTKAN

OK ?

WPPS

SELESAI

INSTALASI
Sudah
benar

AC

METODE
KERJA

PENDAHULUAN
Pekerjaan mekanikal meliputi semua pekerjaan kabel, seperti : pipa refrigerant
dan pipa drain, panel, dimana pelaksanaan pekerjaan ducting AC ini mengikuti
kemajuan pekerjaan konstruksi beton/ baja dan juga arsitektur.

B. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Dalam proses pelaksanaan pekerjaan ducting AC ini perlu diperhatikan hal-hal
berkaitan dengan pekerjaan struktur dan arsitektur seperti :
Sparing pipa untuk kabel dan pipa
Instalasi pipa refrigerant dan pipa drain
Panel AC
B.1.

SPARING PIPA UNTUK KABEL DAN PIPA

Sparing kabel AC dan pipa refrigerant harus sudah terpasang pada saat
peleksanaan
pekerjaan struktur (kolom atau pelat beton), hal ini untuk menghindari
adanya bobokan beton yang dapat mengakibatkan terjadinya
kebocoran, terutama pada toilet.
B.2

INSTALASI PIPA REFRIGERANT DAN PIPA DRAIN

Pemasangan pipa refrigerant dan pipa drain, sama dengan pemasangan


pipa plumbing,
sehingga yang perlu diperhatikan adalah sambungan pipa.
B.3

PANEL AC

Posisi perletakan panel AC harus diperhatikan, minimal 1,5 m diatas


permukaan lantai,
agar tidak mudah di jangkau orang.
C. METODE PEKERJAAN PLUMBING
C.1

INSTALASI SEMUA KABEL AC

Pemasangan instalasi kabel AC dimulai bersamaan dengan pemasangan


dinding bata
Ringan/hebel.
Pada prinsipnya pemasangan kabel instalasi AC dapat dibagi menjadi
dua tahap, yaitu pemasangan secara veertical dan secara horizontal.
Kabel vertikal ditanam pada dinding bata dengan perlindungan pipa
counduit, dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata
sebelum dinding diplester, sedangkan kabel dapat dipasang
berbarengan dengan kabel horizontal dari rak kabel (cable tray).
Supaya pipa tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka
pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1.00m.
Kabel horizontal dipasang pada rak kabel, supaya pemasangannya rapih
dan mudah perawatannya, dan kabel diikat pada rak kabel dengan
memakai cable tie.
Penyambungan kabel harus dilakukan pada junction box yang terbuat
dari metal, hal ini perlu dilakukan karena :
a. Pemeliharaannya mudah.
b. Menghindari terjadinya arus pendek.
c. Sambungan tampak rapih.

Yang perlu diperhatikan saat pemasangan kabel horizontal adalah harus


sejajar, kabel tidak boleh saling melintas.
C.2

PEMASANGAN PANEL AC
Panel AC dipasang pada dinding yang telah ditentukan, dengan jarak
1.50 m dari permukaan lantai, rata dan tidak miring.
Semua kabel yang masuk kedalam panel AC diberi tanda sesuai
kegunaannya, dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel
bagian atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel
dengan 16mm2 harus diberi sepatu kabel dalam panel.
Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
memudahkan bila ada perbaikan instalasi.

C.3

PIPA REFRIGERANT DAN PIPA DRAIN


Pada saat pemasangan pipa refrigerant dan pipa drain, harus dipastikan
dulu bahwa perbaikan kuda-kuda dan penutup atap sudah selesai, dan
pemasangannya bersamaan dengan pemasangan pipa plumbing,
dimana pipa diberi support yang di gantung ke pelat beton lantai.
Khusus untuk pipa yang pemasangannya di dinding bata, bobokan harus
dilakukan sebelum dinding di plester / aci, agar tidak terjadi retak
rambut pada posisi dimana pipa dipasang.
Untuk mengindari kebocoran pada sambungan pipa, maka pipa di klem
sehingga tidak mudah bergerak saat air mengalir.
Penyambungan pipa menggunkan sistem draat, dan sebelum disambung
draat tersebut diberi isolasi seal tape supaya sambungan pipa tidak
bocor.
Bila pipa tidak dapat menempel langsung pada pelat lantai, maka
digantung dengan menggunkan besi siku 20.20.2

C.4.

TESTING INSTALASI PIPA


Setelah semua instalasi, panel dan unit AC terpasang dilakukan testing,
apakah AC dapat berfungsi dengan baik, dalam pengetesan ini yang
harus diperhatikan adalah :
a. Apakah ada kebocoran pada pipa refrigerant
b. Apakah AC kurang dingin
c. Apakah ada penembunan pada ducting AC

Bila tidak ada kebocoran, AC dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada
pengembunan pada ducting AC, maka pekerjaan tata udara berhasil
dengan baik.
Tetapi bila ada kebocoran, maka instalasi harus diperbaiki kembali.
D. ALAT BANTU
Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan instalas AC adlah
sebagai berikut :
- Alat test merger
- Alat test ohm
- Alat test tekan air hydrolic

- Test pen
- Scaffolding
- Alat penerangan

E. QUALITY CONTROL
- Kabel

- SNI
- Pelindung tidak sobek

- Sambungan

- Dalam junction box


- Di lindungi dengan tape

- Pengikat

- Klemp, ukurannya sesuai kabel

- Pipa conduit

- PVC SNI

- Pipa GIP

- Sambungan draat harus bersih dan rapih

- Glass woll

- Ketebalan dan density sesuai dengan RKS

WPPS
- Aluminium

INSTALASI LISTRIK

METODE
KERJA

- Single sided
- Tidak ada yang sobek

A. PENDAHULUAN
Pekerjaan instalasi listrik meliputi semua pekerjaan instalasi kabel untuk
penerangan, seperti : fire alarm,tata suara, dan komputer, dimana pelaksanaan
pekerjaan instalasi listrik ini mengikuti kemajuan pekerjaan konstruksi beton/
baja dan juga arsitektur.
B. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Dalam proses pelaksanaan pekerjaan elektrikal ini perlu diperhatikan hal-hal
yang berkaitan dengan pekerjaan struktur dan arsitektur seperti :
Sparing pipa untuk kabel penerangan dan kabel utama

Instalasi untuk toilet


Instalasi yang terletak pada rangka plafond
B.1.

SPARING PIPA UNTUK KABEL PENERANGAN DAN KABEL UTAMA

Sparing kabel penerangan / feeder harus sudah terpasang pada saat


pelaksanaan
pekerjaan struktur (kolom atau pelat beton), hal ini untuk menghindari
adanya bobokan beton yang dapat mengakibatkan terjadinya
kebocoran, terutama pada toilet.
B.2

INSTALASI UNTUK TOILET

Instalasi kabel di toilet umumnya berhubungan dengan pekerjaan


pemasangan keramik,
lantai dan dinding, instalasi pipa conduit harus dipasang sebelum
keramik terpasang, sehingga tidak ada bongkar pasang keramik toilet.
B.3

INSTALASI YANG TERLETAK PADA RANGKA PLAFOND


Instalasi kabel yang terletak diatas rangka plafond harus sudah
terpasang sebelum penutup plafond dipasang, agar tidak ada bongkar
pasang penutup plafond.

C. METODE PEKERJAAN ELEKTRIKAL


C.1

INSTALASI SEMUA KABEL LISTRIK

Pemasangan instalasi kabel listrik dimulai


pemasangan dinding bata
Ringan/hebel. Dengan tahapan sebagai berikut :

bersamaan

dengan

Pada prinsipnya pemasangan kabel instalasi listrik dapat dibagi menjadi


dua tahap, yaitu pemasangan secara vertical dan secara horizontal.
Kabel vertikal ditanam pada dinding bata dengan perlindungan pipa
counduit, dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata
sebelum dinding diplester, sedangkan kabel dapat dipasang
berbarengan dengan kabel horizontal dari rak kabel (cable tray).
Supaya pipa tidak mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka
pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1.00m.
Kabel horizontal dipasang pada rak kabel, supaya pemasangannya rapih
dan mudah perawatannya, dan kabel diikat pada rak kabel dengan
memakai cable tie.
Penyambungan kabel harus dilakukan pada junction box yang terbuat
dari metal, hal ini perlu dilakukan karena :

d. Pemeliharaannya mudah.
e. Menghindari terjadinya arus pendek.
f. Sambungan tampak rapih.
Yang perlu diperhatikan saat pemasangan kabel horizontal adalah harus
sejajar, kabel tidak boleh saling melintas.
C.2

PEMASANGAN PANEL LISTRIK


Panel listrik dipasang pada dinding yang telah ditentukan, dengan jarak
1.50 m dari permukaan lantai, rata dan tidak miring.
Semua kabel yang masuk kedalam panel listrik diberi tanda sesuai
kegunaannya, dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel
bagian atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel
dengan 16mm2 harus diberi sepatu kabel dalam panel.
Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
memudahkan bila ada perbaikan instalasi.

C.3

FITTING DAN ARMATURE


Fitting dan armature setelah kabel di test ketahannya, supaya tidak
terjadi adanya hubungan singkat pada kabel listrik, dan juga untuk
menghindari adanya bongkar pasang armature.

C.4.

TESTING INSTALASI PIPA


Testing untuk pekerjaan elektrikal dibagi menjadi 2 tahap,yaitu terhadap
kabelnya dan test terhadap fungsi armature tahapan test listrik adalah
sebagai berikut:
a. Test tahanan kabel sebesar 2 ohm
b. Test hasil pentanahan (grounding)
c. Test fungsi armature selama 1 x 24 jam

F. ALAT BANTU
Alat bantu yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan elektrikal adalah sebagai
berikut :
- Alat test merger
- Alat test ohm
- Tang

- Test pen
- Scaffolding
- Alat penerangan

G. QUALITY CONTROL
- Kabel

- SNI
- Pelindung tidak sobek

- Sambungan

- Dalam junction box


- Di lindungi dengan tape

- Pengikat

- Klemp, ukurannya sesuai kabel

- Pipa conduit

F.

- PVC SNI

- Pipa GIP

- Sambungan draat harus bersih dan rapih

- Glass woll

- Ketebalan dan density sesuai dengan RKS

MANAJEMEN MUTU

BUAT
SHOP
DRAAWING

Ya

Periksa Shop
Drawing

Tidak

OK ?
Ya
PERIKSA
SPARRING PIPA
KABEL

OK ?

Gagal,
pemasangan
armature
diperbaiki

ARMATURE LAYAK
DIPERGUNAKAN

Test fungsi
armature dan
fitting

PASANG
ARMATURE
DANFITTING

SELESAI

Ya

Periksa kembali
posisi sparring, Gagal
apakah sudah instalasi
kabel di
benar/tidak
perbaiki

Tidak

OK ?

Sesuai

PASANG PIPA
CONDUIT
DILANJUTKAN

OK ?

Periksa kemb pipa


posisi pipa conduit

Pastikan
pemasangan pipa
sdh sesuai dng
gmbr

Tidak,
pasangan kabel
di perbaiki

PASANG KABEL
LISTRIK

OK ?

WPPS

Test merger

TESTING
KETAHANAN
KABEL

Ya

Tidak

OK ?

Sudah benar
PENAGKAL
PETIR

METODE
KERJA

A. PENDAHULUAN
Pekerjaan penangkal petir merupak suatu sarana untuk mencegah terkenanya
bangunan bertingkat oleh petir pada saat hujan, sehingga resiko kecelakaan
dapat di minimalis, adapaun lingkup pekerjaan penangkal petir adalah sebagai
berikut
B. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Dalam proses pelaksanaan pekerjaan penangkal petir perlu diperhatikan halhal yang berkaitan dengan pekerjaan struktur dan arsitektur seperti :
Dudukan tiang splitzen pada bubungan atap
Posisi kabel pengjantar BC
B.1.

DUDUKAN TIANG SPLITZEN

Pada saat pemasangan bubungan / nok genteng perlu direncanakan


dudukan untuk tiang
splitzen, supaya kuat dan tidak mudah roboh terkena angin.
B.2

POSISI KABEL PENGHANTAR BC

Pemasangan kabel BC harus seddemikian rupa sehingga dapat


mencakup bagian
bangunan yang sensitif terhadap petir.
C. METODE PEKERJAAN ELEKTRIKAL
C.1.

PEMASANGAN KABEL PENGHANTAR


Kabel penghantar (BC) dipasang, bersamaan dengan pemasangan
genteng sehingga pengikatannya dapat lebih mudah.

C.2.

PEMASANGAN TIANG SPLITZEN


Pemasangan tiang splitzen juga bersamaan dengan pemasangan nok
genteng, dan di angkur ke papan ruiter serta rangka atap. Sedangkan
splitzen dipasang pada saat genteng sudah selesai dipasang.

C.3.

PENTANAHAN / GROUNDING
Setelah kabel penghantar di pasang, dilakukan boring untuk memasang
pipa GIP sebagai pelindung kabel penghantar sampai ke air tanah.
Kemudian dibuatkan bak kontrol pada titik boring untuk memudahkan
bila ada pekerjaan perbaikan.

C.4.

TESTING

Setelah kabel penghantar selesai di pasang dan sudah mencapai


permukaan air tanah
Maka di lakukan pengetesan terhadap kemampuan hantaran kabel.
Instalasi yang baik adalah bila tahanan mendekati nol.
D. ALAT BANTU
Alat bantu yang di pakai untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal adalah
sebagai berikut:
- Alat test merger
- Alat test ohm
- Tang
E.

- Test pen
- Scaffolding
- Alat penerangan

QUALITY CONTROL
- Kabel BC

- SNI
- Tidak berkarat

- Tiang splitzen

- Lurus/tidak bengkok
- Tidak berkarat

- Pengikat

- Klemp, ukuran sesuai kabel BC

Jakarta, 14 Maret 2011


PT. WIJAYA PUTRA PERKASA
SELARAS

YENNY KWAN
Direktur Utama

WPPS

SISTIM MANAGEMENT K3

METODE
KERJA

A. PENDAHULUAN
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstuksi yang diutamakan adalah
pencapaian terget yang telah ditetapkan, yaitu target waktu, biaya dan mutu
pekerjaan. Selain terget tersebut diatas, perlu juga diperhatikan aspek
keselamatan dan keamanan dalam bekerja, karena bila para pekerja dapat
melaksanakan tugasnya dengan perasaan aman dan nyaman, maka target
suatu pekerjaan konstruksi pasti akan tercapai.
Keamanan dan keselamatan para pelaksana pekerjaan harus diatur oleh ssuatu
metode yang baik, efektif dan terstruktur, metode yang dipakai adalah SMK3
(sistem manajeman keamanan dan keselamatan kerja).
Metode kerja yang diterapkan ppada proyek ini di bagi menjadi 3 (tiga) bagian
yang saling berhubungan dan saling melengkapi, yaitu :
Identifikasi bahaya yang mungkin terjadi di lapangan
Pengetahuan alat pencegah
Cara mengatasi bahaya yang terjadi
A.1.

Idenfikasi Bahaya

Sebelum proyek dimulai, sudah dibuatkan semua aspek yang mungkin


akan terjadi dan dapat menimbulkan bahaya pada pekerjaan konstruksi,
contoh : kebakaran kematian jatuh dan lainnya.
A.2.

Pengetahuan Alat Pencegahan Bahaya


Setelah tahu aspek penyebab bahaya, harus diketahui alat apa yang
dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, contoh :
helm sepatu jaring pengaman dan lainnya.

A.3.

Cara Mengatasi Bahaya Yang Terjadi


Bila terjadi bahaya, langkah apa saja yang harus diambil bila sampai
terjadi kecelakaan, sehingga kecelakaan dapat cepat diatasi, antara lain
:
-

Rujukan ke klinik / RS terdekat


Mengasuransikan para pekerja proyek ( ASTEK )
Mengasuransikan proyek sendiri ( CAR )
Penyediaan sarana dan prasarana alat pencegah kecelakaan

B. SISTEM MANAJEMAN K3

IDENTIFIKASI BAHAYA
YANG MUNGKIN
TERJADI
Buat List

RUJUKAN KE RS ATAU
KLINIK TERDEKAT

PENGETAHUAN ALAT
PENCEGAH BAHAYA
Periksa apakah
alat sudah
efektif untuk
mencegah
bahaya

Tidak, cari
alternatif lain

OK
?

SELESAI DAN KERJA


KEMBALI
Di obati

Sudah efektif

BAWA KE RS /
KLINIK YANG
TELAH DI RUJUK
Tidak

Berhasil ?

BUAT INSTRUKSI KERJA


AGAR PEKERJAAN
MEMAKAI ALAT

OK
?

Selama pelaksanaan
terjadi kecelakaan?

OK
?

DI ATASI SENDIRI
Ya

A. IDENFIKASI BAHAYA
Sebelum proyek dimulai, perlu diadakan survey mengenai kemungkinan
terjadinya kecelakaan dalam pelaksanaan pekerjaan, agar dapat diambil
tindakan pencegahan yang efektif untuk meminimalis kecelakaan selama
pembangunan.
DAFTAR KECELAKAAN YANG MUNGKIN TERJADI
A
PENYEBAB
KECELAKAAN YANG AKAN
TERJADI
1

Api

- Rokok
- Membakar kayu
- Arus pendek pada
instalasi listrik

Ledakan

- Kaleng cat kosong


- Kaleng minyak kosong

Kebakaran

Cat kimia

- H2SO4
- Anti rayap
- Hardener
- Additive

Keracunan / kulit terbakar

Mekanik

- Alat bantu proyek :


- pompa air

Kebakaran

Ketimpa alat, jari terpotong

- genset
- stamper
- Kejatuhan material :
- kayu
- batu bata
- besi
- alat bantu :
- palu
- tang

Luka
Patah tulang / meninggal

- gergaji
- Jatuh dari ketinggian
- Angin topan/ gempa bumi
5

Cuaca

Makanan

- Hujan
- Musim kering/debu
- Kurang bersih

Sakit

Sakit perut

B. PENGETAHUAN ALAT PENCEGAH BAHAYA


Setelah semua aspek yang menyebabkan bahaya dapat diidenfikasi, maka
cara pencegahannya bahaya tersebut dapat dibuatkan, termasuk alat
pencegahannya, antara lain :
NO

PENYEB
AB

CARA PENCEGAHAN

ALAT BANTU YANG


DIPERLUKAN

Api

- Mengadakan area
khusus
untuk yang
merokok
- Instalasi listrik sering diperiksa
sambungannya

Alat pemadam api ringan


(APAR)

Ledakan

- Penyimpanan kaleng kosong


pada area
tertutup, dan tidak kontak
langsung
dengan cuaca

Gudang khusus
APAR

Cat
kimia

- Memakai sarung tangan


- Memakai masker

Sarung tangan dan masker

Mekanik

- Operator yang sudah


berpengalaman
- Operator diberi bekal trainning
alat
Bantu
- Semua alat bantu diperiksa
kelayakannya pada periode
tertentu

Jaring pengaman
Helm
Sepatu safety / boot
Safety belt

Cuaca

Penyedian obat-obatan
Jas hujan
Payung

Makana
n

Penyediaan obat-obatan

C. CARA MENGATASI KECELAKAAN


NO
1

KATEGORI
Ringan

Sedang

URAIAN
-

Tertimpa alat
Keseleo
Tersandung, jatuh, luka
Teriris

- Kena paku
- Kena arus pendek
(tegangan rendah)
- Mata merah kena debu
- Diare
- Flu kena hujan

TINDAKAN MENGATASI
Sendiri
obat gosok
Sendiri
obat gosok
Sendiri
merah
Sendiri
merah

Urut +

Klinik
tetanus
Sendiri

Anti

Sendiri
mata

Urut +
Obat
Obat

Istirahat
Obat

Sendiri
diare
Sendiri
/
/
/
/
/
/

Obat
Obat flu

Agak
berat

- Tertimpa material, kepala


luka
- Jatuh, patah tulang
- Kena percikan api las
- Tertimpa alat berat
- Jari terpotong
- Pingsan

Klinik
Klinik
Klinik
Klinik
Klinik
Klinik

Rumah
Rumah
Rumah
Rumah
Rumah
Rumah

Sakit
Sakit
Sakit
Sakit
Sakit
Sakit

Berat

- Jatuh, meninggal
- Cacat permanen

Klinik / Rumah Sakit/Polisi/Asuransi


Klinik / Rumah Sakit/Asuransi

D. ALAT BANTU YANG DIPERLUKAN DALAM PROYEK INI


NO

KATEGORI

URAIAN

ALAT BANTU YANG DIPERLUKAN

Ringan

- Tertimpa alat
- Kebentur
- Kejatuhan material

Helm
Helm
Helm
Pengamanan secara keseluruhan,
bangunan harus diberi jaring
pengaman di keliling bangunan

Sedang

- Kena paku
- Kena arus pendek

Sepatu pengaman
Sarung tangan

(tegangan rendah)
- Flu kena hujan

Agak
berat

- Jatuh, patah tulang


- Kena percikan api las

Jas hujan
Pengamanan keseluruhan, tenaga
kerja wajib memakai sepatu
pengaman dan sarung tangan
Safety belt
Pagar pengaman
Masker pengaman mata
Pengamanan secara keseluruhan,
bila bekerja pada tempat yang
tinggi, tenaga kerja diwajibkan
memakai safety belt