Anda di halaman 1dari 7

Nama : Gerishela Wimanda Putri

Kelas : II Reguler A
NIM

: P27820113015

TUGAS KEPERAWATAN MATERNITAS


1. Pengertian Keperawatan Maternitas
Keperawatan Maternitas merupakan persiapan persalinan serta kwalitas pelayanan
kesehatan yang dilakukan dan difokuskan kepada kebutuhan bio-fisik dan psikososial
dari klien, keluarga , dan bayi baru lahir. (May & Mahlmeister, 1990).
Keperawatan Maternitas merupakan sub system dari pelayanan kesehatan dimana
perawat berkolaborasi dengan keluarga dan lainnya untuk membantu beradaptasi pada
masa prenatal, intranatal, postnatal, dan masa interpartal. (Auvenshine & Enriquez,
1990).
Keperawatan Maternitas merupakan pelayanan professional berkwalitas yang
difokuskan pada kebutuhan adaptasi fisik dan psikososial ibu selama proses konsepsi /
kehamilan, melahirkan, nifas, keluarga, dan bayi baru lahir dengan menekankan pada
pendekatan keluarga sebagai sentra pelayanan. (Reede, 1997)
2. Ciri Keperawatan Maternitas
1) Fokus kebutuhan dasar
2) Pendekatan keluarga
3) Tindakan khusus dengan peran perawat.
4) Terjadi interaksi
5) Kerja dalam Tim.
3. Falsafah Keperawatan Maternitas
1.
Keperawatan maternitas dipusatkan pada:
a. Keluarga dan masyarakat askep yang holistic
b. Menghargai klien dan keluargai
c. Klien, keluarga, masyarakat berhak keperawatan yang sesuai
2.
Setiap individu berhak lahir sehat-optimal
a. Wanita hamil dan bayi yang di kandungnya
b. Wanita pasca persalinan beserta bayinya
3.
Pengalaman: kehamilan, persalinan, gangguan kesehatan merupakan tugas
4.

perkembangan keluarga dan dapat menjadi krisis situasi.


Yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa yang normal, alamiah,

5.
6.

partisipasi aktif keluarga dibutuhkan untuk kepentingan kesehatan ibu dan bayi.
Awal kehamilan awal bentuk interaksi keluarga.
Sikap, nilai, dan perilaku sehat setiap individu dipengaruhi latar belakang, agama

7.

dan kepercayaan
Keperwawatan maternitas berfungsi sebagai advocat/ pembela untuk melindungi

8.

hak klien
Mempromosikan kesehatan merupakan tugas penting bagi keperawatan maternitas

9.

generasi penerus
Keperawatan maternitas memberi tantangan bagi peran perawat dan merupakan
masyarakat.

10.

Yakin bahwa penelitian keperawatan dapat menambah pengetahuan dalam


menigkatkan mutu pelayanan maternitas.

4. Tujuan Keperawatan Maternitas


a. Membantu klien dalam mengatasi msalah reproduksi dalam mempersiapkan diri
untuk kehamilan.
b. Memberi dukungan agar ibu hamil memandang kehamilan sebagai pengalaman yang
positif dan menyenangkan.
c. Membantu memberikan informasi yang adekuat untuk calon orang tua.
d. Memahami social budaya klien.
e. Membantu mendeteksi secara dini penyimpangan abnormal pada klien.
5. Paradigma Keperawatan Maternitas
a. Manusia
Terdiri dari wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan
system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru
lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya adalah anggota keluarga yang unik dan
utuh, merupakan mahluk bio-psikososial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara
individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas
perkembangan wanita adalah pengalaman melahirkan danak yang dapat merupakan krisis
situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik.
Memiliki beberapa karakteristik antara lain:
1.

Memiliki karateristik biokimiawi, fisiologi interpersonal dan kebutuhan dasar

2.

hidup yang selalu berkembang.


Perkembangan terjadi melalui interaksi dengan orang lain yang mampu

3.

memenuhi kebutuhan dirinya / membagi pengalamannya.


Kebutuhan manusia di organisasikan meliputi perilaku serta berdasarkan

4.

pengalaman masa lalu.


Memiliki kehidupan yang seimbang sebagai sarana pertahanan diri dan upaya

mengurangi kecemasan akibat kebutuhan yang tak terpenuhi.


b. Lingkungan
Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya dan
social disamping pengaruh fisik Proses kehamilan danpersalinan serta nifas akan
melibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran merupakan
permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting, sehingga
pelayanan maternitas akan mendorong interaksi yang positif dari orang tua, bayi dan
angota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
2.

Merupakan faktor eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan manusia.


Lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahanan tubuh

3.

terhadap penyakit.
Perawat bertanggung jawab dalam tatanan pengobatan yang merupakan bagian

dari lingkungan fisik dan social. qQpq


4. Lingkungan di bagi dalam 2 aspek yaitu;
a. Aspek tekstruktur:
Alat
Terapi
Aluran

b. Aspek tidak tekstruktur:


Intraksi antara perawat dengan klien dandengan lingkungan sekitar
c. Sehat
Sehat adalah suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, bersifat dinamis
dimana perubahan-perubahan fisik dan psikososial mempengaruhi kesehatan
seseorang.setiap indivisu memeiliki hak untuk lahir sehat sehingga WUS dan ibu
memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Merupakan symbol perkembangan kepribadian dan yang berlangsung secara
terus-menerus menuju kehidupan yang kreatif.
2. Perilaku sehat;perilaku pemenuhan kebutuhan kepuasan kesadaran diri dan
integrasi pengalaman , misalnya pengalaman sakit.
3. Manusia sehat berarti manusia yang tidak memiliki ansietas/ketegangan.
4. Intervensi keperawatan berfokus pada proses membina hubungan saling
percaya guna mengurangi ansietas.
d. Keperawatan Maternitas
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional yang ditujukan
kepada wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan
system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru
lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya yang berfokus pada pemenuhan
kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan
menggunakan pendekatan proses keperawatan. Keperawatan ibu memberikan asuhan
keperawatan holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta
menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai
untuk dirinya.
Antara lain :
1. Keperawatan maternitas merupakan suatu instrumen pendidikan yang
memfasilitasi kebutuhan ibu hamil, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir.
2. Aktivitas keperawatan maternitas diserahkan untuk ibu hamil,dan bayi
mencapai kesehatan yang optimal.
3. Fokus aktivitas keperawatan maternitas adalah masalah yang mencerminkan
ruang lingkup aktivitas

keperawatan dan kemandarian

dlam proses

diagnosis,tindakan ( terapi ), pendidikan riset.


6. Tatanan dan Sasaran Keperawatan Maternitas
a. Rumah Sakit
b. Puskesmas
c. Rumah bersalin
d. Komunitas
e. Polindes
7. Peran dan Kompetensi Perawat Maternitas
Peran perawat dalam keperawatan maternitas menurut Reeder (1997):
a. Pelaksana
Perawat yang bekerja member asuhan keperawatan di tempat pelayanan kesehatan.
b. Pendidik

Pendidik disini dapat sebagai dosen bagi pasien maupun perawat memberikan
pendidikan kepada klien.
c. Konselor
Perawat sebagai seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling
kepada klien, konselor bertanggung jawab memberikan layanan dan konseling
d. Role model bagi para ibu
Panutan bagi para ibu-ibu yang sedang menjalankan keperawatan maternitas.
e. Role model bagi teman sejawat
Panutan sesama perawat atau saling bekerja sama antar paerawat.
f. Perumus masalah
Mengetahui masalah-masalah yang muncul pada pasien dan merumuskan masalah
tersebut.
g. Ahli keperawatan
Perawat harus ahli dalam melaksanakan tugas keperawatan.
8. Trend dan Issue dalam Keperawatan Maternitas
Perawatan ibu hamil berfokus pada perawatan wanita hamil dan keluarganya pada
seluruh tahap kehamilan dan kelahiran, termasuk masa empat minggu pertama setelah
bayi lahir. Selama periode prenatal, perawat memberi perawatan pada ibu hamil dan juga
memberikan pendidikan kesehatan untuk membantu klien dan keluarganya dalam
menghadapi persalinan. Upaya yang dilakukan perawat ini berpotensi membuat
perbedaan yang signifikan, bukan saja dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya,
tetapi juga kesehatan masyarakat
1. Trends dan Issue keperawatan maternitas berbasis komunitas
Banyak kita temui dimasyarakat ibu hamil maupun ibu nifas mengalami
kesulitan dalam merawat diri sendiri pada saat hamil maupun merawat bayi setela
melahirkan, sebagai seorang perawat yang berkompeten dalam bidang maternitas kita
wajib membantu kesulitan yang dialami oleh ibu hamil maupun ibu nifas. Ada
beberapa kesulitan yang dialami oleh para bumil maupun ibu nifas diantaranya :
a. Ketidaktahuan ibu hamil tentang makanan apa yang harus dikonsumsi pada saat
hamil
Langkah kongkrit yang harus kita lakukan jika menemukan hak tersebut kita
bisa melakukan kegiatan pendidikan kesehatan mengenai makanan yang baik
dikonsumsi ibu pada saat hamil.
b. Kebingungan ibu nifas jika ASI tidak keluar
Masalah ini sangat sering menimpa ibu dengan kelahiran anak pertama, kita
disini sebagai perawat bisa membantu ibu tersebut untuk mengeluarkan ASI nya
salah satu caranya yaitu dengan perawatan payudara dan pijat oksitosin.
2. Trend dan isuue keperawatan maternitas tentang spesialisasi perawatan
Perkembangan era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di Indonesia harus
menyesuaikan

dengan

perkembangan

keperawatan

di

negara

yang

telah

berkembang banyak teknologi modern yang bisa membantu para petugas kesehatan
dalam mengiringi kehamilan serta persalinan pada ibu. Teknologi dan cara-cara
baru yang berkembang saat ini adalah diantaranya :
a. Alat Kontrasepsi Implan Terbaru
UGM berhasil menemukan alat kontrasepsi implant atau susuk KB generasi ke
tiga yang dinamakan Gestplan. Kelebihan alat kontresepsi ini bias bertahan hingga
7 tahun di badingkan implant saat ini yang ber umur 5 tahun. Penemuan ini hasil

dari

penelitian

dari

jurusan

Farmatologi

dan

Toksikologi

UGM.

(www.kompas.com)
b. Water Birth
Proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air,
manfaaatnya ibu akan merasakan lebih relaks karena semua otot yang berkaitan
dengan proses persalinan menjadi lebih elastic. Metode ini juga akan
mempermudah proses mengejar sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu
dirasakan, di dalam air proses proses pembukaan jalan lahir akan lebih cepat.
(http://id.wikepidia.org/wiki/persalinan_di_air )
c. USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D
Alat USG ( Ultrasonografi ) 3D dan 4D adalah alat USG yang berkemampuan
menampilkan gambar 3 dan 4 dimensi di teknologi ini janin dapat terlihat utuh dan
jelas seperti layaknya bayi yang sesungguhnya ( DrJudi Januadi Endjun S.pog ).
Alat USG ini bahkan dapat memperlihatkan seluruh tubuh bayi berikut gerakgeriknya teknologi 3 dan 4 dimensimenjadi pelengkap bila di duga janin dalam
keadaan tidak normal dan perlu di cari kelainan bawaannya seperti bibir sumbing,
kelaina pada jantung dan sebagainya. Secara lebih detail kelebihan USG
( Ultrasonografi ) 3D dan 4D ini pada janin dapat terbaca secara lebih akurat,
karena teknologi ini dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan diagnose.
d. Pil KB Terbaru
Pil KB dengan dorspirenone merupakan pil KB terbaru yang memberikan
perlindungan kontrasepsi yang dapat diandalkan, dengan berbagai manfaat
tambahan dalam suatu kombinasi yang unik Pil Kb dengan dorspirenone adalah pil
yang membuat seseorang merasa lebih nyaman. Mengandung progestin baru
dorspirenone yaitu homon yang sangat menyerupai progesteron salah satu hormon
dalam tubuh. Dorspirenone mempunyai profil farmakologis yang sangat mirip
dengan progesteron alami dengan karateristik memiliki efek antimineralokortoid
dan antiandrogenik tidak memiliki aktifitas ekstrogenik, androgenik, glukortikoid
dengan sifat antineralokortikoid. Pil KB dengan dorspirenone dapat memberikan
manfaat tambahan yaitu tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala kembung,
Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid,
tidak menaikan tekanan darah dengan androgennya. Pil KB dengan dorspirenone
dapat memberikan manfaat tambahan yaitu mengurangi jerawat, dan mempercantik
rambut dan kulit.
e. Robot akan digunakan untuk mengobati orang sakit
Diagnostik ini robot akan menggunakan penelitian global untuk memberikan
pendapat ahli, beberapa dokter yang akan berani untuk diabaikan. Pelatihan medis
akan beralih dari apa yang orang tahu, untuk mendapatkan data yang akurat yang
robot bisa membuat keputusan, dan menyediakan high-touch dukungan
emosional. Ahli bedah akan selalu berada pada premium, bersama-sama dengan
tangan-on wali yang akan semakin berbasis masyarakat, dengan kualifikasi yang
sangat khusus. Operasi remote akan menjadi bagian rutin setiap pusat spesialis

rutin. Batas antara dokter dan perawat akan terus kabur sebagai perawat berwenang
untuk membuat lebih banyak keputusan. Akibatnya pelatihan perawat akan semakin
panjang dan perawat kelas atas akan lebih mahal.
9. Indikator dalam Kesehatan Maternal
Permasalahan utama yang saat ini masih dihadapi berkaitan dengan kesehatan ibu
di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian ibu yang berhubungan dengan
persalinan. Menghadapi masalah ini maka pada bulan Mei 1988 dicanangkan
program Safe Motherhood yang mempunyai prioritas pada peningkatan pelayanan
kesehatan wanita terutama pada masa kehamilan, persalinan dan pasca persalinan.
Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan
untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan, disamping itu
juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Memahami perilaku perawatan
kehamilan (ante natal care) adalah penting untuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan
si ibu sendiri. Facta berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, masih banyak ibu-ibu
yang menganggap kehamilan sebagai hal yang biasa, alamiah dan kodrati. Mereka merasa
tidak perlu memeriksakan dirinya secara rutin ke bidan ataupun dokter.
Masih banyaknya ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan
kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin
dialami oleh mereka. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan yang sering kali
karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. Hal ini
kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi.

10. Program Pemerintah dalam Kesehatan Maternitas


a) KIA ( Kesehatan Ibu dan anak )
Program kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama
pembangunan kesehatan di Indonesia. Program ini bertanggung jawab terhadap
pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan dan bayi neonatal. Salah satu tujuan
program ini adalah menurunkan kematian dan kejadian sakit di kalangan ibu.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKB) masih tinggi yaitu, 307 per 100.000
kelahiran hidup dan AKB 35/1000 kh. Target yang ditetapkan untuk dicapai pada RPJM
tahun 2009 untuk AKI adalah 226 per 100.000 kh dan AKB 26/1000 kh.
Dengan demikian target tersebut merupakan tantangan yang cukup berat bagi program
KIA.
Beberapa kegiatan dalam meningkatkan upaya percepatan penurunan AKI telah
diupayakan antara lain melalui peningkatan kualitas pelayanan dengan melakukan
pelatihan klinis bagi pemberi pelayanan kebidanan di lapangan. Kegiatan ini merupakan
implementasi dari pemenuhan terwujudnya 3 pesan kunci Making Pregnancy Safer
yaitu:
1.
Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih
2.
Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, dan
3.
Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang
tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

Upaya peningkatan derajat kesehatan keluarga dilakukan melalui program


pembinaan kesehatan keluarga yang meliputi upaya peningkatan kesehatan Ibu dan
Bayi, Anak Pra Sekolah dan Anak Usia Sekolah, Kesehatan Reproduksi Remaja, dan
Kesehatan Usia Subur. Era Desentralisasi menurut pengelola program di Kabupaten /
Kota untuk lebih proaktif didalam mengembangkan program yang mempunyai daya
ungkit dalam akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB) sesuai situasi dan kemampuan daerah masing-masing mengingat AKI dan
AKB merupakan salah satu ndicator penting keberhasilan program kesehatan Indonesia.
b) PROGRAM POKOK KIA
1.

Program ANC

2.

Deteksi risti ibu hamil

3.

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

4.

Rujukan kasus risti ibu hamil

5.

Pemeriksaan BBL (Neonatus), bayi dan balita

6.

Penanganan neonatal yang berisiko

7.

Pelayanan kesehatan bayi umur 1 bulan sampai 1 tahun

8.

Pelayanan kesehatan balita

9.

Pelayanan kesehatan pra school

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Zaidin. 2002. Dasar- Dasar Keperawatan, Profesional. Widya Medika: Jakarta.
Deitra Leonard Lowdermik, dkk. 1999. Maternity Nursing, fifth edition. St.Louis: Mosby.
Emily Slone McKinney, dkk. 2000. Maternal-Child Nursing. W.B.Saunders Company.
http://ompalembaja.blogspot.com/2012/03/makalah-indikator-kesehatan-maternal.html

diakses

pada 02-03-2015 pukul 21.00 WIB.


https://pastakyu.wordpress.com/category/makalah-keperawatan-maternitas/ diakses pada 02-032015 pukul 21.20 WIB.