Metode Studi
BAB III
METODE STUDI
3.1. Langkah-langkah Studi
Langkah-langkah dalam penyusunan Analisis Dampak Lingkungan secara garis
besar terdiri atas pengumpulan data dan informasi, identifikasi dampak,
prakiraan dampak, evaluasi dampak, serta rekomendasi dalam pengelolaan
lingkungan hidup (Gambar 3.1).
a. Pengumpulan Data dan Informasi
Tahapan awal penyusunan studi ANDAL adalah berupa pengumpulan data
dan informasi tentang:
Kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun
Kota Medan
Rona lingkungan hidup awal
b. Identifikasi Dampak
Identifikasi dampak adalah merupakan tahapan untuk menjaring dampak
dengan
melakukan
penelaahan
terhadap
komponen
kegiatan
yang
diperkirakan menimbulkan dampak serta komponen lingkungan yang akan
terkena dampak. Identifikasi dampak ini dilakukan dengan menggunakan
metode matrik sederhana dan bagan alir (flow chart).
c. Prakiraan Dampak
Prakiraan dampak dilakukan mengetahui perubahan lingkungan akibat suatu
rencana kegiatan. Prakiraan dampak dilakukan dengan cara perhitungan dan
proyeksi perubahan rona lingkungan hidup awal dengan masukan rencana
usaha/kegiatan yang akan dilakukan pada tahap pra konstruksi, konstruksi
dan pasca konstruksi.
d. Evaluasi Dampak
Evaluasi dampak dilakukan untuk menentukan tingkat pentingnya dampak,
sehingga dapat diketahui dampak penting terhadap lingkungan yang harus
dikelola dan dipantau.
e. Rekomendasi/Saran Tindak
Rekomendasi saran tindak untuk pengambilan keputusan perencana dan
pengelola lingkungan hidup berupa:
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 1
Metode Studi
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
3.2 Metode Pengumpulan Data
Berdasarkan hasil pelingkupan, komponen lingkungan yang diperkirakan akan
terkena dampak Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun
Kota Medan, meliputi komponen lingkungan fisik-kimia, biologi, serta komponen
sosial ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat. Untuk keperluan
identifikasi, prakiraan dan evaluasi dampak akibat kegiatan tersebut perlu
dilakukan pengumpulan dan analisis data yang relevan (dapat menjamin
reliability dan validity) dari setiap parameter yang dikaji.
Dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), pengumpulan data
dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Pengumpulan secara
langsung akan ditempuh dengan cara pengambilan contoh (sampling) yang akan
menghasilkan data primer. Sedangkan pengumpulan data secara tidak langsung
akan dilakukan dengan cara pengumpulan data sekunder dari hasil-hasil studi
yang telah dilaksanakan di wilayah studi maupun melalui pengumpulan data dari
lembaga/instansi terkait.
Tujuan pengambilan contoh dan analisis data dalam studi Amdal ini yaitu :
1. Mengidentifikasi sumber dampak (diikuti oleh jenis dampak),
2. Penyelidikan kualitas lingkungan sebagai proses koreksi dalam jangka waktu
pendek; dan;
3. Pengelompokan kualitas lingkungan sebagai elemen program pemantauan
dalam jangka panjang.
Ketiga tujuan tersebut merupakan dasar dalam penentuan teknik pengambilan
contoh sebagai perwujudan pengumpulan data lingkungan fisik-kimia, biologi,
sosial ekonomi dan budaya, kesehatan masyarakat beserta metoda analisisnya.
Metoda pengumpulan data dalam studi Amdal Perencanaan Tempat Pembuangan
Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan ini selengkapnya digambarkan pada
Gambar 3.1.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 2
Metode Studi
MAKSUD DAN TUJUAN
KEGIATAN
PRA STUDI
PENGUMPULAN DATA
RANCANGAN DAN
MODIFIKASI METODA
PENGUMPULAN DATA
SEKUNDER
PENGUMPULAN DATA PRIMER
KOMPILASI DATA
ANALISIS LABORATORIUM
ANALISIS DATA
IDENTIFIKASI, PREDIKSI DAN EVALUASI DAMPAK
LAPORAN STUDI ANDAL, RKL DAN RPL
Gambar 3.1.
Bagan Alir Metode Pengumpulan Data
Amdal Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun
Kota Medan
3.2.1 Keterlibatan Masyarakat
Metode
pengumpulan
data
sehubungan
dengan
kegiatan
keterlibatan
masyarakat terhadap kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah
(TPA) Terjun Kota Medan.
3.2.2 Pengumpulan Data Sekunder
Metode pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara menghubungi
instansi terkait dan pencatatan data tersebut sesuai dengan kebutuhan. Adapun
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 3
Metode Studi
jenis data sekunder yang diperlukan dalam ANDAL ini meliputi data deskripsi
kegiatan, pengadaan tanah, peta topografi dan peta geologi, data iklim,
hidrologi, data kependudukan, kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat,
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan. Data sekunder yang
dibutuhkan menurut jenis dan sumbernya selengkapnya disajikan pada tabel
berikut :
Tabel 3.1. Jenis dan Sumber Data Sekunder Yang Diperlukan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Jenis Data Sekunder
Data Rencana Kegiatan
Peta Topografi dan Geologi
Sumber Data
Dinas Kebersihan Kota Medan
Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi
Lingkungan
Badan Meteorologi dan Geofisika setempat
Klimatologi (curah hujan, hari
hujan, arah dan kecepatan
angin)
Data Kependudukan, dan Sosial
Ekonomi
Data Kesehatan
RTRW
Medan Dalam Angka 2012
Puskesmas Kecamatan Medan Marelan
Bappeda Kota Medan
3.2.3 Pengumpulan Data Primer
Jenis data primer yang dibutuhkan dalam Studi Analisis Dampak Lingkungan
Hidup ini meliputi kualitas air, aspek biologi yaitu flora, fauna; serta aspek sosial,
ekonomi dan budaya yaitu mengenai persepsi masyarakat terhadap kegiatan,
data kesehatan dan data-data terkait lainnya.
3.2.3.1 Komponen fisik-Kimia
A. Iklim, Kualitas Udara dan Kebisingan
Iklim
Pengumpulan Data
Komponen iklim yang akan dikaji melalui data sekunder adalah curah hujan, hari
hujan, kecepatan angin dan arah angin. Sumber data sekunder berasal dari
Badan Metereologi dan Geofisika setempat. Sedangkan untuk penentuan iklim
mikro,
dilakukan
pengukuran
beberapa
parameter
bersamaan
dengan
pengambilan sampel udara. Parameter iklim mikro yang diukur adalah curah
hujan, kecepatan angin dan arah angin. Temperatur udara diukur dengan alat
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 4
Metode Studi
termometer, sedangkan kecepatan angin menggunakan anemometer dan arah
angin menggunakan penunjuk arah.
Analisis Data
Analisis data untuk iklim yaitu dengan cara pengukuran oleh BMG setempat yang
disajikan pada tabel berikut:
Tabel 3.2. Metoda Analisis Data Iklim
No.
1.
2.
3.
4.
Komponen/
Parameter
Curah Hujan
Jumlah hari
hujan
Kecepatan
Angin
Arah angin
Satua
n
mm
Hr
Km/ja
m
-
Peralatan
Cara Analisa *)
Pluviometer
Catatan
Pengukuran
Perhitungan
Anemometer
Pengukuran
Windvane
Pengukuran
Sumber : Dr. Bayong Tjasyono Hk, 1986.
Keterangan : *) Data sekunder dari BMG
Lokasi
Lokasi pengumpulan data iklim yaitu untuk wilayah di lokasi dan sekitar lokasi
kegiatan yang termasuk kedalam wilayah studi.
Kualitas Udara dan Kebisingan
Pengumpulan Data
Pengumpulan data kualitas udara dilakukan dengan pengambilan contoh melalui
absorbsi gas NOx, H2S, NH3, SO2, CO, Pb, Debu (TSP). Hasil absorbsi dianalisis di
laboratorium dengan menggunakan metode dan peralatan seperti disajikan pada
tabel 3.3. Sedangkan kebisingan diukur dengan alat Sound Level Meter.
Pengambilan contoh uji udara dan kebisingan dilakukan pada siang hari/jam
sibuk.
Tabel 3.3. Metode Analisis dan Peralatan Sampling Kualitas Udara
dan Kebisingan
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 5
Metode Studi
Parameter
Metode
Analisis
SO2
Pararosanilin
NOx
Saltzman
CO
NDIR
H2S *)
Merkuritiosiana
NH3 *)
t
Pb
Nessler
TSP (debu)
Gravimetrik
Kebisingan **)
Gravimetri
Audio Pressure
Sumber : PP RI No. 41 Tahun 1999; *)
Alat Analisis
Alat Sampling
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Analitik Balance
Potensiometer
Gas Sampler
Gas Sampler
Gas Sampler
Gas Sampler
Gas Sampler
High Volume Sampler
High Volume Sampler
Sound Level Meter
Kep-50/MENLH/11/1996; **). Kep-
48/MENLH/11/1996
Analisis Data
Hasil analisis laboratorium terhadap parameter seperti disajikan pada tabel
diatas kemudian dibandingkan dengan baku mutu udara ambien sesuai
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup
Nomor 48/MENLH/11/1996 tentang
Baku
Tingkat Kebisingan
serta
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50/MENLH/11/1996 tentang
Baku Tingkat Kebauan.
Penentuan
lokasi
titik
sampel
pengamatan
kualitas
udara
dan
diakibatkan
oleh
kebisingan yang akan dilakukan didasarkan pada:
Hubungan rencana kegiatan dengan lokasi sekitarnya.
Kemungkinan
penyebaran
zat
pencemar,
baik
yang
kendaraan pengangkut alat berat dan material maupun dari kegiatan
konstruksi ke lokasi terdekat terutama permukiman sesuai dengan arah angin
dominan
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka lokasi atau titik pengambilan contoh uji
udara dan kebisingan ditentukan sebagai berikut:
Udara dan kebisingan di tengah-tengah lokasi kegiatan, untuk mengetahui
kualitas udara dan kebisingan sebelum ada kegiatan.
Udara dan kebisingan di lokasi atau permukiman, untuk mengetahui kualitas
udara dan kebisingan di daerah up wind sebelum ada kegiatan.
Udara dan kebisingan di lokasi atau permukiman, untuk mengetahui kualitas
udara dan kebisingan di daerah down wind sebelum ada kegiatan.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 6
Metode Studi
B.
Hidrologi
Kuantitas Air Permukaan
Pengumpulan Data
Pengukuran debit saluran sesaat dilakukan di lokasi kegiatan dan sekitarnya.
Lokasi pengukuran debit air sama dengan lokasi pengambilan sampel kualitas air
permukaan.
Analisis Data
Pengukuran debit dilakukan untuk memberikan gambaran umum
saluran
di
daerah
studi.
Pendekatan
persamaan
empirik
keadaan
menggunakan
persamaan Manning (Seyhan,1990) yaitu:
Q =1/n A R2/3 S1/2
dan
v = 1/n R2/3 S1/2
Dimana : Q : Debit aliran (m3/detik)
A : Luas penampang melintang basah (m2)
V : Kecepatan aliran (m/detik)
R : Radius hidrolik = A/P (m)
P : Keliling Basah
n : Koefisien kekasaran Manning
S : Kemiringan garis energi (dasar kanal)
Lokasi
Lokasi pengukuran debit aliran yaitu pada sungai yang berada di lokasi kegiatan.
Kualitas Air Tanah
Pengumpulan Data
Pengambilan sampel kualitas air tanah dilakukan terhadap sumur di lokasi
kegiatan dan sumur penduduk yang ada di Kelurahan Terjun
masing-masing
sebanyak 1 (satu) titik. Parameter kualitas air tanah tersebut dibandingkan
dengan
baku
mutu
dalam
Peraturan
Menteri
Kesehatan
No.492/MENKES/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Analisis Data
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 7
Metode Studi
Data hasil analisis laboratorium kualitas air tanah akan disajikan dalam bentuk
tabel, kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku sebagai tolok
ukur. Baku mutu yang digunakan untuk analisis kualitas air tanah berdasarkan
Peraturan Menteri Kesehatan No.492/MENKES/Per/IV/2010 tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum.
Tabel 3.4. Metode Analisis Kualitas Air Tanah
No
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Parameter
FISIK
Bau
Warna
Residu Terlarut (TDS)
Satuan
Peralatan
Metode Analisis
TCU
Organoleptik
MP-F.A-Kekeruhan
Kekeruhan
Rasa
Temperatur
KIMIA ANORGANIK
Arsen
NTU
oC
Organoleptik
Kolorimetrik
Timbangan analitik dan
kertas saring
Nephelometrik
Termometer
mg/L
mg/L
Air Raksa (Hg)
Fluorida (F)
Total Kromium
mg/L
mg/L
Barium
Kadmium
mg/L
Nitrit (NO2-N)
Nitrat (NO3-N)
Sianida
Selenium
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
Spektofotometer, Serapan
Atom
Spektrofotometrik (AAS)
Spektrofotometer
Spektofotometer, Serapan
Atom
Spektofotometer, Serapan
Atom
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Iodometrik
Spektofotometer, Serapan
Atom
Gravimetrik
SNI 06-2413-1991
Pemuaian
SM 4500 - F D **
Spektrofotometer (AAS)
Spektrofotometrik
SM 3500 - Hg C **
SNI 06-6989.19-2004
Spektrofotometrik
Spektrofotometrik
SNI 19-1504-1989
SNI 06-6989.43-2005
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 8
Metode Studi
No
11
Parameter
Aluminium
Satuan
mg/L
Besi (Fe)
12
mg/L
13
14
15
16
17
18
19
Kesadahan
Chlorine
Klorida (Cl-)
Mangan (Mn)
Keasaman (pH)
Nikel
Seng (Zn)
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
20
Sulfat (SO )
Tembaga
mg/L
Amoniak (NH3)
Timbal (Pb)
Detergen (MBAS)
Zat Organik (KMnO4)
MIKROBIOLOGI
Coliform
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
21
22
23
24
25
1
2
24
mg/L
mg/L
Peralatan
Spektofotometer, Serapan
Atom
Atomic Absorption
Spektrofotometrik (AAS)
Titrimetrik, EDTA
Buret
AAS
pH Meter
Spektofotometer, Serapan
Atom
Spektrofotometer
Spektofotometer, Serapan
Atom
Spektrofotometer
Spektrofotometrik
Spektrofotometer
Buret
Metode Analisis
Atomic Absorption
Spektrofotometrik
(AAS)
SM 3500 - Cr B **
Titrimetrik
AAS
Potensiometrik
SNI 06-6989.20-2004
Spektrofotometrik
SNI 06-6989.22-2004
Spektrofotometrik
Spektrofotometer
Spektrofotometrik
Gravimetrik
Jml/100
Tabel MPN
MPN atau Filtrasi
ml
E. Coli
Jml/100
Tabel MPN
JPT (MPN)
ml
Sumber : Parameter yang dianalisis berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
No.492/MENKES/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
- Metoda pengambilan contoh uji kualitas air SK.SNI.M-02-1989-F dan Metode
Pengujian Kualitas Fisika Air Departemen Pekerjaan Umum No. SK.SNI.M-031989-F
Lokasi
Pengambilan sampel air tanah dilakukan pada lokasi kegiatan dan sumur
penduduk Kelurahan Terjun sebagai rona awal sebelum ada kegiatan.
Air Larian (Run Of)
Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk perhitungan air larian (run of) di dapat dari data
sekunder meliputi data curah hujan maksimum, jumlah hari hujan, luas
penggunaan lahan saat kondisi eksisting dan kondisi rencana, permeabilitas
tanah, serta data nilai koefisien pengaliran/run of.
Analisis Data
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 9
Metode Studi
Peningkatan kuantitas air larian (run of) dapat disebabkan oleh adanya air larian
(run of) dari kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA)
Terjun Kota Medan yang semula berupa lahan TPA, sawah dan rawa. Perhitungan
besarnya debit air larian (run of) dengan menggunakan metode rasional (Chow,
1964 dan Harijaya et al, 1990), yaitu:
Q = 0, 2778 C.I.A.
dimana :
Q = laju aliran permukaan (m2/ha)
I
= nilai intensitas curah hujan (mm/hari)
C = nilai koefisien pengaliran
A = luas penampang (ha)
Lokasi
Lokasi pengamatan yaitu pada lokasi kegiatan dan sekitarnya yang termasuk ke
dalam wilayah studi.
Kualitas Air Permukaan
Pengumpulan Data
Komponen air yang diukur terdiri dari sifat fisik, kimia dan mikrobiologi yang
direncanakan akan diambil dari sekitar lokasi kegiatan, khususnya yang
diprakirakan tidak terkena pengaruh kegiatan. Pengambilan contoh berpedoman
pada SNI 06-2421-1991, tentang Pedoman Pengambilan Contoh untuk pengujian
kualitas air. Jumlah titik sampling ditentukan setelah dilakukan pengukuran debit
aliran sungai. Sungai dengan debit 0-15 m 3/detik jumlah titik sampling sebanyak
2 (dua) titik, debit 15-30 m3/detik jumlah titik sampling sebanyak 4 (empat) buah
dan debit lebih besar dari 30 m 3/detik jumlah titik sampling sebanyak 6 (enam)
buah. Pengambilan sampel dilakukan secara place and time composite, yaitu
contoh air dari beberapa titik
sampling
diambil
dengan volume yang sama
kemudian dicampur secara merata dalam satu wadah untuk selanjutnya dicuplik
sebanyak 2 (dua) liter. Selanjutnya sampel diawetkan dengan menggunakan
H2SO4 dan HNO3 yang disesuaikan dengan parameternya. Untuk menjamin mutu
kualitas (QA) pengambilan sampel, akan digunakan sampel blanko berupa blanko
alat dan wadah masing-masing sebanyak 1 (satu) buah untuk seluruh lokasi.
Sampel Blanko tersebut akan diperlakukan sebagaimana sampel biasa. Jenis
parameter yang diukur dan alat ukur dapat dilihat pada tabel 3.5.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 10
Metode Studi
Analisis Data
Hasil analisis parameter fisika dan kimia air tersebut kemudian dibandingkan
dengan baku mutu kualitas air sesuai dengan peruntukannya menurut Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2000 tentang Pengelolaan Kualitas
Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Tabel 3.5. Metode Analisis Kualitas Air Permukaan
Satuan
Metode
Analisis
Pemuaian
No
Parameter
FISIK
Temperatur
Residu Terlarut (TDS)
mg/L
Gravimetrik
Residu Tersuspensi (TSS)
mg/L
Gravimetrik
Kekeruhan
mg/l
Turbidimetrik
Peralatan
Termometer
Timbangan analitik dan kertas
saring
Timbangan analitik dan kertas
saring
Turbidimeter
KIMIA ANORGANIK
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Turbidimetrik
(AAS)
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Titrimetrik
AAS
Spektrofotometri
k (AAS)
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Potensiometrik
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Spektrofotometri
k
Amoniak (NH3)
mg/L
Arsen (As)
mg/L
3
4
Belerang sebagai H2S
Besi (Fe)
mg/L
mg/L
Fluorida (F)
mg/L
Kadmium (Cd)
mg/L
7
8
Klorida (Cl )
Mangan (Mn)
mg/L
mg/L
Mercury (Hg)
mg/L
10
Nitrat (NO3-N)
mg/L
11
Nitrit (NO2-N)
mg/L
12
Keasaman (pH)
13
Seng (Zn)
mg/L
14
Sulfat (SO42-)
mg/L
15
Tembaga (Cu)
mg/L
16
Timbal (Pb)
mg/L
mg/L
Titrimetrik
KIMIA ORGANIK
Biochemical Oxygen Demand
(BOD)
Chemical Oxygen Demand (COD)
mg/L
Oksigen Terlarut (DO)
mg/L
Detergen (MBAS)
mg/L
Minyak dan Lemak
mg/L
Titrimetrik
Buret
Titrimetrik,
Buret, DO meter
Potensiometrik
Spektrofotometri
Spektrofotometer
k
Timbangan analitik dan kertas
Gravimetrik
saring
1
2
MIKROBIOLOGI
Coliform
E. Coli
Jml/100 ml MPN atau Filtrasi
Jml/100 ml JPT (MPN)
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Turbidimeter
(AAS)
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Buret
AAS
Spektrofotometer (AAS)
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Potensiometrik
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Spektrofotometer
Buret
Tabel MPN
Tabel MPN
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 11
Metode Studi
Keterangan : - PP. RI. No. 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air
- KepMenLH No. 37 Tahun 2003 tentang Metode Analisis Kualitas Air Permukaan dan
Pengambilan contoh air permukaan
Lokasi
Lokasi pengukuran dan pengambilan contoh untuk kualitas air permukaan
dititikberatkan pada perairan sungai yang diperkirakan akan terkena dampak
dari adanya kegiatan yaitu Sungai di lokasi kegiatan pada lokasi up stream dan
down stream masing-masing 1 (satu) titik.
D. Transportasi
Pengumpulan Data
Pengumpulan data primer mengenai aktivitas transportasi akan dilakukan antara
lain
melalui
penelitian/pengamatan
secara
intensif
terhadap
sarana
dan
prasarana transportasi terutama dilakukan pada wilayah sekitar lokasi kegiatan
yang diprakirakan akan terpengaruh baik secara langsung maupun tidak
langsung
terhadap
berbagai
kegiatan
penduduk,
khususnya
pada
pola
pergerakan dalam kaitannya dengan tata ruang serta persoalan-persoalan yang
timbul akibat kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA)
Terjun Kota Medan.
Dalam kajian aspek transportasi pada studi Andal ini pada aspek lalu lintas yang
akan ditimbulkan dengan adanya tarikan lalu lintas terutama pada ruas jalan
yang terpengaruh. Dengan mengetahui apakah ruas jalan yang ada pada daerah
pengaruh masih mampu atau tidak untuk menampung akibat adanya tarikan
baru tersebut diatas, kemudian dilakukan tahapan kajian sebagai berikut.
1.
Penentuan ruas jalan yang terpengaruh:
Dalam
penentuan
ruas
jalan
yang
akan
terpengaruh
oleh
kegiatan
Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan ini.
2. Pengumpulan data primer
Pada tahap ini dilakukan pencatatan volume kendaraan (traffic counting)
yang melalui titik pengamatan yang telah ditetapkan, terutama pada jam
puncak (peak hour). Untuk kedua jalan tersebut di atas diamati, pagi pukul
07.00 09.00, siang pukul 12.00 14.00, dan sore pukul 16.00 18.00.
3. Pengumpulan data sekunder
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data instansi maupun studi literatur
untuk mencari beberapa analogi bangkitan dan tarikan.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 12
Metode Studi
Adapun jenis-jenis data yang dikumpulkan yaitu :
Data instansional (Dinas Perhubungan Kota Medan), berupa:
- Tingkat pertumbuhan lalu lintas.
- Program
pengembangan
prasarana
jalan
pada
ruas
jalan
yang
berpengaruh
- Jalan alternatif Kota Medan
Data studi literatur berupa :
Jenis-jenis tarikan yang disesuaikan dengan jenis peruntukan lahan pada
lokasi Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota
Medan untuk mendapatkan analogi bagi tarikan dari lokasi jalan tersebut.
Analisis Data
Analisis Lalu Lintas
Kinerja lalulintas ruas jalan yang terpengaruh kegiatan Perencanaan Tempat
Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan akan dinilai dengan
menggunakan parameter lalulintas sebagai berikut:
1. VCR menunjukkan kondisi ruas jalan dalam melayani volume lalulintas yang
ada
2. Kecepatan perjalanan rata-rata juga dapat menunjukkan waktu tempuh dari
titik asal ke titik tujuan di dalam wilayah pengaruh.
3. Tingkat pelayanan yang merupakan indikator akan mencakup gabungan
beberapa parameter baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari ruas jalan.
VCR (Volume Capacity Ratio). Nilai VCR untuk ruas jalan terpengaruh kegiatan
Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan ini
akan didapatkan berdasarkan hasil survey volume lalulintas serta survey
geometrik untuk mendapatkan besarnya kapasitas pada saat ini. Kapasitas (C)
adalah volume maksimum yang dapat ditampung ruas jalan atau persimpangan.
Perhitungan
besarnya
kapasitas
ruas
jalan
yang
terpengaruh
kegiatan
Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan ini
akan digunakan rumus menurut metode IHCM (Indonesian Highway Capacity
Manual, 1997). Jaringan jalan di lokasi kegiatan dikategorikan jalan perkotaan
dan rumus yang digunakan :
C = Co x FCw x FSsp x FCsf x FCcs (smp/jam)
dimana: Co
= Kapasitas dasar (smp/jam)
FCw = Faktor penyesuaian akibat lebar jalur lalulintas
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 13
Metode Studi
FSsp = Faktor penyesuaian akibat pemisahan arah
FCsf = Faktor penyesuaian akibat hambatan samping
FCcs = Faktor koreksi ukuran kota
Kecepatan Perjalanan Rata-Rata
Parameter Kecepatan perjalanan didapatkan dari hasil survey Floating Car
Observer. Bersamaan dengan itu akan didapatkan nilai waktu perjalanan
rata-rata antar titik-titik asal tujuan di dalam daerah pengaruh" satu nilai
tundaan selama perjalanan tersebut.
Tingkat Pelayanan
Indikator tingkat pelayanan pada suatu ruas jalan menunjukkan kondisi secara
keseluruhan ruas jalan tersebut. Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan
nilai kualitatif seperti :
* VCR
* Keamanan
* Kenyamanan
* Ekonomi/efisiensi
Kelima aspek yang mempengaruhi LOS (Level Of Service) ini oleh para ahli
biasanya diterjemahkan dalam dua ukuran, yaitu :
1. Kecepatan atau waktu perjalanan, dan
2.
Rasio antara volume lalu lintas maksimum yang dapat ditampung oleh
jalan tersebut (V/C).
Tingkat pelayanan (LOS) = V/C ditentukan dalam suatu interval yang terdiri
dari 6 tingkat, yaitu A, B, C, D, E, dan F. Klasifikasi tingkat pelayanan jalan di
kelompokkan dalam beberapa bagian, yaitu :
Tabel 3.6. Klasifikasi Tingkat Pelayanan Jalan
Tingkat
Pelayanan
Jalan
A
Nilai
Derajat
Kejenuhan
0,4
0,4 0,49
0,5-0,59
No
Karaktristik
Arus bebas, volume rendah, kecepatan tinggi,
pengemudi bebas memilih kecepatan (> 50
km/jam)
Arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh lalu
lintas, volume lalu lintas rendah.
Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh lalu lintas,
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 14
Metode Studi
No
Tingkat
Pelayanan
Jalan
Nilai
Derajat
Kejenuhan
Karaktristik
volume lalu lintas sedang
Mendekati arus yang tidak stabil, kecepatan
rendah, volume tinggi
5
E
0,9 - 1
Arus tidak stabil, kecepatan rendah, volume
mendekati kepasitas
6
F
1
Arus terhambat, kecepatan rendah, volume
melebihi kapasitas
Sumber: Highway Capacity Manual (HCM), 1997
4
0,6-0,89
Lokasi
Lokasi pengamatan lalu lintas yaitu pada jalan yang berada di sekitar lokasi
rencana kegiatan yaitu Jl. Kapten Rahmat Buddin dan Jl. Paluh Nibung
3.2.3.2 Komponen Biologi
A. Flora dan Fauna
Pengumpulan Data
Biologi yang ditelaah meliputi flora dan fauna, baik darat maupun perairan.
Metoda pengamatan biologi seperti terlihat pada Tabel 3.6. Sedangkan lokasi
pengambilan sampel dapat dilihat pada Gambar 3.2.
Analisis Data
Metode analisis flora dan fauna baik di lokasi maupu di sekitar lokasi kegiatan
dapat dilihat pada tebel 3.7 berikut:
Tabel 3.7 Metoda Analisis dan Peralatan Komponen Hayati
Parameter
Metoda
Peralatan
Lokasi Pengambilan
Sampling
1.
Ekosistem
Terestial
- Flora
Observasi
Alat Tulis
Pada lokasi tapak dan
sekitarnya
- Fauna
- Satwa liar
Observasi
Alat Tulis
Pada lokasi tapak dan
sekitarnya
- Satwa Domestik
Observasi
Alat Tulis
Pada lokasi tapak dan
sekitarnya
B. Biota Air
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 15
Metode Studi
Pengamatan kondisi biota air meliputi inventarisasi keragaman jenis ikan
(nekton), benthos, dan plankton. Selain itu diamati juga potensi/populasi,
identifikasi nilai penting biota serta potensi pengembangannya, kondisi
perairan serta sifat (behaviour) dari biota tersebut.
Pengumpulan Data
Pengambilan contoh plankton dilakukan dengan menyaring air sebanyak 50
liter masing-masing 30 liter dari bagian permukaan dan sisanya dari bagian
dasar.
Air dituangkan ke dalam jaring plankton No.130 (tipe simple conical
net, mesh size 60 , diameter mulut jaring 30 cm). Air yang tersaring
diawetkan dengan formalin 4%, dan selanjutnya diidentifikasi di laboratorium
menggunakan metode APHA (1981), Davis (1995), Nedham (1963), Mizuno
(1964), Prescott (1970) dan Wickstead (1963). Contoh plankton diawetkan
dengan larutan Lugol (1:100).
Pengumpulan
makrobenthos
sungai
yang
berarus
dilakukan
dengan
menggunakan surber dengan luas bukaan 20 x 20 cm. Contoh dicuci dan
disaring menggunakan US Standart dengan mesh size 1 mm, 180 mm, dan
230 mm, dan 230 mm. Sedangkan untuk pengambilan contoh benthos pada
air tergenang, contoh diambil menggunakan Ponar grab/ eykman grab (luas
penampang 220 cm). Contoh substrat diawetkan dengan formalin 10%,
Makrozoobenthos yang diambil dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam,
kemudian
mikroskop
diidentifikasi
binokuler
di
dan
laboratorium,
loupe.
melalui
Beberapa
pengamatan
litelatur
untuk
dengan
benthos
menggunakan pedoman Edmonsond (1959) dan Pennack (1978). Pengambilan
contoh organisme makrobenthos dilakukan pada stasiun pengamatan kualitas
fisik-kimia air permukaan dan plankton.
Nekton diambil dari segmen perairan/sungai yang terdapat di tapak proyek
dan sekitarnya sesuai dengan atau berdekatan dengan pengambilan contoh
air dan plankton atau makro zoobenthos. Keberadaan nekton (ikan sungai)
dalam suatu lokasi tidak hanya musiman tetapi juga ditentukan oleh biota air
lainnya dalam sistem jaring makanan diperairan. Penangkapan komponen
biota nekton, khususnya ikan, dilakukan dengan jaring dan electric shocker.
Berdasarkan data jenis dan kelimpahan masing-masing biota air, maka dapat
dilakukan perbandingan struktur komunitas. Dari tolok ukur tersebut dapat
ditelaah kondisi komunitas biota air pada saat studi dan kemungkinan
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 16
Metode Studi
perubahannya akibat kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir
Sampah (TPA) Terjun Kota Medan.
Jenis-jenis ikan yang terdapat di sungai dikoleksi dari tangkapan penduduk
serta dilakukan penelusuran dan mewawancarai penduduk di sekitar areal
rencana kegiatan dan studi pustaka. Identifikasi jenis ikan menurut Saanin
(1984); Kottelat, et al. (1993).
Analisis Data
Beberapa persamaan matematis yang akan digunakan untuk menganalisis
data yaitu :
Kelimpahan
Kelimpahan jenis plankton dihitung menggunakan persamaan:
N =n x
A
1
x
B C
dimana :
N
= Kelimpahan plankton (individu/liter)
= jumlah rata-rata total individu
= Luas wadah/Utermohl (mm2)
= Luas satu lapang pandang (mm2)
= Volume contoh air yang disaring (liter)
Jumlah
kelimpahan
organisme
benthos
dihitung
dengan
menggunakan
persamaan sebagai berikut :
N=
n x 10.000
A
dimana :
N
= Kelimpahan benthos (individu/m2)
= Jumlah rata-rata individu
= Luas bukaan mulut Eckman Grab (cm2)
Indeks Keragaman
Keragaman jenis makrozoobenthos dan plankton dihitung dengan Indeks
Shanon-Wiener (Krebs, 1985) yaitu :
s
n
i
i
H = log 2
N
I=1 N
dimana :
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 17
Metode Studi
= Indeks keragaman Shanon-Wiener
= jumlah taksa
= jumlah total jenis ke-i
= jumlah total keseluruh jenis ( ni )
Indeks Keseragaman Jenis
Keseragaman
jenis
mikrozoobenthos
dan
plankton
dihitung
dengan
menggunakan Indeks Keseragaman Jenis (E) menggunakan persamaan
H
H maks
E=
Margalef dalam Krebs (1985):
dimana :
E
= Indeks Keseragaman jenis (kisaran 0-1)
= Indeks Keragaman Jenis Shanon-Wiener yang diperoleh
Hmaks
= Indeks Keseragaman Jenis maksimum = log2 S = 33129 log 10 (S=
jumlah total jenis didalam suatu komunitas).
Indeks keseragaman jenis (E) berkisar antara nilai 0 hingga 1, dimana :
Bila nilai E mendekati 1 berarti penyebaran individu antar jenis relatif
sama.
Bila nilai E mendekati 0 berarti penyebaran individu antar jenis relatif
tidak sama dan ada sebuah kelompok jenis individu tertentu yang
melimpah.
Indeks Dominasi Jenis
Dominasi
jenis
mikrozoobenthos
dan
plankton
diukur
menggunakan
persamaan Simpson (1949) :
s
C=
[ Ni ]
I=1
dimana :
C
Indeks Dominasi Jenis (kisaran 0-1)
jumlah taksa
jumlah total jenis ke-i
jumlah total individu seluruh taksa
Indeks Dominasi Jenis (C) berkisar antara 0 hingga 1 dengan nilai maksimum
untuk
C = 1,00. Hal ini berarti suatu komunitas terbentuk dari organisme
tunggal. Keuntungan menggunakan indeks ini adalah indeks ini menyediakan
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 18
Metode Studi
nilai obyektif tunggal yang menjelaskan proporsi hubungan dari berbagai
macam kategori biota yang diteliti dan dianalisis.
Lokasi
Lokasi pengambilan sampel biota air sama dengan lokasi pengambilan contoh
kualitas air sungai yaitu pada lokasi up stream dan down stream yang termasuk
ke dalam wilayah studi sebanyak 2 (dua) lokasi sampel.
3.2.3.3
Komponen Sosial Ekonomi dan
Budaya
a. Sosial Ekonomi
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh informasi yang memadai dalam mendukung analisis aspek
sosial ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat dilakukan beberapa
metode.
Tabel 3.8. Metode Pengumpulan Data Sosial Ekonomi Budaya dan
Kesehatan Masyarakat
Parameter/Komponen
Lingkungan
A. Kependudukan
1. Jumlah penduduk dan
kepadatan penduduk
2. Sex ratio
3. Struktur penduduk
menurut umur
4. Struktur Penduduk
menurut pendididikan
B. Sosial Ekonomi
1. Struktur
matapencaharian
penduduk
2. Tingkat pendapatan
penduduk
3. Pusat kegiatan ekonomi
dan sektor
perekonomian yang
potensial.
C. Sosial Budaya
Jenis Data
Metode
Pengumpulan
Metode Analisis
Sekunder
Dokumentasi
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Analisis ratio
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Sekunder
Sekunder
Dokumentasi
Dokumentasi
Sekunder
Dokumentasi
PrimerSekunder
KuesionerDokumentasi
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Primer
Kuesioner
Sekunder
Dokumentasi
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Analisis presentase
dan tabulasi silang
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 19
Metode Studi
Parameter/Komponen
Lingkungan
1. Pendidikan
Jenis Data
Sekunder
2. Persepsi masyarakat
Primer
3. Kehidupan budaya dan
Primer
agama
D. Kesehatan Masyarakat
1. Pola penyakit
Primersekunder
2. Jumlah dokter/para
Primer
medis
sekunder
3. Jumlah fasilitas
Primer
kesehatan
Sekunder
Metode
Pengumpulan
Kuesioner
Metode Analisis
Kuesioner
Kuesioner
Analisis Presentase
dan tabulasi silang
Analisis kuantitatif
Analisis presentase
Kuesioner
-Dokumentasi
Kuesioner
-Dokumentasi
Kuesioner
-Dokumentasi
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Analisis presentase
dan tabulasi silang
Sumber : Tim Penyusun, 2013
1. Landasan Pemilihan Metode
Dalam melakukan analisis terhadap komponen sosial ekonomi dan budaya,
pemilihan metoda mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :
a. Satuan analisis yang diukur terdiri dari rumah tangga penduduk di sekitar
lokasi
kegiatan
(penduduk di Kelurahan
Terjun dan Payapasir) dan
pemulung.
b. Faktor-faktor dampak lingkungan yang bersifat penting.
c. Ketersediaan tenaga, waktu, dan dana.
2. Metoda Pengumpulan Data Yang Digunakan
a. Pengumpulan data dengan observasi langsung atau pengamatan langsung,
yaitu suatu metode yang dilakukan untuk mencatat keadaan sosial,
ekonomi dan budaya masyarakat serta perilaku tipikal dari obyek studi
tanpa menggantungkan data dari ingatan seseorang yang diamati.
Suatu metode yang dilakukan untuk memperoleh data dari obyek studi baik
yang tidak bersedia maupun yang bersedia berkomunikasi secara verbal.
b. Pengumpulan data dengan wawancara dan melalui daftar pertanyaan
(questioner)
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan dengan cara tanya
jawab dengan responden. Guna efektifnya teknik pengumpulan data, maka
dalam kegiatan ini dilengkapi dengan daftar pertanyaan yang berisi :
-
Pertanyaan tentang fakta
Pertanyaan tentang persepsi
c. Pengumpulan Data Sekunder
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 20
Metode Studi
Pengumpulan data sekunder diperoleh dari instansi terkait antara lain:
-
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan
Profil/Monografi Kelurahan.
Laporan tahunan Puskesmas
Data statistik yang relevan
Dan data lainnya yang diperlukan
3. Metode penelitian dan pemilihan populasi serta Anggota Sampel
Pengumpulan data sosial, ekonomi dan budaya mengacu pada Keputusan
Kepala BAPEDAL Nomor Kep-299/11/1996 tentang Pedoman Teknis Kajian
Aspek Sosial Dalam Penyusunan Amdal.
Pengumpulan Data
Parameter yang diteliti dalam kajian sosial adalah:
a. Demografi:
struktur
penduduk
(menurut
jenis
kelamin,
umur,
dan
pendidikan), tingkat kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk dan
angkatan kerja.
b.
Sosial ekonomi dan budaya: kesempatan kerja dan berusaha serta persepsi
masyarakat terhadap kegiatan.
Cara mendapatkan gambaran tentang dampak sosial yang dirasakan warga
masyarakat dan pemulung di lokasi dan di sekitar lokasi, terlebih dahulu
dilakukan survey yang berpedoman kepada kuesioner yang disediakan dan
wawancara mendalam terhadap warga masyarakat dan pemulung di lokasi
dan di sekitar lokasi kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah
(TPA) Terjun Kota Medan. Survey dan wawancara tersebut bertujuan untuk
memperoleh gambaran tentang kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan
masyarakat/lingkungan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Di
samping untuk mengetahui konsidi tersebut, juga studi ini bertujuan untuk
menggali tanggapan masyarakat terhadap kegiatan TPA Terjun di Kelurahan
Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Melalui survey dan wawancara diharapkan dapat memperoleh informasi
langsung dari warga masyarakat dan pemulung.
Teknik pengambilan sampel yaitu populasi dalam penelitian ini adalah
penduduk di sekitar lokasi di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan,
Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data yang diperoleh Medan
Dalam Angka 2012, jumlah penduduk tahun 2012 Kecamatan Medan Marelan
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 21
Metode Studi
126.619 jiwa. Dengan pertimbangan lokasi kegiatan, maka penduduk terdekat
yang diperkirakan terkena dampak langsung dari kegiatan Perencanaan
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan ini. Sehingga
dalam hal ini lingkungan terdekat dari lokasi kegiatan yang akan terkena
dampak langsung kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah
(TPA) Terjun Kota Medan 813 KK.
Kecamatan Medan Marelan =32.527 KK
5
Kelurahan Terjun
6.505 KK
8
Lingkungan
813 KK
Maka sampel yang diambil di lingkungan sekitar adalah 10 % X 813 KK = 81
KK
Adapun sifat acak atau random dari para responden diasumsikan telah
terwakili melalui sifat acak dari pengambilan kuesioner 2,5 % adalah Standar
Minimum Bank Dunia dalam pengambilan sampel, mengingat jumlah populasi
yang diambil di lingkungan sekitar 81 KK, maka sampel 10 % dianggap sudah
mewakili.
Selain menggunakan pendekatan kuantitatif metode survei dengan kuesioner,
penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Observasi dan wawancara dengan
menggunakan daftar wawancara
(interview guide) yang akan dilakukan terhadap tokoh-tokoh masyarakat
setempat sebagai informan kunci dan responden.
2. Studi terhadap literatur yang berkaitan dengan permasalahan, mempelajari
profil kelurahan dan puskesmas setempat.
Dengan
menggunakan
dua
pendekatan
tersebut
diharapkan
aspirasi
masyarakat sekitar lokasi kegiatan di wilayah Kelurahan Terjun, Kecamatan
Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara dapat terangkum
dengan jelas dan tepat.
b. Sosial Budaya
Aspek Sosial Budaya yang dipelajari adalah :
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 22
Metode Studi
- latar belakang etnik dan agama
- organisasi sosial
- integrasi sosial
- kamtibmas
- partisipasi penduduk dalam kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan
Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
- persepsi penduduk terhadap kegiatan Perencanaan Tempat Pembuangan
Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
Analisis Data
Hasil tabulasi data kuantitatif tingkat pendidikan, variabel kependudukan,
struktur ekonomi, mata pencaharian, persepsi masyarakat dan kesehatan
masyarakat ditelaah secara deskriptif.
Sumber data primer dikumpulkan langsung dari responden melalui kuesioner
dan data sekunder ditelusuri pada kantor kelurahan serta instansi/dinas
terkait. Keperluan data sekunder adalah untuk memperoleh gambaran rona
lingkungan awal dan akan digunakan dalam kajian keadaan dan prediksi serta
evaluasi
dampak
aspek
sosial
ekonomi
dan
budaya
serta
kesehatan
masyarakat dari segenap kegiatan yang direncanakan. Pengumpulan data
primer
menerapkan
metode
wawancara
dengan
menggunakan
daftar
pertanyaan (wawancara terstruktur).
Lokasi
Lokasi pengamatan sosekbud dilakukan pada penduduk Kelurahan Terjun dan
Kelurahan Paya Pasir serta pemulung , Kecamatan Medan Marelan, Kota
Medan, Provinsi Sumatera Utara yang termasuk ke dalam wilayah studi dan
sekitarnya.
3.2.3.4 Komponen Kesehatan Masyarakat
Pengumpulan Data
Studi terhadap komponen kesehatan masyarakat akan dilakukan terhadap
penduduk di kelurahan lokasi kegiatan yang diprakirakan akan terkena dampak
baik berupa dampak positif maupun negatif.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 23
Metode Studi
Metode pengumpulan data untuk komponen kesehatan masyarakat dilakukan
dengan survey data primer dan survey data sekunder. Pengumpulan data primer
untuk komponen kesehatan masyarakat diperoleh melalui wawancara terstruktur
menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner dan pengamatan langsung.
Adapun kesehatan masyarakat meliputi pola penyakit, fasilitas kesehatan, serta
sanitasi lingkungan di wilayah studi. Adapun sumber data diperoleh dari
Puskesmas Kecamatan Medan Marelan serta hasil wawancara dengan penduduk
sekitar lokasi kegiatan.
Analisis Data
Data aspek kesehatan masyarakat yang didasarkan pada data sepuluh penyakit
tertinggi digunakan secara deskriptif.
Lokasi
Lokasi pengamatan kesehatan masyarakat dilakukan pada penduduk Kelurahan
Terjun dan Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan,
Provinsi Sumatera Utara yang termasuk ke dalam wilayah studi dan sekitarnya.
Untuk lebih jelasnya lokasi pengambilan sampel untuk masing-masing komponen
lingkungan tersebut di atas dapat dilihat pada gambar 3.2.
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 24
Metode Studi
Gambar 3.2.
Lokasi Pengambilan Sampel
KA ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 25
Metode Studi
3.3.
Metoda Prakiraan Dampak Penting
Prakiraan dampak merupakan salah satu kegiatan dalam studi Amdal yang
bertujuan untuk menduga besarnya perubahan kualitas lingkungan yang
ditimbulkan oleh kegiatan yang akan dilaksanakan. Besarnya perubahan kualitas
lingkungan tersebut merupakan selisih antara kualitas lingkungan sebelum
adanya kegiatan dan kualitas lingkungan setelah adanya kegiatan.
Berdasarkan Pedoman Umum dan Pedoman Teknis yang berlaku, maka sasaran
prakiraan dampak penting adalah :
a. Memprakirakan
besarnya
perubahan
yang
terjadi
terhadap
komponen
lingkungan pada "kondisi tanpa proyek (Rona Awal)" dan pada kondisi setelah
ada proyek (Rona Proyek)"
Secara
sistematis
besarnya
perubahan
terhadap
lingkungan
dapat
digambarkan sebagai berikut:
Dn
= (Kkktn - Kto) - (Ktn - Kto)
= Kktn - Ktn
Dimana :
Dn
= besarnya perubahan kualitas lingkungan setelah n tahun
Ktn
= kualitas lingkungan pada saat tn
Kktn
= kualitas lingkungan setelah adanya kegiatan pembangunan pada
waktu tn
Kto
= kualitas lingkungan awal
= kurun waktu n tertentu.
b. Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung
maupun tidak langsung, yaitu :
Kegiatan yang berdampak langsung terhadap komponen sosial.
Kegiatan yang berdampak
langsung pada komponen fisik kimia, biologi
yang selanjutnya pada komponen sosial.
Kegiatan yang dampaknya berantai diantara komponen sosial itu sendiri
Kegiatan-kegiatan tersebut yang berdampak balik pada rencana kegiatan.
Besarnya perubahan lingkungan yang dianalisis mencakup keseluruhan
komponen lingkungan yaitu komponen fisik-kimia, biologi dan sosial, ekonomi
serta
budaya.
Hubungan
antara
komponen
lingkungan
dan
kegiatan
pembangunan perlu dianalisis secara mendalam. Pendekatan yang akan
dipakai untuk menganalisis hubungan tersebut adalah dengan pendekatan :
Metode formal dilakukan dengan model matematik.
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 26
Metode Studi
Tabel 3.9. Metode Formal Yang Digunakan Dalam Prakiraan Dampak
Penting
No
1
Komponen
Lingkungan
Kualitas udara
Metode Formal
Saat Mobilisasi Alat dan material
C x, z
H
Exp 0,5
0,5
2 z
z
2QL
dimana :
C(x,z) = Konsentrasi pencemar di udara ambient
(atmosfer), /m3
X
= jarak antara jalan dengan receptor, m
Z
= tinggi receptor di atas permukaan tanah,m
Q
= emission rate per unit jarak, /s.m
= koefisien 3,14
u
= rata-rata kecepatan Angin pada sumbu x,
m/dt
H = tinggi sumber titik gas buang dari kendaraan, m
z = koefisien Disperse vertical Gaussian, m
Sumber : - Kiely, G. 1998. Environmental Engineering.
McGraw-Hill International Editions. Singapore.
- De Nevers, N. 1995. Air Pollution Control
Engineering. McGraw-Hill Book Co. International
Edition.
Kuantitas debu
Saat Pekerjaan Penataan dan Pematangan Lahan:
eu = 5,9 (s/12) (S/30) (W/3)
0,7
(w/4)
0,5
(d/365)
Sumber: Midwest Research Institute (MRI, 1979
Kebisingan
Sumber titik/diam yang bersumber dari genset:
LP2 = LP1 20 x Log (r2/r1)
Sumber garis/bergerak yang bersumber dari kegiatan
transportasi :
LP2 = LP1 10 x Log (r2/r1)
Dimana :
LP2 = Tingkat kebisingan pada jarak r1 (dBA)
LP1 = Tingkat kebisingan pada jarak r2 (dBA)
R1 = Jarak pengukuran kebisingan dan sumber
kebisingan 1
r2 = Jarak pengukuran kebisingan dan kebisingan 2
4.
Air Larian (run
of)
Sumber : Kiely, G. 1998. Environmental Engineering.
McGraw-Hill International Editions. Singapore.
Q = (Cp-Ca) x I x A
dimana :
Q = perubahan tata guna lahan (m3/hari
hujan)
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 27
Metode Studi
Komponen
Lingkungan
No
Metode Formal
Cp = koefisien air larian
Ca = koefisien air larian rona awal
I = Intensitas curah hujan (m/hari hujan)
A = luas daerah (m2)
Otto Sumarwoto, 1998
Metode non formal (professional judgement)
Professional judgement yang merupakan pendugaan dampak oleh tenaga
ahli berdasarkan pengalaman dan ilmu yang dimiliki yang dikaitkan
dengan
fenomena
di
lapangan.
Cara
ini
dipergunakan
apabila
keterbatasan-keterbatasan dalam hal data dan informasi serta kurang
diketahuinya fenomena alam yang diperkirakan terjadi. Metode non formal
yang digunakan dalam prakiraan dampak penting, yaitu :
-
Kesempatan Kerja
Kesempatan berusaha
Persepsi masyarakat
Kesehatan masyarakat
c. Memberikan indikasi tentang arti pentingnya perubahan tersebut dengan
mengacu kriteria penentuan dampak penting sebagaimana tertera dalam
Keputusan Kepala Bapedal Nomor 056 Tahun 1994 dan Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009. Kriteria mengenai dampak penting
suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup antara lain :
1. Besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak;
2. Luas wilayah penyebaran dampak;
3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung;
4. Banyaknya komponen lingkungan hidup lainnya yang terkena dampak;
5. Sifat kumulatif dampak;
6. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak.
d. Memberi interprestasi terhadap prakiraan dampak dengan skala
penilaian
sifat pentingnya dampak baik positif maupun negatif yaitu:
Pentingnya dampak ( TP = Tidak penting, P = Penting)
e. Menjelaskan mengenai mekanisme aliran dampak yang bersifat langsung
maupun tidak langsung.
3.4. Metode Evaluasi Dampak Penting
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 28
Metode Studi
Setelah tahap identifikasi dan prakiraan dampak selesai dilakukan, dilakukan
evaluasi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dengan menggunakan
metode bagan alir (flow chart) dan matrik dampak penting sebagai berikut :
1.
Penelusuran
hubungan kausatif antara
komponen kegiatan
dengan
komponen lingkungan yang diduga akan terkena dampak.
2.
Menggambarkan dengan jelas karakteristik dampak lingkungan yang akan
terkena dampak.
3.
Kesenjangan perubahan lingkungan yang diinginkan dan perubahan
lingkungan yang mungkin akan terjadi.
4.
Luas persebaran masing-masing dampak, baik di dalam wilayah kajian
maupun di luar wilayah kajian.
5.
Memilih alternatif pendekatan dalam rangka pengendalian dampak
lingkungan
baik
yang
positif
maupun
negatif,
terutama
dari
aspek
pendekatan teknologi, ekonomi dan institusi.
6.
Berdasarkan penapisan dampak penting pada prakiraan dampak, maka
diperoleh resume dampak penting yang harus dikelola. Dalam evaluasi secara
holistik, maka dampak yang dikategorikan bersumber dari kegiatan yang
sama diulas dan dievaluasi secara bersama-sama yang disajikan dalam
bentuk deskriptif dan bagan alir (flow chart) serta matrik dampak penting.
3.5. Perumusan Arah Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
3.5.1. Perumusan Arah Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
Pada hakekatnya perumusan arah rencana lingkungan hidup yang dilakukan ini
memiliki fungsi paling penting dalam proses penyusunan dokumen Amdal,
karena didalamnya memuat berbagai upaya penanganan dampak penting serta
pemantauan terhadap tingkat keberhasilannya.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) merupakan dokumen
yang memuat pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, pedoman atau upaya untuk
mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting terhadap
lingkungan yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul
sebagai akibat dari suatu rencana usaha atau kegiatan. Di dalam rumusan RKL
tersebut secara implisit telah memilih pendekatan yang tepat untuk pengelolaan
dampak penting tertentu.
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 29
Metode Studi
Dalam pengertian tersebut rencana pengelolaan lingkungan hidup mencakup
kelompok aktivitas :
a.
Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau
mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.
b.
Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menanggulangi,
meminimalisasi, atau mengendalikan dampak negatif baik yang timbul di saat
kegiatan beroperasi, maupun hingga saat kegiatan berakhir.
c.
Pengelolaan yang bersifat meningkatkan dampak positif, sehingga
dampak tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar baik kepada
pemrakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati
dampak positif tersebut.
d.
Pengelolaan lingkungan yang bersifat memberikan pertimbangan
ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas
sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau rusak (baik dalam arti sosial
ekonomi dan atau ekologis) sebagai akibat kegiatan.
Maksud pengelolaan lingkungan tersebut di atas, maka pengelolaan lingkungan
yang akan dilakukan dengan pendekatan teknologi, pendekatan sosial ekonomi
budaya dan pendekatan institusional, baik secara bersama-sama ataupun
terpisah.
a.
Pendekatan
teknologi
merupakan
tata
cara
atau
usaha-usaha yang secara teknis dapat dilaksanakan untuk menanggulangi,
meminimalkan atau mencegah dampak negatif yang timbul. Selain itu juga
untuk mengembangkan dampak positif dari kegiatan.
b.
Pendekatan sosial ekonomi budaya merupakan usaha
yang melibatkan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait dalam
menangani dampak penting yang ditimbulkan oleh kegiatan. Dengan
pendekatan ini Pemrakarsa atau pengelola kegiatan dapat melakukan
penanganan dampak kegiatan secara wajar dan secara ekonomis tidak terlalu
membebani.
c.
Pendekatan institusional merupakan usaha koordinasi
dan kerjasama dengan berbagai instansi yan terkait dalam penanganan
dampak dari kegiatan, sehingga penanganan dampak dapat dilakukan secara
efektif dan efisien.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) disusun berdasarkan
jenis kegiatan yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 30
Metode Studi
Rumusan tersebut mencakup dampak lingkungan, sumber dampak, indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup, bentuk pengelolaan lingkungan
hidup, lokasi pengelolaan lingkungan hidup, periode pengelolaan lingkungan
hidup dan institusi pengelolaan lingkungan hidup (pelaksana, pengawas
maupun penerima laporan pengelolaan).
Sedangkan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) bersifat konsisten dan
mempunyai keterkaitan langsung dengan hal-hal yang dikemukakan dalam
laporan Andal dan RKL, baik lingkup kegiatan maupun kedalamannya. Kegiatan
Rencana
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
(RPL)
dapat
digunakan
untuk
memahami fenomena-fenomena yang terjadi pada berbagai tingkatan, mulai
dari tingkat proyek (untuk memahami perilaku dampak yang timbul akibat
kegiatan).
Dokumen
Rencana
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
(RPL)
disusun
untuk
memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan dan untuk memantau
seberapa jauh tingkat keberhasilan pengelolaan lingkungan akibat terkena
dampak penting dari kegiatan, khususnya dampak negatif.
Sebagaimana perumusan RKL, perumusan RPL juga disusun berdasarkan jenis
kegiatan yang menimbulkan dampak penting. Dengan demikian rumusan RPL
tersebut secara keseluruhan mencakup dampak lingkungan yang dipantau (jenis
dampak yang timbul, indicator/parameter, sumber dampak), bentuk pemantauan
lingkungan hidup, metode pengumpulan & analisis data, lokasi pantau, waktu &
frekuensi,
institusi
pemantauan
lingkungan
hidup
(pelaksana,
pengawas,
penerima laporan).
Dokumen RKL diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pengelolaan
lingkungan Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota
Medan guna meminimalkan dampak negatif penting dan mengembangkan
dampak positif penting yang diperkirakan akan timbul, sehingga rencana
kegiatan tersebut dapat berkelanjutan/ sustainable.
Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka dalam suatu dokumen RKL akan
memuat informasi dan ketentuan mengenai pengelolaan lingkungan yang
meliputi:
1. Dampak Lingkungan (dampak penting dan dampak lingkungan lainnya)
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 31
Metode Studi
2. Sumber dampak (dampak penting dan dampak lingkungan lainnya)
3. Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup
4. Bentuk pengelolaan lingkungan hidup.
5. Lokasi pengelolaan lingkungan hidup
6. Periode pengelolaan lingkungan hidup
7. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) ditulis dalam bentuk uraian dan
ikhtisarnya akan dimuat dalam matrik RKL dan disertai penjelasan singkat,
sehingga pelaksana RKL dapat melaksanakannya secara mudah.
3.5.2. Perumusan Arah Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan pengelolaan lingkungan, akan disusun
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
Tujuan utama dari penyusunan dokumen RPL adalah sebagai pedoman untuk
pelaksanaan pemantauan lingkungan, sehingga dapat dijamin bahwa rencana
pengelolaan dampak lingkungan yang tertuang dalam dokumen RKL dapat
terlaksana secara efektif sesuai dengan sasaran yang ditetapkan. Namun
demikian, apabila dalam pelaksanaannya terdeteksi perubahan-perubahan
terhadap
komponen/parameter
lingkungan
tertentu
yang
tidak
terduga
sebelumnya, maka dapat segera terdeteksi untuk selanjutnya dijadikan sebagai
bahan masukan dalam upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang direncanakan
pada tahap-tahap kegiatan selanjutnya.
Dalam dokumen RPL berisikan informasi dan ketentuan mengenai pemantauan
lingkungan. Seperti halnya pada dokumen RKL, maka dalam dokumen RPL akan
terdiri dari uraian yang ikhtisarnya akan dikemas dalam bentuk matrik RPL yang
menjelaskan
secara
sistematis
langkah-langkah
pelaksanaan
RPL
yang
direncanakan, yang meliputi :
1. Dampak Lingkungan yang dipantau;
-
Jenis dampak yang timbul
Indicator/parameter
Sumber dampak
2. Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 32
Metode Studi
Metode pengumpulan & Analisis Data
Lokasi Pantau
Waktu & Frekuensi
3. Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup,
-
Pelaksana
Pengawas
Penerima Laporan
3.5.3. Lingkup Pekerjaan Dalam Rangka Mencapai Sasaran RPL
Untuk mencapai sasaran dan penjelasan RPL, maka pelaksanaan Studi Amdal
harus mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Mempelajari lingkup RPL dan memprioritaskan dampak penting yang harus
ditangani sebagaimana yang ditetapkan dalam RKL
b. Mengkonsentrasikan pemantauan pada variabel atau parameter lingkungan
sebagaimana
yang
digunakan
untuk
mengukur
tingkat
keberhasilan
pelaksanaan RKL
c. Menyebutkan tujuan pemantauan lingkungan secara secara jelas dan terukur
d. Memilih dan menetapkan metode pemantauan yang paling praktis dan
mudah dilalaksanakan dengan tidak mengabaikan persyaratan teknis yang
berlaku.
e. Melengkapi peta petunjuk lokasi pemantauan dengan skala yang memadai.
f.
Menetapkan periode pelaksanaan RPL sesuai dengan kebutuhan.
g. Merumuskan
dan
menetapkan
instansi
pelaksana
RPL
dengan
mempertimbangkan hal-hal yang dilakukan pada perumusan institusi RKL.
h. Mencantumkan komponen biaya dalam dokumen RPL sehingga Pemrakarsa
dapat menyusun dan mengajukan anggaran yang diperlukan.
i.
Membahas dengan pemrakarsa dan instansi terkait lainnya untuk meyakinkan
bahwa RPL dapat dilaksanakan.
3.6.
Rekomendasi Penilaian Kelayakan Lingkungan
Rekomendasi penilaian kelayakan lingkungan di dasarkan dari hasil evaluasi
dampak penting, RTRW, kebijakan dibidang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan, pendekatan teknologi, sosial ekonomi budaya, kelembagaan serta
arahan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, baik pada saat pra
konstruksi, konstruksi, maupun operasional.
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 33
Metode Studi
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
III - 34
Metode Studi
Tabel 3.10. Ringkasan Metode Studi Terhadap Dampak Penting Hipotetik Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir
Sampah (TPA) Terjun
Kota Medan
No
1.
Dampak Penting
Hipotetik
Penurunan
Udara
Kualitas
Metode Prakiraan
Dampak
Saat Mobilisasi alat dan
material:
C x, z
Kuantitas debu
H
Exp 0,5
z
z
2QL
0,5
Sumber: - Kiely, G. 1998.
Environmental
Engineering.
McGraw- Hill
International
Editions. Singapore.
- De
Nevers,
N.
1995. Air Pollution
Control
Engineering.
McGraw-Hill
Book
Co.
International
Edition
Saat Pekerjaan Penataan
dan Pematangan Lahan:
eu = 5,9 (s/12) (S/30) (W/3)
0,7
(w/4) 0,5 (d/365)
2.
Peningkatan
Kebisingan
Data dan Informasi
yang Relevan dan
Dibutuhkan
a.Kecepatan Angin
b.Arah angin
2
c. Jumlah
ritasi kendaraan
Sumber:
Midwest
Research Institute (MRI,
1979)
Sumber titik/diam yang
bersumber dari genset:
LP2 = LP1 20 x Log
(r2/r1)
Sumber garis/bergerak
yang bersumber dari
Metode
Pengumpulan Data
Untuk Prakiraan
a. Data Sekunder dari
BMG
b.
Jumlah
ritasi
kendaraan
- Silt content (%)
- Kecepatan kendaraan
(mil/jam)
- Berat kendaraan (ton)
- Jumlah roda kendaraan
- Jumlah hari tidak hujan
a.
Hasil
kebisingan
Hasil
pengukuran
kebisingan
pengukuran
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
Data
jenis tanah
b.Data Sekunder dari
BMG
III - 35
Metode Analisis Data
Untuk Prakiraan
Metode Evaluasi
Pendekatan
formal
dengan matematis
Matrik
Dampak
Penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Pendekatan
formal
dengan matematis
Matrik
Dampak
Penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Pendekatan
formal
dengan matematis
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Metode Studi
No
Dampak Penting
Hipotetik
Metode Prakiraan
Dampak
kegiatan transportasi :
LP2 = LP1 10 x Log (r2/r1)
Sumber : Kiely, G. 1998.
Environmental
Engineering. McGraw-Hill
International
Editions.
Singapore
Q = (Cp-Ca) x I x A
Data dan Informasi
yang Relevan dan
Dibutuhkan
3.
Peningkatan Air
Larian (run of)
a. Intensitas Curah Hujan
b. Koefisien Pengaliran
c. Luas Penampang
4.
Penurunan Kualitas
air permukaan
Peraturan
Pemerintah
Republik Indonesia No. 82
Tahun
2000
tentang
Pengelolaan Kualitas Air
dan
Pengendalian
Pencemaran Air
Hasil analisis laboratorium
dengan parameter sesuai
dengan peraturan yang
berlaku (tabel 3.5 )
5.
Peningkatan
Kuantitas air
permukaan
Q = V x A
6.
Penurunan Kualitas
Air Tanah
Peraturan
Menteri
Kesehatan
No.492/MENKES/Per/IV/20
10, tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum
a.kecepatan
alran
air
permukaan
b.Luas
badan
air
permukaan
Hasil analisa laboratorium
dengan parameter sesuai
dengan Peraturan Menteri
Kesehatan
No.492/MENKES/Per/IV/20
10, tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum (tabel
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
Metode
Pengumpulan Data
Untuk Prakiraan
Data
sekunder
meliputi data curah
hujan
maksimum,
jumlah hari hujan, luas
penggunaan
lahan
saat kondisi eksisting
dan kondisi rencana,
permeabilitas
tanah,
serta
data
nilai
koefisien
pengaliran/run of
a. Pengambilan contoh
berpedoman
pada
SNI 06-2421-1991
b Pengambilan sampel
Kualitas Air Permukaan
Data
primer
lapangan
di
Pengambilan
sampel
Kualitas Air Tanah
III - 36
Metode Analisis Data
Untuk Prakiraan
Metode Evaluasi
Metode Rasional :
Q = 0,2778 C.I.A
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
a. Termometer
b. Gravimetrik
c. Spektrofotometrik
d. Titimetrik
e. Turbidimetrik
f. Potensiometrik
g. MPN
h. Filtrasi
Q=VxA
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Organoleptik
Kolorimetrik
Gravimetri
Nephelometrik
Termometer
Spektrofotometrik
Serapan Atom
Matrik
Sederhana
dan
Bagan
Alir
(Flow Chart)
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Metode Studi
No
Dampak Penting
Hipotetik
Metode Prakiraan
Dampak
7.
Penurunan Kuantitas
Air Tanah
Membandingkan
studi terdahulu
8.
Gangguan lalu lintas
9.
Biota Perairan
(plankton, nekton,
benthos)
dengan
Data dan Informasi
yang Relevan dan
Dibutuhkan
3.4)
Metode
Pengumpulan Data
Untuk Prakiraan
Metode Analisis Data
Untuk Prakiraan
Titimetrik
EDTA
Brusin
Sulfanik
pH Meter
Iodometrik
Turbidimetrik
o. Miltiple Tube
Method
Dari studi literature
dibandingkan dengan
pengambilan air tanah
Metode
IHCM
(Indonesian
Highway
Capacity
Manual,
1997). Jaringan jalan di
lokasi
kegiatan
dikategorikan
jalan
perkotaan dan rumus
yang digunakan :
C = Co x FCw x FSsp x
FCsf x FCcs (smp/jam)
Kelimpahan:
Metode Evaluasi
Debit kuantitas air tanah
Data sekunder
studi terdahulu
dari
Membandingkan dengan
data dari studi terdahulu
dan hasil pengamatan lalu
lintas
Jumlah kendaraan di jalan
yang dilalui kendaraan
Data
primer
pengukuran di jalan
yang dilalui kendaraan
Analisis deskriptif
Pengamatan Lapangan
Analisis deskriptif
A
1
N n x
x
B
C
Matrik
Sederhana
dan
Bagan
Alir
(Flow Chart)
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Indeks Keragaman:
s
H=
Ni log
I 1
10.
Kesempatan kerja
dan berusaha
Meotde
non
formal
(Professional
Judgment)
oleh ahli Sosekbud
a.Hasil wawancara
b.Hasil kuisioner
11.
Persepsi masyarakat
Meotde
non
formal
(Professional
Judgment)
a.Hasil wawancara
b.Hasil kuisioner
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
a.
Pengamatan
Lapangan
b. Wawancara
c. Kuisioner
a.
Pengamatan
Lapangan
III - 37
n
i
N
Analisis kualitatif
kuantitatif
dan
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Analisis kualitatif
kuantitatif
dan
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Metode Studi
No
Dampak Penting
Hipotetik
Metode Prakiraan
Dampak
Data dan Informasi
yang Relevan dan
Dibutuhkan
oleh ahli Sosekbud
12.
Terganggunya
Kesehatan
Masyarakat
Meotde
non
formal
(Professional
Judgment)
oleh
ahli
kesehatan
masayrakat
a. Data
10
penyakit
tebanyak diderita warga
sekitar
b.Hasil wawancara
c. Hasil kuisioner
13.
Pola Penyakit
Meotde
non
formal
(Professional
Judgment)
oleh
ahli
kesehatan
masayrakat
a. Data
10
penyakit
tebanyak diderita warga
sekitar
b.Hasil wawancara
c. Hasil kuisioner
KA-ANDAL Perencanaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Terjun Kota Medan
Metode
Pengumpulan Data
Untuk Prakiraan
b. Wawancara
c. Kuisioner
a. Data sekunder dari
puskesmas terdekat
b. Pengamatan
Lapangan
c. Wawancara
d. Kuisioner
a. Data sekunder dari
puskesmas terdekat
b. Pengamatan
Lapangan
c. Wawancara
d. Kuisioner
III - 38
Metode Analisis Data
Untuk Prakiraan
Metode Evaluasi
Alir (Flow Chart)
Analisis deskriptif
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)
Analisis deskriptif
Matrik
dampak
penting dan Bagan
Alir (Flow Chart)