Anda di halaman 1dari 20

I.

Waterbath

Water Bath merupakan peralatan yang berisi air yang bisa mempertahankan
suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan.
Waterbath merupakan alat yang fungsi utamanya adalah untuk menciptakan
suhu yang konstan dan digunakan untuk inkubasi pada analisis mikrobiologi.

Prinsip kerja alat :


Pada saat saklar diposisi on maka arus listrik dari sumber akan memberi
suplay listrik ke heater. Heater yang diberi arus listrik memberikan panas
pada alat, suhu semakin tinggi, dan berhenti naik sampai suhu yang

diinginkan. Sensor thermostat yang ditempatkan di daerah pemanas pada


waterbath akan ikut menjadi panas dan memuaikan cairan pada sensor
tersebut.
Pada derajat suhu tertentu, dimana pemuaian cairan dari sensor cukup tinggi,
maka bertambahnya volume cairan sensor ini akan memberikan tekanan ke
kontraktor thermostat sehingga kontraktor terbuka. Dengan terbukanya
kontraktor thermostat, heater tidak mendapatkan suplay arus. Suhu
berangsur-angsur turun, tekanan pada sensor thermostat kembali turun,
sehingga kontraktor kembali tertutup. Terjadi pemanasan kembali.

Fungsi Alat :

Pemanasan pada suhurendah 30-100c


Menguapkan zat/larutan dengan suhu tidak terlalu tinggi
Menginkubasi kultur mikrologi
Menjaga kestabilan suatu bahan pada suhu tertentu yang

dapat menyebabkan kondisi suatu bahan lebih akomodatif


Water Baths juga digunakan untuk keperluan inkubasi dan lain-lain,
atau bahkan bisa menggantikan heating block

Jenis-jenis Instrumen :
Maca-macam alat berdasarkan media pemanas :

Tangas air : Jika sebagai media pemanas digunakan air, dalam hal ini
wadah bahan yang akan dipanaskan harus terendam dalam air

Tangas uap : jika sebagai media pemanas digunakan uap air,


sehingga wadah bahan yang akan dipanaskan tidak boleh terendam

air.
Tangas minyak : jika sebagai media pemanas digunakan minyak,
sehingga dapat digunakan untuk pemanasan pada suhu yang lebih
tinggi antara 170C hingga 200C

Tangas pasir : jika sebagai media pemanas digunakan pasir, sehingga


dapat digunakan untuk pemanasan pada suhu tinggi hingga lebih dari
200C

Cara penggunaan alat :


1. Air dimasukkan kedalam bejana
2. Atur suhu yang dikehendaki dan hidupkan waterbath
3. Masukkan benda yang akan dipanaskan ke dalam air(untuk tangas air)
letakkan benda pada salah satu lubang(untu tangas uap), ingat lubang
lain yang tidak digunakan tetap di tutup
Saklar utama Berfungsi untuk menghidup-matikan alat. Pada posisi 0
pesawat dalam keadaan mati. Pada posisi 1 pesawat dalam kondisi hidup
dengan di tandai menyalanya lampu switch. Knop termostat Berfungsi
untuk mengatur derajat suhu yang di inginkan.
1. SAKLAR
Sakar berfungsi sebagai penghubung dan pemutus circuit
2. THERMOSTAT
5

Pada bagian sensor thermostat berisi cairan yang akan memuai


jika diberi panas. Pemuaian ini dimanfaatkan untuk mendorong
suatu plat kontaktor. Plat kontaktor dapat diatur tekanannya
dengan memutar sebuah knop.
3.HETHER
Heather adalah suatu komponen yang dapat merubah arus
listrik menjadi energi panas. Teori dasarnya adalah apabila arus
listrik yang besar dialirkan melalui penampang penghantar
dengan luas permukaan yang sangat kecil, maka penghantar
tersebut menjadi panas karena benturan elektron yang sangat
cepat dan terpusat pada penampang penghantar kecil. Hal ini
akan mengakibatkan panasnya penghantar. Dari segi elektrikal,
panas yang ditimbulkan merupakan kerugian, tapi dari segi
pemanfaatan panas yang ditimbulkan dapat dimanfaatkan untuk
berbagai terapan dalam praktek.

Cara penyimpanan alat :


1. Sebagai media pemanas digunakan air suling (jangan menggunakan
air sumur karena menyebabkan korosi)
2. Selesai digunakan (jika menggunakan listrik) matikan arus listrik dan
dicabut dari arus listrik
3. Jika hendak disimpan air (media pemanas) dikosongkan

Cara perawatan alat :

1. Untuk perawatan, bersihkan alat hanya dengan lap bersih yang


dibasahi air kemudian lap dengan kain kering setiap selesai
menggunnakan alat
2. Box control jangan sampai tersiram atau kemasukan air karena dapat
berakibat tersengat tegangan listrik (berbahaya) atau alat akan
menjadi rusak
3. Cara rutin air dapat diganti atau ditambah 2 bulan sekali

Cara kalibrasi alat :


Paling tidak dilakukan 2X pertahun, thermometer waterbath harus dicek oleh
petugas yang bertanggung jawab untuk hal ini dengan menggunakan
thermometer

kalibrasi.

Interval

uji

penyimpanan

(deviasi)

harus

didokimentasikan atau di catat pada buku peralatan. Bila alat teroprasi tanpa
pengindahan suhu yang diinginkan, prosedur ini tidak perlu dilakukan, alat
harus diberi lebel sesuai dengan ini.
Dalam kasus terjadinya penyimpanan lebih tinggi atau lebih rendah 5C,
yang ditunjukan oleh thermometer pada alat, harus ditentukan factor koreksi
(suhu yang diinginkan/suhu yang terukur) dan dicantumkan secara jelas pada
alat.

II.

OVEN

Oven laboratorium berbeda dengan oven yang terdapat di dapur- dapur


rumah kita, oven laboratorium atau yang dapat juga disebut drying oven
adalah alat yang berguna untuk memanaskan atau mengeringkan peralatan
laboratorium, selain fungsi- fungsi diatas oven biasanya digunakan untuk
mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut
organik, dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Oven merupakan
alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan menggunakan udara kering. Alat
sterilisasi ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti Erlenmeyer,
Petridisk (cawan petri), tabung reaksi dan gelas lainnya. Bahan-bahan seperti
kapas, kain dan kertas juga dapat disterilkan dalam oven tetapi dalam
temperatur tertentu, pada umumnya temperatur yang digunakan pada
o
sterilisasi cara kering adalah sekitar 140-17 0 C selama paling sedikit 2

jam. Perlu diperhatikan bahwa lamanya sterilisasi tergantung pada jumlah


alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas. Sterilisasi dengan oven
tidak dapat digunakan untuk alat-alat gelas yang membutuhkan keakuratan
(contoh : alat ukur) dan penutup karet atau plastik.

Prinsip Kerja Alat


Perubahan energi listrik menjadi energi panas di mana temperatur dalam
oven dijaga tetap konstan dengan alat kontrol termometer.

Fungsi Alat

Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk


mengeringkan bahan yang dalamkeadaan basah, dapat pula digunakan
mengukur kadar air.

Jenis-jenis Instrumen :
1. Oven Tunnel
Jenis oven yang biasanya dipakai untuk industri besar. Panjang oven
Tunnel bisa mencapai 12 meter. Kelebihan oven tunnel adalah proses
pemanggangannya lebih cepat dengan penggunaan konvetor di mana
adonan dimasukan.

2. Oven Merk Nabertherm KTR4500

3. Oven Merk Memmert

4. Oven Merek YENACO

10

Cara penggunaan alat :

Penggunaan oven tersebut relatif mudah. Namun sebelumnya perlu diketahui


fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol
POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun
mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau
mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan
kecepatan putaran kipas. Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang
menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV
menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan
DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan.
Dapat pula untuk mensetting waktu.
1. Hubungkan dengan sumber listrik.

11

2. Masukkan alat yang akan dikeringkan, atur dengan rapi lalu tutup pintu
dengan rapat.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON
4. Atur temperatur suhu dan waktu yang diinginkan
o
Bila suhu 17 0 C, atur waktu 1 jam

o
Bila suhu 16 0 C, atur waktu 2 jam

o
Bila suhu 15 0 C, atur waktu 2,5 jam

o
Bila suhu 14 0 C, atur waktu 3 jam

5. Bila waktu yang diatur telah selesai, pengatur waktu secara otomatis
kembali ke nol.
6. Biarkan
dingin,

lalu

keluarkan

bahan

dan

alat

yang

disterilkan/dikeringkan.

Cara perawatan alat :


1. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesoris dan rak tatakan
2. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin
sebelum dibersihkan
3. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut
dalam air panas atau detergen
4. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan
mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap
basah.
5. Alat-alat gelas disusun rapi dan teratur.
o
6. Apabila pemanasan di atas suhu 10 0 C, tidak boleh memasukkan
alat/bahan yang terbuat dari karet, plastik atau bahan yang mudah
rusak.
7. Jangan mengeringkan pipet ukur dan labu ukur karena volume akan
berubah.
8. Catat waktu dan suhu/temperatur setiap kali alat dijalankan.

12

9. Alat harus bersih dan bebas debu.


10. Alat-alat yang akan disterilkan di bungkus dengan kertas sampul atau
Aluminium voil, bertujuan untuk menjaga dan melindungi bahan yang
ada di dalam gelas reaksi agar tidak terkontaminasi.

Cara kalibrasi alat :


1. Secara berkala lakukan pemeriksaan suhu dengan menggunakan
termometer
2. Cocokkan hasil yang di dapat antara suhu yang tercantum dalam oven
dengan suhu yang ditunjukkan oleh termometer standar

Bagian-bagian Alat
a. Temperatur : pengatur suhu yang ada di dalam oven.
b. Rak oven : tempat meletakkan bahan atau alat yang akan di sterilisasi.
c. Pintu oven : pembuka dan penutup oven.
d. Pengatur waktu : pengatur alarm waktu
yang akan digunakan dalam mensterilkan alat.
e. Pengatur kadar uap air di dalam oven sesuai bahan yang akan
disterilkan.

13

III.
Hotplate

merupakan

Hotplate dan Stirrer


piringan

panas

yang

digunakan

untuk

menghomogenkan suatu larutan secara lebih cepat dengan suhu dan stirrer
adalah magnet pengaduk yang mengaduk pada hotplate. Alat ini digunakan
14

untuk membuat larutan stok, dan sebelum bekerja perlu dihitung dulu jumlah
padatannya

atau

larutan

pekat

yang

diperlukan,

sehingga

perlu

ditimbang.jumlah mol zat dalam larutan bergantung pada konsentrasi dan


volumenya. Satuan konsentrasi yang umum dipakai adalah molar (m).
kemolaran suatu zat adalah jumlah mol zat dalam tiap liter larutan. Hotplate
dilengkapi fasilitas pengadukan dan pemanasan sehingga dapat digunakan
untuk membantu pengadukan agar suspensi tidak mengendap dan
pendistribusian mikroba dalam media kaldu / media fermentasi baik pada
suhu kamar maupun suhu tinggi.

Prinsip Kerja Alat


Supply akan memberikan tegangan sebesar +12 v dan +5 v terhadap ground.
Saat Power on ditekan maka display akan inisialisasi. Lalu mengatur suhu
dan kecepatan yang telah di setting serta mengatur waktu. Ketika tombol
start ditekan maka pesawat ini akan mulai bekerja. Motor dan pemanas akan
bekerja sampai batas yang telah diatur dan batas waktu yang ditentukan.
Saat waktu habis buzzer akan berbunyi dan motor akan berhenti
menandakan proses pencampuran selesai.

Fungsi Alat
Hotplate

stirrer

dan

Stirrer

bar

(magnetic

stirrer)

berfungsi

untuk

menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Pelat (plate) yang


terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat
proses homogenisasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hotplate
dan

magnetic

stirrer

seri

SBS-100

15

dari

SBS

misalnya

mampu

menghomogenkan sampai 10 L, dengan kecepatan sangat lambat sampai


1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC.

Jenis-jenis Instrumen

Corning Hotplate Stirrer


Corning hotplate stirres mempunyai ukuran plat 12,7X17,8cm
Pyroceram. Mempunyai display temperatur digital dan kecepatan
stirrer. Beroprasi pada 230Volt/50Hz

Magnetic Hotplate Stirrer

Mempunyai ukuran plat keramik atas 200 X 200 mm. Dengan kecepatan
100 sampai dengan 1500rpm. Dan temperatur diatas 450c.
16

CARA PENGGUNAAN

Langkah Pengoprasian :
1. Pastikan alat pada posisi datar / rata dan aman.
2. Sambung socket kabel ke power.
3. Untuk menghidupkan putar ke posisi ON.
4. Untuk pengadukan putar sampai lampu stir menyala sesuai yang
diinginkan, tanda 1 ( lambat ) s.d tanda 10 ( cepat ).
5. Untuk pemanas putar sampai lampu heat menyala sesuai yang
diinginkan, tanda 1 ( kurang panas) s.d tanda10 ( sangat panas ).

Cara Mematikan :
1. Kembalikan stir dan heat ke posisi terendah.

17

2. Putar tombol ke posisi OFF sampai lampunya mati.


3. Kemudian socket kabel dilepas atau dicabut dari power / listrik.

Komponen Hotplate Stirrer :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Power supply
Rangkaian sensor suhu
Rangkaian motor
Microcontroler
Pemanas
Piringan

CARA PERAWATAN
1. Lakukan pengecekan alat setiap akan dipergunakan.
2. Jauhkan alat dari percikan air atau udara panasdan bahan kimia berbahaya
( sifat korosif ).
3. lap hotplate menggunakan lap yang lembut

18

CARA KALIBRASI ALAT

Gunakan tachometer untuk mengukur kecepatan motor.


Termometer untuk mengatur suhu.
Stopwatch untuk pengaturan Waktunya.

19

20