Anda di halaman 1dari 100

TOOLS

BASIC COMPETNCY I

MODUL SISWA

Mei 2008

MSTL-10508-1

Yayasan Karya Bakti United Tractors


Jalan Raya Bekasi Km 22. Cakung Jakarta Timur 13910 Indonesia
Telp
: (62-21) 4605949 4605959 4605979
Fax
: (62-21) 4600657 4600677
www.ut_school.com

TOOLS

DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN

Materi pembelajaran Tools terdiri atas 5 (lima) bab. Bab 1 membahas mengenai common

tools, yaitu wrench bolt & nut, srew driver, hammer, pliers, punch, chisel, file, puller, serta
tap & dies. Bab 2 membahas mengenai measurement tools, yaitu vernier caliper,
micrometer, dial indicator, convex scale, dan ruller.
Bab 3 membahas mengenai diagnostic tools, yaitu multi tachometer, pressure gauge,
thermometer, multitester, hydrometer. Bab 4 membahas mengenai special tools untuk
engine, clutch, steering clutch, dan undercarriage. Bab 5 membahas mengenai workshop
equipment, yaitu sling dan perlengkapan peralatan pengangkatan.


DAFTAR ISI

DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN


DAFTAR ISI
DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
SASARAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
REFERENSI
GLOSARIUM
BAB I. COMMON TOOLS
Pelajaran 1 : Wrench Bolt & Nut, Srew Driver, Hammer, Pliers

Pelajaran 2 : Punch, Chisel, File, Puller, Tap & Dies

19

Ringkasan

24

Soal Latihan

26

BAB II. MEASUREMENT TOOLS


Pelajaran 1 : Vernier Caliper, Micrometer, Dial Indicator

29

Pelajaran 2 : Convex Scale, Ruller

34

Ringkasan

36

Soal Latihan

37

BAB III. DIAGNOSTIC TOOLS


Pelajaran 1 : Multi Tachometer, Pressure Gauge, Thermometer

40

Pelajaran 2 : Multitester, Hydrometer

45

Ringkasan

48

Soal Latihan

49

BAB IV. SPECIAL TOOLS


Pelajaran 1 : Engine

51

Pelajaran 2 : Clutch

59

Pelajaran 3 : Steering Clutch

61

Pelajaran 4 : Undercarriage

65

Ringkasan

75

Soal Latihan

77

BAB V. WORKSHOP EQUIPMENT

Pelajaran 1 : Sling

81

Pelajaran 2 : Perlengkapan Peralatan Pengangkatan

85

Ringkasan

88

Soal Latihan

89

TOOLS

DESKRIPSI PROGRAM
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Metode

Teori (15%)

Ceramah

Diskusi

Praktek (85%)

Demonstrasi

Praktek

Durasi
2 hari kerja (14 jam )
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan
Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.
Evaluasi akhir

Nilai minimal test teori : 75

Tidak dilakukan evaluasi praktek.

Pemberian Sertifikat

Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.

Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat kehadiran
minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.

TOOLS

SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa dapat menyebutkan nama dan
fungsi tools dan perlengkapan workshop. Siswa juga mampu menggunakan tools dan
perlengkapan workshop secara tepat.

TOOLS

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Petunjuk Bagi Siswa


Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini,
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:

Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada
pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas,
siswa dapat bertanya pada instruktur

yang

mengampu kegiatan belajar

tersebut.

Kerjakanlah setiap soal latihan yang terdapat pada modul ini untuk
mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.

Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada
kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang
mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

Petunjuk Bagi Instruktur


Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:

Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.

Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam


tahap belajar.

Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab


pertamnyaan siswa mengenai proses belajarnya.

Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain


yang diperlukan untuk belajrar.

Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

TOOLS

REFERENSI

Book :
The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog)
Training Aid & Users Text

Website :
http://www.toolstation.com
http://www.machynerywarehouse.com
http://www.unitedtractors.com

GLOSARIUM

Backlash : play diantara dua gear.


Bending : suatu kondisi melengkung dari suatu benda umumnya shaft (poros).
Common Tools : alat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang umum/biasa.
Diagnostic Tools : alat yang digunakan untuk mendeteksi/mengetahui suatu kondisi
tertentu.
Disassembly : kegiatan/pekerjaan membongkar suatu komponen.
End play : play dalam arah aksial/horizontal.
High Idle : engine putaran tinggi.
Low Idle : engine putaran rendah.
Measurement Tools : alat yang digunakan untuk mengukur dimensi dari sebuah benda.
Reassembly : kegiatan/pekerjaan merakit suatu komponen.
Run Out : suatu kondisi permukaan yang tidak rata dari suatu benda umumnya benda yang
berputar sehingga menyebabkan keolengan yang tidak normal dari benda
tersebut.
Special Tools : alat khusus yang digunakan untuk melepas suatu komponen yang tidak
dapat dilakukan dengan menggunakan common tools.
Torque : besarnya gaya dikalikan jarak.
Workshop Equipment : peralatan/perlengkapan kerja yang biasa digunakan di bengkel.

BAB I

COMMON TOOLS
Tujuan Bab 1 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari macam-macam common tools. Siswa juga mampu menggunakan
macam-macam common tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard.

Referensi :
Book :

Service Tool Guide, Komatsu

The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog), Komatsu

Training Aid & Users Text, Komatsu

Website:

http://www.toolstation.com

http://www.machynerywarehouse.com

http://www.unitedtractors.com

Tools

Pelajaran 1 : Wrench Bolt & Nut, Screw Driver, Hammer, Pliers

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari wrench bolt & nut, screw driver, hammer, pliers.
Wrench Bolt & Nut
Mesin pada umumnya dirakit dengan bolt dan nut. Oleh karena itu, untuk melepas (disassembly) atau
merakit kembali (reassembly) suatu mesin, diperlukan pengetahuan bagaimana cara melepas dan
mengencangkan bolt dengan benar dan cepat.

Open End Wrench

Open end wrench sering kali dipakai untuk merakit maupun melepas bolt pada suatu mesin. Bolt
diputar setelah dipaskan dengan mulut open end. Open end wrench dibagi menjadi 3 (tiga) jenis,
yaitu :

Single open end wrench


Jneis open end wrench yang mempunyai satu kepala.

Double open end wrench


Jenis open end wrench yang mempunyai dua kepala.

Open end wrench sledge hammer


Jenis lain dari open end wrench, dimana kunci ini dapat disambung dengan pipa maupun
dipukul dengan hammer.

Tools

Untuk memutar bolt, nut pada mesin, open end dipaskan pada kepala screw dan putar handlenya.
Pilihlah ukuran kunci yang sesuai dengan kepala bolt. Ukuran open end ditentukan oleh besarnya
bukaan atau lebar rahangnya yang dibuat sedikit lebih besar dari kepala bolt. Sebagai contoh, kepala
bolt ukuran 3/8 inch artinya memiliki clearance (celah) 5 sampai 8 perseribu inch. Celah bebas yang
terlalu besar akan mengakibatkan sudut kepala bolt menjadi bulat (mematahkan sudut-sudut bolt)
atau memperlebar mulut open end. Sebaliknya, memaksa mulut open end yang terlalu kecil pada
kepala bolt, misalnya dipaksa dengan cara memukul menggunakan palu, akan memperlebar mulut
open end atau mematahkan kepalanya.

Saat mengencangkan, cocokkan open end pada kepala screw seperti diilustrasikan pada gambar di
bawah. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk mengencangkan atau melonggarkan
screw, maka mulut open end harus dicocokan secara benar-benar dan berulang-ulang ke kepala
screw untuk memastikan keamanan saat menarik kunci.

Mencocokkan open end ke kepala screw seperti ditunjukkan pada gambar di bawah adalah
berbahaya. Open end bisa slip dengan mudah begitu open end wrench diputar.

Jika screw dapat diputar dengan mudah, pegang handle kunci dekat kepalanya dan putar kepala
screw dengan mempergunakan ujung dari rahang kunci. Jika diperlukan momen puntir yang agak
besar untuk memutar screw, cocokkan atau pasang rahang kunci bagian dalam pada kepala screw,
untuk mencegah kemungkinan kunci dari slip atau mulut kunci melebar. Jika tidak memungkinkan
untuk mencocokkan open end dengan cara ini, doronglah handle ke arah kepala screw sambil
memutarnya. Dengan demikian, kepala screw tetap pada bagian dalam rahang open end wrench,
serta open end-nya tidak slip.

Tools

Tarik kunci dengan bahu. Hindari mendorong kunci karena akan menyebabkan buku-buku jari
terkelupas atau lebih parah lagi jika screw mendadak melonggar atau kuncinya slip. Jika kuncinya
harus didorong, doronglah kunci dengan hati-hati dengan telapak tangan terbuka dan ingatlah untuk
membalik rahang kuncinya.

Putar kunci dalam jarak yang ditunjukan pada gambar di bawah. Tarikan pada kunci melebihi jarak ini
mengakibatkan kehilangan gaya dan memberikan kemungkinan pada kunci untuk slip.

Adjustable Wrench

Berbeda dengan open end wrench yang mempunyai atau memiliki mulut (opening) tetap, adjustable
wrench dapat divariasikan dengan menggerakkan rahang bawah (lower jaw) dengan memutar ulir
penyetelnya. Dengan demikian kunci ini dapat dipergunakan untuk screw yang besarnya berlainan.
Bagaimana pun adjustable wrench bukan berarti tool yang efisien karena bisa disetel, selain itu
adjustable wrench pada umumnya berat dan besar.

Tools

Ukuran pada adjustable wrench disesuaikan oleh overall length.

Nominal overall length (mm)


Max. lower jaw span (mm)

100

150

200

250

300

375

+13

+13

+13

+13

+13

40+13

13

20

24

29

34

Tipe, kelas, dan simbol adjustable wrench ditunjukkan pada table di bawah.
Type

Class

Symbol

Material and Process

Opening angle

Entirely forged

15 degrees

High-strength

23 degrees

Normal

23 degrees

Only lower jaw forged

Peganglah handle dekat kepalanya. Cocokkan mulut kunci dengan kepala screw dan putar
penyetelnya sehingga pas dengan kepala screw. Jika mulut kunci tidak secara tepat terhadap kepala
screw, maka kepala screw atau kuncinya akan mengalami kerusakan.

Hindari memutar kunci searah titik rahang sebelah atas, jika tidak kuncinya bisa slip dari screw.
Hindari memukul handle dengan palu atau menyambung handle dengan sepotong pipa ketika
memutar kunci.

Tools

Box (Ring) Wrench

Box wrench dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

Double end ring wrench


Kunci tipe ini memiliki dua kepala, dimana kepalanya berbentuk cincin (ring) dengan alur-alur
pada dinding sebelah dalam cincin yang mencengkram sudut-sudut dari kepala screw. Aluralur ini dinamakan point. Untuk nut hexagonal, konstruksi standarnya 6 atau 12 point (titik),
yang 6 titik memberikan cengkeraman paling kuat dari kunci yang 12 titik, yang 12 titik
mengurangi lingkaran sehingga kunci harus bergerak untuk dapat masuk pada kepala bolt.
Yang 12 titik adalah yang paling banyak dan dapat dipasang pada kepala baut setelah
memutar 30 derajat dari lingkarannya. Biasanya kunci ini dioffset pada gagangnya (handle)
untuk memberikan celah bebas jari-jari tangan. Box wrench (ring wrench) biasanya digunakan
untuk melonggarkan bolt yang kencang dan juga untuk mengencangkannya. Ada berbagai
jenis gagang (handle) yang dioffset dengan sudut 15, 45 dan 60, ini dipakai sesuai
penggunaannya (aplication).

Half moon wrench (starter and manifold wrench)


Bentuk lain dari double end ring wrench dimana kunci ini sangat efektif apabila handle yang
lurus tidak dapat digunakan untuk melepas screw. Contoh, bolt pada PT Pump pada engine
cummins tidak dapat diputar apabila tidak menggunakan kunci ini.

Single end offset ring wrench


Kunci yang mempunyai satu kepala dan penggunaannya dengan memakai tubular handle.

Turbular handle

Tools

Ring wrench sledge hammer


Bentuk lain dari single end ring wrench, dimana kunci ini ketika digunakan gagangnya
(handle) dapat disambung pipa atau dipukul dengan menggunakan hammer (palu).

Combination Wrench

Kunci yang memiliki kepala ring (box) pada salah satu ujungnya dan kepala open end pada ujung
lainnya.

Socket Set

Kunci socket terdiri dari sebuah socket (yang mana cocok dengan kepala hexagonal dari screw) dan
sebuah handle. Terdapat berbagai jenis handle untuk memenuhi penggunaannya, dengan memilih
handle yang sesuai memungkinkan penggunaan kunci socket dengan efisien. Dengan adanya
berbagai macam adaptor (penyesuaian) dan extention (penyambung), kunci socket menjadi sangat
flexible (mudah) disesuaikan dengan keadaan. Bagian dari handle yang dimasukkan ke dalam socket
berbentuk persegi empat disebut drive square. Drive square harus dimasukkan sepenuhnya ke dalam
lubang socket , jika tidak maka handlenya bisa slip dari socketnya. Jika socketnya hanya memiliki satu
lekukkan pasanglah drive square sedemikian rupa sehingga bolanya terpasang pas dan tepat pada
lekukkannya. Lain halnya jika socket memiliki lekukkan pada keempat sisinya.

Tools

Socket
Ujung socket mempunyai lubang berbentuk hexagonal. Ukuran lubang ditentukan oleh lebar
kepala dari screw. Lebar dari drive square (dimana handle dipasang) mempunyai ukuran
bermacam-macam antara lain inch , 3/8 inch, inch, inch dan 1 inch. Lebar drive
square dengan ukuran inch paling sering digunakan. Pada umumnya, semakin besar
ukuran lubang ujung socket, maka semakin besar ukuran lubang drive square.

Width across flats of


drive square hole
6.35 mm (1/4")

Width across flats


of socket end hole
12 mm or less

9.52 mm (3/8")

23 mm or less

12.70 mm (1/2")
19.05 mm (3/4")

10 - 32 mm (as per
JIS)
23 - 60 mm

25.40 mm (1")

35 mm or more

Handle
Handle atau gagang socket mempunyai beberapa bentuk diantaranya :

L-Shaped handle
Poros L-shaped handle (offset handle) bengkok pada ujungnya.

T-Sliding handle
Handle dapat meluncur dengan bebas, dengan demikian tidak perlu merubah posisi
socket, handlenya digerakkan pada satu sisi untuk setengah putaran, sisi yang lain untuk
setengah putaran berikut dan seterusnya.

Speeder handle
Speeder handle dengan sebuah socket dapat memutar sejumlah screw dari ukuran yang
sama dengan cepat. Walaupun demikian, speeder handle tidak cocok untuk melonggarkan
atau mengikat kuat screw.

Tools

Flexible handle (swivel handle/nut spinner handle)


Persegi empat penggeraknya (drive square) dipasang pada handle dengan memakai
sebuah pena (pin), dengan demikian handlenya dapat diputar dengan sudut yang
dikehendaki.

Ratchet handle
Handle ini memiliki mekanisme ratchet yang memungkinkan persegi empat pemutar (drive
square) untuk memutar pada satu arah dan mencegah berputar pada arah yang
berlawanan.

Extention
Extention diperlukan untuk memutar screw pada tempat yang terhalang atau sempit.

Sebuah penyambung (extention) dapat dihubungkan dengan drive square dari handle ratchet,
dengan demikian handle dapat diputar pada tempat yang lebih luas. Momen puntir disalurkan
kesocket melalui penyambung. Poros penyambung (extension bar) memiliki lubang persegi
empat pada salah satu ujungnya yang dihubungkan pada drive square handle dan drive
square pada ujung lainnya untuk socket. JIS hanya menentukan dua extension, 150 mm dan
250 mm. Walaupun demikian ukuran yang lainnya dapat diperoleh dipasaran.

Tools

Universal joint
Universal joint dihubungkan antara handle dan socket agar memungkinkan untuk
mempergunakan handle dari segala arah.

Kunci socket optional

Kunci socket dengan handle

10

Tools

Hexagon Wrench (Set Screw/Allen Wrench)

Kunci ini adalah sebuah hexagonal/segi enam batang yang dibengkokkan bagian ujungnya. Ujung
bengkoknya dipasang ke dalam lubang kepala screw. Kunci ini bisa diperoleh dalam berbagai ukuran.
Ukuran (ketebalan) ditentukan oleh sisi sejajar dari hexagon.

Pipe Wrench (Monkey Wrench)

Kunci pipa digunakan untuk memutar pipa, poros dan lain-lain yang mana tidak bisa dicengkeram
dengan kunci lain. Kerugiannya adalah gigi kunci menggigit ke dalam dan membuat cacat pada benda
kerja.

Besarnya kunci pipa ditentukan oleh panjang keseluruhan kunci dengan rahang atas memanjang
keluar sepenuhnya. Tabel di bawah menunjukkan tipe dari kunci pipa. Kunci pipa ada yang digunakan
untuk kelas tugas berat ditandai hurup H dan untuk yang normal dengan tanda N .

Size (overall length) (mm)


Diameter of work

200

*250

*300

*350

*450

600

900

1200

6 - 20

6 - 26

10 - 32

13 - 38

26 - 52

38 - 65

50 - 95

65 - 140

*paling sering digunakan

11

Tools

Kunci pipa memiliki rahang yang bisa digeser dan disetel dengan sebuah cincin berulir, rahangnya
diberi engsel sehingga jika gagangnya ditarik ke arah anda maka ikatan benda akan dikencangkan
dan akan melonggarkan bila diputar sebaliknya. Jika disetel dengan tepat, maka kunci pipa bisa
bekerja seperti kunci ratchet.

Peganglah kunci dengan mulutnya mengarah pada anda. Letakkan mulutnya melingkari benda kerja
dan setelah rahang bawah menyentuh benda kerja dengan kuat, kemudian sentaklah kuncinya ke
arah anda, benda kerja harus berputar dengan kunci. Kemudian dorong kuncinya menjauhi anda,
benda kerja harus slip di dalam rahangnya. Hati-hatilah jangan membiarkan kuncinya slip atau jatuh.

Kunci Kait (Hook Wrench)

Kunci kait dinamakan kunci pas kait (hook spanner wrench), dipergunakan untuk memutar nut bulat
dengan menyangkutkan ujung kait di dalam alur dari pinggiran mur bulat. Kunci kait bisa diperoleh
dalam berbagai ukuran yang ditentukan oleh diameter luar dari nut yang akan dilayani. Biasanya
suatu kunci kait dapat dipergunakan untuk memutar nut dari dua atau tiga ukuran yang berbeda.

Selain itu juga terdapat kunci kait yang dapat disetel (adjustable hook wrench) yang dapat
dipergunakan untuk berbagai jenis nut lingkaran sproket hub. Penyetelan dapat dilakukan dengan
memilih posisi pin dari rahangnya.

12

Tools

Torque Wrench

Torque wrench adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya torque yang digunakan untuk
mengencangkan bolt, nut atau screw mesin.

Ada beberapa macam tipe dari torque wrench, diantaranya :

13

Tools

Screw Driver

Slotted Driver

Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk minus.

Cross Driver

Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk plus. Screw driver jenis ini jika ujungnya patah
tidak bisa di perbaiki.

Offset Driver

Offset driver ini digunakan untuk ruangan yang sempit dan screw yang kencang.

Starting Screw Driver

Starting screw driver digunakan untuk melepas dan memasang screw pada tempat yang susah jika
menggunakan tangan.

14

Tools

Hammer
Hammer dilihat dari jenis materialnya terbagi menjadi ada 2 (dua) jenis, yaitu :

Material keras (steel)

Ball peen hammer


Hammer jenis ini ujungnya berbentuk flat dan ball. Ujung yang flat untuk pemukul seperti
biasanya sedangkan yang berbentuk ball untuk membuat bulat paku keling (rivet).

Machinist's hammer (fitter's hammer)

Double-face hammer

Material lunak (plastik, rubber, soft, wood)

Hammer ini digunakan untuk memukul komponen-komponen agar tidak rusak/cacat pada permukaan
yang dipukul. Berdasarkan bahannya hammer ini dibagi menjadi beberapa jenis antara lain :

Plastic hammer

15

Copper hammer

Soft hammer

Rubber hammer

Tools

Pliers
Pada umumnya digunakan untuk pemegang, pemotong dan penarik material. Ada bermacam-macam
bentuk dari pliers, diantaranya :

Diagonal Cutter Plier

Diagonal cutter plier ini digunakan untuk menarik cutter pins. Khususnya dari slotted nuts.
Diagonal/side cutter plier ini jangan digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar.

Combination Plier

Pliers ini dapat digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar dan dapat juga digunakan
untuk pemegang benda kerja tetapi tidak digunakan untuk mengencangkan dan mengendorkan nut
maupun bolt.

16

Tools

Flat Nose Plier dan Flat Round Nose Plier

Flat nose pliers dan flat round nose pliers digunakan untuk memegang benda yang kecil dan untuk
mengambil benda pada tempat yang terbatas (sempit).

Grip Pliers.

Digunakan untuk memegang benda kerja yang silindris. Ada 2 (dua) macam grip plier, yaitu :

Multi grip plier (water pump pliers)


Dimana salah satu jaw-nya dapat disesuai dengan benda kerja yang dijapit.

Lock grip plier


Lock grip plier didisain khusus untuk menjepit dan memegang benda yang silindris, salah satu
jaw dapat diatur sesuai dengan ukuran yang dikehendaki dan di-lock.

Snap Ring Plier (Circlip Pliers)

Plier ini digunakan untuk melepas maupun memasang snap ring. Snap ring plier ini ada 2 (dua) jenis,
yaitu :

External snap ring pliers


Digunakan untuk membentangkan snap ring pada waktu melepas maupun memasang.

17

Tools

Internal snap ring pliers


Digunakan untuk menekan snap ring pada waktu melepas maupun memasang.

18

Tools

Pelajaran 2 : Punch, Chisel, File, Puller, Tap & Dies


Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari punch, chisel, file, puller, tap & dies.
Punch

Starting Punch

Starting punch digunakan untuk memukul paku keling (rivet) dan penggerak awal dalam
mengeluarkan pin lurus atau pin tirus.

Pin Punch

Pin punch digunakan untuk mengeluarkan pin setelah digerakkan dengan starting punch, jangan
menggunakan pin punch untuk penggerak awal dalam mengeluarkan pin.

Center Punch

Center punch digunakan untuk memberi tanda pada lokasi lubang yang akan dibor.

Aligning Punch

Aligning punch digunakan untuk menepatkan lubang agar tepat pada pemindahan komponen. Jangan
menggunakan aligning punch dengan dipukul seperti center punch.

19

Tools

Chisel

Flat Cold Chisel

Flat cold chisel digunakan untuk memotong metal, mematahkan paku keling (rivet) dan untuk
membelah nut. Flat cold chisel pada sisi potong sedikit cembung dengan sudut 60o-70o.

Cape Chisel

Cape chisel digunakan untuk memotong pasak, groove yang sempit.

Round Nose Chisel

Round nose chisel digunakan untuk membuat groove setengah lingkaran dan memotong chip disudut
yang beradius.

Diamond Point Chisel

Diamond point chisel digunakan untuk membuat atau memotong V groove dan sudut yang bersegi.

File (Kikir)
File dibuat bermacam-macam ukuran dan ketajaman, tiap file (kikir) mempunyai penggunaan
tersendiri.

20

Tools

File (kikir) yang banyak digunakan di work shop adalah :

Single Cut File

Single cut biasanya digunakan untuk mengasah tool.

Double Cut File

Double cut biasanya digunakan dalam pengerjaan finishing.

Rasp Cut File

Rasp cut yang semua giginya mempunyai pemotong sendiri-sendiri, rasp file digunakan untuk
memotong kayu dan metal yang sangat lunak.

Curved Tooth File

Curved tooth file digunakan untuk alumunium dan steel sheets.

Puller
Komponen yang terpasang fit dapat rusak selama dilepas dan dipasang sehingga perlu diperhatikan
dalam melepas dan memasang komponen tersebut. Jika dengan menggunakan hammer, bar mungkin
hanya akan menimbulkan masalah, sehingga untuk mengurangi terjadinya kerusakan digunakan
puller.

21

Tools

External Puller

External puller digunakan untuk menarik gear dari shaft.

Press Puller

Press puller digunakan untuk mendorong shaft dari lubangnya.

Internal Puller

Internal puller digunakan untuk menarik bearing dari lubangnya.

22

Tools

Tap dan Dies (Screw Plate Set)


Screw plate set terdiri dari tap dan dies dan dilengkapi oleh tap handle dan dies handle.

Taps

Taps ini digunakan untuk membuat ulir bagian dalam.

Dies

Dies ini digunakan untuk membuat ulir bagian luar.

23

Tools

Ringkasan
Terdapat berbagai macam jenis common tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya wrench
bolt & nut, srew driver, hammer, pliers, punch, chisel, file, puller, tap & dies.
Wrench bolt & nut digunakan untuk melepas (disassembly) atau merakit kembali (reassembly) suatu
mesin. Tools yang termasuk wrench bolt & nut diantaranya :

Open end wrench, terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu single open end wrench, double
open end wrench dan open end wrench sledge hammer.

Adjustable wrench.

Box (ring) wrench, terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu double end ring wrench, half moon
wrench (starter and manifold wrench), single end offset ring wrench dan ring wrench sledge
hammer.

Combination wrench.

Socket set, terdiri atas socket, handle (L-Shaped handle, T-Sliding handle, speeder handle,
flexible handle dan ratchet handle), extention, universal joint, kunci socket optional dan kunci
socket dengan handle.

Hexagon wrench.

Pipe wrench.

Hook wrench.

Torque wrench.

Screw driver terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

slotted driver,

cross driver,

offset driver dan

starting screw driver.

Hammer dilihat dari jenis materialnya terbagi menjadi ada 2 (dua) jenis, yaitu :

Material keras (steel), contoh ball peen hammer, machinist's hammer dan double-face
hammer.

Material lunak (plastik, rubber, soft, wood), contoh copper hammer, soft hammer dan rubber
hammer.

Pliers terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu :

Diagonal Cutter Plier.

Combination Plier.

Flat Nose Plier dan Flat Round Nose Plier.

24

Grip Pliers, terdiri dari multi grip plier dan lock grip plier.

Snap Ring Plier, terdiri dari external snap ring pliers dan internal snap ring pliers.

Tools

Punch terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

starting punch,

pin punch,

center punch dan

aligning punch.

Chisel terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

flat cold chisel,

cape chisel,

round nose chisel dan

diamond point chisel.

File (kikir) terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

single cut file,

double cut file,

rasp cut file dan

curved tooth file.

Puller digunakan untuk mengurangi terjadinya kerusakan pada komponen yang terpasang fit ketika
dilepas dan dipasang. Puller terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

external puller,

press puller, dan

internal puller.

Taps ini digunakan untuk membuat ulir bagian dalam, sedangkan dies ini digunakan untuk membuat
ulir bagian luar.

25

Tools

Soal Latihan
A. Lengkapilah penyataan-pernyataan di bawah ini dengan kata-kata yang tepat.
1. Open end wrench terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu ____________, __________ dan
_____________ .
2. Jika handle yang lurus tidak dapat digunakan untuk melepas screw, maka dapat digunakan
jenis lain dari double end ring wrench, yaitu _____________ .
3. Kunci yang memiliki kepala ___________ pada salah satu ujungnya dan kepala ___________
pada ujung lainnya disebut combination wrench.
4. ___________ adalah handle yang dapat meluncur dengan bebas sehingga tidak perlu
merubah posisi dari socket.
5. ___________ adalah jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk plus, sedangkan
___________ adalah jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk minus.
6. Jenis file yang digunakan untuk mengasah tool adalah ___________ , sedangkan
__________ digunakan untuk pengerjaan finishing.
7. __________ digunakan untuk menarik bearing dari lubangnya, sedangkan __________
digunakan untuk menarik gear dari shaft.
8. Taps ini digunakan untuk membuat __________ , sedangkan dies ini digunakan untuk
___________ .
B. Tuliskan nama-nama tools pada gambar di bawah.

a._________________

b._________________

26

Tools

c._________________

d._________________

e._________________

f._________________

C. Jodohkan pernyataan pada kolom A dengan kolom B yang tepat.


KOLOM A

KOLOM B

1. File yang semua giginya mempunyai pemotong sendiri-

a. Diamond Point Chisel

sendiri, digunakan untuk memotong kayu dan metal yang

b. Curved Tooth File

sangat lunak.

c. Cape Chisel

2. Chisel yang digunakan untuk memotong metal,

d. Rasp Cut File

mematahkan paku keling (rivet) dan untuk membelah nut.


o

Pada sisi potongnya sedikit cembung dengan sudut 60 -70 .


3. Chisel yang digunakan untuk membuat atau memotong V
groove dan sudut yang bersegi.

e. Single cut file


f.

Flat Cold Chisel

g. Round Nose Chisel


h. Double cut file

4. File yang digunakan untuk alumunium dan steel sheets.

i.

Lock grip plier

5. Chisel yang digunakan untuk memotong pasak, groove

j.

Internal snap ring pliers

yang sempit.
6. Chisel yang digunakan untuk membuat groove setengah
lingkaran dan memotong chip disudut yang beradius.

k. Combination plier
l.

Flat nose plier

m. Diagonal cutter plier

7. Digunakan untuk menarik cutter pins.

n. Multi grip plier

8. Digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar.

o. External snap ring pliers

9. Digunakan untuk memegang benda yang kecil.


10. Salah satu jaw-nya dapat disesuai dengan benda kerja yang
dijapit.

27

BAB II

MEASUREMENT TOOLS
Tujuan Bab 2 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan

fungsi

dari

macam-macam

measurement

tools.

Siswa

juga

mampu

menggunakan macam-macam measurement tools dengan benar sesuai dengan prosedur


standard.

Referensi :
Book :
Service Tool Guide, Komatsu
The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog), Komatsu
Training Aid & Users Text, Komatsu
Website:
http://www.toolstation.com
http://www.machynerywarehouse.com
http://www.unitedtractors.com

Tools

Pelajaran 1 : Vernier Caliper, Micrometer, Dial Indicator

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari vernier caliper, micrometer, dial indicator.
Vernier Caliper
Vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala.

Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 (tiga) pengukuran antara lain :

Mengukur diameter luar

Letakkan obyek ke dalam diameter jaws pada vernier caliper, jangan mengukur dengan ujung jaws
karena slider akan miring sehingga akan memperbesar hasil pengukuran.

Mengukur diameter dalam

Masukkan bills seluruhnya ke benda yang diukur, pastikan bahwa bills contact dengan permukaan
yang diukur dan baca hasil pengukuran.

Mengukur kedalaman

Dalam mengukur kedalaman, tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring ujung dari alat harus
rata dengan benda kerja.

29

Tools

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

Dalam gambar terlihat bahwa garis nol slider berada antara 23 dan 24 mm pada main scale,
maka dibaca 23 mm.

Dalam gambar terlihat pula bahwa garis slider dan main scale bertemu diangka 5 pada slider,
maka ditambah 0,5 mm.

Total pengukuran = 23 + 0,5 = 23,5 mm.

Micrometer
Sama halnya dengan vernier caliper, micrometer juga memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala
nonius. Jika vernier caliper digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm, maka
micrometer dapat digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,01 mm.

Salah satu contoh penggunaan micrometer adalah untuk mengukur outside diameter dari crankshaft
journal.

30

Tools

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

Dalam gambar terlihat bahwa skala utama menunjukkan 12,5 mm.

Dalam gambar terlihat pula bahwa skala nonius menunjukkan angka 2.

Total pengukuran = 12,5 + 0,2 = 12,7 mm.

Dial Indicator
Dial indicator adalah alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial dari spindle
yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer. Dalam menggunakan dial indicator biasanya dipakai juga
stand untuk memperkuat pemasangan, dimana stand tersebut dilengkapi dengan magnet.

31

Tools

Dial indicator digunakan untuk mengukur :

Bending

End play

Run out

Backlash

Gambar-gambar di bawah menunjukkan contoh pengukuran dengan menggunakan dial indicator.

Bend of a crankshaft

End play of crank shaft

Run out of a brake rotor

Backlash of a bevel gear

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dial indicator dalam pengukuran.

Jangan menggunakan dial indicator yang rusak.

Jaga agar dial indicator bebas dari screw.

Gunakan magnet stand yang kuat.

Set spindle yang sesuai.

Obyek yang akan diukur, gerakannya harus pelan-pelan.

32

Tools

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

Lihat posisi dari jarum besar pada gambar di atas. Terlihat posisi jarum ada distrip yang ke-6,
karena harga 1 strip adalah 0,01 mm, maka 6 x 0,01 mm adalah 0,06 mm.

Lihat posisi jarum kecil pada gambar di atas. Terlihat pada posisi strip yang ke-3 lebih sedikit
(melebihi strip), harga 1 strip adalah 1 mm, maka 3 x 1 adalah 3 mm.

Hasil pembacaan : 3 mm + 0,06 mm = 3,06 mm

33

Tools

Pelajaran 2 : Convex Scale, Ruler

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari convex scale dan ruler.
Convex Scale
Mistar type ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan tetap
tergulung di dalam tempatnya, mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai tingkat kelenturan
yang tinggi. Mistar type ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan keliling lingkaran
suatu benda.

Ruler
Ruler atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang.
Salah satu contoh ruler adalah straight ruler yang terbuat dari bahan stainless steel.

Straight ruler dengan metric system menggunakan satuan milimeter sedangkan untuk english system
menggunakan satuan inch.
Cara pembacaan dengan metric system :
Centimeter

10

5
0

Milimeter

(1)

(2)

(3)

(4)

34

Tools

1. 10 mm
2. 33 mm
3. 57 mm
4. 113 mm
Pembacaan dengan english system

1. 5 / 8 inch
2. 1-7/16 inch

35

Tools

Ringkasan
Terdapat berbagai macam jenis measurement tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya:

vernier caliper,

micrometer,

dial indicator,

convex scale dan

ruler.

Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 (tiga) pengukuran, yaitu:

mengukur diameter luar,

mengukur kedalaman dan

mengukur diameter dalam.

Jika vernier caliper digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm, sedangkan untuk
dapat mengukur dengan ketelitian sampai 0,01 mm dapat digunakan micrometer.
Dial indicator adalah alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial dari spindle
yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer. Dial indicator dapat digunakan untuk mengukur bending,
end play, run out dan backlash.
Ruler atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang,
sedangkan convex scale merupakan mistar berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan
maka mistar akan tetap tergulung di dalam tempatnya.
Straight ruler dengan metric system menggunakan satuan milimeter sedangkan untuk english system
menggunakan satuan inch.

36

Tools

Soal Latihan
A. Jodohkan pernyataan pada kolom A dengan kolom B yang tepat (pilihan pada kolom B dapat
digunakan lebih dari satu kali).
KOLOM A

KOLOM B

1. Alat ukur dengan ketelitian sampai dengan 0,01 mm.

a. Ruller

2. Alat untuk mengukur diameter dalam.

b. Micrometer

3. Alat untuk mengukur bending, end play, backlash dan run out.

c. Vernier caliper

4. Alat ukur dengan ketelitian sampai dengan 0,1 mm.

d. Convex scale

5. Alat untuk mengukur diameter luar.

e. Dial indicator

B. Tuliskan berapa hasil pengukuran dengan menggunakan measurement tools pada gambar di
bawah ini.

a. __________ mm

b. __________ mm

c. __________ mm

37

Tools

d. __________ mm

e. __________ mm

38

BAB III

DIAGNOSTIC TOOLS
Tujuan Bab 3 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 3, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari macam-macam diagnostic tools. Siswa juga mampu menggunakan
macam-macam diagnostic tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard.

Referensi :
Book :
Service Tool Guide, Komatsu
The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog), Komatsu
Training Aid & Users Text, Komatsu
Website:
http://www.toolstation.com
http://www.machynerywarehouse.com
http://www.unitedtractors.com

Tools

Pelajaran 1 : Multi Tachometer, Pressure Gauge, Thermometer

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari multi tachometer, pressure gauge dan thermometer.
Multi Tachometer
Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar.

No.

Part No.

Tool description

Q'ty

799-203-8001

Multi-purpose tachometer

Basic set assembly

799-203-8110

. Meter

Digital meter with liquid crystal display

799-203-8180

. Probe

Photoelectric pickup

799-203-8200

. Bracket

For installation of r.p.m. pickup

799-203-8230

.. Nut

Metric (M22 x 1.5), marked "M"

799-203-8240

.. Nut

Imperial (7/8. 18NS), marked "I"

799-203-8300

. Stand

Magnet stand for securing the probe

799-203-8400

. Cable

Connects probe to meter (Approx 5 m)

799-203-8500

. Reflective tape

Set

Generally available
part
Generally available
part
799-203-8740

. Dry cell

9 V (IEC 6F22)

. Screwdriver

. Storage case

Hexagon bar, 1.5 mm between


opposing faces
Padded (Incl. cushion)

. Operation Manual

10
11
12

799-203-8830

Remarks

40

Tools

Komponen optional (clamp set)

No.

Part No.

Tool description

Q'ty

Remarks

799-203-8901

Clamp set

Clamp set assembly

799-203-8920

Sensor

Fuel Injection pipe-mounted type sensor

799-203-8930

Amplifier

Amplifier for fuel injection pipe-mounted type sensor

799203-8990

Operation manual

Clamp set operation

Generally available part

Dry cell

9V (IEC 6F22)

Salah satu penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran engine. Adapun
cara pengukurannya sebagai berikut :
Pastikan kelengkapan multi tachometer dan penghubungnya.
Hubungkan sensor ke engine speed outlet.

Hubungkan sensor ke service meter engine outlet, kencangkan dengan ring nut.
Hidupkan engine pada posisi low dan high idle dan baca hasil pengukuran pada display
tachometer.
Contoh lain penggunaan multi tachometer adalah untuk mengukur kecepatan putaran fan, seperti
ditunjukkan pada gambar di bawah.

41

Tools

Untuk beberapa pengukuran, probe dapat dipegang dengan tangan atau dihubungkan langsung
dengan main unit, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.

Pressure Gauge
Pressure gauge digunakan untuk mengukur oil pressure, tire air pressure, dan fuel pressure. Satuan
pengukuran pada pressure gauge menggunakan PSI (Pounds Per Square Inch), Kpa (Kilo pascal) dan
kg/cm.

Thermometer
Thermometer digunakan untuk mengukur temperatur atau suhu. Thermometer ada yang
menggunakan fluida dan ada yang digital. Thermometer digital dapat untuk mengukur suhu dari 99,5 C sampai 1299 C.

42

Tools

Flexible Sensor

Masukkan melalui lubang oil filler untuk mengukur temperature oil.

Bar Sensor

Cocok untuk mengukur temperature fluida yang bertekanan (water temperature, oil temperature).

Ada 2 (dua) jenis mounting adapter :

Untuk temperatur normal.

Untuk temperatur tinggi yaitu dari 200C ke atas.

Surface Temperature Sensor (option)

Digunakan untuk mengukur temperatur pada permukaan brake disc, wet type track bushing, dsb.

43

Tools

Terdapat berbagai macam jenis diagnostic tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya multi
tachometer, pressure gauge, thermometer, multitester dan hydrometer.
Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar, pressure gauge digunakan untuk
mengukur oil pressure, tire air pressure dan fuel pressure, sedangkan thermometer digunakan untuk
mengukur temperatur atau suhu.

44

Tools

Pelajaran 2 : Multitester, Hydrometer

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari multitester dan hydrometer.
Multitester
Multitester adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya arus yang mengalir
dan besarnya tahanan.

Cara pemakaian :
Apabila kedudukan pointer pada AVO meter (multitester) tidak tepat pada angka nol, maka putar zero
point adjusting screw dengan screw driver sampai didapat pointer tepat pada angka nol. Jika yang
akan diukur adalah tegangan, tentukan dulu tegangan itu DC atau AC. Jika tegangan yang akan
diukur DC, maka rotary switch diposisikan pada DCV dan jika yang akan diukur AC, maka rotary
switch diposisikan pada ACV. Pada pengukuran tegangan, sebelum diukur harus ditentukan perkiraan
besarnya tegangan yang akan diukur agar dapat ditentukan skalanya, misalnya 12 volt battery maka
rotary switch diposisikan pada skala 50 volt DCV dan jika tegangan diperkirakan 100 AC maka rotary

45

Tools

switch diposisikan pada skala 100 volt ACV. Pada pengukuran tegangan AC, polaritas + (positif) dan
(negatif) pada pin tidak berlaku.

Untuk mengukur besarnya tahanan atau hambatan maka rotary switch diputar pada posisi ohm pada
pengukuran tahanan maka perbedaan kutub (polaritas) + dan pada pin tidak berlaku kecuali jika
yang diukur adalah elemen semi conductor.

Untuk mengukur besarnya arus maka rotary switch diputar pada posisi mA (milli Amper). Gambar di
bawah menunjukkan pengukuran tegangan baterai dengan menggunakan multitester digital.

46

Tools

Hydrometer
Hydrometer digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit. Ada beberapa jenis hydrometer antara
lain :

Hydrometer dengan floating beam

Hydrometer dengan pembiasan cahaya

Hydrometer dengan pembiasan cahaya ini disebut juga refractrometer. Cara pemakaiannya, teteskan
electrolit pada kaca refractrometer, kemudian baca berapa besarnya berat jenis electrolit tersebut.

47

Tools

Ringkasan
Terdapat berbagai macam jenis diagnostic tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya multi
tachometer, pressure gauge, thermometer, multitester dan hydrometer.
Multi tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan putar, pressure gauge digunakan untuk
mengukur oil pressure, tire air pressure dan fuel pressure, sedangkan thermometer digunakan untuk
mengukur temperatur atau suhu.
Multitester adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya arus yang mengalir
dan besarnya tahanan. Terdapat dua jenis multitester, yaitu multitester analog dan multitester digital.
Hydrometer digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit. Ada beberapa jenis hydrometer
diantaranya hydrometer dengan floating beam dan hydrometer dengan pembiasan cahaya.

48

Tools

Soal Latihan
A. Lengkapilah penyataan-pernyataan di bawah ini dengan kata-kata yang tepat.
Terdapat berbagai macam jenis diagnostic tools dengan fungsinya masing-masing, diantaranya
___________(1) digunakan untuk mengukur kecepatan putar, __________(2) digunakan untuk
mengukur oil pressure, tire air pressure dan fuel pressure, serta __________(3) digunakan untuk
mengukur temperatur atau suhu.
Multitester

adalah

alat

ukur

yang

digunakan

untuk

mengukur

__________(4),

besarnya

__________(5) yang mengalir dan besarnya__________(6). Terdapat dua jenis multitester, yaitu
multitester __________(7) dan multitester __________(8).
Hydrometer digunakan

untuk

mengukur

__________(9).

Ada

beberapa

jenis

hydrometer,

diantaranya __________(10).
B. Tuliskan nama-nama tools pada gambar di bawah.

1. __________

7. __________

2. __________

8. __________

3. __________

9. __________

4. __________

10. __________

5. __________

11. __________

6. __________

49

BAB IV

SPECIAL TOOLS
Tujuan Bab 4 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 4, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari macam-macam special tools. Siswa juga mampu menggunakan
macam-macam special tools dengan benar sesuai dengan prosedur standard.

Referensi :
Book :
Service Tool Guide, Komatsu
Website:
http://www.unitedtractors.com

Tools

Pelajaran 1 : Special Tools untuk Engine

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari special tools untuk engine.
Spring Pusher
Spring pusher berfungsi untuk memasang dan melepas valve spring. Penggunaan pada engine

4D94-3

95 series
4D105-1,2,3
108 series

170-1
SA8V, 12V170

2D94-1,2

4D105-5
6D105-1, 110-1

92 series

komatsu 92-1, 105-1-2-3, 120-11, 130-1, 155-4 dan pada engine cummins 743 series dan 855 series.

795-102-2150

Bracket

795-102-2140

Bracket

795-102-2120

Bracket

795-102-2130

Bracket

795-102-4210

Bracket

01016-30830

Bolt

01580-00806

Nut

795-102-2170

Stud

01144-31070

Stud

01144-31270

Stud

795-102-2160

Stud

01589-00806

Nut

01580-11008

Nut

01580-11210

Nut

1
1

1
1

1
1

0.2
-

1
1

0.1

1.5

0.1

Weight
(kg)

0.1

1
1

Cummins
855 series

Handle

Cummins
743 series

795-102-2110

155 series

140-1

Tool
descrip
tion

130 series

Part No.

120 series
125-1

No.

1
1

51

Tools

Cara pemakaian :

Rangkaikan komponen seperti gambar di bawah.

Masukan stud (6) ke dalam silinder head.

Kunci handle (1) dengan bolt (4) dan nut (5)

Pasang bracket (3) pada handle dan tekan spring seat.

Liner Puller
Tools ini digunakan untuk melepas silinder liners.

52

Tools

Cara pemakaian :

Pasang tiap bagian pada liner puller.

Masukkan puller ketempatnya melalui bagian atas cylinder liner. Pasang plate (2) di bawah liner.

Kencangkan nut (5) untuk mengeluarkan liner.

Push Tool
Push tool ini berfungsi untuk melepas dan memasang camshaft bushing.

53

Tools

Cara pemakaian :

Gabungkan bar, push tool, collar, guide, dan spacer dengan benar.

Dengan memasang bushing ke lubang pada cylinder block, tekan bushing ke dalam.

Pemasangan sesuai perintah : No. 3, 2, 1, 4, 5

Pasang bushing No. 2, 3, 4


Kelengkapan yang harus dipakai : Bar 1, Push tool 2, collar 4 dan guide 5

Pasang bushing No. 1


Kelengkapan yang harus dipakai : Push tool 3, collar 4 dan grip.

Pasang bushing No.5


Kelengkapan yang harus dipakai : Push tool 3, spacer 6, collar 4 dan grip.

Piston Ring Tool


Piston ring tool digunakan untuk melepas dan memasang piston ring pada piston.

Cara pemakaiannya adalah set jaws piston ring tool pada ring gap dan tekan lever sehingga ring
piston akan mengembang dan terlepas.

54

Tools

Liner Driver
Liner driver digunakan untuk memasang cylinder liners ke dalam cylinder block.

Cara pemakaian :

Bautlah liner driver ke grip.

Masukkanlah cylinder liner ketempatnya melalui cylinder block, dan set liner driver pada
posisinya.

Piston Holder
Piston holder digunakan untuk memasukkan piston ke dalam cylinder.

55

Tools

Cara pemakaian :

Pegang piston dengan tool ini, dan sementara clamp pistonnya.

Putar piston sedikit-sedikit sambil berangsur-angsur mengencangkan nut kupu-kupunya. Apabila


piston tidak dapat berputar di dalam piston holder, putar kembali nut kupu-kupunya putaran
untuk meng-adjust clampnya.

Adjust pada stoper sehingga piston holder tidak membesar.

Tekan ke dalam pistonnya dengan cara itu sehingga bagian bawah pada piston holder akan
berhubungan pada cylinder liner.

Piston Ring Commpressor


Piston ring compressor ini sama fungsinya dengan piston holder, hanya pada piston ring compressor
pemakaiannya dapat digunakan lebih dari satu model engine.

56

Tools

Feeler Gauge
Feeler gauge adalah alat ukur yang presisi digunakan untuk menyetel valve clearance.

Dalam menggunakan feeler gauge ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

Bersihkan sebelum dan sesudah menggunakan feeler gauge.

Jangan menggunakan feeler gauge yangbladenya rusak atau patah.

Ketika memasukan feeler gauge pada clearance, masukan sisi samping blade.

Pastikan dalam memasukan gauge blade tepat pada clearance.

Holder
Holder berfungsi untuk mengetahui kerataan dari nozzle holder. Penggunaan pada engine komatsu
92-1, 94-3, 105-1, 2,3, 153-4, SA 6D170-1, 6D 110 dan engine cummins 743, 855.

57

Tools

Cara pemakaian :

Pasang dial indikator pada holder.

Lihat gambar dibawah, dalam melakukan pengecekan.

Hanger
Hanger ini digunakan untuk mengangkat cylinder block.

Cara pemakaiannya adalah mounting hanger pada bagian tengah cylinder block dengan
menggunakan bolt cylinder head.

58

Tools

Pelajaran 2 : Special Tools untuk Clutch

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari special tools untuk clutch.
Compressor
Compressor digunakan untuk menekan clutch spring pada waktu memasang dan melepas main clutch
type spring. Penggunaan pada unit D30-12,15, D40-1, D50-15,16, GD500-1, GD510R-1, GD600-1,
GD650-1.

Cara pemakaian :

59

Tools

Set plate (2) dan adapter (1), letakkan main clutch ass'y di atas adapter.

Pasang puller 30 ton diatas main clutch ass'y dan ikat dengan lock nut.

Dengan bantuan hydraulic pressure pada puller, clutch spring akan tertekan dan lepaskan nut
pada main clutch ass'y.

Hydraulic pressure dikembalikan, lepaskan lock nut (3), main clutch sudah siap untuk dibongkar.

Penggunaan alat tersebut dibantu dengan menggunakan tool lain seperti pump dan puller 30 ton.

60

Tools

Pelajaran 3 : Special Tools untuk Steering Clutch

Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari special tools untuk steering clutch.
Compressor (For Steering Clutch Disassembly dan Assembly)
Tools ini digunakan untuk menekan clutch spring pada saat membongkar dan memasang steering
clutch.
1. Plate
2. Plate
3. Nut
4. Trusht plate
5. Sleeve
6. Guide bolt
7. Stand
8. Spacer
9. Bolt
10. Nut

Cara pemakaian :

Box Wrenches Spesifik


Box wrench spesifik ini digunakan untuk mengencangkan dan mengendorkan nut atau bolt pada inner
dan outer flanges pada steering clutch.

61

Tools

1. Box wrench
2. Center bolt

Cara Pemakaian :

Pasang center bolt (2) pada box wrench (1).

Pasang box wrench (1) pada lock nut dan pasang torque wrench pada lever box wrench sehingga
dapat diketahui besarnya torque.

Tools untuk melepas Steering Clutch Flange


Tool ini digunakan untuk melepas drum ass'y (inner dan outer flanges) dari steering clutch.
1. Plate
2. Screw
3. Washer
4. Bolt
5. Nut

62

Tools

Cara pemakaian :

Pasang plate (1) pada flange atau drum dengan menggunakan bolt (4) dan washer (3).

Putar screw (2) pada pelepas dan tekan tranverse shaft sehingga finges dan drum akan terlepas.

Tools untuk Press-Fitting Steering Clutch Flange dan Drum


Tools ini digunakan untuk press-fitting steering clutch flange pada housingnya.
1. Bolt
2. Spacer
3. Adapter

Cara pemakaian :

Tekan flange ke steering clutch shaft atau ke pinion utama shaft pada final drive, dan pasang
adapter (3) pada shaft.

Set spacer (2) seperti dalam gambar dan pasang puller 50 ton dengan menggunakan bolt (1).

Dengan menggunakan hydraulic pressure pada puller maka flange atau drum akan tertekan ke
clutch housing.

63

Tools

Lifting Tool untuk Bevel Pinion


Lifting tool ini digunakan untuk mengangkat atau memasang bevel pinion ass'y.

Cara pemakaiannya adalah set socket pada lifting tool pada spline ke pinion gear dan bolt pada tool
ke spline pada lifting tool agar tidak keluar.

Lifting Tool untuk Bevel Gear


Bentuk lain dari lifting tool yang digunakan untuk mengangkat bevel gear pada saat memasang dan
melepas.

Cara pemakaian :

64

Tools

Pelajaran 4 : Special Tools untuk Undercarriage

Tujuan Pelajaran 4
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 4, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari special tools untuk undercarriage.
Remover and Instaler Master Pin
Tools tersebut digunakan untuk melepas dan memasang master pin pada track.

65

Tools

Cara pemakaian :

Melepas master pin

Putar track sehingga posisi master pin terletak antara sprocket dan carrier.

Pasang frame (1) dan dihubungkan dengan support (2), nut (3) screw (4) dan hook (5).

Pasangkan cylinder 100 ton ke frame dan diikat dengan screw (8) dan nut (7).

Set adapter (11) , pin pusher (15), pilot (10) dan extension (6).

Dengan memompa hydraulic cylinder, rod pada cylinder akan menekan, master pin terlepas.

66

Tools

Memasang master pin

Atur track dengan guide (16).

Dalam melepas master pin pergunakan tool seperti waktu melepas.

Pergunakan pin guide (19) masukkan master pin dan pin pusher dari arah belakang.

Dengan hydraulic pressure, master pin masuk (terpasang) pada track.

Remover Sproket and Sproket Hub


Tool ini digunakan untuk melepas sproket dan sproket hub yang telah terpasang pada sprocket
shaftnya.

67

Tools

Keterangan :
1. Arm

6. Spacer

11. Yoke

2. T-type adapter

7. Adapter

12. Guide

3. Pin

8. Coupling

13. Plate

4. Plug

9. Pin

5. Sleeve

10. Extension

Cara pemakaian :

Set guide (12) di atas ujung sproket shaft.

Bolt sleeve (5) ke sproket hub.

Hubungkan T-type adapter (2) ke yoke (11) dengan menggunakan pin (3), hubungkan adapter
ke arm (1) sehingga adapter/yoke menyatu dengan cylinder 70 ton dan sproket.

Tempatkan plug (4) diantara cylinder head dan sleeve (5).

Dengan menggunakan hydraulic pressure pada cylinder sehingga sproket dapat terlepas.

68

Tools

Installer Sproket and Sproket Hub


Tool ini digunakan untuk memasang sproket dan sproket hub pada sproket shaftnya.

69

Tools

Cara pemakaian :

Pasang sleeve (7) ke sproket hub dan set pusher (1) di atas sleeve.

Assemble head (4) dan coupling (2) ke cylinder 70 ton dan keluarkan cylinder rodnya

Assemble (1) dan (2), dengan mengunakan pin (3), hubungkan coupling (2) ke sleeve (7).

Press-fit pada sproket ke dalam tempatnya pada sproket shaft dengan tekanan yang ditentukan
(sesuai shop manual).

For Removing The Sproket Bearing


Tool ini digunakan untuk melepas sproket bearing yang telah terpasang pada sproket shaftnya,
bersama dengan sproket hub atau final drive case cover.

70

Tools

Cara pemakaian :

Sisipkan spacer (3) diantara final drive case cover dan puller (2) dan ikat puller dengan bolt.

Masukkan adapter (8) ke dalam sproket shaft.

Masukkan coupling (7) ke dalam cylinder 70 ton.

Gunakan pin (6), set pada adapter (8) dan coupling (7).

Gunakan pin (5), ikat arm (9) dan puller (2) ke cylinder. Ikat ujung pin dengan ring (12).

Pasangkan pada cylinder hydraulic pressure untuk melepas sproket shaft.

Gunakan bearing puller, untuk melepas sproket bearing dari final drive case cover.

71

Tools

Installer Sproket Bearing


Tool ini digunakan untuk memasang pada sproket bearing diantara sproket bearing dan sproket hub
atau diantara sproket shaft dan final drive cover.

Keterangan :
1. Plate

5. Nut

2. Guide

6. Plug

3. Coupling

7. Sleeve

4. Screw
Cara pemakaian :

Paskan guide (2) pada sproket shaft.

Hubungkan coupling (3) ke dalam sproket shaft, kemudian masukkan screw (4) ke dalam
coupling (3).

Set plate (1), sleeve (7) dan plug (6) disisi luar pada guide.

Tutupi dengan puller 30 ton seperti yang ditunjuk dalam gambar, dan kunci dengan nut (5).
Kemudian berikan tekanan hydraulic pada puller sehingga mengepas pada sproket bearing pada
shaft.

72

Tools

Remover Sproket Shaft


Tool dibawah ini digunakan untuk melepas sproket shaft yang telah terpasang di dalam steering case.
Keterangan :
1. Sleeve
2. Screw
3. Nut
4. Coupling
5. Adapter
6. Head
7. Coupling
8. Pin
9. Sleeve

Cara pemakaian :

Pasangkan coupling (4) kedalam sproket shaft dan set sleeve (1) di atas coupling. Sangga agar
sleeve tetap berhubungan dengan sisi steering case.

Pasangkan screw (2)dan coupling (7) ke dalam cylinder 70 ton. Set nut (3) dan kencangkan
dengan screw.

Keluarkan rod pada cylinder, hubungkan coupling (4) dan (7), dengan menggunakan pin (8).

Berikan tekanan hydraulic pada rod cylinder untuk melepas sproket shaft.

Apabila sproket shaft belum dapat dilepas dalam satu langkah piston, atur posisi pada nut (3) dan
ulangi prosedur yang pertama.

73

Tools

Installer The Sproket Shaft


Tools dibawah ini digunakan untuk memasang sproket shaft pada steering case.

Keterangan :
1. Plug.
2. Guide.
3. Bolt.
4. Coupling.
5. Pin.
6. Spacer.
7. Plug.

Cara pemakaian :

Ikat guide (2) pada steering case dengan bolt (3).

Pasang coupling (4) pada sproket shaft dan hubungkan plug (1) pada coupling dengan pin (5).

Gantungkan sebuah pemberat seperti pada gambar dengan menggunakan crane.

Dengan alat ini, dapat dilakukan pemasangan dari shaft sproket.

74

Tools

Ringkasan
Terdapat berbagai macam jenis special tools dengan fungsinya masing-masing diantaranya special
tools untuk engine, clutch, steering clutch, dan undercarriage.
Beberapa special tools untuk engine adalah :

Spring pusher berfungsi untuk memasang dan melepas valve spring.

Liner puller digunakan untuk melepas silinder liners.

Push tool ini berfungsi untuk melepas dan memasang camshaft bushing.

Piston ring tool digunakan untuk melepas dan memasang piston ring pada piston.

Liner driver digunakan untuk memasang cylinder liners ke dalam cylinder block.

Piston holder digunakan untuk memasukkan piston ke dalam cylinder.

Piston ring compressor ini sama fungsinya dengan piston holder, hanya pada piston ring
compressor pemakaiannya dapat digunakan lebih dari satu model engine.

Feeler gauge adalah alat ukur yang presisi digunakan untuk menyetel valve clearance.

Holder berfungsi untuk mengetahui kerataan dari nozzle holder.

Hanger digunakan untuk mengangkat cylinder block.

Salah satu contoh spesial tools untuk clutch adalah compressor. Compressor digunakan untuk
menekan clutch spring pada waktu memasang dan melepas main clutch type spring.
Penggunaan compressor dibantu dengan menggunakan tool lain seperti pump dan puller 30 ton.
Beberapa spesial tools untuk steering clutch adalah :
Compressor (for steering clutch disassembly dan assembly) digunakan untuk menekan clutch
spring pada saat membongkar dan memasang steering clutch.
Box wrenches spesifik digunakan untuk mengencangkan dan mengendorkan nut atau bolt pada
inner dan outer flanges pada steering clutch.
Tools untuk melepas steering clutch flange digunakan untuk melepas drum ass'y (inner dan
outer flanges) dari steering clutch.
Tools untuk press-fitting steering Clutch flange dan drum digunakan untuk press-fitting
steering clutch flange pada housingnya.
Lifting tool untuk bevel pinion digunakan untuk mengangkat atau memasang bevel pinion ass'y.
Cara pemakaiannya adalah set socket pada lifting tool pada spline ke pinion gear dan bolt pada tool
ke spline pada lifting tool agar tidak keluar.
Lifting tool untuk bevel gear merupakan bentuk lain dari lifting tool yang digunakan untuk
mengangkat bevel gear pada saat memasang dan melepas.

75

Tools

Beberapa spesial tools untuk undercarriage adalah :


Remover and instaler master pin digunakan untuk melepas dan memasang master pin pada
track.
Remover sproket and sproket hub digunakan untuk melepas sproket dan sproket hub yang telah
terpasang pada sprocket shaftnya.
Installer sproket and sproket hub digunakan untuk memasang sproket dan sproket hub pada
sproket shaftnya.
For removing the sproket bearing digunakan untuk melepas sproket bearing yang telah
terpasang pada sproket shaftnya, bersama dengan sproket hub atau final drive case cover.
Installer sproket bearing digunakan untuk memasang pada sproket bearing diantara sproket
bearing dan sproket hub atau diantara sproket shaft dan final drive cover.
Remover sproket shaft digunakan untuk melepas sproket shaft yang telah terpasang di dalam
steering case.
Installer the sproket shaft digunakan untuk memasang sproket shaft pada steering case.

76

Tools

Soal Latihan
A. Jodohkan pernyataan pada kolom A dengan kolom B yang tepat.
KOLOM A

KOLOM B

1. Berfungsi untuk memasang dan melepas valve spring.

a. Feeler gauge

2. Digunakan untuk melepas silinder liners.

b. Hanger

3. Berfungsi untuk melepas dan memasang camshaft bushing.

c.

4. Digunakan untuk melepas dan memasang piston ring pada

d. Liner driver

piston.

Holder

e. Liner puller

5. Digunakan untuk memasang cylinder liners ke dalam


cylinder block.

f.

Piston holder

g. Piston ring compressor

6. Digunakan untuk memasukkan piston ke dalam cylinder.

h. Piston ring tool

7. Pemakaiannya dapat digunakan lebih dari satu model

i.

Push tool

j.

Spring pusher

engine untuk memasukkan piston ke dalam cylinder.


8. Digunakan untuk menyetel valve clearance.
9. Berfungsi untuk mengetahui kerataan dari nozzle holder.
10. Digunakan untuk mengangkat cylinder block.

B. Jodohkan pernyataan pada kolom A dengan kolom B yang tepat.


KOLOM A
1.

3.

4.

2.

5.

77

Tools

6.

KOLOM B
a. Digunakan untuk memasang sproket shaft pada steering case.
b. Digunakan untuk melepas dan memasang master pin pada track.
c.

Digunakan untuk memasang sproket dan sproket hub pada sproket shaftnya.

d. Digunakan untuk melepas sproket shaft yang telah terpasang di dalam steering case.
e. Digunakan untuk melepas sproket dan sproket hub yang telah terpasang pada sprocket shaftnya.
f.

Digunakan untuk melepas sproket bearing yang telah terpasang pada sproket shaftnya, bersama
dengan sproket hub atau final drive case cover.

g. Digunakan untuk memasang pada sproket bearing diantara sproket bearing dan sproket hub atau
diantara sproket shaft dan final drive cover.

78

Tools

C. Tuliskan nama-nama tools pada gambar di bawah.

1. ..............................
2. ..............................
3. ..............................
4. ..............................
5. ..............................
6. ..............................
7. ..............................
8. ..............................
9. ..............................
10. ..............................

79

Tools

Jawaban
A.
1. j
2. e
3. i
4. h
5. d
6. f
7. g
8. a
9. c
10. b
B.
1. Pusher.
2. Coupling.
3. Pin.
4. Head.
5. Washer.
6. Adapter.
7. Sleeve.
8. Adapter.
9. Guide.
10. Spacer.
C.
1. Plate
2. Plate
3. Nut
4. Trusht plate
5. Sleeve
6. Guide bolt
7. Stand
8. Spacer
9. Bolt
10. Nut

80

BAB V

WORKSHOP EQUIPMENT
Tujuan Bab 5 :
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 5, siswa mampu menyebutkan nama
dan menjelaskan fungsi dari macam-macam workshop equipment. Siswa juga mampu
menggunakan macam-macam workshop equipment dengan benar sesuai dengan
prosedur standard.

Referensi :

Service Tool Guide, Komatsu

The Gold Book (A Comprehensive Parts & Accessories Catalog), Komatsu

Training Aid & Users Text, Komatsu

Website:

http://www.toolstation.com

http://www.machynerywarehouse.com

http://www.unitedtractors.com

Tools

Pelajaran 1 : Sling

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan tipe dan fungsi dari
sling, serta menjelaskan cara perawatan sling.
Sling
Secara umum, sling dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :

Sling yang ditenun (Webbing Sling)

Terdapat 3 (tiga) jenis webbing sling, yaitu :

Tidak berujung

Dengan lubang pada satu atau kedua ujungnya

Dengan pengait/sangkutan akhir satu atau kedua ujungnya

Webbing sling tidak dipengaruhi oleh kelembaban atau zat kimia tertentu. Webbing sling juga mampu
menahan goncangan yang kuat karena sifat materialnya yang lentur, tidak mudah merusak
permukaan atau menghancurkan benda-benda yang mudah pecah.
Lakukanlah pemeriksaan pada sling secara berkala. Periksalah seluruh bagian sling, kerusakan
biasanya mudah untuk dilihat. Bila terkena larutan asam atau basah, cucilah baik-baik sebelum
menyimpannya.

Sling Kawat Baja (Wire Sling)

Wire sling terbentuk dari jalinan kawat yang disusun disekeliling suatu sumbu. Jalinan dan hamparan
kawat yang sederhana disusun dengan arah yang berlawanan. Hamparan kawat dan jalinannya
disusun searah. Semakin banyak jumlah kawat yang terdapat dalam jalinan, semakin fleksibel tali itu.
Tambang ini dapat digunakan untuk sistem penggerak, penderek, pengangkut, perlengkapan
penggantung dan pengangkat.

81

Tools

Wire sling harus diperiksa secara berkala. Periksalah secara berkala apakah terdapat kelainankelainan. Jika anda merasa ragu-ragu apakah tali itu cukup kuat untuk digunakan, pemeriksaan
secara seksama harus dilaksanakan oleh orang ahlinya. Gambar di bawah menunjukkan contohcontoh wire sling yang tidak boleh digunakan.

a. Merengggang

b. Tertekuk

c. Diameter mengecil

d. Bentuk pilinan berubah

e. Kawat mencuat

f. Keretakan

g. Berkarat

h. Keausan > 33%

82

Tools

Simpan wire sling di tempat yang kering, bersih dan bertutup, serta jangan langsung meletakkannya
di atas tanah. Jangan biarkan tali bersentuhan dengan permukaan yang lembab, basah atau berdebu,
dengan besi-besi yang berkarat dan berkerak. Gantilah lapisan pelindung dengan yang baru bila
perlu.

Sling Rantai (Chain Sling)

Secara umum tersedia berbagai jenis sling rantai yang dapat digunakan dan masing-masing memiliki
keistimewaan tersendiri, sehingga dapat dibedakan satu sama lain. jenis-jenis tersebut antara lain :

Hercaloy dengan tanda CM ( Colombus Mekinnon ).

Hercaloy dengan tanda PWB ( Pitt Waddell Bennett ).

Kuplex dengan tanda T. Kito dengan tanda No. 8

Serrafini dengan tanda SAB Thiel dengan tanda 08

Fram dengan tanda Polar Bear

Grade atau ukuran :

Hercaloy memiliki grade 80

Baja Alloy (campuran) memiliki grade 60 dan 70

Baja lunak dengan kekuatan meregang agak tinggi memiliki grade 40

Baja atau besi lunak memiliki grade 30

Semakin tinggi grade sling rantai, makin besar kekuatan daya angkatnya. Tingkatan grade rantai sling
dapat diketahui dari Tag Instruction yang terpasang disling tersebut atau melalui referensi sertifikat
pembeliannya. Sling rantai yang tidak memiliki Tag Instruction tidak boleh digunakan. Rantai sling
yang kurang dari 8 mm (diameter) tidak boleh digunakan, kecuali bila sling rantai tersebut dilengkapi
dengan buku katalog dan sertifikat.
Perlu dilakukan pemeriksaan secara teratur pada sambungan atau feeting dan keseluruhan untaian
mata rantai, serta pengaitnya (hook). Setiap untaian mata rantai yang cacat, bengkok, retak, aus
harus dilaporkan ke supervisor. Kebersihan peralatan juga harus dipelihara.

83

Tools

Simpan chain sling ditiang pancang atau rak yang cocok diruang tertutup (beratap). Jauhkan dari besi
berkarat dan beri cairan pelumas tipis-tipis. Gambar di bawah menunjukkan contoh-contoh chain
sling yang tidak boleh digunakan.
a. Bengkok

b. Retak

c. Keausan abnormal

84

Tools

Pelajaran 2 : Perlengkapan Peralatan Pengangkatan

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan tipe dari shackel dan
eyebolt seta menjelaskan cara penggunaan shackel dan eyebolt yang benar.
Shackle (Sekalem)
Ada dua jenis shackle, yaitu :

Shackle busur

Shackle D

Bolt shackle umumnya terpasang langsung pada satu lubang dan harus mempunyai satu kerah. Pada
shackle yang lebih balk, bolt akan melewati kedua lubang dan diamankan oleh suatu pasak pena
belah atau yang sejenisnya. Shackle yang berpasak lebih aman untuk digunakan. Anda harus selalu
menggunakan bolt yang cocok dengan shacklenya. Anda tidak boleh menggunakan shackle dengan
cara miring, karena hal ini mengurangi beban kerja yang aman. Gambar di bawah ini adalah sebuah
shackle yang ditarik miring (membentuk sudut). Ini merupakan yang tidak baik sebab kaki-kakinya
akan terbuka.

85

Tools

Eyebolt (Bolt Bermata)


Ada dua jenis eyebolt, yaitu :

Eyebolt tanpa leher

Dalam pemakaian hanya boleh digunakan untuk mengangkat vertikal saja. (eyebolt yang tidak bernut
bisa berbahaya sebab eyebolt itu dapat lepas atau ulirnya kendor). Jika eyebolt yang tak berleher dan
eyebolt ditarik miring, baut itu bisa bengkok atau putus.

Eyebolt berleher

Dalam pemakaian, ulirnya harus masuk secara keseluruhan apabila tidak akan berakibat bengkoknya
eyebolt tersebut.

86

Tools

87

Tools

Ringkasan
Terdapat berbagai macam jenis workshop equipment dengan fungsinya masing-masing, diantaranya
sling dan perlengkapan peralatan pengangkatan.
Secara umum, sling dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

sling yang ditenun (webbing sling),

sling rantai (chain sling) dan

sling kawat baja (wire sling).

Terdapat dua jenis eyebolt, yaitu eyebolt tanpa leher dan eyebolt berleher.
Terdapat dua jenis shackle, yaitu:

shackle busur dan

shackle D.

88

Tools

Soal Latihan
Lengkapilah penyataan-pernyataan di bawah ini dengan kata-kata yang tepat.
1. Secara umum, sling dapat dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu _________ , __________ dan
__________ .
2. Terdapat 3 (tiga) jenis webbing sling, yaitu __________ , __________ dan __________ .
3. Wire sling yang tidak boleh digunakan jika tingkat keausannya __________ %.
4. Chain sling dengan ukuran diamater kurang dari __________ , tidak boleh digunakan kecuali
bila sling rantai tersebut dilengkapi dengan buku katalog dan sertifikat.
5. Contoh-contoh chain sling yang tidak boleh digunakan diantaranya adalah __________ ,
__________ dan __________ .
6. Terdapat dua jenis eyebolt, yaitu __________ dan __________ .
7. Terdadat dua jenis shackle, yaitu __________ dan __________ .
8. Eyebolt jenis __________ dalam pemakaian hanya boleh digunakan untuk mengangkat
vertikal saja.
9. Jangan menggunakan shackle dengan cara miring, karena hal ini __________ .
10. Eyebolt jenis __________ dalam pemakaiannya ulir harus masuk secara keseluruhan apabila
tidak akan berakibat bengkok pada eyebolt tersebut.

89