Anda di halaman 1dari 6

2. definisi pelapukan, jenis-jenis pelapukan serta contohnya. Spheroidal weathering?

Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah
pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia
dan biologi. Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen
dan tanah (soil). Kiranya penting untuk diketahui bahwa proses pelapukan akan
menghacurkan batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk
kemudian menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen
klastik.

Jenis-Jenis Pelapukan
a. Pelapukan Mekanis
Batuan yang membentuk kulit
bumi,
tersusun
dari
berbagai
mineral. Tiap mineral memiliki
koefisien pemuaian yang berbedabeda. Artinya ada mineral batuan
yang cepat memuai bila kena
panas, dan ada mineral batuan
yang sulit memuai bila kena panas.
Mineral batuan yang mudah
memuai bila kena panas juga
mudah
menyusut
bila
bila
mengalami pendinginan. Pada siang
hari ketika batuan terkena sinar matahari, mineral yang mudah menyerap
panas akan lebih cepat memuai dari pada mineral lain yang sulit menyerap
panas. Memuai berarti volumenya bertambah besar. Akibatnya mineral yang
volumenya bertambah besar akan mendesak mineral-mineral lain sehingga
batuan tersebut akan retak-retak. Pada malam hari suhu udara turun dan
batuan mengalami pendinginan sehingga volumenya menyusut (mengecil).
Akibatnya batuan mengalami retak-retak. Proses ini berlangsung terus
menerus setiap hari, sehingga lama kelamaan batuan yang keras, akan
retak-retak dan lepas selapis demi selapis, yang dimulai dari bagian luar
batuan. Akhirnya batuan yang besar tersebut akan hancur menjadi batu
kecil, dan batu kecil akan hancur menjadi kerikil, dan kerikil akan hancur
menjadi pasir dan pasir akan hancur menjadi debu-debu yang halus. Proses
semacam ini disebut pelapukan mekanik.
Pada siang hari, mineral batuan yang berwarna gelap umumnya cepat
memuai, volumenya bertambah besar (kelabu hitam), sedang pada malam
hari volumenya mengecil (putih). Bila hal ini berlangsung terus menerus
maka lama-kelamaan mineral akan retak-retak(hitam tebal), dan akhirnya
pecah dan terlepas dari batuan induknya.
Di daerah empat musim, pori-pori batuan yang terisi air di musim
panas bisa pecah atau retak karena air dalam pori-pori batuan membeku di
musim dingin. Air yang membeku volumenya bertambah besar sehingga

batuan menjadi retak atau pecah. Proses yang demikian juga termasuk
pelapukan mekanik.
b

Pelapukan kimiawi

Pelapukan batuan juga dapat


disebabkan oleh proses kimiawi.
Contoh: batu yang keras dapat
ditembus
oleh
akar
tumbuhtumbuhan, karena tudung akar
mengeluarkan zat kimia yang dapat
melapukkan batuan.
Contoh lain adalah batu kapur
yang retak kemudian disusupi air
hujan yang mengandung CO2. Air
hujan yang mengandung CO2.. akan melarutkan batu kapur yang dilaluinya.
Lama kelamaan retakan
batu kapur akan bertambah lebar dan besar sehingga akhirnya terbentuk
goa-goa kapur. Larutan kapur yang mengendap dan menempel di langitlangit goa akan membentuk stalagtit dan bila mengendap dan menempel di
dasar goa akan membentuk stalagmite. Kadang-kadang dalam goa kapur
terdapat sungai bawah tanah. Di Gunung Kidul (DIY) air sungai bawah tanah
dijadikan sumber air bersih.
c Pelapukan Biologis atau Pelapukan Organis
Pelapukan biologis atau pelapukan organis adalah lapuknya batuan
yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik oleh tumbuh-tumbuhan, hewan
maupun manusia. Akar tumbuh-tumbuhan yang makin membesar dapat
menyebabkan retak atau hancurnya batuan menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil. Ujung akar yang mengeluarkan cairan dapat menembus batuan
melalui pelapukan kimia. Demikian pula berbagai jenis jamur, lumut, dan
bakteri yang melekat pada permukaan batuan Demikian juga berbagai jenis
hewan seperti semut, cacing, anai-anai, tikus, dapat membuat lubang pada
batuan dan melapukkan batuan.
Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3
jenis yaitu:
-pelapukan fisik atau mekanik
-pelapukan organis
pelapukan kimiawi
Penjelasan ketiga jenis tersebut adalah:
a Pelapukan fisik dan mekanik

Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk
maupun
ukuranya.
Batuan yang besar menjadi kecil dan yang kecil menjadi halus.
Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik sebab prosesnya
berlangsung secara mekanik.
Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
a Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.
Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental
atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari
dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau
panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat
udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi
secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau
retak-retak.
Perhatikan gambar !
b Adapun pembekuan air di dalam batuan
Jika air membeku maka volumenya akan mengembang.
Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini
batu- batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini
terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan
hebat.
c berubahnya air garam menjadi kristal.
Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya
menguapdan garam akan mengkristal. Kristal garam ini tajam
sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya,
terutama
batuan
karang
di
daerah
pantai.
Salah satu bentuk bumi yang mengalami proses pelapukan
mekanik
b Pelapukan organic
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan
dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain
cacing tanah, serangga. Dibatu-batu karang daerah pantai sering
terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang. Pengaruh yang
disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau
kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuhtumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya.
Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh
akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini
merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar.
Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan
pohon, pembangunan maupun penambangan.
c Pelapukan kimiawi
Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi
yang umumnya berupa pelarutan. Pelapukan kimiawi tampak jelas

terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung


dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung
CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur
(CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan
gejala
karst.
Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi.
Hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang
memudahkan terjadinya pelapukan
kimiawi.

spheroidal weathering
Pelapukan Membola (Spheroidal Weathering)
Pelapukan membola adalah pelapukan pada batuan
yang berbentuk bulat seperti permukaan bola,
sehingga
disebut
Spheroidal Weathering.
Pelapukan ini disebabkan oleh aktivitas kimiawi
dari air hujan.
Faktor faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan membola adalah:

Terdapat kekar gerus (kekar berpasangan) yang intensif. Banyaknya kekar


gerus menyebabkan air mudah masuk. Namun, karena rekahan pada kekar
gerus hanya terdapat pada permukaan, maka air masuk perlahan kedalam
batuan dan hanya melapukkan bagian pinggir batuan sehingga membentuk
pelapukan membola.

Banyaknya kandungan feldspar dalam batuan beku. Hal ini menyebabkan


batuan menjadi lebih mudah lapuk karena mineral feldspar (plagioklas) adalah
mineral yang tidak resisten terhadap pelapukan.

Curah hujan yang banyak pada daerah tersebut sehingga pelapukan berjalan
intensif.

Ini adalah contoh pelapukan membola pada batuan beku diabas yang terdapat di
Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

3. Definisi geomorphic agent, apa saja geomorphic agent, mass wasting dan pengangkutan
gerakan tanah.

Pemborosan massal (bahasa Inggris: mass wasting), adalah sistem


pengangkutan massa puing-puing batuan menuruni lereng akibat pengaruh
langsung tenaga gravitasi.

Gerakan tanah
Menurut Sharpe (1938) berdasarkan tipe gerakannya, gerakan tanah
dibagi menjadi 4 kelompok utama yaitu :
1.

2.

Slow Flowage (pengaliran perlahan-lahan)


Adalah gerakan massa tanah atau batuan yang umumnya sangat lambat
sehingga tidak teramati kecuali dalam waktu yang lama. Macam dari slow
flowage adalah :

Soil creep (rayapan tanah )


Talus creep ( rayapan bahan rombakan berupa tanah dan bongkah

batuan )
Rock creep ( rayapan batuan )
Solifuction
Rock glacier creep ( rayapan batuan gletser )

Rapid Flowage ( pengaliran cepat )


Adalah gerakan massa tanah atau batuan yang kandungan airnya bertambah
sehingga gerakannya lebih cepat. Macam rapid flowage adalah :

Earthflow ( aliran tanah )


Mudflow ( aliran lumpur )
Debris avalance ( semacam aliran bahan rombakan berupa tanah dan
bongkahan batuan )

3.

Landslide ( longsoran )
Adalah perpindahan massa tanah, batuan, atau campuran keduanya yang
relative kering dan teramati. Macam dari landslide adalah :

Slump ( nendatan )
Debris slide ( luncuran bahan rombakan )
Debris fall ( jatuhan bahan rombakan )
Rock slide ( luncuran batuan )
Rock fall ( jatuhan batuan )
Earthslip and subsidence caused by underground erosion ( luncuran
tanah dan amblesan yang disebabkan erosi di bawah permukaan )

4.

Subsidence ( amblesan )
Adalah gerakan ke bawah yang relative tegak lurus yang menyangkut
material permukaan tanah atau batuan tanpa gerakan mendatar dan tidak
ada sisi bebas.