Anda di halaman 1dari 31

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Center for Entrepreneurship Development (CED)


Universitas Gadjah Mada

PROPOSAL USAHA
Program Mahasiswa Wirausaha
Universitas Gadjah Mada 2011

: GENDHIS GANIS FORIO-VITA (Gula Kelapa

Judul Usaha

Organik Berfortifikasi Iodium dan Vitamin A)


Nama / No. Mhs. Ketua Tim

: Zesy Ayu Tri Astuti

(09/281514/PN/11578)

Nama / No Mhs Anggota Tim

: Yuli Eko Riyanto

(07/257285/PN/11224)

Fathin Nabihaty

(09/289339/PN/11891)

Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2011
Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA UGM 2011


1. DATA PERUSAHAAN
1. Nama Perusahaan

: Nucifera Agri Jaya

2. Bidang Usaha

: Agribisnis (Off Farm)

3. Jenis Produk

: gula kelapa standar, gula kelapa organik berfortifikasi


iodium-vitamin A (produk unggulan)

4. Alamat Perusahaan

: Jl. Kaliurang KM.10 Rejosari RT.07 RW.43


Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman

5. Nomor telepon

: 085 647 661 711

6. Alamat email

: gendhis.ganis@gmail.com

7. Situs web

8. Mulai berdiri

: Juni 2011

http://gendhisganis.blogspot.com/

2. BIODATA PESERTA (semua)


a. Ketua
1.

Nama

: Zesy Ayu Tri Astuti

2.

Jenis Kelamin

: Perempuan

3.

Tempat tanggal lahir : Purworejo, 22 Oktober 1991

4.

NIM Lengkap

: 09/281514/PN/11578

5.

Jurusan/ Fakultas

: Budidaya Pertanian/Pertanian

6.

Alamat

: Jl. Kaliurang KM. 4,5 Tawangsari CT.II/A3 Depok,


Sleman, Yogyakarta

7.

No telp / HP

: 085 647 661 711

8.

Email

: zesy.yer.sona@gmail.com

9.

Peran di bisnis ini

: Owner dan General Manager

b. Anggota
1.

Nama

: Yuli Eko Riyanto

2.

Jenis Kelamin

: Laki-laki

3.

Tempat tanggal lahir : Mulyoharjo (Palembang), 13 Juli 1990

4.

NIM Lengkap

: 07/257285/PN/11224

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

5.

Jurusan/ Fakultas

: Budidaya Pertanian/Pertanian

6.

Alamat

: Dusun Kumendung, Kelurahan Candibinangun,


Pakem, Sleman, DIY

7.

No telp / HP

: 085 729 517 357

8.

Email

: orinti_st_13@yahoo.co.id

9.

Peran di bisnis ini

: Manajer Produksi

b. Anggota
1.

Nama

: Fathin Nabihaty

2.

Jenis Kelamin

: Perempuan

3.

Tempat tanggal lahir : Temanggung, 12 Januari 1992

4.

NIM Lengkap

: 09/289339/PN/11891

5.

Jurusan/ Fakultas

: Budidaya Pertanian/Pertanian

6.

Alamat

: Jl. Kaliurang KM.10 Rejosari RT.07 RW.43


Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman

7.

No telp / HP

: 085 727 373 868

8.

Email

: fathinnabihaty@yahoo.com

9.

Peran di bisnis ini

: Manajer Pemasaran

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

3. Executive Resume
Nucifera Agri Jaya merupakan perusahaan agribisnis off farm yang
didirikan pada bulan Juni 2011. Perusahaan ini bergerak dalam usaha
pemasaran gula kelapa kelas standar (non-organik) dan gula kelapa kelas
organik berfortifikasi iodium dan vitamin A (dalam proses). Visi dan misi
perusahaan ini adalah sebagai berikut :
a. Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan besar dalam bidang agribisnis yang mendukung
ketahanan pangan nasional dan pemenuhan kebutuhan pangan dunia.
b. Misi Perusahaan (2011-2015)
- Memproduksi gula kelapa organik berkualitas dan bernilai gizi tinggi,
- Memenuhi kebutuhan pangan lokal dan nasional untuk mendukung
program katahanan pangan nasional,
- Memberikan pelayanan prima dalam aktivitas perekonomian sektor
industri dan perdagangan gula kelapa.
Nucifera Agri Jaya yang belum diresmikan pendiriannya melalui akta
notaris ini mempunyai nilai aset sebesar Rp.17.850.000,00. Perusahaan ini
belum mempunyai nilai penjualan per bulan/per tahun yang pasti dari segi
nominal, karena tidak setiap minggu ada pemesanan.
Potensi marketing di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang khas
dengan perkembangan berbagai industri kuliner bercita rasa manis,
kebutuhan industri obat-obatan, kosmetik, dan kebutuhan rumah tangga yang
belum semuanya mampu dipenuhi oleh produsen gula kelapa lokal (dari
wilayah DIY), menjadikan pengelola perusahaan optimis bahwa bisnis ini
dapat dijalankan dengan rencana pengembangan usaha melalui sistem
retailing dan konsinyasi.
Melalui bantuan modal usaha dari PMW UGM 2011, proyeksi/nilai
penjualan di bulan-bulan awal usaha ini dijalankan ditargetkan mencapai 1 ton
per minggu dengan nominal Rp. 9.000.000,00 s.d. Rp. 10.500.000,00 atau
setara Rp. 36.000.000,00 s.d. Rp. 42.000.000,00 per bulan untuk prediksi kurs
jual gula kelapa Rp. 8.700,00/kg s.d. Rp. 9.500,00/kg di bulan Juli dan total
penjualan yang mencapai 4 ton.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Saat business plan ini dibuat, harga gula kelapa di tingkat pengecer
sudah mencapai Rp. 10.000,00/kg s.d. Rp.12.000,00/kg. Mendekati bulan
ramadhan dan hari raya idul fitri, harga gula kelapa per kilo mengalami
kenaikan, sehingga diprediksikan nilai jual gula kelapa pada bulan tersebut
meningkat.
Kebutuhan dana untuk usaha ini mencapai Rp. 321.000.000,00/tahun
atau Rp. 26.750.000,00 per bulan dengan target volume penjualan sebesar 3
ton per bulan di awal memulai bisnis. Sumber dana berasal dari modal pribadi
Rp. 1.000.000,00 (3,74%), modal investor Rp. 2.400.000,00 (8,98 %), dan
dana pinjaman (modal tambahan dari dana PMW UGM 2011) sebesar Rp.
23.350.000,00 (87,29%). Dana ini direncanakan akan digunakan sesuai
dengan perincian kebutuhan dana bulanan (variable cost) untuk produksi gula
kelapa organik, pembelian stok gula kelapa non organik dari produsen gula
kelapa atau pengumpul, biaya sewa outlet, sewa tempat produksi, biaya
administrasi, gaji karyawan, transportasi barang, promosi produk, dan
perawatan aset (biaya penyusutan).
Sehubungan dengan rencana pengembalian dana pinjaman dari PMW
UGM pada bulan Februari 2012, perusahaan menargetkan penyimpanan
dana cadangan mulai dari bulan pertama pengembangan usaha ini dijalankan
sebagai langkah antisipatif agar pengembalian dana berjalan lancar dan tidak
membebani kedua belah pihak (perusahaan dan penyedia dana pinjaman dari
PMW UGM 2011). Untuk bulan-bulan berikutnya, menyesuaikan aturan yang
ditetapkan PMW UGM sebagai penyelanggara program.

4. Kondisi Eksisting Usaha Saat Ini


Nucifera Agri Jaya mengembangkan produk gula kelapa kelas standar
dan kelas organik berfortifikasi (iodium dan vitamin A). Basis produksi dan
stok produk berasal dari Kabupaten Purworejo. Hal ini mengingat Kabupaten
Purworejo sangat dekat lokasinya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan
potensi produksi gula kelapa di wilayah tersebut mempunyai kapasitas
produksi yang cukup tinggi karena gula kelapa merupakan produk industri
unggulan prioritas.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Berdasarkan data BPS Kabupaten Purworejo tahun 2006, luas


perkebunan kelapa di Kabupaten Purworejo tahun 2006 mencapai kurang
lebih 893,510 ha dengan produksi rata-rata 12.117.319 ton per tahun dengan
melibatkan 6.413 orang petani dan perajin gula kelapa (Winarto, 2010).
Menurut data Diperindag Kabupaten Purworejo (2010), gula kelapa sebagai
produk unggulan prioritas pertama dengan nilai prosentase terhadap nilai
maksimal sebesar 74%.Dari data base IKM Kabupaten Purworejo (Daftar
panjang IKM) terdapat 25 IKM yang masuk sebagai IKM unggulan. Dari 25
IKM unggulan tersebut, terdapat lima industri unggulan proiritas, termasuk
gula kelapa, dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Jenis Industri Kecil Menengah (IKM) Unggulan Prioritas di Kabupaten Purworejo

No.

1.

2.
3.
4.

5.

Jenis
Perusahaan

Industri
berbahan
baku bambu
Gula kelapa
Gula Aren
Klanthing,
Keripik
Ketela
Mebel kayu
JUMLAH

Jumlah
Perusahaan
(unit usaha)

Tenaga
Kerja
(orang)

Pemasaran

5640

Jumlah
Investasi
(juta
Rupiah)
794,4

5052

5493
720
367

10996
1440
782

5756
360
288,55

Nasional
Internasional
Lokal

252
11884

507
19365

363,575
4684,925

Internasional

Nasional

Sumber : Diperindag Kabupaten Purworejo tahun 2010

Berdasarkan data di atas, komoditas gula kelapa Purworejo yang


menempati urutan kedua mempunyai kapasitas produksi yang cukup tinggi,
sehingga dapat dijadikan stok produk Nucifera Agri Jaya, walau ternyata di
beberapa wilayah Purworejo, belum semua potensi produksi dimanfaatkan
secara maksimal karena keterbatasan teknologi produksi.
Sebelum menjadi sebuah perusahaan pemasaran sektor agribisnis,
Nucifera Agri Jaya hanyalah perusahaan pribadi skala rumah tangga yang
memproduksi gula kelapa yang dikelola oleh owner dan keluarganya. Hasil
produksi gula kelapa tiap minggu disetor kepada pengumpul (tengkulak),
sehingga dokumen traksaksi hanya berupa kuitansi pembayaran atas
penjualan gula kelapa pada tiap minggu tersebut.
Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Tabel 2. Perincian Data Aset Nucifera Agri Jaya tahun 2011

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jenis Aset
Rumah produksi
Outlet dan office
Alat Pemasak Nira
Tungku
Cetakan gula
Penampung nira
Pohon kelapa
TOTAL

Nilai Aset (Rupiah)


12.000.000
3.000.000
900.000
750.000
250.000
350.000
600.000*
17.850.000

Keterangan : * = disetarakan dengan nilai kurs sewa pohon kelapa tahun 2011

Tabel 2 adalah perincian aset yang dimiliki Nucifera Agri Jaya dari
aktivitas produksi gula kelapa skala rumah tangga yang dilakukan pada
periode sebelum perusahaan ini dikembangkan menjadi sebuah perusahaan
pemasaran.
Perusahaan belum mempunyai cashflow dan omzet yang pasti karena
baru didirikan pada bulan Juni 2011. Sebelum didirikan sebagai perusahaan,
arus produksi dan pemasaran gula kelapa ditangani oleh owner perusahaan
sebagai unit usaha pribadi. Perkembangannya kini, perusahaan mencari
sokongan dana untuk modal kerja dalam rangka peningkatan kapasitas
produksi, angka penjualan, nilai penerimaan (revenue), dan profit usaha
melalui aktivitas pemasaran gula kelapa.

5. Komposisi Modal perusahaan


Selama ini, biaya produksi menggunakan dana yang bersumber dari
dana pribadi pengelola usaha Gendhis Ganis. Setelah dikembangkan menjadi
sebuah perusahaan, kini permodalan berasal dari investor, dana pinjaman, dan
dana pribadi.
Tabel 3. Persentase Modal Usaha Nucifera Agri Jaya

No.
1.
2.
3.

Sumber Modal
Modal Sendiri
Investor
Pinjaman PMW UGM 2011

Besar Modal (Rp.)


1.000.000
2.400.000
23.350.000

Persentase (%)
3,74
8,98
87,29

Tabel 3 menunjukkan komposisi permodalan Nucifera Agri Jaya untuk

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

periode usaha tahun 2011-2016. Modal terbesar ditargetkan dari pinjaman PMW
UGM 2011 karena usaha ini baru berkembang sebagai usaha skala besar yang
membutuhkan modal pengembangan lebih besar dari periode sebelumnya.
Tabel 4. Rencana Alokasi Dana Permodalan Perusahaan

No.

Jenis Alokasi Dana

1.

Alokasi Dana
Per Tahun
Per Bulan
(Rp.)
(Rp.)

Unit

FIX COST (FC)


Sewa Rumah Prod.
1 unit
Sewa Outlet
1 unit
Perijinan Produk
1 kali
TOTAL FIX COST (TFC)
VARIABLE COST (VC)
Gaji Pegawai
4 pegawai
Transportasi
2 kali/ bulan
Administrasi
bulanan
Promosi
bulanan
Perawatan Aset
bulanan
Pengemasan Produk
*
Pengadaan Stok
3 ton/bulan
TOTAL VARIABLE COST (TVC)
TOTAL COST (TC)

2.

2400000
3000000
1200000
6600000

200000
250000
100000
550000

14400000
7200000
1200000
1200000
1200000
1200000
288000000
314400000
321000000

1200000
600000
100000
100000
100000
100000
24000000
26200000
26750000

Selain memasarkan gula kelapa Gendhis Ganis secara retailing (grosir


dan eceran), Nucifera Agri Jaya juga melakukan produksi gula kelapa mandiri
untuk pengembangan produk (research and development of product). Adapun
produk

unggulan

Gendhis

Ganis

FORIO-VITA

masih

dalam

tahap

pengembangan. Tabel 4 menunjukkan perincian rencana alokasi dana


permodalan Nucifera Agri Jaya. Penggunaan dana akan berubah dari
perencanaan awal terutama ketika harga dasar gula kelapa naik seiring dengan
penurunan volume produksi karena perubahan musim atau produsen yang
menghentikan kegiatan produksi sementara.

6. Pemasaran
Pangsa pasar produk

Nucifera Agri Jaya

cukup menjanjikan.

Yogyakarta terkenal dengan industri kuliner bercita rasa manis. Data jumlah
pelaku industri kecil dan menengah di wilayah Kulonprogo, Bantul, dan

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Sleman dalam data statistik wilayah DIY tahun 2008 menunjukkan adanya
peluang pengembangan industri gula kelapa melalui sektor industri pengolah
makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Untuk wilayah Gunungkidul, peluang
masih terbuka lebar karena kebutuhan gula kelapa masih disuplai distributor
gula kelapa dari Kulonprogo dan belum semua kebutuhan akan gula kelapa
dapat terpenuhi oleh produsen tersebut. Hambatan distribusi di Gunungkidul
berupa medan geografis yang kurang mendukung. Untuk daerah Sleman dan
Bantul, hambatan pemasaran berupa ketatnya persaingan pasar. Namun
demikian, bidikan pasar high class yang lebih menyukai produk organik dan
inovatif memberikan peluang untuk pengembangan pasar produk gula kelapa
kami. Berikut adalah data pendukung analisis pangsa pasar untuk wilayah
Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.
Tabel 5. Banyaknya Usaha dan Tenaga Kerja di Sektor Industri Kecil menurut Sub Sektor
Industri di Kabupaten Bantul tahun 2007

Jumlah Usaha
Tenaga Kerja
Sub Sektor
NonNonIndustri
Formal
Jumlah Formal
Jumlah
Formal
Formal
1.
Pengolahan
259
7.140
7.399
3.541 20.655 24.496
Pangan
2.
Sandang
211
477
688
3.620
2.117
5.737
dan Kulit
3.
Kerajinan
334
5.886
6.220
7.466 14.410 21.876
Umum
4.
Kimia dan
377
2.349
2.726 11.400 14.330 25.730
Bahasa
5.
Logam dan
99
779
878
706
1.359
2.065
Jasa
Jumlah Total
1.289 16.631 17.911 27.033 52.871 79.904
2006
1.250 16.615 17.865 26.054 52.729 78.783
No.

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan koperasi Kabupaten Bantul

Dari data pada tabel 5, industri pengolahan makanan pada sub sektor
non formal merupakan target marketing yang subur karena jumlahnya yang
tertinggi dari bidang usaha lainnya. Data tersebut menunjukkan peluang
pangsa pasar yang baik untuk pemasaran gula kelapa yang merupakan
bahan baku berbagai produk kuliner bercita rasa manis khas Daerah Istimewa
Yogyakarta maupun kuliner lainnya yang membutuhkan bahan baku gula

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

kelapa. Peluang inilah yang akan dimaksimalkan Nucifera Agri Jaya untuk
mengembangkan usahanya di wilayah Bantul.
Tabel 6. Banyaknya Industri Kecil, Besar, dan Menengah per Kecamatan di Kabupaten
Sleman

No.

Kecamatan

1. Moyudan
2. Minggir
3. Seyegan
4. Godean
5. Gamping
6. Mlati
7. Depok
8. Berbah
9. Prambanan
10. Kalasan
11. Ngemplak
12. Ngaglik
13. Sleman
14. Tempel
15. Turi
16. Pakem
17. Cangkringan
Jumlah

2005
IK
IBM
1.706
0
1.621
0
1.609
0
1.628
2
666
11
950
12
893
16
532
4
594
3
647
9
755
0
458
6
580
11
923
3
448
2
259
2
598
0
14.867
81

2006
IK
IBM
1.792
0
1.679
0
1.603
0
1.754
3
653
11
881
14
894
17
216
4
178
4
572
10
698
0
515
6
637
11
890
3
474
2
201
2
617
0
14.254
87

2007
IK
IBM
1.807
1.695
1.619
1.773
1
711
10
861
14
898
15
311
4
190
4
587
14
645
565
10
643
10
920
3
481
2
225
2
565
14.466
89

Sumber :
Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Penanaman Modal Kabupaten Sleman
Keterangan :
IK
: Industri kecil, (Aset kurang dari Rp. 200.000.000,00 per tahun)
IBM
: Industri Besar-Menengah (Aset lebih dari Rp. 200.000.000,00 per tahun)

Berdasarkan tabel 6, industri kecil di wilayah Sleman jauh lebih banyak


dibandingkan industri besar dan menengah. Mayoritas usaha kecil ini pun
merupakan usaha di bidang pengolahan makanan, penghasil produk
pertanian,

kerajinan,

dan

peternakan,

sehingga

potensial

untuk

pengembangan pemasaran Gendhis Ganis di wilayah Sleman. Sebenarnya,


warung-warung dan toko kelontong pun merupakan penyalur dalam alur
distribusi gula kelapa. Namun demikian, belum ada data konkret tentang
kegiatan ekonomi mereka karena dalam data statistik, usaha jenis ini
termasuk dalam usaha/ industri kecil. Pun tidak menutup kemungkinan untuk
merambah pemasaran di kalangan industri besar yang membutuhkan bahan
baku gula kelapa organik produksi Nucifera Agri Jaya.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

10

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Tabel 7. Banyaknya Perusahaan Berlisensi Menurut Kelompok dan Cabang Industri di


Kabupaten Kulonprogo tahun 2007

Kelompok
dan
No.
Cabang
Industri
1. Industri
Logam,
Mesin, dan
Kimia
2. Industri
Hasil
Pertanian
dan
Kehutanan
3. Aneka
Industri
4. Industri
Kecil
Pengolahan
Pangan
Sandang
dan Kulit
Kimia dan
Bahan
Bangunan
Kerajianan
dan Umum
Logam dan
Jasa
TOTAL

Perusahaan
Berlisensi
2

Tenaga
Kerja

Biaya
Produksi

Nilai
Output

Biaya
Tenaga
Kerja

214

8.971.000

15.424.000

2.763.600

219

1.612.980

5.320.100

1.708.200

71

1.916

111.605.766 154.058.900 23.415.925

33

86

218.595

257.170

51.434

230

720

6.999.800

8.150.885

1.626.950

30

55

284.958

318.391

64.845

72

165

991.566

1.243.802

254.739

439

3.375

130.684.665 184.773.248 29.885.693

Sumber data :
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi , dan Pertambangan Kabupaten Kulon Progo
Catatan :
Kabupaten Kulon Progo Dalam Angka 2008

Tabel 7 menunjukkan jumlah industri pengolahan makanan yang cukup


banyak jumlahnya. Meski tidak langsung mengarah pada data gula kelapa,
tetapi industri pengolahan makanan merupakan pasar utama dalam
pemasaran produk gula kelapa selama ini. Hal ini didasarkan pada
pengalaman pelaku usaha gula kelapa yang memasarkan produknya di
wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

11

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Tabel 8. Rata-Rata Harga produsen Bahan Pokok menurut Jenisnya di Kabupaten


Gunungkidul Tahun 2002-2007 (Rp.)

No.
1.

2.

3.
4.

5.

6.

7.
8.
9.

10.
11.
12.
13.
14.

15.
16.

17.
18.

Jenis
Barang
Padi
Gabah IR64
Jagung
Pipilan
Putih
Ketela
Pohon
Kacang
Tanah
Basah
Kacang
Kedelai
Putih
Kacang
Kedelai
Hitam
Kelapa
Tua
Bawang
Merah
Cabe
Rawit
Segar
Lombok
Merah
Tomat
Sayur
Kangkung
Segar
Bayam
Segar
Pepaya
Sayur
Sedang
Gula
Kelapa
Pepaya
Buah
Sedang
Pisang
Ambon
Pisang
Raja

Unit
(kg)
100

2003

2004

2005

2006

2007

168 073

157 833

182 039

185 611

208.278

100

92 667

96 971

115 560

120 373

156.695

100

28 889

29 792

32 049

41 063

30.417

100

158 833

161 904

232 200

310 778

288.814

100

257 339

339 549

426 400

358 056

386.625

100

307 639

365 972

343 300

315 892

380.556

100

127 900

80 833

135.250

100

450 014

492 833

547 756

604 861

512.333

100

373 021

452 125

481 146

624 167

602.500

100

427 083

769 306

811 458

848 090

707.708

100

218 600

100

46 139

47 432

54 083

52 400

56.079

100

61 086

75 988

63 755

83 563

109.864

100

7 752

11 992

15 819

15.431

100

655

710

815

1 332

1.109

1,5

2 984

4 146

4 375

4 710

5.047

1,5

2 937

3 611

4 052

4 222

5.583

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul


Catatan : tercantum pada Gunungkidul Dalam Angka 2008

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

12

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Sektor industri Kabupaten Gunungkidul dapat dibedakan atas industri


besar, sedang, kecil, dan rumah tangga, sedangkan banyaknya industri besar,
sedang, kecil, dan rumahtangga di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2007
masing-masingg tercatat 3 perusahaan, 7 perusahaan, 4.041 perusahaan,
dan 15.388 perusahaan. Berdasarkan tabel 8, komoditas gula kelapa belum
mempunyai rerata harga produsen. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa di wilayah tersebut aktivitas produksi gula kelapa hampir tidak ada atau
hanya dalam jumlah sedikit. Inilah peluang pemasaran Gendhis Ganis di
wilayah tersebut.
Tabel 9. Jumlah Perusahaan/ Industri Menurut Kecamatan dan Klasifikasinya di Kabupaten
Gunungkidul Tahun 2007

No. Kecamatan

Besar

Sedang

Kecil

1. Panggang
2. Purwosari
3. Paliyan
4. Saptosari
5. Tepus
6. Tanjungsari
7. Rongkop
8. Girisubo
9. Semanu
10. Ponjong
11. Karangmojo
12. Wonosari
13. Playen
14. Patuk
15. Gedangsari
16. Nglipar
17. Ngawen
18. Semin
KABUPATEN
GUNUNG KIDUL
2006
2005
2004

1
1
1
3

5
1
1
7

72
71
194
35
88
139
69
52
302
224
273
719
320
309
84
326
322
442
4.401

Industri
Rumah
Tangga
487
501
646
493
755
622
398
425
857
974
1.036
1.587
1.045
949
801
1.346
1.119
1.348
15.388

4
3
3

5
7
6

4.010
3.990
5.604

15.236
15.133
13.293

Jumlah

559
572
840
528
843
761
468
477
1.165
1.200
1.308
2.306
1.365
1.258
885
1.672
1.441
1.791
19.439
19.255
19.132
18.906

Sumber :
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gunungkidul
Catatan : tercantum pada Gunungkidul Dalam Angka 2008

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

13

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Analisis SWOT industri produksi dan pemasaran gula kelapa di wilayah


pemasaran Jawa Tengah dan DIY :
Faktor eksternal

Belum banyak jprodusen


gula kelapa organik

Kebutuhan pangan yang


akan selmakin meningkat

Permintaan konsumen
yang tinggi belum dapat
terpenuhi secara
keseluruhan

Produk sejenis yang sudah


ada di pasar

Munculnya follower
produsen gula kelapa
organik berfortifikasi

Faktor Internal

Threat (Ancaman)

Masyarakat mulai sadar


keunggulan produk organik

Opportunity (Peluang)

Strength (Kekuatan)

Strategi SO

Strategi ST

Inovasi produk
yang higienis dan
organik

Modal yang tidak


terlalu tinggi

SDM yang
kompeten

Proses produksi
yang relatif mudah

Kontinuitas
ketersediaan
bahan baku

1. Inovasi produk yang lebih


1. Inovasi produk
higienis, organik, dan
yang lebih
berfortifikasi dapat digunakan
higienis, organik,
untuk menangkap peluang dari
dan berfortifikasi
mulai munculnya kesadaran
dapat digunakan
masyarakat akan keunggulan
untuk menangani
produk-produk organik.
ancaman produk
2. Modal yang tidak terlalu tinggi
sejenis yang
dapat menangkap peluang
sudah ada di
usaha ini untuk tetap berjalan
pasar.
di saat masih sedikitnya
2. Modal yang tidak
jumlah produsen yang
terlalu tinggi,
memproduksi gula kelapa
SDM yang
organik.
kompeten,
3. SDM yang kompeten dan
proses produksi
proses produksi yang mudah
yang mudah, dan
dapat menangkap peluang
kontinuitas
kebutuhan pangan yang akan
ketersediaan
selalu meningkat.
bahan baku
4. Kontinuitas ketersediaan
dapat digunakan
bahan baku dapat digunakan
untuk
untuk menangkap peluang
menghadapi
permintaan konsumen yang
ancaman
tinggi.
munculnya
follower gula
kelapa organik
berfortifikasi.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

14

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Weakness
(Kelemahan)
Produk belum
terlalu dikenal oleh
masyarakat
Kontinutitas
produksi yang
dikhawatirkan
kurang stabil
karena perubahan
musim yang tidak
pasti dan arus
mudik produsen
gula kelapa
pendatang dari
luar daerah
sehingga
mengurangi
jumlah tenaga
kerja dan volume
produksi
mendekati bulan
ramadhan dan hari
raya

Strategi WO

Strategi WT

1.

1. Meningkatkan
aktivitas promosi
untuk
memperkenalkan
produk yang
belum terlalu
dikenal oleh
masyarakat
dapat digunakan
untuk
memperkecil
ancaman produk
sejenis yang
sudah ada di
pasar dengan
menonjolkan
keunggulan
produk Gendhis
Ganis/ Gendhis
Ganis FORIO-VITA.
2. Mempertahankan
kontinuitas
produksi agar
tetap stabil dapat
digunakan untuk
memperkecil
ancaman
munculnya
follower gula
kelapa serbuk
organik.

2.

Meningkatkan aktivitas
promosi untuk
memperkenalkan produk
yang belum terlalu dikenal
oleh masyarakat dapat
digunakan untuk menangkap
peluang permintaan
konsumen yang tinggi.
Mempertahankan kontinuitas
produksi dan keberlanjutan
suplai agar tetap stabil dapat
digunakan untuk menangkap
peluang kebutuhan pangan
yang akan selalu meningkat.

Dengan analisis SWOT tersebut, dapat dirumuskan strategi dan solusi terkait
kegiatan pengembangan pemasaran, kegiatan promosi, strategi penetapan
harga, analisis pesaing, dan trend perkembangan pasar.
a. Kegiatan pengembangan pemasaran,
Untuk pengembangan pemasaran, perusahaan mempunyai
strategi berupa peningkatan jumlah stok, perluasan akses pemasaran,
dan inovasi sistem promosi yang menonjolkan keunggulan Gendhis
Ganis dan promosi bersifat menggandeng industri kecil dan
menengah menghasilkan jaringan pemasaran yang lebih luas. Riset
kebutuhan pasar dilakukan secara kontinu untuk menjawab kebutuhan
pasar sehingga produk berhasil dipasarkan sesuai target perusahaan.
Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

15

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Sebagai keunikan Gendhis Ganis, untuk bulan-bulan tertentu,


Nucifera Agri Jaya juga menyediakan paket parcel Gendhis Ganis
dengan harga khusus untuk berbagai keperluan konsumen, misalnya
hantaran pesta, hadiah, atau sekedar mengirim parcel kepada kerabat,
sehingga pasaran gula kelapa tidak hanya sebatas di pasar tradisional,
warung, atau toko, tetapi sebagai produk olahan yang dapat dipandang
sebagai suatu seni/kerajinan yang meningkatkan nilai jual dan kesan
masyarakat terhadap produk gula kelapa.
b. Kegiatan promosi,
Promosi dilakukan dengan sistem online (webhosting, blogging,
jejaring sosial) dan kerjasama dengan industri pengolahan makanan
skala rumah tangga, kecil dan menengah. Industri pengolahan
makanan yang proses produksinya menggunakan bahan baku gula
kelapa, warung-warung makan, toko, atau outlet yang menyetujui
kerjasama sebagai konsumen tetap (pelanggan), dipasang banner
bertuliskan nama warung/toko dengan background ala Gendhis Ganis,
sehingga promosi dapat lebih memasyarakat. Sarana promosi ini tidak
terlalu banyak memakan biaya, hasilnya pun lebih efektif karena produk
terjual, promosi berjalan. Tentunya, ada harga khusus untuk pemilik
usaha di tempat tersebut sebagai reward berlangganan.
c. Strategi penetapan harga,
Sebagaimana produk agribisnis lainnya, harga gula kelapa di
pasaran cenderung fluktuatif. Penetapan harga dilakukan dengan
pertimbangan analisis kebutuhan pasar (permintaan dan penawaran),
stok barang di tingkat produsen, dan harga yang dipasang kompetitor di
pasaran. Dalam hal ini, riset pasar memegang peranan penting untuk
menganalisis harga jual yang ditetapkan kompetitor atas produk gula
kelapanya sehingga harga yang ditetapkan perusahaan tidak terlalu
tinggi dan tidak terlalu rendah untuk menjaga persaingan harga yang
sehat di pasaran.
Terkait dengan musim, pada musim penghujan harga gula
kelapa cenderung turun karena volume produksi meningkat dengan

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

16

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

kualitas kurang baik karena kadar air gula kelapa cukup tinggi. Pada
musim kemarau, harga gula kelapa naik karena volume produksi turun
dengan kualitas gula kelapa yang lebih baik dengan kadar air rendah.
Untuk saat-saat tertentu seperti bulan ramadhan dan syawal, kapasitas
produksi juga turun karena produsen gula kelapa menghentikan proses
produksi sementara untuk mengambil cuti hari raya mereka, sehingga
gula kelapa menjadi langka. Namun demikian, biasanya ada produsen
(penderes) lokal yang tetap tinggal dan mancak deresan penderes
yang statusnya sebagai perantau.
d. Analisis pesaing,
Pendekatan yang digunakan pada analisis kompetitor adalah
Market Concept. Pada pendekatan ini competitors merupakan
perusahaan yang memuaskan kebutuhan konsumen dengan produk
yang sama yaitu kebutuhan akan gula kelapa, baik gula kelapa biasa
maupun gula kelapa organik. Produsen dalam negeri sudah ada yang
mengusahakan gula kelapa standar dan organik dengan berbagai
bentuk kemasan dan inovasinya. Bahkan, sudah ada beberapa
produsen yang mampu menjual produknya ke pasar internasional.
Pesaing lainnya adalah distributor (tengkulak) gula kelapa, gula aren,
dan gula semut kelas pasar tradisional yang cukup banyak. Namun
demikian, kebutuhan gula kelapa di pasar domestik belum semuanya
terpenuhi. Untuk pasar swalayan dan pedagang makanan-minuman
kaki lima masih terbuka peluang pemasaran karena belum terlalu
banyak distributor yang memasarkan langsung produk gula kelapanya
di tempat tersebut. Inilah peluang yang masih dapat dimanfaatkan oleh
Nucifera Agri Jaya untuk terus mengambangkan usahanya.
e. Trend perkembangan pasar
Trend konsumsi masyarakat cenderung beralih dari produk nonorganik menuju produk-produk organik dan inovatif karena kepraktisan
dalam konsumsi produk, kualitasnya yang lebih baik, rasa lebih enak,
dan aman bagi kesehatan. Trend perkembangan pasar gula kelapa pun
mengarah ke trend tersebut. Kini konsumen lebih memilih gula kelapa

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

17

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

organik, gula semut, dan gula dengan berbagai rasa. Nucifera Agri
Jaya saat ini baru dapat memenuhi kebutuhan gula kelapa organik dan
non-organik cetak, belum menyediakan gula kelapa organik serbuk.
Namun demikian, rendahnya konsumsi iodium dan vitamin A di
kalangan masyarakat menjadikan perusahaan memproduksi gula
kelapa berfortifikasi (forio-vita) menjadi produk unggul perusahaan
untuk bersaing di pasaran, menjawab kebutuhan konsumen akan
produk bernilai gizi tinggi. Untuk ukuran gula cetak, perusahaan
menyediakan berdasarkan kebutuhan konsumen.
7. Proses bisnis
Produksi Mandiri *

Pembelian Stok via Pengumpul


Pemesanan sesuai
grade pasar

Riset produk

Gula Kelapa Organik


Berfortifikasi Iodium-Vit.A

Gula Kelapa Non-Organik kelas


standar

Alur Distribusi

PASAR
Industri Kecap
Target Pemasaran

Industri Kuliner
Toko Sembako & Warung Kelontong
Industri Kosmetik dan
Pengolahan Makanan
Konsumsi Rumah Tangga

Keterangan : * = dalam proses, dilaksanakan bekerjasama dengan penderes kelapa lokal


Skema 1. Skema Strategi Produksi

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

18

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Perusahaan tetap menjual gula kelapa non-organik untuk memenuhi


kebutuhan gula kelapa non organik yang masih cukup tinggi di pasaran, selain
karena keterbatasan produksi dan perbedaan target pasar. Gula non organik
dipasarkan di pasar tradisional dan perusahaan kosmetik, gula kelapa organik
untuk memenuhi kebutuhan pasar swalayan, industri kuliner, pengolahan
makanan-minuman, dan obat-obatan.
Tabel 10. Flowchart kegiatan bisnis sejak penurunan dana PMW hingga masa pengembalian
pinjaman

Penurunan Dana Modal Kerja


Investasi (maksimal 10%)

Juli 2011

Perluasan pasar, perbaikan kemasan, produksi


Agustus-September 2011
tetap memakai peralatan yang sudah ada saat ini,
perbaikan sistem marketing, dan penegasan cash
flow untuk analisis perkembangan usaha

Uji coba
pasar/penawaran dengan model
konsinyasi, atau metode lain (didahului dengan
penetapan target penjualan sebesar 4 ton per
bulan

Setelah pasar dapat diakses dengan baik (target


omzet terpenuhi), membuat produk dengan proses
produksi massal, investasi alat tambahan mulai
dilakukan (maksimal total 20%)

Persiapan pengembalian modal

Pengembalian modal

Oktober 2011

November 2011

Desember 2011-Januari 2012

Februari 2012

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

19

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

8. Keunggulan Produk
Nama produk (merk) gula kelapa organik dari Nucifera Agri Jaya
adalah Gendhis Ganis untuk gula kelapa biasa (non-organik) dan Gendhis
Ganis

FORIO-VITA

untuk gula kelapa organik yang berfortifikasi iodium dan

vitamin A. Gendhis adalah nama gula dalam bahasa Jawa krama alus, Ganis
merupakan nama wanita dalam kesusastraan Jawa, tetapi dalam bisnis ini,
Ganis merupakan akronim dari organik, manis (manisnya asli), dan higienis.
Ciri khas yang menjadi pembeda sekaligus keunggulan produk Nucifera
Agri Jaya adalah gula kelapa yang dibuat dari bahan alami (nira kelapa) tanpa
menggunakan natrium metabisulfit (sejenis pengawet nira dari bahan kimia
sintetik yang kurang baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi dalam
rentang waktu lama). Sebagai gantinya, Gendhis Ganis menggunakan
pengawet alami, perpaduan dari kulit buah manggis dan kapur sirih,
memanfaatkan produk lokal Purworejo yaitu buah manggis. Selain itu,
garapan nira kelapa menjadi gula melalui proses yang lebih higienis sehingga
tidak dijumpai ampas manggar (bunga kelapa) atau serangga yang ikut
tertampung dalam bumbung atau ember-ember penampung nira. Gula
kelapa organik ini juga tidak dicampur dengan ubi atau parutan kelapa
sebagaimana gula kelapa kualitas rendah di pasaran, sehingga diproyeksikan
menjadi produk yang dapat diolah sebagai bahan baku industri minuman
tradisional dan obat-obatan karena kualitasnya yang baik dan aman
dikonsumsi khalayak dari segala umur dan segala kalangan.
Dari segi pelayanan selama proses transaksi, selain menyediakan
outlet untuk transaksi langsung, perusahaan menyediakan delivery service
dan pemesanan online untuk berbagai skala pemesanan, baik pemesanan
skala kecil atau besar. Biaya antar dibebankan kepada konsumen, ditetapkan
berdasarkan jarak tempuh menuju lokasi konsumen. Pemesanan online
dilengkapi dengan pembayaran via transfer dengan rekening bank yang
familiar dan mudah dijangkau konsumen. Untuk bulan-bulan tertentu, Nucifera
Agri Jaya juga menyediakan paket/parcel Gendhis Ganis dengan harga
khusus untuk berbagai keperluan konsumen, misalnya hantaran pesta,
hadiah, atau sekedar mengirim parcel kepada kerabat.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

20

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

9. Target Usaha
Selama menjadi industri skala rumah tangga yang dikelola secara
pribadi, omzet Nucifera Agri Jaya hanya berkisar Rp. 500.000,00 s.d. Rp.
1.000.000,00 per bulan. Asset perusahaan saat ini senilai Rp. 17.850.000,00
dengan cashflow yang belum terdokumentasikan secara rapi karena usaha ini
merupakan usaha keluarga skala rumah tangga dengan hasil produksi kecil
yang langsung dijual kepada tengkulak untuk dipasarkan di wilayah
Yogyakarta tanpa dokumentasi keuangan yang jelas selain kuitansi transaksi
penyetoran gula kelapa tiap minggu. Mulai awal tahun 2011, usaha ini berhenti
berproduksi karena kekurangan tenaga kerja untuk nderes pohon kelapa,
memasak, mencetak, dan memasarkan produk.
Setelah berdiri menjadi suatu perusahaan agribisnis off farm di bidang
pemasaran, perusahaan menargetkan volume penjualan sebesar 1 ton per
minggu untuk bulan pertama senilai Rp. 9.000.000,00 s.d. Rp. 10.500.000,00
atau setara Rp. 36.000.000,00 s.d. Rp. 42.000.000,00 per bulan untuk prediksi
kurs jual gula kelapa Rp. 8.700,00/kg s.d. Rp. 9.500,00/kg di bulan Juli dan
total penjualan yang mencapai 4 ton dapat tercapai. Prediksi di awal usaha
berjalan, perusahaan mampu menjual 3 ton gula kelapa dalam sebulan. Untuk
bulan-bulan

berikutnya,

perusahaaan

menargetkan

adanya

kestabilan

distribusi, peningkatan volume penjualan, dan keberlanjutan suplai untuk


costumer hingga menembus angka 5 ton per bulan di tahun awal
pengembangan usaha.
Untuk pemasaran, di bulan pertama ditergetkan mampu merambah
pasar di wilayah Sleman dan Bantul. Mulai bulan kedua hingga akhir tahun
pertama, (Agustus 2011 hingga Juli 2012) ditargetkan mampu merambah
pasar Gunungkidul dan Kulon Progo. Untuk bulan Maret 2012 hingga tahun
keempat (Juli 2015), ditargetkan mampu melayani transaksi skala nasional
untuk

kebutuhan

gula

kelapa

non-organik

dan

gula

kelapa

organik

berfortifikasi. Mulai tahun kelima, dengan strategi pemasaran online, pameran


produk dan industri makanan, dan link pengusaha setempat, perusahaan
menargetkan mampu merambah pemasaran gula kelapa ke berbagai negara
basis konsumen gula kelapa seperti Amerika, Jepang, Eropa, dan Australia.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

21

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Adapun pola pembiayaan untuk pencapaian target tersebut berasal dari


modal pribadi, pinjaman dari PMW, pinjaman lembaga keuangan, dan kerja
sama pembiayaan produksi dengan pihak investor dengan sistem bagi hasil.

10. Dana Pinjaman yang dibutuhkan dalam PMW UGM 2011 dan rencana
pengembaliannya
Jumlah anggaran awal yang diperlukan melalui program ini untuk
mendukung usaha pengembangan Gendhis Ganis sebesar Rp. 26.750.000,00 per
bulan dengan perincian rencana penggunaan (alokasi) dana yang tertera pada
tabel 11. Adapun dana pinjaman yang dibutuhkan dalam PMW UGM 2011 sebesar
Rp. 23.350.000,00
Tabel 11. Rencana Alokasi Dana Permodalan Perusahaan

No.
1.

2.

Jenis Alokasi Dana

Unit

FIX COST (FC)


Sewa Rumah Prod.
1 unit
Sewa Outlet
1 unit
Perijinan Produk
1 kali
TOTAL FIX COST (TFC)
VARIABLE COST (VC)
Gaji Pegawai
4 pegawai
Transportasi
2 kali/ bulan
Administrasi
bulanan
Promosi
bulanan
Perawatan Aset
bulanan
Pengemasan Produk
*
Pengadaan Stok
3 ton/bulan
TOTAL VARIABLE COST (TVC)
TOTAL COST (TC)

Alokasi Dana
Per Tahun
Per Bulan
(Rp.)
(Rp.)
2400000
3000000
1200000
6600000

200000
250000
100000
550000

14400000
7200000
1200000
1200000
1200000
1200000
288000000
314400000
321000000

1200000
600000
100000
100000
100000
100000
24000000
26200000
26750000

Terkait dengan pengembalian modal awal perusahaan dari Program


Mahasiswa Wirausaha (CED UGM) 2011, perusahaan menyimpan dana angsuran
mulai dari bulan pertama sehingga pada waktu jatuh tempo, pembayaran
angsuran dapat berjalan lancar dan tidak membebani kedua belah pihak.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

22

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Tabel 12. Rencana Alokasi Dana Pengembalian Pinjaman (Sistem Cicilan)

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rentang Waktu
Juli 2011
Agustus 2011
September 2011
Oktober 2011
November 2011
Desember 2011
Januari 2012
Februari 2012

2.000.000

9.
10.
11.
12.

Maret 2012
April 2012
Mei 2012
Juni 2012

2.000.000
2.000.000
2.000.000
3.400.000

Nominal Dana (Rp.)


23.400.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000

Keterangan
Pinjaman awal
Cicilan pengembalian disimpan
Cicilan pengembalian disimpan
Cicilan pengembalian disimpan
Cicilan pengembalian disimpan
Cicilan pengembalian disimpan
Cicilan pengembalian disimpan
Dana yang telah disimpan
untuk membayar cicilan
Dana untuk membayar cicilan
Dana untuk membayar cicilan
Dana untuk membayar cicilan
Pelunasan

11. Agunan Yang Dimiliki


Selain ijazah, agunan yang dimiliki berupa BPKB.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

23

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

12. LAMPIRAN
Logo Usaha
Logo Nucifera Agri Jaya

Filosofi Logo Nucifera Agri Jaya :

Nama Nucifera berasal dari kata Cocos nucifera, nama ilmiah kelapa,
sebagai bahan baku produk dan filosofi agar perusahaan mampu
memberikan kebermanfaatan yang banyak dalam program ketahanan
pangan nasional dan pengadaan pangan dunia.

Agri merupakan perwakilan dari bidang usaha perusahaan, yaitu


agribisnis off farm,yang bergerak dalam usaha produksi dan pemasaran
gula kelapa organik berfortifikasi dan gula kelapa kelas standar.

Jaya merupakan harapan kejayaan usaha bersama dari tiga orang


entrepreneur muda yang mengelola perusahaan ini.

Warna hijau melambangkan kemakmuran dan ketenangan dalam


menjalankan bisnis

Warna kuning melambangkan kejayaan

Tema coklat melambangkan suasana klasik dan tradisional yang


menjunjung tinggi potensi kearifan lokal dalam pengembangan usaha.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

24

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

LAPORAN ARUS KAS TAHUNAN


Nama Perusahaan
TAHUN 2010

DES. 2011

DES. 2012

DES. 2013

A. PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan
Penerimaan Pinjaman
Sub Total Penerimaan
B. PENGELUARAN
Pembelian Asset (Investasi)
Pembelian Bahan Baku
Biaya Produksi Lain-Lain
Biaya Pemeliharaan
Biaya Administrasi Lain-Lain
Angsuran Pokok
Sub Total Pengeluaran
C. SELISIH KAS
D. SALDO KAS AWAL
E. SALDO KAS AKHIR

(*) = Belum Ada

Keterangan : Karena pada tahun 2010 perusahaan stagnan (tidak berproduksi), tidak ada
dokumentasi cashflow sama sekali. Terakhir kali produksi pada tahun 2009 dan pada saat
tersebut, usaha berjalan dalam skala rumah tangga, pihak pengelola perusahaan belum
memberlakukan sistem dokumentasi cashflow untuk menganalisis perkembangan usahanya.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

25

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

RENCANA ARUS KAS (CASH FLOW) BULANAN


RENCANA ARUS KAS (dalam rupiah)
NUCIFERA AGRI JAYA
UNTUK TAHUN 2011-2012

Jul-Ags 11

A. PENERIMAAN

Sep-Okt
11

Nov-Des
11

Mei-Jun 12

Jul-Ags 12

(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

Penerimaan Penjualan

31.500.000

31.500.000 31.500.000 31.500.000 31.500.000 31.500.000

Penerimaan Pinjaman

26.750.000

B. PENGELUARAN

(Rp.)

Mar-Apr 12

(Rp.)

Sub Total Penerimaan

(Rp.)

Jan-Feb
12

58.250.000 31.500.000 31.500.000 31.500.000 31.500.000


(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

Sep-Okt
12
(Rp.)

Nop- Des
12
(Rp.)

31.500.000 31.500.000 31.500.000

31.500.000 31.500.000 31.500.000 31.500.000


(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

(Rp.)

Sewa Rumah Produksi

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

200.000

Sewa Outlet

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

Perijinan Produk

1.200.000

Gaji Pegawai

1.200.000

Biaya Transportasi

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

1.200.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

Biaya Administrasi

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

Biaya Promosi

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

Perawatan Aset

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

Pengemasan Produk

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

100.000

24.000.000 24.000.000 24.000.000 24.000.000

24.000.000

Pengadaan Stok

24.000.000

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

24.000.000 24.000.000 24.000.000

26

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Sub Total Pengeluaran

C. SELISIH KAS
D. SALDO KAS AWAL

27.900.000 26.700.000 26.700.000 26.700.000 26.700.000

26.700.000 26.700.000 26.700.000 26.700.000

30.350.000 35.150.000 39.950.000 44.750.000 49.550.000

54.350.000 59.150.000 63.950.000 68.750.000

0 61.850.000 66.650.000 71.450.000 76.250.000

81.050.000 85.850.000 90.650.000 95.450.000

30.350.000 35.150.000 39.950.000 44.750.000 49.550.000

54.350.000 59.150.000 63.950.000 68.750.000

SALDO KAS AKHIR

E. (plus prediksi
penerimaan)

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

27

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

RENCANA ARUS KAS TAHUNAN


NUCIFERA AGRI JAYA
TAHUN 2011 2015

2011

2012

2013

2014

2015

A. PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan
Penerimaan Pinjaman
Sub Total Penerimaan
B. PENGELUARAN
Sewa Rumah Produksi
Sewa Outlet
Perijinan Produk
Gaji Pegawai
Biaya Transportasi
Biaya Administrasi
Biaya Promosi
Perawatan Aset
Pengemasan Produk
Pengadaan Stok

Sub Total Pengeluaran


C. SELISIH KAS
D. SALDO KAS AWAL
E. SALDO KAS AKHIR

Catatan : Laporan kas belum bisa dipastikan sekarang, karena usaha baru mulai akan berjalan.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

28

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

LAMPIRAN ANALISIS FINANSIAL

ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN


PENERIMAAN
No.
1.
2.
3.

Komponen
Produksi Total (Y)
Harga Produksi (P)
Penerimaan (R)

Jumlah
3000 kg
Rp.
10.500,00
Rp. 31.500.000,00

BIAYA
No.
1.

Jenis Alokasi Dana

Unit

FIX COST (FC)


Sewa Rumah Prod.
1 unit
Sewa Outlet
1 unit
Perijinan Produk
1 kali
TOTAL FIX COST (TFC)
VARIABLE COST (VC)
Gaji Pegawai
4 pegawai
Transportasi
2 kali/ bulan
Administrasi
Bulanan
Promosi
Bulanan
Perawatan Aset
Bulanan
Pengemasan Produk
*
Pengadaan Stok
3 ton/bulan
TOTAL VARIABLE COST (TVC)
TOTAL COST (TC)

2.

Alokasi Dana
Per Tahun
Per Bulan
(Rp.)
(Rp.)
2400000
3000000
1200000
6600000

200000
250000
100000
550000

14400000
7200000
1200000
1200000
1200000
1200000
288000000
314400000
321000000

1200000
600000
100000
100000
100000
100000
24000000
26200000
26750000

Analisis Finansial (Bulanan)


Analisis Kelayakan
- R/C =

Rp. 31.500.000,00
Rp 26.750.000,00

- /C =

Rp 4.750.000,00
x 100 % = 17,76 %
Rp 26.750.000,00

= 1,7757

Analisis Break Even Point (BEP)


Biaya Tetap

(FC)

= Rp.

550.000,00

Biaya Variabel

(VC)

= Rp 26.200.000,00

Total Cost

(TC)

= Rp. 26.750.000,00

Jumlah

(Q)

= 3000 kg

AVC

(VC/Q) = Rp 8.733,33/ kg

Harga

(P)

= Rp 10.500,00/kg
Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

29

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Analisis BEP

FC

BEP Produksi=

BEP Penjualan =

BEP Harga

AVC

Rp 550.000,00
= 311,32 kg
Rp10.000,00 Rp. 8.733,33

Rp 550.000,00
FC
=
= Rp 3.268.867,92
Rp.8.733,33
AVC
1
1
P
Rp10.000,00

TC
=
Q

Rp 26.750.000,00
= Rp 8.916,67
3000kg

Analisis ROI (Return of Investment)


ROI =

Rp. 31.500.000,00
Penerimaan
x 100%=
x 100% = 117,76 %
TotalBiaya
Rp 26.750.000,00

ROI ini digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal. Dari hasil nilai di atas
didapatkan nilai sebesar 117,76 %, artinya setiap pembiayaan usaha Rp 100,00 akan
diperoleh keuntungan sebesar Rp 117,76. Sehingga, usaha di atas termasuk efisien dalam
penggunaan modal.

Analisis Pengembalian Modal


Pengembalian Modal =
=

Penerimaan Penyusutan
x 100%
JumlahModal

Rp 31.500.000,00 Rp 550.000,00
x 100%
Rp 26.750.000,00

= 119,81 %
Perhitungan di atas menunjukkan bahwa, modal usaha akan terlunasi sebesar 119,81 %
setiap kali produksi berlangsung.

Kesimpulan :
Usaha Gula Kelapa Organik Berfortifikasi Gendhis Ganis FORIO-VITA layak, karena :
R/C > 1
/C > bunga bank

menunjukkan usaha tersebut layak untuk dijalankan.


sehingga, mampu membayar bunga apabila melakukan pinjaman di

bank konvensional.
BEP penjualan < penjualan penjualan yang dilakukan telah melampaui titik impas,
sehingga penjualan yang diusahakan mengalami keuntungan.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

30

Program Mahasiswa Wirausaha UGM 2011

Pay Back Period


Usulan Investasi

= (Rp 550.000,00 x 12 bulan) + (Rp.26.200.000,00 x 12 bulan)

= Rp 26.750.000,00
Umur Investasi = 1 tahun
Keuntungan/ tahun

= Rp 4.750.000,00 x12 = Rp 57.000.000,00

EAT

= Rp 57.000.000,00 (Rp 57.000.000,00 x 10%)


= Rp 51.300.000,00

Proceeds per tahun = EAT + Biaya penyusutan


= Rp 51.300.000,00 + (Rp 550.000,00 x 12 bulan)
= Rp 57.900.000,00
Pay Back Period =
=

Usulan Investasi
x 1 tahun
Proceeds per tahun

Rp 26.750.000,00
x 1 tahun= 0,46 tahun
Rp 57.900.000,00

Jadi dana sebesar Rp. 26.750.000,00 akan diperoleh lagi setelah 0,46 tahun. Pay back
period 0,46 tahun < 1 tahun maka usulan investasi dapat diterima.

NPV (Net Present Value)


Usulan investasi sebesar Rp. 26.750.000,00
NPV (Net Present Value) pada df 10 %
PV Proceeds : 2,5619 x Rp 57.900.000,00 = Rp. 148.334.010,00
Investasi

= Rp.

26.750.000,00 -

NPV

= Rp

121.584.010,00

PI =

PV of proceeds
Rp.148.334.01 0,00
=
= 5,54
PV of investment
26.750.000 ,00

Jadi, karena NPV positif dan PI lebih dari 1 maka usaha tersebut diterima atas dasar DF
10%.

Center for Entrepreneurship Development (CED) UGM

31