Anda di halaman 1dari 9

Aransemen

Jan 31, '07 9:42 PM


for everyone
Category:
Other
Salah satu bidang di dalam seni suara adalah aransemen yaitu teknik pengaturan suara baik itu
untuk dinamika dan susunan lagu maupun manajemen suara untuk mencapai harmonisasi suara.
Untuk menguasai ilmu aransemen seseorang harus:
1. Menguasai alat musik, misal gitar dan organ.
Dalam sebuah tim nasyid minimal harus ada satu orang yang bisa memainkan alat musik.
2. Mengetahui teknik notasi
Setelah memahami teknik notasi ini akan dijelaskan pula penerapannya dalam penyusunan notasi
untuk harmonisasi suara. Harmonisasi suara akan dapat dicapai juga dengan mendalami ilmu
chord/kunci nada dalam alur suatu lagu.
Pengetahuan terhadap Notasi
1. Tangga Nada dan Interval
Nada yang akan kita pelajari adalah diatonis yang terdiri dari 8 nada. Nada-nada yang tersusun
itu disebut tangga nada yang terdiri dari :
C D E F G A B C
1(do) 2(re) 3(mi) 4(fa) 5(sol) 6(la) 7(si) 1(do) tinggi.
11111
Contoh di atas diambil dari kunci dasar C. Di atas dapat dilihat bahwa jarak nada / interval nada
dari C rendah sampai dengan C tinggi bermacam-macam. Khususnya nada dari yang ketiga
3(mi)/E ke nada keempat 4(fa)/F dan nada ke tujuh 7(si)/B ke nada kedelapan 1(do tinggi)/C
adalah nada, ini sudah merupakan hukum interval nada.
2. Kunci Nada/Chord
Tangga nada diatonis terbagi menjadi dua macam yakni :
~ Tangga nada diatonis mayor : C D E F G A B C
~ Tangga nada diatonis minor : A B C D E F Gis A
Kesimpulannya bahwa nada diatonis mayor dimulai dari nada C, sedangkan nada diatonis minor
dimulai dari A yaitu nada keenam dari nada dasar. Untuk melihat penerapannya kita dapat lihat
didalam tabel berikut ini :
KUNCI MAYOR DASAR SUSUNAN NADA KUNCI MINOR SUSUNAN NADA

Teknik mencari nada minor adalah sebagai berikut :


Jika Kunci dasarnya adalah C, ambil nada ke 6 yaitu A. Atau dengan kunci dasar sebagai contoh
kita ambil saja G maka : nada ke enamnya adalah E.
Jika Kunci Mayor Dasar diminorkan caranya dengan mengurangi nada pada nada ke 3.
Misalnya A mayor yang tersusun dari 6 1# - 3 menjadi 6 1 3. Atau C mayor 1 3 5
menjadi 1 2# - 5.
Susunan nada di atas disebut akord/chord/kunci nada. Akord adalah sekumpulan nada yang
dibunyikan secara bersamaan. Akord dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Akor Tonika yaitu terdiri dari : 1 3 5 di mana 1 (do) berlaku sebagai bass. Sifat dari akord
ini stabil, tenang dan bulat. Peranan akord ini di dalam satu lagu adalah sebagai akord pusat
untuk tangga nada mayor dan juga sebagai penutup lagu mayor.
2. Akord Dominan yang terdiri dari : 5 7 2. Sifat akord ini tidak tenang dan selalu ingin
bergerak ke Tonika. 5 (sol) di sini berlaku sebagai bass. Akord ini berfungsi sebagai variasi
perpindahan akord dari akord pusat di dalam suatu lagu ke nada lagu yang lebih rendah.
3. Akord Subdominan yang terdiri dari : 4 6 1. Sifat akord ini tidak tenang dan selalu ingin
kembali ke Tonika dan berfungsi untuk bergerak dari Tonika ke puncak lagu (Reff/Chorus).
Berikut ini adalah catatan akord apa saja yang bisa dimainkan dalam suatu lagu sesuai kaidah
ketiga jenis akord tadi.

3. Ketukan
Selain notasi itu memiliki berbagai macam nada, setiap nada sendiri dalam suatu lagu memiliki
nilai nada dan ketukan yang terdiri dari not 1/64 (1/16 ketuk), 1/32 (1/8 ketuk), 1/16 (1/4 ketuk),
1/8 (1/2 ketuk), (1 ketuk), not (2 ketuk), not 1 (4 ketuk).
Contoh ketukan dalam notasi angka (not dan 1/8) :
__ __ __ __ // 0 0 0 1 2 / 3 5 5 6 / 5 . 3 1 1 2 / 3 3 2 1 / 2 . . 1 2 / 3 5 5 6 /
__ __
5 . 3 1 1 2 / 3 3 2 2 / 1 . . . //
Di atas dapat dilihat bahwa not tidak memiliki bendera, sedangkan not 1/8 mempunyai
bendera 1. Angka 0 (nol) menunjukkan ketukan tanpa nada, sedangkan tanda "." menunjukkan
ketukan panjangnya nada.
Diperlukan seorang yang mengerti latar belakang musik dalam sebuah tim nasyid. Setidaknya
ada seorang yang mempunyai feeling bagus terhadap nada dan mengerti terhadap susunan nada.

Hal ini bukannya menyurutkan semangat tim tapi bisa menjadi pemicu agar kita bisa belajar
lebih tentang pengetahuan musik.

Maroji:
1. Poetra, Adjie Esa. Revolusi Nasyid
2. Qardlawi, Yusuf. Fiqih Musik dan Lagu Perspektif al-Quran dan as-Sunnah.
3. Qardlawi, Yusuf. Seni dan Hiburan dalam Islam
4. .............

Aransemen Musik
A.
PENGERTIAN ARANSEMEN
Aransemen berasal dari bahasa Belanda Arrangement, yang artinya penyesuaian komposisi
musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen musik yang di dasarkan atas sebuah
komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. Orang yang melakukan
aransmen lagu dikenal dengan sebutan Aranger atau pengaransmen. Modal dasar yang harus
dimiliki oleh seorang arranger adalah menguasai pengetahuan tentang harmoni.
Ada tiga jenis aransemen sebagai berikut :
1.
Aransmen Vokal
Setiap lagu dapat disusun aransmen khusus vokal, yaitu dalam dua suara, tiga suara, empat suara.
Untuk menyusun aransmen vokal, yang paling mudah adalah menyusun atransmen lagu dalam
dua suara, karena untuk menyusun aransmen lagu dalam tiga dan empat suara ada banyak
persyaratan yang harus diperhatikan.
Untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan memuaskan, setelah selesai disusun aransmen
lagunya kemusian dicoba untuk dinyanyikan secara bersama-sama, apabila dirasa kurang
baik/memuaskan maka dapat dicoba lagi untuk menyusun aransmen lagu tersebut hingga pada
akhirnya diperoleh hasil yang sangat memuaskan.
2.
Aransmen Instrumen
Dalam menyusun arransmen instrumen sangat berbeda dengan aransmen vokal. Untuk menyusun
aransmen instrumen kita harus menyesuaikan dengan alat-alat musik yang dipergunakan.
Semakin lengkap alat musik yang kita pergunakan, semakin banyak pula kemungkinan variasi
yang dapat diciptakan. Untuk menyusun aransmen instrumen, kita harus berpedoman pada
pengetahuan ilmu harmoni dan akord.
Bagian-bagian dari suatu aransmen musik dikenal dengan istilah Partituur ( Belanda ), Partitura (
Italia ), Part ( Inggris ), Parte ( Perancis ). Dan dalam aransmen instrumen, kebanyakan partitur
dimainkan bergantian tugas, sedangkan dalam aransmen vokal pada umumnya semua partitur
umumnya berbunyi bersamaan.
3.
Aransmen campuran
Yang dimaksud aransmen campuran adalah campuran aransmen vocal dan instrumen. Teknik
yang dilakukan adalah menggabungkan dua jenis arransmen yang telah ada.

Dalam aransmen campuran pada umumnya yang ditonjolkan adalah vokalnya, sedanglan
instrumennya berfungsi untuk pengiring dan memeriahkan, sehingga pertunjukan yang disajikan
bertambah sempurna. Untuk mengendalikan keseimbangan dalam menampilkan aransmen yang
telah disusun diperlukan adanya seorang pemimpin yaitu seorang dirigen atau conductor.
B. MENGARANSEMEN LAGU DALAM BENTUK MUSIK ANSAMBEL
Kata ansambel berasal dari bahasa Perancis ensemble yang artinya bersama-sama. Dengan
demikian musik ansambel dapat diartikan sajian musik yang dimainkan secara bersama-sama
dengan menggunakan satu jenis alat musik atau beberapa jenis alat musik.
JENIS-JENIS ALAT MUSIK
Berdasarkan pengelompokannya, alat musik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : berdasarkan
cara memainkannya, berdasarkan sumber bunyinya dan berdasarkan fungsinya.
1. Berdasarkan Cara Memainkannya
a.
Alat musik tiup, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara di tiup.
Contoh : harmonica, recorder, tuba, seruling, flute, bason, horn, terompet, pianika, saksofon,
clarinet dan lain-lain.
b. Alat musik gesek, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara digesek.
Contoh : biola, rebab, cello, violin, kontra bas, viola dan lain-lain
c.
Alat musik petik, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipetik.
Contoh : gitar, bas, mandolin, harpa, siter, banjo, sasando, ukulele, dan lain-lain.
d. Alat musik pukul, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul.
Alat musik pukul ada dua macam:
1) Alat musik pukul bernada
Contoh : kulintang, perangkat gamelan, calung, vibraphone, arumba, xylophone, bellira,
glockenspiel dan lain-lain.
2) Alat musik pukul tak bernada
Contoh : gendang, ketipung, rebana, tamborin, symbal, tympani, triangle, kastanyet, gong,
pauken, drum set dan lain-lain.
e.
Alat musik tekan, yaitu alat musik yang cara memainkannya dengan cara ditekan.
Contoh : piano, organ, keyboard dan lain-lain.
2. Berdasarkan Sumber Bunyinya
Berdasarkan sumberbunyinya alat musik dapat dikelompokkan menjadi lima.
a.
Aerophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari udara yang bergetar
dengan cara ditiup atau dipompa.
Contoh : flute, seruling, rekorder, tuba, melodeon, clarinet, saksophone dan horn yang dimainkan
dengan cara ditiup. Akordion dengan dipompa.
b.
Idiophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari batangan logam atau kayu
yang dipukul atau sumber bunyinya berasal dari alat itu sendiri. Contoh : bellira, calung,
angklung, kulintang, perangkat gamelan
c.
Chordophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai yang bergetar
dengan cara di petik, digesek dan ditekan. Contoh :
a)
Di petik : gitar, harpa mandolin, ukulele, banjo, siter, kecapi bas dan lain-lain.

b)
Di gesek : biola, viola, cello, double bass, rebab
c)
Di tekan : piano akustik
d.
Membranophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran selaput tipis
yang terbuat dari kulit atau plastic dengan cara dipukul. Contoh : tamborin, rebana, bedug, drum
set, ketipung, bongo, konga, tympani dan lain-lain.
e.
Elektrophone, yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari rangkaian elektronika
yang terdapat di dalam alat tersebut. Dengan kecanggihan teknologi alat tersebut dapat
menghasilkan segala macam alat musik. Contoh keyboard. Organ elektrik, gitar elektrik, bass
elektrik dan lain-lain.
3. Berdasarkan Fungsinya Dalam pergelaran
Berdasarkan fungsinya dalam pergelaran alat musik dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu :
a.
Alat musik melodis, yaitu alat musik yang digunakan untuk memainkan rangkaian nadanada (melodi) sebuah lagu. Contoh : seruling, saksofon, pianika, harmonica, flute, terompet,
rekorder dan lain-lain.
b. Alat musik ritmis, yaitu alat musik yang dalam permainannya memberikan irama (ritme)
tertentu dalam suatu pergelaran. Contoh : ketipung, konga, bongo, bass, drum set, kendang dan
lain-lain.
c.
Alat musik harmonis, yaitu alat musik yang dalam permainannya membawa paduan nada
(akor) dalam suatu pergelaran. Contoh : gitar, piano, keyboard, organ dan lain-lain.

Harmoni, Bentuk Struktur Lagu, dan Ekspres


OPINI | 13 January 2011 | 15:45 327 0

Nihil

A. HARMONI
Harmoni dapat diartikan sebagai ilmu untuk menyusun dan menyambung akor-akor. Harmoni
juga dapat dikatakan paduan nada, yaitu paduan bunyi nyanyian atau permainan musik yang
menggunakan dua nada atau lebih yang berbeda tinggi nadanya dan dibunyikan secara serentak.
Akor dapat diartikan sebagai susunan nada yang terdiri dari tiga nada (triad) atau lebih yang
dibunyikan secara bersama sekaligus. Tiga nada itu yaitu: nada alas (prime), ketiga (terts), dan
kelima (kwint). Triad atau akor trinada merupakan sumber akor, nada paling bawah disebut nada
alas atau not alas yang dirangkai dengan nada-nada yang selaras (terts dan kwint).
Cara memainkan secara urut disebut memainkan akor secara dasar. Akor didirikan dari tangga
nada mayor dan minor. Pendirian akor pada tangga nada minor, urutan nada naik dibaca atau
dinyanyikan dengan urutan minor harmonis, yaitu 6, 7, 1 2 3 4 5 6 dan ketika turun dibaca sesuai
tangga nada minor asli, yaitu 6 5 4 3 2 1 7, 6,
Cara mendirikan akor adalah mengambil nada alas (apa saja), kemudian terts dan kwint. Cara
pendirian demikian akan menghasilkan jenis akor :
1. Akor mayor berinterval 2 + 1
2. Akir minor berinterval 1 + 2

3. Akor berkurang 1 + 2
4. Akor berlebih 2 + 2
Perkembangan akor tirinada dapat divariasikan, misalnya dengan membalik urutan nada yang
disebut akor balikan atau inversi. Akor inversi (akor balikan), artinya nada dalam akor dapat
dibunyikan tidak harus urut sesuai urutan tangga nada. Akor inversi biasanya tidak dapat
digunakan pada puncak atau penutup lagu. Akor balikan bas dibunyikan bukan pada nada alas,
tetapi pada nada terts atau kwint.
1. Akor tingkat I namanya akor Tonika
2. Akor tingkat II namanya akor Super Tonika
3. Akor tingkat III namanya akor Median
4. Akor tingkat IV namanya akor Sub Dominan
5. Akor tingkat V namanya akor Dominan
6. Akor tingkat VI namanya akor Sub Median
7. Akor tingkat VII namanya akor Leading Tone (sub tonik)
Akor dapat dikelompokkan menjadi akor primer (Tonika, Sub Dominan dan Dominan), akor
sekunder (Median, Super Tonik, dan Sub Median), akor janggal (septim, vorhalt). Akor dapat
berakhir di T, S, dan D pada akhir kalimat atau frase, gerak akor mengakiri lagu disebut kadens.
Macam kadens antara lain; otentik, tak sempurna, sub dominan, plagal, dan sempurna.
Sajian musik atau tekstur dapat berujud: unisono, homofoni, polifoni, kannon, dan diskan.
Unisono adalah suatu bentuk sajian yang semua anggota menyajikan melodi yang sama dari awal
sampai akhir lagu. Sajian yang disampaikan adalah suara tunggal atau lagu pokok sehingga lagu
yang disajikan secara unisono gema paduannya benar benar menyentuh perasaan
pendengarnya. Homofon merupakan suara serempak yang dimulai bersama dan menutupnya
secara bersama sama pula. Sajian homofon dapat dilakukan dalam dua suara, tiga suara, atau
empat suara. Oleh karena lagu pokok hanya dipegang salah satu jalur suara, maka suara suara
lain harus menyadari bahwa mereka berfungsi membantu pemegang melodi lagu pokok. Polifoni
merupakan penyajian lagu yang terdiri dari berbagai jalur suara, tiap jalur nampak seakan akan
berjalan tanpa memperhatikan harmoni namun secara keseluruhan tetap merupakan satu kesatuan
yang harmonis. Hal yang dapat dirasakan ialah keindahan melodi dari tiap jalur suara biasanya
lebih baik, jika dibandingkan dengan bentuk serempak seperti biasanya. Kannon merupakan
bentuk penyajian lagu dimana penyanyi dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan
ketentuan lagunya. Tiap kelompok menyanyikan sebuah lagu yang sama secara bergantian
dengan selang waktu yang ditentukan. Penyajian menyanyi bentuk ini tidak dapat dilakukan pada
sembarang lagu. Bentuk ini hanya sesuai untuk lagu lagu tertentu yang memang berjenis
kanon. Lagu telah disusun sedemikian rupa, sehingga memungkinkan penyajian secara kanon.
Diskan merupakan merupakan melodi sisipan dengan teks bebas yang berupa kalimat, kata, suku
kata atau senandung. Penyajian bentuk ini pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu bagian
lagu pokok dan diskan. Bagian lagu pokok dapat berbentuk satu suara atau lebih, tetapi tetap
membawakan lagu dan teks pokok, sedangkan bagian diskan merupakan melodi sisipan dengan
teks bebas. Paduan akhir merupakan paduan yang diletakkan pada not terakhir, satu birama
terakhir, atau dapat dikembangkan satu kalimat musik terakhir.
Paduan suara merupakan bentuk penyajian musik, khususnya menyanyi dibawakan oleh lebih
dari satu orang. Adapun macam macam paduan suara, yaitu :
a. Paduan kecil; duet, trio, kwartet, kwintet, sekstet, septet, oktet.

b. Group vokal; biasanya mengusahakan sendiri pengelolaan lagu dan iringannya sedapat
mungkin tanpa bantuan dari luar. Group ini tidak perlu dirigen.
3. Paduan suara; ciri yang menonjol adalah diperlukannya seorang dirigen, untuk
memperoleh kepaduan dalam penyajian lagu.
4. Paduan besar; biasanya melibatkan ratusan atau ribuan orang tetapi masih dipimpin oleh
seorang dirigen, hanya saja dalam latihan ditangani oleh beberapa dirigen pembantu (latihan
terpisah-pisah dalam kelompok kecil).
Paduan suara bisa merupakan bentuk penyajian yang memadukan vokal dan instrumental. Vokal
yaitu memakai pita suara di dalam mulut kita sebagai sumber suara. Cara ini disebut bernyanyi.
Instrumental yaitu memakai alat musik atau instrumen sebagai penghasil suara ( nada atau
bunyi ).
Untuk membuat aransemen paduan suara, diperlukan pengetahuan tentang wilayah suara
manusia dan batas suara manusia, meskipun relatif dengan menyelinap 1 atau 2 nada. Keempat
jenis suara manusia sopran, alto, tenor, dan bas dapat dipadukan dalam bermacam macam
kombinasi. Harmoni dua suara yaitu suatu lagu yang dinyanyikan dalam dua suara oleh dua
orang (duet) atau lebih (paduan suara). Harmoni dua suara dapat berupa motus rectus, motus
contraritus dan motus obliqus.
Lagu sering berganti nada dasar baik di tengah atau diakhir lagu, perpindahan nada dasar lagu
disebut modulasi. Hal ini berarti didalam lagu tersebut terjadi perubahan tangga nada ataupun
nada dasar beberapa birama yang terdapat di awal, tengah, dan akhir lagu. Pertukaran ini biasa
terjadi dari tangga nada mayor ke minor atau sebaliknya. Modulasi dapat ke tingkat IV, V, dan
mayor atau minor senama. Modulasi empat macam itu disebut perkeluargaan tangga nada.
Agar lagu dapat dinyanyikan oleh seluruh audiens dengan berbagai macam latar belakang,
misalnya : kemampuan musik, wilayah suara, maka lagu kadang perlu disesuaikan atau diubah
yang disebut ditransposisi. Transposisi meliputi not musik ke angka, not angka ke not musik, not
musik ke musik sama kunci, not musik ke not musik lain kunci.
A. BENTUK/STRUKTUR LAGU DAN EKSPRESI
Bentuk / struktur lagu adalah susunan serta hubungan antara unsur musik dalam suatu lagu
sehingga menghasilkam suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Sedangkan yang dimaksud
dengan komposisi adalah mencipta lagu (Atan Hamdju, 1989). Dasar pembentukan lagu
mencakup pengulangan satu bagian lagu (repetisi), pengulangan dengan berbagai perubahan
(variasi, sekuen), atau penambahan bagian yang baru yang berlainan atau berlawanan (kontras),
dengan selalu memperhatikan keseimbangan antara pengulangan dan perubahannya. Sedangkan
untuk memahami struktur lagu dapat diperbandingkan dengan struktur kalimat dalam bahasa,
yaitu : huruf (not), kata (motif), frase (frase), kalimat (kalimat musik), bait (alinea), lagu ( karya).
Sebuah lagu terdiri dari beberapa kalimat musik. Lagu yang paling sederhana terdiri dari empat
atau delapan birama. Beberapa bagian lagu yaitu:
1. Struktur lagu:
a. Motif: bentuk pola irama dan melodi yang pendek tetapi mempunyai arti. Motif
berguna memberi arah tertentu pada melodi yang memberi hidup pada suatu komposisi.
b. Frase ialah bagian dari kalimat musik seperti halnya bagian kalimat dalam bahasa.
Dalam syair lagu frase menunjukkan ketentuan diucapkan dalam satu tarikan nafas. Frase
dan kalimat musik terdiri dari dua bagian yang saling melengkapi, yaitu anteseden dan
konsekuen

c. Kalimat musik adalah bagian dari lagu yang biasanya terdiri dari 4 8 birama. Kalimat
musik terbentuk dari sepasang frase dan dua kalimat musik atau lebih akan membentuk
lagu.
d. Teknik pernapasan (frasering)
e. Bentuk pengulangan sebagian (repetisi), pengulangan bervariasi (variasi, sekuens)
penambahan baru yang berlawanan ( kontras ). Pengulangan tersebut terjadi baik dalam
pengulangan motif, frase, maupun kalimat.
2. Bentuk lagu terdiri dari lagu tunggal, biner, dan ternair
a. Lagu bentuk I atau tunggal A atau AA: Lagu ini pada dasarnya terdiri satu bagian
atau bila terpaksa terdiri dari dua bagian, maka bagian ke dua merupakan perulangan atau
repetisi saja yang mana bait dua tidak ada perubahan dan hanya mengulanga atau
mengubah syairnya saja, jika ada perbedaan hanya kecil, misalnya pada akhir lagu.
b. Lagu bentuk II atau biner A B : AAB: Lagu bentuk ini terdiri dari dua bentuk, pada
bait pertama berbeda dengan bentuk yang ke dua. Lagi ni dapat berakhir pada bentuk ke
dua (B), tanpa ada paksaan untuk kembali ke bait I (A).
c. Lagu III atau ternair AABA, AABABA, ABC: bisa menyerupai bentuk biner tetapi
tidak berhenti diakhir bagian II (B), sehingga memaksa kembali ke bentuk I, atau bisa
juga terdiri dari tiga bentuk yang biasanya termasuk lagu tingkat tinggi.
3. Ekspresi
Ekspresi merupakan ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa tempo,
dinamik dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik dalam pengelompokkan frase
(frasering) yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi atau disampaikan pada
pendengarnya. Unsur ekspresi dalam musik terdiri dari tempo atau tingkat kecepatan musik,
dinamik atau tingkat volume suara atau keras lunaknya suara dan warna nada tergantung dari
sumber bunyi serta gaya atau cara memproduksi nada.
Tempo adalah kecepatan lagu dan perubahan-perubahan kecepatan lagu. Dinamik adalah
tanda untuk menyatakan tingkat volume suara atau keras lunaknya serta perubahan keras
lunaknya. Warna nada adalah ciri khas bunyi yang terdengar bermacam-macam, yang
dihasilkan oleh bahan sumber bunyi yang berbeda-beda dan yang dihasilkan oleh cara
memproduksi nada yang bermacam-macam pula.
Warna nada dapat ditinjau dari alat musik ( suara manusia, alat musik berdawai, tiup logam,
tiup kayu, perkusi, dan keyboard ) dan cara memproduksi nada (legato, stacato, vibrato, dan
sebagainya).
Kelompok suara manusia dibedakan atas:
a. Jenis suara tinggi: sopran (wanita), tenor (pria)
b. Jenis suara sedang: meso sopran (wanita) dan baritone (pria)
c. Jenis suara rendah: alto (wanita) dan bas (pria)
Alat musik berdawai contohnya gitar, biola, cello, bas, harpa, kecapi, rebab. Alat musik tiup
logam misalnya terompet, tuba, dan horn perancis. Alat musik tiup kayu misalnya suling,
clarinet, saxofon, obo, dan oasun. Alat musik perkusi misalnya Glokenspiel, Silofon,
Timfani, dan perkusi tak bernada. Alat musik keyboard misalnya piano dengan dawai, organ
dengan pipa-pipa atau elektro, akordeon, dan pianika.

Produksi nada pada alat musik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sehingga
menghasilkan warna suara yang berbeda beda, sesuai dengankeinginan yang
membunyikannya. Beberapa tekhnik memproduksi nada seperti :
a. legato; membunyikan melodi dengan nada nada yang tersambung halus dan lancar
b. stacato; memperpendek bunyi nada nada sehingga terputus putus
c. arpegio; memainkan nada nada skor secara berurutan dimulai dari nada terendah
d. glisendo; memainkan tangga nada cepat dengan gerak meluncur, biasanya pada piano
atau harpa.
e. vibrato; menyanyi dengan perubahan berkala.