Anda di halaman 1dari 25

Pariwisata Olahraga

Berbicara masalah pariwisata dan olahraga dapat di artikan


sebagaimana kita membicarakan dua sisi mata uang yang
berbeda namun memiliki satu makna. Menurut definisinya oleh
H.Kodhyat (1983:4) Pariwisata adalah perjalanan dari tempat satu
ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun
kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau
keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam
dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
Demikian juga pendapat dari James J. Spillane (1982:20)
mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan
perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari
kepuasan, mengetaui sesuatu, memperbaiki kesehatan,
menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah
dan lain-lain. Sedangkan olahraga adalah serangkaian gerak raga
yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak
(mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak
(meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, olahraga
merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodic, artinya
olahraga sebagai alat untuk memelihata serta membina
kesehatan, dan tidak dapat di tinggalkan. Olahraga merupakan
alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani,
rohani dan sosial.
Pariwisata dan olahraga merupakan dua disiplin disiplin ilmu yang
dapat di padukan sehingga memiliki kekuatan dan efek ganda
bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada umumnya. Oleh
sebab itu pariwisata dan olahraga (sport tourism) saat ini
mendapatkan perhatian besar baik dari pihak pemerintah, swasta,
industri olahraga, industri pariwisata, akademis maupun
masyarakat luas. Sport tourism atau Pariwisata
Olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan
pariwisata dan olahraga di Indonesia.

Pariwisata olahraga mampu menunjukan potensinya sebagai


sesuatu yang menarik, sehingga dapat menciptakan sebuat
atraksi wisata yang dapat menjadikan multi cultural tourism.
Atraksi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah
tujuan wisata yang merupaka daya tarik agar orang-orang
semakin memiliki minat lebih besar untuk berkunjung ke
suatu Daerah Tujuan Wisata (DTW). Agar suatu daerah tujuan
wisata mempunyai daya tarik maka suatu Daerah Tujuan Wisata
juga harus memiliki beberapa syarat yang harus dimiliki yaitu :
- Adanya sesuatu yang dapat di lihat
- Adanya sesuatu yang akan dilakukan
- Adanya sesuatu yang dapat dibeli
Hal ini menjadi sangat penting karena
pengembangan Pariwisata Olahraga memerlukan sumber daya
manusia yang unggul dan handal dalam mendesain berbagai
macam kegiatan olahraga sehingga menjadi atraksi wisata yang
layak jual karena memiliki nilai-nilai ekonomi (economic values)
dan mendatangkan keuntungan suatu negara atau daerah.
Pengembang Pariwisata Olahraga di Indonesia saat ini
merupakan suatu demand sehingga harus mempertimbngkan
supply yang harus tersedia saat demand atau permintaan
meningkat.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 3 tahun 2005
tentang sistem keolahragaan nasional juga disebutkan bahwa
olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh
masyarakat dengan kegemaran dan kemampuan yang tumbuh
dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya
masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan
kesenangan (pasal 1 ayat 12). Dalam hal ini olahraga dan
pariwisata mempunyai tujuan yang sama. Kalau olahraga
bertujuan untuk memberikan kesenangan maka pariwisata adalah
suatu kegiatan yang di lakukan untuk mendapatkan kesenangan.

Pariwisata Olahraga (sport tourism) menurut Spillane (1987:30) di


bagi dalam 2 kategori yaitu:
- Big Sport Even yaitu peristiwa-peristiwa olahraga besar seperti
Olympic games, kejuaraan sky dunia, kejuaraan tinju dunia dan
olahraga-olahraga lainnya yang menarik perhatian tidak hanya
pada olahragawannya sendiri tetapi juga ribuan penonton atau
penggemarnya.
- Sporting Tourism of the Practicioners yaitu pariwisata olahraga
bagi mereka yang inging berlatih dan mempraktekkan sendiri
seperti pendakian gunung, olahraga naik kuda, memancing, dan
lain sebagainya.
Berdasarkan definisi di atas terlihat bahwa Pariwisata Olahraga
itu di tujukan kepada suatu perjalanan orang-orang yang
bertujuan untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olahraga
di suatu tempat atau negara dalam kegiatan olahraga itu
sendiri. Pariwisata itu bertujuan untuk memenuhi kepuasan untuk
melakukan kegiatan olahraga yang di senangi seperti fishing,
hunting, deep sea diving, skiing, hiking, boating, dll.
Hampir di seluruh bagian dunia, Pariwisata Olahraga kini
semakin maju sehingga banyak bidang olahraga kini dijadikan
objek maupun daya tarik bagi wisatawan, terutama olahraga yang
memanfaatkan fasilitas yang bersifat alamiah seperti
pegunungan, danau, sungai, laut maupun yang hanya
menawarkan pesona keindahan alam.

=================

Melirik Potensi Wisata


Olahraga
Tidak bisa dimungkiri, pariwisata sampai saat ini masih menjadi industri
yang bisa menggerakkan ekonomi dengan cepat dan efisien. Berbagai
varian pariwisata yang terus dikembangkan menjadikan sektor ini
sebagai salah satu andalan dalam perekonomian daerah dan nasional.
Satu jenis pariwisata yang mendapat banyak perhatian dewasa ini adalah
wisata olahraga (sport tourism). Wisata olahraga adalah jenis perjalanan
untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, baik sekadar rekreasi,
berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga seperti stadion
(Gibson, Attle, Yiannakis, 1997).
Pitts (1997) menggolongkan wisata olahraga dalam dua kategori,
yaitusports participation travel (perjalanan untuk berpartisipasi dalam
ajang olahraga, baik lomba maupun sekadar menjaga kesehatan)
dan sport spectatorial travel (perjalanan menyaksikan ajang olahraga,
seperti Piala Dunia, Sea Games, dan sejenisnya).
Wisata olahraga memang terus menggeliat. Berdasar prediksi World
Tourism Organization (2001), pada 2020, akan ada 1,6 miliar orang yang
bepergian. Industri pariwisata mampu menyediakan 200 juta lapangan
kerja dengan perputaran uang mencapai USD 2 triliun. Dalam geliat

industri pariwisata tersebut, wisata olahraga menjadi salah satu yang


paling pesat perkembangannya (Neirotti, 2003).
Konsep sport tourism memang mempunyai ceruk pasar tersendiri
(niche). Pada kisaran 2000, The British Tourist Authority dan English
Tourism Board menyatakan, 20 persen dari jumlah total wisatawan yang
datang di Inggris adalah wisatawan olahraga. Sama juga dengan Kanada
yang pernah menyatakan, 37 persen perjalanan domestik di negara
tersebut adalah wisatawan olahraga.
Di sejumlah negara maju sudah ada universitas dengan pusat studi
pengembangan sport tourism. Australia bahkan merancang National
Sports Tourism Strategy pada 1999. Sejak itu Australia menampilkan
citra bahwa olahraga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
Australia sekaligus berpromosi bahwa Australia adalah negara tujuan
wisata yang cocok untuk kegiatan olahraga dan rumah bagi berbagai
macam ajang pariwisata olahraga tingkat dunia. Tidak heran, hingga saat
ini, berbagai ajang sport tourism rutin digelar Australia, mulai maraton
hingga triatlon.
Tak Asing bagi Indonesia
Indonesia sebenarnya sudah tidak asing dengan wisata olahraga. Pada
1962, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Pada tahun yang
sama, Presiden Soekarno bahkan mendirikan pesta olahraga bagi negaranegara berkembang yang dikenal dengan sebutan Games of the New

Emerging Force (Ganefo) untuk menandingi Olimpiade. Indonesia sudah


menganggap penting olahraga kala itu. Walaupun, mungkin Soekarno
mengaitkan itu dengan politik, bukan dengan pariwisata.
Sekarang industri wisata olahraga di Indonesia semakin maju. Semakin
banyak ajang olahraga yang mengundang atlet dunia dan menghadirkan
banyak penonton, mulai Jakarta Marathon hingga Tour de Ijen di
Banyuwangi.
Konsolidasi Sosial dan Infrastruktur
Patut digarisbawahi, perhelatan wisata olahraga tidak hanya melulu
terkait dengan pengembangan wisata dan olahraga. Sejumlah dampak
positif telah lahir dari ajang wisata olahraga dan diharapkan terus
menggelinding menjadi bola salju untuk menunjang pembangunan
daerah.
Pengalaman di daerah, seperti Banyuwangi Tour de Ijen dan
International Surfing Competition di Pulau Merah yang rutin diadakan
dalam beberapa tahun terakhir, telah membuktikan adanya dampak
ganda dari perhelatan wisata olahraga.
Pertama, sentuhan wisata olahraga membawa banyak manfaat bagi
ekonomi masyarakat. Melalui wisata olahraga, daerah bisa berpromosi
sesuai dengan potensi sehingga muncul efek pemasaran yang baik untuk
mengajak wisatawan dan investor ke daerah tersebut. Wisata olahraga

juga menjadi jawaban untuk mengatasi kesenjangan spasial antardesa


dan antarkecamatan karena pemerintah daerah mengembangkan
destinasi wisata yang ada di perdesaan dengan sentuhan sport tourism.
Bukti nyata adalah pengalaman Banyuwangi menyelenggarakan Tour de
Ijen (mulai 2012) dan Pulau Merah International Surfing Competition
(mulai 2013). Tour de Ijen (tahun ini diselenggarakan tanggal 16 hingga
19 Oktober) dan International Surfing Competition (tahun ini digelar
2325 Mei) mampu semakin melambungkan nama Gunung Ijen dan
Pulau Merah menjadi destinasi wisata unggulan. Ekonomi kreatif
masyarakat bergerak. Industri kerajinan lokal, makanan-minuman,
hingga jasa penunjang pariwisata seperti transportasi dan home
stay berbasis rumah penduduk tumbuh bersamaan. Data BPS
mengonfirmasi, telah terjadi peningkatan nilai tambah subsektor industri
kreatif dalam PDRB Banyuwangi, mulai sektor kuliner, jasa hiburan
kebudayaan, perhotelan, hingga kerajinan dan barang seni.
Kedua, wisata olahraga terbukti bisa membangun kebanggaan dan
kepercayaan diri rakyat terhadap daerahnya. Warga yang berada di desadesa bangga daerahnya dikenal publik global. Dengan begitu, wisata
olahraga menjadi sarana konsolidasi sosial untuk mendesain
pembangunan berbasis partisipasi, bukan mobilisasi. Jika ditarik lebih
jauh lagi, itu akan menjadi modal sosial (social capital)yang sangat
berharga untuk membangun daerah.

Ketiga, wisata olahraga sebagai sarana konsolidasi infrastruktur. Melalui


ajang wisata olahraga, daerah memperbaiki dan membangun jalan
hingga ke pelosok-pelosok desa untuk memudahkan akses bagi
wisatawan dan peserta lomba. Pengalaman menyelenggarakan
Banyuwangi Tour de Ijen, kami memastikan 600 kilometer jalan
berkualitas sangat bagus. Perbaikan jalan itu tentu tidak hanya berguna
saat lomba, tetapi juga akan membantu mobilitas penduduk lokal untuk
menggerakkan ekonomi daerah.
Dengan berbagai dampak positif tersebut, potensi wisata olahraga di
Indonesia perlu dioptimalkan. Mengingat, negeri ini punya potensi luar
biasa untuk memadukan konsep wisata dan olahraga yang bisa
menghasilkan banyak dampak positif untuk kesejahteraan sosialekonomi masyarakat

Home
Politik
Umum
Hukum
Jabodetabek
Daerah
Next

TOPIK TERHANGAT :
# Muktamar PPP
# DPR Tandingan
# Kenaikan BBM
# Indra Sjafri
# Triomacan2000

Jurnal Haji
Edisi Koran
NASIONAL

TERKINI

PKS Dukung Menteri Susi Berhenti Merokok


Gandeng Swasta, Derek Kendaraan Semakin Diintensifkan
KMP Mengalah, Pakar: Itu Langkah Bijak
Ketum Baru Golkar Diharapkan dari Generasi Muda
'Awas KIS dan BPJS Tumpang Tindih'

TERPOPULER

Ini Dia Gambar Tato Menteri Susi Pudjiastuti


Ini Isi Facebook MA yang Diduga Menghina Jokowi
Aa Gym: Semoga Bu Susi Berhenti Merokok dan Pakai Jilbab
Hina Presiden Jokowi, Pembantu Tukang Satai Ditangkap Polisi
Menteri Susi Minta Cuti ke Jokowi, Mengapa?

TERKOMENTARI

Susi, Menteri Nyentrik Gemar Merokok dan Punya Tato


Hina Presiden Jokowi, Pembantu Tukang Satai Ditangkap Polisi
Aa Gym: Semoga Bu Susi Berhenti Merokok dan Pakai Jilbab
Ini Dia Gambar Tato Menteri Susi Pudjiastuti
Muhammadiyah Bersyukur tak Gabung Kabinet Kerja Penuh Kebohongan

Home > Nasional > Umum

Wisata Olahraga berdampak Positif


bagi Pariwisata Indonesia
Friday, 21 December 2012, 13:56 WIB
Komentar : 4

Tour de Singkarak

A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wisata olahraga atau "sport tourism"


berdampak positif terhadap pariwisata Indonesia. Karena membuka
peluang investasi melalui kerja sama antara pemerintah, perusahaan
swasta serta masyarakat di daerah-daerah potensi wisata tersebut.
"Mengangkat nama bangsa Indonesia juga merupakan salah satu
dampak dari pengembangan sport tourism yang ada di Indonesia
dalam kancah internasional," kata Gubernur Sumatera Barat Irwan
Prayitno dalam Seminar Nasional Sport Tourism di Auditorium
Adhiyana, Wisma Antara di Jakarta, Jumat (21/12).
Untuk itu, kata Irwan, perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat
dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota sehingga juga
menimbulkan peluang kerja sama antara pemerintah, perusahaan
swasta, dan masyarakat.
Irwan menambahkan, Sumatera Barat telah mengembangkan wisata
olahraga melalui Tour de Singkarak sejak 2009 dan akan berlangsung
kembali pada Juni 2013.

Kegiatan itu, katanya, telah meningkatkan ekonomi pariwisata di


Sumbar dengan meningkatnya jumlah hotel dan kegiatan yang terkait
dengan perekonomian lainnya.
Beberapa kegiatan "sport tourism" yang mewakili daerah-daerah yang
ada di Sumbar, yakni Pacu Kudo, Pacu Itik, Berburu Babi, dan Perahu
Naga yang merupakan akulturasi budaya pada daerah tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta
Nirwandar menegaskan, Tour de Singkarak menjadi peringkat kelima
tempat berpenonton terbanyak. Karena menggali daya tarik alam
yang berpotensi olahraga serta menggabungkan olahraga dan
pariwisata tersebut.
"Indonesia juga berpotensi dalam olahraga di udara seperti
paralayang dan layang-layang," kata Sapta Nirwanda

OMPAS.com Salah satu cara untuk menikmati alam


Indonesia adalah dengan menyelam. dengan cara begini,
Anda akan mendapat pengalaman berbeda dengan
suguhan pesona alam bawah laut. Banyak orang yang
kemudian jatuh cinta dengan olahraga air ini. Indonesia yang
dikelilingi perairan ternyata tak habis-habis menjadi tempat
paling dicari oleh diver (sebutan bagi yang melakukan diving).
Saat ini, laut di Indonesia bagian timur memang menjadi
sasaran utama para diver. Lathiful Amri, salah satu pengelola
Kakaban Trip memberi tujuh rekomendasi tempat diving
paling dicari di wilayah Indonesia Timur.

Raja Ampat. Raja Ampat dikenal dengan suranya wisata


penyelaman. Bagaimana tidak, perairan di Kepulauan Raja
Ampat, Papua Barat, ini diakui sebagai salah satu dari 10
perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia dengan
pertimbangan kelengkapan flora dan fauna bawah laut saat
ini. Di sana, ditemukan ratusan jenis karang sempat
diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.
Fauna bawah lautnya pun beragam, Anda dapat menemui
mulai dari ikan paus hingga ikan nemo. Di beberapa tempat
seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong
atau ikan duyung.
Yang menarik, karena daerahnya yang banyak pulau dan
selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada
waktu tertentu memiliki arus kencang. Hal ini memungkinkan
Anda untuk melakukan drift dive, yaitu penyelaman dengan
mengikuti arus yang kencang pada air laut yang jernih
sekaligus menerobos kumpulan ikan.
Alor, Nusa Tenggara Timut (NTT). Selain indah, Alor
menjadi tempat penyelaman yang baik untuk pemula.
Pemandangannya yang indah diisi oleh fauna semacam ikan
paus, hiu, pari, sampai ikan-ikan kecil. Di Sana, Anda juga
dapat menemukan kontur terumbu karang yang berbedabeda.

DOK INDONESIA.TRAVELKeindahan bawah laut di Pulau Sangalaki, Kepulauan

Derawan, Kalimantan Timur.

Pulau Komodo. Kepulauan yang satu ini memiliki


ratusan tempat menyelam. Banyak diantaranya belum
sempat terjamah. Pada hari-hari biasa, suhu air laut bisa
berkisar antara 27 derajat sampai 30 derajat. Saat itu, di
beberapa titik selam suhu bisa turun sampai 18 derajat.
Lautnya berwarna cerah sehingga Anda dapat melihat dalam
jarak pandang hingga 50 meter. Dengan lebih dari 1200
spesies laut yang berbeda, Kepulauan Komodo telah menjadi
salah satu tempat terbaik menyelam saat ini.
Morotai. Keistimewaan Morotai sebagai lokasi penyelaman
ialah adanya kapal karam (ship wreck) di lautnya. Di sana

Anda dapat menikmati pesona biota bawah laut yang


menjadikan kapal karam ini sebagai rumah mereka.
Biak atau Kawasan Padaido. Menikmati sejarah sambil
mengamati biota bawah aut yang indah? Di sini tempatnya. Di
Pulai Padaido, Anda dapat menikmati pengalaman menyelam
di goa bawah laut sambil melihat sisa-sia peninggalan bekas
Perang Dunia II yang menyebar hingga Pulau Yapen berupa
bangkai-bangkai kapal karam, pesawat hingga tank.

DOK INDONESIA.TRAVELSurga bawah laut di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi

Tenggara.

Wakatobi. Dari sekian banyak lokasi penyelaman di wilayah


Indonesia Timur, saya rasa Wakatobi bisa menjadi
rekomendasi tempat. Selain indah, Wakatobi bisa dinilai

sebagai lokasi penyelaman yang relatif lebih terjangkau di


antara yang lainnya," ungkap Amri. Ada empat pulau di
Wakatobi, beberapa area laut di kepulauannya juga termasuk
luas dan memiliki biota laut yang indah.
Banda Neira. Sensasi menyelam di Banda Neira memang
harus dicoba oleh para penyelam.Sebagai tempat dengan
lokasi pantai dan laut yang sangat indah, Banda Neira
termasuk salah satu yang belum banyak terjamah, kata Amri.
Padahal, ada banyak biota laut yang dapat dinikmati di sini
dengan terumbu karang yang maish segar dan jarak
penglihatan di dalam laut hingga 40 meter. Airnya masih
jernih, belum ada partikel yang membuatnya keruh

shutterstock

Berita Terkait

Tips Berwisata Olahraga


Sensasi Menyelam, Menikmati Pesona Bawah Laut
Berlomba dengan Waktu lewat Sport Stacking
Mengusir Kebosanan? Yuk ke Taman Jogging

KOMPAS.com - Membudayakan hidup sehat memang harus


dijadikan prioritas utama. Sayangnya, dengan dalih tinggal di Ibu
Kota, banyak orang malas untuk berolahraga. Macam-macam saja
alasannya, salah satunya adalah tak ada ruang untuk memberi
asupan raga di Jakarta. Padahal kalau kita jeli, masih ada ruang
layak untuk berolahraga. Yasha Chatab, Ketua Komunitas Indo

Runners turut memberi rekomendasi tempat yang asyik untuk


berolahraga. Simak ulasannya.
Gelanggang Olahraga (GOR) Sumantri Brodjonegoro. Letaknya
strategis, tempat berolahraga yang satu ini berlokasi di Jalan HR
Rasuma Said Kelurahan Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat akhir pekan
banyak orang memanfaatkan tempat ini untuk berlari di pagi hari.
Ada beberapa fasilitas yang menjadikan GOR Sumantri
Brodjonegoro menjadi pilihan tepat untuk berolahraga. Di
antaranya, lapangan basket dan lapangan-lapangan olahraga yang
lain, seperti bulu tangkis, futsal, dan voli. tentu tak salah bila
menjadi rekomendasi, karena GOR Sumantri Brodjonegoro juga
sempat menjadi salah satu tempat berlangsungnya eventevent
internasional, di antaranya, Porseni BUMN dan juga SEA Games.
Pelataran Monumen Nasional (Monas). Pagi dan sore ialah waktu
yang paling tepat untuk menikmati Monas sambil berwisata
sekaligus berolahraga. Pengunjung bisa berlari-lari kecil atau pun
berjalan santai di pelatarannya. Kawasan Monas yang luas dan tidak
dipungut biaya, menjadi satu tempat yang menarik untuk dikunjungi
Anda dan teman-teman. Yang sedikit mengganggu biasanya hanya
rayuan pedagang kaki lima yang Anda lewati.

WARTA KOTA/ANGGA BNWarga memanfaatkan hari libur dengan berwisata ke Monumen

Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012). Monas masih menjadi alternatif wisata, selain
tiket masuknya murah, warga juga bisa mengajak keluarga berwisata edukasi.

Gelora Bung Karno (GBK) dan Sekitar Senayan. GBK, menjadi


tempat olahraga favorit banyak orang. Selain suasana yang memang
mendukung, kawasan ini dikenal sebagai tempat yang menyediakan
fasilitas sekaligus prasarana olahraga. Gelora Bung Karno memiliki
luas area sekitar 284,2 hektar termasuk kawasan ruang terbuka hijau
yang juga berfungsi sebagai paru-paru kota, yaitu sebagai resapan
air. Dalam historinya, GBK lahir sebagai manifestasi impian
presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Tetapi pengunjung yang
datang untuk berolahraga biasanya tak hanya menyasar GBK,
mereka juga sering terlihat berolahraga di sekitaran Senayan.
Bahkan, mereka yang rajin olahraga lari sering terlihat melakukan
latihan lari saat malam.
Taman Langsat Lansia. Salah stau yang juga menjadi rekomendasi
Yasha ialah Taman Langsat Lansia. Sebagai sebuah taman yang

ramah lansia, ternyata taman ini kerap kali menjadi sasaran mereka
yang rajin berolahraga. Di Taman Langsat itu ada banyak fasilitas
untuk olahraga, di antaranya jalanan sebagai track lari atau pun
berjalan. Indo Runners sempat berkontribusi, kita buatsign untuk
membedakan track mana untuk pejalan dan yang mana untuk
berlari, ungkap Yasha. Selain itu disediakan pula alat-alat olahraga
ringan dan juga lintasan batu refleksi. Sayangnya, masih banyak
yang belum tahu letak taman yang satu ini karena berada sedikit
tersembunyi di belakang Pasar Burung Barito.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTITaman Langsat Lansia, Jakarta Selatan

Tepian Jalan Dalam Kota. Rekomendasi terakhir yang disebutkan


Yasha cukup unik, karena bukan area olahraga yang sebenarnya.
Menarik kan kalau libur kita coba lari pagi-pagi sekali di dalam
kota. Buat saja rutenya dari tepian jalan Sudirman hingga Kota Tua,
pasti seru, ungkapnya

========================\

Kembangkan Olahraga Wisata Tradisional Lewat Sail Raja


Ampat

Anak-anak Raja Ampat berlatih menari di Pantai WTC untuk menyambut Sail Raja Ampat. Foto:
Natalia Laurens/JPNN.com

BERITA TERKAIT
13 Kepala Daerah Raih
Millenium Development
Goals Award
13 Kepala Daerah Raih
Millenium Development
Goals Award
Singgahi Khatulistiwa
Ujung Timur di Pulau
Kawe
Beri Apresiasi

Komitmen SBY Bangun


Papua
Kapal RS Siaga di Sail
Raja Ampat

WAISAI - Sejumlah kegiatan olahraga maupun keterampilan tradisional mulai terlupakan


oleh generasi muda, seiring dengan perkembangan teknologi saat ini. Terutama olahraga
yang dapat menarik minat wisatawan (sport tourism).
Melihat kondisi ini Kementerian Pemuda dan Olahraga tak mau tinggal diam. Melalui
Asisten Deputi Industri Olahraga, Deputi Pembudayaan Olahraga, Kemenpora mengambil
bagian untuk menghidupkan kembali sport tourism maupun olahraga tradisional.
Menurut Asdep Industri Olahraga Kemenpora, Thobias Tubulau, akan ada lomba olahraga
bahari yang diselenggarakan pihaknya sebagai bentuk partisipasi meramaikan Sail Raja
Ampat 23 Agustus mendatang. Ini diyakini dapat menarik minat wisatawan sekaligus
pemuda-pemudi di daerah.
Di antaranya selam tradisional, lomba Raja Ampat ( lari, renang, kupas kelapa
dan lari karung) serta diakhiri dengan Lomba Perahu Naga.
"Ini penting juga untuk kemajuan sport tourism. Partisipasi Kemenpora dalam Sail ini sangat
berarti juga dengan melaksanakan Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari dengan
menggunakan Kapal TNI AL membawa Remaja dan Pemuda melintasi Nusantara," ujar
Thoby pada JPNN di kawasan Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), kota Waisai, Kabupaten
Raja Ampat, Selasa, (19/8).
Thoby mengaku Kemenpora sangat berharap event ini dapat mendorong pihak swasta untuk
mendukung dan mensponsori event seperti yang juga dikaitkan dengan Sport Tourism. Pada
akhirnya, kata dia, dapat dijadikan agenda tetap dan diserahkan kepada swasta untuk dikemas
secara profesional dan melibatkan peserta dari luar negeri.
"Dengan demikian dapat mendorong tumbuh kembangnya industri olahraga di Papua Barat
khususnya Olahraga Bahari dikaitkan dengan wisata," sambung Thoby.
Di tempat yang sama Kabid Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Raja Ampat
Pegilus Soor, mengungkapkan, olahraga tradisional seperti selam tradisional yang
diselenggarakan
pihaknya
banyak
menarik
minat
pemuda.
Terutama pemuda asal Papua Barat yang terbiasa menyelam.

Meski demikian, pemuda dari provinsi lain pun, kata dia, juga turut berpartisipasi dalam
kegiatan itu. "Jadi selam tradisional itu mereka tidak pakai alat bantu. Mereka menyelam di
depan
pantai
Waisai.
200
meter,"
ujar
Pegilius.
Olahraga lain yang memiliki banyak peminat, ujarnya, adalah olahraga dayung perahu naga.
Lomba ini diikuti 15 regu dari wilayah yang berbeda termasuk pemuda dari Kabupaten Raja
Ampat. Satu regu terdiri dari 22 orang.
"Oleh Kemenpora diberikan hadiah bagi pemenang. Untuk juara 1 perahu naga Rp 20 juta.
Juara 2 Rp 15 juta, juara 3 Rp 10 juta. Ini kegiatannya di adakan besok Rabu," paparnya.
Terakhir, lomba yang menurutnya akan menambah meriah kegiatan ini adalah lomba 'Raja
Ampat'. Lomba ini berupa kegiatan renang di depan Pantai Waisai, sejauh 200 meter.
Kemudian si peserta kembali ke darat dan mengupas kelapa dua buah dengan cara
tradisional.
"Usai kupas kelapa dua biji, peserta harus lari 5000 meter, lalu dia lompat karung 50 meter.
Makin cepat ya dia yang menang. Ini kami yakin akan ramai penyelenggaraannya," ujar
Pegilius. (flo/jpnn