Anda di halaman 1dari 6

Kota Banjarbaru saat ini memiliki luas wilayah sekitar 371,30 km2.

Kota ini memiliki luas yang


relatif kecil jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang ada di Kalimantan Selatan. Kota
ini terdiri dari 5 kecamatan, yaitu: Kecamatan Landasan Ulin Kecamatan Landasan Ulin,
Kecamatan Liang Anggang, Kecamatan Banjarbaru Utara dan Kecamatan Banjarbaru Selatan,
Serta Kecamatan Cempaka. Sebelah Utara, Barat dan Timur Kota Banjarbaru berbatasan dengan
Kabupaten Banjar, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut.
Kota Banjarbaru yang dirancang oleh Van der Pijl saat ini berada di Kecamatan Banjarbaru Utara
dan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Pada saat awal direncanakan, titik pusat kota ini berada tepat
di 35 km dari pusat Kota Banjarmasin. Pada titik ini direncanakan pusat kota dengan berbagai
bangunan dengan fungsi pemerintahan.

Berdasarkan hasil observasi kediaman Van der Pijl yang berada di Jalan A. Yani K. 35.
Ditemukan beberapa foto yang memperlihatkan proses perencanaan hingga pembangunan Kota
Banjarbaru. Foto-Foto ini memperlihatkan keterlibatan langsung Van der Pijl, mulai dari proses
perancanaan hingga pembangunan fisik Kota Banjarbaru (lihat gambar lampiran). Selain itu juga
terdapat salah satu foto yang memperlihatkan gambar rencana tata ruang kota Banjarbaru,
namun kondisi gambar rencana tersebut sudah tidak utuh lagi (lihat gambar 4).Berdasarkan hasil
wawancara dengan ahli waris Van der Pijl, terkait dengan Kota Banjarbaru, hanya foto-foto
inilah yang tersisa. Sehingga tidak memungkinkan bagi peneliti untuk menelusuri gambaran
Kota Banjarbaru, langsung dari sumbernya. Hasil observasi ke Badan Arsip Daerah dan Badan
Arsip Kota, serta berbagai instansi lainnya juga tidak berhasil menemukan gambaran Kota
Banjarbaru rancangan Van der Pijl. Sehingga dapat dipastikan gambar rencana Kota Banjarbaru
rancangan Van derPijl sudah tidak ada.
Dari hasil foto-foto yang didapat di kediaman Van der Pijl, disimpulkan bahwa Kota Banjarbaru
dirancang Van der Pijl dengan fungsi-fungsi lahan berupa: 1). Fungsi Pemerintahan, 2). Fungsi
Perindustrian, 3). Fungsi Perumahan, 4). Fungsi Perniagaan. Hal ini bisa dilihat dari gambar 4
dan gambar 5. Dari dokumentasi foto-foto tersebut di atas dan dari wawancara dengan beberapa
narasumber diketahui bahwa Van der Pijl tidak hanya merancang Kota Banjarbaru, tetapi juga
bangunan-bangunan yang ada di dalamnya. Kota beserta bangunannya ini dbangun di atas lahan
kosong yang dikenal dengan sebutan Gunung Apam. Istilah Gunung Apam kemudian menjadi

tidak populer lagi karena kawasan ini sekarang telah berubah, dari lahan kosong menjadi sebuah
kota.
Kota Banjarbaru rancangan Van der Pijl memiliki kesamaan konsep dengan kota-kota yang
dirancang pada awal abad ke-20, yaitu konsep menciptakan kota baru di luar kota, pada
lingkungan yang masih asli dengan suasana sepi dan lingkungan yang alami. Konsep ini dikenal
dengan garden city concept yang diperkenalkan oleh Ebenezer Howard.

Sejarah Van Der Pijl


Van der Pijl,nama beliau diabadikan menjadi nama sebuah taman yang juga menjadi salah satu
ikon Kota Banjarbaru. Saya rasa penghargaan tersebut memang sangat pantas untuk mengenang
jasa beliau sebagai salah seorang yang ikut merancang tata Kota Banjarbaru. Beliau adalah
seorang arsitek berdarah Belanda yang lahir di Brakel,Netherland, pada 23 Januari 1921. Nama
lengkapnya

Dirk

Andries

Willem

vander

Pijl.

Pada tahun 1951,Gubernur Kalimantan (belum terpecah menjadi empat propinsi)dr.Murjani


menyiapkan sebuah kota (Banjarbaru) dan membentuk tim kelayakan yang diketuai oleh DAW
van der Pijl yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Pekerjaan Umum Bagian
Bangunan Propinsi Kalimantan.(dalam buku Banjarbaru oleh Ersis Warmansyah Abbas)
Pada mulanya Pijl membagi rancangan Kota Banjarbaru menjadi 5 kawasan. Banjarbaru
1(kawasan kolam renang), Banjarbaru 2 (kawasan rumah sakit sampai balai kota), Banjarbaru 3
(kawasan rumah dinas walikota), Banjarbaru 4 (kawasan belakang museum),dan Banjarbaru 5
kawasan komplek Amaco).
Dari lima tersebut,hanya Banjarbaru 1, Banjarbaru2, Banjarbaru 3 dan sebagian Banjarbaru 4
yang terselesaikan karena Pijl keburu dipindah ke Kalimantan Tengah untuk membagun Kota
Palangka

Raya.

Sebab itulah mengapa Kota Palangka Raya mempunyai kemiripan dengan Kota Banjarbaru.
Beliau mempunyai keturunan yang masih berdomisili di Banjarbaru,nama anak kedua dari Pijl
dan Anna Gasper adalah Marijke Elisabeth yang tinggal bersama Djodjok Raharjo sang suami

dan Maria Losive Yosephine.Marijke bekerja sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Bidang
Kemahasiswaan Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat.
Sang suami juga bekerja di universitas yang sama sebagai dosen.Adapun putrid pertama Pijl
yang bernama Andrea Cornelia berdomisili di Kota Bandung. Pijl adalah seorang pekerja yang
sangat disiplin sehingga hasil bangunan yang dikerjakannya adalah bangunan-bangunan yang
berkualitas.
Pijl pensiun di Kalteng pada tahun 1967.Dan pasca pensiun tersebut,beliau ikut aktif mendirikan
serta mengelola STM YPK Banjarbaru sebelum beliau meninggal pada 27 September 1974.
Sungguh sebuah cerita yang indah untuk dikenang. Memang,segala hal di dunia ini untuk
dikenang keberadaannya setelah ketiadaanya. Pijl adalah salah satu sosok yang meninggalkan
memori tentang kejujuran,kesederhaan,kerendahan hati,kedisiplinan dan sosialisme yang tinggi.
Akankah kita para generasi penerus yang ada di Banjarbaru (khususnya) tercinta ini
meninggalkan cerita yang pantas untuk dikenang sebagi hal yang indah suatu saat?