Anda di halaman 1dari 8

Nama

: Isna Linoviani
NIM
: 03031381419140
Shift
: Selasa, 13.00-15.00
Kelompok : 2
LOSSES PADA COOLING TOWER DAN CARA PENANGANANNYA

Pada pabrik-pabrik yang menggunakan cooling tower biasanya mengalami


beberapa masalah dalam pemaksimalan fungsi alat. Seperti pada saat cooling
tower beroperasi biasanya air hasil proses (hot water) di alirkan kedalam menara
pendingin, ketika air proses akan didinginkan untuk menjadi air pendingin (cold
water) biasanya terjadi beberapa losses yang disebabkan oleh banyak hal,
misalnya alat yang bekerja tidak maksimal, adanya kerusakan ringan pada alat
yang sedang bekerja dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas
tentang 3 (tiga) jenis losses yang terdapat pada cooling tower atau menara
pendingin yaitu evaporation loss, drift loss dan juga blowdown.
Evaporation loss adalah kehilangan air akibat dari menguapnya sebagian
kecil air karena adanya pemanasan. Pemanasan terjadi karena adanya panas dari
lingkungan maupun panas dari air proses itu sendiri. Kebutuhan air di cooling
tower sangat penting diketahui, mengingat akan berpengaruh pada pengeluaran
biaya produksi dan juga menjaga kualitas air yang digunakan pendingin peralatan
produksi. Pengelolaan air yang salah akan mengakibatkan kerusakan pipa-pipa
pendingin dan bila ada kerusakan pipa, juga akan mempengaruhi proses produksi.
Pendinginan

dilakukan

dengan

cara

evaporasi,

yaitu

dengan

mengontakkan air hangat dengan aliran udara pendingin. Ciri-cirinya ada make up
water dan blowdown. Karena merupakan proses evaporasi, maka akan ada
pemekatan konsentrasi dissolved solid pada air. Sedangkan untuk menggantikan
air yang hilang karena evaporasi, maka harus ada air make up. Dan untuk
menyeimbangkan pemekatan dissolved solid maka harus ada blowdown.
Evaporative loss (kehilangan air akibat penguapan) dari sistem cooling
tower (menara pendingin) mengakibatkan meningkatnya jumlah padatan terlarut
ataupun tersuspensi di dalam sistem air sirkulasi dibandingkan dengan air make
up. Konsentrasi yang berlebih dari pengotor ini memungkinkan untuk terjadinya
pembentukan korosi dan kerak, dan juga penyumbatan di dalam sistem. Oleh
karena itu, konsentrasi dari pengotor harus dikontrol dengan cara menghilangkan
air dalam sistem (bleed off) dan dengan mengganti dengan air make-up.

Untuk mengontrol TDS (Total Dissolved Solids), volume bleed-off dapat


ditentukan dengan rumus berikut:
B=

E[ (C1 ) D]
(C1)

Keterangan : B = Laju Bleed-off (L/s)


E = Desain Laju Evaporasi (L/s)
C = Siklus Konsentrasi
D = Desain Laju Drift Loss (L/s)
Penambahan laju bleed-off dari sistem cooling tower adalah cara
sederhana untuk mengurangi kandungan kalsium dan alkalinitas di dalam air, juga
mengurangi kalsium karbonat sebagai penyebab kerak. Bagaimanapun, proses ini
tidak efektif dari segi biaya dan penggunaan air. Menaikkan blowdown berarti
operasi sistem cooling tower pada siklus konsentrasi yang rendah, membutuhkan
lebih banyak air make up dan menghasilkan banyak air yang dibuang.
Peningkatan make up membuat peningkatan dosis bahan kimia. Minimum siklus
konsentrasi harus dijaga pada angka 6 untuk cooling tower tipe air tawar (fresh
water) dan pada angka 2 untuk cooling tower tipe air laut.
Drift loss (Wd) yaitu kerugian massa air akibat terbawa aliran udara yang
melintasi cooling tower. Jumlah drift loss terjadi relatif dan dapat diperkecil
dengan penggunaan drift eliminators pada cooling tower. Berikut nilai persentase
untuk drift loss yang dapat dipakai saat informasi nilai persentase drift loss yang
direkomendasikan dari pabrikan tidak diketahui yaitu apabila D = 0.3 1.0 persen
dari L untuk cooling tower atau menara pendingin penggerak udara alami (natural
draft) tanpa drift eliminators. Bila D = 0.1 0.3 persen dari L untuk induced draft
cooling tower tanpa drift eliminator. Dan jika D = sekitar 0.005 persen dari L
(atau kurang) jika cooling tower dilengkapi dengan drift eliminators.
Air yang keluar karena fan yang berputar, standarnya 0,1-0,2 % dari
jumlah air yang bersirkulasi. Kehilangan air karena adanya droplet/tetesan air
yang berukuran sangat kecil, yang terbawa bersama aliran udara. Pendinginan
dilakukan dengan cara mengontakkan air hangat dengan fluida yang lebih dingin

dalam suatu alat penukar panas. Tidak terjadi pemekatan konsentrasi dissolved
solid. Blowdown tidak berlaku untuk tipe closed recirculating. Hanya kebocoran
yang menyebabkan berkurangnya air pada sistem closed loop ini. Karena
kehilangan airnya sangat kecil sehingga make up juga sangat kecil dan kadangkala
dapat diabaikan. Biaya operasionalnya kecil, namun biaya investasinya tinggi.
Sangat sulit untuk mengesampingkan masalah penyimpangan dalam
menara pendingin. Saat ini hampir kebanyakan spesifikasi pengguna akhir
mengasumsikan kehilangan karena penyimpangan ini sebesar 0,02%. Namun
karena perkembangan teknologi dan adanya produksi PVC, para pembuat alat
telah dapat meningkatkan desain penghilang penyimpangan/drift eliminator.
Sebagai hasilnya, kehilangan penyimpangan sekarang mencapai 0,003 0,001%.
Blow down (Wb) adalah kerugian yang diakibatkan oleh pembuangan
sejumlah air sirkulasi untuk mencegah terjadinya konsentrasi larutan atau zat-zat
lain pada air sirkulasi. Akibat konsentrasi larutan, maka larutan akan menjadi
gumpalan-gumpalan yang dapat menyumbat saluran air sirkulasi, sehingga proses
sirkulasi air terganggu. Besar nilai blowdown yang dibutuhkan bergantung pada
range pendinginan yang dihasilkan dan komposisi zat-zat pada air make up.
Air yang disuplai ke dalam cooling tower dari water proses masih
mengandung impurities berupa suspensi, garam-garaman, lumpur, maupun
padatan. Kotoran tersebut dapat mengendap dan terakumulasi di dalam cooling
tower apabila beroperasi secara terus-menerus. Peningkatan konsentrat terlarut
dalam air ketel dapat tercampur dengan cold water sehingga menyebabkan
kerusakan pada pipa, maupun operasi alat-alat yang lain, khususnya pada packing.
Adapun peningkatan konsentrat berupa suspensi yang berupa lumpur
(sludge) akan berpengaruh pada efisiensi cooling tower dan proses heat transfer.
Blowdown pada permukaan air cooling tower(surface water blowdown) biasanya
dilakukan secara berkala untuk mengurangi jumlah padatan terlarut dalam air.
Adapun blowdown pada bagian dasar cooling tower(bottom blowdown) berfungsi
untuk membuang kotoran berupa lumpur (sludge) yang mengendap di dasar.
Cara penanganan Losses yang terjadi dapat dilakukan dengan berbagai
cara yaitu apabila drift losses dicegah dengan cara mengatur flow rate

dari air ataupun udara, dan dengan cara mendesain bentuk tower
sedemikian rupa. Untuk pengaturan flow rate dari air biasanya tidak
dilakukan karena seperti yang kita ketahui bahwa semakin lama waktu
kontak yang terjadi antara air dan udara dengan packing maka
efisiensi dari cooling tower atau menara pendingin makin besar. Jika
kita mempercapat flowrate dari air maka efisiensi dari cooling tower
berkurang.

Oleh sebab itu biasanya kita mempercepat flowrate dari udara yaitu
dengan cara memperbanyak fan yang digunakan, dan memeperbesar perputaran
dari fan. Tetapi dengan cara seperti yang disebutkan diatas, juga akan menjadi
kurang efisien karena kita memerlukan cost atau biaya yang lebih untuk
menambah fan atau membutuhkan lebih banyak energy untuk membuat fan
tersebut berputar lebih cepat untuk menghasilkan angin yang lebih besar.
Biasanya di perusahaan atau pabrik mereka akan menggunakan aliran
cross current untuk meminimalisir dari drift loss, karena seperti yang kita ketahui
bahwa cross current adalah aliran udara bergerak yang memotong secara tegak
lurus terhadap aliran air pada bahan pengisi. Kemudian udara melintasi menara
pendingin atau cooling tower melalui bagian keluaran udara akibat gaya tarik dari
fan yang berputar. Udara bergerak tegak lurus terhadap lintasan laju alir air.
Aliran udara masuk melalui sisi louver, kemudian akan bergerak secara
horisontal disepanjang tower packed dengan arah tegak lurus terhadap arah aliran
airnya, dan setelah drift eliminator udara kemudian akan bergerak secara vertikal
ke atas, terhisap keluar karena adanya putaran dari fan cooling tower. Sedangkan
arah aliran airnya yaitu cooling water return dari pipa return header mengalir ke
pipa-pipa distribusi dan di spray oleh nozzle distribusi sehingga menjadi tetesantetesan air yang kemudian akan mengalir ke bawah menuju ke basin.
Sedangkan evaporation losses atau kehilangan air karena menguap dapat
dicegah dengan cara mengoptimasikan rasio temperatur dari air yang masuk
dengan flow atau laju aliran dari udara, hal ini bisa juga dicegah dengan drift

eliminator. Drift eliminator adalah sebuah alat yang digunakan untuk menangkap
tetes-tetes air yang terjebak di dalam aliran udara supaya tidak hilang atau terbawa
ke atmosfir. Hal yang merupakan tindakan yang paling penting, penghilangan uap
air dengan mencegah adanya uap air kelihatannya cukup menyulitkan. Penghalang
lain seperti cat (paints) atau mastics (misalnya silicones, epoxy phenolics, coal tar
epoxies dan bitumens) dapat dipakai sebagai pencegah secara fisik untuk air yang
akan mengalami kontak langsung dengan peralatan-peralatan.
Dengan material-material tersebut, maka persiapan permukaan menjadi
masalah yang kritis, dan bebas akan cacat dalam pengecatan adalah sangat
penting. Aluminium foil dapat juga digunakan sebagai barikade fisik sebagus
lapisan proteksi katodik. Proper Insulation Alternatif ketiga adalah pemilihan
isolasi yang tepat dengan cara meminimalkan water intrusion. Meminimalkan
adanya air atau water intrusion akan mengurangi laju korosi logam.
Make up water adalah sejumlah air yang ditambahkan kedalam cooling
tower atau menara pendingin untuk menjaga keseimbangan massa air yang telah
berkurang karena terjadinya proses penguapan pada saat air dikontakan dengan
udara dalam cooling tower. Kebutuhan air di cooling tower sangat penting
diketahui, mengingat akan berpengaruh pada pengeluaran biaya produksi dan
juga menjaga kualitas air yang digunakan pendingin peralatan produksi,
pengelolaan air yang salah akan mengakibatkan kerusakan pipa-pipa pendingin
dan bila ada kerusakan pipa juga akan mempengaruhi proses produksi.
Terakhih adalah blowdown yang dapat dicegah dengan cara menjaga
kualitas dari air yang diinput agar mengurangi pembuangan yang terjadi. Proses
air mengacu pada air yang digunakan dalam proses manufaktur seperti membilas,
plating, penyemprotan, lapisan, pendinginan, mencuci, air boiler make-up,
cooling tower make-up, dan lain-lain. Seringkali, mineral terlarut di kota atau di
air sumur dapat menyebabkan bercak, fouling, bergaris, interferensi dengan
kepatuhan, scaling, kontaminasi produk atau efek yang tidak dikehendaki yang
mempengaruhi kualitas produk atau biaya untuk memproduksi itu.

Kualitas air dapat dikaitkan dengan tingginya biaya energi, misalnya,


demineralizing air pergi ke boiler dapat mengurangi konsumsi bahan bakar nyata
dengan memungkinkan operasi pada siklus jauh lebih tinggi konsentrasi, sehingga
secara drastis mengurangi blowdown pembuangan air yang sangat panas sia-sia.
Tujuan dari semua proses pengolahan air adalah untuk menghapus yang ada
kontaminan dalam air, atau mengurangi konsentrasi kontaminan tersebut sehingga
air menjadi layak dan pada akhirnya dibutuhkan dan layak digunakan.
DAFTAR PUSTAKA

Ismanto. 2009. Cooling Tower. (Online). http://ismantoalpha.blogspot.co.id/2009/


12/cooling-tower.html. (Diakses pada 8 September 2016).
Suwandi. 2010. Cooling Tower. (Online). http://suwandikcf.wordpress.com/2010/
07/28 /cooling-tower/. (Diakses pada 8 September 2016).
Tatang. 2013. Blower. (Online). http://tatang77.blogspot.com/2013/05/pengertian
-blower.html. (Diakses pada 8 September 2016).

LAPORAN PENDAHULUAN
LABORATORIUM UNIT OPERASI
COOLING TOWER APPARATUS