Anda di halaman 1dari 4

RESENSI

Judul Buku : Kebijakan Publik; Teori dan Proses (Edisi revisi)


Penulis : Budi Winarno
Penerbit : Media Presindo
Yogyakarta, 2002
ISBN 9799222621
Ketebalan : 284 hal+cover

Secara garis besar, dan ditinjau dari babnya sudah terlihat dengan
jelas dan terperinci bahwa buku Budi Winarno ini mengandung beberpa hal
berikut;

Pertama,

defenisi

kebijakan

publik

dari

berbagai

tinjauan

pendekatan dan teori para ilmuwan sosial. Kedua, model dan pendekatan
dalam analisis kebijakan publik,yang didalam buku ini dijabarkan secara
lugas dan sekali lagi sangat sistematis dan terarah menurut saya. Ketiga,
bahasan lengkap dalam penjelasan mengenai masalah publik, dan mana
yang bukan merupakan masalah publik. Keempat, di dalam buku ini juga
dikonklusikan mengenai perencanaan kebijakan publik, tahap-pertahap di
dalamnya sangat dibahas dengan jelas dan adil. Kelima, di bagian bab
selanjutnya, buku ini mengetengahkan perumusan kebijakan publik secara
teroganisir dan tersistematis. Keenam, hal yang menarik lagi kita akan
mengetahui tahap implementasi kebijakan publik yang merupakan maksud
langsung dari teori yang dijabarkan dalam bab-bab awal. Ketujuh, setelah
tahap implementasi di dalam buku ini juga dijelaskan mengenai evaluasi,
perubahan dan terminasi kebijakan publik. Kedelapan, dalam buku ini
terdapat bab terakhir yang membahas dan mengkomparasikan contoh luar
biasa kebijakan publik di negara Brazil dan negara Kuba, dua negara besar
yang menerapkan kebijakan publik sebagai teknik mutahkir dalam tujuan
memulihkan dan membangun negaranya.

Menurut saya buku ini mempunyai kelebihan, yaitu sangat menarik


untuk dikaji oleh setiap mahasiswa yang tertarik mempelajari ilmu politik,
dosen yang memerlukan rujukan ilmiah hal ini tidak terlepas dari penjabaran
demi penjabaran oleh ilmuan sosial yang beragam latar belakangnya,
sehingga mengenai kebijakan publik kita sendiri dapat melihatnya dengan
kaca mata berpikir dari berbagai latar belakang dan masyarakat yang
tertarik mengamati di bidang kebijakan publik. Selain itu pembahasan demi
pembahasan yang terstruktur dalam buku ini tentunya menunjukkan cara
berpikir ilmiah dan sistematis, sehingga diharapkan memudahkan bagi
kalangan manapun yang ingin mengkaji Kebijakan Publik dengan beragam
pisau analisa.
Sulit bagi saya untuk mencari kelemahan dari buku ini, karena menurut
pendapat saya buku ini telah sukses mengantarkan seseorang untuk bisa
memahami apa itu kebijakan publik dari segi teori dan proses(implementasi).
Namun hal yang seharusnya yang juga ada dalam buku ini adalah sejarah
perkembangan kebijakan publik dan juga implementasi untuk negara
Indonesia di buku ini menjadi alasan yang termarjinal kan yang menjadikan
kekurangan di buku ini.
Pembahasan

kebijakan

dalam

buku

ini

dengan

merujuk

pada

pendekatan proses diatas, akan mulai dengan mendefinisikan terlebih


bahulu mengenai apakah kebijakan publik tersebut. Bab kedua, dalam buku
ini akan secara khusus membahas mengenai apakah yang dimaksud dengan
kebijakan

publik.

Berbagai

defenisi

mengenai

kebijakan

publik

akan

dipaparkan dalam bab ini. Pemaparan ini dimaksudkan untuk memberikan


pemahaman awal mengenai kebjakan publik itu sendiri, sehingga kita dapat
dengan mudah membedakan kebijakan publik dengan bentuk-bentuk
kebijakan yang lain. Ada banyak defenisi mengenai kebijakan publik yang
dikemukkan oleh para ahli. Masing-masing defenisi memberi penekanan
yang berbeda beda dan cenderung disesuaikan dengan latar belakang
masing-masing ilmuwan. Pada akhirnya defenisi kebjakan publik yang

dikemukakan oleh james Anderson akan dijadikan rujukan atau dianggap


paling tepat untuk mendefinisikan kebijakan publik. Selain itu, bab kedua
dalam buku ini juga berusaha untuk menelaah evolusi dan domain kebijakan
publik. Pembahasan mengenai domain atau area studi, dimaksudkan untuk
memberi kerangka acuan bagi para peminat kebijakan publik mengenai
bidang pa saja yang dapat dikaji dalam studi kebijakan publlik. Dengan
demikian, para peminat studi kebijakan publik dapat menentukan aspekaspek apa saja yang menarik untuk dikaji. Seperti dapat kita lihat nanti
dalam pembahasan di bab kedua buku ini, domain kebijakan publik telah
berkembang seiring dengan minat para ilmuan politik terhadap kebijakan
publik. Pada awalnya studi kebijakan publik terbatas pada hukum dan
ketertiban, namun area studi kebijakan publik telah melampaui bidang
tersebut. Studi ini telah mencakup berbagai bidang seperti misalnya
pendidikan,

kesehatan,

perumahan,

pariwisata,

industri,

perdagangan,

transportasi atau perhubungan. Para ilmuwan politik yang lebih cenderung


menggunakan pendekatan substansif biasanya mengkaji bentuk bentuk
kbijakan seperti ini.
Pembahasan pada bab berikutnya berkaitan dengan model dan
pendekatan yang biasa digunakan dalam analisis kebijakan publik. Pada bab
ini akan dipaparkan pendekatan yang biasa digunakan oleh para ahli dalam
melakukan model-model dan pendekatan pendekatan analisis kebijakan.
Pembahasan yang dilakukan oleh James Anderson, James P. Lester dan
Joseph Stewar akan dijadikan acuan untuk mengupas model-model dan
pendekatan-pendekatan

dalam

analisis

kebijakan.

Seperti

dalam

hal

pendefinisian kebijakan publik, dalam menetapkan model- model dan


penekatan dalam analisis kebijakan, para ahli juga cenderung berbeda satu
dan lainnya. Model yang akan dibahas dalam bab ini meluputi model pluralis,
dan model elitis. Sementara itu, beberapa pendekatan yang akan dikupas
dalam analisis kebijakan adalah pendekatan kelompok, pendekatan proses
fungsional

yang

dikemukakan

oleh

Harold

D.

Lasswel,

pendekatan

kelembagaaan, pendekatan peran serta warga negara dan pendekatan


psikologis. Ditambah dengan sembilan pendekatan yang dikemukakan oleh
Lester dan Stewart, yakni pendekatan proses, pendekatan substantif,
pendektan

logikal-positivist,

pendekatan

ekonometrik,

pendekatan

fenomologik, pendekatan partisipatori, pendekatan normatif, pendekatan


ideologik, pendekatan historis. Pembahasan model-model dan pendekatan
pendekatan

dalam

analisis

kebijakan

publik

ini

dimaksudkan

untuk

mempermudah dalam melakukan analisis kajian kebijakan publik dan untuk


memberikan alat yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam
kajian terhadap kebijakan publik. Dalam melakukan pembahasn terhadap
model-model
menentukan
pendekatan

dan

pendekatan-pendekatan

pendekatan
dan

model

ini

atau

model

terbaik,

yang

dikemukakan

tidak

ditujukan

karena

oleh

para

untuk

masing-masing
ahli

memiliki

keunggulannya masing masing. Biasanya, pendekatan atau model tersebut


cocok untuk mengkaji kebijakan publik dalam suatu kasus tertentu, namun
gagal dalam menjelaskan kasus yang lain.
Kesimpulannya, bagaimanapun saya beranggapan bahwa buku ini
sudah bisa dijadikan bahan rujukan utama mengenai topik Kebijakan Publik.
Tapi terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan juga seperti implementasi
kebijakan publik di Indonesia dan negara berkembang lainnya sama sekali
tidak saya temui secara pasti dan rinci di dalam bahasan buku ini, sehingga
kita sangat sulit menemukan bagaimana implementasi kebijakan publik di
Indonesia dan masa tahun 2000-an.