TUGAS KELOMPOK
ASURANSI KESEHATAN
JAMINAN KESEHATAN NASIONAL ( JKN )
OLEH :
Kelompok 7
Sri Wahyuni
( K111 13 090 )
Siti Khadijah K. ( K111 13 305 )
Andi Sahriana
( K111 13 308 )
Tobianto.M
( K111 13 319 )
ADMINISTRASI & KEBIJAKAN KESEHATAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberi kekuatan dan kesempatan
kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan
walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas tentang
Asuransi Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional dan kiranya makalah ini dapat
meningkatkan pengetahuan kita.
Dengan adanya makalah ini, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat
baca dan belajar saudara-saudari. Selain itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan
memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita.
Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat minim,
sehingga saran dari dosen pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan
demi perbaikan makalah ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Makassar,
April 2016
Kelompok 7
DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR. ....................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
Pengertian JKN............................................................................................3
Tujuan JKN..................................................................................................3
Manfaat JKN................................................................................................3
Prinsip-prinsip JKN......................................................................................4
Peserta JKN..................................................................................................5
Cara Mendapatkan Kartu JKN.....................................................................7
Akses Pelayanan JKN..................................................................................8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya
dan keluarganya merupakan hak asasi manusia dan diakui oleh segenap bangsabangsa di dunia, termasuk Indonesia. Pengakuan itu tercantum dalam Deklarasi
Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948 tentang Hak Azasi Manusia. Pasal 25 Ayat
(1) Deklarasi menyatakan, setiap orang berhak atas derajat hidup yang memadai untuk
kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya termasuk hak atas pangan,
pakaian, perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan
dan berhak atas jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat, menjadi
janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkan
kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya.
Di Indonesia, falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga
mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45
pasal 28H dan pasal 34, dan diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti
dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap
orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di
bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan
terjangkau. Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam
program jaminan kesehatan sosial.
Untuk mewujudkan komitmen global dan konstitusi di atas, pemerintah
bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) bagi kesehatan perorangan. Usaha ke arah itu
sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan beberapa bentuk
jaminan sosial di bidang kesehatan, diantaranya adalah melalui PT Askes (Persero)
dan PT Jamsostek (Persero) yang melayani antara lain pegawai negeri sipil, penerima
pensiun, veteran, dan pegawai swasta.
Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu, pemerintah memberikan jaminan
melalui skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan
Daerah (Jamkesda). Namun demikian, skema-skema tersebut masih terfragmentasi,
terbagi- bagi. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.
Untuk mengatasi hal itu, pada 2004, dikeluarkan Undang-Undang No.40
tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). UU 40/2004 ini mengamanatkan
bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Mendukung pelaksanaan tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan prioritas
kepada jaminan kesehatan dalam reformasi kesehatan. Kementerian Kesehatan tengah
mengupayakan suatu regulasi berupa Peraturan Menteri, yang akan menjadi payung
hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan tingkat
pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Peraturan Menteri juga
akan mengatur jenis dan plafon harga alat bantu kesehatan dan pelayanan obat dan
bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
2. Apa tujuan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
3. Apa manfaat dari Jaminan Ksesehatan Nasioanal (JKN) ?
4. Apa prinsip-prinsip dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
5. Bagaimana kepesertaan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
6. Bagaimana cara mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
7. Bagaimana akses pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari JKN
2. Untuk mengetahui tujuan dari JKN
3. Untuk mengetahui manfaat dari JKN
4. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari JKN
5. Untuk mengetahui kepesertaan JKN
6. Untuk mengetahui cara mendapatkan kartu JKN
7. Untuk mengetahui akses pelayanan JKN
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme
asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan UndangUndang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang
yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini juga merupakan jaminan berupa
perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan
dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada
setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.
B. Tujuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Tujuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah agar semua
penduduk terlindungi dalam sistem asuransi, sehingga mereka dapat memenuhi
kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak, dalam rangka :
1) Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada peserta di
seluruh jaringan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial.
2) Mendorong peningkatan pelayanan
kesehatan kepada peserta secara
menyeluruh, terstandar, dengan sistem pengelolaan yang terkendali mutu dan
biaya.
3) Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
C. Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Manfaat jaminan kesehatan yang bisa diperoleh dari sistem ini adalah
merupakan dan juga bersifat pelayanan perseorangan yang mencakup daripada
pelayanan preventif, kuratif dan rehabilitatif termasuk obat dan bahan medis habis
pakai yang diperlukan. Dimana bagi para peserta akan memperoleh pelayanan
kesehatan dengan mengikuti prosedur pelayanan.
Ada 2 (dua) manfaat Jaminan Kesehatan, yakni berupa pelayanan kesehatan
dan Manfaat non medis meliputi akomodasi dan ambulans. Ambulans hanya diberikan
untuk pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan
oleh BPJS Kesehatan.
Pelayanan yang diberikan bersifat paripurna (preventif, promotif, kuratif dan
rehabilitatif) tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya premi bagi peserta. Promotif dan
preventif yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan (personal
care). Manfaat pelayanan promotif dan preventif meliputi pemberian pelayanan:
Penyuluhan kesehatan perorangan
Yang meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan faktor risiko
penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Imunisasi dasar, meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG), Difteri Pertusis
Tetanus dan HepatitisB (DPTHB), Polio, dan Campak.
Keluarga berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi, dan
tubektomi bekerja sama dengan lembaga yang membidangi keluarga
berencana. Vaksin untuk imunisasi dasar dan alat kontrasepsi dasar disediakan
oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah.
Skrining kesehatan, diberikan secara selektif yang ditujukan untuk
mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko
penyakit tertentu.
Meskipun manfaat yang dijamin dalam JKN bersifat komprehensif namun
masih ada yang dibatasi, yaitu kaca mata, alat bantu dengar (hearing aid), alat
bantu gerak (tongkat penyangga, kursi roda dan korset).
D. Prinsip-Prinsip Jaminan Kesehatan Nasional
Jaminan Kesehatan Nasional mengacu pada prinsip-prinsip Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) berikut:
Prinsip kegotongroyongan
Gotongroyong sesungguhnya sudah menjadi salah satu prinsip dalam hidup
bermasyarakat dan juga merupakan salah satu akar dalam kebudayaan kita.
Dalam SJSN, prinsip gotong royong berarti peserta yang mampu membantu
peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat membantu yang sakit atau
yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat membantu yang sakit. Hal ini
terwujud karena kepesertaan SJSN bersifat wajib untuk seluruh penduduk,
tanpa pandang bulu. Dengan demikian, melalui prinsip gotong royong jaminan
sosial dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Prinsip nirlaba
Pengelolaan dana amanat oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
adalah nirlaba bukan untuk mencari laba (for profit oriented). Sebaliknya,
tujuan utama adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta.
Dana yang dikumpulkan dari masyarakat adalah dana amanat, sehingga hasil
pengembangannya, akan di manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan
peserta.
Prinsip keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.
Prinsip prinsip manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana
yang berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya.
Prinsip portabilitas
Prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan
yang berkelanjutan kepada peserta sekalipun mereka berpindah pekerjaan atau
tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Prinsip kepesertaan bersifat wajib
Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta sehingga
dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh rakyat,
penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan
pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Tahapan pertama
dimulai dari pekerja di sektor formal, bersamaan dengan itu sektor informal
dapat menjadi peserta secara mandiri, sehingga pada akhirnya Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN) dapat mencakup seluruh rakyat.
Prinsip dana amanat
Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana titipan kepada badanbadan
penyelenggara
untuk
dikelola
sebaik-baiknya
dalam
rangka
mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.
Prinsip hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial
dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesarbesar kepentingan peserta.
E. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional
Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN), dengan adanya JKN, maka seluruh masyarakat Indonesia akan di
jamin kesehatannya. Dan juga kepesertannya bersifat wajib tidak terkecuali juga
masyarakat tidak mampu karena metode pembiayaan kesehatan individu yang di
tanggu pemerintah.
Kepesertaan
Beberapa pengertian:
Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat
6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar Iuran.
Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau
imbalan dalam bentuk lain.
Pemberi Kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau
badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara negara
yang mempekerjakan pegawai negeri dengan membayar gaji, upah, atau
imbalan dalam bentuk lainnya.
Peserta tersebut meliputi: Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dan bukan PBI JKN
dengan rincian sebagai berikut:
a. Peserta PBI Jaminan Kesehatan meliputi orang yang tergolong fakir miskin
dan orang tidak mampu.
b. Peserta bukan PBI adalah Peserta yang tidak tergolong fakir miskin dan orang
tidak mampu yang terdiri atas:
1) Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya, yaitu:
a) Pegawai Negeri Sipil;
b)
c)
d)
e)
f)
g)
Anggota TNI;
Anggota Polri;
Pejabat Negara;
Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri;
Pegawai Swasta; dan
Pekerja yang tidak termasuk huruf a sampai dengan huruf f
yang menerima Upah.
2) Pekerja Bukan Penerima Upah dan anggota keluarganya, yaitu:
a) Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan
b) Pekerja yang tidak termasuk huruf a yang bukan penerima
Upah.
c) Pekerja sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b, termasuk
warga negara asing yang bekerja di Indonesia paling singkat 6
(enam) bulan.
3) Bukan Pekerja dan anggota keluarganya terdiri atas:
a) Investor;
b) Pemberi Kerja;
c) Penerima Pensiun;
d) Veteran;
4) Penerima pensiun terdiri atas:
a) Pegawai Negeri Sipil yang berhenti dengan hak pensiun;
b) Anggota TNI dan Anggota Polri yang berhenti dengan hak
pensiun;
c) Pejabat Negara yang berhenti dengan hak pensiun;
F. Cara Mendapatkan Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
1. Pertama hal yang harus disiapkan dari rumah adalah membawa Kartu
Keluarga/ KTP/ Paspor, pas poto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 1 (satu)
lembar. Untuk anggota keluarga menunjukkan Kartu Keluarga/ Surat Nikah/
Akte Kelahiran. Untuk berjaga-jaga bawa juga fotocopy buku tabungan,
karena ada beberapa kantor BPJS yang meminta hal tersebut.
2. Setelah menuju kantor BPJS Kesehatan terdekat, calon peserta diwajibkan
mengisi Daftar Isian Peserta (Disediakan dikantor BPJS), dan memilih dokter
terdekat dari tempat tinggal kamu. Tentu saja dokternya juga yang sudah
bekerjasama dengan BPJS ya. Setelah semua selesai diisi lampirkan dokumen
persyaratan (no.1).
3. Kemudian ambil nomor antrian. Setelah tiba giliran, serahkan semua berkas ke
petugas BPJS Kesehatan. Tunggu beberapa saat sampai petugas selesai
menginputkan data kita.
4. Setelah itu petugas BPJS akan memberikan nomor Virtual Account, yaitu
nomor rekening yang disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk sebagai rekening
tujuan dalam pembayaran tagihan setiap bulannya. (Nomor ini disimpan baikbaik jangan sampai hilang)
5. Kemudian peserta diminta untuk membayar iuran awal sesuai dengan kelas
yang dipilih. Pembayaran bisa dilakukan melalui setor tunai ke Bank ataupun
melalui ATM. Jika setor tunai ke Bank bukti slip setoran yang digunakan
sebagai tanda bukti untuk mencetak kartu peserta BPJS. Tetapi jika
pembayaran melalui ATM, maka resi-nya yang dijadikan bukti pembayaran.
6. Setelah selesai melakukan pembayaran peserta diminta untuk kembali lagi ke
kantor BPJS dan menyerahkan bukti pembayaran kepada petugas BPJS untuk
dicetakkan kartu pesertanya.
7. Kartu peserta BPJS kamu sudah jadii. Biasanya kartu BPJS tersebut aktif 7
hari setelah pembuatan.
G. Akses Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
1. Jenis Pelayanan
Ada 2 (dua) jenis pelayanan yang akan diperoleh oleh Peserta JKN, yaitu
berupapelayanan kesehatan (manfaat medis) serta akomodasi dan ambulans
(manfaat non medis).Ambulanshanya diberikan untuk pasien rujukan dari
Fasilitas Kesehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS
Kesehatan.
2. Prosedur Pelayanan
Peserta yang memerlukan
pelayanan
kesehatan
pertama-tama
harus
memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan tingkat pertama.
Bila Peserta memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, maka hal itu
harus dilakukan melalui rujukan oleh Fasilitas Kesehatan tingkat pertama,
kecuali dalam keadaan kegawat darurat medis.
3. Kompensasi Pelayanan
Bila di suatu daerah belum tersedia Fasilitas Kesehatan yang memenuhi syarat
guna memenuhi kebutuhan medis sejumlah Peserta, BPJS Kesehatan wajib
memberikan kompensasi, yang dapat berupa: penggantian uang tunai,
pengiriman tenaga kesehatan atau penyediaan Fasilitas Kesehatan tertentu.
Penggantian uang tunai hanya digunakan untuk biaya pelayanan kesehatan dan
transportasi.
4. Penyelenggara Pelayanan Kesehatan
Penyelenggara pelayanan kesehatan meliputi semua Fasilitas Kesehatan yang
menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan baik fasilitas kesehatan milik
Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan swasta yang memenuhi persyaratan
melalui proses kredensialing dan rekredensialing.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada orang kaya dalam
menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang dimiliki seseorang dapat
hilang untuk mengobati penyakit yang dideritanya.Begitu pula dengan resiko
kecelakaan dan kematian. Suatu peristiwa yang tidak kita harapkan namun mungkin
saja terjadi kapan saja dimana kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan,
kecacatan, ataupun kematian karenanya kita kehilangan pendapatan, baik sementara
maupun permanen.
Maka dari itu JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang
merupakan kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya
menggunakan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib
menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.jkn.kemkes.go.id/
http://www.depkes.go.id/article/view/13060100016/sosialisasi-jaminan-kesehatannasional.html
http://aiphss.org/id/jaminan-kesehatan-nasional-apa-manfaat-dan-bagaimana-mengakses/
Buku Pegangan Sosialisasi JKN