Anda di halaman 1dari 7

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Mikrobiologi?

Mikrtobiologi tersusun dari 3 kata, yaitu micros (kecil, renik) bios (hidup)
dan logos (ilmu, pengetahuan). Jadi mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari dan menelaah mikroba (organisme hidup yang
berukuran kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang secara
langsung).
Penting sekali dan terkait erat dengan kehiduapan manusia, karena
mikroba (jasad renik) tersebar merata di seluruh belahan bumi dan ada di
amna-mana. Mikroba ada di udara, ada di air, di tanah, lantai, meja, kulit
dan dimanapun. Oleh karena itu mikroba memiliki korelasi yang erat dan
peranan yang penting dengan kehidupan manusia, yang dapat
memberikan pengaruh merugikan maupun menguntungkan. Apa Peranan
Mikroba dalam kehiduapan manusia?
Mikroba memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,
ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Diantar peranan
mikroba yang merugikan adalah :
Penyebab penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan.
Penyebab kebusukan makanan (spoilage).
Penyebab keracunan makanan (food borne disease).
dll
Diantara peranan mikroba yang menguntungkan adalah :
a. Agen pembusuk alami, yang akan mendekomposisi sampah-sampah
organik menjadi materi inorganikl sehinga dapat mengurangi kuantitas
sampah, menyuburkan tanah dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi
tumbuhan.
b. Agen pembusuk di dalam saluran lpencernaan alami, yang turut
membantu mencerna makanan di dalam saluran pencernaan.
c. Agen pengikat nitrogen dari udara yang dapat digunakan sebagai
bahan nutrien bagi tumbuhan.
d. dll
2. Manfaat Mempelajari Sejarah Perkembangan Mikrobiologi?
Mikrobiologi adalah kajian tentang makhluk hidup (organisme) berukuran
terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme
meliputi protozoa, algae (ganggang), fungi (jamur), lichenes, bakteri, dan
virus. Keseluruhan mikroorganisme tersebut berpengaruh penting pada
pertanian. Mikrobiologi merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang
terpnting dan mengasyikkan untuk dipelajari. Tidak hanya sebagai ilmu
biologi dasar yang memberikan pengertian-pengertian tentang asas-asas
kimia dan fisika dalam proses kehidupan, tetapi juga sebagai ilmu terapan
yang penting.
Beberapa mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit pada tanaman,

walaupun demikian jumlahnya jauh lebih sedikir diabandingkan dengan


mikroorganisme yang menguntungkan dalam arti dapat memelihara dan
meningkatkan kesehatan tanaman. Mikroorganisme memiliki peranan
kunci dalam menjaga, memulihkan, dan meningkatkan kualitas tanah,
serta memacu petumbuhan tanaman. Di tanah banyak di jumpauy
mikroorganisme yang mampu menyediakan Nitrogen, Fosfor, Sulfur,
Logam-logam (Fe, Cu, Mn), dan zat pemacu tumbuh bagi tanaman.
Terdapat juga mikroorganisme yang mampu menekan lpopulasi
mokroorganisme penyebab penyakit, dan mikroorganisme yang mampu
menghilangkan cemaran organik/ anorganik.
Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari
jasad-jasad renik. Mikrobiologi berasal dariu bahasa Yunani (micros: kecil,
bios: hidup, dan logos: pengetahuan) sehingga secara singkat dapat
diartikan bahwa mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil. Makhluk-makhluk hidup yang
kecil-kecil tersebut disebut juga dengan mikroorganisma, mikrobia,
mikroba, jasad renik atau prostista.
Beberapa aspek yang dibahas dalam mikrobiologi, antara lain mengkaji
tentang :
1. Karakteristik sel hidup dan bagaimana mereka melakukan kegiatan.
2. Karakteristik mikroorganisme, suatu kelompok organisme penting yang
mampu hidup bebas, khususnya bakteri.
3. Keanekaragaman dan evolusi, membahas perihal bagaimana dan
mengapa muncul macam-macam mikroporganisme.
4. Keberadaan mikroorganisme pada tubuh manusia, hewan dan
tumbuhan.
5. Peranan mikrobiologi sebagai dasar ilmu pengetahuan biologi.
6. Bagaimana memahami karakteristik mikroorganisme dapat memabntu
dalam memahami proses-proses biologi organisme yang lebih besar
termasuk manusia.
Mikroorganisma tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan biotic maupun
lingkungan abiotik dari suatu ekosistem karena berperan sebagai
pengurai. Oleh karena itu organisme yang hidup di dalam tanah berperan
aktif dalam proses-proses pembusukan, humifikasi dan mineralisasi. Ada
juga mikroorganisme tertentu yang dapat mengikat zat lemas (N) dari
udara bebas sehingga dapat menyuburkan tanah.
Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali
memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan
minyak bumi di dasar-dasar samudera sampai proses pembuatan tempe,
semuanya merupakan pekerjaan mikroorganisme. Bukan Cuma itu,
sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam pembuatan antibiotika,
berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika modern.
Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam

kehidupan ini menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi.


Dengan demikian majunya teknologi miksorskop, semakin mendukung
perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang ilmu ini
semakin luas dan mendaam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi
beberapa cabang, seperti mikrobiologi pertanian, mikrobiologi
kedokteran/medis, mikrobiologi lingkungan dan lain-lain. Pembagian ini
bertujuan untuk mengakomodir perkembangan mikrobiologfi yang pesat
dan besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganisme di
dalam kehidupan.
Mikrobiologi dalam kehidupan telah diterapkan di banyak sekali sektor
kehidupan, yang paling mashur adalah di bidang pangan; pembuatan
tempe, bir, tape, keju dan lain-lain, di bidang kedokteran; telah banyak
dihasilkan berbagai jenis serum dan antibiotika dari mikroba, di bidang
lingkungan mikroba telah menjadi bahasan penting, dan banyak lagi di
bidang-bidang lainnya.
3. Hubungan Mikrobiologi dengan :
3.1 Bidang Bioteknologi
Mikroba sangat berperan dalam kemajuan bioteknologi karena materi
genetika mikroba sederhana, sehingga mudah dimanipulasi untuk
disisipkan ke gen yang lain. Disalmping itu karena materi genetik mikroba
dapat berperan sebagai vektor (plasmid) yang dapat memindahkan suatu
gen dari kromoson organisme ke gen organisme lainnya. Misalnya terapi
gen pada penderita gangguan liver. Terapi ini dapat dilakukan secara exvivo maupun in-vivo.
Dalam terapi gen ex vivo, sel hati (misalny) dari pasien yang hatinya telah
mengalami kerusakan dipindahkan melalui pembedahan dan perawatan.
Kemudian melalui terapi gen akan menyalurkannya dengan menggunakan
vektor. Sel-sel hati yang dirubah secara genetik kemudian akan
ditransplantasikan kembali dalam tubuh pasien tanpa khawatir akan
kegagalan dari proses pencakokan jaringan tersebut karena sel-sel ini
pada awalnya berasal dari pasien.
Beberapa hasil perkembangan biotekbologi lain yang penting dan
melibatkan mikroba adalah produksi insulin, tanaman transgenetik serta
antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal (Mabs) merupakan salah satu
antibodi murni yang bersifat sangat spesifik dan menjadi peluru ajaib bagi
dunia pengobatan.
3.2 Bidang Makanan dan Industri
Bahan makanan yang sampai saat ini dibuat dengan menggunakan
mikroorganisme sebagai bahan utama rposesnya, misalnya pembuatan
bir dan minuman anggur dengan menggunakan ragi, pembuatan roti dan

produk air susu dengan bantuan bakteri asam laktat, dan pembuatan cuka
dengan bantuan bakteri cuka.
Tidak semua mikroba yang ada dapat digunakan dalam insustri. Menurut
Kusnadi, dkk (2003) mikroorganisme industri merupakan organisme yang
dipilih secara hati-hati sehingga dapat membuat satu atau banyak produk
khusus. Bahkan jika mikroorganisme industri merupakan salah satu yang
sudah diisolasi dengan teknik tradisional, mikroorganisme tersebut
menjadi organisme yang sangat termodifikasi sebelum memasuki industri
berskala besar. Sebagian besar mikroorganisme industri merupakan
spesialis metabolik yang secara spesifik mampu menghasilakn metabolit
tertentu dalam jumlah yang sangat besar ula. Untuk mencapai spesialisasi
metabolik tinggi tersebut, strain industri diubah secara genetika melalui
mutasi dan rekombinasi.
Berbagai proses undustri digunakan untuk menghasilkan produk
mikrobiologi dan dipisahkan menjadi beberapa kategori berdasarkan
kecenderungan penggunaan produk akhir sebagai berikut:
Produk bahan kimia farmasi
Produk yang paling terkenal adalah antibiotika, obat-obatan steroid,
insulin, dan interferon yang dihasilkan melalui bakteri hasil reekayasa
genetika.
Produksi makanan tambahan
Produksi massa ragi, bakteri dan alga dari media murah mengandung
garam nitrogen anorganik, cepat saji, dan menyediakan sumber protein
dan senyawa lain yang sering digunakan sebagai makanan tambahan
untuk manusia dan hewan. Pembusukan makanan oleh bakteri pembentuk
spora ditemukan oleh Pasteur ketika mengamati fermentasi asam butirat
dalam minuman anggur. Pasteur telah mengisolasi mikroorganisme yang
di beri nama Vibrion butryque, yang saat ini namanya telah diubah
menjadi Clostridium butrycum. Endospora yang ditemukan terpisah oleh
Ferdinand Cohn dan Robert Koch pada tahun 1976, segera setelah Pasteur
membuat bidang mikrobilogi terkenal. Investigasi yang dilakukan oleh
Pasteur dan Koch telah menghantarkan adanya hubungan aktivitas
mikrobiologi dengan keamanan dan kualitas pakan.
Produksi minuman alkohol
Pembuatan beer dan wine dan produksi minuman alkohol lain yang
merupakan proses bioteknologi berskala besar paling tua.
Produksi vaksin
Sel mikroorganisme maupun bagiannya atau rpoduknya dihasilkan dalam
jumlah besar dan digunakan untuk produksi vaksin.
Produksi mikroorganisme untuk digunakan sebagai insektisida (biosida)
Pengendalian hama tanaman dengan menggunakan mikrorganisme yang
berperan sebagai insektisida. Khususnya untuk spesies tertentu, misalnya

Bacillus (B. Larvaem B. Popilliae, dan B. Thurungiensis). Spesies tersebut


menghasilkan protein kristalin yang mematikan larva lepidoptera
(ngengat, kupu-kupu, kutu loncat), misalnya ulat kubis, ngengat gipsy,
dan sarang ulat.
3.3 Bidang Pertanian
Bidang pertanian, mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan
kesuburan tanah melalui fiksasi N2, siklus nutrien, dan pternakan hewa.
Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. Unsur ini hanya
dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan
khususnya melalui akar. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi
karena adanya mikroorganisme. Penyusunan nitrat dilakukan secara
bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik.
Dalam Dwidjoseputro (2005) dijelaskan bahwa ada beberapa genera
bakteri yang hidup dalam tanah (misalnya Azetobacter, Clostridium, dan
Rhodospirillum) mampu untuk mengikat molekul-molekul nitrogen guna
dijadikan senyawa-senyawa pembentuk tubuh mereka, misalnya protein.
Jika sel-sel itu mati, maka timbullah zat-zat hasil urai seperti CO2 dan NH3
(gas amoniak). Sebagian dari amoniak terlepas ke udara dan sebagian
lain dapat dipergunakan oleh beberapa genus bakteri (misalnya
Nitrosomonas dan Nitrosococcus) untuk membentuk nitrit. Nitrit dapat
dipergunakan oleh genus bakteri yang lain untuk memperoleh energi
daripadanya. Oksidasi amoniak menjadi nitrit dan oksidasi nitrit menjadi
nitrat berlangsung di dalam lingkungan yang aerob. Peristiwa seluruhnya
disebut nitrifikasi. Pengoksidasian nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh
Nitrobacter.
Proses nitrifikasi ini dapat ditulis sebagai berikut:
2NH3 + 3O2 Nitrosomonas, Nitrosococcus 2HNO2 + 2H2O + energi
2HNO2 + O2 Nitrobacter 2HNO3 + energi
Selain itu, mikroorganisme ini juga dapat digunakan sebagai agen
pembusuk alami, yang akan mendekomposisi sampah-sampah organik
menjadi materi inorganik sehingga dpaat mengurangi kuantitas sampah,
menyuburkan tanah dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi tumbuhan.
Peran lain mikroba dalam bidang pertanian antara lain dalam teknologi
kompos bioaktif dan dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi
tanaman (biofertilizer). Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi
dengan bantuan mnikroba lignoslulotik unggul yang tetap bertahan dalam
kompos dan berperan sebagai agnesia hayati pengemdali penyakit
tanaman. Teknologi kompos bioaktif ini mengunakan mikroba
biodekomposer yang mampu mempercepat proses pengomposan dari
beberapa bulan menjadi minggu saja. Mikroba akan tetap hidup dan aktif
di dalam kompos, dan ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikroba

akan berperan untuk mengendalikan organisme.


Mikroba tanah lain yang berperan dalam penyediaan unsur hara adalah
mikroba pelarut unsur fosfat (P) dan kalium (K). kandungan P yang cukup
tinggi (jenuh) pada tanah pertanian kita, sedikit sekali yang dapat
digunakan oleh tanaman karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinil;ah
peran mikroba pelarut P yang melepaskan ikatan P dair mineral liat dan
menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali nmikroba yang mampu
melarutklan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Psedomonas sp
dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi
melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.
Mikroba sebagai agen biokontrol. Mikroba yang dapat mengendalikan
hama tanaman antara lain: Bacillius thurigiensis (BT), Bauveria bassiana,
Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae. Mikroba ini
mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba
yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp
yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh
Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp.
3.4 Bidang Kesehatan
Salah satu manfaat mikroorganisme dalam bidang kesehatan adalah
dalam menghasilkan antibiotika. Bahan antibiotik dibuat dengan bantuian
fungsi, aktinomiset, dan bakteri lain. Antibiotik ini merupakan obat yang
paling manjur untuk memerangi infeksi oleh bakteri. Beberapa mikroba
menghasilkan metabolit sekunder, yang sangat bermanfaaty sebagai obat
untuk mengendalikan berbagai penyakit infeksi. Sejak dulu dikenal jamur
Penicillium yang pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming (1982),
dapat menghasilkan lantibiotika penisilin. Sekarang banyak diproduksi
berbagai antibiotik dari berbagai jenis mikroba yang sangat berperan
penting dalam mengobati berbagai penyakit. Selain untuk antibiotik,
dalam bidang kesehatan mikroorganisme juga dapat digunakan sebagai
agen pembusuk di dalam saluran pencernaan alami, yang turut
membantu mencerna makanan di dalam saluran pencernaan. Selain itu
mikroorganisme berdampak buruk bagi kesehatan manusia seperti spora
bakteri (spora antrax) yang dapat menginfeksi manusia melalui tiga cara
yakni melalui kulit (menyebabkan antrax kutan), melalui pernafasan
(antrax inhalasi) dan melalui saluran pencernaan.
3.5 Bidang Lingkungan
Mikroorganisme yang ada di lingkungan berperan dalam perputaran/siklus
materi dan energi terutama dalam siklus biogeo kimia dan berperan
sebagai pengurai (dekomposer). Mikroorganisme tanah berfungsi
merubah senyawa kimia dalam tanah, terutama pengubahan senyawa
organik yang mengandung karbon, nitrogen, sulfur, dan fosformenjadi

senyawa organik dan bisa menjadi nutrien bagi tumbuhan.


Mokroorganisme pada lingungan alami juga dapat digunakan sebagai
indikator baik buruknya kualitaslingkungan, baik perairan ataupun
terestrial. Bakteri adalah mahluk hidup terbanyak yang hidup di dunia
sekaligus organisme tertua. Mikrobia diperairan ternyata memiliki peranan
yang sangat penting dalam lingkungan kita. Secara luas metri yang dapat
dilepaskan dan diikat oleh mikroorganisme berupa gas N2 dan CO2 dalam
bentuk minera. CO2 ini kemudian diikiat dan dirubah menjadi biomassa
bakteri yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme lain atau metazoa.
Kemampuan mikroorganisme untuk mengikat materi organik dan
menguraikannya merupakan basis begi pengembangan teknologi untuk
memperbaiki kualitas air minum dan perairan. Mikroorganisme memiliki
kemampuan memperbaiki (bioremiditation) dan menghilangkan
kontaminan dari lingkungankhususnya air yang terpolusi karena memiliki
kemampuan sebagai mineralizer. Banyak kontaminan di perairan seperti
limbah industri, rumah tangga, pertanian, pestisida dan antibiotik yang
dapat di degredasi oleh mikroorganisme. Dengan pengembangan
mikrobiologi perairan berbasisi bioteknologi diharapkan diketahui fungsi
dan struktur mikroorganisme di daerah perairan. Berbakal pengetahuan
tersebut maka diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki
(bioremiditation) permasalahan semakin buruknya kualitas lingkungan,
khususnya perairan Indonesia sebagai SDA yang sangat fital.