Anda di halaman 1dari 3

Mengapa Sering Buang Air Kecil?

24 Jul 2012Kategori: Gejala Penyakit Blm ada komentar

Frekuensi buang air kecil berbeda dari orang


ke orang. Sebagian orang buang air kecil dua sampai tiga kali sehari sedangkan yang lain
mungkin sampai 10 kali sehari. Ada juga hari-hari ketika buang air kecil lebih sering daripada
biasanya, karena berbagai sebab.
Buang air kecil adalah salah satu cara tubuh Anda membuang limbah. Limbah itu dihasilkan dari
proses metabolisme yang diangkut dalam aliran darah sebelum akhirnya disaring oleh ginjal
untuk dikeluarkan lewat urin. Kencing diperlukan untuk kesehatan yang baik. Jika Anda tidak
bisa kencing, Anda akan sakit karena limbah itu menjadi racun di tubuh Anda. Namun, terlalu
banyak kencing juga tidak baik karena dapat mengindikasikan kelainan atau gangguan.
Poliuria adalah istilah medis untuk pengeluaran urin yang berlebihan (sering kencing). Poliuria
tidak sama dengan inkontinensia, kondisi di mana kontrol terhadap fungsi kandung kemih
terganggu. Namun, inkontinensia urin dapat menjadi penyebab poliuria dan keduanya dapat hadir
secara bersamaan. Poliuria juga dapat disertai dengan kencing kemerahan atau berdarah, yang
disebut hematuria

Wanita lebih sering


Anda mungkin memerhatikan bahwa antrian di toilet wanita biasanya lebih panjang daripada di
toilet pria. Ya, wanita memang lebih sering kencing daripada pria. Hal itu disebabkan oleh
beberapa alasan:

Kapasitas kandung kemih. Kandung kemih wanita lebih kecil daripada pria sehingga
lebih cepat penuh.

Menstruasi. Hormon dalam tubuh wanita terus berubah sepanjang bulan. Tepat sebelum
menstruasi, seorang wanita biasanya menahan sejumlah cairan. Beberapa saat setelah
menstruasi dimulai, cairan ekstra itu meninggalkan tubuh. Hal ini menyebabkan buang
air kecil lebih banyak dan sering.

Kehamilan. Pada awal kehamilan, tekanan uterus (rahim) ke kandung kemih membuat
wanita harus buang air kecil lebih sering. Ginjal juga bekerja lebih cepat selama
kehamilan dan menyebabkan produksi urin yang lebih banyak. Aksi hormon tertentu
selama kehamilan membuat dinding kandung kemih lebih lembek dari biasanya, yang
juga meningkatkan dorongan untuk buang air kecil.

Faktor tertentu
Selain karena penyebab yang sifatnya alami, frekuensi buang air kecil dapat meningkat karena
beberapa faktor lain, di antaranya adalah:

Sistitis. Sistitis adalah infeksi saluran kemih di mana uretra maupun kandung kemih
meradang oleh bakteri. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil,
namun hanya sejumlah kecil urin yang keluar (Jawa: anyang-anyangen). Saluran kemih,
perut dan punggung bawah mungkin terasa nyeri.

Minum berlebihan. Beberapa orang kehausan terus-menerus sehingga banyak minum.


Pada akhirnya, kelebihan cairan itu harus dibuang dengan sering buang air kecil. Dalam
kasus seperti ini, Anda perlu mencari penyebab rasa haus. Memakan sesuatu yang
mengandung garam tinggi dapat menyebabkan rasa haus dan itu normal. Namun, jika
Anda selalu haus tanpa alasan yang jelas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Salah
satu kemungkinan penyebabnya adalah diabetes.

Kafein. Kafein dapat mempengaruhi hormon antidiuretik (ADH). Hormon ini bekerja
untuk memastikan bahwa tidak terlalu banyak air yang dikeluarkan ke dalam urin. Kafein
memiliki efek menghambat ADH sehingga menyebabkan lebih banyak air yang
dikeluarkan dalam urin dan lebih sering buang air kecil. Oleh karena itu, Anda disarankan
untuk meminum segelas air putih untuk setiap cangkir kopi yang Anda nikmati.

Obat. Beberapa obat-obatan memiliki efek diuretik yang menyebabkan lebih sering
kencing untuk sementara. Anda akan kembali normal setelah berhenti meminumnya.

Kandung kemih hiperaktif. Orang yang memiliki kandung kemih terlalu aktif memiliki
kebutuhan untuk buang air kecil sangat sering dalam beberapa saat dan kemudian
mungkin berhenti. Orang tua lebih rentan terhadap kondisi ini karena mereka lebih
rentan terhadap infeksi dan penyakit yang menyebabkannya. Kandung kemih hiperaktif
juga dapat terjadi pada mereka yang tertekan secara emosional atau depresi.

Pembesaran prostat. Pembesaran prostat dapat menyebabkan frekuensi kencing lebih


sering karena iritasi kandung kemih, yang membuat dorongan lebih sering untuk
berkemih. Prostat yang menekan uretra juga membuat pengosongan kandung kemih tidak
sempurna dan sebagian urin masih tersisa. Hal ini membuat kandung kemih lebih cepat
penuh dan sering buang air kecil.

Gangguan hormon. Hormon manusia sangat kompleks dan beberapa di antaranya dapat
memengaruhi sistem kemih. Jika Anda memiliki banyak gejala yang tidak jelas, termasuk
sering buang air kecil, mungkin penyebabnya adalah gangguan hormon. Fluktuasi kecil
dalam tingkat hormon sering terjadi (terutama pada wanita) dan biasanya tidak serius.

Kondisi lain. Kondisi lain yang dapat menyebabkan poliuria adalah penyakit ginjal
polikistik, penyakit anemia sel sabit, pielonefritis, amiloidosis, sindrom Sjogren, dan
myeloma.

Tips untuk Anda


Untuk mencegah buang air kecil terlalu sering, langkah berikut mungkin membantu:

Jangan minum terlalu banyak menjelang tidur di malam hari.

Kurangi minuman berkafein (kopi, teh, cokelat, coke).

Mintalah dokter untuk meresepkan obat alternatif yang tidak bersifat diuretik.

image: source