Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 4 MODUL 1 "MORFOLOGI GIGI DESIDUI DAN PERMANEN"

Kelompok 5
Tutor: drg. Ridha Syahri
Ketua: Agung Putra Sakti
Sekretaris: Prima Ulfa
Zakiya Chaleda Zia
Nama Anggota:
Arya Vonanda

Rezi Dianasari

Hana Putri Fadhilah

Sarathul Fitriani

Lala Viodita

Trisna Dewi Afriani

Nabilah Aulia Fitri

Ummul Aulia

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
2015

Skenario 1 Ternyata Gigi Itu Berbeda


Ani, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas sedang mengikuti
program BAKTI di kampus FKG UNAND. Pada hari ini jadwal kegiatan BAKTI adlah
pengenalan kampus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Panitia BAKTI mengajak
Ani dan teman-temannya untuk masuk ke ruang Skills Lb, disana mereka melihat banyak
phantom model gigi asli manusia yang bisa dibuka pasang dan gigi asli manusi dengan bentuk
dan ukuran yang beragam.
Ani bertanya kepada panitia mengenai Apa saja struktur yang menyusun gigi sehingga
setiap individu memiliki bentuk dan warna gigi yang berbeda-beda. Ani juga melihat ada model
gigi dewasa dan model gigi anak-anak, Ani juga bertanya bagaimana cara membedakan gigi atas,
bawah, depan, belakang, kiri, dan kanan.
Dapatkah saudara menjelaskan bagaimana cara membedakan gigi-gigi tersebut?
A. Terminologi

1. Phantom : alat peraga untuk pengetahuan tentang anatomi / faal tubuh yang
digunakan dalam menangani pasien
2. Morfologi Gigi : ilmu yang mempelajari bentuk, ssusunan, struktur dari suatu gigi
3. Gigi Desidui : gigi susu sebelum tumbuh gigi permanen.

B.
1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi Masalah
Apa saja struktur pembentuk gigi?
Apa perbedaan gigi desidui dengan gigi permanen?
Mengapa gigi setiap orang berbeda ?
Bagaimana membedakan gigi depan dengan gigi belakang?
Bagaimana perbedaan gigi maksila dan gigi mandibula?

C. Analisa Masalah
1. Struktur pembentuk gigi adalah :
Email
o Jaringan paling keras
o Melindungi dentin dan pulpa
o Terbentuk dari sel-sel ameloblast yang berasal dari jaringan ektoderm
o Tidak mengalami regenerasi tapi dapat terjadi remineralisasi

o Translusen ;
o Ketebalan berbeda-beda; perm oklusal lebih tebal, berdasarkan jenis gigi
o

Bagian-bagian email: Perykimata, garis Retzius, Lamela enamel,


Semak enamel, Ujung Tomes fibre (ujung odontoblas yang terdapat
pada enamel)

Kandungan yang terdapat dalam email : Mineral hidroksiapatit (anorganik)


90%
Matriks organik (CO3, PO4 , Ca, Na, protein, karbohidrat, sitrat, dan lemak.)
Air 4-12% dalamruang interkristalin dan dalam jaringan micropores yang
terhubung ke arah permukaan eksternal

Dentin
Struktur dentin
o Menyerupai struktur tulang tapi lebih lunak dibanding enamel
o Mengalami mineralisasi dan memiliki matriks ekstraseluler
o Komposisi;

Mineral : 69,3

Organik 17,5%

Air 13,2%

Pulpa
Struktur anatomi dan histology

Merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papila

Terletak dalam mahkota disebut ruang pulpa


Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical

Fungsi utama pulpa membentuk dentin

Pulpa : jaringan ikat yang mempunyai beberapa sifat khusus


Sementum
o Jaringan ikat termineralisasi yang membalut akar gigi dan merupakan tempat
tertanamnya serabut gingiva dan ligamen periodontal.
o Fungsi utamanya: untuk menjangkarkan gigi ke tulang alveolar
o Ketebalan sementum pada separoh koronal dari akar adalah bervariasi 10 - 60
mikron.
o Sementum paling tebal (150 - 200 mikron) pada sepertiga apikal dari daerah
furkasi.

2.

Perbedaan gigi desidui dengan gigi permanen


Bagian enamel gigi susu lebih tipis
Bagian fossa oklusal dan dinding gigi desidui lebih tebal
Servikal ridge gigi desidui lebih menonjol
Enamel rod pada bagian lereng serviks gigi desidui kearah okusal sedangkan gigi
permanen ke gingiva.
Gigi desidui memilki leher lebih kecil.
Akar gigi desidui lebih panjang dan ramping dibanding dengan ukuran mahkota giginya.
Akar gigi desidui lebih mekar pada bagian didekat serviks
Tanduk pulpa gigi desidui lebih tinggi dan rongga pulpanya lebih besar.
Bagian apical saluran akar gigi desidui sedikit lebih besar.
Ruang dentin bagian insisal gigi desidui lebih sempit
Jumlah gigi desidui 20 buah sementara gigi permanen berjulah 32 buah

3. Warna gigi dipengaruhi oleh pembentukan tulang, pada dasarnya memiliki genetika yang
berbeda. Usia juga mempengaruhi pembentukan gigi. Kebiasaan makan, seperti sering
makan makanan yang mengandung asam, dan yang terakhir adalah kebiasaan merokok.

4. Gigi depan digunakan untuk memotong dan menangkap makanan,gigi depan memilikin
insisal edge,dan tidak memiliki okusal edge. Gigi belakang digunakan untuk menggiling
makanan dengan aksi mengiris, tidak memiliki insisal edge dan memiliki okusal edge.

5. Perbedaan gigi maksila dengan gigi mandibula


Jumlah akar, pada gigi maksila jumlah umumnya lebih banyak dari jumlah akar pada
gigi mandibula.
Bentuk akar , bentuk akar pada gigi maksila bulat sedangkan pada mandibula cenderung
pipih.
Ukuran, ukuran gigi maksila lebih besar daripada gigi mandibula.
Pada gigi posterior gigi maksila dan mandibula memili jumlah dan bentuk kaps yang
berbeda.

D. Skema

GIGI
MANUSIA

GIGI
DESIDUI

MORFOLO
GI

STRUKTU
R

RAHANG
ATAS

I
N
S
I
S
I
V
U
S

C
A
N
I
N
U
S

E.
1.
2.
3.
4.

GIGI
PERMANEN

FASE
PERTUMBUH
AN

RAHANG
BAWAH

STRUKTU
R

RAHANG
ATAS

MORFOLO
GI

FASE
PERTUMBUH
AN

RAHANG
BAWAH

C
I
C
I
P
C
M
M I
M
N
N
A
N
A
R
A
O
O S
O
S
S
N
N
E
N
L
L
I
I
L
I
I
Tujuan Pembelajaran / Learning Objectives(LO) I
M
I
S
S
S
A
A desidui
Mahasiswa
mampu
memahami
dan
menjelaskan
tentang
struktur
gigi
A
N
N
O gigi permanen
N
I
I
I
Mahasiswa mampu
memahami dan menjelaskan
tentang struktur
R
R
R
U
U morfologi
L
V
V
Mahasiswa mampu
memahami
dan menjelaskan
tentang
gigi desidui
rahang
U
V

P
R
E
M
O
L
S
S
atas
U
U
U
A
A
S
Mahasiswa mampu
memahami
dan
menjelaskan
tentang
morfologi
gigi
desidui
rahang
S
S
S
R
R
bawah

M
O
L
A
R

5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang morfologi gigi permanen rahang
atas
6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang morfologi gigi permanen rahang
bawah
7. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang fase pertumbuhan gigi desidui
8. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang fase pertumbuhan gigi permanen

F. Kumpulan Informasi

1. Struktur Gigi Desidui


Email
Komposisi : anorganik (HA) 86% , air 12 %, organic ( protein dan peptide ) 2%
Struktur histology :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rod (prisma), terdiri dari Kristal. Kristal terdiri dari latis.


Garis Retzius
Garis Hunter-Schreger
Lamella enamel atau enamel crack
Spindle enamel
Enamel tuft
Garis Perikymata

Dentin
Komposisi : anorganik 70%, organik 18%, air 12%.
Struktur mikroskopik : tubulus dentin, prosesus odontoblast / serat Tomes, Odontoblast.

Pulpa
Didalamnya terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tanduk pulpa
Atap Pulpa
Ruang Pulpa
Orifis
Saluran pulpa
Saluran tambahan
Foramen apical

Sementum

Adalah jaringan temineral yang melapisi akar gigi. Strukturnya sama seperti tulang kompak
tetapi avaskuler dan tidak mengalami resorpsi dan remodeling.
Komposisi : anorganik 65%, organic 23%, air 12%.
Struktur sementum
1. permukaannya dilapisi oleh sementoblas
2. ada lacuna, kanalikuli, serat matriks dan serat Sharpey
3. substansi dasar yaitu proteoglikan dan glikoprotein

2. Struktur Gigi Permanen

Email
o Jaringan paling keras
o Melindungi dentin dan pulpa
o Terbentuk dari sel-sel ameloblast yang berasal dari jaringan ektoderm
o Tidak mengalami regenerasi tapi dapat terjadi remineralisasi
o Translusen ;
o Ketebalan berbeda-beda; perm oklusal lebih tebal, berdasarkan jenis gigi
o

Bagian-bagian email: Perykimata, garis Retzius, Lamela enamel,


Semak enamel, Ujung Tomes fibre (ujung odontoblas yang terdapat
pada enamel)

Kandungan yang terdapat dalam email : Mineral hidroksiapatit (anorganik)


90%
Matriks organik (CO3, PO4 , Ca, Na, protein, karbohidrat, sitrat, dan lemak.)
Air 4-12% dalamruang interkristalin dan dalam jaringan micropores yang
terhubung ke arah permukaan eksternal

Dentin
Struktur dentin
o Menyerupai struktur tulang tapi lebih lunak dibanding enamel
o Mengalami mineralisasi dan memiliki matriks ekstraseluler

o Komposisi;

Mineral : 69,3

Organik 17,5%

Air 13,2%

Bagian-bagian dentin
Dentin intertubuler
Dentin peritubuler
Tubulus dentin, berisi:
o tonjolan odontoblast
o Bahan organik dalam ruang periodontoblas

Pulpa
Struktur anatomi dan histology

Merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papila

Terletak dalam mahkota disebut ruang pulpa


Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical

Fungsi utama pulpa membentuk dentin

Pulpa : jaringan ikat yang mempunyai beberapa sifat khusus


Sifat khusus antara lain:

Letaknya secara anatomis dalam suatu ruang yang terbatas

Mempunyai sel khusus yang hanya terdapat pada jaringan pulpa


Struktur histologi :
Secara mikrokopis (dari perifer) terdiri dari lapisan :

OdontoblasTerdiri dari sel odontoblas yang membentuk deretan sel

Free cell/weil :Sedikit sekali mengandung unsur sel

Rich sel :Mengandung banyak sel


Tampak sel mesenkim

Persyarafan pulpa
o Merupakan serat saraf sensorik dari N. Trigeminus
o Bermyelin : rangsangan cepat, pada bagian perifer tidak
bermyelin
o Tidak bermyelin : lambat menerima nyeri spesifk karena rangsangan
thermal,kimia,listrik
o Sistem peredaran darah pulpa
Vitalitas pulpa tidak ditemukan oleh sarafnya tetapi oleh sirkulasi darah
o Tekanan pulpa rata - rata : 25 mmHg. Jika tekanan dalam pulpa naik akan terjadi
sakit gigi. Tekanan pulpa merupakan perubahan ritmik sesuai dengan denyut
jantung
o Suhu turun maka tekanan dalam pulpa turun.
Sementum
o Jaringan ikat termineralisasi yang membalut akar gigi dan merupakan tempat
tertanamnya serabut gingiva dan ligamen periodontal.
o Fungsi utamanya: untuk menjangkarkan gigi ke tulang alveolar
o Ketebalan sementum pada separoh koronal dari akar adalah bervariasi 10 - 60
mikron.
o Sementum paling tebal (150 - 200 mikron) pada sepertiga apikal dari daerah
furkasi.
o Ketebalan ini bertambah tiga kali lipat antara usia 11 - 70
Klasifikasi menurut Schroeder dan Page:
Tipe I :Sementum aseluler, afibrilar, dijumpai diatas Enamel dekat batas sementumenamel
Tipe II: Sementum aseluler, serabut ekstrinsik, dijumpai pada 2/3 koronal permukaan
akar paling berperan dalam penjangkaran gigi
Tipe III :Sementum seluler, serabut intrinsik, dijumpai pada daerah yang mengalami
perbaikan, sehingga dinamakan sementum sekunder
Tipe IV : Sementum seluler, serabut bercampur; serabut intrinsik lebih dominan dari
serabut ekstrinsik (serabut Sharpey)

3. Morfologi Gigi Desidui Rahang Atas


INSISIVUS SENTRAL

Mahkota mirip insisiv pertama tetap tetapi lebih kecil dan lebih gemuk
Sudut distoinsisal membulat, sudut mesioinsisal lancip
Singulum palatal besar
Akar miring kedistal dan kelabial
Akar runcing, apex tumpul
Mesiodistal dan servikoinsisal mahkota hampir sama
INSISIVUS LATERAL

Bentuk sama dengan insisiv pertama atas, tapi mahkota lebih kecil dan lebih sempit
Singulum palatal kurang menonjol
Sudut distoinsisal membulat, sudut mesioinsisal lancip
Akar tunggal
CANINUS

Mahkota berbentuk kerucut dengan tonjolan servikal yang jelas dan cusp yang runcing.
Mahkota lebih kecil dan lebih bulat dari caninus tetap atas.
Lereng mesial lebih panjang dari lereng distal.
Sisi insisal berbentuk intan dengan sudut membulat dari sisi insisal.
Akar tunggal dan runcing dengan panjangnya 2x panjang mahkota yang berinklinasi ke
distal.
Pada potongan melintang akar sama dengan caninus tetap atas.
MOLAR PERTAMA

Terdapat tuberkel pada permukaan mesiobukal, tuberkel molar Zurckerkandl.


Bentuk mahkota trapesium dengan permukaan oklusal sempit
Mesiodistal permukaan palatal lebih pendek daripada permukaan bukal.
Cusp mesiopalatal paling besar dan paling runcing
Labiopalatal mahkota paling lebar pada mesial
Mempunyai 3 akar yang divergen
MOLAR KEDUA

Bentuk sama dengan molar pertama tetap atas tapi lebih kecil.
Bagian servikal permukaan bukal lebih cembung
Mempunyai tiga akar
Akar lebih mengembang daripada molar pertama tetap
Sering ditemukan tuberkulum carabelli
4. Morfologi Gigi Desidui Rahang Bawah
INSISIVUS SENTRAL

Akar tunggal, berinklinasi ke distal


Gigi paling kecil dari seluruh gigi susu
Servikal margin tidak beraturan pada sisi mesial.
Mahkota berbentuk pahat.

INSISIVUS LATERAL

Lebih besar dari insisivus pertama susu bawah.


Sudut distoinsisal membulat, sudut mesioinsisal lancip.
Akar tunggal meruncing dan lebih panjang dari insisiv pertama bawah.
Pada potongan melintang bentuk bulat dan berinklinasi ke distal.
Tepi insisal dari mesial ke distal miring kebawah
Permukaan lingual lebih cekung dari insisiv pertama bawah
CANINUS

Secara keseluruhan lebih kecil dan ramping dari caninus susu atas.
Lereng distal lebih panjang dari lereng mesial
Permukaan lingual cekung
Servikal margin lebih melengkung pada sisi mesial
Akar tunggal, runcing, inklinasi pada distal dan labial

MOLAR PERTAMA

Terdapat tuberkel molar Zurckerkandl,merupakan tonjolan servikal yang berlebihan pada


mahkota bukal diatas akar mesial
Mempunyai empat cusp, dua di bukal dan dua di lingual.
Cusp bukal tidak terpisah secara jelas, sedangkan cusp lingual terpisah jelas dan
berbentuk kerucut.
Cusp mesiobukal paling besar.
Mesiodistal gigi lebih panjang dari labiolingual
Mempunyai 2 akar, akar mesial lebih panjang dan berbentuk empat persegi panjang.

MOLAR KEDUA

Cusp dan akar mempunyai susunan yang sama seperti molar pertama tetap bawah.
Ukuran lebih kecil, warna lebih putih dari molar pertama tetap bawah, tetapi LEBIH
BESAR DARI MOLAR PERTAMA SUSU BAWAH.
Bentuk oklusal empat persegi panjang
Akar dua dan sangat divergen.
Akar mesial lebih panjang dan mesiodistal lebih kecil
KAP ADA 5 BUAH

5. Morfologi Gigi Permanen Rahang Atas


INSISIVUS SENTRAL

Permukaan mesial lurus dan terletak pada sudut tegak lurus tajam ketepi insisal
Sudut distoinsisal membulat
Mahkota berbentuk sperti pahat
Mahkota besar disbanding akar dan merupakan gigi anterior terbesar
Marginal ridge jelas, lingual cekung, singulum berkembang dengan baik
Mahkota berinklinasi ke lingual, akar berinklinasi sedikit ke distal
Permukaan lebih cembung dan halus
Garis servikal paling miring ke distal
Insisivus atas pertama lebih besar dari pada insisivus lateral / kedua
Akar tunggal , meruncing, pada potongan melintang berbentuk segitiga.
Singulum jelas, singulum lebih distal

INSISIVUS LATERAL

Sudut mesio-insisal lancip dan sudut disti-insisal


Tepi insisal jelas miring kebawah kepermukaan distal yang lebih memendek.
Mahkota lebih membulat, lebih pendek, lebih sempit dimensi mesio-distal disbanding
insisivus pertma.
Singulum dipalatal sering menutupi lubang foramen caecum insisivus
Permukaan palatal lebih cekung dari insisivus pertama
Akar tunggal, runcing, apek inklisal ke distal
Garis servikal tidak beraturan pada permukaan mesial

CANINUS

Mahkota berbentuk segilima dari labial/lingual dan berbentuk triangular dari proksimal
Cups tunggal, runcing dan segaris dengan sumbu panjang akar
Bagian labial cembung dan singulum lebih jelas
Akar tunggal dan sangat panjang, potongan melintang berbentuk segitiga membulat.
Lereng mesial lebih pendek

PREMOLAR PERTAMA

Proksimal : Trapezoidal
Akar dua (bukal dan palatal) dan inklisal ke distal
Cups dua buah (bukal dan palatal), cups bukal lebih besar dari palatal
Lereng mesial cups bukal lebih panjang dari distal
Cups palatal sedikit miring ke mesial
Bagian oklusal lebih angular dari premolar kedua
Cups bukal dan palatal cembung
Cups mirip dengan cups pada caninus

PREMOLAR KEDUA

Proksimal : Rhomboid
Akar tunggal, mesio-distal datar dan lebih panjang dari premolar pertama atas
Cups bukal dan palatal lebih kecil dan lebih rendah dari premolar pertama atas
Lereng mesial bukal cups lebih pendek dari distal
Bagian oklusal oval
Punya 2 atau 3 cups

MOLAR PERTAMA

Gigi molar paling besar


Mempunyai 4 cups dengan mesio-palatal paling besar dan disto-palatal paling kecil
Cups bukal lebih runcing dari cups palatal
Buko-lingual mahkota lebih besar dari pada cups nesio-palatal
Akar tiga dan terpisah, akar palatal paling panjang dan mengembang, akar bukal
berinklinasi ke distal
Bagian oklusal berbrntuk jajarangenjang

MOLAR KEDUA

Tidak terdapat cups carabelli


Bagian oklusal jajaran genjang lebih jelas dan ukuran mesio-distal lebih sempit dari
molar pertama atas
Akar kuarnag mengembang , kedua akar bukal kurang lebih sama panjang, terletak lebih
berdekatan, sejajar, berinklinasi sedikit ke distal
Penggabungan akar lebih sering dari pada molar pertama atas
Oblique ridge menghubungkan cups mesio-palatal dan disto-bukal, ukuran kedua cups
disto-bukal ini mengecil

Keseluruhan mahkota agak lebih kecil daripada molar pertrama atas, walaupun sangat
mirip

MOLAR KETIGA

Bagian olkusal berbentuk segitiga, cups disto-palatal paling kecil dan kadang-kadang
tidak ada
Akar pendek, kurang berkembang, sering berfusi, membengkok ke distal dan biasanya 3
buah
Merupakan molar terkecil secara keseluruhan mahkota lebih kecil dari molar kedua atas

6. Morfologi Gigi Permanen Rahang Bawah


INSISIVUS SENTRAL

Gigi yang paling kecil dari seluruh gigi permanen


Lebih kecil dari insisivus kedua bawah
Mahkota simetris, ukuran mesial dan distal hamper sama

Akar tunggal, mendatar mesio-distal dan berinklinasi ke distal


Akar cenderung berbentuk bulat pipih

INSISIVUS LATERAL

Lebih besar dar insisivus pertama bawah


Permukaan mesial mahkota sedikit lebih panjang dari distal sehingga tepi insisial sedikit
miring
Mahkota berbentuk kipas dan tepi insisal lebih besar daripada mesio-distal dari
pandangan labial.

CANINUS

Serviko-insisial mahkota lebih panjang dari caninus atas


Mesio-distal, labio-lingual mahkota dan akar lebih panjang dari kaninus atas
Akar lebih pendek. Tetapu panjang gigi keseluruahan (mahkota plus akar) hamper sama

dengan kaninus atas


Permukaan labial tidak secembung kaninus atas, terutam apada dua pertiga insisal
Distal mahkota lebih membulat dari mesial
Lereng mesial lebih pendek dari distal

PRE MOLAR PERTAMA

Fossa oklusal distal lebih besar dari mesial


Cups bukal besar dan runcing, cups lingual kecil
Mahkota inklinasi ke palatal
Permukaan bukal mahkota cembung, permukaan lingual hamper lurus
Bagian oklusal sirkular, mendatar pada mesio-lingual
Akar tunggal, bulat dan inklinasi ke distal

PRE MOLAR KEDUA

Mahkota lebih besar dari premolar pertama bawah


Terdapat 3 buah cups, tapi tidak meruncing
Akar kerucut, tuggal, sedikit datar mesio-distal, apex inklinasi ke distal
Bagian oklusal hampir berbentuk segiempat dengan mesio-lingual datar
Pada oandangan bukal daerah kontak kelihatan lebih dekat ke oklusal karena cupsnya
lebih rendah

MOLAR PERTAMA

Gigi terbesar pada rahang bawah


Mempunyai 5 cups, 3 bukal dan 2 lingual
Permukaan bukal berinklinasi ke lingual
Mesio-distal mahkota lebih besar dari buko-lingual
Bagian oklusal berbentu segi empat
Mempunyai dua akar, akar mesial lebih panjang, akar distal lebih bulat

MOLAR KEDUA

Mempunyai 4 cups, 2 di bukal dan 2 di lingual yang dipisahkan olrh fissure crusiformis
sentral
Mesio-distal mahkota tidak sebesar molar pertama bawah

Permukaan bukal cembung, inklinasi ke lingual


Cups lingual lebih tinggi dari cups bukal
Cups mesial lebih besar dari cups distal
Mempunyai 2 akar, sama dengan molar pertama bawah tetapi lebih berdekatan dan kangkadang berfusi sebagian
Sumbu kedua akar sejajar dan membelok ke distal

MOLAR KETIGA

Bentuk mahkota sama dengan molar kedua bawah tapi lebih kecil
Akar dua, pendek kurang berkembang dan sering bergabung serta sering inklinasi
kedistal lebih jelas
Bagian oklusal berbentuk segi empat dengan sudut membulat
Memunyai 4 cups
Ukuran buko-lingual distal lebih kecil daripada mesial
Permukaan bukal cembung dan inklinasi ke lingual

7. Fase Pertumbuhan Gigi Desidui


Van Der Linden 1985 membagi perkembangan gigi :
1. Periode Gigi Sulung (6 30 bln)

2. Periode Gigi Campuran :


a. Transisi I ( 6-8 th) i diganti I , M1 mulai erupsi
b. Intertransisi : semua I erupsi
c. Transisi II (Pr10-Lk 10,5 th) C dan P erupsi

Tahap pembentukan gigi


1. Bud Stage (Initiation)
2. Cap Stage (Proliferasi)
3. Bel Stage :

Awal Histodiferensiasi

Lanjut Morfodifernsiasi

Penamaan sesuai bentuk epitel bagian dari gigi


1. Bud Stage ( Initiation )

10 buah benih gigi bundar diatas dasar membran disebut tooth bud

Bud bentuk awal dari enamel organ

Epitel dari tooth bud membentuk enamel

Enamel organ pd bud stage terdiri :


o Sel Poligonal : bagian tengah

o Sel columnar : bagian pinggir

Sel Bagian tengah membentuk dental papila


o Mesenkim disekeliling dental papila dan bud membentuk sakus dental.

2. Cap Stage (Proliferasi)


Epitel pada bud berproliferasi ke ektomesenkim
Minggu ke 20 IU : Kondensasi ektomesenkim
Perbedaan kecepatan proliferasi mengakibatkan perubahan enamel organ menjadi
Cap
Terdapat :epitel enamel luar, dalam dan stelat retikulum

Epitel pada dental lamina berproliferasi ke ektomesenkim

Ektomesenkim menebal pada bag dalam epitel enamel disebut Dental Papila (dentin,
pulpa)
Ektomesenkim disekeliling enamel organ disebut Sakus Dental (membran periodontal,
sementum)
Gigi dibentuk dari enamel organ (email), dental papila dan sakus dental

3. Bel Stage
a. Bell Stage / Early
Perubahan bentuk dari Cap menjadi Bell
Disebut histodiferensiasi/ perubahan sel
Membuat bentuk morfologi
Terdiri dari lapisan sel :
b. Inner enamel epitel
c. Outer enamel epitel
d. Stratum intermedium
e. Stellate Reticulum

Inner Enamel Epitel : ameloblast sebelum amelogenesis


Mesenkim dibawah dental papila menjadi odontoblast
Stratum Intermedium, bahan pembentuk enamel, Bentuk dan kalsifikasi enamel
Stellat untuk tinggi cap dan insisal edge
Dental lamina proliferasi ke lingual membentuk enamel organ gigi permanen
Sel mesenkim disekeliling papila : Odontoblast
Membrana performativa memisahkan enamelorgan dan dental papilla

b. Bell Stage
DEJ berasal dari batas antara inner enamel dan odontoblast
Lapisan pertama dentin membentuk DEJ dan membentuk pulpa dan apek
Setelah Lapisan pertama dentin terbentuk, ameloblast membentuk enamel untuk
membentuk oklusal
Selubung Hertwigs dibentuk dari servikal enamel organ

Tahap Pembentukan Gigi

Pembentukan Akar
Setelah terbentuk DEJ, dimulai pembentukan akar
Enamel organ membentuk selubung Hertwigs
Epitel EO menyempit membentuk Hertwigs
Hertwigs tdr : lapisan dalam dan luar EO
Mesenkim dekat Hertwigs Sementoblast
Pembentukan dentin = mahkota
Akar sempurna Hertwigs menghilang
A dan B tahap awal pembentukan DEJ

gigi maksila
Gigi
Sulung

Insisivus Insisivus
Sentral
Lateral

Caninus

Molar
Pertama

Molar
Kedua

Awal
Klasifikas
i

14
minggu

16
minggu

17
minggu

15,5
minggu

19
minggu

Mahkota
Sempurna

1,5
bulan

2,5 bulan

9 bulan

6 bulan

11 bulan

Akar
Sempurna

1.5
tahun

2 tahun

3,25
tahun

2,5 tahun

3 tahun

gigi mandibula
gigi
sulung

insisivu
s sentral

insisivu
s lateral

caninus

molar
pertama

molar
kedua

awal
klasifikas
i

14
minggu

16
minggu

17
minggu

15,5
minggu

18
minggu

mahkota
sempurna

2,5
bulan

3 bulan

9 bulan

5,5 bulan

10
bulan

akar
sempurna

1.5
tahun

1,5
tahun

3,25
tahun

2,5 tahun

3 tahun

GIGI

UMUR (BLN)

i1 ATAS

9,1 -10,6

i1BAWAH

7,3 8,7

i2 ATAS

10,4 -12,3

i2 BAWAH

13,0 14,4

c ATAS

18,9 -20,2

c BAWAH

19,3 20,2

m1 ATAS

14,4 16,1

m1 BAWAH

15,6 16,4

m2 ATAS

24,8 29,4

m2 BAWAH

23,4 27,1

8. Fase Pertumbuhan Gigi Permanen


Periode Gigi Permanen (20 th)
gigi lengkap, Akar M3 sempurna

PERGANTIAN GIGI SUSU DENGAN GIGI TETAP


Setiap orang dalam hidupnya akan mengalami 3 masa/tahap pertumbuhan gigi. Yang pertama
adalah masa/tahap gigi sulung atau susu; kedua adalah masa/tahap gigi bercampur/peralihan dan
terakhir adalah masa/tahap gigi tetap/permanen. Menurut pengamatan penulis ketika melakukan
pelayanan ke desa-desa atau sekolah-sekolah, baik itu penyuluhan di posyandu, UKGMD
ataupun UKGS didapati fakta bahwa masih banyak orang-orang yang belum mengetahui
sepenuhnya tentang kesehatan gigi, khususnya masalah pergantian gigi susu anak-anak mereka.
Mereka tidak mengerti kapan waktu pergantian gigi anaknya, kapan harus mencabutkan gigi susu
anaknya dan sebagainya. Berikut kami ingin sharing perihal kesehatan gigi, khususnya mengenai
masalah pergantian gigi sulung/susu. Semoga bermanfaat.
PROSES TERBENTUKNYA GIGI
Pembentukan gigi dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, yaitu benih gigi terbentuk saat
janin berusia sekitar 5 minggu. Benih gigi ini kemudian berkembang, sehingga akan terbentuk
pola sesuai dengan bentuk mahkota gigi. Proses selanjutnya, benih gigi tersebut akan mengalami
proses pengapuran/kalsifikasi sehingga terbentuk email dan dentin. Proses ini memakan waktu
lama, untuk gigi sulung kalsifikasi mahkota gigi dimulai sejak dalam kandungan hingga bayi
berumur beberapa bulan.
Demikian juga pembentukan akar gigi akan berlangsung lebih lama lagi. Bahkan ketika gigi
sulung sudah muncul di mulut, akar gigi belum seluruhnya terbentuk.

Tabel Erupsi & Klasifikasi Gigi Permanen


urutan
erupsi

2
3

5
6
7

9
10

11

12
13

gigi
insisivus
1
mandib
ula
molar 1
mandib
ula
molar 1
maxilla
insisivus
2
mandib
ula
insisivus
1
maxilla
insisivus
2
maxilla
caninus
mandib
ula
premola
r1
mandib
ula
premola
r1
maxilla
premola
r2
maxilla
premola
r2
mandib
ula
caninus
maxilla
molar 2
mandib
ula

klasifikasi
dimulai

3-4 bulan
9 bulan
9 bulan

3-4 bulan
3-4 bulan
12 bulan
4-5 bulan
1,75-2
tahun
1,5 tahun
2-2,5
tahun
2,25-2,5
tahun
4-5 bulan
2,25-3
tahun

mahkot
a
lengkap
(tahun)

erupsi
(tahun)

akar
lengkap
(tahun)

4-5

6-7

2,5-3

6-7

4-5

6-7

4-5
4-5
4-5
6-7

5-6
5-6
5-6

7-8

10

7-8

10

8-9
9-10

10-12
10-11
10-12

6-7

11-12

6-7

11-12

7-8

9-10

11-13

11
12-14

12-13
12-13
12-14

13-14
13-15
14-15

14
15
16

molar 2
maxilla
molar 3
mandib
ula
molar 3
maxilla

2,25-3
tahun
8-10
tahun
8-10
tahun

7-8
12-16
12-16

12-13

14-16

17-21

18-25

17-21

18-25

G. Daftar Pustaka
Itjingningsih, W.H, drg. 1991. Anatomi Gigi. Jakarta : EGC.
Susi, drg. MKM dan drg. Sri Ramayanti. 2014. Morfologi Gigi. Padang : PSPDG FKG
UNAND.
James K Avery, Daniel, Dental and Oral Histology with Embryology, Japee Brother
Medical Publishing, New Delhi, 2006
SALENTIJN.L.M, KLYVERT.M. DENTAL AND ORAL TISSUE. LEA&FEBIGER;
PHILADELPHIA.1980
FULLER.J, DENENY.G. CONCISE DENTAL ANATOMY AND MORPHOLOGY.
LINDEN.V.D. PERKEMBANGAN GIGI GELIGI. BINA CIPTA.1984