Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN HASIL DISKUSI TUTORIAL BLOK PENGANTAR KEDOKTERAN GIGI

MODUL 5

KELOMPOK 4
ANGGOTA KELOMPOK:
VIKRA PRASETYA WALDI 1611411013
INNE PRATIWI DEBITA 1611411014
FAHIRA OCSA VISRA 1611411015
FIKA MELINDA PUTRI 1611411016
ADHITYA OKTAPRAJA 1611412011
VIKTORIA SURYA DHARMA 1611412012
HARLISA PUSPA WATI 1611412013
AVISA ULIMA 1611413010
RIKA IRMA YANTI 1611413011
KINANTYA PUTRI RIDELFI 1611413012
BAYU RAGIL PANGESTU 1611413013

PENDIDIKAN DOKTER GIGI-FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
MODUL 5
Siklus sel
SKENARIO 3
SEMUA BUTUH PROSES

Saskia (25 tahun) datang ke spesialis kandungan untuk berkonsultasi mengenai kondisi
kandungannya. Sekarang kehamilannya sudah menginjak empat bulan. Untuk melihat kondisi
janin yang dikandungnya, dokter melakukan USG. Saskia sangat takjub melihat hasil USG
tersebut. Dari hasil USG terlihat embrio sudah berkembang. Hal ini bias terjadi karena sel
embrio terus mengalami perkembangan dan perbanyakan sel.
Saskia bertanya apakah perkembangan janin yang dikandungnya dalam keadaan normal
atau tidak. Dokter menjelaskan banyak factor yang dapat mempengaruhi perkembangan embrio,
contohnya asupan nutrisi yang cukup.
Dapatkah saudara menjelaskan bagaimana proses perkembanga embrio tersebut.

Langkah 1. Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-


hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi
USG (ultrasonography) adalah pemeriksaan dalam bidang penunjang diasnogtik dengan
menggunakan gelombang ultra yang berfrekuensi tinggi.
Embrio adalah organisme pada tahap awal perkembangan yang tidak dapat bertahan
hidup sendiri.
Siklus sel adalah serangkaian peristiwa yang dilalui sel termasuk pertumbuhan, sintesis
DNA dan pembelahan.
Janin adalah hasil fertilisasi dari selesainya tahap perkembangan embrio.

Langkah 2. Menentukan Masalah


1. Bagaimana fase-fase siklus sel ?
2. Apa tujuan pembelahan sel ?
3. Apa struktur dari sel embrio ?
4. Bagaimana proses perkembangan sel ?
5. Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi embrio ?
6. Bagaimana perkembangan janin ?
7. Apa perbedaan perkembangan janin normal dengan janin tidak normal ?
8. Apa keuntungan dan kerugian menggunakan USG ?

Langkah 3. Menganalisa masalah


1. Fase-fase siklus sel
Fase profase adalah penipisan dinding nucleus dan perubahan kromatin menjadi
kromosom.
Fase metaphase adalah proses ditandai dengan kromosom menuju kutup masin-
masing.
Fase anaphase adalah sentrosom berada di kutup masing-masing dengan
terbentuknya benang-benang spindle dan kromosom terletak dibidang ekuator.
Fase telophase adalah benang-benang spindel menarik kromosom menuju kutup
masing-masing di sertai dengan ikutnya sitoplasma sehingga membagi sel
menjadi dua bagian.
Fase interfase adalah persiapa pembelahan sel.
Fase G (gap) terdiri dari G1 dan G2 merupakan fase sintesis untuk proses
berikutnya.
Fase sintesis merupakan reflikasi DNA.
2. Tujuan pembelahan sel
Untuk memperbanyak sel
Meregenerasi sel yang mati maupun sel yang rusak.
Pertumbuhan dan perkembangan
Reproduksi
Variasi individu baru
3. Struktur dari sel embrio
Ectoderm merupakan lapisan paling luar mengalami diferensiasi menjadi
epidermis, rambut, kelenjar minyak, email gigi.
Esoderm merupakan lapisan tengah mengalami diferensiasi menjadi tulang,
jaringan ikat, otot, system perdarahan.
Endoderm merupakan lapisan paling dalam mengalami diferensiasi menjadi
jaringan epitel pencernaan, system pernapasan, pangkreas, hati.
4. Proses perkembangan sel
Gametogenesis
Kopulasi
Fertilisasi
Cleavage atau pembelahan :morulla dan blastula
Gastrula
Neurolasi
Organogenesis
Organogenesis lanjut.
5. Factor-faktor apa saja yang mempengaruhi embrio
Gizi ibu
Aktifitas fisik
Kondisi emosional
Penyakit ibu
Pengaruh obt-obatan seperti asprin, narkoba dan rokok.
Factor kromosom dan gen : kelainan jumlah, kelainan struktur, hormone gen
mutan, dan usia ibu yang hamil.
6. Perkembangan janin, terdiri dari :
Trisemester 1 merupakan tahaf terjadinya peleburan sel sperma dan sel telur
menjadi zigot yang antinya akan membentuk morula, kemudian sampai di Rahim
membentuk blastula. Saat di rahim akan membentuk plasenta berupa penghubung
ibu dengan janin terebut, dan akhirnya nanti akan berubah menjadi gastrula
setelah plasenta mengalirkan darah. Pada tahap ini juga ada pembentukan organ
pada embrio seperti terbentuk leher dan ukuran embrio yang masih kecil
menyerupai udang yang sebesar kuku.
Trisemester 2 merupakan pertumbuhan janin dimana telah ditutupi oleh rambut
halus yang disebut lanugo. Janin sudah bisa mendengar suara dari luar ketubann
dan mulai meraba-raba amnion dan tubuhnya.
Trisemester 3 merupakan tahap perkembangan selanjutnya organ jain yang
tadinya sudah lengkap, apabila bayi sudah memasuki bulan ke Sembilan maka
panjang untuk bayi normal 49 cm dengan berat 3300 gr maka bayi tersebut akan
lahir.
7. Perbedaan perkembangan janin normal dengan janin tidak normal
Dalam kehamilan normal, telur dibuahi oleh sperma di salah satu saluran tuba,
yaitu saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim. Telur yang telah dibuahi
kemudian bergerak ke dalam rahim dan implan (menempel) menanamkan diri di dalam
lapisan rahim (endometrium), di mana embrio tumbuh dan berkembang menjadi janin.
Sedangkan pada Kehamilan di luar kandungan, telur yang telah dibuahi implan di luar
rahim. Ini paling sering terjadi dalam tuba fallopi (saluran tuba), biasanya sebagai akibat
dari kerusakan pada tuba falopi atau saluran tuba yang tidak bekerja dengan benar.
Meskipun paling sering kehamilan terjadi di saluran tuba, namun hamil di luar
kandungan juga bisa terjadi di ovarium, rongga perut atau di serviks (leher rahim) dengan
angka kejadian yang jarang.
8. keuntungan dan kerugian menggunakan USG
- keuntungan terdiri dari :
dapat melihat janin
dapat melihat jenis kelamin janin
pasien dapat diperiksa langsung dengan waktu yang cepat
dapat memeriksa plasenta, uterus dan dinding rahim
mengetahui usia kehamilan
Milan
mengetahui adanya kelainan pada janin
mengkonfirmsi kehamilan
mengontrol cairan ketuban
besifat non fasik (tidak ada efek samping )
memperkirakan kelahiran bayi berdasarkan tulang tengkorak dan tulang paha
pada trisemester ke 2.
Dapat memantau posisi bayi dan memastikan bayi sehat secara umum
Non traumatic, tidak menimbulkan radiasi yang berbahaya.
- Kerugian terdiri dari :
Biaya mahal
Bila ada celah atau udara gelombang suara akan dihamburkan
Kadang diberi jelly agar kulit kontak dengan tranducer dengan baik.
100% tidak akurat.
Langkah 4. Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan

Saskia (25 tahun)

Hamil

Datang ke dokter
Konsultasi
spesialis
kandungan
kandungan

Pemeriksaan dengan USG

Perkembangan embrio

Perkembangan dan
perbanyakan sel
Perbedaan janin normal
dengan janin tidak normal

Diferensiasi sel

Perkembangan
Struktur embrio
embrio

Langkah 5. Memformulasikan tujuan pembelajaran


1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembanga dan perbanyakan sel
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan diferensiasi sel
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan struktur embrio
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembangan embrio dan janin
Langkah 6. Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain lain
A. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembanga dan perbanyakan sel
Macam-macam pembelahan sel dan prosesnya, terdiri dari:
1. Pembelahan sel secara amitosis ( Pembelahan Biner )

Pembelahan Sel Secara Amitosis

Pembelahan sel secara amitosis ini disebut juga merupakan pembelahan sel secara
langsung alias tidak melalui tahapan tahapan tertentu, proses ini juga berlangsung secara
spontan, atau disebut pembelahan biner. Proses ini tidak melibatkan kromosom mengapa
demikian? Karena DNA yang ada dalam jumlah dan besaran yang kecil sehingga tidak dapat
dipaketkan, kebanyak pembelahan ini terjadi pada sel Prokariotik seperti bakteri. Tujuan dari
pembelahan ini adalah untuk membentuk keturunan baru.

2.Pembelahan Sel Secara Mitosis


Pembelahan secara Mitosis pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang bersifat
sama dengan induknya, artinya sel anak ini pun dapat membelah lagi. Pada Manusia,
pembelahan ini terjadi di sel meristem somatik ( sel tubuh muda). Proses ini berlangsung melalui
tahapan tahapan yang terstruktur dan teratur, tidak seperti Amitosis yang berlangsung secara
spontan. Pembelahan secara mitosis ini melalui dua tahapan, yaitu Kariokinesis dan Sitokinesis

a. Kariokinesis
Proses ini mnunjukkan perbedaan yang mencolok pada tiap fasenya dan bertujuan untuk
pembagian materi inti, nah untuk melihat apa saja berubah, langsung aja disimak yang berikut
ini :

Interfase
Pada tahap ini sel tidak membelah. Nukleus terdiri dari RNA ribosom dan merupakan tempat
sintesis protein serta materi yang berwarna gelap dikenal sebagai kromatin atau bentuk benang-
benang kromosom sehingga bentuk kromosom tidak dapat dilihat secara jelas. Pada salah satu
ujung sel, terdapat 2 pasang protein yang disebut sentrioles, tetapi pada tumbuhan, sentriosol
tidak muncul.

Profase
Pada tahap ini DNA mulai dikemas menjadi kromosom. Kromosom mulai memendek dan
menebal.Pada sel hewan sentriol membelah dan masing-masing bergerak ke kutub yang
berlawanan dan terbentuk benang-benang spindle yang terhubung ke kutub-kutub. Pada akhirnya
kromosom terlihat terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Nucleolus hilang dan
membran nucleus hancur.

Metafase

Mitosis : Metafase

Pada fase ini, kromosom berpindah menjadi satu garis yang disebut the equator. Selain
itu, muncul benang-benang yang disebut spindel dan melekat pada sentromer setiap kromosom.
Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan.

Anafase
Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan dan kromatid bergerak
menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan.

Telofase

Pada tahap ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah dan dikelilingin
memberan nukleus. Cleavage Burrow/ pembelahan alur menyempit dan lama kelamaan
membelah sel. Berbeda dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell
plate daripada cleavage burrow.

b. Sitokinesis

Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui
terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel.
Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan
menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel,
beserta organel-organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding
pemisah ditengah-tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.

- Pembelahan Sel Secara Meiosis


Pembelahan ini akan menghasilkan gamet yang tidak dapat membelah lagi sampai tahap
pembuahan, Pembelahan secara meiosis menghasilkan anak yang memiliki jumlah kromosom
setengah dari yang dimiliki induknya, terjadi di alat reproduksi dan langsung antara fase 1
dilanjutkan dengan fase 2 tanpa diselingi interfase. Tahapan tahapannya adalah sebagai
berikut :

Meiosis I
Meiosis I

- Interfase
Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya
adalah berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan (sama seperti pada
interfase mitosis). Tahap akhir interfase adalah adanya dua salinan DNA yang telah siap dikemas
menjadi kromosom.

- Profase 1
Pada tahap ini terjadi proses sebagai berikut:
- Leptoten adalah tahap dimana benang kromatin berubah menjadi kromosom. Hal ini dilakukan
dengan cara memadatkan diri.
- Zigoten/Zigonema, pada tahap ini, kromatid homolong saling berpasangan atau bersinapsis
membentuk bivalen. Sentrosom terbelah 2 menjadi sentriol dan bergerak ke kutub berlawanan.
- Pakiten/Pakinema, kromosom kemudian berdupkikat menjadi 4 pada tahap ini dan disebut
tetrad (kromosom homolog yang mengganda sehingga ada 4 kromatid berpasangan). Pada
tahap ini sering terjadi rekombinasi gen melalui proses perpindahan silang.
- Diploten, kromosom homolog yang tadinya bivalen terpisah. Bila terjadi perpindahan silang,
akan terdapat kiasma sebagai tanda.
- Diakinesis, pada fase diakinesis, nukleolus (membrane inti) akan hilang dan sentriol bergerak
ke masing-masing kutub serta membentuk benang-benang spindel.

- Metafase 1
Pasangan kromosom homolog mengatur diri dan saling berhadapan di daerah ekuator. Setengah
dari pasangan kromosom homolog mengarah ke kutub yang satu dan setengah pasangan
kromosom homolog lainnya mengarah ke kutub yang lain.

- Anafase 1
Tiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub
pembelahan yang berlawanan arah.

- Telofase 1
Kromosom yang masih terdiri dari dua kromatid berada di kutub. Selanjutnya terbentuk
membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak.
Setiap sel anak mengandung n kromosom sehingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak
yang haploid.

- Sitokenesis 1
Pada sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehingga sitokinesis
menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.

Meiosis II

Profase II
Pada profase II kromatid kembaran masih melekat pada tiap sentromer kromosom. Tahap ini
kadang terjadi dalam waktu yang singkat karena diikuti tahap berikutnya.

Metafase II
Pada metafase II tiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada bidang ekuator.
Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain
membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.

Anafase II
Pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang
berlawanan tersebut. Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak
menuju kutub yang berbeda. Kromatid yang terpisah kini dinamakan kromosom.

Telofase II
Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut kromosom) telah mencapai kutub pembelahan. Hasil
total dari tahap ini adalah terbentuk empat inti. Tiap inti mengandung setengah pasang
kromosom (haploid) dan satu salinan DNA (1n,1c).
Sitokenesis II
ada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel
kembar haploid.

Apoptosis
Apoptosis adalah mekanisme kematian sel yang terprogram yang penting dalam berbagai
proses biologi. Berbeda dengan nekrosis, yang merupakan bentuk kematian sel sebagai akibat sel
yang terluka akut, apoptosis terjadi dalam proses yang diatur sedemikian rupa yang secara umum
memberi keuntungan selama siklus kehidupan suatu organism. Contohnya adalah pada
diferensiasi jari manusia selama perkembangan embrio membutuhkan sel-sel di antara jari-jari
untuk apoptosis sehingga jari-jari dapat terpisah.
Fungsi apoptosis
a) Sel yang rusak atau terinfeksi Apoptosis dapat terjadi secara langsung ketika sel yang rusak
tidak bisa diperbaiki lagi atau terinfeksi oleh virus. Keputusan untuk melakukan apoptosis
dapat berasal dari sel itu sendiri, dari jaringan di sekitarnya, atau dari sel yang merupakan
bagian sistem imun. Jika kemampuan sel untuk ber-apoptosis rusak atau jika inisiasi apotosis
dihambat, sel yang rusak dapat terus membelah tanpa batas, berkembang menjadi kanker.
b) Respon terhadap stress atau kerusakan DNA Kondisi stress sebagaimana kerusakan DNA sel
yang disebabkan senyawa toksik atau pemaparan sinar ultraviolet atau radiasi ionisasi (sinar
gamma atau sinar X), dapat menginduksi sel untuk memulai proses apoptosis. Contohnya
pada kerusakan genom dalam inti sel, adanya enzim PARP-1 memacu terjadinya apoptosis.
Enzim ini memiliki peranan penting dalam menjaga integritas genom, tetapi aktivasinya
secara berlebihan dapat menghabiskan ATP, sehingga dapat mengubah proses kematian sel
menjadi nekrosis (kematian sel yang tidak terprogram). CCRC Farmasi UGM File 3
c) Homeostasis Homeostasis adalah suatu keadaan keseimbangan dalam tubuh organisme yang
dibutuhkan organisme hidup untuk menjaga keadaan internalnya dalam batas tertentu.
Homeostasis tercapai saat tingkat mitosis (proliferasi) dalam jaringan seimbang dengan kematian
sel. Jika keseimbangan ini terganggu dapat terjadi : 1. sel membelah lebih cepat dari sel mati. 2.
sel membelah lebih lambat dari sel mati. Mekanisme apoptosis Mekanisme apoptosis sangat
kompleks dan rumit. Secara garis besarnya apoptosis dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :
- Adanya signal kematian (penginduksi apoptosis).
- Tahap integrasi atau pengaturan (transduksi signal, induksi gen apoptosis yang
berhubungan, dll)
- Tahap pelaksanaan apoptosis (degradasi DNA, pembongkaran sel, dll)
- Fagositosis.

B. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan diferensiasi sel


Diferensiasi sel adalah proses ketika sel kurang khusus menjadi jenis sel yang lebih khusus.
Diferensiasi terjadi beberapa kali selama perkembangan organisme multiselular ketika organisme
berubah dari zigot sederhana menjadi suatu sistem jaringan dan jenis sel yang rumit. Dalam
diferensiasi terjadi kedalam beberapa tahapan yaitu pada tingkat pertumbuhan embrio. Seperti
zigot, blastula, grastula, tubulasi, organogenesis.
Zigot
Zigot adalah ovum yang dibuahi spermatozon. Bagian atas ovum disebut kutub animal terdapat
daerah ooplas (sitoplasma ovum) yang nantinya akan menjadi bakal ektoderm. Bagian bawah
kutub ovum disebut kutub vegetal ooplas yang akan menjadi bakal mesoderm. Sedangkan bagian
samping antara kedua kutub akan menjadi bakal endoderm. Eksoderm bakal tumbuh menjadi
epidermis dan saraf. Endoderm bakal menjadi lapisan lendir saluran pencernaan bersama kelnjar
dan paru, mesoderm bakal menjadi jaringan pengikat, penunjang, otot, alat dalam.
Blastula
Terjadi pada tingkat pertumbuhan embrio, terbentuk daerah kelompok sel yang akan menjadi
jaringan utama tubuh. Setelah berdiferensiasi, pupolasi sel menjadi epidermis, saraf, notokord
(sumbu penyokong primer), mesoderm. Diferensiasi mulai terjadi pada kelompok sel. Blastomer
(sel blastula) sebelah bakal jadi endoderm, sebelah atas bakal jadi ektoderm, dan bagian tengah
bakal menjadi mesoderm.
Gastrula
Pada tingkat gastrula, embrio sudah mengandung 3 lapis benih yang terdiri dari sel-sel yang
tersusun di daerah tertuntu tubuh, yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada tingkat
grastula, baru berupa daerah sel sedangkan pada tingkat gastrula sudah membentuk lapisan yang
sangat jelas. Diferensiasi berlanjut dengan terbentuknya 3 lapis benih yaitu ektoderm sebelah
luar, endoderm sebelah dalam dan mesoderm di tengah.
Tubulasi
Pada tingkat tubulasi, ketiga lapis benih, sudah berupa bumbung sehingga merupakan bumbung
epidermis yang melingkup seluruh permukaan tubuh. Bumbung saraf bagian depan, bakal jadi
otak dan yang belakang bakal bakal jadi batang saraf punggung. Bumbung endoderm menjadi
lapisan lendir saluran pencernaan, dan bumbung mesoderm akan membentuk otot, alat dalam dan
rongga tubuh. Diferensiasi makin rinci pada tingkat tabulasi. Lapisan ektoderm membentuk
bumbung epidermis/kulit dan bumbung saraf, lapisan endoderm membentuk bumbung saluran
pencernaan, dan lapisan mesoderm membentuk berbagi bumbung dan saluran pada berbagi alat
dalam.
Organogenesis
Pada tingkat organogenesis, diferensiasi lebih rinci lagi, di sini sudah terbentuk seluruh macam
jaringan dan alat tubuh secara lengkap, sehingga pada saat kelahiran anak sudah dalam bentuk
yang tetap. Pada beberapa Vertebrata rendah, seperti ikan dan amfhibi masih ada tingkat berudu,
sebagai bentuk tetap,Bumbung mengalalami diferensiasi lagi berbentuk berbagai alat. Bumbung
saraf membentuk bagian-bagian otak dengan kuncup indera. Bumbung endoterm berdiferensiasi
membentuk saluran pencernaan dan saluran pernapasaan termasuk kelenjar hati dan pankreas.
Bumbung mesoderm berdiferensiasi membentuk otot , tulang, ginjal, gonad, jaringa pengikat,
serta darah bersama pembuluh dan jantung.

C. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan struktur embrio


Bagian bagian membran embrio, terdiri dari :
1. Kantong Yolk (Kantong Kuning Telur)
Kantung kuning telur ini terbentuk oleh embrio dan tumbuh di ventral midgut. Kantung telur
ini adalah unsure dari usus primitive, namun tidak termasuk dari bagian dari tubuh yang berasal
dari embrio dimana telah membentuk usus. Ketika embrio melipat, tangkai kuning telur
berkembang secar memanjang di bagian bawah menuju kantung kuning telur. Dan di saat itulah
kuning telur berperan dalam mencukupi kebutuhan nutrisi makanan pada embrio. Adapun
pertumbuhan dari kuning telur terjadi saat seluruh tubuh embrio menjorok kedorsal, kepala ke
anterior dan ekor ke posterior kemudian terjadi peristiwa pelipatan sphangling mesoderm dengan
endoderm di daerah midgut (Splangnopleura ). Sehingga terbentuk 2 daerah coelum. Daerah
coelum tersebut adalah coelum intra-embrional dan coelum extra embrional. Peran kantung
kuning telur ini tidak berlangsung lama pada embrio karena pada fase selanjutnya akan
dilanjutkan oleh bagian membrane embrio lainnya yaitu alantois.
2. Amnion
Bagian ini asalnya dari sisi embrio kemudian membentuk sebuah lipatan dari selapis
mesoderm dan ectoderm. selanjutnya tumbuh dan meninggalkan embrio. Lapisan-lapisan yang
ada pada inti akan bersatu di bagian atas kemudian membentuk sebuah kantung yang memiliki
dinding 2 lapis dimana lapisan tersebut yang menyelubungi embrio pada usia 18 hari usia
kehamilan dan itulah yang disebut amnion atau biasa juga disebut kantung air karena berisi
cairan bening yang bersifat merendam embrio.
Adapun fungsi amnion yakni sebagai sebuah bantalan yang dapat melindungi embrio pada
goncangan dan tekanan dari luar berisi cairan amnion yang asalnya dari bagian bagian
ginjal fetus, yang berfungsi sebagai kelenjar mulut dan sebagai alat pernafasan sebagai tempat
embrio untuk mengambang, dan membantu embrio agar memungkinkan melakukan
pergerakan tungkai dan tubuh pada embrio.
3. Korion
Korion terbentuk ketika telah terjadi pembentukan amnion. Pada bagian yang disebut
somtopleura akan melipat menuju dorsal kemudian bertemu di kiri kanan maka terbentuklah
sebuah kantung baru di luar amnion itu dan sekaligus di luar kantung kuning telur. Adapun
dindingnya merupakan somatopleura dan memiliki somatic mesoderm yang letaknya di dalam
ectoepidermis di sebelah luar. Adapun fungsi korion yakni pada selaputnya yang paling luar
memiliki peran dalam pertukaran gas dan air serta korion ini memiliki banya pembuluh darah.
4. Alantois
Alantois berasal dari peristiwa perpembentukan kantung luar usus di bagian belakang.
Ketika embrio berusia 23 hari maka embrio tersebut telah memiliki allantois yang berkembang
dengan baik sehingga perkembangan embrio menjadi relative lebih pendek. Selanjutnya allantois
mengisi pada ruang antara amnion dan serosa

D. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan perkembangan embrio dan janin

Manusia terbentuk diawali oleh pertemuan sebuah sel telur (ovum) dengan sebuah sel sperma
(spermatozoa). Pertemuan ini menghasilkan noktah yang disebut zigot. Di dalam perut ibu, zigot
lama-kelamaan akan tumbuh berkembang menjadi janin. Pada manusia, proses pertumbuhan
janin di dalam perut ibu dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pertumbuhan janin trimester pertama,
trimester kedua, dan trimester ketiga. Satu trimester itu adalah selama 13 minggu atau kurang
lebih tiga bulan.

1. Tahapan Perkembangan janin Trimester Pertama


Trimester pertama merupakan waktu pembentukan dan perkembangan pesat dari semua
sistem dan organ tubuh bayi. Semua cikal bakal organ penting janin terbentuk di trimester ini.
Yang harus diperhatikan benar, kurun waktu ini amat rawan terhadap kemungkinan terjadi
kecacatan fatal.
Bulan Pertama
Minggu ke-1, merupakan tahap perkembangan awal janin. Kurang lebih satu jam setelah proses
peleburan sel telur dan sel sperma, semua aspek pendukung kehidupan, berupa materi genetic
yang disebut gen, saling dipertukarkan. Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi,
bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung
berdasarkan hari pertama haid terakhir. Proses pembentukan antara sperma dan telur yang
memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada. Calon bayi dalam rahim. Selama masa ini,
yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen. Sel-sel telur yang berada didalam
rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahari. Sel ini akan bertemu dengan
sel-sel sperma dan memulai proses pembuahan 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju
tujuan akhir mereka, yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun
pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus
indung telur. Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian
tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos
dinding indung telur.
Minggu ke-2, pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. 30 jam setelah dibuahi, sel telur akan
membelah menjadi dua. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi
menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula. Sel-sel mulai
berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah
bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium.
Minggu ke-3, sampai usia kehamilan 3 minggu, Ibu mungkin belum sadar jika sedang
mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding
rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4, Darah mulai mengalir dari plasenta ke janin. Plasenta adalah organ sistem sirkulasi
antara ibu dan embrio. Melalui plasenta ini, ibu memberi nutriens dan oksigen ke embrio.
Tumbuh jari-jari pada tangan, memiliki kaki, paha, dan organ dalam mulai tumbuh, seperti:
lidah, esofagus, dan lambung. Selain itu, ginjal, hati, kantung empedu, dan pankreas berkembang
untuk beberapa hari. Paru-paru mulai berkembang, kelenjar tiroid, dan lainnya terbentuk. Muka,
organ indera, dan organ reproduksi mulai terbentuk, dengan ukuran embrio sekitar 2 hingga
3,5mm, jantung mulai berdenyut dan sistem peredaran darah sudah melaksanakan fungsinya
meski masih dalam taraf yang sangat sederhana. Fungsi plasenta bagi janin sangat banyak. Dari
menyediakan hormon-hormon yang diperlukan untuk tumbuh kembang dan proses pembedaan
sesuai jenis kelamin janin, sampai mensuplai nutrisi dan oksigen. Di samping itu, ia juga
berfungsi sebagai alat pernapasan dan pembuangan sisa-sisa metabolism janin.
Tahap ini merupakan fase gastrula yaitu tahap pertumbuhan embrio berbentuk mangkuk
yang terdiri atas dua sel atau masa embrio dini setelah masa blastula yaitu struktur bulat, hasil
pembelahan zigot. Tahap kedua, yang disebut tahap embrio, berlangsung lima setengah minggu.
Tahap embrio mulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Dalam tahap
ini, sistem dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Meskipun bentuk luar masih
jauh berbeda dibandingkan manusia dewasa, beberapa bentuk seperti mata dan tangan, bahkan
telinga dan kaki mulai dapat dikenali.

Bulan Kedua
Minggu ke-5, embrio diperkirakan berukuran antara 5-7 mm. Pembentukan organ-organ tubuh
seperti telinga dan alat pencernaan makin sempurna.
Minggu ke-6, persentase perkembangan embrio sudah lebih besar dibanding dari minggu2
sebelumnya, yaitu 5 mm. Bentuknya melengkung seperti udang. Pada minggu ini kepala dan
leher sudah mulai muncul, dan mata yang letaknya masih berjauhan juga sudah ada. Selain itu
hidung yang masih berbentuk tonjolan sudah mulai terlihat walaupun masih kecil. Pada minggu
ini juga peredaran darah dan organ2 penting tubuh seperti ginjal, hati sistem pencernaan sudah
mulai terbentuk.
Minggu ke-7, di minggu ini besarnya embrio seukuran kuku jari kelingking atau 1 cm, tangan
sudah mulai ada dan berkembang dengan cepat. Tonjolan-tonjolan yang di minggu sebelumnya
masih tampak pada rangka, pada minggu ini sudah jelas.
Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-
rata sebanyak 60 kali gerakan dalam satu jam. Janin di usia dua bulan. Tubuh embrio semakin
menyerupai bayi. Cikal bakal mata janin tampak berupa dua bintik hitam.

Bulan ke tiga
Minggu ke-9, perkembangan janin di minggu ini, si embrio ganti nama, jadi janin. Panjang si
janin ini sekarang adalah 3 cm dengan berat sekitar 2 gr, dia sudah punya tangan yang besarnya
sekacang kapri dan jari sudah mulai terbentuk. Kaki sudah membentuk lutut dan jari. Di minggu
ini organ genital sudah mulai terlihat jelas.
Minggu ke-10, Panjang janin 4,5 cm dengan berat 5 gr. Rahang atas dan bawah sudah terbentuk
dan janin sudah mulai memproduksi air seni. Bentuk janin sudah hampir menyerupai manusia.
Darah dan sel-sel tulang mulai terbentuk.
Minggu ke-11, organ tubuh sudah terbentuk dengan lengkap dan mulai berfungsi. Panjang sekitar
6 cm, dengan berat 10 gr.Rambut, kuku pada jari tangan dan kaki sudah tumbuh. Janin sudah
mulai bergerak dan bisa meluruskan tubuhnya, bahkan mengubah posisinya.
Minggu ke-12, struktur yang telah terbentuk akan terus bertumbuh dan berkembang kian
sempurna. Di usia 3 bulan, sistem saraf dan otot janin mencapai tingkat kematangan. Selain
bernapas, kini janin juga mulai mampu mencerna makanan.

2. Pertumbuhan Janin Trimester Kedua


Pertumbuhan janin di trimester kedua ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan
pematangan fungsi seluruh jaringan dan organ tubuh.
Bulan Keempat
Minggu ke-13, panjang janin (dari puncak kepala sampai bokong) ditaksir sekitar 65-78 mm
dengan berat kira-kira 20 gram. Pada minggu ini, seluruh tubuh janin ditutupi rambut-rambut
halus yang disebut lanugo.
Minggu ke-16, panjang janin mencapai taksiran 12 cm dengan berat kira-kira 100 gram. Refleks
gerak bisa dirasakan ibu, meski masih amat sederhana, biasanya terasa sebagai kedutan. Di usia
ini, janin juga mulai mampu mengenali dan mendengar suara-suara dari luar kantong ketuban.
Termasuk detak jantung ibu bahkan suarasuara di luar diri si ibu, seperti suara gaduh atau
teriakan maupun sapaan lembut. Pada bulan keempat, janin sudah peka terhadap suara-suara dari
luar perut ibunya.
Bulan Kelima
Pada bulan kelima, berat dan panjang janin semakin semakin meningkat. Pada minggu ke-18
taksiran panjang janin adalah 14 cm dengan berat sekitar 150 gram. Pada minggu ke-21,beratnya
sekitar 350 gram dengan panjang kira-kira 18cm. Pada minggu ke-21 ini, berbagai sistem organ
tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan. Pada bulan kelima, janin mulai aktif
mencari tahu sekelilingnya. Di usia ini janin mulai aktif mencari tahu apa saja yang terdapat di
sekelilingnya, bahkan bagian dari kehidupannya. Dia sering meraba-raba kantonq amnion
(ketuban) dengan kedua tanganmungilnya. Kalau bosan bermain dengan kantong amnion, janin
akan mencoba menyentuh tubuhnya sendiri.
3. Pertumbuhan Janin Trimester Ketiga
Pada trimester ketiga, masing-masing fungsi organ tubuh semakin matang. Gerakan janin
makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya pun kian mudah
didengar.
Bulan Ketujuh
Pada minggu ke-29, berat janin sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm. Kelahiran
bayi prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan perkembangan
fisik maupun mentalnya. Pada minggu ke-32, berat bayi berkisar 1800-2000 gram dengan
panjang tubuh 42 cm.
Bulan Kedelapan
Pada minggu ke-33 berat janin lebih dari 2000 gram dan panjangnya sekitar 43 cm. Pada minggu
ke-35, secara fisik bayi berukuran sekitar 45 cm dengan berat 2450 gram, Namun yang
terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang fungsi paru-parunya. Ini sangat
penting karena kematangan paru-paru sangat menentukan kemampuan si bayi untuk bertahan
hidup.
Bulan Kesembilan
Pada minggu ke-36,berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm. Pada
minggu ke-37, dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi dikatakan siap lahir
karena seluruh fungsi organ-organ tubuhnya bisa matang untuk bekerja sendiri. Kepala bayi
biasanya masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir, kendati sebagian kecil di antaranya
dengan posisi sungsang. Pada minggu ke38, berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm.
Meski biasanya akan ditunggu sampai usia kehamilan 40 minggu, bayi rata-rata akan lahir di
usia kehamilan 38 minggu.
Di usia kehamilan 38 minggu, bayi mencapai berat sekitar 3250 gram dengan panjang sekitar 49
cm. Pada minggu ke-40, panjang bayi mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300 gram
dan siap dilahirkan. Beberapa jenis perawatan gigi yang boleh dilakukan pada setiap trisemester
kehamilan:
1. Trisemeste pertama, perawatan gigi yang boleh dilakukan adalah peningkatan oral hygiene,
pembersihan karang gigi, dan tindakan darurat.
2. Trisemeste kedua, dapat melakukan pembersihan karang gigi dan kuretase saku gigi,
penambalan gigi, perawatan saluran akar gigi, dan pencabutan gigi ( dengan persyaratan
khusus).
3. Trisemeste ketiga, saat usia kehamilan memasuki trisemeste ketiga, sebaiknya semua
tindakan dokter gigi ditunda tiga minggu sebelum melahirkan , kecuali darurat.
DAFTAR PUSTAKA

Eroschenko ,Victor P. ATLAS HISTOLOGI diFIORE Ed. Il.2012


http://digilib.uinsby.ac.id/2607/5/Bab%202.pdf
http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/mekanisme-dan-regulasi-apoptosis1.pdf
http://dosenbiologi.com/manusia/bagian-bagian-membran-embrio