Anda di halaman 1dari 6

MODUL 2

Biologi Gigi dan Jaringan Pendukung

Skenario 2

GIGI ITU KOMPLEKS

Andi (20 th) mengeluh gigi gerahamnya sakit sejak kemarin. Gigi tersebut terasa ngilu
saat mengunyah makanan. Karena tidak nyaman dengan kondisi tersebut Andi pergi untuk
memeriksakan gigi ke dokter gigi Wita.

Saat diruang tunggu Andi melihat poster mengenai gigi dan jaringan pendukungnya.
Saat berkonsultasi dengan dokter gigi, Andi menceritakan keluhannya. Dokter gigi
menjelaskan bahwa sakit yang dirasakan disebabkan karena adanya perubahan pada
molekul biokimia gigi, sehingga merangsang pembuluh darah, limfa dan saraf dimana
molekul-molekul tersebut bisa dilihat secara mikroskopis. Apabila gigi tidak segera dirawat,
bakteri akan menyebar ke jaringan pendukung gigi. Oleh karena itu, dokter menyarankan
kepada Andi untuk menjaga kesehatan mulutnya dan rajin kontrol ke dokter gigi. Akhirnya
Andi mulai mengerti bahwa ternyata gigi itu memiliki struktur yang sangat kompleks.

Bagaimana saudara membantu menjelaskan kepada Andi?


Langkah Seven Jumps :
1. Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang
dapat menimbulkan kesalahan interpretasi
2. Menentukan masalah
3. Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior knowledge
4. Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan dan
mencari korelasi dan interaksi antar masing-masing komponen untuk membuat
solusi secara terintegrasi
5. Memformulasikan tujuan pembelajaran/ learning objectives
6. Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain
7. Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh

URAIAN

Langkah I
Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan hal-hal yang dapat
menimbulkan kesalahan interpretasi.
- Biokimia : Ilmu yang mempelajari tentang peranan molekul dalam reaksi kimia pada
makhluk hidup
- Jaringan Pendukung : Jaringan yang berfungsi dalam pengokohan gigi agar terletak
normal dan tidak mengalami gangguan
- Molekul : gabungan dari beberapa unsur
- Mikroskopis : ukuran yang sangat kecil atau diperkecil
- Struktur kompleks : Struktur rumit yang berfungsi dan berhubungan satu sama lain

Langkah II
Menentukan masalah
1. Mengapa bisa terjadi perubahan molekul biokimia pada gigi?
2. Kenapa perubahan molekul biokimia pada gigi bisa menyebabkan sakit?
3. Apa saja jaringan pendukung gigi?
4. Bagaimana fiisiologi jaringan pendukung gigi?
5. Apa saja struktur mikroskopis gigi?
6. Hubungan kebersihan mulut dengan rasa sakit pada jaringan pendukung gigi?

Langkah III
Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior knowledge
1. Bisa terjadi karena pengaruh makanan. pH di dalam mulut adalah netral, dan
makanan yang masuk bersifat asam. Bergabung membentuk molekul baru, maka
berubahlah molekul biokimia pada gigi yang dapat memicu karies dll.
2. Karena perubahan pH mulut, terjadi perubahan molekul. Jadi, saraf mengirimkan
impuls ke otak bahwa pH dan molekul biokimia berubah, sehingga timbul efeknya
rasa sakit. Perubahan molekul pada gigi dapat menyebabkan karies, sehingga
merangsang saraf pada pulpa gigi sehingga timbul rasa sakit.
3. a. Ligamen periodontal
b. Sementum
c. Gingiva
d. Proc. Alveolar
4. Fisiologi jaringan periodontal
Ligamen priodontal
Fungsi : Menghubungakn gigi dan tulang alveolar
Struktur penyusun utama adalah kolagen untuk regenerasi ligamen
Sementum
Fungsi : - menyusun ligaen periodontal
- menutupi akar gigi
- mempertahankan gigi pada ligamen periodontal
Terbagi menjadi : - primer
- sekunder terjadi penebalan karena tekanan
Gingiva
Fungsi : - menutupi tulang alveolar dan akar gigi ke arah coronal dari
hubungan sementum enamel
Terbagi : - bebas
- attachment
- interdental paling penting, tempat berakhirnya bakteri dan
berbentuk piramid
Proc. Alveolar
Fungsi : membentuk saluran tulang yang membentuk akar gigi
5. 1. Email : tersusun oleh prisma email. Terdiri atas Anorganik 93,95% yaitu kristal
Hidroksiapatit yang membuat gigi seperti keramik dan larut dalam asam. Organik
1%, air 4% dan kolagen 0,6%
2. Dentin : anorganik 70%, air 12%, kolagen 18%. Yang berbentuk saluran disebut
tubuli dentin, berisi sel odontoblas.
3. Pulpa : terdiri dari jaringan ikat longgar. Berisi odontoblas, glikosaminoglikan,
firoblas, serabut kolagen halus.
4. Sementum : 50% calcium
6. Jika mulut tidak bersih maka kotoran dan bakteri akan merusak jaringan pendukung,
sehingga menyebabkan penyakit (ex: infeksi)
Sisa makanan yang tertinggal pada gigi akan membusuk, sehingga terjadi asam dan
akan menyebabkan karies dan plak menyebabkan abrasi. Mulut bersih mencegah
pembusukan karena pH mulut akan kembali netral

Langkah IV
Membuat skema atau diagram dari komponen-komponen permasalahan dan mencari
korelasi dan interaksi antar masing-masing komponen untuk membuat solusi secara
terintegrasi.

Andi (20th)

Gigi ngilu

Merangsang
Biologi Gigipembuluh darah,
dan Jaringan
Terjadi perubahan molekul Histologi Jaringan
Histologi Gigi saraf dan limfa
Pendukung Pendukung
biokimia pada gigi
Langkah V
Memformulasikan tujuan pembelajaran/ learning objectives
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan struktur dan fisiologi jaringan
pendukung pada gigi
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan alasan perubahan molekul biokimia
pada gigi
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskanhistologi gigi
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan histologi jaringan pendukung
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskanpu;pa dentinal kompleks dan
inervasi pulpa

Langkah VI
Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain

Langkah VII
Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh

URAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Struktur dan Fisiologi Jaringan Pendukung pada Gigi


A. Gingiva

Ginggiva merupakan bagian mukosa rongga mulut yang mengelilingi gigi dan linggir
(ridge) alveolar. Berfungsi melindungi jaringan dibawah perlekatan gigi terhadap pengaruh
lingkungan rongga mulut.
Gingiva disebut juga sebagai mukosa oral dan dibagi menjadi 3 tipe :
Mukosa mastikasi : bagian yang menempel pada batasan bawah tulang dan
diselimuti parakeratin atau epitelium keratin. Contoh : gingiva yang menutupi
jaringan palatum durum.
Mukosa dasar : komposisi jaringan lunak dengan bagian yang tidak menempel
dengan struktur batasan bawah dan diselimuti oleh epitelium keratin. Contoh :
bibir, pipi, dasar mulut, permukaan inferior dari lidah, palatum mole, uvula dan
mukosa alveolar.
Mukosa special : mukosa ini menutupi dorsal lidah dan beradaptasi dengan
memiliki sensasi perasa

Gingiva dapat dilihat sebagai fitur klinis atau secara anatomi dapat dibedakan menjadi
antara lain :

a) Marginal Gingiva.

Marginal gingiva merupakan bagian tepi gingiva yang menyelimuti gigi seperti
kerah pada baju. Pada 50% kasus, Lapisan ini terletak pada daerah koronal dari bagian
gingiva yang lain, batas marginal gingiva dengan attached gingiva ditandai dengan adanya
cerukan dangkal yang disebut free gingival groove. Marginal gingiva umumnya memiliki
lebar 1mm, membentuk dinding jaringan lunak dari sulkus gingiva. Marginal gingiva dapat
dipisahkan dengan permukaan gigi dengan menggunakan probe periodontal.

Marginal ginggiva berbatasan dengan gingiva cekat oleh suatu indentasi (lekukan)
yang dinamakan alur gusi bebas (free gingival groove). Alur gusi bebas berada pada level
yang setentang dengan tepi apikal epitel penyatu, tetapi tidak berarti bahwa level-nya
setentang dengan dasar sulkus gingiva. Alur gusi bebas hanya dijumpai pada 50% individu,
dan ada atau tidaknya alur tersebut pada individu tidak dapat dikaitkan dengan terinflamasi
atau tidaknya gingiva.

b) Attached gingiva
Attached gingiva berhubungan dengan marginal gingiva. Ini terlihat jelas dan erat
terikat pada dasar periosteum tulang alveolar. Gingiva melekat dan meluas ke mukosa
alveolar yang relatif longgar dan bergerak. Attached gingiva adalah jarak antara
mukogingival junction dna proyeksi pada permukaan eksternal dari bawah sulkus gingiva
atau poket periodontal.
Lebar gingiva tergantung dari bentuk wajah dan mulutnya. Yang terbesar umumnya
diwilayah insisivus (3,5 4,5 mm pada rahang atas dan 3,3 3,9mm di mandibula) dan
berkurang dibagian posterior, dengan lebar paling tidak di daerah premolar
pertama (1,9 mm pada rahang atas dan 1,8 mm di mandibula).
Karena mukogingival junction tidak bergerak sepanjang hidup manusia, perubahan
lebar pada attached gingiva disebabkan oleh pembentukan akhir koronal. Lebar attached
gingiva meningkat dengan usia dan pada gigi supraerupted. Pada aspek lingual mandibula ini,
attached gingiva berakhir di muko-alveolar junction yang dilapisi selaput lendir di dasar
mulut. Permukaan palatal dari gingiva melekat pada rahang atas yang terlihat bercampur
dengan mukosa dan palatum durum.
c) Interdental Gingiva
Interdental gingiva menempati embrassure gingiva, yang merupakan ruang
interproksimal dibawah daerah kontak gigi. Interdental gingiva dapat berbentuk piramidal
atau memiliki col. Pada yang pertama, ujung satu papila terletak langsung dibawah titik
kontak, yang terakhir menyajikan depresi valley-like yang menghubungkan fasial dan lingual
papilla serta sesuai dengan bentuk kontak interproksimal.
Bentuk gingiva dalam ruang interdental tergantung pada titik kontak antara dua
gigi yang berdampingan dan ada atau tidak adanya beberapa derajat resesi. Permukaan
lingual dan fasial meruncing ke arah bidang kontak interproksimal, dan permukaan mesial
dan distal sedikit cekung. Batas lateral dan ujung papilla interdental dibentuk oleh lanjutan
dari gingiva marginal dari gigi yang berdekatan. Jika diastema hadir, gingiva secara tegas
terikat atas tulang interdental dan bentuk permukaan, halus bulat tanpa papilla intedental.