Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN ON THE JOB TRAINING

PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
On The Job Training (OJT) merupakan kurikulum wajib yang harus
ditempuh oleh mahasiswa D3 Jurusan Teknik Mesin Alat Berat, Politeknik
Negeri Madura (POLTERA). Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah
pengetahuan dan pengalaman tentang dunia industri mahasiswa yang dapat
menunjang pengetahuan teoritis yang diperoleh dari materi perkuliahan,
sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap
dan mampu untuk berkompetisi ketika memasuki dunia kerja. Selain maksud di
atas, kerja praktek menjadi salah satu pendorong utama bagi tiap-tiap mahasiswa
untuk mengenal kondisi di lapangan kerja dan untuk melihat keselarasan antara
ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan aplikasi praktis
di dunia kerja.
PT. Ridlatama Bahtera Construction Sebagai salah satu perusahaan
yang bergerak dibidang kontruksi yang didalam operasinya banyak melibatkat
hal-hal teknis yang berkaitan dengan Mechanical, dan Heavy Equipment dimana
dasar ilmu tersebut diperoleh pada bangku kuliah. Dengan adanya kerja praktek
yang merupakan salah satu mata kuliah wajib diharapkan dapat menjadi salah
satu pendorong bagi mahasiswa untuk mengenal kondisi lapangan kerja dan
melihat keselarasan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam perkuliahan
dengan aplikasi praktis di dunia kerja.
1.2. Tujuan
Tujuan pelaksanaan kerja praktek di PT. Ridlatama Bahtera
Construction dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1.2.1

Tujuan Umum
1. Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas, dan terarah
antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna
output-nya.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

2. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam


memberikan konstribusi pada sistem pendidikan Nasional.
3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan
memahami aplikasi ilmunya di dunia industri pada umumnya
serta mampu menyerap dan bersosiasi dengan dunia kerja secara
utuh.
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di
dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah
secara utuh.
1.2.2

Tujuan Khusus
1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus
ditempuh sebagai persyaratan akademis di Jurusan Teknik Mesin
Alat Berat (POLTERA).
2. Mengenal lebih lanjut tentang teknologi yang sesuai

dengan

bidang yang telah dipelajari di Jurusan Teknik Mesin Alat Berat


(POLTERA).
3. Mengetahui lebih lanjut mengenai proses perawatan alat berat di
PT. Ridlatama Bahtera Construction.
1.3.

Metode Pengumpulan Data


Dalam pengumpulan data yang dibutuhkan sesuai materi yang dibahas

diperoleh dengan beberapa cara antara lain:


1. Studi lapangan atau observasi aktifitas pada tempat OJT.
2. Studi literatur untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
3. Wawancara terhadap narasumber yang bersangkutan guna mendapatkan
informasi secara detail.
1.4. Batasan Masalah
Mengingat luasnya bidang kerja yang ada serta terbatasnya alokasi waktu
yang tersedia, maka diambil batasan masalah dalam laporan ini. Adapun batasan
masalahnya yang diambil adalah troubleshooting yang terjadi pada kampas
kopling transmisi unit Dump Truck Nissan CWB

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAN

2.1. Profil Perusahaan


PT. Ridlatama Bahtera Construstion didirikan oleh sekelompok
profesional yang berpengalaman di beberapa bidang keahlian. PT. Ridlatama
Bahtera Construction berdiri sejak tahun 2008. PT. Ridlatama Bangun Usaha
merupakan anak usaha dari PT. Ridlatama Bahtera Construction dengan
pengalaman dibidang Asphalt mixing equipment, Contactor general dan Road
building equipment lebih dari 8 tahun.
2.2. Produk
PT. Ridlatama Bahtera Construstion memiliki beberapa produk yang
telah banyak beredar di pulau Jawa . Banyak Daerah yang telah menggunakan
jasa pembuatan aspal jalan melalui PT. Ridlatama Bahtera Construstion.
Beberapa Produk yang ada adalah sebagai berikut:
1. Asphalt mixing equipment
2. Contactor General
3. Road building equipment
2.3. Kebijakan Perusahaan tentang Safety dan Lingkungan
Sebagai perusahaan yang memiliki lingkup kerja beresiko akan
terjadinya kecelakaan kerja, maka K3 di lingkungan PT. Ridlatama Bahtera
Construstion sangatlah diperhatikan untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan. Aktivitas rutin untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan dan
kesehatan kerja di Ridlatama Bahtera Construstion sepenuhnya menjadi
tanggung jawab karyawan dalam lingkup organisasi perusahaan.
Di PT. Ridlatama Bahtera Construstion, setiap karyawan yang bekerja di
workshop maka diwajibkan menggunakan Alat Pelindung diri yaitu:
1. Helm
2. Sepatu Safety
3. Seragam kerja

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

4. Id Card
Dilingkungan PT. Ridlatama Bahtera Construstion juga terdapat beberapa
alat penunjang keselamatan seperti :
1. P3k
2. Apar

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1. Dump Truck
Dump truck adalah kendaraan jenis yang digunakan untuk mengangkut
bahan material seperti pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan konstruksi.
Dump truck dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak
jauh (500 meter - up). Isi muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk
membongkar muatannya alat berat ini dapat bekerja sendiri dengan mengangkat
bagian bak dengan menggunakan teknologi hidrolik.
Secara umum, dump truk dilengkapi dengan bak terbuka yang
dioperasikan dengan bantuan hidrolik, bagian depan dari bak itu bisa diangkat
keatas dan bagian belakang bak berfungsi sebagai engsel atau sumbu putar
sehingga memungkinkan material yang diangkut bisa melorot turun ke tempat
yang diinginkan. Dump truck biasa digunakan dalam industri pertambangan
untuk memindahkan material hasil tambang ataupun material tanah. Kapasitas
sebuah Off-Road Mining Dump Truck ditentukan oleh kapasitas dump bodynya. Adapun unit Dump Truck ditunjukkan oleh Gambar 3.1.

Gamar 3.1 Dump Truck


3.2.

Pengertian dan Fungsi Kopling


Kopling adalah satu bagian yang mutlak di perlukan pada mobil-mobil

bensin, diesel dan jenis lainnya di mana penggerak utamanya di peroleh dari
hasil pembakaran di dalam silinder mesin.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

3.2.1. Fungsi Kopling


1. Untuk memutus dan menghubungkan putaran dari dari flywheel
ke poros input transmisi.
2. Untuk memperlembut perpindahan gigi (1,2,3,4,5,r).
3.

Untuk memungkinkan kendaraan tidak berjalan pada saat mesin


hidup dan gigi perseneling tidak pada posisi netral.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:


1. Mampu menahan adanya kelebihan beban.
2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh
gerakan dari elemen lain.
3.

Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.

4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.


3.2.2. Jenis-jenis Kopling
1. Kolping Gesek (Fraction Clutch)
Sistem kopling gesek adalah sistem kopling yang
melakukan perpindahan gaya dengan cara memanfaatkan gaya
gesek yang terjadi pada bilang gesek. Dilihat dari bentuk bilang
geseknya kopling dibagi menjadi 2 antara lain:
1. Kopling piringan (Disc clutch) adalah unit kopling dengan
bidang gesek berbentuk piringan atau disc.
2. Kopling konis (Cone clutch) adalah unit kopling dengan
bidang gesek berbentuk konis.
Jika kita lihat dari jumlah penggunaan piringan/plat dibedakan
lagi menjadi 2 yaitu :
a.

Kopling plat tunggal (Single Plate Clutch)


Kopling plat tunggal adalah unit kopling dengan jumlah
pirngan koplingnya hanya Satu. Ditunjukkan pada gambar
3.2

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

Gambar 3.2 Kopling Plat Tunggal (Single Plate Clutch)


Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai
berikut:
1) Piringan Kopling ( disc clutch )
piringan kopling, pelat kopling atau friction disc
/piringan gesek, atau kanvas kopling. Plat kopling bagian
tengahnya berhubungan slip dengan poros transmisi.
Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang
pemasangannya di keling. Ditunjukkan pada gambar 3.3

gambar 3.3 Piringan Kopling ( Disc clutch )


2) Plat Penekan dan Rumahnya (Pressure Plate)
Unit ini yang berfungsi untuk menekan/menjepit kampas
kopling hingga terjadi perpindahan tenaga dari mesin ke
poros transmisi.untuk kemampuan menjepitnya, plat
tekan didukung oleh pegas kopling. Pegas kopling paling
tidak ada dua macam, yaitu dalam bentuk pegas coil dan
diafragma atau orang umum menyebutnya sebagai
matahari. Kontruksinya seperti terlihat pada berikut ini.
Ditunjukkan pada gambar 3.4

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

Gambar 3.4 Plat Penekan dan Rumahnya (Pressure


Plate)
3) Clutch Release atau Throw out Bearing
Unit ini berfungsi untuk memberikan tekanan yang
bersamaan pada pressure plate lever dan menghindarkan
terjadinya gesekan antara pengungkit dengan pressure
plate lever untuk pegas coil. Sedangkan yang pakai pegas
difragma langsung keujung pegas. Bantalan tekan ini ada
tiga macam. Ditunjukkan pada gambar 3.5

Throw out Bearing


Gambar 3.5 Clutch Release atau Throw out Bearing
4) Throwout lever/clutch Fork/Plate Lever
Berfungsi untuk menyalurkan tenaga pembebas kopling.
Konstruksi di atas berarti plat tekan bersama rumahnya
dipasang menggunakan baut pada fly wheel. Sementara
plat kopling dipasang diantara fly wheel dengan pelat
tekan, dan bagian tengahnya dihubungkan dengan poros
transmisi dengan sistem sliding. Dengan demikian
prinsip dasar bekerjanya kopling gesek dengan plat
tunggal yang banyak digunakan pada kendaraan roda
empat ini. Ditunjukkan pada gambar 3.6

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

Gambar 3.6 Throwout lever/clutch Fork/Plate Lever

1. Kopling Gesek Ganda


Kopling gesek plat ganda banyak digunakan pada
kendaraan ringan seperti sepeda motor dan dalam kerjanya
Tercelup di dalam oli mesin. Ditunjukkan pada gambar 3.7

Gambar 3.7 Kopling Gesek Ganda


Konstruksi kopling gesek plat ganda menggunakan dua
jenis plat, yaitu plat gesek dan plat kopling. Plat gesek tanpa
lapisan kanvas, seluruhnya dari logam. Sedangkan plat
kopling pada bagian yang bersentuhan dengan plat gesek
dilapisi dengan kanvas pada kedua sisinya. Jumlah dan
lebar plat sangat ditentukan besarnya tenaga yang akan
dipindahkan.
Rangkaian kopling tersebut terdiri dari satu plat tekan yang
ditekan oleh 4 sampai 6 buah pegas kopling.terdapat 4 buah
plat gesek dan 4 buah plat kopling yang dijepit oleh plat
tekan.

Plat

kopling

dipasang

pada

rumah

yang

disambungkan dengan roda gigi yang berhubungan dengan


transmissi. Sementara plat gesek dipasang pada dudukan

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

plat gesek yang disambungkan dengan roda gigi

primer

yang berhubungan dengan poros engkol.


Pada saat batang pembebas tidak ada tekanan, maka plat
tekan menekan/menjepit plat kopling dan plat gesek secara
bersama, sehingga terjadi aliran tenaga dari mesin ke roda
gigi primer, ke plat gesek, pindah ke plat kopling, dan
Keroda gigi yang berhubungan dengan transmisi.
2. Kopling Fluida
Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada
hubungan antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok
untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar.

Gambar 3.8 Kopling Fluida


Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan
tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula
pada waktu terjadi pembebanan lebih. Penggerak mula tidak
akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.
Ditunjukkan pada gambar 3.8.
Sistem pengoperasian kopling untuk kendaraan berat
seperti Bus, Truk, atau alat berat lainnya, sering dilengkapi
dengan Booster. Booster adalah unit perlengkapan yang
dipergunakan untuk meringankan tenaga untuk mengoperasikan
kopling.

Perlengkapan

ini

dioperasikan

menggunakan

kevacuman, pada mesin diesel biasanya diambil dari pompa

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

10

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

vacum yang dipasang pada sisi belakang alternator. Untuk


membandingkan antara sistem yang pakai boster dengan sistem
yang tidak menggunakan booster dapat dilihat pada gambar
berikut ini.

Keduanya

menggunakan

sistem

hidrolis,

yang

menggunakan boster, unit boster dipasang pada silinder slave.


Ditunjukkan pada gambar 3.8

Gambar 3.8 Sistem Kopling Munggunakan Booster Type


3.3.

Kompone Utama Kopling


3.3.1.

Roda Penerus ( flawheel )

Selain sebagai penstabil putaran mobil ,roda penerus juga berfungsi


sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling.

Gambar 3.3.1 flaywheel

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

11

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

3.3.2.

Clutch cover

Clutch cover berfungsi sebagai tempat utama pada sistem kopling


manual yang dimana didalamnya terdapat komponen-komponen
lainnya yang mendukung kerja kopling lebih sempurna.

selain itu clutch cover menghimpit disc plate dengan fly wheel
supaya putaran disc plate dengan fly wheel berrotasi bersama saat
pedal kopling tidak diinjak. Ditunjukka pada gambar 3.2.1

Gambar 3.2.1 : kontruksi clutch cover


3.3.3.

Pelat Penekan ( presure plate )

Berfungsi sebagai bidang gesek pada clutch vover untuk mengjhimpit


disc clutch dengan flywheel. Pressure plate diatur kerjanya oleh
diafragma spring dang berotasi bersamaan dengan clutch cover.
Ditunjukkaan pada gambar 3.3.3.

Gambar 3.3.3 pressure plate

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

12

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

3.3.4.

Disc cluct
berfungsi sebagai penerus putaran dan bidang gesek antara

flywheel dengan presure plat dan clutch cover.

disc plate bekerja sama dengan unit clutch cover untuk


meneruskan putaran dari flywheel ke input shaft transmisi.
Ditunjukkan pada gambar 3.3.5.

Gambar 3.3.5 : konstruksi clutch disc

3.4.

Cara Kerja Kopling


Pada saat pedal kopling ditekan/diinjak, ujung tuas akan mendorong

bantalan luncur kebelakang. bantalan luncur akan menarik plat tekan melawan
tekananpegas.
Pada saat pelat tekan bergerak mundur, pelat kopling terbebas dari roda
penerus dan perpindahan daya terputus. bila tekanan pedal kopling dilepas,
pegas kopling akan mendorong pelat tekan maju dan menjepit pelat kopling
dengan roda penerus dan terjadi perpindahan daya. Pada saat pelat tekan
bergerak kedepan,pelat kopling akan menarik bantalan luncur, sehingga pedal
kopling kembali ke posisi semula. selain secara mekanik, sebagai mekanisme
pelepas hubungan.
Sekarang sudah banyak digunakan sistem hidrolik dan booster. secara
umum, sistem hidrolik dan hidrolik booster adalah sama. perbedaannya adalah

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

13

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

pada sistem hidrolik booster , digunakan booster untuk memperkecil daya tekan
pada pedal kopling. pemilihan sistem yang digunakan disesuikan dengan
kebutuhan.
Pada sistem hidrolik, pada saat pedal kopling ditekan, maka batang
penerus akan mendorong piston pada master silinder kopling, fluidapada sistem
akan meneruskan daya ini keselinder pada unit kopling, dan piston silinder unit
kopling akan mendorong tuas, dan seperti pada sistem mekanik, pelat kopling
terlepas, sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi terputus Cara kerja
sistem hidrolik ini sama seperti cara kerja pada sistem rem.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

14

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

BAB IV
PEMBAHASAN
Pada pembahasan dijelaskan mengenai objek yang dijadikan sebagai bahan
penelitian, yaitu unit Dump truck nissan CWB, trouble yang terjadi pada Dump
truck nissan CWB, dan cara mengatasi trouble yang terjadi pada Dump truck
nissan CWB.

4.1.

Unit dump truck nissan CWB


Dump Truck Nissan CWB di PT. Ridlatama Bahtera Construction

beroperasi selama 24 jam dalam sehari. Seiring berjalannya waktu dan semakin
bertambahnya umur unit, dump truck nissan CWB mengalami banyak kerusakan
(trouble). Pada penelitian ini, penulis membahas mengenai trouble yang terjadi
pada sistem kopling pada unit dump truck nissan CWB di PT. Ridlatama Bahtera
Construction. unit dump truck nissan CWB yang ditunjukkan oleh Gambar 4.1.

Gambar 4.1 unit Dump Truck Nissan CWB


4.2.

Trouble yang terjadi pada pada sistem kopling dump truck nissan

CWB
Troubleshooting merupakan sebuah bentuk pemecahan masalah pada
kasus kerusakan yang terjadi pada kampas kopling unit dump truck nissan CWB
di PT. Ridlatama Bahtera Construction. Troubleshooting dilakukan dengan
mencari sumber yang menjadi penyebab masalah tersebut dan kemudian mencari
pemecahan permasalahan yang terjadi, sehingga unit tersebut bisa beroperasi
kembali. Tahap troubleshooting pada sistem kopling antara lain sebagai berikut:

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

15

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

4.2.1. Tahap pengecekan unit.


1. Melakukan pertanyaan kepada supir mobil gejala yang muncul.

Apakah tercium bau hangus pada mobil saat mobil jalan


menanjak.

2. Melakukan pengecekan pada unit dump truck nissan CWB antara


lain:
a. mesin dihidupkan tarik hendrem
b. masukkan gigi 1 lepas kopling perlahan-lahan, kaki kanan
dalam posisi menginjak rem dan gas perlahan-lahan.
c. Jika pedal kopling sudah terlepas tetapi mesin tidak mati,
maka kampas kopling sudah haus
3. Apabila suatu unit terdapat gejala seperti diatas maka dapat di
indikasikan bahwa terjadi kehausan pada kampas kopling.
4. Menempatkan unit pada tempat yang datar.untuk melakukan
perbaikan
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, trouble yang terjadi pada
dump truck nissan CWB adalah terjadinya keausan kampas kopling
yang ditunjukan pada gambar 4.2

Gambar 4.2 Kampas Kopling Haus


4.2.2

Identifikasi Trouble pada kampas kopling unit Dump Truck Nissan


CWB
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dianalisa
bahwa faktor penyebab keausan pada kampas kopling pada unit dump
truck nissan CWB antara lain sebagai berikut:

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

16

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

1. Kampas kopling terlalu menekan pada fleywheel dan cluch


cover.
2. Beban (muatan) terlalu berat
4.2.3

Cara mengatasi trouble pada kampas kopling unit Dump Truck


Nissan CWB
Cara mengatasi trouble pada kampas kopling unit Dunp Truck
Nissan CWB ada beberapa tahapan, yaitu tahap pembongkaran
(dissasembly), tahap repair dan tahap pemasangan (assembly).
1. Tahapan pembongkaran (disassembly) kampas kopling
a. Alat-alat yang digunakan:
-

Kukci kombinasi (10, 12, 14, 17, 19 dan 24)

Kunci shock (14, 24 dan 19)

Stang shock

b. Alat bantu:
-

Tali tambang

Rantai

Chain Block Vital (1 Ton x 3M)

Satu unit excavator (untuk mengangkat transmisi)

c. Posisiskan

dump

truck

dengen

Gerakan

unloading

(pengangkatan bak) dan kabin. Ditunjukan pada gambar 4.3

Gambar 4.3 Gerakan Unloading


d. Melepas baut propeller shaft
e. Melepas semua komponen yang terhubung dengan transmisi
f. Melepas baut penghubung antara transmisi dengan engine
(cover transmisi)

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

17

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

g. Pisahkan transmisi dengan engine dengan cara diangkat oleh


oleh excavator.
h.

Lepaskan baut clucth cover dengan tranmisi menggunakan


kunci 12 shock. Ditrunjukkan pada gambar 4.4

Kunci shock
12

Gambar 4.4 Pelepasan Baut Clucth Cover


i. Lepas kampas kopling yang udah haus (tipis). Ditunjukkan
pada gambar 4.5

Gambar 4.5 Pelepasan Kampas Kopling


2. Tahap Repair dan Pemasangan (Assembly),
Pada tahap repair, dilakukan penggantian komponen
kampas kopling

yang mengalami keausan. Langkah-langkah

penggantian komponen kanpas kopling

antara lain sebagai

berikut:

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

18

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

a. Siapkan kampas kopling baru seperti pada gambar 4.6

Gambar 4.6 Kampas Kopling Baru


b. pasang kampas kopling dan clucht cover pada fleywheel,
setelah clucht cover terpasang lalau pasang baut pengikat
clucth cover dengan kunci 14 shock. Ditunjukkan pada gambar
4.7.

Gambar 4.7 pemasangan Kampas Kopling dan clucht cover


pada fleywheel
catatan: posisi kampas kopling jangan sampai kebalik
c. memasang

transmisi

dengan

cara

mengankat

transmis

menggunakan excavator sampai ketinggian transmisi sama


dengan clucth cover kemudian dorong transmisi maju sampai
poros transmisi masuk ke dalam poros kopling ( clutch hub )
d. memasang

baut

pengikat

transmisi

dengan

engine

menggunakan kunci 14 shock


e. memasang poros propeller shaft tranmisi dan deffrensial

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

19

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

f. memasang kembali komponen komponen lainnya yang


berhubungan dengan transmisi
g. mencoba menjalankan dump truck dengan cara mengetes
kopling yang udah diperbaiki
4.3. Jadwal Kerja OJT
Jadwal kerja OJT (schedule praktek kerja) terlampir.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

20

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
5.1.1. Kesimpulan laporan
Berdasarkan hasil kegiatan OJT yang telah dilaksanakan di
PT. Ridlatama Bahtera Construction, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Trouble yang dialami sistem kopling

pada unit dump truck

nissan CWB adalah: terjadi kehausan pada kampas kopling


2. Faktor penyebab keausan pada kampas kopling dump truck
nissan CWB antara lain sebagai berikut:
a. Kampas kopling terlalu menekan pada fleywheel dan
cluch cover .
b. Beban atau muatan terlalu berat
3. Cara mengatasi trouble yang dialami sistem kopling pada unit
dump truck Nissan CWB ada beberapa tahapan. Tahapantahapan tersebut antara lain sebagai berikut:
a.

Tahap pembongkaran (dissasembly)

b.

Tahap repair

c.

Tahap pemasangan (assembly)

5.1.2. Kesimpulan On the Job Training


Berdasarkan hasil kegiatan OJT yang telah dilaksanakan di PT.
Ridlatama Bahtera Construction selama satu bulan, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1.

Kami bisa menerapkan teori yang telah kami dapat dari


kampus ke dunia kerja.

2. Kami bisa mendapatkan ilmu baru berdasarkan pengalaman


mekanik, yang belum pernah diajarkan di teori kampus.
3. Kami bisa mendapatkan pengalaman di dunia kerja.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

21

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

5.2. Saran
5.2.1. Saran laporan
1 Hindari muatan yang melebihi batas maksimum dump truck
Nisssan CWB agar kampas kopling tidak cepat haus.
2 Perlu dilakukan pengecekan sistem kopling secara berkala untuk
meminimalisir trouble yang terjadi pada dump truck nissan CWB
5.2.2. Saran untuk perusahaan
1 Perlu adanya penerapan sistem K3 terhadap para karyawan.
2 Setiap mekanik diberikan 1 set Repair tool agar menghemat waktu
perbaikan, selama ini kendala yang kami hadapi adalah
kelengkapan dan ketersediaan Repair tool kurang memadai.
3 Hindari pencemaran lingkungan seperti : membuang solar dan oli
langsung ke tanah, dll.
4 Memperhatikan jenjang karir para karyawan.
5 Perlu diadakan perawatan berkala bagi semua unit agar unit siap
beroperasi apabila dibutuhkan.

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

22

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

DAFTAR PUSTAKA
http://alat-berat07.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-dump-truk-jenis-dan
bagian.html
http://www.viarohidinthea.com/2014/10/sistem-kopling-mekanik-pada-mobil.html
http://jinzcaluthax.blogspot.co.id/2013/07/perbaikan-sistem-kopling-terbaru.html
http://danialmandala.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-fungsi-komponen-carakerja_2148.html
http://junda08.blogspot.co.id/

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura

23

DAFTAR ISI
BAB I...... 1
1.1. Latar Belakang

1.2. Tujuan 1
1.2.1

Tujuan Umum.........................................................................................1

1.2.2

Tujuan Khusus........................................................................................2

1.3. Metode Pengumpulan Data


1.4. Batasan Masalah

BAB II..........................................................................................................................4

2.1. Profil Perusahaan

2.2. Produk 4
2.3. Kebijakan Perusahaan tentang Safety dan Lingkungan

BAB III.........................................................................................................................6
3.1. Dump Truck

3.2. Pengertian dan Fungsi Kopling

3.2.1.

Fungsi Kopling.......................................................................................7

3.2.2.

Jenis-jenis Kopling.................................................................................7

3.3. Kompone Utama Kopling

12

3.3.1.

Roda Penerus ( flawheel ).....................................................................12

3.3.2.

Clutch cover..........................................................................................12

3.3.3.

Pelat Penekan ( presure plate ).............................................................13

3.3.4.

Disc cluct..............................................................................................13

3.4. Cara Kerja Kopling

14

BAB IV.......................................................................................................................16
4.1. Unit dump truck nissan CWB 16

LAPORAN ON THE JOB TRAINING


PT. RIDLATAMA BAHTERA CONSTRUCTION

4.2. Trouble yang terjadi pada pada sistem kopling dump truck nissan CWB
.....................................................................................................................16
4.2.1.

Tahap pengecekan unit..........................................................................17

4.2.2

Identifikasi Trouble pada kampas kopling unit Dump Truck Nissan

CWB

...............................................................................................................17

4.2.3

Cara mengatasi trouble pada kampas kopling unit Dump Truck Nissan

CWB

...............................................................................................................18

BAB V........................................................................................................................22
5.1 Kesimpulan

22

5.1.1.

Kesimpulan laporan..............................................................................22

5.1.2.

Kesimpulan On the Job Training..........................................................22

5.2. Saran 23
5.2.1.

Saran laporan........................................................................................23

5.2.2.

Saran untuk perusahaan........................................................................23

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................24

Program Studi D3 Teknik Mesin Alat Berat


Politeknik Negeri Madura