Anda di halaman 1dari 3

Pemeliharaan / Perawatan Sistem Pendingin

Pemeliharaan sistem pendinginan dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur sesuai dengan
buku petunjuk dari pabrik pembuatan mesin itu sendiri.
Menurut Wiranto Arismunandar dan Koichi Tsuada (1983), pemeliharaan sistem
pendinginan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Periksa isi air pendingin apakah masih ada atau tidak.
2. Supaya proses pendinginan dapat berlangsung dengan baik, bersihkan mesin dari
kerak atau kotoran setiap 250 jam atau dua kali dalam setahun dengan membuka
keran pembuangan dan masukkan air yang bersih.
Sistem pendinginan yang tidak terkontorol dengan baik dapat menggangu kelancaran
operasional engine/mesin, menurunkan performa dan bisa membuat fatal pada mesin. Over
heating juga bisa muncul karena kurangnya perhatian pada sistem pendinginan mesin
disamping sebab-sebab lainnya yang menstimulasinya. Memperhatikan pembacaan skala dari
level air pendingin pada dash board atau panel kontrol merupakan tindakan preventif
perawatan mesin bersama-sama pemilihan air pendingin yang bermutu baik.
Menurut Maimun (2004), pemeliharaan pada sisitem air pendinginan, bagian yang perlu
dicek atau diperiksa :
1. Pompa air pendingin, pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah :

Periksa mekanisasi seal. Pada bagian ini pemeliharaan yang dilakukan selama
kurang lebih 2000-3000 jam atau tiap 2 bulan.

Bongkar, periksa dan ukur bagian besar. Pada bagian ini pemeliharaan yang
dilakukan selama kurang lebih 4000-5000 jam atau tiap tahun.

2. Katup termostatik, pemeliharaan yang dilakukan :


Bongkar dan periksa. Pada bagian ini pemeliharaan yang dilakukan selama kurang lebih
2000 jam atau setengah tahun.
3. Zinc anti corrosive, perawatan yang dilakukan :
Bongkar dan tukar bagian-bagian pendingin air laut. Pada bagian ini pemeliharaan yang
dilakukan selama kurang lebih tiga bulan sekali.

Sistem Pendingin
Sistem pendinginan sangat penting artinya bagi keawetan suatu
mesin, pada waktu berjalan mesin akan menjadi panas, karena
proses pembakaran di dalam silinder, mesin yang terlalu panas,
selain cepat rusak juga out put tenaganya kurang maksimal maka
diperlukan pendinginan, umumnya sistem pendinginan dibagi
menjadi dua macam, yaitu :
a. Sistem pendinginan air
b. Sistem pendinginan udara
a.

1.Sistem Pendinginan Air


Air memasuki blok silinder dari bagian bawah silinder, mengalir
melalui saluran-saluran blok silinder terus ke atas menuju silinder
head. Air menyerap panas dari mesin sehingga suhu air nai air
yang panas ini cenderung mengalir karena perbedaan berat jenis.
Air semakin menjadi panas sewaktu berada di sekitar kepala
silinder, air yang telah panas harus didinginkan kembali.
Apabila sampai mendidih hal ini menunjukkan adanya gangguan
dalam sistem pendinginan tersebut.
Air mengalir ke bawah dari bagian atas radiator melalui pipa-pipa
radiator, udara dihembuskan melintasi radiator ke arah depan
genset, terjadilah proses pendinginan udara, udara ini
menghembus keras karena adanya kipas yang berputar di
belakang radiator. Pada saat air sampai di bagian bawah radiator,
air menjadi dingin dan masuk kembali ke blok silinder dari bawah
untuk mendinginkan mesin.
Demikianlah proses pendinginan berulang dan terjadilah sirkulasi
air pendinginan. Bagaimanapun juga ada sebagain air yang
menguap.
Maka setiap kali perlu diperiksa permukaan air pendinginan ini.
Apabila perlu harus ditambah supaya alran air dapat berjalan
lebih cepat, harus ada pompa air yang dipergunakan untuk
mendorong air mengalir sehingga dengan demikian daya
pendinginan
dapat
di
percapat,
sehingga sistem
pendingin tersebut merupakan suatu cara pendinginan yang baik

b.

2.Sistem Pendinginan Udara


Berbeda dengan sistem pendinginan air, di sini silinder-silinder
tidak ditempatkan dalam suatu blok silinder melainkan pada tiap

silinder diberi semacam sirip, gunanya sirip ialah untuk menyerap


panas dari silinder kepala dengan sirip-sirip ini berarti
memperluas permukaan yang dapat menyerap panas tersebut
dapat dilepaskan ke luar bersama udara yang dihembuskan
dengan kuat oleh kipas atau blower.