Anda di halaman 1dari 3

Ekonomi, Efisiensi dan Efektivitas Audit

Secara umum, ada tiga jenis audit dalam audit sektor publik, yaitu audit keuangan (financial
audit), audit kepatuhan (compliance audit) dan audit kinerja (performance audit). Audit
keuangan adalah audit yang menjamin bahwa sistem akuntansi dan pengendalian keuangan
berjalan secara efisien dan tepat serta transaksi keuangan diotorisasi serta dicatat secara benar.
Audit kepatuhan adalah audit yang memverifikasi/memeriksa bahwa pengeluaran-pengeluaran
untuk pelayanan masyarakat telah disetujui dan telah sesuai dengan undang-undang peraturan.
Audit kerja memfokuskan pemeriksaan pada tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi
yang menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang diaudit.
Kinerja suatu organisasi dinilai baik jika organisasi yang bersangkutan mampu melaksanakan
tugas-tugas dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada standar yang tinggi
dengan biaya yang rendah. Secara teknis kinerja yang baik bagi suatu organisasi dicapai ketika
administrasi dan penyediaan jasa oleh organisasi yang bersangkutan dilakukan pada tingkat yang
ekonomis, efisien dan efektif. Konsep ekonomi, efisiensi dan efektifitas saling berhubungan satu
sama lain dan tidak dapat diartikan/dimaknai secara terpisah atau sendiri-sendiri. Konsep
ekonomi memastikan bahwa biaya input yang digunakan dalam operasional organisasi dapat
diminimalkan, konsep efisien memastikan bahwa output yang maksimal dapat dicapai dengan
sumber daya yang tersedia, sedangkan konsep efektif berarti bahwa jasa yang
disediakan/dihasilkan oleh organisasi dapat melayani kebutuhan pengguna jasa dengan tepat
Menurut I Gusti Agung Rai dalam bukunya Audit Kinerja Sektor Publik (2008), penjelasan
mengenai ekonomis, efisiensi dan efektivitas ialah sebagai berikut:
1. Ekonomi (Spending Less)
Merupakan aspek kinerja yang berkaitan dengan input, yang umumnya mengacu pada
kegiatan pengadaan sumber daya. Ekonomi berkaitan erat dengan penyediaan sumber daya
dalam jumlah dan mutu yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan biaya serendah mungkin.
2. Efisiensi (Spending Well)
Secara sederhana efisiensi merupakan perbandingan antara output dan input. Suatu organisasi
dapat dikatakan efisien apabila organisasi tersebut (1) menghasilkan output yang lebih besar
dengan menggunakan input tertentu; (2) menghasilkan output tetap untuk input yang lebih
rendah dari yang seharusnya; (3) menghasilkan produksi yang lebih besar dari penggunaan
sumber dayananya dan (4) mencapai hasil dengan biaya serendah mungkin.
3. Efektivitas (Spending Wisely)
Efektivitas merupakan hubungan antara outcome dan output. Atau dengan kata lain
efektivitas mengacu pada hubungan antara output dengan tujuan yang ditetapkan. Suatu
organisasi, program, atau kegiatan dikatakan efektif jika output yang dihasilkan dapat
memenuhi tujuan yang ditetapkan.

Audit kinerja dikenal juga dengan istilah value for money audit. Value for money merupakan
pendekatan nilai uang dimana nilai uang yang digunakan untuk membiayai suatu
program/kegiatan dibandingkan dengan kualitas layanan program/kegiatan. Secara sederhana
konsep value for money audit dapat dilihat pada grafik berikut:
Ekonomi

3E

Audit
Manajemen

Efisiensi

Efektivitas

Audit Kinerja
(Value for money
Audit)

Audit
Program

Dalam grafik tersebut terlihat bahwa audit kinerja atau value for money audit terdiri dari dua
jenis audit yakni:
1. Audit Manajemen (Audit Ekonomi dan Efisiensi)
bertujuan untuk menentukan apakah suatu entitas telah memperoleh, melindungi, dan
menggunakan sumber dayanya secara ekonomis dan efisien. Selain itu audit ini juga
bertujuan untuk menentukan dan mengidentifikasi penyebab terjadinya praktik-praktik yang
tidak ekonomis atau tidak efisien, termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola
sistem informasi, prosedur administrasi dan struktur organisasi.
2. Audit Program (Audit Efektivitas)
bertujuan untuk menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan,
kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya dan menentukan apakah entitas
yang diaudit telah mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama
dengan biaya yang paling rendah.

Pengukuran Ekonomi
Jika pengukuran efektivitas hanya memperhatikan keluaran yang didapat, maka pengukuran
ekonomi ini hanya mempertimbangkan masukan yang digunakan. Ekonomi merupakan ukuran
relatif. Pertanyaan-pertanyaan berikut berhubungan dengan pengukuran ekonomi:
a. Apakah biaya organisasi lebih besar dari yang telah dianggarkan oleh organisasi?.
b. Apakah biaya organisasi lebih besar daripada biaya organisasi lain yang sejenis yang dapat
diperbandingkan?
c. Apakah organisasi telah menggunakan sumber daya finansialnya secara optimal?

Pengukuran Efisiensi
Efisiensi diukur dengan rasio antara output dengan input. Rasio efisiensi tidak dinyatakan
dalam bentuk absolut tetapi dalam bentuk relatif. Unit A adalah lebih efisien disbanding unit B,
unit A adalah lebih efisien tahun ini disbanding tahun lalu, dan seterusnya. Karena efisiensi
diukur dengan membandingkan output dan input, maka perbaikan efisiensi dapat dilakukan
dengan cara:
a. Meningkatkan output pada tingkat input yang sama.
b. Meningkatkan output dalam proporsi yang lebih besar daripada proporsi peningkatan
input.
c. Menurunkan input pada tingkatan output yang sama.
d. Menurunkan input dalam proporsi yang lebih besar daripada proporsi penurunan output.
Dalam pengukuran kinerja value for money, efisiensi dapat dibagi menjadi dua yaitu efisiensi
alokasi (efisiensi 1) dan efisiensi teknis atau manajerial (efisiensi 2). Efisiensi alokasi terkait
dengan kemampuan untuk mendayagunakan sumber daya input pada tingkat kapasitas optimal.
Efisiensi teknis atau manajerial terkait dengan kemampuan mendayagunakan sumber daya
input pada tingkat output tertentu.

Pengukuran Efektivitas
Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu
organisasi berhasil mencapai tujuan, maka organisasi tersebut dikatakan telah berjalan dengan
efektif. Hal terpenting yang perlu dicatat adalah bahwa efektivitas tidak menyatakan tentang
berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut. Biaya boleh jadi
melebihi apa yang telah dianggarkan, boleh jadi dua kali lebih besar atau bahkan tiga kali lebih
besar daripada yang telah dianggarkan. Efektivitas hanya melihat apakah suatu program atau
kegiatan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.