Anda di halaman 1dari 5

Nama : Nabilah Maulidiyah

NIM : 145020307111058

1. Soal No. 3:
Apa tujuan dari audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit keuangan?

Jawaban:
Tujuan dari audit manajemen adalah untuk penilaian atas pengendalian, penilaian atas
pelaksanaan, dan memberikan bantuan kepada manajemen
Perbedaan Audit Manajemen dengan Audit Keuangan berada pada Audit Keuangan yang
membatasi diri pada pemeriksaan atas kewajaran praktek akuntansi berdasarkan standar
akuntansi yang diterima umum, sedangkan Audit Manajemen yang menggunakan data
operasi termasuk data keuangan untuk memberi masukan bagi manajemen.
Audit Manajemen Audit Keuangan
Menilai ekonomisasi, efisiensi dan Memberikan opini tentang
Tujuan
efektivitas operasional kewajaran lapoaran keuangan

Ruang Lingkup Operasi atau fungsi Data atau catatan keuangan


Standar Prinsip akuntan yang berlaku
Prinsip operasional manajemen
Penilaian umum
Pengguna Manajemen (intern) Pihak luar (ekstern)

Audit manajemen bukan suatu Mengharuskan penyajian laporan


Dasar Yuridis
keharusan keuangan
Dilakukan dalam rangka
Dalam rangka menemukan
Pelaksanaan mendapatkan pengesahan secara
berbagai kekurangan/kelemahan
Audit independen atas kewajaran
pengelolaan perusahaan
laporan keuangan
Tidak ada ketentuan mengikat Kebutuhan audit berhubungan
Frekuensi Audit yang harus untuk melakukan audit langsung dengan penerbitan
setiap periode tertentu laporan keuangan
Menekankan untuk kepentingan
Orientasi Hasil Dilakukan terhadap data-data
perbaikan-perbaikan yang akan
Audit keuangan yang bersifat historis
dilakukan pada masa akan datang
Bentuk Laporan Bentuk laporan bersifat
Telah memiliki standar
Audit komprehensif

2. Soal No. 5:
Siapa sebaiknya yang melaksanakan audit manajemen? Sebut dan berikan alasannya.

Jawaban:
Yang sebaiknya melakukan audit manajemen adalah auditor internal dari perusahaan
tersebut. Karena audit manajemen dilakukan untuk mengetahui aktivitas operasional dan
kinerja dalam perusahaan tersebut, apakah perusahaan dapat melakukan perbaikan serta
peningkatan dalam operasional manajemen suatu perusahaan, atau sudah cukupkah
kinerja operasional perusahaan tersebut sehingga harus dipertahankan.
3. Soal No. 6:
Sebutkan dan jelaskan elemen dari sasaran audit!

Jawaban:
a) Kriteria
Merupakan standar (pedoman/norma) bagi individu/kelompok di perusahaan dalam
melakukan aktivitasnya.
b) Penyebab
Merupakan tindakan atau aktivitas yang dilakukan tiap individu/kelompok dalam
perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif atau bersifat negatif.
c) Akibat
Merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang berhubungan dengan
penyebab tersebut. Akibat negative dapat ditunjukkan dengan tingkat pencapaian
program/aktivitas lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan, sedangkan akibat positif
adalah sebaliknya.

4. Soal No. 8:
Sebut dan jelaskan pendekatan apa saja yang digunakan dalam audit manajemen!

Jawaban:
a) Pendekatan komparatif
Pendekatan komparatif berarti melakukan perbandingan. Perbandingan dalam hal ini
dapat bersifat eksternal maupun bersifat internal. Pendekatan bersifat eksternal
apabila yang menjadi sasaran audit adalah perusahaan secara keseluruhan yang
dirasakan kurang berhasil dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis dan
bergerak dalam industri yang sama dan dipandang meraih keberhasilan. Sebaliknya,
pendekatan bersifat internal apabila yang dibandingan adalah satu satuan kerja atau
satu bidang fungsional tertentu dalam perusahaan yang juga dianggap menghadapi
masalah dibandingkan dengan satuan kerja atau bidang fungsional yang lain dalam
lingkungan perusahaan yang dinilai berhasil.
b) Pemanfaatan Keahlian Pihak Lain
Yaitu menggunakan informasi dari para ahli, misalnya tenaga spesialis di perusahaan
konsultan. selain itu, berbagai laporan hasil penelitian yang menyangkut kinerja
manajemen keuangan juga dapat digunakan sebagai media informasi.
c) Pendekatan Statistikal
Yaitu pendekatan yang dilakukan dengan meneliti berbagai dokumen tentang fungsi
fungsi yang di audit dan sepanjang memungkinkan, ditransformasikan ke dalam
bentuk angka angka statistik, kemudian di tabulasikan.
d) Penggalian Informasi Yang Menyangkut Ketaatan
Manajemen harus taat bukan pada ketentuan perundang undanganyang di tetakan
pemerintaah, tetapi juga pada berbagaai kebijaksanaan tentang manajemen keuangan
yang telah ditetapkan perusahaan sendiri. Informasi tentang ketaatan ini juga harus
digali oleh pelaksana audit.
e) Pengguna Teori Manajemen berdasarkan sasaran (Manajemen by Objectives atau
MBO)
Yaitu salah satu bentuk gaya manajerial yang melibatkan para anggota organisasi
dalam proses pengambilan keputusan. Audit dimaksudkan untuk menggali informasi
apakah gaya ini diterapkan atau tidak dan bagaimana hasilnya.
5. Soal No. 9:
Apa yang dimaksud dengan ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas!

Jawaban:
Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang
dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan
digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti
perusahaan telah mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang
ekonomis. Dengan demikian harga poko per unit input yang digunakan dalam operasi
juga menjadi rendah, yang memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan produk
dengan harga pokok yang relatif lebih rendah dibandingkan para pesaingnya.
Efisiensi merupakan ukuran proses yang menghubungkan antara input dan output
dalam operasional perusahaan. Bagaimana perusahaan melakukan operasinya,
sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi
berhubungan dengan metode kerja (operasi). Seberapa besar output yang dihasilkan
dengan menggunakan sejumlah tertentu input yang dimiliki perusahaan. Metode kerja
yang baik akan dapat memandu proses operasi berjalan dengan mengoptimalkan
penggunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan
Efektivitas merupakan ukuran dari output, yang dapat dipahami sebagai tingkat
keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Apakah pelaksanaan suatu
program/aktivitas telah mencapai tujuannya atau belum.

6. Soal No. 12:


Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen!

Jawaban:
a) Audit dititik beratkan pada objek audit yang berpeluang dapat diperbaiki
Prinsip ini mengarahkan audit pada berbagai kelemahan manajemen baik dalam
bentuk operasional yang berjalan tidak efisien dan pencapaian tujuan yang tidak
efektif maupu kegagalan perusahaan dalam menerapkan berbagai ketentuan dan
peraturan serta kebijakan yang ditetapkan
b) Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit
Audit merupakan prasyarat yang harus dilakukan sebelum penilaian dilakukan.
c) Pengungkapan dalam laporan mengenai temuan-temuan yang bersifat positif
Memberikan penilaian objektif terhadap objek yang diaudit.
d) Identifikasi individu-individu yang bertanggung jawab atas kekurangan-kekurangan
yang terjadi
Hal ini penting karena dengan mengetahui individu-individu tersebut, akan lebih
dalam dapat digali permasalahannya dan penyebab terjadinya kelemahan tersebut,
sehingga tindakan koreksi yang akan dilakukan akan menjadi lebih cepat dan tepat.
e) Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggungjawab
Walaupun auditor tidak berkewenangan memberi sanksi, tetapi auditor dapat
memberikan pertimbangan sanksi yang tepat yang akan diberikan pada pihak yang
bertanggung jawab.
f) Pelanggaran hukum
Walaupun bukan tugas utama seorang auditor melakukan penyelidikan terhadap
pelanggaran hokum, auditor harus segera melaporkan temuan pelangaran.
g) Penyelidikan atau pencegahan kecurangan
Apabila terjadi kecurangan atau (fraud), maka auditor harus member perhatiandan
penyelidika yang lebih dalam terhadap hal tersebut, diharapkan kecurangan tidak
terjadi lagi.

7. Soal No. 18:


Apa tujuan dari audit pendahuluan?

Jawaban:
Audit pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini
lebih ditekankan pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang objek
audit. Sehingga auditor akan lebih memahami hal-hal sebagai berikut:
1) objek audit
2) tujuan audit
3) menentukan ruang lingkup
4) peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek audit.
Jadi jika audit pendahuluan memberi keyakinan adanya sistem, control, pengawasan, dan
manajemen yang baik, maka bisa menjadi dasar keputusan tidak dilakukannya audit.

8. Soal No. 21:


Apa tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen?

Jawaban:
Untuk menilai efektivitas pengendalian manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan
perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat lebih memahami pengendalian yang
berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih mudah dapat diketahui potensi-potensi
terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan.

9. Soal No. 22:


Apa kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian?

Jawaban:
Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen dapat
memberikan gambaran kepada auditor tentang:
a) Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional
yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhi
kebutuhan dokumnetasi, pengukuran dan penilaian terhadap aktivitas yang
dilaksanakan.
b) Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit
sementara menjadi tujuan audit yang sesungguhnya, sehingga dapat dipergunakan
sebagai tujuan audit selanjutnya, tapi jika tersedia cukup bukti pengembangan tujuan
audit sementara tidak dilanjutkan.
c) Langkah kerja yang dilaksanakan selanjutnya untuk memudahkan program kerja audit
lanjutan guna mengetahui:
Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan pekerja
audit internal perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan
dan tepat waktu.
Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan
10. Soal No. 30:
Untuk apa auditor membuat rekomendasi dan bagaimana wewenang dan perannya dalam
mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan?

Jawaban:
Rekomendasi yang dibuat oleh auditor bertujuan untuk memberikan suatu referensi
pengambilan keputusan kepada manajemen perusahaan sebagai komitmen manajemen
dalam meningkatkan proses dan kinerja perusahaan atas beberapa kekurangan yang masih
terjadi di perusahaan. Auditor tidak memiliki wewenang untuk memaksan serta menuntut
manajemen untuk melaksanakantindak lanjut sesuai rekomdasi dari auditor. Peran auditor
disini adalah sebagai supervisor atas rencana, pelaksanaan, pengendalian apabila memang
rekomendasi itu dilakukan.