Anda di halaman 1dari 24

Bab 1

1. Apa yang dimaksud dengan audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit laporan
keuangan?
Audit manajemen adalah pengevalusian terhadap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan.
Dalam konteks audit manajemen, manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang harus
dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang yang lebih tinggi. Audit
manajemen dirancang secara sistematis untuk mengaudit aktivitas, program-program yang
diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang bisa diaudit untuk menilai dan melaporkan apakah
sumber daya dan dana telah digunakan secara efisien, serta apakah tujuan dari program dan aktivitas
yang telah direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan dan kebijakan yang telah
ditetapkan perusahaan. Sedangkan audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan suatu
entitas (perusahaan atau organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai
relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
2. Apa yang mendorong dilakukannya audit manajemen?
Audit manajemen dilakukan untuk menemukan kelemahan kelemahan yang terjadi pada
pengelolaan program/aktivitas perusahaan menganalisis akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan
tersebut dan menentukan tindakan perbaikan (rekomendasi) yang berkaitan dengan kelemahan
tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan dimasa yang akan datang.
3. Apa tujuan dari audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit keuangan?
Audit manajemen ditujukan untuk mencapai perbaikan atas berbagai program/aktivitas dalam
pengelolaan perusahan yang masih melakukan perbaikan. Oleh sebab itu auditnya dirancang untuk
menemukan berbagai kelemahan dalam operasional perusahaan, menentukan penyebabnya,
menganalisis akibat yang ditimbulkan , dan mencari jalan perbaikan atas kelemahan tersebut, berupa
perbaikan perencanaan program, metode kerja, standar penilaian, proses pengelolaan sumber daya,
dsb. Sedangkan audit keuangan dilakukan untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan
yang disajikan oleh perusahaan (manajemen) telah disusun melalui proses akuntansi yang berlaku
umum dan menyajikan dengan sebenarnya kondisi keuangan perusahaan pada tanggal pelaporan dan
kinerja manajemen pada periode tersebut.
4. Siapa saja pihak yang berkepentingan terhadap audit, fungsi apa saja yang timbul dari hubungan
pihak pihak tersebut?
1. Pihak pertama
: Auditor
2. Pihak kedua
: Entitas yang diaudit (auditee), biasanya diwakili oleh manajemen
dan karyawan pada perusahaan tersebut.
3. Pihak ketiga
: Entitas yang melakukan pertanggungjawaban dari entitas yang
diaudit biasanya diwakili oleh dewan komisaris (pemegang saham)
Fungsi dan hubungan dari berbagai pihak :
1. Hubungan pihak pertama dengan pihak kedua memunculkan fungsi audit,
2. Hubungan antara pihak kedua dan pihak ketiga memunculkan fungsi pertaggungjawaban,
3. Hubungan antara pihak pertama dan pihak ketiga memunculkan fungsi pengesahan.

5. Siapa sebaiknya yang melaksanakan audit manajemen? Sebutkan dan berikan alasannya.
1.Internal Auditor
Apabila perusahaan memiliki komite audit sendiri maka biaya yang dikeluarkan
untuk aktivitas tersebut kecil dibanding dengan menggunakan jasa pihak lain. Internal auditor
yang bekerja untuk perusahaan tertentu tentunya akan berusaha mengembangkan
kemampuannya dalam rangka kemajuan perusahaan tersebut.
2. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah dapat juga diminta untuk melakukan pemeriksaan manajemen.
Mereka biasanya memberi perhatian kedua-duanya, baik audit keuangan dan audit
manajemen.
3. Akuntan Publik
Perusahaan juga bisa menunjuk sebuah kantor akuntan publik untuk melakukan
pemeriksaan manajemen. Biasanya penugasan ini terjadi hanya kalau perusahaan tidak
mempunyai staf internal audit atau staf internal audit kurang keahliaannya dalam area
tertentu. Sebagai contoh, suatu perusahaan meminta kantor akuntan menilai efisiensi dan
efektifitas dari sistem komputernya.
6. Sebutkan dan jelaskan elemen dari sasaran audit!
Ada 3 (tiga) elemen pokok dalam tujuan audit:
1. Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman,norma) bagi setiap individu/kelompok di dalam
perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
2. Penyebab
Penyebab merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di
dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif, program/aktivitas berjalan dengan tingkat
efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi, atau sebaliknya bersifat negative, program/aktivitas
berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah dari standar yang telah
ditetapkan.
3. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan criteria yang berhubungan
dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan program/aktivitas berjalan dengan
tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan. Sedangkan akibat positif
menunjukkan bahwa program/aktivitas telah terslenggara secara baik dengan tingkat
pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.
7. Skip
8.

9. Apa yang dimaksud dengan Ekonomisasi, Efesiensi, dan Efektivitas?


1. Ekonomisasi
Merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai program yang dikelola.
Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan digunakan dalam
operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti perusahaan telah mampu

memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang ekonomis. Dengan demikian harga poko
per unit input yang digunakan dalam operasi juga menjadi rendah, yang memungkinkan
perusahaan untuk menghasilkan produk dengan harga pokok yang relatif lebih rendah
dibandingkan para pesaingnya.
2. Efisiensi
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya,
sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi berhubungan
dengan metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan konsepinput-prosesoutput, efisiensi adalah rasio antara output dan input. Seberapa besar output yang dihasilkan
dengan menggunakan sejumlah tertentu input yang dimiliki perusahaan. Metode kerja yang
baik akan dapat memandu proses operasi berjalan dengan mengoptimalkan penggunaan
sumber daya yang dimiliki perusahaan. Jadi,efisiensi merupakan ukuran proses yang
menghubungkan antara input dan output dalam operasional perusahaan.
3. Efektivitas
Secara singkat pengertian efektivitas dapat dipahami sebagai tingkat keberhasilan
suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Apakah pelaksanaan suatu program/aktivitas
telah mencapai tujuannya. Efektivitas merupakan ukuran dari output.

10. Cara perusahaan mencapai ekonomisasi,efisiensi dan efektivitas dalam operasinya


Yaitu dengan cara wujud dari komitmen manajemen dalam merencanakan mengorganisasi
,mengarahkan dan mengendalikan proses pengelolaan sumber daya secara optimal manajemen harus
mampu mengarahkan dan memotivasi seluruh bagian kelompok, dan individu daam sebuah kerja
sama tim yang solid daam mencapai tujuan masing-masing dan tujuan perusahaan secara
keseluruhan. manajemen harus mampu menyambungkan nilai-nila (values) yang terdapat pada setiap
bagian, kelompok, dan individu daam perusahaan menjadi rangkaian rantai (Chain) yang saling
terkait dengan prinsip-prinsip hubungan pemasok pelanggan, di mana setiap pemasok harus
memuaskan pelangganya.
11. Audit manajemen dapat membantu perusahaan meningkatkan ekonomisasi,efisiensi,dan
efektivitas
Yaitu dengan cara audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan
operasional objek baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan yang secara keseluruhan ditujukan untuk
mencapai tujuan perusahaan Bagamana pengelolaan berbagai program/aktivitas pada setiap fungsi
bisnis perusahaan, apakah sudah dikelola dengan prinsip-prinsip kehematan, efisiensi, dan secara
efektifdapat mencapai tujuannya? Hal ini merupakan kajian dari audit manajemen.
12. Prinsip-prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen
Ada 3 prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen yaitu:

Ekonomisasi yaitu Ekonomisasi merupakan ukuran input yang digunakan dalam berbagai
program yang dikelola. Artinya, jika perusahaan mampu memperoleh sumber daya yang akan
digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang paling kecil, ini berarti perusahaan telah
mampu memperoleh sumber daya tersebut dengan cara yang ekonomis. Dengan demikian
harga pokok per unit input yang digunakan dalam operasi juga menjadi rendah , yang
memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan produk dengan harga pokok yang relatif
rendah dibanding para pesaingnya
Efisiensi yaitu Efisiensi berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasi,
sehingga optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki. Efisiensi berhubungan dengan
metode kerja (operasi). Dalam hubungannya dengan konsep input-proses-output, efisiensi
adalah rasio antara output dan input. Seberapa bear output yang dihasilkan dengan
menggunakan sejumlah input yang digunakan perusahaan. Jadi, efisiensi merupakan ukuran
proses yang menghubungkan antara input dan output dalam operasional perusahaan.
Efektivitas yaitu berhubungan dengan tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai
tujuanya dan dapat diartikan juga sebagai ukuran dari output.

13. fungsi kriteria audit bagi parusahaan

14. Ruang lingkup dari audit manajemen


Ruang lingkup audit menunjukkan luas (area) dari sasaran audit. Beberapa hal penting yang
merupakan keinginan dari pemberi tugas harus diperhatikan dalam menentukan ruang lingkup audit.
Di samping itu, penentuan ruang lingkup audit harus mengacu pada tujuan audit yang telah
ditetapkan. Secara garis besar, ruang lingkup audit manajemen terdiri atas sebagai berikut.

1. Bidang keuangan.
Ruang lingkup bidang keuangan ini mencakup:
a. Pengendalian dan pertanggungjawaban dana dan kekayaan lain serta kewajiban keuangan
perusahaan,
b. Pertanggungjawaban audit dari kegiatan yang dilakukan,
c. Penyelenggaraan catatan akuntansi,
d. Laporan keuangan,
e. Pemanfaatan sistem akuntansi yang dimiliki perusahaan.
2. Ketaatan kepada peraturan dan kebijakan perusahaan. Ruang lingkup ini termasuk di dalamnya:
a Kesesuaian pelaksanaan program dengan peraturan dan kebijakan perusahaan berkaitan dengan
program tersebut,

b Kesesuaian penerimaan dan penggunaan dana dengan peraturan dan kebijakan perusahaan berkaitan
dengan program tersebut.
3. Ekonomisasi.
Ruang lingkup audit ekonomisasi menekankan pada bagaimana setiap aktivitas/kegiatan dalam objek
audit mengelola dana yang dimiliki objek audit dalam memperoleh hasil yang lebih besar, termasuk
pencapaian alternatifpelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan dengan biaya yang lebih rendah.

4. Efisiensi.
Efisiensi menyangkut optimalisasi penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Pada bagian ini auditor, menekankan pada bagaimana seharusnya proses berjalan sehingga
tercapai tujuan dengan pemanfaatan secara optimal sumber daya yang dimilikinya.
5, Efektivitas,
Pada ruang lingkup ini, auditor menekankan perhatiannya pada:
a. pencapaian tujuan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan,
b. pemanfaatan basil program,
c. pengaruh pemanfaatan hasil program atau kegiatan terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan.

15. langkah- langkah audit manajemen


Audit pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini ditekankan
pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang objek audit. hal penting harus
diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan audit ini, antara
1. pemahaman auditor terhadap objek audit,
2. penentuan tujuan audit,
3.penentuan ruang lingkup dan sasaran audit,
4. review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek audit
5.pengembangan kriteria awal dalam audit
Review terhadap pengendalian manajemen
Audit Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memotivasi karyawan untllk
melaksanakan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan, serta mencegall berbagai penyimpangan
dalam pencapaian tujuan perusahaan, manajemen fungsi pengendalian. Sistem pengendalian

manajemen merupakan sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis informasi,


mengevaluasi, dan memanfaatkannya serta berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen dalam
melakukan pengendalian, Suatu sistem pengendalian manajemen harus dapat menjamin bahwa
perusahaan telah melaksanakan strateginya dengan efektifdan efisien. Karakteristik sistem
pengendalian manajemen yang baik mencakup hal-hal berikut:
1. Pernyataan tujuan perusahaan.
2. Rencana perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan.
3. Kualitas dan kuantitas SDM yang sesuai dengan tanggung jawab yang dipikul dan pemisahan
fungsi yang memadai.
4. Sistem pembuatan kebijakan dan praktik yang sehat pada masing-masing unit organisasi.
5. Sistem penelaahan yang efektifpada setiap aktivitas untuk memperoleh keyakinan bahwa kebijakan
dan praktik yang sehat telah dilaksanakan dengan baik.
Audit lanjutan
Audit tahap ini bertujuan untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung tujuan audit yang
sesungguhnya, yang telah ditetapkan berdasarkan hasil review dan Pengujian pengendalian
manajemen.
Langkah-langkah audit pada tahap ini meliputi:
1. mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang diperlukan;
2. memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten;
3. membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya ke dalam kelompok
kriteria, penyebab, dan akibat;
4.menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan mengidentifikasi bahwa
akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara kondisi dan kriteria cukup penting dan material.
Kesimpulan ini merupakan pemantapan temuan hasil audit.
Pelaporan
Bagian akhir dari proses audit manajemen adalah pelaporan hasil audit. Ada dua cara penyajian
laporan audit manajemen,
1. Cara penyajian uyang mengikuti arus informasi yang diperoleh selama tahapan-tahapan audit
2. Cara penyajian audit yang mengikuti arus informasi yang menitikberatkan penyajian kepada
kepentingan para pengguna laporan hasil audit ini.
16. Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan manajemen sebagai auditor, apakah saudara akan
memandang karyawan/pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai orang yang harus
dicurigai ataukah menjalin kemitraan dengannya dalam proses pemeriksaan
Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan menajemen sebagai auditor, saya tidak akan
memandang karyawan/pejabat yang terkait dengan ibjek pemeriksaan sebagai orang yang harus
dicurigai tetapi saya akan menjalin kemitraan denganya dalam proses pemeriksaan karena semakin

kita menganggap mereka sebagai objek yang harus dicurigai maka semakin sulit kita untuk
menemukan bukti-bukti audit yang kita butuhkan dalam pemeriksaan, justru ketika kita
menganggapnya sebagai rekan atau kemitraan maka kita abisa dengan mudah menelusuri jejak audit
yang merupakan tujuan utama kita sebagai seorang auditor.
18. tujuan dari audit pendahuluan
Audit pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan informasi latar belakang terhadap objek
yang di audit. Disamping itu pada audit ini juga dilakukan penelaahan terhadap berbagai
peraturan,ketentuan, dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang di audit, serta menganalisis
berbagai informasi yang telah diperoleh untuk mengidentifikasi hal-hal yang potensialmengandung
kelemahan pada perusahaan yang di audit.dari informasi latar belakang ini,auditor dapat menentukan
beberapa tujuan audit sementara.
19. informasi yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan
pendahuluan yaitu;

dan isi kesimpulan dari audit

Informasi yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan


1. Informasi yang mendukung tujuan audit
2. Informasi yang megarahkan ruang lingkup audit
3. Informasi yang mengarah pada sasaran audit

Isi kesimpulan dari audit pendahukuan


l. Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan dijadikan tujuan audit
pada tahap audit selanjutnya
2. Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan
3. Temuan-temuan sementara yang diperoleh berkaitan dengan bidang/kegiatan yang
termasuk dalam daftar bidang/kegiatan yang masih mengandung kelemahan ,berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan.
4. Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang
ada.
5. Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit berdasarkan rekommendasi
sementara yang diberikan auditor sebelumnya.
6. Bukti-bukti yang perlu diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan tujuan audit
sementara yang telah ditetapkan

20. rumusan auditor setelah melakukan audit pendahuluan


Yaitu: review dan pengujian pengendalian manajemen pada tahapan ini auditor melakukan
review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen objek audit,dengan tujuan untuk menialia
efektivitas pengendalian manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan,pada hasil
pengujian ini auditor dapat lebih memahami pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga
dengan lebih mudah dapat diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas
yang dilakukan.
21. tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen

22. kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian


Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen memberikan
gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut.

1. Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu operasional yang


berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi,
pengukuran, dan penilaian terhadap aktivitas yang dilaksanakan.
2. Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit sementara
(tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit objective),
sehingga dapat dipergunakan sebagai tujuan audit selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti
sehingga pengembangan tujuan audit sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
3. Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan Program kerja audit
lanjutan guna mengetahui:
a. Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan pekerjaan audit internal
perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan, dan tepat waktu.
b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.

23. karakteristik sistem pengendalian manajemen yang baik


Karakteristik sistem pengendalian manajemen yang baik mencakup hal-hal berikut:
1.
2.
3.

Pernyataan tujuan perusahaan.


Rencana perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Kualitas dan kuantitas SDM yang sesuai dengan tanggung jawab yang dipikul dan pemisahan
fungsi yang memadai.
4. Sistem pembuatan kebijakan dan praktik yang sehat pada masing-masing unit organisasi.
5. Sistem penelaahan yang efektifpada setiap aktivitas untuk memperoleh keyakinan bahwa
kebijakan dan praktik yang sehat telah dilaksanakan dengan baik.
24.informasi yang diperoleh auditor dari hasil review dan pengujian pengendalian manajemen auditee
Bisa mengetahui rencana perusahaan dengan baik
Mengetahui kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang memadai

25.manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian manajemen
auditee

26. langkah-langkah dalam audit lanjutan

Audit tahap ini bertujuan untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung tujuan audit
yang sesungguhnya, yang telah ditetapkan berdasarkan hasil review dan Pengujian pengendalian
manajemen.
Langkah-langkah audit pada tahap ini meliputi:
1. mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang diperlukan;
Langkah ini menekankan pada usaha untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dalam
menganalisiS aktivitas yang diaudit sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit. Data yang
dibutuhkan pada tahap ini juga mungkin diperoleh dari luar perusahaan yang memiliki relevansi
dengan kegiatan yang sedang diaudit.
2. memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten.
Dari sudut pandang auditor, bukti adalah fakta dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar
pembuatan kesimpulan audit. Bukti harus mempunyai hubungan dengan kriteria audit,objektif,
relevan, dan bermakna (material). Dalam proses audit, auditor harus dapat menganalisis dan
menentukan fakta dan informasi yang relevan, andal, dan berkaitan dengan tujuan audit.
3. membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya ke dalam kelompok
kriteria, penyebab, dan akibat.
Bukti-bukti yang telah diperoleh dalam audit kemudian diringkas dan dikelompokkan Sesuai
dengan elemen sasaran audit yang meliputi: kriteria, penyebab, dan akibat. Bukti-bukti yang
masuk dalam kelompok kriteria adalah keseluruhan temuan audit yang berkaitan dengan norma/
standar yang ditetapkan perusahaan (dirumuskan bersama dengan auditor) yang menjadi dasar
bagi setiap komponen dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
4.menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan mengidentifikasi bahwa
akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara kondisi dan kriteria cukup penting dan material.
Kesimpulan ini merupakan pemantapan temuan hasil audit. Pengembangan temuan merupakan
pengumpulan dan sintesis informasi khusus yang bersangkutan dengan program/aktivitas yang
diaudit, dievaluasi, dan yang dianalisiS karena diperkirakan akan menjadi perhatian dan berguna
bagi pengguna laporan.

27. auditor melakukan temuan atas temuan yang diperoleh dengan cara
Jika auditor menemukan adanya kelemahan atau kekurangan yang penting pada program/
aktivitas yang diaudit, maka auditor harus segera menyusun rencana pengembangan semua aspek
yang berhubungan dengan masalah tersebut. Beberapa langkah dalam pengembangan temuan
meliputi:

l. mengenali batas-batas wewenang dan tanggung jawab pejabat yang terlibat dalam pelaksanaan
program/aktivitas yang diaudit;
2. memahami secara saksama scbab-scbab terjadinya kclemahan pada program/aktivitas yang diaudit;
3. tentukan apakah kelemahan tersebut merupakan kelemahan yang berdiri sendiri atau tersebar luas
pada berbagai program/aktivitas yang lain;
4. menentukan akibat atau arti penting dari kelemahan tersebut;

5. menentukan rekomendasi/saran-saran untuk perbaikan.

28. informasi yang diperoleh auditor dari audit lanjutan yang dilakukan
Informasi yang diperoleh selama pengembangan temuan mungkin mengarahkan perlunya
untuk melakukan perubahan arah atau tekanan terhadap audit yang telah direncanakan atau perlu
dilakukannya perluasan atau pengurangan terhadap ruang lingkup audit. Untuk mengetahui perlunya
perubahan tersebut, auditor harus mengawasi secara saksama terhadap perkembangan hal -hal yang
mungkin merupakan temuan. Dengan pengawasan ini auditor akan segera bisa mengambil keputusan
tentang wujud kegiatan selanjutnya.
Pengembangan temuan harus dilanjutkan terus selama temuan tersebut diyakini memberikan
informasi yang mendukung keakuratan kesimpulan audit. Tetapi jika temuan yang diperoleh tersebut
tidak begitu penting dan hanya sedikit informasi yang bisa didapatkan untuk mendukung kesimpulan
audit, maka audit terhadapnya harus dihentikan. Perubahan lain yang mungkin terjadi dalam
pengembangan temuan adalah menyangkut perlunya mengembangkan informasi pada semua lokasi
yang dipilih pada saat perencanaan audit. Jika hal ini terjadi maka auditor harus dengan segera
menyampaikan hal ini kepada pihak yang diaudit.
29. tujuan penyusunan laporan audit dalam audit manajemen
Bagian akhir dari proses audit manajemen adalah pelaporan hasil audit ada dua cara penyajian
laporan audit manajemen yaitu:
1. cara penyajian yang mengikuti arus informasi yang diperoleh selama tahapan-tahapan audit
2. cara penyajian yang mengikuti arus informasi yang menitikberatka n penyajian kepada
kepentingan para pengguna laporan hasil audit ini, umumnya para pengguna laporan lebih
berkepentingan terhadap temuan auditnya daripada bagaimana auditor melakukan audit.
Dengan demikian dibutuhkan penyajian laporan yang dapat menjawab pertanyaan pengguna
laporan dengan cepat , biasanya berupa kesimpulan atas audit yang dilakukan auditor.

30.auditor membuat rekomendasi untuk:


Wewenang dan perananya dalam mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan
Implementasi tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan auditor merupakan bentuk
komitmen manajemen dalam meningkatkan proses dan kinerja perusahaan atas beberapa
kelemahan/kekurangan yang masih terjadi. Auditor tidak memiliki kewenangan memaksa dan
menuntut manajemen untuk melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang
diberikan, tetapi lebih menempatkan diri sebagai supervisor atas rencana, pelaksanaan, dan
pengendalian tindak lanjut yang dilakukan. Agar menarik dan dapat meningkatkan komitmen
manajemen atas perbaikan proses dan kinerjanya, rekomendasi seharusnya merupakan hasil
diskusi dan rumusan bersama antara manajemen dan auditor. Di samping itu, rekomendasi harus
menyajikan analisis dan manfaat yang diperoleh perusahaan jika rekomendasi tersebut
dilaksanakan serta kerugian yang mungkin terjadi jika rekomendasi tidak dilaksanakan karena
tidak ada tindakan perbaikan yang dilakukan perusahaan.

Bab 2
1 . apa manfaat kertas kertas kerja bagi auditor ?
Manfaat kertas kerja bagi auditor:
Merupakan dasar penyususnan laporan hasil audit
Merupakan alat bagi atasan untuk me-review dan mengawasi pekerjaan
para pelaksana audit
Merupakan alat pembuktian dari laporan hasil audit
Menyajikan data untuk keperluan referensi
Merupakan salah satu pedoman untuk tugas audit berikutnya
2 . apa saja kriteria kertas kerja audit yang baik?
Kriteria kertas kerja audit yang baik meluputi;
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Lengkap
Bebas dari kesalahan
Didasarkan atas fakta dan argumentasi yang rasional
Sistematis,bersih,mudah dipahami, dan diatur dengan rapi
Memuat hal-hal penting yang relevan dengan audit
Mempunyai tujuan yang jelas
Sedapat mungkin hindaripekerjaan menyalin ulang
Dalam setiap kertas kerja harus mencantumkan kesimpulan hasil audit
dan komentar atau catatan review.

3 . bagaimana auditor mengorganisasikan kertas kerja dalam audit manajemen?


Pengorganisasian KKA harus selalu dikaitkan dengan tujuan audit utama
(primary audit objective) atau subtujuan audit yang ditetapkan auditor. KKA pada

audit manajemen mengelompokkan bukti-bukti yang diperoleh sesuai dengan


elemen tujuan audit . dengan demikian , setiap KKA akan menyajikan temuan
kelompok kriteria, penyebab, dan akibat , baik dalam temuan yang bersifat
terperinci maupun kesimpulan untuk masing-masing elemen tujuan audit
tersebut.

4 . apa tujuan disusunya program kerja audit?


Tujuan disusunya program kerja audit antara lain:
1. Merupakan suatu rencana yang sistematis tentang setiap tahap kegiatan
yang bisa dikomunikasikan kepada semua tim audit.
2. Merupakan landasan yang sistematis dalam memberikan tugas kepada
para auditor dan supervisornya.
3. Sebagai dasar untuk membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan
rencana yang telah disetujui dan dengan standar serta persyaratan yang
telah ditetapkan.
4. Dapat membantu para auditor yang belum berpengalaman dan
membiasakan mereka dengan ruang lingkup, tujuan ,serta langkah-langkah
kegiatan audit
5. Dapat membantu auditor untuk mengenali sifat pekerjaan yang telah
dikerjakan sebelumnya.
6. Dapat mengurangi kegiatan pengawasan langsung oleh supervisor.
5 . apa perbedaan program kerja audit antara audit pendahuluan, pengujian, dan
review terhadap sistem pengendalian manajemen dan audit lanjutan?
Perbedaan program kerja audit antara audit pendahuluan, pengujian, dan
review terhadap sistem pengendalia manajemen dan audit lanjutan antara lain:
Program kerja audit pendahuluan mencakuppengumpulan informasi umum
tentang objek yang di audit , cara pelaksanaan prosedur dan sistem
operasi yang di terapkan dalam perusahaan tersebut. Dalam tahap audit
ini , auditor harus melakun pengujian pendahuluan (preliminary test) atas
informasi
yang
diperoleh
untuk
mengidentifikasiaktivitas
yang
memerlukan perbaikan. Identifikasi ini disebutpossible audit objective.
Pada tahap audit pengujian dan review atas pengendalian manajemen ,
program kerja audit biasanya memuat langkah-langkah audit yang
bertujuan untuk menemukan bagian-bagian yang mengandung kelemahan
pada sistem pengendalian manajemen (SPM) yang diterapkan objek audit.
Langkah- langkah ekrja pada tahap audit ini harus mngarahkan auditor
tidak hanya memperoleh informasi tentang keandalan sistem
pengendalian manajemen tetapi juga memperoleh bukti-bukti yang
diperlukan untuk merumuskan secara tepat tujuan audit sementara
menjadi tujuan audit yang sesungguhnya (defenitive audit objective).

Program audit untuk tahap audit lanjutan , memuat langkah-langkah


terperinci untuk mendapatkan bukti yang cukup,material dan relevan
dalam mendukung temuan-temuan yang menjadi dasar rekomendasi
(perbaikan). Program kerja audit pada tahap ini harus memberikan
panduan kepada auditor dalam pengembangan temuan yang dilakukanya.
6 . apakah perbedaan tersebut (soal 5) disebabkan semata-mata karena tujuan
yang berbeda ?
Perbedaan tersebut (soal 5) semata-mata tidak disebabkan karena tujuan
yang berbeda, akan tetapi ini lebih mengacu pada langkah-langkah kerja yang
memuat pengarahan-pengarahan khusus pelaksanaan tugas audit sesuai
dengan tahapan auditnya, yaitu:
a. Audit pendahuluan, meliputi:
1. Pembicaraan pendahuluan denganobjek yang di audit
2. Pengumpilan informasi umum, penelaahan peraturan, evaluasi
prosedur kerja, dan sistem operasional.
3. Tes pendahuluan atas informasi yang diperoleh guna mengidentifikasi
tujuan audit sementara.
4. Pebuatan ikhtisar hasil audit pendahuluan.
b. Review dan pengujian pengendalian manajemen, meliputi:
1. Pengujian pengendalian manajemen
2. Pembuatan ikhtisar hasil temuan pengujian pengendalian manajemen.
c. Audit lanjutan, meliputi:
1. Pengembangan temuan hasil pengujian pengendalian manajemen
2. Penyajian hasi audit lanjutan (daftar temuan)
3. Pembahasan temuan dengan penanggung jawab audit
4. Pembahasan hasil audit lanjutan dengan objek audit
5. Penyusunan rekomendasi.

7 . auditor menggunakan program audit dalam melakukan pemeriksaan. Apa


manfaat dari program audit?
Manfaat dari program audit:

8 . bagaimana auditor membuat kesimpulan audit, apa dasar dari kesimpulan


audit tersebut?
Dasar dari kesimpulan audit:
1. Judul bab harus mengidentifikasi pokok persoalan dan sedapat mungkin
juga arah dari temuan.
2. Pokok- pokok setiap temuan harus diikhtisarkan secara singkat dan harus
mengungkapkan kepada pengguna akan adanya uraian yang mendukung
dan menjelaskan pokok-pokok temuan tersebut.

3. Auditor harus mengggambarkan kepada pengguna laporan tentang hal-hal


yang ditemukan, baik bersifat negatif maupun positif , apa penyebab dan
akibat dari temuan tersebut
4. Dalam menyajikan temuan ini auditor juga harus mempertimbangkandan
mengevaluasi
komentar
para
pihak
yang
berkaitan
dengan
program/aktivitas yang di audit.
5. Semua penyajian temuan harus di akhiri dengan suatu pernyataan yang
menjelaskan sikap akhit auditor atas dasar pertimbangan yang matang
terhadap informasi yang diperoleh.
9 . apa fungsi laporan hasil audit manajemen?
Fungsi laporan audit manajemen adalah untuk menemukan kekurangan atau
kelemahan dalam pengelolaan berbagai program,/aktivitas dalam perusahaan,
biasanya pengguna laporan lebih berkepentingan pada hasil audit (temuan
audit ) yang merupakan indikasi terjadinya bebagai kekurangan/kelemahan
dalam pengelolaan program/aktivitas dalam perusahaan.
10 . siapa saja yang berkepentinga terhadap laporan tersebut?

11 . ada berapa metode penyajian laporan audit manajemen? Sebutkan dan


jelaskan
a. Penyajian laporan mengikuti arus informasi
Dalam cara ini , auditor menyajikan hasil auditnya dalam laporan
berdasarkan informasi yang diperoleh sesuai dengan tahapan tahapan
yang dilakukan.
b. Penyajian laporan yang menitik beratkan pada kepentingan pengguna
Penyajian dengan menggunakan metode ini menitikberatkan kepada
kepentingan para penggguna laporan hasil audit . umumnya para
pengguna laporan lebih berkepentingan terhadap temua auditnya dripada
bagaimana auditor melakuan audit. Dengan demikian dibutuhkan
penyajian laporan yang dapat menjawab pertanyaan pengguna dengan
cepat , biasanya berupa kesimpulan atas audit yang dilakukan auditor.

Bab 3
1

Apa yang dimaksud dengan audit fungsi pengadaan ? apa tujuan dan manfaatnya ?
Audit fungsi pengadaan adalah penilaian atas perusahaan yang menjalankan fungsi
pengadaan, pedoman yang digunakan dalam menjalankan aktifitasnya, perencanaan,
proses pengadaan, dan penanganan saat diterima.
Tujuan dan manfaat fungsi pengadaan :
1 Untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi misi.
2 Menilai ekonomisasi, efesiensi ,dan efektivitas pengadaan.
3 Mengembangkan dan memelihara manajemen informasi pengadaan yang dapat
diandalkan dan akuntabilitas.
4 Memastikan aktifitas pengadaan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Apa yang melatarbelakangi diperlukan audit fungsi pengadaan ?


Karena fungsi pengadaan merupakan fungsi yang paling depan dalam penentuan
ekonomisasi suatu organisasi. Ekonomisasi dalam perolehan input merupakan bagiandari
strategi keunggulan bersaing perusahaan. Kemampuan memperoleh unit dengan
pengorbanan terkecil dari berbagai alternatif yang ada tanpa mengabaikan standar
kualitas yang telah ditetapkan, mencerminkan inovasi perusahaan dalam proses
pengadaan. Input yang diperoleh dengan pengorbanan terkecil, didukung dengan metode

produksi/operasi yang efesien, memungkinkan harga pokok peroduksi atas pengolahan


input tersebut menjadi lebih kecil dari pesaing.

Sebut dan jelaskan ruang lingkup audit fungsi pengadaan ?


Secara terinci ruang lingkup audit fungsi pengadaan meliputi:
1 Organisasi pengadaan
2 Proses pengadaan yang terdiri atas :
a Perencanaan pengadaan
Perencanaan pengadaan mencakup penentuan kebutuhan atas barang/jasa(input)
dalam operasional perusahaan baik tingkat kualitas, kuantitas dan penentuan waktu
kapan barang/jasa tersebut harus tersedia.
b Pelaksanaan pengadaan
Tahap ini adalah pelaksanaan dari rencana pengadaan. Aktivitas yang terlibat
dalam pelaksanaan pengadaan sesuai dengan tingkat kompleksitas proses
pengadaan, jenis barang atau jasa yang akan dibeli dan besar nya anggaran yang
terlibat dalam pengadaan tersebut.
c Pembayaran dan pelaporan
Pembayaran adalah bagian akhir dari proses pengadaan. Pembayaran baru bisa
dilakukan jika serah terima atas barang atau jasa tersebut telah dinyatakan tidak
mengandung masalah (clear) dan telah disahkan oleh pihak pihak berwenang.

Dalam melakukan audit atas fungsi pengadaan, masalah kritis apa yang harus diperhatikan
auditor untuk menilai bahwa rencana pengadaan telah memenuhi prinsip-prinsip dalam tata
kelola pengadaan yang baik?
Apakah perusahaan telah memiliki daftar kebutuhan rencana yang terdokumentasi?
Apakah rencana pengadaan telah mencerminkan efesiensi dalam pengadaan?
Apakah rencana pengadaan tersebut telah memuat tentang :
- Spesifikasi yang dibutuhkan
- Kuantitas yang dibutuhkan

Sebut dan jelaskan proses pengadaan barang dan jasa!


Proses pengadaan adalah sebagai berikut :
1 Perencanaan pengadaan, berkaitan dengan penentuan kebutuhan atas barang dan
jasa dalam operasional perusahaan, baik ditingkat kualitas, kuantitas, penentuan
waktu tersedianya produk.
2 Pelaksanaan pengadaan, berkaitan dengan pelaksanaan dari rencana pengadaan.
Aktifitas yang terlibat dalam pelaksanaan pengadaan sesuai dengan tingkat
kompleksitas proses pengadaan jenis barang dan jasa yang dibeli dan besarnya
anggaran dalam pengadaan tersebut.
3 Pelaksanaan kontrak penyerahan barang, berkaitan dengan pertanggung jawaban
panitia atas penerimaan barang dan jasa yang sesuai dengan kontrak yang ditentukan.
4 Pembayaran dan pelaporan, merupakan bagian terakhir dalam proses pengadaan,
dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam pedoman pengadaan.

Bagaimana menilai ketepatan penempatan organisasi pengadaan pada struktur organisasi


perusahaan?
Auditor menekankan penilaiannya terhadap ketepatan hubungan antara rencana
pembelian dengan rencana penggunaan barang atau jasa pada masing-masing unit

Dengan fungsi-fungsi apa saja fungsi pengadaan harus dipisahkan, mengapa ?


Fungsi pengadaan tenaga kerja, meliputi kegiatan penentuan
kebutuhan tenaga kerja (baik mengenai mutu maupun jumlahnya),
mencari sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien,
mengadakan seleksi terhadap para pelamar, menempatkan tenaga
kerja sesuai dengan posisi yang sesuai, dan memberikan pendidikan
serta latihan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas bagi para
tenaga kerja baru.
Fungsi pengembangan tenaga kerja, meliputi kegiatan pendidikan dan
latihan bagi para pekerja agar mereka dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi
dalam organisasi. Tujuan dari pengembangan tenaga kerja ini adalah peningkatan mutu
atau keterampilan dan pengetahuan pekerja agar selalu mampu mengikuti perkembangan
yang ada dalam organisasi.
Fungsi pemberian kompensasi, meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para
karyawan. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu
mendorong prestasai karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan
diterima oleh masing-masing pekerja secara adil.
Fungsi integritas, merupakan kegiatan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan
tujuan individu pekerja. Apabila tujuan-tujuan ini sudah sinkron, maka akan tergalang
kekompakan dalam irama kerja organisasi dengan irama kerja para individu karyawan,
sehingga akan menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam pencapaian tujuan.
Fungsi pemeliharaan tenaga kerja,
mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis, yang
diharapkan dapat memberikan ketentraman kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat
bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang
diharapkan oleh organisasi.

Apa elemen kunci transparansi dan keadilan pelaksanaan tender?


Elemen kunci transparansi dan keadilan pelaksanaan ender adalah kerahasiaan informasi
tender. Panitia harus mampu menjaga rahasia informasi dan memastikan informasi
tersebut tidak bocor, tidak tertukar, dan tidak dimanipulasi untuk kepentingan peserta
tender tertentu

Sebut dan jelaskan prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa yang baik!


Prinsip-prinsip pengadaan adalah sebagai berikut
1 Nilai uang, pengadaan harus mendapatkan barang/jasa sesuai spesifikasi dengan
harga terendah.
2 Kejujuran dan keadilan, panitia pengadaaan harus jujur dan adil kepada pemasok
yang memenuhi syarat untuk berkompetisi dalam pengadaan.
3 Akuntabel dan transparan, seluruh proses dalam tahapan pengadaan harus
dilengkapi dengan catatan dan dokumentasi yang memadai sebagai pertanggung
jawaban.

4
5

Efesiensi, proses pengadaan harus berjalan secara efesien(optimalisasi penggunaan


sumber daya)
Kompetensi dan integritas, panitia pengadaan harus berkompeten dana
berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya.

10 Dokumen apa yang harus dilengkapi pemasok sebagai dasar pembayaran oleh pihak
pembeli ?
1. Surat Permintaan Pembelian
Dokumen ini erupakan formulir yang diisi oleh fungsi guddang atau fungsi pemakai barang
untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan
mutuseperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat permintaan pembelian ini biasanya
dibuat 2 lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk fungsi pembelian, dan
tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta barang.
2. Surat Permintaan Penawaran Harga
Dokumen ini digunakanuntuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya
tidak bersifat berulangkali terjadi, yang menyangkut jumlah rupiah pembelian yang besar.
3. Surat Order Pembelian
Dokumen ini digunkan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih. Dokumen
ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut:
1. Surat Order Pembelian. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pembelian
yang dikirimkan kepada pemasok sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
2. Tembusan Pengakuan Oleh Pemasok. Tembusan surat order pembelian ini dikirimkan
kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut dan dikirim kembali ke
perusahaann sebagai bukti telah diterima dan disetujuinya order pembelian, serta
kesanggupan pemasok memenuhi janji pengiriman barang seperti tersebut dalam dokumen
tersebut.
3. Tembusan Bagi Unit Permintaan Barang. Tembusan ini dikirimkan kepada fungsi yang
meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.
4. Arsip Tanggal Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh fungsi
pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan, sebaggi dasar untuk
mengadakan tindakan penyelidikan jika baarang tidak datang pada waktu yang telah
ditetapkan.
5. Arsip Pemasok. Tembusan surat order pemelian ini disimpan oleh fungsi pembelian
menurut nama pemasok sebagi dasar untuk mencari informasi mengenai pemasok.
6. Tembusan Fungsi Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke fungsi
penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis, spesifikasi, mutu, kuantitas,
dan pemasoknya seperti tercantum dalam dokumen tersebut. Dalam sistem penerimaan buta
(blind receiving system), kolom kuantitas dalam tembusan ini dblok hitam agar kuantitas
yang dipesan yang dicantumkan dalam surat order pembelian tidak terekam dalam tembusan
yang dikirimkan ke fungsi penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar fungsi penerimaan dapat
benar-benar melakukan perhitungan dan pengecekan barang yang diterima dari pemasok.
7. Tembusan Fungsi Akuntansi. Tembusan surat order pembelian dikirim ke fungsi akuntansi
sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiba yang timbul dari transaksi pembelian.
11 Bagaimana audit fungsi pengadaan dapat membantu meningkatkan efesiensi dalam
perusahaan ?

Pengendalian terhadap perencanaan pengadaan memastikan bahwa barang/jasa yang akan


diperoleh (dibeli) adalah barang/jasa yang benar-benar dibutuhkan dalam operasional unit
pengguna, jenis, spesifikasi, dan kuantitasnya. Di samping itu, penilaian tahap ini juga
berkaitan dengan apakah kebutuhan ini telah tertuang dalam rencana induk perusahaan dan
didukung sumber daya yang memadai untuk mendapatkan barang/jasa yang dibutuhkan.
Pada tahap proses pengadaan, pengendalian berfungsi untuk memastikan bahwa proses
pengadaan barang/jasa tersebut telah berjalan dengan transparan, tidak diskriminatif, adil,
dan akuntabel.
12 Bagaimana mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang/jasa?
Mengimplementasikan pengadaan barang dan jasa yang tepat, memindahkan resiko kepada
pihak lain yaitu dengan meminta penjelasan tertulis untuk permasalahan permasalahan
yang tidak jelas, atau dengan mengurangi resiko yaitu dengan melibatkan tenaga ahli
sebagai penerimaan barang, melibatkan konsultan hukum dalam merancang kontrak,
memperkuat sistem pengawasan internal dari KPA atau PPK.
13. Apa yang dinilai auditor dalam melakukan audit atas organisasi pengadaan ?
Pada audit ini, auditor menilai ketepatan :
1 Penempatan organisasi pengadaan dalam struktur organisasi pengadaan
2 Wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki fungsi pengadaan dalam memenuhi
kebutuhan barnag dan jasa secara efektif dan efesien
3 Kompetensi personil yang menangani dan bertanggung jawab terhadap pengadaan
4 Kecukupan prosedur pengadaan dalam memandu prose dan tata kelola pengadaan
yang baik

Bab 4
. Apa yang dimaksud dengan audit SDM, serta apa tujuan dan manfaatnya?
Audit SDM merupakan penilaian dan analisis yang komprehensif terhadap program program
SDM, walaupun secara khusus, audit ini dilakukan pada departemen SDM, tetapi tidak terbatas hanya
pada aktivitas yang terjadi pada departemen ini.
Tujuan audit SDM
1. Menilai efektivitas dari fungsi SDM,
2. Menilai apakah program/aktivitas SDM telah berjalan secara ekonomis, efektif, dan efesien,
3. Memastikan ketaatan berbagai program/aktivitas SDM terhadap ketentuan hukum, peraturan dan
kebijakan yang berlaku di perusahaan,
4. Mengidentifikasi berbagai hal yang masih dapat ditingkatkan terhadap aktivitas SDM dalam
menunjang kontribusinya terhadap perusahaan,
5. Merumuskan beberapa langkah perbaikan yang tepat untuk meningkatkan ekonomisasi, efesien,
dan efektivitas berbagai program/aktivitas SDM

Manfaat audit SDM


1. Mengidentifikasi kontribusi dari Departemen SDM terhadap organisasi,
2. Meningkatkan citra professional Departemen SDM,
3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih tinggi karyawan Depertemen SDM,
4. Memperjelas tugas tugas dan tanggungjawab departemen SDM,
5. Mendorong terjadinya keragaman kebijakan dan praktik praktik SDM,
6. Menemukan masalah masalah kritis dalam bidang SDM,
7. Memastikan ketaatan terhadap hukum dan peraturan, dalam praktik SDM,
8. Menurunkan biaya SDM melalui prosedur SDM yang lebih efektif
9. Meningkatkan keinginan untuk berubah dalam Departemen SDM,
10. Memberikan evaluasi yang cermat rhadap sistem informasi SDM.
2. Bagaimana audit SDM membantu perusahaan meningkatkankinerja SDM nya?
1. Menyediakan umpan balik nilai kontribusi fungsi SDM terhadap strategi bisnis dan tujuan
perusahaan,
2. Menilai kualitas praktik, kebijakan, dan pengelolaan SDM,
3. Melaporkan keberadaan SDM saat ini dan langkah langkah perbaikan yang dibutuhkan,
4. Menilai biaya dan manfaat praktik praktik SDM,
5. Menilai hubungan SDM dengan manajemen lini dan cara cara meningkatkannya,
6. Merancang panduan untuk menentukan standar kinerja SDM,
7. Mengidentifikasi area yang perlu diubah dan ditingkatkan dengan rekomendasi khusus.

3. Pendekatan apa saja yang digunakan dalam audit SDM?


Ada tiga pendekatan utama dalam audit SDM yang umum digunakan, yaitu:
1. Menentukan ketaatan pada hukum dan berbagai peraturan yang berlaku,
2. Mengukur kesesuaian program dengan tujuan organisasi,
3. Menilai kinerja program.
4. Dalam setiap audit manajemen harus ada kriteria yang digunakan sebagai dasar untuk
menilai objek yang diaudit, termasuk bidang SDM. Apa saja yang dapat dijadikan kriteria
dalam audit SDM?
Kriteria dapat berupa hal hal berikut :
1. Rencana SDM,
2. Berbagai kebijakan dan peraturan tentang SDM,
3. Tujuan setiap program SDM,
4. Standart operating procedure (SOP) yang dimiliki perusahaan,
5. Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan,
6. Standar evaluasi (ukuran kinerja) yang telah ditetapkan perusahaan,
7. Peraturan pemerintah,

8. Standar (norma) yang merupakan best practice yang diterapkan oleh perusahaan sejenis dalam
bidang SDM dapat digunakan sebagai acuan (benchmark),
9. Kriterian lain yang mungkin untuk diterapkan.
5. Sebut dan jelaskan ruang lingkup dari audit SDM!
1. Rekrutmen atau perolehan SDM, mulai dari awal proses perencanaan kebutuhan SDM
hingga proses seleksi dan penempatan,
2. Pengelolaan (pemberdayaan) SDM, meliputi semua aktivitas pengelolaan SDM setelah ada
di perusahaan, mulai dari pelatihan dan pengembangan sampai dengan penilaian kinerja karyawan,
3. Pemutusan hubungan kerja (PHK) karena mengundurkan diri maupun pemecatan akibat
pelanggaran aturan perusahaan

6. Apa tujuan dan manfaat dari audit SDM? Sebut dan jelaskan!
Tujuan audit SDM
1. Menilai efektivitas dari fungsi SDM,
2. Menilai apakah program/aktivitas SDM telah berjalan secara ekonomis, efektif, dan efesien,
3. Memastikan ketaatan berbagai program/aktivitas SDM terhadap ketentuan hukum, peraturan dan
kebijakan yang berlaku di perusahaan,
4. Mengidentifikasi berbagai hal yang masih dapat ditingkatkan terhadap aktivitas SDM dalam
menunjang kontribusinya terhadap perusahaan,
5. Merumuskan beberapa langkah perbaikan yang tepat untuk meningkatkan ekonomisasi, efesien,
dan efektivitas berbagai program/aktivitas SDM
Manfaat audit SDM
1. Mengidentifikasi kontribusi dari Departemen SDM terhadap organisasi,
2. Meningkatkan citra professional Departemen SDM,
3. Mendorong tanggungjawab dan profesionalisme yang lebih tinggi karyawan Depertemen SDM,
4. Memperjelas tugas tugas dan tanggungjawab departemen SDM,
5. Mendorong terjadinya keragaman kebijakan dan praktik praktik SDM,
6. Menemukan masalah masalah kritis dalam bidang SDM,
7. Memastikan ketaatan terhadap hukum dan peraturan, dalam praktik SDM,
8. Menurunkan biaya SDM melalui prosedur SDM yang lebih efektif
9. Meningkatkan keinginan untuk berubah dalam Departemen SDM,
10. Memberikan evaluasi yang cermat rhadap sistem informasi SDM.
7. Apakah audit SDM dapat menghindarkan perusahaan dari dampak negatif keputusan
bidang SDM yang tidak tepat?
Ya, karena audit SDM bertujuan untuk memberikan rekomendasi perbaikan atas kekurangan
yang terjadi pada aktivitas SDM dan memastikan apakah aktivitas SDM tersebut berjalan secara
ekonomis, efesien, dan efektif .

8. Dalam melaksakan tugas audit SDM bagaimana seharusnya auditor menjaga hubungannya
denganpihak perusahaan yang di audit?
Yang harus dilakukan oleh auditor untuk menjaga hubungannya dengan perusahaan
yangdiaudit selama melaksanakan tugas audit SDM yaitu mengikuti Norma Audit yang ditentukan
dalam suatu perusahaan masing-masing, yang intinya harus mengandung : 1.Independensi/kebebasan
2.Keahiran jabatan
3.Ruang linglup yang mecakup : pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan efektifitassistem
pengndalian intern perusahaan dan kualitas manjemen dalam melaksanakantanggung jawab yang
dibebankan kepadanya.4.Pelaksanaanya mancakup perencanaan audit, pengujian dan evaluasi
terhadap informasi, penyampaian hasil audit dan proses tindak lanjut.5.Pengelolaan Departemen audit
harus bertanggung jawab dan layak
9. Dalam audit SDM, untuk apa auditor melakukan review dan pengujian terhadap
pengendalian manajemen perusahaan?
Auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen perusahaan agar
auditor akan mampu lebih dalam memahami kondisi yang terjadi. Auditor mampu memutuskan
apakah tujuan audit sementara yang diterapkan pada audit pendahuluan dapat ditingkatkan menjadi
tujuan audit yang sesungguhnya (dengan adanya cukup bukti pendukung terhadap permasalahan yang
disoroti auditor yang tertuang dalam tujuan audit sementara), atau diabaikan karena terjadi sebaliknya.
Dan auditor dapat mengambil keputusan apakah audit dapat dilanjutkan atau tidak mengingat
ketersediaan data yang dibutuhkan dan kebebasan dalam melakukan audit (tidak menghadapi
keterbatasan akses dalam melakukan audit)
10. Sebut dan jelaskan pendekatan dalam audit sumber daya manusia! Apakah pendekatanpendekatan tersebut berdiri sendiri?
Ada 3 pendekatan utama dalam audit SDM yang umum digunakan, yaitu:
1. Menentukan ketaatan pada hukum dan berbagai peraturan yang berlaku,
2. Mengukur kesesuaian program dengan tujuan organisasi,
3. Menilai kinerja program.

11. Dalam audit perencanaan sumber daya manusia, saudara menanyakan apakah perusahaan
memiliki rencana SDM yang terdokumentasi dengan jelas? Informasi apa yang ingin saudara
dapatkan dari pertanyaan tersebut?
Informasi yang ingin didapatkan yaitu:

1. Mendapatkan informasi atas pekerjaan karyawan yang efektif,


2. Produktivitas, perencanaan SDM memiliki peningkatan produktivitas kerja karyawan,
3. Informasi tentang kelebihan dan kekurangan SDM,
4. Informasi tentang pedoman bagi setiap program atau aktivitas SDM,
5. Infornasi dasar dasar penyusunan program SDM.
12. Sebut dan jelaskan minimal 5 kriteria perencanaan sumber daya!
Kriteria dapat berupa hal hal berikut :
1. Rencana SDM, proses analisis dan identifikasi yang dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan
sumber daya manusia,
2. Berbagai kebijakan dan peraturan tentang SDM,
3. Tujuan setiap program SDM,
4. Standart operating procedure (SOP) yang dimiliki perusahaan,
5. Rencana pelatihan dan pengembangan karyawan,
6. Standar evaluasi (ukuran kinerja) yang telah ditetapkan perusahaan,
7. Peraturan pemerintah,
8. Standar (norma) yang merupakan best practice yang diterapkan oleh perusahaan sejenis dalam
bidang SDM dapat digunakan sebagai acuan (benchmark),
9. Kriterian lain yang mungkin untuk diterapkan.
13. Pada saat melakukan audit atas pelatihan karyawan,saudara menanyakanapakah program
pelatihan ditetapkan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pelatihan karyawan? sebut dan
jelaskan 3 kriteria untuk penetapan 3 program pelatihan karyawan.
1. Menentukan keterampilan apa yang dibutuhkan karyawan agar memiliki kinerja yang baik,
sesuai dengan yang dibutuhkan dalam strategi pencapaian tujuan perusahaan,
2. Melakukan penilaian secara periodic untuk mengidentifikasi topic yang tepat untuk
pelatihan,
3. Melakukan proses identifikasi secara terus menerus yang meliputi penilaian terhadap
kursus (pelatihan) yang telah selesai dilaksanakan dan memberikan saran kepada unit bisnis dan
manajer untuk pelaksanaan pelatihan berikutnya,
4. Menentukan tolok ukur pada industry yang sama terhadap pelatihan yang dilaukan dan
keberhasilannya dalam meningkatkan kinerja karyawan
14. Sebagai auditor, saudara ditugaskan melakukan audit sumber daya manusia pada restoran.
Sebagai dasar penilaian, saudara harus memiliki kriteria yang tepat untuk audit yang saudara
lakukan. Buat minimal 5 kriteria sumber daya manusia untuk restoran yang saudara audit dan
jelaskan alasan, mengapa saudara menetapkan krteria tersebut.
1. Jujur, dibutuhkan karyawan yang jujur terhadap jalannya operasi perusahaan/terhadap
transaksi keuangan yang dilakukan oleh restoran.
2. Bersih, karyawan harus menjaga dan merawat kebersihan lingkungan restoran.
3. Rajin, karyawan mampu melakukan tugas secara cepat dan tepat.
4. Berpendidikan, setiap karyawan minimal telah menempuh pendidikan SMA.
5. Bertanggungjawab, karyawan mampu bertanggungjawab terhadap pekerjaannya

15. Kompensasi yang diberikan kepada karyawan harus menjamin keadilan internal dan
eksternal. Jelasakan apa yang dimaksud dengan keadilan internal dan eksternal.
Keadilan internal yaitu pembayaran karyawan sesuai dengan nilai-nilai relatif pekerjaan
mereka di dalam organisasi yang sama.
Keadilan eksternal adalah pembayaran karyawan pada tingkat yang sebanding dengan yang
dibayarkan untuk pekerjaan yang sama di perusahaan lain.

16. Sebut dan jelaskan kriteria gaji/upah yang adil bagi karyawan yang bisa dijadikan kriteria
dalam mengaudit kelayakan kompensasi yang diberikan kepada karyawan.
1. Penawaran dan permintaan tenaga kerja, jika pencari kerja lebih banyak dari lowongan
pekerjaan maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya, jika pencari kerja lebih sedikit daripada
lowongan pekerjaan maka kompensasi semakin besar.
2. Kemampuan dan kesediaan perusahaan permintaan, bila kemampuan dan kesedian
perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi semakin besar
3. Produktivitas kerja karyawan, jika produktivitas kerja karyawan baik dan professional
maka kompensasi semakin besar.
4. Biaya hidup, bila biaya hidup di daerahitu tinggi, maka biaya konpensasi tinggi,
5. Pendidikan dan pegalaman karyawan,
6. Kondisi perekonomian nasional,
7. Jenis dan sifat pekerjaan, kalau jenis dan sifat itu mengerjakannya sulit dan mempunyai
resiko besar, maka tingkat upah atau balas jasanya besar juga.

17. Apa manfaat program keselamatan dan kesehatan bagi pekerja perusahaan.
1. Melindungi pekerja,
2. Mematuhi peraturan pemerintah,
3. Meningkatkan kepercayaan konsumen,
4. Membuat sistem me