0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6K tayangan19 halaman

Makalah PH Meter

PH meter adalah adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (keasaman atau alkalinitas) dari cairan (meskipun probe khusus terkadang digunakan untuk mengukur pH zat semi-padat). PH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14.

Diunggah oleh

Nadin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6K tayangan19 halaman

Makalah PH Meter

PH meter adalah adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (keasaman atau alkalinitas) dari cairan (meskipun probe khusus terkadang digunakan untuk mengukur pH zat semi-padat). PH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14.

Diunggah oleh

Nadin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH INSTRUMENTASI DASAR

PH METER
Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah Intrumen Dasar Jurusan
Teknologi Laboratorium Medik Tingkat 1 Reguler B

Disusun Oleh:

1. AMY ARIANA CYNTHIA DEWI

(P1337434116073)

2. NADIYYA INTANIA

(P1337434116074)

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG


JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK
TAHUN 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang pH meter ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu
Surati, ST.,M.Si.Med selaku Dosen mata kuliah Instrumentasi Dasar Jurusan TLM Poltekkes
Kemenkes Semarang yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai pH meter. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi kesempurnaan makalah yang telah kami buat di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini di waktu yang akan datang.

Semarang, 15 Oktober 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
B. FUNGSI
C. BAGIAN-BAGIAN BESERTA FUNGSINYA
D. JENIS-JENIS
E. CARA KERJA
F. PERAWATAN
G. KALIBRASI
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
PH meter merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menentukan kadar keasaman
atau dapat juga disebut sebagai alat untuk menentukan konsentrasi ion hidrogen dalam
larutan (Shmaefsky, 2006). Pada bagian ujung pH meter terdapat suatu elektroda yang
berfungsi

untuk

menangkap

aliran

listrik

didalam

larutan

yang

kemudian

menginterpretasikannya kedalam nilai pH pada penunjuk angka. Elektroda dapat mudah


rusak sehingga perlu penggunaan yang benar dan hati-hati. Jika pH meter sedang tidak
digunakan maka elektroda harus dalam keadaan terendam dalam larutan berpH 4
(McQuarrie & John, 1997). Sebelum digunakan, pH meter juga harus dikalibrasi terlebih
dahulu dengan larutan standar karena mungkin saja pada saat penyimpanan terjadi
perubahan standarisasi yang dapat menyebabkan nilai pH yang terukur kurang akurat.
Tingkat keasaman berhubungan erat dengan koduktivitas dan tekanan osmotic air.
Konduktivitas dari larutan bergantung pada jumlah ion dan mobilitas di dalam larutan.
Kekuatan konduktivitas larutan diyatakan melalui pergerakan ion-ion di dalam medan listrik.
Jika jumlah ion meningkat, maka aliran arus di dalam larutan juga meningakat. Kemampuan
kapasitor dalam menyimpan suatu muatan listrik disebut kapasitansi.
Pada umumnya, nilai kapasitansi sebuah kapasitor ditentukan oleh bahan dielektrik
yang digunakan. Cairan merupakan sebuah bahan dielektrik yang apabila diletakkan diantara
dua pelat kapasitor keping sejajar mempengaruhi nilai kapasitansi dari kapasitor tersebut.
Penelitian analisis sebelumnya yang telah dilakukan oleh A.Nawawi menggunakan plat seng
untuk mengukur derajat keasaman menggunakan rangkaian pengkondisi sinyal jembatan
Schering. Namun alat yang dihasilkan masih memiliki kelemahan yaitu untuk derajat asam
yang tinggi, alat belum berfungsi dengan baik. Dari latar belakang tersebut maka penulis
merancang dan merealisasikan serta menguji sensitifitas suatu alat ukur tingkat keasaman
suatu cairan menggunakan prinsip pengukuran konduktivitas dengan sensor kapasitif yang
tersusun dari dua buah plat tembaga yang terintegrasi dengan Jembatan Schering sebagai
pengkondisi sinyal berbasis mikrokontroler ATMega8 dan hasil pengukuran kadar keasaman
air tersebut diperoleh melalui antarmuka yang ditampilkan sebuah display.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari pH meter?
2. Apa fungsi dari pH meter?
3. Jelaskan bagian-bagian pH meter!
4. Apa saja jenis dari pH meter?
5. Bagaimana cara kerja pH meter?
6. Bagaimana cara perawatan pH meter?
7. Bagaimana cara pengkalibrasian pH meter?
C. TUJUAN
1. Memenuhi tugas mata kuliah Instrumentasi Dasar.
2. Untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai pH meter.
3. Untuk mengatahui bagian-bagian dan jenis-jenis dari pH meter
4. Untuk mengetahui cara kerja, cara merawat, dan cara mengkalibrasi pH meter.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
PH meter adalah adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH
(keasaman atau alkalinitas) dari cairan (meskipun probe khusus terkadang digunakan untuk
mengukur pH zat semi-padat). PH adalah tingkat keasaman atau kebasaan suatu benda yang
diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara
0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14.

PH meter komersil pertama dibuat sekitar tahun 1936 oleh Radiometer di Denmark
dan oleh Dr. Arnold Orville Beckman di Amerika Serikat. Ketika Beckman masih menjabat
sebagai asisten professor kimia di California Institute of Technology, dia diminta untuk
merancang metode yang cepat dan akurat untuk mengukur kadar kemasaman air jeruk untuk
California Fruit Growers Exchange (Sunkist). Gebrakan Beckman membantunya untuk
meluncurkan perusahaan Beckman Instruments (sekarang Beckman Coulter). Tahun 2004
pH meter Beckman ditunjuk oleh ACS National Historical Chemical Landmark untuk
mengenang sumbangsih alat ini sebagai pH meter elektronik komersil pertama yang sukses.
Di tahun 1970 Jenco Electronic Taiwan men-desain dan memproduksi pH meter portabel

digital pertama. Alat ini dipasarkan dibawah label Cole-Palmer. TRT989H II TH IIHI E-0 R
-O ERG UY UG 90.
B. FUNGSI
Fungsi PH Meter adalah untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu cairan.
Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah
alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Probe atau Elektroda merupakan
bagian penting dari pH meter, Elektroda adalah batang seperti struktur biasanya terbuat dari
kaca. Prinsip kerja dari alat ini yaitu semakin banyak elektron pada sampel maka akan
semakin bernilai asam begitu pun sebaliknya, karena batang pada pH meter berisi larutan
elektrolit lemah.Rangkaian pengukurannya tidak lebih dari sebuah voltmeter yang
menampilkan pengukuran dalam pH selain volt. Pengukuran Impedansi input harus sangat
tinggi karena adanya resistansi tinggi (sekitar 20 hingga 1000 M).

C. BAGIAN-BAGIAN BESERTA FUNGSINYA


Sebuah sistem pH meter tersusun atas beberapa komponen penting berikut adalah
komponen-komponen tersebut diantaranya adalah:
Elektrode kaca berfungsi sebagai salah satu kutub di antara dua elektrode pH meter
yang tercelup ke dalam larutan. Pada ujung elektrode ini terdapat bulb yang berfungsi
sebagai tempat terjadinya pertukaran ion positif (H+).

Elektrode referensi berfungsi sebagai kutub lain selain elektrode kaca yang terendam
larutan tertentu, terbentuk rangkaian listrik. Elektrode ini didesain memiliki nilai
potensial yang tetap pada kondisi larutan apapun.

Termometer Bagian sensor temperatur ini menjadi satu komponen wajib pH meter,
karena nilai pH sangat dipengaruhi oleh temperatur larutan.

Amplifier Setiap pH meter selalu membutuhkan penguat voltase atau dikenal dengan
amplifier. Voltase yang dihasilkan oleh dua elektrode pH meter terlalu rendah yakni
hanya sekitar 60 mV untuk setiap tingkatan nilai pH.

Mikroprosesor berfungsi untuk menterjemahkan nilai voltase yang dikirim oleh


amplifier menjadi nilai pH. Perhitungan kompensasi nilai temperatur larutan terukur, juga
dihitung oleh mikroprosesor ini.

D. JENIS-JENIS

PH Meter Air biasanya digunakan oleh perusahaan air mineral, mereka mesti menjual
air dengan nilai PH yang sudah ditentukan departemen kesehatan, maka alat ini
diperlukan guna memenuhi standar kesehatan air mineral. Untuk ukuran netral pada PH

Meter air menunjukkan angka 7, sedangkan jika kurang dari 7 menunjukkan asam dan
untuk basa menunjukkan angka lebih dari 7.

PH Meter Tanah merupakan alat yang dipakai untuk menentukan kesuburan suatu
tanah. Pengaruh paling utama pH dalam tanah yaitu pada ketersediaan serta sifat
meracun unsur semisal Al (Alumunium), Fe (besi), Mn (Mangan), Cu (seng) B (Boron).
Pada sektor pertanian pengukuran pH tanah dipakai guna memonitor pengaruh praktek
pengolahan pertanian.

PH meter berkisar mulai dari alat ukur seperti pen yang murah dan sederhana hingga alat
ukur laboratorium yang rumit dan mahal dengan koneksi komputer dan beberapa input untuk
indikator (ion-sensitive, redox), elektroda referensi, dan sensor temperatur seperti

thermoresistor atau thermocouple. Model yang lebih murah kadang memerlukan pengukuran
temperatur untuk menyetel berbagai variasi pH yang diakibatkan oleh temperatur. Meter
khusus serta probe khusus tersedia untuk digunakan dalam aplikasi khusus, lingkungan yang
keras, dlsb. pH meter pocket tersedia saat ini dengan harga yang terjangkau yang otomatis
mengkompensasi untuk temperatur (ATC, Automatic Temperature Compensation)
Berikut ini adalah jenis ph meter dan harga jual pH meter tersebut, diantaranya:
1. PH meter jenis pen KL-081
PH meter jenis ini merupakan alat untuk mengukur pH secara akurat. Alat ini sangat
mudah untuk diguanakan yaitu dengan cara mencelupkan ujung pH ke dalam sampel,
maka akan segera tampil jumlah ukuran dari cairan tersebut. Alat ukur jenis ini sangat
simple dan sederhana, bahkan dapat dimasukkan pada kantong baju anda. Harga jenis pH
ini kisaran 1,4 jutaan.

2. PH meter air dalam aquarium KL-025W


Alat ini digunakan untuk mengukur kadar pH air dalam aquarium maupun kolam yang
kecil sekalipun. Bentuknya yang mungil sehingga mudah dan praktis saat digunakan. pH
meter jenis ini memiliki layar yang lebar dan bentuk angka pengukuran terlihat lebih
jelas. Alat tersebut sudah dibuat secara khusus untuk mengukur air, sehingga sangat kuat
jika dicelupkan ke dalam air dalam waktu yang lama sekalipun. Jenis pH meter ini
harganya kisaran 1,5 juta.

3. Jenis stick KL-3385


Ph meter jenis ini memiliki layar yang lebih mudah dibaca dengan kalibrasi satu
sentuhan. Selain itu di legkapi dengan baterai yang berkapasitas satu setengah volt. Tak
hanya itu alat ini juga memiliki sistem kalibrasi dan suhu kompensasi secara otomatis.
Banyak yang jual ph meter jenis ini karena mudah untuk digunakan namun harga dari
jenis ini cukup mahal kisaran 1,4 juta.

4. PH meter tanah, air dan suhu AMT300


PH meter jenis ini dapat mengukur tiga jenis sekalipun, di antaranya pH tanah, air dan
suhu. Sama seperti alat yang lainnya. pH jenis ini dapat memberikan keterangan data
mengenai kadar keasaman dan basa. Jenis pH meter ini harganya berkisar 5,5 juta.

5. PH meter portable pH-221


PH meter jenis ini di rancang untuk aplikasi khusus di luar ruangan. Terdiri dari berbagai
menu built-in yang sangat canggih dan berguna untuk pengukuran yang akurat dan
penyederhanaan operasi. Harga jual pH meter ini terbilang tinggi, karena fasilitas yang
tersedia

juga

sebanding

dengan

harga

yang

ditawarkan

kisaran

jutaan

Larangan Penggunaan PH Meter :


PH Meter ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagai berikut :
1. Air panas dengan suhu melebihi suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak presisi.
2. Air Es / air dingin dengan suhu dibawah suhu kamar karena pengukuran menjadi tidak
presisi.
3. Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam range pengukuran dari spesifikasi
alat ini.

E. CARA KERJA
Sebelum menggunakan alat pH meter, terlebih dahulu lakukan proses kalibrasi.
Sesuaikan alat menggunakan standar pH (buffer pH), yaitu larutan dengan nilai keasaman
yang sudah diketahui untuk berbagai tingkatan suhu. Ketika alat pH meter sudah dikalibrasi,
maka sudah bisa digunakan untuk mengukur derajat keasaman suatu larutan lain yang belum
diketahui nilainya. Untuk mengukurnya, bisa dijelaskan dengan langkah-langkah berikut ini:
1)

Sediakan larutan yang akan dicari derajat keasamannya.

2)

Sebelum diukur, pastikan suhu larutan itu sama dengan suhu larutan yang dikalibrasi
sebelumnya. Misalnya jika kalibrasi dilakukan dengan suhu larutan 21 derajat celcius,
maka demikian pula pengukuran memakai larutan dengan suhu yang sama.

3)

Buka penutup elektroda, bersihkan dengan air DI, lalu keringkan elektroda memakai tisu.

4)

Hidupkan pH meter dan masukkan elektroda ke larutan sampel yang diukur. Lalu, putar
elektroda agar larutan menjadi homogen.

5)

Teruskan dengan menekan tombol MEAS untuk mengukur. Sementara itu, pada display
muncul tulisan HOLD yang berkedip. Tunggu saja sampai tulisan berhenti berkedip.

6)

Setelah itu, angka pH akan muncul di layar. Pengukuran selesai dan pH meter bisa
dimatikan.

F. PERAWATAN
1) Cucilah menggunakan air khusus pembersih alat PH Meter sebelum ataupun sesudah
digunakan. Jika tidak ada air khusus pembersih bisa menggunakan air bisa yang
mempunyai PH nol. Mengapa menggunakan air dengan pH nol ? sebab alat ini sering
dipakai pada cairan kimia keras. Untuk cara membersihkannya ialah dengan
mencelupkannya ke dalam air selanjutnya putar beberapa kali.
2) Apabila dirasa sudah bersih, tutuplah alat tersebut. Hati hati ketika menutupnya, jangan
sampai meleset sebab jika meleset maka sensor yang ada pada alat pH akan pecah dan
yang terjadi alat tersebut tidak dapat membaca hasil ukuran dengan tepat serta tidak bisa
digunakan lagi.

3) Selalu simpan alat PH Meter pada tempat Box plastiknya, sebab Box tersebut telah dibuat
khusus guna menyimpan alat PH Meter supaya selalu rapi serta aman. Box tersebut akan
melindungi PH Meter apabila terjadi sesuatu yang tidak disengaja semisal terjatuh. Pada
umumnya produsen yang menjual PH Meter telah menjual lengkap beserta boxnya.
4) Jangan sampai salah menggunakannya semisal digital PH Meter khusus digunakan untuk
mengukur cairan saja. Jangan dipakai untuk mengukur tanah bersifat keras. Walaupun
dapat mengukur tanah tetapi apabila dipaksakan, maka PH Meter akan cepat rusak.
Intinya, masa ketahanan alat ph tergantung dari cara pemakaiannya. Apabila hati-hati
dalam menggunakannya maka kualitasnya akan selalu terjaga serta tidak mudah rusak.
Dengan demikian anda tidak akan merasa rugi terhadap harga jual PH Meter yang terbilang
lumayan mahal. Sangat disayangkan apabila membeli mahal tetapi mudah rusak. Semoga
informasi ini bisa berguna serta bermanfaat bagi pembaca.
G. KALIBRASI
Untuk pekerjaan yang sangat tepat pH meter harus dikalibrasi sebelum setiap
pengukuran. Untuk penggunaan kalibrasi normal harus dilakukan pada awal setiap hari.
Alasan untuk ini adalah bahwa elektroda kaca tidak memberikan emf direproduksi selama
waktu yang cukup lama. Kalibrasi harus dilakukan dengan setidaknya dua larutan buffer
standar yang menjangkau rentang nilai pH yang akan diukur. Untuk tujuan umum buffer
pada pH 4 dan pH 10 yang diterima.
PH meter memiliki satu kontrol (kalibrasi) untuk mengatur pembacaan meter sama
dengan nilai dari buffer pertama standar dan kontrol kedua (slope) yang digunakan untuk
mengatur pembacaan meter dengan nilai buffer kedua. Kontrol ketiga memungkinkan suhu
harus ditetapkan. Sachet penyangga standar, yang dapat diperoleh dari berbagai pemasok,
biasanya negara bagaimana perubahan nilai buffer dengan suhu. Untuk pengukuran yang
lebih tepat, tiga penyangga solusi kalibrasi lebih disukai.Sebagai pH 7 pada dasarnya,
sebuah "titik nol" kalibrasi (mirip dengan penekanan atau Taring skala atau keseimbangan),
kalibrasi pada pH 7 pertama, kalibrasi pada pH terdekat dengan tempat tujuan (misalnya 4
atau 10) kedua dan memeriksa titik ketiga akan memberikan akurasi lebih linier dengan apa

yang pada dasarnya adalah masalah non-linear. Beberapa meter akan memungkinkan tiga
kalibrasi titik dan itu adalah skema yang lebih disukai untuk pekerjaan yang paling akurat.
Kualitas meter lebih tinggi akan memiliki ketentuan untuk memperhitungkan koreksi
koefisien temperatur, dan pH probe high-end memiliki probe suhu built in Proses kalibrasi
berkorelasi tegangan yang dihasilkan oleh probe (sekitar 0,06 volt per pH unit) dengan skala
pH. Setelah setiap pengukuran tunggal, probe dibilas dengan air suling atau air deionisasi
untuk menghilangkan jejak dari solusi yang diukur, dihapus dengan menghapus ilmiah untuk
menyerap air yang tersisa yang bisa mencairkan sampel dan dengan demikian mengubah
membaca, dan kemudian dengan cepat tenggelam dalam solusi lain. Langkah-langkah untuk
melakukan kalibrasi dilakukan dengan cara berikut ini:
o

Siapkan larutan buffer pH diangka pH 7 dan pH 4.

Buka tutup plastik elektroda yang ada.

Bersihkan elektroda memakai air De Ionisasi (DI) atau air tanpa ion, lalu keringkan
memakai tisu bersih.

Aktifkan tombol on/of pada pH meter.

Elektroda yang sudah bersih dimasukkan ke dalam larutan buffer dengan pH 7

Selanjutya, tekan tombil CAL dua kali yang dilanjutkan memutar elektroda. Tujuannya
agar larutan buffer menjadi homogen.

Layar display akan bergerak angka. Tunggulah hingga angka tersebut berhenti bergerak
atau tidak berubah angka lagi.

Lanjutkan dengan menekal tom CAL sekali hingga tulisan CAL pada layar display tidak
berkedip lagi.

Setelah itu, keluarkan elektroda dari buffer pH 7 dan bersihkan air DI dan keringkan
pakai tisu.

Lanjutkan dengan memasukkan elektroda ke dalam larutan buffer yang punya pH 4.

Tekan tom CAL dua kali dan putar elektroda agar larutan menjadi homogen.

Angka pada display akan bergerak dan tunggu hingga angka diam

Teruskan dengan menekan CAL sekali lagi dan biarkan sampai display tulisan CAL
berhenti berkedip.

Angkat elektroda dari larutan pH 4, bilas dengan air DI, lalu keringkan memakai tisu.

Setelah itu, Anda akan melihat sebelah bawah pH meter menunjuk angka 7 dan 4. Jika
tampilannya seperti itu, maka proses kalibrasi berhasil dengan buffer pH 7 dan pH 4.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
PH meter adalah adalah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (keasaman
atau alkalinitas) dari cairan (meskipun probe khusus terkadang digunakan untuk mengukur
pH zat semi-padat). Fungsi PH Meter adalah untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu
cairan. Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah
alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Demikian makalah ini kami susun, kritik
dan saran dari pembaca kami butuhkan demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://ilmubawang.blogspot.co.id/2012/03/fungsi-ph-meter.html
http://www.meterdigital.com/content/apakah-ph-meter-itu
http://www.alatlabor.com/article/detail/58/fungsi-dan-pengenalan-ph-meter
https://irmalitasarimblog.wordpress.com/2012/12/05/pengertian-ph-meter/
http://www.academia.edu/9438896/Fungsi_dan_Penjelasan_mengenai_pH_meter
http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-ph-meter/
http://alatlab.org/ph-meter-pengertian-asal-usulcara-kerja-fungsi-harga-jual/
http://news.ralali.com/cara-merawat-ph-meter-yang-benar-agar-tidak-mudah-rusak/
http://artikel-teknologi.com/komponen-ph-meter/

Common questions

Didukung oleh AI

Specific pH meters are designed to cater to particular applications by accommodating different medium characteristics and environmental conditions. Soil pH meters, for instance, must be robust enough to handle soil's solid particles and potential interference from minerals affecting ion exchange. Water quality testing pH meters generally provide temperature compensation and are waterproof to manage diverse aquatic environments effectively. Each type has specialized probes and construction materials that ensure accurate readings in its respective application environment .

Proper maintenance and handling of pH probes significantly influence the lifespan and accuracy of pH meter readings. Regular cleaning of probes with deionized water and storing them in a suitable storage solution prevent ionic contamination and maintain the sensitivity of the electrode. Careful handling by ensuring the probe is never allowed to dry out and avoiding mechanical shocks that can break the glass electrodes are essential practices. Calibration before each use, especially in critical applications, helps maintain measurement accuracy over time, addressing drift or response time issues from electrode aging .

Calibration of pH meters is vital for accuracy, as it involves adjusting the meter to match known pH buffer solutions. The process typically involves a two-point calibration using buffers at pH 4 and pH 10, which span the expected range of pH values. This ensures that the meter can accurately read within these parameters. For high precision, a three-point calibration including pH 7 is preferable because it neutralizes non-linear inaccuracies, ensuring readings are not skewed by temperature variations or electrode drift over time .

Conductivity and pH are interrelated through the mobility and concentration of ions in a solution. Higher ion concentration increases conductivity, leading to stronger current detection by the pH meter. This interrupts the electric potential measured by the pH electrode, potentially shifting the pH reading if not properly compensated for. The instrument must distinguish the conductivity-related voltage change from the hydrogen-ion concentration change to maintain an accurate pH measurement. This requires carefully calibrated amplification circuits and possibly temperature compensation for solution conductivity variations .

Extreme temperatures adversely impact pH meter readings because the sensitivity and response of the pH electrode can decrease, and the ionic activity within the solution and electrode's internal electrolyte changes. Typically, a pH measurement is calibrated at room temperature, and deviations from this can introduce errors. High temperatures may cause degradation of electrode materials while too low temperatures might result in sluggish electrode responses, thus requiring frequent recalibrations or buffers specifically set for those temperatures to ensure accurate measurements .

Modern pH meters have seen innovations in design for better portability and accuracy. For example, the digital pocket-sized pH meters now available offer automatic temperature compensation (ATC), allowing for accurate readings across varied temperatures without manual adjustments. Portable meters like the PH-221 are designed for outdoor use, featuring built-in censors and advanced settings that simplify operation and improve accuracy. Another example is the pH meter stick KL-3385, which provides automatic calibration and a straightforward user interface, making it highly user-friendly while maintaining measurement precision .

A pH meter consists of a glass electrode and an electrode reference, which are crucial in creating a measurable electrical circuit in the tested solution. The electrode's bulb allows for ion exchange, critical for detecting hydrogen ion concentration changes. The microprocessor interprets the voltage signal from the electrodes, converting this into a readable pH value on the display screen. Temperature sensors often accompany these components to adjust for temperature-related variations in readings, ensuring the accuracy and reliability of the meter .

Microcontroller integration in pH meters has significantly enhanced both performance and user functionality. By employing microcontrollers, modern pH meters can handle complex calculations for converting voltage readings into accurate pH values. They automatically adjust for temperature fluctuations, improve signal processing for faster and more reliable readings, and facilitate user-friendly interfaces for more straightforward calibration processes. The inclusion of microcontrollers allows for features like automatic data logging and Bluetooth connectivity to external devices, broadening the application scope of pH meters .

When using a pH meter with non-standard liquids, limitations include inaccurate readings due to temperature discrepancies or the presence of interfering ions in complex matrices. Ensuring the sample falls within the pH range measurable by the meter is crucial. Calibration with buffer solutions approximating the sample temperature and composition is necessary. Additionally, avoiding extreme pH values outside electrode tolerance and ensuring electrodes aren't damaged by corrosive samples are vital precautions for reliable measurements .

The commercial development of the pH meter began with Radiometer in Denmark and by Dr. Arnold Orville Beckman in the United States around 1936. Beckman's contribution emerged from his task to quickly and accurately measure the acidity of lemon juice for California Fruit Growers Exchange (Sunkist), leading him to establish Beckman Instruments. This company is credited with creating the first successful commercial electronic pH meter, which was later recognized as a National Historical Chemical Landmark by ACS in 2004. In the 1970s, Jenco Electronic Taiwan developed the first portable digital pH meter, distributed under Cole-Palmer .

Anda mungkin juga menyukai