Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS MATERIAL

TOPOGRAPHY MEASURING SYSTEM


Asisten

Veve Lestari

Tanggal Praktikum

1 Desember 2016

Oleh :
Nama

: Shabrina Rizqi Hawadah

NIM

: 145090301111031

Kelas Praktikum

:B

LABORATURIUM MATERIAL
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

1.1 Tinjauan Pustaka


Roughness/kekasaran didefinisikan sebagai ketidak halusan bentuk yang
menyertai proses produksi yang disebabkan oleh pengerjaan mesin, sedangkan
penggelombangan adalah komponen tekstur dimana kekasaran saling menumpuk.
Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti penyimpangan mesin, getaran,
berbagai penyebab regangan pada bahan dan pengaruhpengaruh lainnya. Nilai
kekasaran dinyatakan dalam Roughness Average (Ra). Ra didefinisikan sebagai
rata-rata aritmatika dan penyimpangan mutlak profil kekasaran dari garis tengah
rata-rata (Azhar,2014).

Surface

Roughness

Tester

merupakan

alat

pengukuran

kekasaran

permukaan. Setiap permukaan komponen dari suatu benda mempunyai beberapa


bentuk yang bervariasi menurut struktumya maupun dari hasil proses
produksinya. Roughness/kekasaran dideflllisikan sebagai ketidakhalusan bentuk
yang menyertai proses produksi yang disebabkan oleh pengerjaan mesin. Nilai
kekasaran dinyatakan dalam Roughness Average (Ra). Ra merupakan parameter
kekasaran yang paling banyak dipakai secara intemasional. Ra didefinisikan
sebagai rata-rata aritmatika dan penyimpangan mutlak profil kekasaran dari garis
tengah

rata-rata.

Prinsip

kerja

dari

alat

ini

adalah

dengan

menggunakan transducer dan diolah dengan microprocessor (Nusyirwan, 2001)


Kekasaran permukaan juga dikenal sebagai permukaan Ra yaitu pengukuran
permukaan rata-rata. Pengukuran tersebut dilakukan oleh alat topografi pada skala
yang mungkin dianggap "tekstur" di permukaan. Kekasaran permukaan adalah
perhitungan kuantitatif dari kekasaran relatif profil linear atau daerah, dinyatakan
sebagai parameter numerik tunggal (Ra). Dalam profilometry optik tiga dimensi,
kekasaran biasanya dinyatakan sebagai daerah kekasaran permukaan (Sa). Profil
kekasaran (Ra) dapat diekstraksi sebagai garis melalui suatu daerah. Menariknya,

Sa juga dapat melaporkan rata Ra melalui permukaan dengan rata-rata beberapa


profil..Pengukuran

kekasaran

pada

permukaan

dapat

digunakan

untuk

menganalisis cacat. Cacat dapat terjadi baik di permukaan material selama


pemrosesan atau setelah digunakan, dan analisis cacat sering penting untuk
menyediakan informasi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan daya tahan
permukaan (Miszczak,2014).
Kekasaran permukaan secara positif dipengaruhi oleh kemajuan dari luasan
yang berbeda tergantung pada tingkat keausan. Pada mencapai tingkat keausan di
atas 0,2 mm, kekasaran permukaan cenderung konstan untuk beberapa interval
setelah itu cenderung menurun sebagai pakaian meningkat. Hal ini sesuai dengan
waktu yang digunakan sehingga dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap awal,
tahap konstan dan laju keausan tinggi tahap deformasi plastik di mana tepi
biasanya gagal. Namun, kejelasan permukaan tampaknya tergantung pada
parameter operasi yang digunakan melalui percobaan yang relevan dan, akibatnya
terjadi pada tingkat keausan. Pada kecepatan potong rendah dan tingkat pakan,
tingkat kekasarannya konstan ditahan sampai tingkat keausan tercapai.
Sebaliknya, ketika tingkat kecepatan potong tinggi digunakan, kekasaran
permukaan menurun tajam pada pembukaan tahap terakhir. Tahap ketiga adalah
hampir tidak terlihat dan ini mungkin disebabkan oleh tingkat kecepatan potong
rendah dan juga kedalaman potong tampaknya memaksakan pengaruh tersendiri
pada permukaan tersebut. Umumnya, pengaruh tinggi interaksi biasanya
mencegah interpretasi yang konsisten dari data menggunakan teknik analisis
konvensional dan, karena itu, perumusan dan pemodelan dapat menyebabkan
pemahaman global hubungan praktis fungsional (Oraby, 2008).
Analisis permukaan, atau metrologi permukaan adalah bidang luas yang
mencakup analisis tekstur dan pengukuran fitur seperti kekasaran dan kebulatan
bahan dan benda-benda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami
bagaimana asal obyek dan sejarah (misalnya proses pembuatan dan memakai)
telah mempengaruhi tekstur dan bagaimana hal ini akan mempengaruhi interaksi
dengan komponen lainnya dan bahan. pengukuran yang akurat dan direproduksi

dari diferensiasi dan korelasi dalam tekstur sangat penting karena ini
menimbulkan sifat mendasar seperti adhesi, abrasi, gesekan dan permukaan
estetika. Optimalisasi karakter permukaan dapat meningkatkan kinerja produk di
hampir setiap industry. Kekasaran dapat bermanfaat karena memungkinkan
permukaan untuk pelumas perangkap lebih mudah (Hopf,2014).

1.2 Tatalaksana Percobaan


Pertama yaitu buka plastik penutup set lensa kemudia UPS dinyalakan
yang letaknya berada pada kanan meja TMS. Kedua, CPU, layar lensa dan
layar computer sebagai hasil proses konversi dari alat TMS dinyalakan.
Ketiga, sampel diletakkan pada meja TMS dengan digerakan mejanya ke
kanan atau kiri, ke depan atau belakang menggunakan pemutar yang terdapat
pada TMS, lalu pemutar kasar dan halusnya diputar hingga mendapatkan
gambar yang jelas dan tepat pada layar lensa. Keempat, setelah terbukanya
desktop pada komputer kemudian aplikasi TMS 3.2 dipilih dan dibuka dengan
cara double click untuk melihat proses pengukuran kekasaran bahan. Kelima,
sampel yang telah terlihat jelas akan terkonversi pada layar computer dan
dilakukan proses scanning atas lalu di kunci dengan S(start) lalu sampel
discanning ke bawah dilanjuti dengan dikunci E(end). Keenam, sampel akan
terlihat jelas perbedaan warna pada layar computer apabila sampel berwarna
semakin merah maka tingkat kekasarannya semakin rendah, namun pada saat
percobaan meja sampel miring sehingga harus dilakukan pemerataan meja.
Ketujuh, kekasaran sampel dapat terlihat dalam bentuk 2D dan 3D,
selanjutnya apabila ingin mengetahui kekasaran secara area maupun line (dan
lainnya) maka dapat dipilih pada selection dan cursor sesuai dengan hal yang
diperlukan. Kedelapan, tingkat kekasaran telah diketahui kemudian save hasil
sampel yang telah didapat. Kesembilan, layar aplikasi TMS 3.2 ditutup, lalu
jika telah selesai shutdown computer, plastik penutup pada TMS dipasang
kembali dan UPS dimatikan.

1.3 Pembahasan
Prinsip kerja dari TMS adalah untuk mengukur kekasaran dari suatu
permukaan bahan. Kekasaran bahan sampel diamati dan diukur dengan diletakkan di

meja TMS terlebih dahulu dan diatur fokusnya dengan menggunakan pemutar halus
dan kasar. Kekasaran permukaan dari sampel akan terlihat pada layar lensa dan
dikonversikan kedalam computer yang telah berisi aplikasi TMS 3.2. Sampel dapat
dihitung tingkat kekasaran, kedalaman, dan volumenya. Bila yang dihitung adalah
kekasaran sampelnya maka data yang diolah dapat dihitung berdasarkan area dan line
nya dengan memilih parameter yang terdapat dalam aplikasi tersebut sehingga pada
akhirnya data yang diinginkan dapat ditampilkan pada layar.

Parameter yang terdapat pada Topographic Measurement System (TMS)


yaitu:
1. Rz (ten points high of irregularities) merupakan pengukuran berdasrkan
nilai rata rata dari lima puncak tertinggi dan lima lembah terendah.
Kekasaran rata-rata dari puncak ke lembah ,Rz sebetulnya hampir sama
dengan kekasaran rata-rata aritmetis Ra, tetapi cara menentukan Rz
adalah lebih mudah daripada menentukan Ra, Gambar 1.3.1.
menunjukkan cara menentukan Rz. Sampel pengukuran diambil
sejumlah profil yang memuat, misalnya 10 daerah yaitu 5 daerah puncak
dan 5 daerah lembah

Gambar 1.3.1 Menentukan kekasaran rata-rata dari puncak ke lembah


Kemudian buat garis lurus horizontal di bawah profil permukaan. Tarik garis
tegak lurus dari masing-masing ujung puncak dan lembah ke garis horizontal.
Dengan cara ini maka diperoleh harga Rz yang besarnya adalah :

1
1
1000
(
R1+ R 3+ R 5+ R 7+ R 9+ Pa ) ( R 2+ R 4+ R 6+ R 1 ) x
Rz = 5
5
Vv
2. Sz adalah surface roughness untuk kekasaran permukaan dalam suatu ukuran
tertentu.
3. Sq digunakan menunjukkan besarnya proporsi variasi keseluruhan dalam
kekasaran permukaan yang dapat diterangkan atau diakibatkan oleh hubungan
linier dengan faktor feeding/depth of cut
4. Rq (Root mean square average) digunakan untuk mencari nilai akar rata-rata
kuadrat dari pengukuran kekasaran permukaan untuk panjang tertentu
5. Sk digunakan dalam menghitung distibusi ketinggian permukaan dengan
karakterisasi simetrinya.
Salah satu aplikasi dari Topography Measurement System adalah Tester MR210, dimana alat ini digunakan untuk mengukur kekasaran atau suatu alat yang
kompatibel dengan empat standar ISO , DIN , ANSI dan JIS dan secara luas
digunakan dalam tempat produksi untuk mengukur kekasaran permukaan
berbagai bagian mesin diproses , menghitung parameter sesuai dengan kondisi
pengukuran yang dipilih dan jelas menampilkan semua parameter pengukuran .
Ketika mengukur kekasaran permukaan , sensor ditempatkan pada permukaan dan
kemudian slide seragam,Kekasaran ini menyebabkan perpindahan probe yang
menyebabkan

perubahan

jumlah

induktif

kumparan

induksi

sehingga

menghasilkan sinyal analog , yang sebanding dengan kekasaran permukaan pada


akhir output fase sensitif penyearah . Proses DSP eksklusif dan menghitung dan
kemudian menampilkan hasil pengukuran pada LCD.

DAFTAR PUSTAKA
Azhar, M.C. 2014. Analisa Kekasaran Permukaan Benda.Bengkulu : Universitas
Bengkulu
Hopf, Juliane.2014. Topography and Mechanical Property Mapping of
International
Simple Glass Surfaces with Atomic Force Microscopy. Oak
Ridge: Oak Ridge
Laboratory
Miszczak, A dan Adam Czaban.2011. Surface Topography of Slide Journal Bearings
Journal of KONES Powertrain and Transport, Vol. 18, No. 3.Polandia :
Gdynia Maritime University
Nusyirwan.2001. Surface Roughness pada Permukaan Bahan
.Padang : Politeknik
Negeri Padang
Oraby,

S.E

dan

A.

M.

Alaskari.2008.

Surface

topography

assessment techniques
based on an in-process monitoring approach of tool wear and
cutting force signature.Kuwait : College of Technological
Studies