Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi yang saya dapatkan dari
proyek Pembangunan Gedung Bank Bukopin Cilegon ini dapat saya
simpulkan beberapa hal, yakni :
1. Pada proyek pembangunan Gedung Bank Bukopin Cilegon metode yang
diterapkan pada pengerjaan kolom, balok, dan plat secara keseluruhan
sudah menerapkan standar metode pelaksanaan yang sesuai dengan RKS
(Rencana Kerja dan Syarat-syarat).
2. Pengawasan yang kurang ketat dari pihak kontraktor dan pengawas
membuat banyak pekerja yang dalam melakukan pekerjaan bermalasmalasan sehingga kualitas pekerjaan tidak dapat mencapai target yang
diharapkan.
3. Penggunaan alat belum sesuai dengan standar sehingga menghasilkan
kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syaratsyarat), seperti penggunaan dan pengadaan concrete vibrator yang kurang
baik sehingga menghasilkan beton yang keropos.
4. PT. Mitra Usaha Sarana selaku kontraktor proyek pembangunan Gedung
Bank Bukopin dapat menyelesaikan sebagian permasalahan seperti
bekisting yang menempel pada tulangan, penanganan alat rusak,
penanganan gangguan pada alat dengan baik.
5. Progress pembangunan Gedung Bank Bukopin Cilegon dari awal
pelaksanaan kerja praktek yaitu 32% dan pada saat selesai kerja praktek
yaitu 79% dan hasil tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
pada kurva s.

B. Saran
Pada proses Pembangunan Gedung Bank Bukopin Cilegon dari awal
sampai saat ini banyak sekali permasalahan serta hambatan yang dapat
memperlambat proses konstruksi. Untuk itu, kiranya penulis dapat

memberikan

beberapa

saran

yang

dapat

bermanfaat

untuk

proses

pembangunan selanjutnya. Adapun saran-sarannya yaitu:


1. Melakukan persiapan yang lebih matang serta memperkirakan hambatan
yang akan terjadi sehingga dapat memperlancar proses konstruksi.
2. Keamanan dalam proses pembangunan baik dari pekerjanya maupun dari
peralatannya, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Perlu diketahuinya dengan jelas mengenai unsur-unsur didalam proyek
dalam kaitannya dengan lintasan kritis yaitu pekerjaan-pekerjaan yang
waktu pelaksanaannya tidak boleh melebihi dari waktu yang telah
ditargetkan

dalam

perencanaan

(time

schedule),

sehingga

tidak

mengakibatkan keterlambatan bagi pekerjaan proyek secara keseluruhan.


4. Menjaga komunikasi yang baik dengan para pekerja supaya mereka
memperhatikan apa yang kontraktor instruksikan.
5. Pengawasan yang baik dan menyeluruh dapat mencegah terjadinya
kesalahan yang mungkin nantinya dapat merusak bangunan sebelum
waktunya.

113