Anda di halaman 1dari 21

Pendahuluan

Pada tanggal Desember 2012, SMP Negeri 2 Maos mengadakan kegiatan study tour ke
museum Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas IX. maksud dan tujuan
dilaksanakannya kegiatan study tour bagi siswa kelas IX yaitu :

1. Menambah dan meningkatkan pengetahuan/wawasan tentang nilai-nilai Religius,


Sejarah, Tekhnologi, Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi.

2. Meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.

3. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.

4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman baru yang


bersifat langsung.

5. Membangun keakraban antar siswa dan guru.

Tempat obyek wisata yang kita kunjungi antara lain :


1. Museum Bandar Lampung
2. Lembah Hijau
3. Ramayana Robinson

Isi

Persiapan
Tepat pukul 05:15WIB, seluruh siswa dan guru pendamping diwajibkan sudah berkumpul di
SMP Negeri 1 sumberjaya. Pukul 05:25 WIB ada sedikit pengarahan dari Kepala Sekolah dan
pemandu kemudian seluruh siswa bersiap untuk berangkat. Pukul 05:30 WIB seluruh
rombongan SMP N 1 Simberjaya berangkat dari SMP N 1 Sumberjaya menuju ke museum
Bandar lampung sepanjang perjalanan bus yang kita tumpangi sesekali berhenti untuk
beristirahat sejenak.Tepat pukul 10:30 WIB rombongan sampai di museum Bandar Lampung.

Museum Bandar Lampung

Sejarah Singkat Museum Lampung


Museum lampung telah dirintis sejak tahun 1975 oleh kepala kantor pembinaan
permuseuman perwakilan Departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi lampung di
tanjung karang. Wujud pembangunan fasilitas gedung pameran dan kantor baru dikerjakan
pada tahun anggaran 1978/1979 didasarkan pada keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan nomor 064/P/1978 tanggal 30 maret 1978 tentang pengangkatan pemimpin dan
bendaharawan proyek pehabilitasi dan perluasan museum lampung.

Peletakan batu pertama pembangunan museum lampung dilakukan oleh kepala bidang
permuseuman sejarah dan kepurbakalan kanwil Depdikbud Provinsi Lampung Drs. Supangat
pada tanggal 13 juni 1978 di lokasi jalan Tenku Umar No 64 Gedung Meneng, sekarang
menjadi Jln. H. Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung.

Selanjutnya, berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik


Indonesia No. 0754/0/1987 museum lampung mendapat status Unit Pelaksanaan Teknis
(UPT) Direktorat Oedral kebudayaan pada tanggal 24 september 1988 bersama dengan
peringatan hari Aksa Internasional yang dipusatkan di DKOR Way Halim museum lampung
diresmikan oleh menteri pendidikan oleh kebudayaan Rebublik Indonesia Prof. Dr. Fuad
Hasan.

Sementara itu, penambahan nama Ruwai Jurai untuk museum lampung ditetapkan melalui
surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No 0233/0/1990.
tanggal 1 april 1990. Penambahan itu disesuaikan dengan logo provinsi lampung Sang Bumi
Ruwai Jurai.

Pada erat ekonomi daerah berdasarkan keputusan Gubernur Lampung nomor 03 tahun 2001
tanggal 09 februari 2001 status museum lampung beralih menjadi Unit Pelaksana Taknis
Dinas (UPTA)dibawah dinas pendidikan provinsi sejak bulan februari 2008 UPTD museum
lampung beralih menjadi UPTA Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi lampung.

Pengumpulan dan Perawatan Benda-Benda Koleksi Museum Lampung


Sebagai museum yang bersifat umum koleksi yang dikumpulkan museum lampung meliputi
kebudayaan manusia dan benda-benda tinggalan sejarah alam, untuk mengumpulkan koleksi
museum lampung melakukan beberapa cara yaitu:

1. Evakuasi

2. Sitaan

3. Imbal jasa atau pembelian

4. Pertukaran dengan museum lain

5. Sumbangan atau hibah

6. Replika

Adapula perawatan yang dilakukan oleh petugas museum yaitu berupa perbaikan koleksi atau
perawatan kuratif. Upaya ini dilakukan pada koleksi yang memiliki data banding. Sedangkan
koleksi dalam keadaan baik diberi perawatan preventif yaitu dibersihkan atau dijauhkan dari
segala kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerusakan dengan menggunakan bahan dari
alam maupun dengan zat-zat imia.

Manfaat, Fungsi Tugas Pokok Museum Lampung


Berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Lampung Nomor. 0 tahun 2001, tanggal 09
februari 2001 fungsi dan tugas museum adalah melaksanakan pengumpulan, perawatan,
penelitian dan kultural tetang benda bernilai budaya dan ilmiah. Sedangkan fungsi museum
yaitu:

1. Melakukan pengumpulan, perawatan dan penyajian benda yang bernilai budaya dan
ilmiah.

2. Melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi ilmiah.

3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian koleksi.


4. Melakukan bimbingan edukatif, kutural tentang benda berniali budaya dan ilmiah.

5. Melakukan urusan ketatausahaan.

Peranan Museum Lampung Sebagai Pusat Perkembangan Kebudayaan


Dilihat dari tugas dan fungsinya museum lampung memiliki peran penting sebagai pusat
perkembangan kebudayaan karena museum lampung sebagai pusat perkembangan yang
memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah.

Salah satu fungsi dan tugas museum lampung yaitu memperkenalkan dan menyebarluaskan
hasil penelitian. Petugas museum memiliki beberapa cara untuk memperkenalkan hasil
penelitian salah satunya yaitu dengan diadakan pameran, pemasangan iklan layanan
masyarakat melalui media cetak dan sebagainya.

Penutup
Perjalanan ini memang benar-benar melelahkan. Namun dibalik itu semua terdapat sebuah
pengalaman yang tidak pernah akan kami lupakan selama hidup kami. Pemandu yang ramah
dan mengasyikan, tempat-tempat wisata yang menakjubkan, serta guru pendamping yang
setia mendampingi dan menjaga kami semua,itulah yang tidak bisa kami lupakan. Mungkin
kegiatan study tour ini tidak berjalan dengan apa yang kami bayangkan dan rencanakan, tapi
kami maklumi semua ini. Karena rencana tidak selalu berjalan lancer. Kami hanya berharap
semoga SMP Negeri 1 sumberjaya terus dan selalu mengadakan progam study tour ini. Dan
semoga kegiatan ini bisa berjalan lebih lancer dan menarik lagi. SMP Negeri 1 sumberjaya is
the best
Sumber
http://suhendrianhendririan.blogspot.com/2013/01/laporan-perjalanan_24.html

Demikianlah cotoh laporan yang dapat di share pada kesempatan ini semoga informasinya
dapat bermanfaat dan memberikan informasi dan inspirasi bagi sobat semua dalam menyusun
laporan study tour yang ditugaskan oleh bapak atau ibu guru di sekolah.

Selasa, 11 Februari 2014

KARYA ILMIAH PENINGGALAN BERSEJARAH DI MUSEUM LAMPUNG

PENINGGALAN BERSEJARAH DI MUSEUM LAMPUNG


KARYA ILMIAH
DISUSUN OLEH

NIVA LESTARI SURNINGSIH

NIS : 1542

NISN : 9966057009

SMA NEGERI 1 LEMPUING JAYA

KECAMATAN LEMPUING JAYA KABUPATEN OKI

PROVINSI SUMATERA SELATAN

TAHUN 2014

DisetujuiOleh

Pembimbing I Pembimbing II

IRNA PIRAKUSNITA, S.Pd NURHAYATI, S.PdI

NIP. 197208072007012008
DisahkanOleh

Kepala SMAN 1 LEMPUING JAYA

HERZON HADI, S.Pd

NIP. 1966025 199412 1 001

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya Ilmiah ini saya persembahkan untuk:

Allah swt yang


telahmemberikankesempatandankesehatanjasmanimaupunrohani,
sehinggasayadapatmenyelesaikankaryaIlmiahinidenganbaik, untukkedua orang
tua, bapakdanibu guru, danteman-teman yang telahmendukung, mengarahkan,
danmembantudalam proses pembuatankaryailmiahini.

MOTTO

Sabardalammengatasikesulitandanbertindakbijaksanadalammengatasinyaadala
hsesuatu yang utama. (http://pristality.com/2011/02/23/kumpulan-motto-
kehidupan)
Bunga yang tidakakanlayusepanjangjamanadalahkebajikan. (William Cowper)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena, atas rahmatdanhidayah-


Nyasehinggasayadapat menyelesaikan karyailmiah ini dengan baik.Walaupun
masih banyak kekurangandalam proses pembuatankaryailmiah ini.

KaryaIlmiahini membahas tentang peninggalanbersejarah di museum


lampung.Semoga karyailmiah ini dapat menjadi inspirasi, motivasi atau
pengetahuan bagi para pembaca.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam


prosespembuatan karyailmiah ini.Karena tanpa bantuan dari seluruh pihak,
mungkin karyailmiah ini tidak akan
tersusundenganbaik.Penulismenyadaribahwamasihbanyakkekurangandalamkar
yailmiahini.Penulis memohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang
berkenan,
penulismenyadaribahwamasihbanyakkekurangandalamkaryailmiahini.

Kritikdan saran-nyapenulisharapkankepadaparapembacademi
perbaikandankesempurnaankaryailmiahini.Harapanpenulisyaitusemogakaryailm
iahinidapatmemberikanmanfaatkepadaparapembaca.

Terimakasih

Lampung

Contoh Laporan Study Tour tentang Museum Lampung. Untuk bekal referensi sobat pelajar
semua dalam membuat laporan, berikut ini akan kita bahas mengenai contoh laporan study
tour yang akan membahas mengenai "museum lampung". Silahkan langsung dipelajari
laporan studytour museum lampung berikut.

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karuni-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan Wisata dengan baik,
walaupun masih banyak kekurangan, kejanggalan kata-kata, kekeliruan dan hambatan.

Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di siswa SMP Negeri 1
sumberjaya sebagai salah satu syarat menempuh UAN/UANAS Tahun Diklat 2012/2013

Laporan ini tidak akan sukses dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka tiada
kata terukir indah selain ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Ibu Dra.Enok Hartini selaku Kepala Sekolah SMP N 1 Sumberjaya sebagai


penanggung jawab

2. Bapak dan Ibu, selaku guru SMP N 1 Sumberjaya yang telah memberikan bimbingan
arahan kepada kami

3. Ayah dan Ibu tercinta yang telah mencurahkan perhatian dan dukungannya baik
secara materil maupun non materil

4. Teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kami berharap kepada semua pihak dan pembaca untuk emberikan saran dan kritik yang
bersifat membangun demi perbaikan lebih lanjut.

Demikian laporan ini kami buat semoga bermanfaat bagi semua pihak.

Pendahuluan
Pada tanggal Desember 2012, SMP Negeri 2 Maos mengadakan kegiatan study tour ke
museum Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas IX. maksud dan tujuan
dilaksanakannya kegiatan study tour bagi siswa kelas IX yaitu :

1. Menambah dan meningkatkan pengetahuan/wawasan tentang nilai-nilai Religius,


Sejarah, Tekhnologi, Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi.

2. Meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.

3. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.

4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman baru yang


bersifat langsung.

5. Membangun keakraban antar siswa dan guru.

Tempat obyek wisata yang kita kunjungi antara lain :


1. Museum Bandar Lampung
2. Lembah Hijau
3. Ramayana Robinson

Isi

Persiapan
Tepat pukul 05:15WIB, seluruh siswa dan guru pendamping diwajibkan sudah berkumpul di
SMP Negeri 1 sumberjaya. Pukul 05:25 WIB ada sedikit pengarahan dari Kepala Sekolah dan
pemandu kemudian seluruh siswa bersiap untuk berangkat. Pukul 05:30 WIB seluruh
rombongan SMP N 1 Simberjaya berangkat dari SMP N 1 Sumberjaya menuju ke museum
Bandar lampung sepanjang perjalanan bus yang kita tumpangi sesekali berhenti untuk
beristirahat sejenak.Tepat pukul 10:30 WIB rombongan sampai di museum Bandar Lampung.

Museum Bandar Lampung

Sejarah Singkat Museum Lampung


Museum lampung telah dirintis sejak tahun 1975 oleh kepala kantor pembinaan
permuseuman perwakilan Departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi lampung di
tanjung karang. Wujud pembangunan fasilitas gedung pameran dan kantor baru dikerjakan
pada tahun anggaran 1978/1979 didasarkan pada keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan nomor 064/P/1978 tanggal 30 maret 1978 tentang pengangkatan pemimpin dan
bendaharawan proyek pehabilitasi dan perluasan museum lampung.

Peletakan batu pertama pembangunan museum lampung dilakukan oleh kepala bidang
permuseuman sejarah dan kepurbakalan kanwil Depdikbud Provinsi Lampung Drs. Supangat
pada tanggal 13 juni 1978 di lokasi jalan Tenku Umar No 64 Gedung Meneng, sekarang
menjadi Jln. H. Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung.

Selanjutnya, berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik


Indonesia No. 0754/0/1987 museum lampung mendapat status Unit Pelaksanaan Teknis
(UPT) Direktorat Oedral kebudayaan pada tanggal 24 september 1988 bersama dengan
peringatan hari Aksa Internasional yang dipusatkan di DKOR Way Halim museum lampung
diresmikan oleh menteri pendidikan oleh kebudayaan Rebublik Indonesia Prof. Dr. Fuad
Hasan.

Sementara itu, penambahan nama Ruwai Jurai untuk museum lampung ditetapkan melalui
surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No 0233/0/1990.
tanggal 1 april 1990. Penambahan itu disesuaikan dengan logo provinsi lampung Sang Bumi
Ruwai Jurai.

Pada erat ekonomi daerah berdasarkan keputusan Gubernur Lampung nomor 03 tahun 2001
tanggal 09 februari 2001 status museum lampung beralih menjadi Unit Pelaksana Taknis
Dinas (UPTA)dibawah dinas pendidikan provinsi sejak bulan februari 2008 UPTD museum
lampung beralih menjadi UPTA Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi lampung.

Pengumpulan dan Perawatan Benda-Benda Koleksi Museum Lampung


Sebagai museum yang bersifat umum koleksi yang dikumpulkan museum lampung meliputi
kebudayaan manusia dan benda-benda tinggalan sejarah alam, untuk mengumpulkan koleksi
museum lampung melakukan beberapa cara yaitu:
1. Evakuasi

2. Sitaan

3. Imbal jasa atau pembelian

4. Pertukaran dengan museum lain

5. Sumbangan atau hibah

6. Replika

Adapula perawatan yang dilakukan oleh petugas museum yaitu berupa perbaikan koleksi atau
perawatan kuratif. Upaya ini dilakukan pada koleksi yang memiliki data banding. Sedangkan
koleksi dalam keadaan baik diberi perawatan preventif yaitu dibersihkan atau dijauhkan dari
segala kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerusakan dengan menggunakan bahan dari
alam maupun dengan zat-zat imia.

Manfaat, Fungsi Tugas Pokok Museum Lampung


Berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Lampung Nomor. 0 tahun 2001, tanggal 09
februari 2001 fungsi dan tugas museum adalah melaksanakan pengumpulan, perawatan,
penelitian dan kultural tetang benda bernilai budaya dan ilmiah. Sedangkan fungsi museum
yaitu:

1. Melakukan pengumpulan, perawatan dan penyajian benda yang bernilai budaya dan
ilmiah.

2. Melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi ilmiah.

3. Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian koleksi.

4. Melakukan bimbingan edukatif, kutural tentang benda berniali budaya dan ilmiah.

5. Melakukan urusan ketatausahaan.

Peranan Museum Lampung Sebagai Pusat Perkembangan Kebudayaan


Dilihat dari tugas dan fungsinya museum lampung memiliki peran penting sebagai pusat
perkembangan kebudayaan karena museum lampung sebagai pusat perkembangan yang
memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah.

Salah satu fungsi dan tugas museum lampung yaitu memperkenalkan dan menyebarluaskan
hasil penelitian. Petugas museum memiliki beberapa cara untuk memperkenalkan hasil
penelitian salah satunya yaitu dengan diadakan pameran, pemasangan iklan layanan
masyarakat melalui media cetak dan sebagainya.

Penutup
Perjalanan ini memang benar-benar melelahkan. Namun dibalik itu semua terdapat sebuah
pengalaman yang tidak pernah akan kami lupakan selama hidup kami. Pemandu yang ramah
dan mengasyikan, tempat-tempat wisata yang menakjubkan, serta guru pendamping yang
setia mendampingi dan menjaga kami semua,itulah yang tidak bisa kami lupakan. Mungkin
kegiatan study tour ini tidak berjalan dengan apa yang kami bayangkan dan rencanakan, tapi
kami maklumi semua ini. Karena rencana tidak selalu berjalan lancer. Kami hanya berharap
semoga SMP Negeri 1 sumberjaya terus dan selalu mengadakan progam study tour ini. Dan
semoga kegiatan ini bisa berjalan lebih lancer dan menarik lagi. SMP Negeri 1 sumberjaya is
the best
Sumber
http://suhendrianhendririan.blogspot.com/2013/01/laporan-perjalanan_24.html

Demikianlah cotoh laporan yang dapat di share pada kesempatan ini semoga informasinya
dapat bermanfaat dan memberikan informasi dan inspirasi bagi sobat semua dalam menyusun
laporan study tour yang ditugaskan oleh bapak atau ibu guru di sekolah.

Pendahuluan
Pada tanggal 26 November 2016, SMA Negeri 1 Kasui kabupaten Way kanan mengadakan
Kegiatan Study Banding ke Museum Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas
XII. Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan study banding bagi siswa kelas XII yaitu :

6. Menambah dan meningkatkan pengetahuan/wawasan tentang nilai-nilai Religius,


Sejarah, Tekhnologi, Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi.

7. Meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.

8. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.

9. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman baru yang


bersifat langsung.

10. Membangun keakraban antar siswa dan guru.

Tempat obyek wisata yang kita kunjungi antara lain :


1. Museum Bandar Lampung
2. Pantai Sari Ringgung
3. Ramayana Robinson

SEJARAH MUSEUM
LAMPUNG
Diajukan Sebagai Salah Satu Persyaratan
Mengikuti Ujian Nasional
SMA NEGERI 2 METRO

DISUSUN OLEH
Nama : Safitri Ariyanti
Kelas : XII IPA 2
Jurusan : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 2 METRO


TAHUN AJARAN 2013/2014
Jalan Sriwijaya 16 A Metro Barat
Kota Metro

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Karya Tulis : SEJARAH MUSEUM LAMPUNG


Nama Siswa : SAFITRI ARIYANTI
NIS/NISN : ****/**********
Kelas : XII IPA 2
Program : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Waka Kesiswaan
Pembimbing

Drs. Arsyad
Dra. Mekaryanti NIP.
NIP.
MengetahuI

KEPALA SMA NEGERI 2 METRO

Hartanto, S.Pd.

NIP.

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur dan ucapan terimakasih, paper ini penulis persembahkan kepada
1. Ayah dan ibuku tercinta yag senantiasa memberikan bimbingan dan mendoakan atas
keberhasilan penulis
2. Kepala Sekolah SMA NEGERI 2 METRO yaitu Bapak Hartanto,S.Pd
3. Bapak dan Ibu Guru yang telah memberikan bimbingan, dukungan sehingga paper ini
dapt diselesaikan
4. Teman-temanku, khususnya kelas XII IPA 2 yang selalu bersama dalam suka maupun
duka.

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat Dn hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini.
Paper dengan judul SEJARAH MUSEUM LAMPUNG diajukan untuk memenuhi salah
satu syarat mengikuti Ujian Nasional.
Dalam selesainya karya tulis ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Kepala Sekolah SMA NEGERI 2 METRO Bapak Hartanto,S.Pd
2. Pembimbing karya tulis.
3. Bapak dan Ibu Guru yang telah membantu, mendidik dan memberikan pengtahuan.
4. Seluruh teman-teman seperjuangan yang telah membantu menyusun karya tulis ini.

Semoga amal baik beliau diatas mendapatkan ibalan dari ALLAH SWT atas keikhlasannya,
mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi para
pembaa.
Penulis menyadari baik karya tulis ini dilihat dari sisi tulisanya masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis
nantinya.

Metro, 22 Maret 2014


Penulis

Safitri Ariyanti

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN.. i
HALAMAN PERSEMBAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI. iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah .. 1
1.2 Tujuan Penelitian.. 2
1.3 Metode Penelitian. 3
BAB II POKOK PERMASALAHAN
2.1 Rumusan Masalah. 4
BAB III ISI. 4
3.1 Sejarah Musium Lampung. 4
3.2 Keunggulan Musium Lampung. 5
3.3 Jenis Koleksi Musium Lampung 5
3.4 Manfaat Museum Lampung. 5
3.5 Lokasi Museum Lampung.. 7
3.6 Kegiatan Museum Lampung. 7
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan 8
4.2 Saran . 8
DAFTAR PUSTAKA 9
LAMPIRAN. 10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Rakyat Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Memiliki kebhenikaan suku bangsa
serta adat istiadat. Hal ini menjadikan bangsa Indonesia Negara yang kaya akan ragam
budaya, termasuk hasil budaya materialnya. Kekayaan budaya itu harus tetap lestarikan,
salah satu lembaga yang ditugasi untuk melestarikan hasil budaya material adalah museum.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1995, Museum adalah lembaga tempat
penyimpanaan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil
budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan
pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Museum Lampung digunakan para pelajar untuk melakukan penelitian atau pengamatan
guna mendapatkan informasi tentang benda-benda bersejarah.Suatu pengamatan berupa
kunjungan yang dapat dilakukan dimuseum Lampung.
Dengan menyaksikan benda koleksi museum Lampung atau mengembangkan imajinasi para
pelajar terhadap berbagai peristiwa yang melekat pada benda koleksi para pelajar akan lebih
mudah mengembangkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Berbagai benda yang bernilai sejarah dan budaya dapat menjadikan inpirasi bagi generasi
muda untuk memendang masa depan dan menentukan daya kreatif terhadap permuseuman
di Indonesia.
Museum di Indonesia ada sejak sebelum masa kemerdekaan sedangkan Museum Lampung
sudah dirintis sejak tahun 1975. Museum Lampung berlokasi di Jalan H. Zainal Abidin
Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung.

1.2 Tujuan Penelitian


a. Mendiskripsikan peran aktif Museum Lampung dalam meningkatkan minat siswa tentang
sejarah.
b. Mendiskripsikan peran aktif Museim Lampung dalam penyebarluasan ilmu sejarah bagi
siswa.

1.3 Metode Penelitian


Penelitian ini deskriptif dan kuantitatif dimana penelitian itu hanya menyampaikan apa
adanya terhadap variabel-variabel penelitian untuk mendapatkan data yang lengkap, penulis
menggunakan metode:
a. Metode Observasi
Observasi mempunyai arti pengamatan dan pencatatab sistematis fenomena-fenomena yang
diselidiki (metodologi research, 1983 hlm 136)
b. Metode Kepustakaan
Kepustakaaan yaitu pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis seperti buku dan lain-
lain.

BAB II

POKOK PERMASALAHAN

2.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:


1. Bagaimana sejarah berdirinya Museum Lampung?
2. Apa saja keunggulan Museum Lampung?
3. Apa saja koleksi Museum Lampung?
4. Apa manfaat Museum Lampung?
5. Dimana Letak Museum Lampung?
6. Apa saja kegiatan di Museum Lampung?

BAB III
ISI

1. Sejarah Museum Lampung


Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai mulai dirintis pada tahun anggaran
1975/1976 sejak saat itu pembangunan fisik terus dilaksanakan di areal tanah seluas 17 .010
m2 yang berlokasi di Jalan Hi 2 A Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng, Bandar Lampung.
Bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di Bandar
Lampung pada tanggal 24 September 1988. Museum Negeri Provinsi Lampung diresmikan
oleh Prof. Dr. Fuad Hasan.
Memasuki era otonomi daerah berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Lampung Nomor
03 tahun 2001, status Museum Lampung beralih menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas
(UPTD) yang berada di bawah Dinas Pendidikan.
Museum Lampung menyajikan koleksi zaman prasejarah dan masa sejarah sebagai bukti
dari masa lalu kuno. Kehidupan manusia dimulai dengan zaman prasejarah dengan gaya
hidup sederhana, berburu dan mengumpulkan. Kemudian, manusia mulai hidup dengan
tinggal di satu tempat, menanam tanaman sampai tingkat mengetahui bagaimana
menggunakan logam.
Seluruh koleksi Museum Lampung berjumlah sekitar 4.588 buah, yang diklasifikasikan
menjadi 10 kelompok, yaitu: geologi, biologis, Etnografi, Arkeologi, koleksi bersejarah,
Numismatik / heraldik, Philological, Ceramological, Seni, dan Teknologi.
Koleksi artefak arkeologi dari zaman prasejarah termasuk alat-alat batu yang ditemukan di
lokasi di Padang Cermin Lampung Selatan, nekara perunggu dan kapal dari Labuhan
Maringgai, manik-manik dari Sumber Jaya dan berbagai jenis fosil.
Museum Lampung juga sudah mendapat koleksi warisan budaya Hindu-Buddha pengaruh,
seperti Patung Bantuan Apsari, Patung Buddha, alat-alat upacara agama dan prasasti.
Sementara itu, pengaruh budaya Islam di Lampung dapat dilihat dari segi agama dan
tatanan sosial masyarakat seperti halnya pada benda-benda budaya yang digunakan.
2. Keunggulan Museum Lampung
Ketika mengunjungi museum Lampung, pengunjung akan takjub kerena disuguhi berbagai
macam koleksi yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Koleksi koleksi ini dapat memberi
ilmu pengetahuan yang membantu para wisatawan yang berdatangan. Keistimewaan lain
yang terdapat di museum ini iyalah terdapat benda- benda peninggalan yang hanya terdapat
di lampung saja seperti peninggalan kebudayaan, prasasti-prasasti, berbagai fosil manusia
purba dan masih banyak lagi yang terdapat di museum ini sehingga para pengunjung dapat
merasakan keistimewaannya.

3. Jenis Koleksi Museum Lampung


Benda-benda koleksi yang terdapat di Museum Lampung kurang lebih sekitar 4.588 buah,
yang berupa geologi, biologis, Etnografi, Arkeologi, koleksi bersejarah,
Numismatic/heraldik, Philological, Ceramological, Seni dan Teknologi.

4. Manfaat Museum Lampung


Museum Lampung merupakan sarana sumber pembelajaran dan pengetahuan sejarah. Selain
itu, koleksi museum Lampung juga digunakan sebagai sarana study dosen, mahasiswa,
pelajar dan umum. Museum juga menjadi representasi perjalan suatu bangsa dan suatu
Negara sehingga masyarakat akan mengetahui sejarah Negara dan bangsanya melalui
benda-benda koleksi yang terdapat di museum. Tak hanya sebagai representasi sejarah,
sarana rekreasi, dan media pendidikan saja. Manfaat museum dirasa betul oleh masyarkat,
pelajar, terlebih oleh mereka yang mencintai peradaban alam dan memiliki minat untuk
menggalinya sebagai sumbar pengetahuan.
Berdasarkan keputusan Gubernur Provinsi Lampung Nomor. 0 tahun 2001, tanggal 09
februari 2001 fungsi dan tugas museum adalah melaksanakan pengumpulan, perawatan,
penelitian dan kultural tetang benda bernilai budaya dan ilmiah. Sedangkan fungsi museum
yaitu:
Melakukan pengumpulan, perawatan dan penyajian benda yang bernilai budaya dan
ilmiah.
Melakukan urusan perpustakaan dan dokumentasi ilmiah.
Memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian koleksi.
Melakukan bimbingan edukatif, kutural tentang benda berniali budaya dan ilmiah.
Melakukan urusan ketatausahaan.

Dilihat dari tugas dan fungsinya museum lampung memiliki peran penting sebagai pusat
perkembangan kebudayaan karena museum lampung sebagai pusat perkembangan yang
memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah.
Salah satu fungsi dan tugas museum lampung yaitu memperkenalkan dan menyebarluaskan
hasil penelitian. Petugas museum memiliki beberapa cara untuk memperkenalkan hasil
penelitian salah satunya yaitu dengan diadakan pameran, pemasangan iklan layanan
masyarakat melalui media cetak dan sebagainya.

5. Lokasi Museum Lampung


Jl. Zainal Arifin Pagar Alam No. 64 Kelurahan Gedung Meneng Kecamatan Rajabasa
Kabupaten Bandar Lampung, dimana museum ini sangat mudah ditemukan karena letaknya
strategis, sehingga pengunjung akan lebih tertarik untuk mengunjunginya.

6. Kegiatan Museum Lampung


Kegiatan Museum Lampung yaitu menggelar Pameran Khusus, Pameran keliling, Museum
Keliling, Seminar dan Penelitian, Bimbingan KelilingPenerbitan yang bertujuan
mensukseskan program tahun kunjungan museum dan diharapkan dapat menggugah
kecintaan masyarakat terhadap museum. Kegiatan ini juga mengadakan lounching koleksi
baru.

BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan observasi, pengumpulan data dan interview tentang
bagaimanaperanan museum Lampungbagi siswa tentang ilmu pengetahuan social, maka
penulis menyimpulkan bahwa Museum Lampung memiliki beberapa bagi siswa yaitu :
a. Dapat meningkatkan minat siswa
Karena museum Lampung memilki kelengkapan koleksi berupa benda-benda peninggalan
dari jaman prasejarah hingga jaman sejarah sehingga siswa tidak merasa jenuh dengasn
ilmu pengetahuan social karena dapat mengamati langsung jenis peninggalan peninggalan
tersebut tidak hanya sebatas mengamati di dalam buku.
b. Dapat menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan Sosial
Karena didalam Museum Lampung siswa dapat mengetahui berbagai jenis koleksi
peninggalan dan sejarahnya, dapat melihat bentuk sesungguhnya.
c. Museum Lampung dibangun untuk melestarikan dan memelihara benda cagar alam.
d. Museum Lampung sebagia pusat perkembangan kebudayaan
e. Membangkitkan kesadaran bagi pelajar akan pentingnya peristiwa-peristiwa sejarah
dimasa lampau.

2. Saran
Adapun saran yang ingin kami sampaikan adalah:
a. Agar Pembaca lebih mempelajari kebudayaan-kebudayaan di Indonesia khususnya
kebudayaan di daerah Lampung.
b. Mengimbau kepada pemerintah hendaknya membantu apa yang menjadi kekurangan
dalam rangka kemajuan Museum Lampung.
c. Adanya peningkatan dalam melayani pengunjung yang berminat untuk berkunjung di
Museum Lampung.
d. Sebagai generasi penerus agar selalu menjaga,melestarikan benda-benda yang
mengandung sejarah.
e. Penulis berharap agar para pembaca mengetahui sejarah Museum Lampung dan
berdirinya Museum Negeri Lampung Ruwi Jurai.

DAFTAR PUSTAKA

I Made Giri Gunadi. 2005

Bambang Sigit Winarto, dkk. 2004. Buku Panduan Museum Negeri: Provinsi Lampung.
Eko Wahyuningsih, dkk. 1993/1994. Koleksi Pilihan Mseum Negeri Provinsi Lampung.

Oki Laksio. 1996/1997. Koleksi Dan Tata Pameran Lantai I. Museum Negeri Provinsi
Lampung.

LAMPIRAN
note : mohon maaf jika posting ini ada yang sama dengan posting orang lain. Saya
hanya mengetik kembali dengan contoh dari alumni.

Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah sebagai sarana
pendidikan, penelitian dan rekreasi. Di halaman museum, bahkan beberapa koleksi unik
museum ini akan sudah menyambut setiap pengunjung. Tampak meriam kuno peninggalan
masa penjajahan menjadi salah satu ikon dari Museum Lampung itu sendiri.

Selain meriam, replika rumah adat Lampung juga berdiri di halaman museum. Rumah adat
lampung dikenal berbentuk panggung yang dimaksudkan untuk melindungi si pemilik
rumah dari binatang buas. Di tambah lagi, ada juga bola besi pembuka lahan. Bola besi ini
identik dengan identitas Lampung sebagai daerah tujuan transmigrasi pada 1953-1956. Bola
besi ini digunakan untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Lampung Timur, Raman
Utara dan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Seputih Banyak, dan Seputih Raman.

Adapun cara pengoperasiannya adalah dengan ditarik dua traktor guna menumbangkan
pohon dan semak di areal tanah datar yang akan menjadi lokasi transmigrasi.

Sementara di dalam museum, koleksi yang ditampilkan, antara lain koleksi benda budaya
yang mewakili dua kelompok adat yang dominan di Lampung, yakni Sai Bathin
(Peminggir) dan Pepadun. Kedua kelompok adat ini masing-masing memiliki kekhasan
dalam hal ritual adat dan perangkat atau aksesori adat, seperti kain tradisional khas
Lampung, kain tapis. Rangkaian ritual kedua kelompok adat masing-masing ditampilkan
berurutan, mulai dari ritual kelahiran, asah gigi menjelang dewasa, pernikahan, hingga ritual
kematian.