Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan Observasi


Museum Lampung adalahlembaga tempat perawatan, pengamatan dan memanfaatkan
benda-benda bulat material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungan yang ada di
provinsi lampung yang berisi benda-benda peninggalan bersejarah.Museum Negeri
Lampung diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hasan pada
tanggal 24 September 1988.Peresmian museum ini bertepatan dengan peringatan Hari
Aksara Internasional yang dipusatkan di PKOR Way Halim.Pembangunan museum ini
sebenarnya telah dimulai sekitar tahun 1975 dan peletakan batu pertama dilaksanakan pada
tahun 1978.

Ruwa Jurai yang diabadikan sebagai nama museum ini diambil dari tulisan Sang Bumi
Ruwa Jurai dalam logo resmi Provinsi Lampung diresmikan penggunaannya sejak 1 April
1990. Memasuki era otonomi daerah, museum ini beralih status menjadi UPTD di bawah
Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.Ruwa jurai dimaknai dua tangkai atau jalur keturunan
seluruh penduduk provinsi lampung. Penduduk provinsi lampung mengacu pada penduduk
asli (masyarakat beradat perpaduan dan beradat sebatin) dan penduduk pendatang ( suku-
suku lain yang tinggal di Lampung.

Keistimewaan museum lampung sendiri, yaitu karena keunikan koleksi-koleksi bersejarah


yang menjadi ciri khas dari adat istiadat provinsi lampung.Koleksi museum juga termasuk
benda peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya dimana Lampung masuk ke dalam wilayah
kekuasaannya.Peninggalannya berupa naskah kuno di atas daun lontar, arca, baju besi
pengawal kerajaan, pakaian adat berusia puluhan tahun, keramik, perhiasan kuno, dan uang
benggol.Museum ini juga menyimpan beberapa peninggalan Radin Inten yang merupakan
pahlawan Lampung dan keturunannya, seperti senjata dan lainnya.

Secara umum, koleksi museum meliputi berbagai benda peninggalan zaman prasejarah,
zaman Hindu-Buddha, zaman kedatangan Islam, masa penjajahan, dan pasca-kemerdekaan.
Selain dapat melihat-lihat koleksi museum, pada waktu-waktu tertentu taman budaya atau
pusat kesenian di museum ini menggelar pagelaran musik tradisional dan tarian daerah
Lampung.Selain sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, museum lampung
juga merupakan tempat sarana pendidikan, penelitian kebudayaan rekreasi.

Agar penulis tidak menyimpang jauh dari materi yang dibahas, maka penulis ingin
menyusun karya ilmiah ini secara sistematis.Dalam hal ini penulis ingin membahas
peninggalan bersejarah yang ada di museum lampung.peninggalan-peninggalan tersebut
adalah warisan dari nenek moyang terdahulu. Penulis mengangkat masalah peninggalan
bersejarah di museum lampung agar masyarakat khususnya pelajar, mengetahui benda-
benda apa saja yang ada di museum lampung beserta keistimewaan dari museum lampung
tersebut, kemudian bagaimana proses masuknya peninggalan bersejarah di museum
lampung, serta bagaimana partisipasi pemerintah dan masyarakat terhadap peninggalan-
peninggalan bersejarah yang ada di museum lampung.

1.2 Tujuan dan Kegunaan Observasi


Tujuan dan kegunaan penelitian dalam karya tulis ini adalah :
1. Untuk mengetahui peranan museum lampung sebagai pusat perkembangan kebudayaan.
2. Untuk mengetahui peranan Museum Lampung sabagai sarana pelestarian budaya
lampung;
3. Untuk mengetahui peranan Museum Lampung sabagai sarana pembelajaran dan
pelestarian budaya lampung;

1.3 Sistematika Pembahasan


Untuk memudahkan dalam penyusunan paper ini, maka penulis menggunakan sistematika
pembahasan dan mengurutkan masalah yang akan di bahas, Sistematika pembahasan ini
menjadikan tiga bab yaitu :
a. BAB 1 Pendahuluan

Bab ini berisi tentang : Latar belakang masalah, Tujuan dan Kegunaan Observasi serta
Sistematika Pembahasan
b. BAB II Laporan Hasil Observasi
Bab ini berisi tentang : Landasan Kegiatan Observasi, Waktu dan Tempat Penelitian,
Metode Pengumpulan Informasi dan Data, Hasil Observasi, Manfaat Observasi serta
Pembahasan
c. BAB III Penutup

Bab ini berisi tentang Kesimpulan dan Saran-saran


BAB II
LAPORAN HASIL OBSERVASI

2.1 Landasan Kegiatan Observasi


Dalam rangka menjalankan tugas dan untuk mendapatkan data-data dalam pembuatan
paper ini penulis mengadakan observasi dengan cara melakukan penelitian langsung pada
objek observasi.

2.2 Waktu dan Tempat Penelitian


Tujuan karya wisata adalah Lampung tanggal pemberangkatan 10 Januari 2015. Tempat
penelitian adalah kawasan bersejarah yang ada di pulau Sumatra khususnya yang berada di
Lampung yakni Museum Lampung yang dikunjungi pada tanggal 10 Januari 2015.

2.3 Metode Pengumpulan Informasi dan Data

1. Metode Pustaka
Dengan membaca buku dan mencari Informasi yang ada di internet mengenai
Museum Lampung.
2. Metode Wawancara
Dengan mewawancarai pemandu wisata yang mengetahui banyak tentang Museum
Lampung.
3. Metode Observasi
Dengan meninjau langsung keadaan obyek penelitian yakni Museum Lampung.

2.4 Hasil Observasi


2.4.1 Keadaan Obyek Observasi/Sejarah Obyek/Derkripsi
1. Keadaan Obyek Observasi
Dengan Lokasi Museum Lampung yang bisa dikatakan strategis karena berada ditengah-
tengah Kota Bandar Lampung, Museum Lampung menjadi salah satu pilihan wisata bagi
para pelajar dan masyarakat sekitar yang ingin menghabiskan masa liburnya sekaligus
mendapatkan ilmu sejarah dari kunjungan tersebut. Kekayaan Budaya Kebanggaan Bangsa
ini dapat menarik pengunjung sekitar 300 orang per hari di hari libur.
2. Sejarah Obyek Observasi
Museum lampung telah dirintis sejak tahun 1975 oleh kepala kantor pembinaan
permuseuman perwakilan Departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi lampung di
tanjung karang. Wujud pembangunan fasilitas gedung pameran dan kantor baru dikerjakan
pada tahun anggaran 1978/1979 didasarkan pada keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan nomor 064/P/1978 tanggal 30 maret 1978 tentang pengangkatan pemimpin
dan bendaharawan proyek pehabilitasi dan perluasan museum lampung.
Peletakan batu pertama pembangunan museum lampung dilakukan oleh kepala bidang
permuseuman sejarah dan kepurbakalan kanwil Depdikbud Provinsi Lampung Drs.
Supangat pada tanggal 13 juni 1978 di lokasi jalan Tenku Umar No 64 Gedung Meneng,
sekarang menjadi Jln. H. Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar
Lampung.
Selanjutnya, berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik
Indonesia No. 0754/0/1987 museum lampung mendapat status Unit Pelaksanaan Teknis
(UPT) Direktorat Oedral kebudayaan pada tanggal 24 september 1988 bersama dengan
peringatan hari Aksa Internasional yang dipusatkan di DKOR Way Halim museum
lampung diresmikan oleh menteri pendidikan oleh kebudayaan Rebublik Indonesia Prof.
Dr. Fuad Hasan.
Sementara itu, penambahan nama Ruwai Jurai untuk museum lampung ditetapkan
melalui surat keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No
0233/0/1990. tanggal 1 april 1990. Penambahan itu disesuaikan dengan logo provinsi
lampung Sang Bumi Ruwai Jurai.
Pada erat ekonomi daerah berdasarkan keputusan Gubernur Lampung nomor 03 tahun
2001 tanggal 09 februari 2001 status museum lampung beralih menjadi Unit Pelaksana
Taknis Dinas (UPTA) dibawah dinas pendidikan provinsi sejak bulan februari 2008 UPTD
museum lampung beralih menjadi UPTA Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi
lampung.

3. Deskripsi
Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang dapat
digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi. Museum Negeri Lampung
Ruwa Jurai mulai dirintis pembangunannya sejak tahun anggaran 1975/1976.
Peresmiannya dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari Aksara Internasional yang
dipusatkan di Bandar Lampung pada tanggal 24 September 1988. Peresmian ini dilakukan
oleh Prof.Dr.Fuad Hasan dan dinamakan Ruwa Jurai. Ruwa yang berarti dua dan Jurai
yang berarti keturunan, apabila disambungkan Ruwa Jurai artinya masyarakat Lampung
terdiri dari dua keturunan, yaitu masyarakat Lampung yang beradatkan Saibatin dan
Pepadun.

4. Sarana Museum Lampung dan Pegawai


Adapun sarana yang ada di museum Negeri Lampung Ruwa Jurai sebagai berikut :
a. Gedung Pameran tetap berguna untuk menunjang fungsi kegiatan didalamnya.
b. Perpustakaan meseum Lampung sebagai bahan refrensi untuk memperkaya wawasan
tentang koleksi museum.

c. Laboratium Konservasi tempat untuk memproses kegiatan pengawetan benda-benda


koleksi.

d. Gedung koleksi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang siap disajikan diruang
pameran.

e. Gedung pameran khusus (tempore) untuk mengetahui kebudayaan dan lingkungan

f. Auditorium

g. Ruang fugimasi

h. Sebagai penunjang, museum Lampung juga dilengkapi dengan pos jaga satpam, toilet,
tempat parkir dan mushola.

i. Jumlah Pegawai Museum Negeri Provinsi Lampung berjumlah : 50 orang yang terdiri
dari :

1. Tenaga Fungsional : 16 orang


2. Tenaga Administrasi : 33 orang
3. Tenaga Keamanan : 1 orang
5. Koleksi Museum Lampung
Koleksi adalah aspek terpenting dari penyelenggaraan sebuah Museum. Yang lebih penting
adalah keinginan untuk tahu dan kemampuan mengikuti penalaran ilmiah sesuai dengan
tuntutan tugas dan fungsi Museum yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Sebagai museum yang bersifat umum koleksi museum yang dikumpulkan museum
Lampung meliputi kebudayaan manusia dan benda-benda tinggalan sejarah alam, untuk
mengumpulkan koleksi museum di lakukan berbagai cara yaitu:
a. Efakuasi.
b. Sitaan .

c. Imbal jasa atau pembelian.

d. Pertukaran dengan museum lain.

e. Sumbangan atau hibah

f. Replika.

Dan sampai sekarang Museum Lampung Ruwa Jurai memiliki sekitar 5000 buah koleksi
benda-benda bersejarah. Benda-benda tersebut di bagi menjadi 10 jenis, yaitu:
1. Geologika
Yaitu koleksi yang terdiri dari benda-benda bukti sejarah alam dan lingkungan serta
berkaitan dengan disiplin ilmu geologi.
2. Biologika.
Yaitu koleksi yang berkaitan dengan alam dan lingkungan serta berkaitan dengan disiplin
ilmu biologi.
3. Etnografika.
Yaitu benda-benda hasil karya manusia yang cara pembuatannya dan pemakaiannya
merupakan identitas.
.4. Arkeologika
Yaitu benda-benda yang merupakan bukti peninggalan budaya hindu budha dan masuknya
islam.
.5 Historika
Yaitu benda yang mempunyai nilai sejarah yang pernah digunakan untuk hal-hal yang
berhubungan dengan perlawanan kepada penjajah.
6. Numismatika dan Heraldika.
Numismatika yaitu peninggalan yang berupa mata uang atau alat tukar lainnya. Sedangkan
Heraldika yaitu kumpulan tanda jasa dan peralatan pemerintah.
7. Fisiologika
Yaitu kumpulan tulisan atau naskah kuno yang ditulis diatas kulit kayu,bambu,dan
sebagainya.
8. Keramologi
Yaitu benda yang terbuat dari tanah liat, bahan batuan atau perselin yang dibakar dengan
suhu tertentu.
9. Seni rupa
Yaitu benda hasil daya cipta, karsa, dan rasa manusia yang diungkapkan secara konkrit
dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang memiliki keragaman dalam tema ide konsektual
dan media teknik.
10. Teknologika
Yaitu peralatan yang dibuat dengan teknologi tradisional, umumnya berupa peralatan,
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Koleksi-koleksi tersebut antara lain:
Di bagian luar Museum terdapat beberapa benda bersejarah yaitu:
1. Bom dinamit yang berbentuk bola besi besar yang dulunya digunakan untuk
lahan pertanian di Raman Utara
2. Jangkar kapal dan lampu batas laut yang dulunya pernah terlempar ke Tanjung
Karang saat terjadi letusan Gunung Krakatau pada tahun 1983
3. Meriam
4. Lamban Persagi yang artinya Rumah Persagi.Adalah salah satu rumah adat
Lampung yang berusia hingga 300 tahun
Di dalam museum terdapat dua lantai antara lain lantai bawah,yang berisi tentang
sejarah,dan latai atas berisi tentang kebudayaan lampung.
Benda-benda yang ada di dalam Museum Lampung antara lain;
1. Patung Binatang Khas Sumatera.
Binatang-binatang tersebut antara lain: Harimau Sumatera, Beruang Madu, Gajah,
Elang,dll.
2. Nama nama Gubernur Yang Pernah Menjabat Sebagai Gubernur Lampung.
Di dalam museum juga terdapat nama-nama gubernur yang pernah menjabat di Lampung.
Nama-nama gubrnur yang pernah mejabat sebagai gubernur lampung antara lain:
1. Kusno Danupoyo 1964 1966
2. H,Zainal Abidin Pagar Alam 1966 1973
3. R.Sutioso 1973 1978
4. Yasir Yadibroto 1978 1988
5. Kolo Poedjono Pranyoto 1988 1993
6. Kolo Poedjono Pranyoto 1993 1998
7. Oemarsono 1998 2003
8. Tursadi Alwi 2003 2004
9. Sjcahroeddin Z.P 2004 - 2008
10. Syamsurya Ryacudu 2008 2009
11. Sjachroeddin ZP. 2009 .
12. Ridho Ficardo

3. Pecahan batu vulkanik Krakatau


Didalam museum juga terdapat gambarperistiwa meletusnya gunung Krakatau tahun
1883.Dan terdapat juga pecahan batu vulkanik yang terlempar saat gunung Krakatau
meletus.

4. Kerangka Manusia Purba


Kerangka manusia purba yang ditemukan di Lampung diperkirakan pernah hidup di zaman
megalitik kuno.Kebudayaan megalitik dimulai pada masa bercocok tanam, dimana pada
saat itu kepadatan penduduk sudah mencapai 2 jiwa/km2

5. Prasasti Batu Bergores.


Prasasti batu bergores atau lebih dikenal dengan sebutan Prasasti Batu Bedil yang dahulu
kala digunakan untuk upacara sacral saat ingin memberikan kekuatan gaib pada suatu alat
yang berupa senjata tajam dengan cara mengasahkannya ke Batu Bergores ini.Benda ini
ditemukan di Jabung,Lampung Timur.

6. Prasasti Palas Pasemah.


Prasasti ini ditemukan di Kecamatan Palas,Lampung Selatan.Prasasti ini terdiri dari 13
baris huruf palawa.dan berbahasa melayu kuno. Isi prasasti ini adalah tentang penaklukan
daerah Lampung dan beberapa kutukan terhadap orang yang berani menentang kerajaan
Sriwijaya.

7. Kerajinan dan Seni.


Kerajinan-kerajinan itu antara lain: Gerabah dan Keramik peninggalan zaman kuno.Alat
yang digunakan untuk mmembuat gerabah yaitu:tatab, cenuit, kawat, secang, karet, dan
pecahan piring.Tatab adalah alat yang digunakan untuk

8. Kitab dan Naskah Kuno.


Kitab-kitab itu ditulis menggunakan bahasa arab, Sedangkan naskah ditulis menggunakan
aksara Lampung.

9. Senjata Lampung.
Senjata-senjata tersebut antara lain:
a. Payan Kejang (tombak panjang) dan Taming (tameng), merupakan senjata tradisional
yang digunakan sebagai perlengkapan upacara adat.
b. Punduk Tekhapang (keris), merupakan benda pusaka pada masyarakat lampung yang
digunakan sebagai perlengkapan upacara adat.
c. Panderung (pedang), merupakan senjata tradisional.
d. Panderung (pedang tipe lampung), merupakan senjata tradisional lapung yang digunakan
sebagai perlengkapan pencak silat dalam acara Begawi Adat Lampung.
Sedangkan di lantai atas terdapat benda-benda yang menunjukkan tentang kebudayaan
Lampung. Benda-benda tersebut atara lain:
1. Perahu Kajang.
Pada masa lalu digunakan untuk aktifitas / kegiatan sehari hari. Misalnya mencari ikan,
pasar terapung dll.
2. Alat Untuk Membuat Kain Tapis.
Di dalam adat Lampung kain tapis sering digunakan untuk acara
pernikahan/pesta.Biasanya alat ini digunakan oleh para wanita Lampung untuk membuat
tapis dengan sulaman benang berwarna emas yang indah.
3. Tempat Tidur Pengantin Lampung
Tempat tidur pengantin lampung disebut juga Puade. yang berusia ratusan tahun.
4. Seperangkat alat music khas lampung
Biasanya digunakan saat upacara adat ,baik untuk mengiringi acara pernikahan maupun
tari tarian. Dan masih banyak lagi benda-benda di Museum Ruwa Jurai Lampung ini.

6. Peranan Museum Lampung Sebagai Sarana Pelestarian Budaya


Dilihat dari tugas dan fungsinya museum Lampung memiliki peran penting sebagai sarana
pelestarian budaya lampung karena museum lampung sebagai pusat perkembangan yang
memiliki banyak koleksi benda-benda bersejarah, museum Lampung merupakan sarana
sumber pembelajaran dan pengetahuan sejarah. Selain itu, koleksi museum Lampung juga
digunakan sebagai sarana study dosen, mahasiswa, pelajar dan umum. Museum juga
menjadi representasi perjalanan suatu bangsa dan suatu Negara sehingga masyarakat akan
mengetahui sejarah Negara dan bangsanya melalui benda-benda koleksi yang terdapat di
museum, tak hanya sebagai representasi sejarah, sarana rekreasi, dan media pendidikan
saja.
Manfaat museum dirasa betul oleh masyarkat, pelajar, terlebih oleh mereka yang mencintai
peradaban alam dan memiliki minat untuk menggalinya sebagai sumber pengetahuan. Agar
kebudayaan Lampung dapat berkembang sehingga mampu meningkatkan perannya dalam
pembangunan sesuai dengan perubahan sosial dan budaya, dilakukan upaya-upaya yang
terencana, terpadu dan terarah. Sehingga diperlukannya perbaikan dari dalam maupun luar
museum Lampung itu tersebut, agar masyarakat dapat mengetahui betapa pentingnya
menjaga dan melestarikan kebudayaan dari masyarakat Lampung terdahulu melalui
museum Lampung. Dikarenakan di dalam museum Lampung tersebut terdapat berbagai
cerminan kebudayaan Lampung asli terdahulu melalui benda-benda peninggalan yang ada
di dalam museum Lampung. Kebudayaan adalah way of life atau pedoman bagi
masyarakat. Sebagai unsur vital, kebudayaan mengambil unsur-unsur pembentuknya dari
segala ilmu pengetahuan yang dianggap vital dan sangat diperlukan dalam
menginterpretasi semua yang ada dalam kehidupannya. Hal ini diperlukan sebagai modal
dasar untuk dapat beradaptasi dan mempertahankan kelangsungan hidup (survive). Dalam
kaitan ini kebudayaan dipandang sebagai nilai-nilai yang diyakini bersama dan
terinternalisasi dalam diri individu sehingga terhayati dalam setiap perilaku. Nilai-nilai
yang dihayati ataupun ide yang diyakini tersebut itu diperoleh melalui proses belajar.
Proses belajar merupakan cara untuk mewariskan nilai-nilai tersebut dari generasi ke
generasi. Proses pewarisan tersebut dikenal dengan proses sosialisasi atau enkulturasi
(proses pembudayaan). Dan melalui museum itulah kita sebagai masyarakat yang hidup
dimasa sekarang haruslah sangat berterimakasih kepada museum yang memang sangat
memberikan peranan penting dalam menjaga atau memberi tahu tentang kebudayaan asli
yang mencerminkan jati diri masyarakat tertentu disuatu daerah. Termasuk Lampung
sendiri.
Salah satu fungsi dan tugas museum Lampung yaitu memperkenalkan dan
menyebarluaskan hasil penelitian. Petugas museum memiliki beberapa cara untuk
memperkenalkan hasil penelitian, salah satunya yaitu dengan diadakan pameran,
pemasangan iklan layanan masyarakat melalui media cetak dan sebagainya.

2.4.2 Manfaat Obyek

Museum Lampung merupakan sarana sumber pembelajaran dan pengetahuan sejarah.


Selain itu, koleksi museum Lampung juga digunakan sebagai sarana study dosen,
mahasiswa, pelajar dan umum. Museum juga menjadi representasi perjalan suatu bangsa
dan suatu Negara sehingga masyarakat akan mengetahui sejarah Negara dan bangsanya
melalui benda-benda koleksi yang terdapat di museum. Tak hanya sebagai representasi
sejarah, sarana rekreasi, dan media pendidikan saja. Museum Lampung berperan besar
dalam upaya pelestarian budaya. Manfaat museum dirasa betul oleh masyarkat, pelajar,
terlebih oleh mereka yang mencintai peradaban alam dan memiliki minat untuk
menggalinya sebagai sumbar pengetahuan.

2.4 3.Pembahasan
Museum Lampung merupakan obyek wisata sejarah yang sangat menawan layak untuk
diberi apresiasi yang setinggi-tingginya. Karena memiliki peran besar dalam upaya
pelestarian budaya. Namun satu hal yang sangat disayangkan adalah para pedagang kaki
lima yang berada disepanjang jalan menuju kawasan sejarah tersebut. Pemerintah dan
pengelola obyek sejarah tersebut seharusnya memberi fasilitas bagi para pedagang kaki
lima tersebut di luar kawasan obyek sejarah sehingga dapat lebih terlihat indah dan
pengunjungpun merasa nyaman tanpa adanya gangguan dari para pedagang yang bersautan
saling menawarkan barang dagangannya.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah penulis menjelaskan penelitian dalam paper yang sangat sederhana ini, maka
penulis dapat memberi beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Museum Lampung dapat menjadi suatu bukti kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa
Indonesia yang berperan sebagai objek pelestarian budaya lampung.
2. Museum Lampung yang termasuk obyek penyimpanan budaya di Indonesia dapat menjadi
sebuah tempat rekreasi ataupun belajar dengan lingungan sekitar yang nyaman.
3. Dengan mengunjungi Museum Lampung kita dapat lebih menyadari keberadaan bukti
sejarah dan lebih mencintai budaya bangsa serta dapat lebih menghargai sejarah.
4. Dengan kunjungan wisata Museum Lampung kita dapat lebih bisa membantu untuk
melestarikan bangunan bersejarah.
5. Siswa-siswi dapat lebih menambah wawasan sejarah, kreatifitas dan penghargaan terhadap
sejarah.
3.2 Saran-Saran
Sebagai seorang penulis yang menjadikan Museum Lampung sebagai obyek penelitian dan
kajian, maka sepatutnua apabila saya mengucapkan terimakasih dengan memberikan
sedikit saran yang bersifat membangun dan mungkin bermanfaat:
1. Pemerintah dan pengelola Museum Lampung memberikan pelayanan dan fasilitas yang
lebih memadai agar pengunjung lebih merasa nyaman.
2. Pemerintah dan pengelola Museum hendaknya lebih peduli dan memberikan perawatan
serta menjaga obyek-obyek bersejarah tersebut.
3. Masyarakat dan pengunjung untuk tidak mengambil ataupun merusak obyek bersejarah
tersebut.
4. Pemerintah dan pengelola Museum hendaknya lebih memperhatikan kenyamanan
pengunjung yang terkadang terganggu oleh para pedagang kaki lima disepanjang jalan
dalam kawasan obyek wisata agar dipindahkan ketempat diluar kawasan obyek secara
teratur.
5. Para generasi penerus bangsa hendaknya bangga dan melestarikan rasa memiliki dan
mencintai bangsa serta sejarahnya demi kelangsungan cita-cita dan tujuan dimasa depan.

Diorama Satwa Lampung

Diorama Gunung Krakatau Melutus di tahun 1883


Koleksi Uang

Koleksi adat penguburan mayat


Koleksi Replika Perahu Lonjong

Koleksi Nekara
Koleksi Rumah adat suku Lampung

Koleksi Kain Tapis Lampung


Koleksi Peninggalan Agama Islam

Koleksi Peninggalan Agama Budha


Koleksi Batu

Koleksi Batu Bedil


Koleksi Batu Ores

Koleksi Pakaian Adat Suku Lampung


Koleksi Siger dan Tapis Lampung yang diguanakan suku Pepadun

Koleksi Kerangka Manusia Purba


Koleksi Kapak Lonjong

Koleksi Keris
Koleksi Teks Kuno Dalam Bahasa Arab

Koleksi Cawan