Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY.P G1P0A0 USIA

KEHAMILAN 14 MINGGU 4 HARI DENGAN KEKURANGAN ENERGI

KRONIK DI POSKESDES SIMPANG YUL

DISUSUN OLEH :

MARTHA MARBANGWA

NIM : 141540115

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PANGKALPINANG

JURUSAN KEBIDANAN

TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny. P G1P0A0 Usia Kehamilan 14 Minggu
4 Hari Dengan Kekurangan Energi Kronik Di Poskesdes Simpang Yul ini
dalam rangka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ibu Neng Ayu Rosita &
Rizka Marcely selaku dosen Praktek Kebidanan Kegawadaruratan Maternal
Neonatal. Dalam penyusunan laporan ini saya menyadari bahwa menemui
kesulitan-kesulitan, namun berkat bantuan dari berbagai pihak, saya dapat
mengatasi berbagai kesulitan yang ada. Oleh karena itu, saya ingin berterima
kasih kepada :

1. Yang terhormat Direktur Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yaitu bapak


drg. Harindra MKM
2. Yang terhormat Kepala Puskesmas Tempilang yaitu dr. Ratnosoppi
3. Yang terhormat Ketua Jurusan Kebidanan yaitu ibu Neng Ayu Rosita,
SST., M.Kes
4. Yang terhormat dosen pembimbing yaitu ibu Neng Ayu Rosita & Rizka
Marcely.
5. Yang terhormat pembimbing lahan praktik yaitu Bidan Ludia, Am.Keb
6. Kedua orang tua yang telah memberikan fasilitas dan izin.
7. Semua pihak yang telah membantu saya dalam menyusun laporan ini.

Dalam laporan kasus ini saya akan menjelaskan hal hal yang
berhubungan dengan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil G1P0A0 Usia
Kehamilan 14 Minggu Dengan Kekurangan Energi Kronik Di Poskesdes Simpang
Yul

Saya menyadari penulisan makalah ini masih sederhana dan tidak lepas
dari kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun
sangat saya harapkan dan saya berharap dengan adanya makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Simpang Yul, 14 Desember 2016

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................3
1.3 Tujuan........................................................................................................3
1.4 Manfaat Penulisan.....................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................5
2.1 Definisi Kekurangan Energi Kronik..........................................................5
2.2 KEK Pada Ibu Hamil.................................................................................5
2.3 Pengukuran Status Gizi.............................................................................9
2.4 Tanda Tanda KEK.....................................................................................9
2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi KEK...............................................10
2.6 Upaya Penanggulangan Yang Dilakukan................................................13
2.7 Pencegahan KEK.....................................................................................14
2.8 Hubungan KEK dengan BBLR...............................................................15
2.9 Hubungan KEK dengan Anemia.............................................................16
2.10 Mekanisme Rujukan................................................................................18
2.11 Persiapan Rujukan...................................................................................19
BAB III TINJUAN KASUS..................................................................................21
BAB IV PEMBAHASAN......................................................................................34
4.1 Subjektif..................................................................................................34
4.2 Objektif....................................................................................................35
4.3 Assessment..............................................................................................35
4.4 Plan Of Action.........................................................................................35
BAB V PENUTUP.................................................................................................37
5.1 Kesimpulan..............................................................................................37

3
5.2 Saran........................................................................................................37
LAMPIRAN 1. HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM............................39
LAMPIRAN 2. BUKU KIA NY.P.........................................................................40
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................41

4
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Status gizi ibu hamil pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat

mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Untuk kesehatan ibu

selama kehamilan maupun pertumbuhan dan aktifitas diferensiasi janin, maka ibu

dalam keadaan hamil harus cukup mendapat makanan bagi dirinya sendiri

maupun bagi janinnya. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme

energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama

kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk

pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan,

dan pertumbuhan komposisi dan metabolisme tubuh ibu, sehingga kekurangan

zat gizi tertentu saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurnah

(Lubis, Masa hamil adalah masa dimana seorang wanita memerlukan berbagai zat

gizi yang jauh lebih banyak dari pada yang diperlukan dalam keadaan biasa.(

Depkes RI. 2007)

Di Indonesia banyak terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis)

terutama yang kemungkinan disebabkan karena adanya ketidakseimbangan

asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Hal tersebut

mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik ataupun mental tidak sempurna

seperti yang seharusnya. Banyak anak yang bertubuh sangat kurus akibat

kekurangan gizi atau sering disebut gizi buruk. Jika sudah terlalu lama maka akan

1
terjadi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Hal tersebut sangat memprihatinkan,

mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan SDA (Sumber Daya Alam).

Ibu hamil diketahui menderita KEK dilihat dari pengukuran LILA, adapun

ambang batas LILA WUS (ibu hamil) dengan resiko KEK di Indonesia adalah

23,5 cm. Apabila ukuran LILA kurang dari 23,5 cm atau di bagian merah pita

LILA, artinya wanita tersebut mempunyai resiko KEK dan diperkirakan akan

melahirkan berat bayi lebih rendah (BBLR). BBLR mempunyai resiko kematian,

gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak.

(Manuaba, 2010)

Angka kematian ibu dan bayi serta bayi dengan Berat Badan Lahir

Rendah (BBLR) yang tinggi, pada hakekatnya juga ditentukan oleh status gizi ibu

hamil. Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami (Kurang Energi

Kronik) KEK cenderung melahirkan bayi BBLR dan dihadapkan pada risiko

kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan

berat badan yang normal (Saimin, 2008). Prevalensi risiko KEK pada Wanita Usia

Subur (WUS) di Indonesia sebesar 19,1%. Terdapat keragaman prevalensi risiko

KEK menurut Propinsi, diantaranya yang termasuk kategori berat ditemukan di

NTT (40,8%), kategori sedang di lima Propinsi yaitu NTB (26,7%), Papua

( 25,7%), Bangka Belitung (22,4%), Jawa Tengah (22,2%), dan Jawa Timur

( 21,9%). Prevalensi risiko KEK pada WUS di kawasan Timur Indonesia adalah

tertinggi dibandinngkan Sumatra, Jawa, dan Bali. Berdasarkan daerah desa dan

kota menunjukkan prevalensi risiko KEK pada WUS di pedesaan (21,1%) lebih

tinggi daripada di perkotaan (17,3%) . (Infodatin, 2010)

2
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam makalah ini

adalah Bagaimana Asuhan kebidanan pada Ibu Hamil Ny. P G1P0A0 dengan

Kekurangan Energi Kronik ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memberikan asuhan

kebidanan dengan faktor resiko pada Ny. P G1P0A0 usia kehamilan 14

minggu dengan Kekurangan Energy Kronik di Poskesdes Simpang Yul.

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Melakukan pengkajian data dasar secara lengkap dan menyeluruh

pada ibu Hamil Ny. P umur G 1P0A0 usia kehamilan 14 minggu 4 hari

dengan Kekurangan Energi Kronis di Poskesdes Simpang Yul.


b. Melakukan interpretasi data, yang meliputi diagnosa

kebidanan,masalah dan kebutuhan pada ibu hamil Ny. P umur

G1P0A0 usia kehamilan 14 minggu 4 hari dengan Kekurangan Energi

Kronis di Poskesdes Simpang Yul.


c. Melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. P umur

G1P0A0 usia kehamilan 14 minggu 4 hari dengan Kekurangan

Energi Kronis di Poskesdes Simpang Yul.


d. Mampu mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktek pada

ibu hamil Ny. P umur G 1P0A0 usia kehamilan 14 minggu 4 hari

dengan Kekurangan Energi Kronis di Poskesdes Simpang Yul.

3
e. Mampu memberikan alternative pemecahan masalah terhadap

kesenjangan antara teori dan praktek pada ibu hamil Ny. P umur

G1P0A0 usia kehamilan 14 minggu 4 hari dengan Kekurangan Energi

Kronis di Poskesdes Simpang Yul.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi penulis
Menambah wawasan dan pengetahuan dalam memberikan asuhan

kebidanan pada ibu hamil dengan faktor resiko kek (lila <23,5).

Memenuhi tugas yang diberikan guna memenuhi kurikulum dari Institusi


2. Bagi Institusi
Sebagai bahan kepustakaan mahasiswi Poltekkes Kemenkes

Pangkalpinang mengenai asuhan kebidanan terutama pada ibu dengan

KEK.
3. Bagi Poskesdes
Sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam pelaksanaan asuhan

kebidanan pada ibu hamil dengan KEK selanjutnya yang lebih baik di

masa yang akan datang.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kekurangan Energi Kronik

Menurut Depkes RI (2007) dalam Program Perbaikan Gizi Makro

menyatakan bahwa Kurang Energi Kronis merupakan keadaan dimana penderita

kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan

timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. KEK dapat terjadi pada wanita usia

subur (WUS) dan pada ibu hamil (bumil).

Kekurangan energi kronis disebabkan karena tidak mengkonsumsi

makanan dalam jumlah yang cukup atau makanan yang baik dalam periode/kurun

waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein dalam jumlah yang

cukup.

2.2 KEK Pada Ibu Hamil

Kondisi kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil mempunyai dampak

kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan, antara lain meningkatkan

resiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran premature, kematian

pada ibu dan bayi baru lahir, gangguan pertumbuhan anak, dan gangguan

perkembangan otak. Tidak jarang kondisi KEK pada ibu hamil menjadi penyebab

5
utama terjadinya perdarahan, partus lama, aborsi dan infeksi yang merupakan

faktor kematian utama ibu. (Manuaba, 2010)

Malnutrisi bukan hanya melemahkan fisik dan membahayakan jiwa ibu,

tetapi juga mengancam keselamatan janin. Ibu yang berisikeras hamil dengan

status gizi buruk, berisiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah 2-3 kali lebih

besar dibandingkan ibu dengan status gizi baik. Kebutuhan gizi pada ibu hamil :

1. Energi
Dihasilkan dari karbohidrat, protein dan zat patinya. Kebutuhan energi

dihitung secara individu kemudian ditambah dengan tambahan energi

untuk ibu hamil sesuai dengan usia kehamilan.Penambahan energi :


a. TRIMESTER I : 100 kalori
b. TRIMESTER II : 300

kalori untuk pemekaran jaringan ibu (peningkatan volume darah,

pertumbuhan uterus dan payudara, penumpukan lemak)

c. TRIMESTER III : 300 kalori untuk pertumbuhan janin dan plasenta.


2. Protein
Ibu hamil membutuhkan protein lebih banyak dari biasanya.

Protein hewani lebih besar di bandingkan protein nabati. Ibu hamil

minimal mengkonsumsi 17gram protein/hari. Total kebutuhan protein

tidak lebih dari 15% kebutuhan energi. Jenis protein dengan nilai tinggi

antara lain : daging, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian,

susu, yogurt, dll.


3. Vitamin
Ada beberapa jenis vitamin yang penting untuk ibu hamil. Jika ibu

hamil sampai kekurangan vitamin, pembentukan sel-sel tubuh anak akan

berkurang. Anak dapat kurang darah, cacat bawaan, kelainan bentuk,

6
bahkan ibu dapat keguguran. Vitamin yang dibutuhkan ibu hamil adalah

B6, C, A, D, E dan K.
4. Kalsium
Kalsium Sangat penting karena dibutuhkan untuk pembentukan

tulang. Apabila kekurangan kalsium, bayi yang dikandung akan menderita

kelainan tulang dan gigi. Dibutuhkan untuk pertumbuhan janin sekitar

250mg/hari dan untuk persediaan si ibu. Sumber utama: susu dan hasil

olahannya, udang, sarden, dll .


5. Fosfor
Mineral ini dapat diperoleh dari makanan sehari hari. Fosfor

berhubungan erat dengan kalsium. Jika jumlahnya tidak seimbang di

dalam tubuh, dapat terjadi gangguan. Gangguan yang paling sering adalah

kram pada tungkai kaki.


6. Zat besi
Sel darah merah ibu hamil bertambah sampai 30mg/hari. Berarti,

ibu hamil membutuhkan tambahan 700 800 mg zat besi. Kebutuhan zat

besi ibu hamil meningkat pada kehamilan trimester II dan III. Zat besi

Berasal dari makanan & suplementasi tablet Fe. Defisiensi Fe lebih

berpengaruh pada ibu yang akan menyebabkan kekurangan Hb dalam

darah yang diperlukan untuk membawa O2 kepada janin dan sel ibu hamil.
Distribusi Fe antara lain :
a. 300mg besi ditransfer ke janin
b. 50-75mg untuk pembentukan plasenta
c. 450mg untuk menambah jumlah sel darah merah
d. 200mg hilang ketika melahirkan
7. Yodium
Yodium cukup diperoleh dari air minum dan sumber bahan makanan laut.
Kebutuhan : 200mikrogram/hari
Kekurangan : janin hipotiroidisme, kretinisme, kerusakan syaraf.
Sumber utama : garam, makanan laut, air, sayur.
8. Asam Folat

7
Asam folat dibutuhkan untuk pembentukan sel baru, membantu

mengembangkan sel syaraf dan otak janin. Kebutuhannya 0,4 mg/hari

Sumber asam folat adalah hati, sayuran, hijau, jeruk orange, kembang kol,

kedelai/kacan-kacangan, roti, gandum, sereal, dll.


9. Zat Seng (zinc)
Dari beberapa studi dilaporkan bahwa ibu hamil yang memiliki

kadar zat seng rendah dalam makanannya berisiko melahirkan prematur

dan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Sedangkan suplementasi

zat seng tidak didapatkan kejelasan mengenai keuntungan mengkonsumsi

seng dalam jumlah yang lebih tinggi. Namun mengkonsumsi zat seng

dalam jumlah cukup banyak merupakan langkah antisipatif yang dapat

dilakukan. Zat seng dapat ditemukan secara alami pada daging merah,

gandum utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, dan beberapa sereal

sarapan yang telah difortifikasi. Pada umumnya, wanita tidak

membutuhkan tambahan suplemen.

2.3 Pengukuran Status Gizi

Untuk mengetahui status gizi ibu hamil digunakan pengukuran secara

langsung dengan menggunakan penilaian antropometri yaitu: Lingkar Lengan

Atas. Pengukuran lingkar lengan atas adalah suatu cara untuk mengetahui resiko

KEK wanita usia subur. Wanita usia subur adalah wanita dengan usia 15 sampai

dengan 45 tahun yang meliputi remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan

usia subur (PUS). (Weni, 2010)

Ambang batas lingkar Lengan Atas (LILA) pada WUS dengan risiko KEK

adalah 23,5 cm, yang diukur dengan menggunakan pita ukur. Apabila LILA

8
kurang dari 23,5 cm artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK dan

sebaliknya apabila LILA lebih dari 23,5 cm berarti wanita itu tidak berisiko dan

dianjurkan untuk tetap mempertahankan keadaan tersebut.

2.4 Tanda Tanda KEK

Sedangkan Menurut Menurut Supariasa (2010), tanda-tanda klinis KEK

meliputi : Berat badan < 40 kg atau tampak kurus dan LILA kurang dari 23,5 cm,

tinggi badan < 145 cm, Ibu menderita anemia dengan Hb < 11 gr%, lelah, letih,

lesu, lemah, lunglai, bibir tampak pucat, nafas pendek, denyut jantung meningkat,

susah buang air besar, nafsu makan berkurang.

2.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi KEK

1. Faktor Sosial Ekonomi


a. Pendidikan Ibu
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku

seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia

melalui upaya pengajaran, pelatihan, proses, pembuatan dan cara

mendidik. Kemahiran menyerap pengetahuan akan meningkat sesuai

dengan meningkatnya pendidikan seseorang dan kemampuan ini

berhubungan erat dengan sikap seseorang terhadap pengetahuan yang

diserapnya.
b. Status Perkawinan
Status Perkawinan ibu dibedakan menjadi: Kawin adalah status

dari mereka yang terikat dalam perkawinan, baik tinggal bersama

maupun terpisah. Dalam hal ini tidak saja mereka yang kawin sah,

9
secara hukum (adat, agama, negara dan sebagainya) tetapi juga mereka

yang hidup bersama dan oleh masyarakat sekelilingnya dianggap

sebagai suami istri. Cerai hidup adalah status dari mereka yang hidup

berpisah sebagai suami istri karena bercerai dan belum kawin lagi.
Cerai mati adalah status dari mereka yang suami/istrinya telah

meninggal dunia dan belum kawin lagi.

2. Faktor Biologis

Faktor biologis ini diantaranya terdiri dari :

a. Usia Ibu Hamil


Melahirkan anak pada usia ibu yang muda atau terlalu tua

mengakibatkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan

merugikan kesehatan ibu, Karena pada ibu yang terlalu muda (kurang

dari 20 tahun) dapat terjadi kompetisi makanan antara janin dan

ibunya sendiri yang masih dalam masa pertumbuhan dan adanya

perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan Sehingga usia

yang paling baik adalah lebih dari 20 tahun dan kurang dari 35 tahun,

sehingga diharapkan status gizi ibu hamil akan lebih baik.


b. Jarak Kehamilan
Jarak melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas

janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu

tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri

(ibu memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan

setelah melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka

akan menimbulkan masalah gizi ibu dan janin yang dikandung.


c. Paritas

10
Paritas adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang

dapat hidup (viable). Paritas diklasifikasikan sebagai berikut:


Primipara adalah seorang wanita yang telah pernah melahirkan satu

kali dengan janin yang telah mencapai batas viabilitas, tanpa

mengingat janinnya hidup atau mati pada waktu lahir.


Multipara adalah seorang wanita yang telah mengalami dua atau lebih

kehamilan yang berakhir pada saat janin telah mencapai batas

viabilitas.
Grande multipara adalah seorang wanita yang telah mengalami lima

atau lebih kehamilan yang berakhir pada saat janin telah mencapai

batas viabilitas.

3. Faktor Pola Konsumsi


Upaya mencapai status gizi masyarakat yang baik atau optimal

dimulai dengan penyediaan pangan yang cukup. Penyediaan pangan yang

cukup diperoleh melalui produksi pangan dalam negeri yaitu upaya

pertanian dalam menghasilkan bahan makanan pokok, lauk-pauk, sayur-

sayuran, dan buah-buahan. Pola konsumsi ini juga dapat mempengaruhi

status kesehatan ibu, dimana pola konsumsi yang kurang baik dapat

menimbulkan suatu gangguan kesehatan atau penyakit pada ibu.


4. Faktor Perilaku
Faktor perilaku ini terdiri dari kebiasaan yang sering dilakukan ibu

diantaranya yaitu kebiasaan merokok dan mengkonsumsi cafein. Kafein

adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak

dan system syaraf. Kafein bukan merupakan salah satu zat gizi yang

dibutuhkan oleh tubuh, karena efek yang ditimbulkan kafein lebih

11
banyak yang negative daripada positifnya, salah satunya adalah gangguan

pencernaan. Dengan adanya gangguan pencernaan maka akan

menghambat penyerapan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan

janin.

2.6 Upaya Penanggulangan Yang Dilakukan

1. KIE mengenai KEK dan faktor yang mempengaruhinya serta bagaimana

menanggulanginya.
2. Kondisi KEK pada ibu hamil harus segera di tindak lanjuti sebelum usia

kehamilan mencapai 16 minggu. Pemberian makanan tambahan yang Tinggi

Kalori dan Tinggi Protein dan dipadukan dengan penerapan Porsi Kecil tapi

Sering, pada faktanya memang berhasil menekan angka kejadian BBLR di

Indonesia. Penambahan 200 450 Kalori dan 12 20 gram protein dari

kebutuhan ibu adalah angka yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi

janin.

3. Konsumsi tablet Fe selama hamil.

Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral meningkat

sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada akhir trimester

kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang menyebabkan terjadinya

peningkatan volume darah dan mempengaruhi konsentrasi hemoglobin

darah. Pada keadaan normal hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian

tablet Fe, akan tetapi pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan

suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi.

12
Keperluan yang meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan

protein hewani serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari

tumbuh-tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor

penyebab terjadinya anemia besi.

2.7 Pencegahan KEK

Makan makanan yang bervariasi, berimbang, bergizi dan cukup

mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan

kentang setiap hari dan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan,

telur, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari

kelapa atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan

pasokan kalori, terutama pada anak-anak atau remaja yang tidak terlalu suka

makan. Hanya memberikan ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan, dapat

mengurangi resiko terkena muntah dan mencret (muntaber) dan menyediakan

cukup gizi berimbang. Jika ibu tidak bisa atau tidak mau memberikan ASI, sangat

penting bagi bayi untuk mendapatkan susu formula untuk bayi yang dibuat

dengan air bersih yang aman. Sejak 6 bulan, sebaiknya tetap diberikan Asi tapi

juga berikan 3-6 sendok makan variasi makanan termasuk yang mengandung

protein. Remaja dan anak2 yang sedang sakit sebaiknya tetap diberikan makanan

dan minuman yang cukup. Kurang gizi juga dapat dicegah secara bertahap dengan

mencegah cacingan, infeksi, melalui sanitasi yang baik dan perawatan kesehatan.

(Departemen Gizi dan Kesmas FKMUI, 2007)

13
2.8 Hubungan KEK dengan BBLR

Kenaikan berat badan ibu, selama kehamilan trisemester 1

mempunyai peranan yang sangat penting, karena periode ini janin

dan plasenta dibentuk. Kegagalan kenaikan berat badan ibu pada

trisemester 1 dan 2 akan meningkatkan bayi BBLR. Hal ini disebabkan

adanya KEK yang mengakibatkan ukuran plasenta kecil dan kurangnya

suplai zat - zat makanan ke janin. Bayi BBLR mempunyai risiko kematian

lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Kekurangan zat gizi pada ibu lebih
cenderung mengakibatkan BBLR atau kelainan yang bersifat umum

daripada menyebabkan kelainan anatomik yang spesifik. Kekurangan zat

gizi pada ibu yang lama dan berkelanjutan selama masa kehamilan akan

berakibat lebih buruk pada janin daripada malnutrisi akut (Soetjiningsih,

2009). Akibat lain dari KEK adalah kerusakan struktur SSP terutama

pada tahap pertama pertumbuhan otak (hiperplasia) yang terjadi selama

dalam kandungan. (Prawirohardjo. 2013)


Dikatakan bahwa masa rawan pertumbuhan sel-sel saraf adalah adalah

trisemester 3 kehamilan sampai sekitar 2 tahun setelah lahir. Kekurangan

gizi pada masa dini perkembangan otak akan meghentikan sintesis

protein dan DNA. Akibatnya adalah berkurangnya pertumbuhan otak,

sehingga lebih sedikit sel-sel otak yang berukuran normal. Dampaknya

akan terlihat pada struktur dan fungsi otak pada masa kehidupan mendatang,

sehingga berpengaruh pada intelektual anak. Pemberian suplementasi

makanan kepada ibu hamil akan mengurangi kematian perinatal dan

14
kenaikan berat badan bayi. Sedangkan mekanisme terjadinya BBLR pada

ibu hamil yang menderita KEK adalah sebagai berikut :

Table 1. kaitan KEK dengan BBLR

2.9 Hubungan KEK dengan Anemia

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar (61,3%) ibu hamil anemia

dan sebagian kecil (38,7%) ibu hamil yang tidak anemia. Dalam kehamilan terjadi

peningkatan volume plasma darah sehingga terjadi hipervolemia. Akan tetapi

bertambahnya sel-sel darah merah lebih sedikit dibandingkan dengan peningkatan

volume plasma, sehingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi). Pertambahan

volume darah tersebut berbanding sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18%

dan hemoglobin 19%. Keadaan ini disebut sebagai anemia fisiologis atau

pseudoanemia (Prawirohardjo, 2013).

15
Nutrisi yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya anemia

dalam kehamilan. Makan makanan yang tinggi kandungan zat besi dapat

membantu menjaga pasokan zat besi yang diperlukan tubuh untuk berfungsi

dengan baik. Pemberian vitamin agar tubuh memiliki cukup zat besi dan folat dan

konsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi didalam tubuh untuk

mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan. terjadinya anemia yang berdampak

buruk pada ibu dan janin. Pada ibu hamil trimester I biasanya terjadi hemodilusi

(pengenceran darah), apabila pasokan zat besi didalam tubuh kurang maka ibu

hamil beresiko mengalami anemia. pada ibu hamil trimester I yang belum

mendapatkan tablet fe dikarenakan pada trimester I biasanya ibu mengalami mual

dan muntah, yang mana pasokan zat besi hanya didapatkan dari makanan (hewani

atau nabati). (Departemen Gizi dan Kesmas FKMUI, 2007)

Pada kenyataannya, ibu hamil yang KEK cenderung lebih banyak mengalami

anemia dibandingkan tidak terjadi anemia. ini disebabkan karena pola konsumsi

dan absorbsi makanan yang tidak seimbang selama kehamilan. KEK pada ibu

hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia,

perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit

infeksi. KEK pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan

dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat

bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intrapartum (mati dalam kandungan) dan lahir

dengan berat badan lahir rendah (BBLR). (Prawirohardjo. 2013)

16
2.10 Mekanisme Rujukan

1. Menentukan kegawadaruratan penderita


a. Pada tingkat kader atau dukun bayi terlatih
Ditemukan penderita yang tidak dapat ditangani sendiri

oleh keluarga atau kader/ dukun bayi, maka segera dirujuk ke

fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat, oleh karena itu mereka

belum tentu dapat menerapkan ke tingkat kegawatdaruratan.


b. Pada tingkat bidan desa, puskesmas pembantu dan puskesmas
Tenaga kesehatan yang ada pada fasilitas pelayanan

kesehatan tersebut harus dapat menentukan tingkat

kegawatdaruratan kasus yang ditemui, sesuai dengan wewenang

dan tanggung jawabnya, mereka harus menentukan kasus mana

yang boleh ditangani sendiri dan kasus mana yang harus dirujuk.
c. Memberikan informasi kepada penderita dan keluarga
Sebaiknya bayi yang akan dirujuk harus sepengathuan ibu

atau keluarga bayi yang bersangkutan dengan cara petugas

kesehatan menjelaskan kondisi atau masalah bayi yang akan

dirujuk dengan cara yang baik.


d. Mengirimkan informasi pada tempat rujukan yang dituju
1) Memberitahukan bahwa akan ada penderita yang dirujuk
2) Meminta petunjuk apa yan perlu dilakukan dalam rangka

persiapan dan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan


3) Meminta petunjuk dan cara penanganan untuk menolong

penderita bila penderita tidak mungkin dikirim.


(Syafrudin n hamidah, 2009)

2.11 Persiapan Rujukan

Menurut Syafrudin n hamidah, persiapan yang harus diperhatikan dalam

melakukan rujukan disingkat BAKSOKUDA yang diartikan sebagai berikut :

17
B (Bidan) : Pastikan ibu/ bayi/ klien didampingi oleh tenaga kesehatan yang

kompeten dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan kegawatdaruratan


A (Alat) : Bawa perlengkapan dan bahan-bahan yang diperlukan seperti spuit,

infus set, tensimeter dan stetoskop


K (keluarga) : Beritahu keluarga tentang kondisi terakhir ibu (klien) dan

alasan mengapa ia dirujuk. Suami dan anggota keluarga yang lain harus

menerima ibu (klien) ke tempat rujukan.


S (Surat) : Beri sura ke tempat rujukan yang berisi identifikasi ibu (klien),

alasan rujukan, uraian hasil rujuka, asuhan atau obat-obat yang telah diterima

ibu
O (Obat) : Bawa obat-obat esensial yang diperlukan selama perjalanan

merujuk
K (Kendaraan) : Siapkan kendaraan yang cukup baik untuk memungkinkan

ibu (klien) dalam kondisi yang nyaman dan dapat mencapai tempat rujukan

dalam waktu cepat.


U (Uang) : Ingatkan keluarga untuk membawa uang dalam jumlah yang

cukup untuk membeli obat dan bahan kesehatan yang diperlukan di tempar

rujukan
DA (Darah) : Siapkan darah untuk sewaktu-waktu membutuhkan transfusi

darah apabila terjadi perdarahan

18
BAB III

TINJUAN KASUS

3.1 Asuhan yang diberikan saat pertama pemeriksaan sampai pasien

dirujuk

ASUHAN KEBIDANAN KEGAWADARURATAN PADA Ny. P G1P0A0

USIA KEHAMILAN 14 MINGGU 4 HARI DENGAN KEKURANGAN

ENEGI KRONIK DI POSKESDES SIMPANG YUL

Tanggal Pengkajian : 03 Desember 2016

Jam : 15.00 WIB

I. DATA SUBJEKTIF

A. IDENTITAS

Nama Klien : Ny. P Nama Suami : Tn. M

Umur : 25 Tahun Umur : 25 Tahun

Kebangsaan : Indonesia Kebangsaan : Indonesia

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMU Pendidikan : SMU

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Petani

19
Alamat Rumah : Desa. Simpang. Yul

B. ALASAN DATANG

Bidan melakukan kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan antenatal pada

Ny P G1P0A0 di Sp. Yul. Ibu mengatakan sering pusing, mual, lemas dan tidak

nafsu makan.

C. DATA KEBIDANAN

1) Riwayat Menstruasi

Menarche : 13 Tahun

Siklus : 28 hari Disminorhea : tidak ada

Lama : 4-5 hari Banyaknya : 3x pembalut/hari

Sifat : cair warna : merah

2) Riwayat Perkawinan

Kawin : pertama / sah

Usia saat kawin : 25 Tahun

Lama Perkawinan : 6 bulan

3) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu

Tgl/Thn Tempat Jenis Usia Anak


N Penolon Penyuli
Persalina Pertolonga Persaina Kehamila J B P
o g t KET
n n n n K B B
1 Hamil ini

20
4) Riwayat Kehamilan Sekarang

HPHT : 22 08 2016

TP : 29 05 2017

Usia Kehamilan :14 Minggu 4 hari

ANC

TM I : 2x kunjungan

TM II : 2 x kunjungan

TM III :

Imunisasi TT

TT 1 : ada

TT 2 :-

TT 3 :-

Tablet Fe : ada

D. DATA KESEHATAN

1) Riwayat penyakit yang pernah di derita :

TB : tidak ada Jantung : tidak ada

Malaria : tidak ada Ginjal : tidak ada

Hipertensi :tidak ada DM : tidak ada

Anemia : ada

2) Riwayat operasi yang pernah di derita :

SC : tidak ada

21
Appendiks : tidak ada

3) Riwayat penyakit keluarga :

TB : tidak ada Jantung : tidak ada

Malaria : tidak ada Ginjal : tidak ada

Hipertensi : tidak ada DM : tidak ada

4) Riwayat Gemelli : tidak ada

5) Riwayat KB

Pernah mendengar tentang KB : pernah

Pernah menjadi akseptor KB : tidak

Jenis KB :-

Alasan Berhenti :-

Jumlah anak yang diinginkan : -

E. DATA KEBIASAAN SEHARI HARI

1) Nutrisi

a. Makan sehari hari

Porsi : 1 x/ hari

Jenis : Nasi, lauk pauk

Perubahan makan yang dialami : sebelum hamil 3 x/hari

Mengkonsumsi makanan ringan : ada, cemilan, kue tradisional

Pantangan : tidak ada

22
b. Minum : 5-6 gelas/hari

c. Vitamin : tidak ada

2) Pola Eliminasi

BAB : 1 x / hari BAK : 7-8 x / hari

Konsistensi : Lunak Konsistensi : cair

Warna : Kuning Kecoklatan Warna : kuning jernih

Bau : Khas Feses Bau : Khas Urine

Keluhan : tidak ada Keluhan : tidak ada

3) Aktivitas Sehari hari

Pola istirahat

Tidur siang : 1 jam / hari

Tidur malam : 6-7 jam / hari

Seksualitas : belum melakukan hubungan seksual selama hamil

Pekerjaan : IRT

4) Personal Hygiene

Gosok gigi : 2 x / hari

Mandi : 3 x / hari

Ganti pakaian dalam : 3 x / hari

Irigasi vagina : tidak ada

23
5) Perilaku Kesehatan

Penggunaan alcohol / obat obatan sejenisnya : tidak ada

Obat obatan / jamu yang sering digunakan : tidak ada

Merokok : Tidak

F. DATA PSIKOSOSIAL

1) Apakah kehamilan ini direncanakan / diinginkan : iya

2) Jenis kelamin yang diharapkan : laki laki

3) Dukungan keluarga terhadap kehamilan : mendukung

4) Pengambil keputusan dalam keluarga : Suami

II. DATA OBJEKTIF

A. PEMERIKSAAN FISIK

1) Keadaaan Umum : Baik

2) Kesadaran : Composmentis

3) Keadaan Emosional : Stabil

4) Tanda tanda vital

Tekanan Darah : 90/ 60mmHg

Suhu : 36,5C

Nadi : 84 x/menit

Pernafasan : 23 x/menit

5) Tinggi badan : 154 cm

6) Berat badan sebelum hamil : 37,5 Kg

24
7) Berat badan sekarang : 38 Kg

8) Kenaikan berat badan selama hamil : 0,5 Kg

9) LILA : 19,5 cm

B. PEMERIKSAAN KEBIDANAN

1) Inspeksi

a. Kepala

Rambut : hitam, bersih, tidak berketombe, tidak rontok

Telinga : simetris, tidak ada secret, tidak ada kelainan

Mata

Konjungtiva : pucat

Sklera : tidak kuning

Hidung : bersih, tidak ada polip

b. Muka

Chloasma : tidak ada

Oedema : tidak ada

c. Mulut dan Gigi

Lidah : bersih, tidak ada sariawan

Gigi : bersih, tidak berlubang, tidak ada karies

Bibir : lembab, tidak ada stomatitis,tidak ada kelainan

Gusi : tidak bengkak, tidak ada perdarahan

d. Leher

25
Kelenjar Thyroid: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid

e. Dada

Payudara : simetris

Putting susu : menonjol

Benjolan : tidak ada

Pengeluaran : belum ada

f. Abdomen

Bekas Luka Operasi : tidak ada

Pembesaran : sesuai usia kehamilan

Linea : tidak ada

Striae : tidak ada

g. Genetalia Eksterna

Pengeluaran Pervaginam: tidak ada

Luka : tidak ada

Varices : tidak ada

Oedem : tidak ada

h. Ekstremitas atas

Oedem : tidak ada

i. Ekstremitas bawah

Oedem : tidak ada

Varices: tidak ada

26
1. Palpasi

Leopold I : tidak dilakukan

Leopold II : tidak dilakukan

Leopold III : tidak dilakukan

TFU : 4 jari diatas simphisis

TBJ : tidak dilakukan

2. Auskultasi

DJJ : belum terdengar

Frekuensi :-

Lokasi : -

3. Perkusi

Reflek Patella : kanan(+) / kiri (+)

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1) Darah

HB : 7 gr/dl

2) Urine

Protein : tidak dilakukan

Reduksi : tidak dilakukan

27
III. ASSESSMENT

NY P G1P0A0 Usia Kehamilan 14 Minggu 4 Hari Dengan Kekurangan

Energi Kronik

IV. PLAN OF ACTION

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu, TD : 90/60 mmHg, Lila :

19,5 cm, S : 36, 5oC, P : 23x/mnt, N : 84x/mnt, ibu sudah memasuki

usia kehamilan 13 minggu 4 hari.


E : ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan
2. Menganjurkan ibu untuk makan 3x sehari / dalam porsi sedikit tapi

sering serta mengkonsumsi makanan yang bergizi


E : ibu sudah mengerti dengan penjelasan yang diberikan
3. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi

aktivitas yang bisa membuat ibu kelelahan


E : ibu mengerti dan paham atas anjuran yang diberikan
4. Kolaborsi dengan bidan desa pemberian terapi parasetamol dan table

FE
E : terapi telah diberikan
5. Menganjurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di

puskesmas Tempilang
E : ibu bersedia melakukan pemeriksaan lanjut di Puskesmas

Tempilang
3.2 Asuhan yang di dapatkan pasien saat pasien di Puskesmas Tempilang

Tanggal Pengkajian : 05 Desember 2016

Jam : 09.00 WIB

28
Kronologi Kasus :

Ny S datang ke puskesmas tempilang didampingi oleh suami serta bidan

pendamping dan saya sendiri pada tanggal 05 Desember 2016 pukul : 09.00 WIB,

sebelum dilakukan pemeriksaan ibu harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu,

setelah mendaftar saya mengantar ibu ke ruang kebidanan tepatnya diruang ANC

untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan

didapatkan hasil Tekanan Darah : 90/60mmHg, Berat badan: 37,5 Kg, TB: 154

cm, Lila : 19.5 cm, TFU : 4 jari diatas shimpisis dan tidak ada oedem pada

ekstremitas, kemudian atas intruksi dokter ibu diminta untuk melakukan

pemeriksaan darah rutin. Setelah dilakukan pemeriksaan didapat bahwa Hb ibu

11,7g/dl. Ibu diberikan konseling oleh bidan untuk menjaga kesehatannya dan

istirahat yang cukup, ibu dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi dan

minum susu. Ibu diberikan terapi tablet FE, Kalk, dan Vit C. ibu dianjurkan dokter

untuk melakukan USG bulan depan untuk melihat perkembangan janinnya.

Setelah dilakukan KIE dan ibu mengerti serta paham dengan penjelasan yang

diberikan ibu dibolehkan pulang.

3.3 Asuhan Yang Diberikan Setelah Pasien Pulang Dari Fasilitas Rujukan

Tanggal Pengkajian : 14 Desember 2016

Pukul : 15.00 Wib

29
S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan dan ibu lebih sering minum susu

O :

1. Keadaan Umum : Baik


2. Kesadaran : Composmentis
3. Keadaan Emosional : Stabil
4. Tanda-tanda vital :

Tekanan darah : 90/60 mmHg

Suhu : 36,7C

Nadi : 80 x/menit

Pernafasan : 20x/menit

5. Tinggi badan : 154 cm


6. Berat badan : 38 kg
7. Lila : 19,5 cm

Palpasi :

Leopold I : tidak dilakukan

Leopold II : tidak dilakukan

Leopold III : tidak dilakukan

Leopold IV : tidak dilakukan

TFU : 4 jari diatas simpisis

TBJ : tidak dilakukan

6. Auskultasi

DJJ : 140 x/mnt

Lokasi : 3 jari diatas simpisis, tengah

A : Ny P G1P0A0 Usia Kehamilan 15 Minggu dengan Kekurangan Energi

Kronik

30
P :

1. Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu, TD : 90/60 mmHg, Lila :

19,5 cm, S : 36, 5oC, P : 20x/mnt, N : 80x/mnt


E : ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan
2. Menganjurkan ibu untuk makan 3x sehari / dalam porsi sedikit tapi

sering serta mengkonsumsi makanan yang bergizi dan minum susu


E : ibu sudah mengerti dengan penjelasan yang diberikan
3. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi

aktivitas yang bisa membuat ibu kelelahan


E : ibu mengerti dan paham atas anjuran yang diberikan
4. Menganjurkan ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe
5. E : ibu sudah mengerti dan tetap mengkonsumsi tablet Fe

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada bab ini, penulis akan menjelaskan kesenjangan-kesenjangan yang ada

dengan cara membandingkan antara teori dan praktek yang ada di lahan yang

manakesenjangan tersebut menurut langkah-langkah dalam manajemen

kebidanan, yaitu pengkajian sampai dengan evaluasi. Pembahasan ini

dimaksudkan agar dapat diambil kesimpulan dan pemecahan masalah dari

kesenjangan yang ada.

4.1 Subjektif

Pada data subjektif diketahui ini kehamilan ibu yang pertama umur

kehamilan 14 minggu 4 hari. Keluhan pada waktu kunjungan pertama ibu

merasa pusing, mual, kadang disertai dengan muntah, lemes, dan nafsu

makan berkurang

31
Menurut Supariasa (2010), tanda-tanda klinis KEK meliputi : Berat

badan < 40 kg atau tampak kurus dan LILA kurang dari 23,5 cm, tinggi badan

< 145 cm, Ibu menderita anemia dengan Hb < 11 gr%, lelah, letih, lesu,

lemah, lunglai, bibir tampak pucat, nafas pendek, denyut jantung meningkat,

susah buang air besar, nafsu makan berkurang, kadang kadang pusing,

mudah mengantuk. Pada langkah pertama ini penulis tidak menemukan

adanya kesenjangan antara teori dan praktek

4.2 Objektif

Dari data objektif didapatkan hasil Keadaan umum : Baik, Kesadaran :

Composmentis, TTV TD : 90/60mmHg, S : 36,5 C, N: 84x/mnt, P :

23x/Menit, TB : 154 cm, BB sebelum hamil : 37 kg, BB sekarang : 38 kg,

LLA : 19,5 cm.

Menurut Supariasa (2010), tanda-tanda klinis KEK meliputi : Berat

badan < 40 kg atau tampak kurus dan LILA kurang dari 23,5 cm, tinggi badan

< 145 cm, Ibu menderita anemia dengan Hb < 11 gr%, lelah, letih, lesu,

lemah, lunglai, bibir tampak pucat, nafas pendek, denyut jantung meningkat,

susah buang air besar, nafsu makan berkurang, kadang kadang pusing,

mudah mengantuk. Pada langkah pertama ini penulis tidak menemukan

adanya kesenjangan antara teori dan praktek.

32
4.3 Assessment

Diagnosa kebidanan pada laporan kasus ini adalah Ny. P G1P0A0 Usia

Kehamilan 14 Minggu 4 Hari dengan Kekurangan Energi Kronik.

4.4 Plan Of Action

Pada kasus ini pelakasanaan tindakan yaitu, memberitahu ibu

mengenai hasil pemeriksaan bahwa ibu menderita Kekurangan Energi

Kronis, memberi informasi tentang tablet Fe dan menganjurkan pada ibu

untuk mengkonsumsi tablet Fe secara teratur, memberikan ibu KIE gizi pada

ibu hamil dengan prinsip gizi seimbang, yang mengandung Karbohidrat

seperti Nasi, Roti, kentang, Protein seperti, daging sapi, ayam, telur, Vitamin

dan mineral buah-buahan, sayuran hijau, air putih serta susu,

menganjurkan untuk tetap beristirahat dengan cukup + 8jam/hari,

menganjurkan ibu untuk ANC teratur di bidan atau tempat pelayanan

kesehatan 1 minggu lagi atau jika ada keluhan, mendokumentasikan hasil pada

buku laporan.

33
BAB V

PENUTUP
.

5.1 Kesimpulan

Hasil pengkajian terhadap ibu hamil dengan KEK diperoleh hasil berupa ibu

merasapusing, mual, kadang disertai dengan muntah, lemes, dan nafsu makan

berkurang. Sedangkan data objektif yaitu keadaan umum baik, Keadaan umum

baik, kesadaran: Composmentis, TTV : TD 900/600mmHg, S : 36,5 C, N :

84x/Menit, R :23x/mnt, TB : 154 cm, BB sebelum amil : 37,5 kg, BB sekarang :

38 kg, LLA : 19,5 cm, HB : 11,7 gr/dl, ibu nampak anemis conjuntiva pucat,

sklera putih.

KEK bagi ibu dapat mengakibatkan perdarahan, melemahkan fisik, abortus

dan infeksi. Sedangkan bagi bayi dapat menyebabkan BBLR, bayi lahir prematur

dan cacat bawaan dan perlu penanganan yang cepat dari tenaga medis. Yang

dilakukan adalah pemberian informasi tentang tablet Fe dan menganjurkan pada

ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe secara teratur, anjurkan ibu untuk ANC teratur,

anjurkan ibu mengatur konsumsi makanan yang bergizi, anjurkan untuk tetap

istirahat cukup

5.2 Saran

1. Bagi Institusi Pendidikan


Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi

mahasiswa dengan penyediaan fasilitas sarana dan prasarana yang

34
mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa sehingga dapat

menghasilkan bidan yang berkualitas.


2. Bagi Lahan Praktek

Asuhan yang sudah diberikan pada pasien sudah cukup baik dan

hendaknya lebih meningkatkan mutu pelayanan agar dapat memberikan

asuhan yang lebih baik sesuai dengan standar asuhan kebidanan serta

dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan agar dapat

menerapkan setiap asuhan kebidanan sesuai dengan teori Asuhan

Kebidanan kegawadaruratan maternal dan neonatal.

35
LAMPIRAN 1. HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM

36
LAMPIRAN 2. BUKU KIA NY.P

37
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. 2007. Resiko Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia

untuk melahirkan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian

Gizi dan Makanan jilid 21. Jakarta : Departemen Gizi dan Kesmas FKMUI,

2007:

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Krisrianasari, Weni. 2010. Gizi

Ibu Hamil. Jogyakarta : Muha Medika

Manuaba, IBG. 2010. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : Arcan. 2007. Gaawat

Darurat Obstetri Ginekologi & Obstetri Ginekologi Sosial untuk Profesi

Bidan. Jakarta : EGC

Prawirohardjo. 2013. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta :

Bina Pustaka

Saifuddin, A.B. 2007. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :

Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Syafrudin n hamidah, 2009. Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC

38