Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN

DISKUSI REFLEKSI KASUS (DRK)

PENYIAPAN OBAT SUNTIK

Oleh :

AHMAD NURYAINI AMD.KEP

17941911

RSUP Dr. KARIADI SEMARANG

2017

LAPORAN REFLEKSI DISKUSI KASUS (RDK)


RSUP Dr. KARIADI

Tanggal Pelaksanaan :

Tempat :

Topik :

Penyaji :

Moderator :

A. Masalah yang Muncul


1. Penyiapan obat suntik yang tidak menggunakan APD dan tidak
sesuai dengan SOP.
2. Penyiapan obat suntik tanpa melakukan desinfeksi meja atau area
kerja dengan kassa dan alkohol 70% yang diusap secara horizontal
dan tidak desinfeksi ulang sarung tangan secara periodik.
3. Penyiapan obat suntik tanpa melakukan desinfeksi saat bekerja
dengan sediaan ampul maupun vial.
4. Penyiapan obat suntik dengan multi dose tanpa label keterangan (
nama pasien, nomor CM, tanggal dan jam buka, tanggal dan jam
ED, nama ) dan menutup karet vial menggunakan parafilm.

B. Pembahasan
Didalam suatu pelayanan kesehatan, obat memiliki peranan yang
penting. Kesalahan pengobatan termasuk didalamnya kesalahan
penyiapan obat dapat berakibat fatal bagi pasien. Hal ini sejalan
dengan misi JCI tentang patient safety. Penelitian dari Battacharjee
dan Thoma tahun 2010 menyebutkan 40% pemberian obat dirumah
sakit diberikan melalui parenteral. Penelitian lain oleh Fahmi et al
(2008) menyebutkan terjadi 380 err0rs (9,4%) pada preparasi dan
proses pemberian sediaan di ICU. Untuk itu, seorang perawat dalam
menyiapkan pemberian obat suntik di tuntut untuk memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang teknik aseptis
dan sifat fisika kimia obat. Dengan begitu, di harapkan obat yang
disiapkan senantiasa dalam kondisi yang baik dan terjaga kualitasnya.

C. S