Anda di halaman 1dari 35

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
kesehatan, kesempatan dan karunia-Nya yang tak henti-hentinya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW, oleh karena atas perjuangan beliaulah yang telah memperjuangkan islam mulai
dari alam kebodohan sampai alam yang terang benderang seperti apa yang kita
rasakan sekarang ini.
Dalam penulisan laporan ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan, akan tetapi dengan bantuan beberapa pihak, tantangan dan hambatan itu
dapat teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang
terhormat Ibu Fitrani Amin S.T., M.T., selaku dosen mata kuliah Perencanaan
Tambang yang telah memberi pembekalan dari segi materi dan menginspirasi penulis
untuk membuat dan menyelesaikan laporan ini. Tak lupa pula penulis ucapkan
terimakasih banyak kepada teman-teman yang telah mendukung penulis dalam
menyelesaikan laporan ini.
Penulis sadar sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih banyak
terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan masukan berupa kritik dan saran dari pembaca yang positif
untuk lebih menyempurnakan laporan ini.

Kendari, Juni 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ....................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Identitas Perusahaan. ................................................................... 1
1.2 Deposit Nikel ................................................................................ 1
1.3 Luas Area..................................................................................... 2
BAB II RENCANA BUKAAN LAHAN
2.1 Bukaan Tambang.......................................................................... 4
2.2 Metode dan Tata Cara Penambangan ............................................ 4
2.2.1 Metode Penambangan ........................................................ 4
2.2.2 Tahapan Penambangan ...................................................... 5
2.3 Jalan Tambang............................................................................. 8
2.3.1 Letak Jalan Keluar Tambang ................................................ 8
2.3.2 Lebar Jalan dan Kemiringan Jalan Tambang .......................... 8
2.3.3 Pertimbangan Keamanan ..................................................... 9
2.4 Stockpile ..................................................................................... 10
2.4.1 Stockpile ............................................................................ 10
2.4.2 Disposal ............................................................................. 10
2.5 Infrastruktur Tambang ................................................................. 11
2.5.1 Fasilitas Operasional ........................................................... 11
2.5.2 Fasilitas Karyawan .............................................................. 12
BAB III KONDISI HIDROLOGI DAN GEOTEKNIK
3.1 Data Hidrologi .............................................................................. 13
3.2 Data Geoteknik ............................................................................ 14
BAB IV OPERASIONAL TAMBANG DAN REKLAMASI
4.1 Operasional Tambang ................................................................... 15
4.1.1 Jenis dan Spesifikasi Teknis Peralatan ................................... 15
4.1.2 Kebutuhan Peralatan ........................................................... 18
4.2 Jadwal Produksi dan Umur Tambang .............................................. 19
4.2.1 Urutan Operasi Penambangan .............................................. 19
4.2.2 Umur Tambang ................................................................... 20
4.3 Reklamasi .................................................................................... 20
BAB V BIAYA
5.2 Estimasi ....................................................................................... 30

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.APM .................... 3

Gambar 2 Desain Pit ................................................................................ 8

Gambar 3 Rancangan Luas Jalan Tambang ................................................ 9

Gambar 4 Desain Runaway Ramps ............................................................ 9

Gambar 5 Perumahan Karyawan PT.APM ................................................... 12

Gambar 6 Masjid Babul Jannah PT.APM ..................................................... 12

Gambar 7 Puskesmas Lapadde di PT.APM .................................................. 12

Gambar 8 Wahana Hiburan PT.APM ........................................................... 12

Gambar 9 SD Negeri 49 Lapadde ............................................................... 12

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Luas Lokasi Dalam Wilyah Operasi Produksi ..................................... 2

Tabel 2 Jumlah Hari Hujan Rata-Rata Per Tahun ......................................... 13

Tabel 3 Jumlah Curah Hujan Rata-Rata Per Tahun ...................................... 13

Tabel 4 Pemilihan Jenis Peralatan .............................................................. 15

Tabel 5 Jenis Peralatan Utama Penambangan ............................................. 18

Tabel 6 Jumlah Kebutuhan Peralatan Operasi Penambangan ........................ 19

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 IDENTITAS PERUSAHAAN


PT Andy Putra Mining Tbk (APM) merupakan anak perusahaan dari PT. Brazil
Internasional Nikel (BIN). Sebuah perusahaan pertambangan global yang berkantor
pusat di Brasil. Perusahaan kami mengoperasikan tambang nikel open pit dan pabrik
pengolahan di Parepare, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014. Saat ini, kami menjadi
produsen nikel terbesar di Indonesia dan menyumbang 5% pasokan nikel dunia.
Kami menambang nikel laterit dan mengolahnya menjadi nickel matte, yang
dikirim ke konsumen tetap kami di Jepang. Nikel banyak dikombinasikan dengan
logam lain untuk membentuk campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan
ketahanannya terhadap oksidasi dan korosi. Logam ini mampu mempertahankan
karakteristiknya bahkan dalam suhu ekstrem. Nikel digunakan dalam berbagai
produk, seperti televisi, baterai isi ulang, koin, peralatan makan bahkan gerbong
kereta.
Lini produksi kami beroperasi dengan energi terbarukan yang dihasilkan oleh
tiga pembangkit listrik tenaga air, yang secara keseluruhan menghasilkan 365 mega
watt tenaga listrik. Saat ini, tingkat produksi tahunan kami mencapai rata-rata
550.000 metrik ton nickel matte. Dengan investasi lanjutan sebesar AS$2 miliar,
kami menargetkan peningkatan produksi tahunan menjadi 905.000 metrik ton nikel
matte di tahun ke dua dan di tahun berikutnya perusahaan menargetkan produksi
sebesar 776.500 metric ton dalam empat tahun ke depan. PT Andy Putra Mining
Tbk (APM) berkomitmen untuk memberi nilai tambah dan mengembangkan warisan
yang positif bagi generasi selanjutnya.

1.2 DEPOSIT NIKEL


Berdasarkan hasil perhitungan cadangan pada database yang diberikan di
dapatkan volume dan luasan area yang telah di estimasi yakni volume ore/bijih di
lokasi pertambangan sebesar 3.008.000 ton Bijih Nikel dengan luas area 420.000 ,
dimana di area tersebut terdapat 5 Blok penambangan yang di rencanakan, yang
terdiri dari Blok Elang, Blok Merpati, Blok Cendrawasih, Blok Nuri, dan Blok Bangau.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 1


Untuk Cut off Grade (COG) yang ditetapkan yaitu 1,7 Up dan Stripping Ratio
(SR) 1:3 dimana ketebalan Over Burden rata-rata 2 meter pada tiap blok. Dari hasil
perhitungan berdasarakan SR ditentukan jumlah Over Burden di keseluruhan Blok
yaitu 1.002.666 m3.

1.3 LUAS AREA


PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM) memiliki luas wilayah Izin Usaha
Pertambangan (IUP) Eksplorasi seluas 300 Ha (Berdasarkan Keputusan
Bupati/Walikota No. 126 Tahun 2007 tentang pemberian Izin Kuasa Pertambangan
Eksplorasi kepada PT. APM), yang terletak di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung,
Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan. Dan mendapatkan Izin Usaha
Pertambangan (IUP) untuk Operasi Produksi (OP) di tahun 2016 seluas 200 Ha,
dimana pada wilayah Operasi Produksi terdiri dari;
No. Lokasi Luas (Ha) Luas (m2)

1 Pit / Front 42 420.000


2 Stockpile 60 600.000
3 Disposal 60 600.000
4 Mess 10 100.000
5 Pabrik Peleburan (Smelter) 43 430.000
6 Workshop 5 50.000
Tabel 1. Luas Lokasi Dalam Wilayah Operasi Produksi

Dalam area pit akan terdiri dari 5 (lima) blok dimana Blok Elang memiliki luas
area 7,2 Ha atau 72.000m2, Blok Merpati dengan luas area 5,3 Ha atau 53.000m2,
Blok Cendrawasih seluas 5,5 Ha atau 55.000m2, Blok Nuri dan Blok Bangau masing-
masing memiliki luas area 11,85 Ha atau sekitar 118.500m2.

Stockpile memiliki luas area 600.000m2, dan disposal area memiliki luas yang
sama dengan stockpile yakni 600.000m2, di area operasi produksi juga dibangun
mess karyawan yang bertujuan untuk lebih memudahkan para karyawan
beristirahat setelah jam kerja selesai, mess dibangun diatas area dengan luas
100.000m2 atau setara dengan 10 Ha, di wilayah operasi produksi juga telah
dibangun pabrik peleburan (smelter) dengan luas area 430.000m2 dan workshop
seluas 50.000m2 dengan tujuan maintenance peralatan tambang yang beroperasi di
sekitar wilayah operasi produksi (OP).

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 2


Gambar 1. Peta Lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. APM

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 3


BAB II
RENCANA BUKAAN LAHAN

2.1 BUKAAN TAMBANG

Rencana bukaan tambang akan dimulai pada Blok Elang dengan luas area
bukaan 72.000m2 di tahun pertama produksi, yang dilanjutkan ke Blok Merpati dan
Blok Cendrawasih di tahun ke dua yang memiliki luas area keseluruhan 58.000m 2,
setelah target di tahun kedua tercapai, maka bukaan lahan tambang akan
dilanjutkan ke Blok Nuri seluas 118.500m2 yang direncanakan berjalan ditahun
ketiga produksi sebelum nantinya membuka lahan ke Blok Bangau yang memiliki
luas lahan sama dengan Blok Nuri sebagai target rencana produksi akhir.

Sesuai dengan skenario penggalian Bijih Nikel dan pembuangan tanah


penutup, maka Bijih Nikel dari tiap block akan habis digali selama kurun waktu 4
tahun dan akan dilanjutkan dengan kegiatan penutupan lahan tambang (pasca
tambang) di tahun ke 5.

2.2 METODE DAN TATA CARA PENAMBANGAN

2.2.1 Metode Penambangan

PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM) saat ini memiliki sebuah konsesi
pertambangan nikel dan telah mendapatkan izin usaha pertambangan operasi
produksi yang diperoleh dari tahun 2016 seluas 200 Ha. Sampai dengan saat ini
PT. Andy Putra Mining Tbk. (APM) telah merencanakan akan melakukan kegiatan
produksinya ditahun pertama produksi dengan target 550.000 ton, usaha tambang
memerlukan modal awal dan modal kerja yang besar.

Hasil eksplorasi yang telah dilakukan menunjukkan terdapatnya cadangan


nikel yang potensial, yaitu sebanyak 3.008.000m3 dengan kadar nikel 1,8 %. Sesuai
dengan kedudukan, laterisasi, keadaan topografi daerah dan skala operasi
penambangan yang direncanakan, maka cara penambangan yang dapat dilakukan
adalah tambang terbuka (Open Pit) yang menggunakan kombinasi alat berat,
antara lain dozer, excavator, loader dan dump truck sebagai alat berat utama dan
dibantu sejumlah peralatan penunjang lainnya. Hasil dari kegiatan penambangan
sebagian akan disaring terlebih dahulu sebelum di bawa ke penampungan atau

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 4


stockpile yang terletak tidak jauh dari lokasi tambang, yang merupakan tempat
penumpukan laterit nikel yang siap dikapalkan.

Dengan teknik penambangan ini diharapkan semua lapisan (seam) Bijih Nikel
yang sebarannya jelas, dapat ditambang dengan baik. Pada umumnya tak semua
cadangan terukur dapat diambil Bijihnya karena faktor-faktor berikut:

- Keterbatasan peralatan
- Kondisi perlapisan pembentuk Bijih Besi
- Struktur geologi
- Morfologi daerah tambang
- Kualitas produk yang diinginkan

2.2.2 Tahapan Penambangan

Kegiatan operasi penambangan Bijih Nikel yang direncanakan pada setiap


bukaan tambang akan mencakup:

1. Operasi Pembersihan Lahan

Operasi pembersihan lahan penambangan dilakukan pada lokasi dimana


tambang akan dibuka. Berkaitan dengan operasi ini akan dilakukan beberapa
pekerjaan, yaitu :

A. Operasi Penebangan Pohon dan Pemotongan Kayu


Dalam operasi pembersihan lahan, apabila ditemukan pohon-pohon, maka
terlebih dahulu dilakukan operasi penebangan pohon dan operasi pemotongan kayu.
Bila pohon-pohon tersebut dinilai mampu ditumbangkan dengan tenaga dorong
bulldozer, maka operator akan langsung menggunakan bulldozer. Untuk pohon-
pohon berukuran besar, untuk penebangannya perlu dibantu dengan menggunakan
gergaji mesin (chain shaw). Bila kayu yang dikerjakan memiliki ukuran yang besar,
maka operasi pemindahan kayu dari lokasi penambangan ketempat penyimpanan
kayu ini perlu dipergunakan alat angkat untuk beban berat (crane) dan rantai besi
untuk pengikat dan penarik, serta truk pengangkut kayu. Bila kayu memiliki ukuran
yang kecil, maka operasi pemindahan kayu dari lokasi penambangan ke lokasi
penyimpanan kayu ini cukup dipergunakan tenaga manusia dan truk pengangkut
kayu.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 5


Kayu-kayu hasil penebangan dan pemotongan akan disimpan di lokasi
penyimpanan yang telah direncanakan. Lokasi penyimpanan kayu dapat dipilih pada
lahan-lahan terbuka yang dekat dengan daerah penambangan dan dilintasi oleh
jalan angkut. Kayu-kayu yang disimpan ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan
bangunan, jembatan, bahan bakar atau kepentingan lainnya.

B. Operasi Pembabatan Semak dan Perdu


Pekerjaan pembabatan semak dan perdu ini akan dilakukan dengan
menggunakan bulldozer, yang dapat menjalankan fungsi gali dan dorong dengan
memanfaatkan blade dan tenaga dorong yang besar dari alat tersebut. Semak dan
perdu yang sudah dibabat tersebut selanjutnya akan didorong ke daerah-daerah
lembah yang dekat dengan areal penambangan.

2. Operasi Pengupasan Tanah Atas (Top Soil)


Setelah operasi pembersihan selesai, selanjutnya dilakukan operasi pengupasan
lapisan atas (top soil) yang banyak mengandung bahan-bahan organik hasil
pelapukan, yang sangat baik untuk penyuburan tanah. Lapisan tanah subur ini
dikupas dengan menggunakan blade dari bulldozer. Operator bulldozer sambil
mengupas tanah subur tersebut sekaligus mendorong dan mengumpulkannya pada
lokasi tertentu di dekat daerah operasi bulldozer. Dengan demikian pada lahan
penambangan akan terdapat lokasi timbunan tanah subur yang pada gilirannya akan
dimanfaatkan untuk reklamasi lahan bekas penambangan. Apabila lokasi timbunan
top soil ini relatif jauh, maka pekerjaan pemindahan top soil ini akan memerlukan
excavator sebagai alat muat dan dump truck sebagai alat angkut.
3. Operasi Pemidahan Tanah Penutup (Overburden)

Operasi penggalian tanah penutup berupa overburden dan interburden,


dilakukan dengan menggunakan excavator dan dibantu dengan bulldozer. Untuk
material lemah sampai sedang, excavator dapat langsung melakukan penggalian
dan pemuatan ke atas dump truck. Sedangkan untuk material agak keras, bulldozer
akan membantu memberaikan material tersebut, sebelum digali dan dimuat oleh
excavator. Pemakaian ripper pada bulldozer akan disesuaikan dengan kebutuhan
operasi pemberaian material. Selanjutnya apabila diketemukan lapisan tanah
penutup yang keras sampai sangat keras, maka akan dipergunakan stone breaker
untuk memberaikan material tersebut sebelum dimuat ke atas dump truck.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 6


Dalam batas-batas penggalian yang telah direncanakan, operator excavator
akan melakukan pembentukan jenjang (bench), dibantu oleh operator bulldozer.

Dump truck sebagai alat angkut akan mengangkut tanah penutup dari daerah
penambangan menuju lokasi penimbunan (dumping area), yang telah direncanakan
di daerah dengan morfologi lembah atau datar yang ada di lokasi terdekat.
Timbunan tanah penutup ini akan diatur secara berjenjang dengan menggunakan
dozer shovel dan selanjutnya akan ditutup dengan lapisan tanah subur (top soil)
untuk persiapan proses penanaman bibit pohon (revegetasi).

Kemajuan tambang dimulai dari Block Elang, pada tahun 2016, pemindahan
tanah akan diarahkan ke waste dump area, sedangkan di tahun 2017, pemindahan
tanah akan dilakukan secara back filling ke bekas block tambang yang telah selesai
ditambang (mine out) yaitu Block Merpati dan Blok Cendrawasih ke Block Elang,
sedangkan Block merpati dan Blok Cendrawasih akan mulai dilakukan back filling
pada tahun 2018. Block Elang akan dimulai back filling pada tahun 2017 , Block
Merpati dan Blok Cendrawasih akan dilakukan pada tahun 2018, dan Block Nuri akan
dilakukan pada tahun 2019, setelah Block Bangau mulai dikerjakan. Selanjutnya
pada setiap waste dump area juga untuk penimbunan tanah pucuk (top soil) dimana
tanah pucuk tersebut akan dipergunakan untuk program reklamasi tambang.

Timbunan tanah penutup di waste dump area akan dibuat berjenjang, masing-
masing setinggi 6m, dimana lebar jenjang adalah sebesar 10m, sudut jenjang
tunggal sebesar 30, dan sudut jenjang keseluruhan adalah sebesar 15. Desain pit
ini disesuaikan dengan posisi endapan mineral dan faktor keamanan pit misalnya
dari bahaya longsor.

4. Operasi Penggalian Dan Pemindahan Bijih Nikel

Dalam operasi pemindahan Ore akan digunakan excavator sebagai alat muat
dan dump truck sebagai alat angkut. Dump truck akan mengangkut Ore dari
daerah penambangan (Run Of Mine) menuju ke lokasi penimbunan Ore (raw
stockpile), yang lokasinya berdekatan dengan unit pengolahan Ore (Mine Iron ore
Crushing Plant).

Tumpukan Ore di raw stockpile ini selanjutnya akan menjadi umpan/masukan


(feed) pada proses pengolahan Bijih Besi di unit pengolahan Bijih Besi tersebut.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 7


Operasi penambangan Bijih Nikel berlangsung tidak secara serentak pada semua
block tambang.

Dapat ditambahkan bahwa bukaan tambang akan dibuat berjenjang, masing-


masing setinggi 10m, dimana lebar jenjang keseluruhan adalah sebesar 10m,
sudut jenjang tunggal sebesar 60, dan sudut jenjang keseluruhan adalah sebesar
39,5.

Gambar 2. Desain Pit

2.3 JALAN TAMBANG

2.3.1 Letak Jalan Keluar Tambang


Untuk suatu tambang yang baru, yang sangat penting diperhitungkan yaitu
letak jalan-jalan keluar dari tambang. Biasanya kita ingin akses yang baik ke lokasi
pembuangan tanah penutup (waste dump) dan peremuk bijih (crusher).
Jadi dalam hal ini topografi merupakan faktor yang penting, karena akan
sulit sekali bagi truk untuk keluar dari pit ke medan yang curam. Maka dari itu
pemilihan lokasi bukaan untuk jalan keluar tambang dipilih didaerah dimana
topografinya landai, itu untuk bertujuan untuk memudahkan akses truck untuk
keluar masuk pit.
2.3.2 Lebar Jalan dan Kemiringan Jalan Tambang
Untuk lebar jalan tambang yang akan dikerjakan itu tergantung pada lebar
alat angkut, yang mana pada umumnya dalam desain jalan tambang dibuat 4x lebar
truk / alat muat, agar memungkinkan lalu lintas untuk dua arah, ruangan untuk truk
yang akan menyusul, dan juga cukup untuk selokan penyaliran dan tanggul

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 8


pengaman. Untuk truk tambang yang digunakan saat ini yaitu truck dengan muatan
240 ton, maka lebar jalan yang akan dibuat yaitu 30 35 m.

Gambar 3. Rancangan Luas Jalan Tambang

Jalan angkut di tambang ini dirancang dengan kemiringan 8. Ini bertujuan


untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pembuatannya, serta
memudahkan dalam pengaturan masuk ke jenjang tanpa menjadi terlalu terjal di
beberapa tempat.
2.3.3 Pertimbangan Keamanan
Di lokasi jalan tambang akan dibuat belokan tanjangan darurat (runaway
ramps) yang memiliki tujuan untuk menghentikan truk yang tak terkontrol, tapi itu
bila geometri pit memungkinkan.

Gambar 4. Desain Runaway Ramps

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 9


Dalam pekerjaan ini membutuhkan pengupasan ekstra yang besar untuk
membuat fasilitas tersebut, maka hal ini akan dilakukan jika biaya untuk
pengupasan memungkinkan. Untuk faktor keamanan maka akan dibuat tanggul
pemisah di tengah jalan untuk dibeberapa lokasi, dan Straddle Berm semacam ini
memiliki biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan Runaway Ramps.

2.4 STOCKPILE

2.4.1 Stockpile

Lokasi stockpile berada di sisi utara dari batas lokasi pit tambang karena
merupakan lokasi yang paling dekat dengan pelabuhan jetty untuk memudahkan
pemuatan ore ke kapal tongkang. Jarak stockpile dengan pit penambangan terbilang
cukup dekat yaitu 700 meter. Jarak tersebut akan semakin dekat seiring dengan terus
dilakukannya proses penggalian di area pit penambangan. Hal tersebut
memungkinkan penekanan biaya operasional alat angkut dan jumlah alat angkut yang
beroperasi.

2.4.2 Disposal
Lokasi disposal ada dua dan terletak di sisi tenggara area penambangan dan
sudah masuk di wilayah Kecematan Bacukiki. Satu disposal untuk tanah pucuk yang
mengandung humus tinggi, dan satu disposal untuk over burden. Masing-masing
Disposal diperkirakan dapat menampung material waste sebesar 600.000 lcm.
Kapasitas tersebut memang tidak bisa menampung waste secara keseluruhan.
Hal tersebut dikarenakan area yang tidak terlalu luas untuk pembuatan disposal yang
sangat dekat dengan perkebuan masyarakat. Olehnya itu, pembuatan disposal tetap
menjaga jarak aman terhadap area lahan pekerjaan warga sekitar dan Perusahaan
merencanakan reklamasi akan dilakukan pada akhir tahun ketiga operasi produksi
agar sebelum pengupasan tanah pucuk dilakukan pada blok terakhir, tanah yang
berada pada disposal area dapat dikembalikan pada bagian laterit yang telah diangkut
untuk memulai kegiatan reklamasi. Jarak antar disposal sekitar 150 meter. Tiap
disposal dirancang dengan sudut kemiringan tiap lereng sebesar 26 o -33o dengan
tinggi lereng 2,8 meter.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 10


2.5 INFRASTRUKTUR TAMBANG

2.5.1 Fasilitas Operasional

PT. Andy Putra Mining Tbk (APM) juga membangun berbagai infrastruktur dan
sarana transportasi di area lokasi pertambangan Bijih Nikel. PT. APM memiliki
dermaga (Jetty) yang dapat disandari tongkang 300 feet atau sekitar 10.000 DWT
dan stockpile di atas lahan seluas 60 hektar yang didukung dengan fasilitas loading
dan unloading menggunakan conveyor system di tepi sungai Salo Karaja. Selain itu,
PT. APM memiliki fasilitas hauling road sepanjang 85,5 km yang menghubungkan
Lokasi OP hingga ke lokasi dermaga (Jetty) yang berada di tepi sungai Salo Karajae.
Semua infrastruktur PT. APM dipersiapkan untuk melayani penanganan dan
pengangkutan Bijih Nikel dari sejumlah produsen potensial lainnya yang banyak
terdapat di sekitar wilayah operasional PT. APM.

Selain itu, pelabuhan Salo Karajae sudah dapat disandari kapal dengan
kapasitas 210.000 DWT sejak memasuki bulan Juni 2018 ini. Kini ada empat
dermaga selain dua dermaga sebelumnya (berkapasitas 80.000 DWT) yang dapat
digunakan bersandar bagi jenis ukuran kapal Panamax. Sedangkan sebuah dermaga
(berkapasitas 10.000 DWT) yang sering digunakan kapal jenis tongkang untuk
bersandar.

Kini PT. APM telah menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTU milik
sendiri. Di Tanjung Bacukiki, dukungan listrik yang berasal dari PLTU yang
berkapasitas 3 x 10 MW telah dipergunakan untuk operasional penambangan serta
sarana pendukung lainnya. Sedangkan untuk menggerakan peralatan operasional
pelabuhan di pelabuhan Salo Karaja bersumber dari PLTU berkapasitas 2 x 8 MW.

PLTU Lapadde 2 x 110 MW yang di bangun anak perusahaan PT. APM, yaitu PT
Madani Pembangkit Innovativ di Lapadde, Sulawesi Selatan diharapkan dapat
beroperasi secara komersial di Juni 2018 ini. Sedangkan PLTU Lapadde tengah 2 x
620 MW yang memulai ground breaking pada pertengahan kedua tahun 2018 ini
direncanakan dapat beroperasi secara komersial pada 2019. Nantinya PT. APM
mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 1.500 MW.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 11


2.5.2 Fasilitas Karyawan

Wilayah pertambagan biasanya identik dengan area terpencil dan kondisi


kehidupan yang kurang nyaman. Asumsi umum ini mungkin akan menjadi sebuah
acuan kandidat karyawan potensial mengurungkan niat untuk bekerja dengan kami.
Demi menarik bakat-bakat baru dan menjaga pegawai, kami membangun fasilitas
dan infrastruktur untuk memastikan bahwa setiap karyawan, kontraktor dan tamu,
mendapatkan kenyamanan yang sama seperti di rumah.

Kompleks perumahan para Karyawan tersebar di Tanjung Bacukiki, Lapadde


Tengan, dan Soreang Barat. Banyak fasilitas yang tersedia pada akses dari Lapadde
Tengah dan Soreang Barat, dari perumahan, perkantoran, sarana ibadah, sarana
pendidikan, kesehatan, wahana bermain, bank, dan masih banyak yang lainnya. PT.
APM bekerja sama dengan berbagai pihak, dari swasta dan sektor pemerintah dalam
mengolah dan menjalankan fasilitas-fasilitas ini.

Gambar 5. Perumahan Karyawan PT.APM Gambar 6. Masjid Babul Jannah PT.APM

Gambar 7. Puskesmas Lapadde di PT.APM Gambar 8. Wahana Hiburan PT.APM

Gambar 9. SD Negeri 49 Lapadde

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 12


BAB III
KONDISI HIDROLOGI DAN GEOTEKNIK

3.1 DATA CURAH HUJAN

PT. Andy Putra Mining Tbk (APM) merencanakan umur tambang selama 5 tahun, yaitu
mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020. Untuk mengefisienkan operasi produksi, maka
PT.APM harus mengetahui periode ulang hujan di daerah sekitar penambangan.
Berikut tabel jumlah hari hujan rata-rata dan tabel curah hujan rata-rata Kelurahan
Lapadde, Kecematan Ujung, Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan dalam rentan waktu
tahun 1990 sampai 2000 yang diperoleh dari BMKG Provinsi Sulawesi Selatan.

Hari Hujan (mm)


Tahun
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Total
1990 12 11 11 14 7 7 8 7 8 8 11 14 118
1991 8 13 12 9 9 4 1 1 1 6 15 10 89
1992 9 4 2 3 7 4 3 7 4 7 13 17 80
1993 8 8 14 7 5 10 9 4 0 7 7 13 92
1994 15 5 9 9 9 8 4 2 0 6 2 18 87
1995 4 13 11 13 11 13 5 13 11 12 13 10 129
1996 11 9 7 12 8 11 8 5 10 8 9 15 113
1997 8 13 13 8 4 2 4 1 1 5 5 9 73
1998 4 0 0 1 9 11 10 11 9 9 12 9 85
1999 7 11 11 9 10 8 5 6 7 12 13 11 110
2000 14 13 13 14 6 6 7 6 7 8 12 13 119
Rata-
9 9 9 9 8 8 6 6 5 8 10 13
2
Jumlah hari hujan rata-rata per tahun 100

Tabel 2. Data curah hujan rata-rata per hari

Curah Hujan (mm)


Tahun
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Total
1990 217 132 240 185 126 96 177 136 213 131 176 313 2142
1991 118 238 345 164 154 68 33 37 19 95 364 146 1781
1992 152 61 50 53 166 62 61 139 63 259 227 239 1532
1993 143 143 309 280 87 192 152 45 0 188 232 228 1999
1994 224 96 161 177 215 207 97 74 0 90 54 340 1735
1995 80 267 188 279 228 286 161 224 247 229 309 261 2759
1996 401 208 123 268 269 200 131 83 227 179 205 218 2512
1997 150 407 321 167 121 61 82 10 9 75 86 216 1705
1998 86 0 0 62 259 462 268 260 228 139 311 238 2313

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 13


1999 145 227 277 215 275 118 151 105 85 210 309 261 2378
2000 215 144 237 190 137 97 152 127 88 152 199 315 2053
Rata-2 176 175 205 185 185 168 133 113 107 159 225 252
Jumlah hari hujan rata-rata per tahun 2083

Tabel 3. Data curah hujan rata-rata per tahun

3.2 DATA GEOTEKNIK

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 14


BAB IV
OPERASIONAL TAMBANG DAN REKLAMASI

4.1 PERALATAN TAMBANG

4.1.1 Jenis dan Spesifikasi Teknis Peralatan

Metode penambangan yang diterapkan dalam operasi penambangan adalah


Open Cut mining. Untuk menentukan jenis peralatan yang digunakan dalam metode
ini, maka perlu dikaji terlebih dahulu jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam
operasi penambangan tersebut. Dengan gambaran jenis kegiatan yang jelas, maka
penentuan spesifikasi peralatan yang akan digunakan lebih mudah dilakukan. Hasil
dari pemilihan jenis peralatan yang akan digunakan dalam operasi penambangan
Bijih Nikel dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4.

Pemilihan Jenis Peralatan

No. Nama Peralatan Merk Jumlah


1. Excavator Caterpillar 3 unit
2. Bulldozer Caterpillar 3 unit
3. Wheel Loader Caterpillar 4 unit
4. Road Grader Komatsu 1 unit
5. Dump Truck Hino Jumbo Ranger 10 unit
Jumlah 21 unit

Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa jenis peralatan utama penambangan
yang mutlak dipergunakan adalah excavator, dump truck dan bulldozer.

A. Excavator

Alat ini berdasarkan fungsi utamanya sering disebut alat gali muat. Pada operasi
penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

1. Melakukan penggalian, pemuatan dan pemindahan serta pencurahan material


lemah seperti humus atau top soil pada lokasi penimbunan atau langsung ke atas
alat angkut.
2. Melakukan penggalian, pemuatan, dan pencurahan lapisan tanah penutup
(overburden), dan mengumpulkannya pada suatu lokasi dekat tambang atau
langsung memuat ke atas alat angkut.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 15


3. Melakukan penggalian, pemuatan dan pencurahan lapisan Bijih Besi dan
mengumpulkannya pada lokasi dekat tambang atau langsung memuat ke atas alat
angkut.
4. Melakukan perintisan dan pembuatan saluran-saluran air di tambang untuk sistem
drainase tambang.
5. Melakukan perintisan dan pembuatan kolam air di tambang (settling pond) dalam
rangka pengelolaan dan pemantauan lingkungan tambang.

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas didukung oleh:

Kemampuan daya gali yang besar


Kemampuan memotong untuk permukaan yang relatif se-block dengan
memanfaatkan blade pada bucket-nya
Kemampuan melakukan manuiver pada medan yang se-block
Dengan memanfaatkan kemampuan track yang dimilikinya

B. Dump Truck
Alat ini berdasarkan fungsi utamanya sering disebut truk jungkit dan pada
operasi penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

1. Melakukan pengangkutan, pencurahan hasil penggalian tanah penutup


(overburden) ke lokasi penimbunan tanah penutup (dumping area)
2. Melakukan pengangkutan, pencurahan Bijih Nikel hasil tambang (Run Of Mine)
dari tambang ke stockpile Bijih Nikel

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas didukung oleh:

Kemampuan muat yang besar dari bucket-nya


Kemampuan mobilitas yang cepat untuk jarak angkut yang jauh
Kemampuan untuk melakukan dumping dari bucket-nya
Kemampuan untuk melakukan manuiver pada medan yang se-block

C. Bulldozer
Alat ini fungsi utamanya adalah alat gali, dorong dan gusur. Pada operasi
penambangan akan digunakan untuk melakukan tugas-tugas sebagai berikut :

1. Melakukan pembabatan semak dan mengumpulkannya ke suatu lokasi tertentu


2. Melakukan penggusuran jenis tanaman pohon-pohonan

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 16


3. Melakukan pengupasan tanah atas atau humus (stripping) dan
mengumpulkannya dekat lokasi tambang
4. Melakukan pembersihan Iapisan tanah penutup (overburden) dan
mengumpulkanya pada suatu lokasi dekat tambang. Apabila berhadapan dengan
material keras, maka digunakan alat tambahan yang disebut ripper
5. Melakukan perintisan dalam pembuatan lantai kerja dan jalan angkut tambang
6. Mengatur bentuk geometri lereng tambang

Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan-pekerjaan seperti di atas akan
di dukung oleh:

Kemampuan daya dorong yang besar yang dimilikinya


Kemampuan memotong untuk ukuran yang cukup lebar dengan
memanfaatkan blade dan daya dorong yang besar
Kemampuan merobek material keras dengan memanfaatkan kemampuan
ripper dan daya dorong yang besar
Kemampuan untuk melakukan manuiver pada medan yang se-block dengan
memanfaatkan kemampuan track yang dimilikinya

Jenis atau tipe bulldozer yang akan digunakan adalah Caterpillar D 6 G yang dapat
melakukan pekerjaan seperti:

1. Melakukan pemuatan tanah penutup ke atas bucket dump truck dan atau ke
atas timbunan tanah penutup di waste dump area
2. Mengatur bentuk geometri lereng timbunan tanah penutup
3. Mendorong tanah penutup ke posisi yang direncanakan

D. Wheel Loader
Alat ini fungsi utamanya adalah alat muat. Akan tetapi dapat berfungsi pula
sebagai alat dorong dan pada operasi penambangan akan digunakan untuk
melakukan tugas-tugas sebagai berikut:

1. Melakukan penggalian, pengangkutan, dan pencurahan Bijih Besi di stockpile


atau ke atas copper atau ke atas dump truck
2. Melakukan pendorongan Bijih Nikel di stockpile agar tertata dengan rapi

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 17


Kemampuan alat ini dalam melakukan jenis pekerjaan di atas di dukung oleh:

Kemampuan muat yang besar dari bucket-nya


Kemampuan mobilitas cepat untuk jarak angkut yang tidak terlalu jauh
Kemampuan untuk melakukan digging dan dumping yang cepat
Memiliki daya dorong yang besar

Jenis atau tipe wheel loader yang akan digunakan adalah Caterpillar LW 220.

Tabel 5.

Jenis Peralatan Utama Penambangan

Jenis Kegiatan Nama Alat Type

Pembersihan lahan Bulldozer Cat. D 6 G

Pembuatan jenjang, Pendamping Bulldozer Cat. D 6 G


excavator

Penggalian dan Pemuatan Tanah Penutup Excavator ( Back hoe ) PS 125

Penggalian dan Pemuatan Bijih Besi Excavator ( Back hoe ) PC 320

Pengangkutan Tanah Penutup Dump Truck PS 125

Pengangkutan Bijih Nikel Dump Truck HT 130

Pemuatan Bijih Nikel di stockpile Wheel Loader Cat. LW 220

4.1.2 Kebutuhan Peralatan

Dalam melakukan perhitungan jumlah kebutuhan unit peralatan untuk


operasi penambangan Bijih Nikel maupun operasi pengupasan tanah penutup, harus
diperhatikan beberapa batasan-batasan yang berkaitan dengan karakteristik Bijih
Nikel, karakteristik overburden, maupun karakteristik masing-masing peralatan yang
digunakan serta asumsi-asumsi yang perlu diterapkan berkaitan dengan gambaran
operasional penambangan yang direncanakan. Berdasarkan besarnya volume
pekerjaan pemindahan Bijih Nikel ke stockpile dan volume pekerjaan pemindahan
tanah penutup ke dumping area per tahun, maka dapat ditentukan jumlah kebutuhan
peralatan utama setiap tahun untuk operasi penambangan Bijih Nikel, seperti terlihat
pada tabel 5.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 18


Tabel 6.

Jumlah Kebutuhan Peralatan Utama Operasi Penambangan Bijih Nikel

Pemindahan Tanah
Tahun Jumlah Jumlah Penambangan Bijih
Penutup
Bijih Tanah Nikel
Nikel Penutup
(ton) (BCM)
PC 320 D PS 125 PC 320 D HT 130

2016 550.000 183.333 1 2 1 2

2017 905.000 301.666 1 4 1 4

2018 776.500 258.833 1 3 1 3

2019 776.500 258.833 1 3 1 3

4.2 JADWAL PRODUKSI DAN UMUR TAMBANG

4.2.1 Urutan Operasi Penambangan

Urutan (sekuen) operasi penambangan Bijih Nikel selain menggambarkan


arah kemajuan tambang per tahun, juga menyangkut jumlah pemindahan tanah
penutup dan produksi Bijih Nikel per tahun menggambarkan arah kemajuan
tambang senantiasa mengikuti arah sebaran Bijih Nikel.

A. Tahap Produksi (Tahun 2016)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilakukan pada block Elang dengan
produksi 550.000 ton/tahun dan jumlah tanah penutup sebesar 183.333 BCM. Pada
tahap ini operasi penambangan berjalan dengan Stripping Ratio (SR) sebesar 1 : 3.

B. Tahap Produksi (Tahun 2017)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilakukan terus pada Block Merpati dan
Block Cendrawasih dilakukan dalam rangka pemenuhan target produksi sebesar
905.000 ton/tahun. Dari Block Merpati akan di tambang sebesar 412.000 ton dan
dari Block Cendrawasih dengan produksi 493.000 ton. Jumlah tanah penutup sebesar
137.333 m3 yang berasal dari Block Merpati dan sebesar 164.333 m3 dari Block
Cendrawasih. Total Over Burden yang dikupas ditahun ke 2 (dua) produksi adaaha

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 19


sebesar 301.666 m3 dan Sebagian tanah penutup akan di back filling ke Block Elang
dan sebagian lagi akan di angkut ke area disposal. Pada tahap ini operasi
penambangan berjalan dengan nisbah pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3.

C. Tahap Produksi (Tahun 2018)

Operasi penambangan Bijih Nikel akan dilanjutkan pada Block Nuri. Hal ini
menentukan rangka pemenuhan target produksi sebesar 776.500 ton di tahun
tersebut. Jumlah tanah penutup pada Blok Nuri sebesar 258.833 m3 .Pada tahap ini
operasi penambangan berjalan dengan nisbah pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3

D. Tahap Produksi (Tahun 2019)

Operasi penambangan Bijih Nikel di akhir tahun 2019 akan dilakukan di Block
terakhir yakni pada Blok Bangau dengan target produksi 776.500 ton dan jumlah
tanah penutup sebesar 258.833 m3. Jumlah produksi di tahun ini diprediksikan akan
sama dengan di tahun 2018 yakni di Blok Nuri. Pada tahap ini, operasi penambangan
berjalan dengan nisbah pengupasan rata-rata sebesar 1 : 3

4.2.2 Umur Tambang

Kegiatan penambangan Bijih Nikel direncanakan beroperasi selama kurun


waktu 5 (Lima) tahun dengan asumsi di tahun ke 5 (Lima) yakni di tahun 2020 akan
di lakukan kegiatan penutupan tambang (pasca tambang).

4.3 REKLAMASI

Kegiatan pelaksanaan reklamasi harus dimulai sesuai dengan rencana tahunan


pengelolaan lingkungan (RTKL) yang telah disetujui dan harus sudah selesai pada
waktu yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan reklamasi, perusahaan
pertambangan bertanggungjawab sampai kondisi/rona akhir yang telah disepakati
tercapai.
Setiap lokasi penambangan mempunyai kondisi tertentu yang mempengaruhi
pelaksanaan reklamasi. Pelaksanaan reklamasi umumnya merupakan gabungan dari
pekerjaan teknik sipil meliputi : pembuatan teras, saluran pembuangan air (SPA),
bangunan pengendali lereng, chek dam, penangkap oli bekas (oil chatcher) dan lain-
lain yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 20


Pekerjaan teknik vegetasi meliputi : pola tanam, sistim penanaman
(monokultur, multiple croping), jenis tanaman yang disesuaikan kondisi setempat,
tanaman penutup (cover crop) dan lain-lain.
Pelaksanaan reklamasi lahan meliputi kegiatan sebagai berikut:
a) Persiapan lahan yang berupa pengamanan lahan bekas tambang, pengaturan
bentuk lahan (landscaping), pengaturan/penempatan bahan tambang kadar
rendah (low grade) yang belum dimanfaatkan
b) Pengendalian erosi dan sedimentasi
c) Pengelolaan tanah pucuk (top soil)
d) Revegetasi (penanaman kembali) dan/atau pemanfaatan lahan bekas tambang
untuk tujuan lain.

A. PERSIAPAN LAHAN
1. Pengamanan Lahan Bekas Tambang
Kegiatan ini meliputi.
a. Pemindahan/pembersihan seluruh peralatan dan prasarana yang tidak
digunakan di lahan yang akan direklamasi
b. Perencanaan secara tepat lokasi pembuangan sampah/limbah beracun dan
berbahaya (B-3) dengan perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
c. Pembuangan atau penguburan potongan beton dan scrap pada tempat
khusus
d. Penutupan lubang bukaan tambang dalam secara aman dan permanen
e. Melarang atau menutup jalan masuk ke lahan bekas tambang yang akan
direklamasi
2. Pengaturan Bentuk Lahan
Pengaturan bentuk lahan disesuaikan dengan kondisi topografi dan hidrologi
setempat. Kegiatan ini meliputi:
a. Pengaturan bentuk lereng
1. Pengaturan bentuk lereng dimaksudkan untuk mengurangi kecepatan air
limpasan (run off); erosi dan sedimentasi serta longsoran
2. Lereng jangan terlalu tinggi atau terjal dan dibentuk berteras-teras
b. Pengaturan saluran pembuangan air (SPA)

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 21


1. Pengaturan saluran pembuangan air (SPA) dimaksud untuk pengatur air agar
mengalir pada tempat tertentu dan dapat mengurangi kerusakan lahan
akibat erosi.
2. Jumlah/kerapatan dan bentuk SPA tergantung dari bentuk lahan (topografi)
dan luas areal yang direklamasi.
3. Pengaturan/Penempatan Low Grade
Maksud pengaturan dan penempatan low grade (bahan tambang kadar
rendah) adalah agar bahan tambang tersebut tidak tererosi/hilang apabila
ditimbun dalam waktu yang lama karena belum dapat dimanfaatkan.

B. PENGENDALIAN EROSI DAN SEDIMENTASI


Pengendalian erosi merupakan hal yang mutlak dilakukan selama kegiatan
penambangan dan setelah penambangan. Erosi dapat mengakibatkan berkurangnya
kesuburan tanah, terjadinya endapan lumpur dan sedimentasi di alur sungai.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air adalah : curah hujan,
kemiringan lereng (topografi), jenis tanah, tata guna tanah (perlakuan terhadap tanah)
dan tanaman penutup tanah.
Beberapa cara untuk mengendalikan erosi dan air limpasan adalah sebagaia berikut:
1. Meminimasikan areal terganggu dengan:
a. membuat rencana detail kegiatan penambangan dan reklamasi
b. membuat batas-batas yang jelas areal tahapan penambangan
c. penebangan pohon sebatas areal yang akan dilakukan penambangan
d. pengawasan yang ketat pada pelaksanaan penebangan pepohonan
2. Membatasi/mengurangi kecepatan air limpasan dengan:
a. pembuatan teras-teras
b. pembuatan saluran diversi (pengelak)
c. pembuatan SPA
d. dam pengendali
e chek dam
3. Meningkatkan infiltrasi (persesapan air tanah)
a. dengan pengaturan tanah searah kontur
b. akibat penggaruan, tanah menjadi gembur dan volume tanah meningkat sebagai
media perakaran tanah
c. pembuatan lubang-lubang tanaman, pendangiran, dll

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 22


4. Pengelolaan air yang keluar dari lokasi pertambangan
a. penyaluran air dari lokasi tambang ke perairan umum harus sesuai dengan
peraturan yang berlaku dan harus didalam wilayah Kuasa Pertambangan, Izin
Usaha Pertambangan (IUP)
b. membuat bendungan sedimen untuk menampung air yang banyak mengandung
sedimen
c. bila curah hujan tinggi perlu dibuat bendungan yang kuat dan permanen yang
dilengkapi dengan saluran pengelak
d. letak bendungan ditempatkan sedemikian sehingga aliran air mudah ditampung
dan dibelokan serta kemiringan saluran air (SPA) jangan terlalu curam
e. bila endapan sedimen telah mencapai setengah dari badan bendungan sebaiknya
sedimen di keruk dan dapat dipakai sebagai lapisan tanah atas.
f. dalam membuat bendungan permanen harus dilengkapi dengan saluran
pelimpah (spilways) untuk menangani keadaan darurat dan saluran pembuangan
(decant, syphon), dan lain yang dianggap perlu
g. kurangi kecepatan aliran permukaan dengan membuat teras, sheck dam dari
beton, batu, kayu atau dalam bentuk lain.
Pengendalian erosi selengkapnya supaya mengacu kepada pedoman teknis yang
telah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pertambangan Umum melalui Surat
Keputusan No. 693.K/008/DDJP/1996 tentang pedoman Teknis Pengendalian Erosi
Pada Kegiatan Pertambangan Umum.

C. PENGELOLAAN TANAH PUCUK


Maksud dari pengelolaan ini untuk mengatur dan memisahkan tanah pucuk
dengan lapisan tanah lain. Hal ini karena tanah pucuk merupakan media tumbuh bagi
tanaman dan merupakan salah satu faktor penting untuk keberhasilan pertumbuhan
tanaman pada kegiatan reklamasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan tanah pucuk adalah:
1. Pengamatan profil tanah dan identifikasi perlapisan tanah tersebut sampai dengan
bahan galian
2. Pengupasan tanah berdasarkan atas lapisan-lapisan tanah dan ditempatkan pada
tempat tertentu sesuai tingkat lapisannya dan timbunan tanah pucuk tidak melebihi
dari 2 meter

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 23


3. Pembentukan lahan sesuai dengan susunan lapisan tanah semula dengan tanah
pucuk ditempatkan paling atas dengan ketebalan minimum 0,15 m
4. Ketebalan timbunan tanah pucuk pada tanah yang mengandung racun dianjurkan
lebih tebal dari yang tidak beracun atau dilakukan perlakuan khusus dengan cara
mengisolasi dan meisahkannya
5. Pengupasan tanah sebaiknya jangan dilakukan dalam keadaan basah untuk
menghindari pemadatan dan rusaknya struktur tanah
6. Bila lapisan tanah pucuk tipis (terbatas/sedikit) perlu dipertimbangkan:
a. penentuan daerah prioritas yaitu daerah yang sangat peka terhadap erosi
sehingga perlu penanganan konservasi tanah dan pertumbuhan tanaman dengan
segera
b. penempatan tanah pucuk pada jalur penanaman (jenis tanah yang peka terhadap
erosi dapat dilihat pada tabel 3.1)
c. jumlah tanah pucuk yang terbatas (sangat tipis) dapat dicampur dengan tanah
bawah (sub soil)
d. dilakukan penanaman langsung dengan tanaman penutup (cover crop) yang
cepat tumbuh dan menutup permukaan tanah
7. Yang perlu dihindari dalam memanfaatkan tanah pucuk adalah apabila:
a. sangat berpasir (70% pasir atau kerikil)
b. sangat berlempung (60% lempung)
c. mempunyai pH < 5.00 atau > 8.00
d. mengandung khlorida > 3% dan
e. mempunyai electrical conductivity (ec) > 400 milisimens/meter

D. REVEGETASI
Revegetasi dilakukan melalui tahapan kegiatan penyusunan rancangan teknis
tanaman, persiapan lapangan, pengadaan bibit/persemaian, pelaksanaan penanaman
dan pemeliharaan tanaman.
1. Penyusunan Rancangan Teknis Tanaman
Rancangan teknis tanaman adalah rencana detail kegiatan revegetasi yang
menggambarkan kondisi lokal, jenis tanaman yang akan ditanam, uraian jenis
pekerjaan, kebutuhan bahan dan alat, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan biaya dan
tata waktu pelaksanaan kegiatan.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 24


Rancangan tersebut disusun berdasarkan hasil analisis kondisi biofisik dan sosial
ekonomi setempat. Kondisi biofisik meliputi topografi atau bentuk lahan, iklim,
hidrologi, kondisi vegetasi awal dan vegetasi asli. Sedangkan data sosial ekonomi yang
perlu mendapat perhatian antara lain demografi, sarana, prasarana dan aksesibilitas
yang ada.
Jenis tanaman yang dipilih kalau dapat diarahkan pada tanaman jenis tumbuhan
asli. Sebaiknya dipilih jenis tumbuhan lokal yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah
setempat saat ini. Sehingga perlu selalu mengingat perkembangan pengetahuan
mengenai jenis-jenis tanaman yang cocok untuk keperluan revegetasi lokasi bekas
tambang. Perlu konsultasi dengan instansi yang berwenang di dalam pemilihan jenis
tanaman yang cocok.
2. Persiapan Lapangan
Pada umunya persiapan lapangan meliputi pekerjaan pembersihan lahan,
pengolahan tanah dan kegiatan perbaikan tanah. Kegiatan tersebut sangat penting
agar keberhasilan tanaman dapat tercapai.
a. Pembersihan lahan
Kegiatan pembersihan lahan merupakan salah satu penentuan dalam persiapan
lapangan. Kegiatan ini antara lain : pembersihan lahan dari tanaman penganggu
(alang-alang, liliana, dll) dengan tujuan agar tanaman pokok dapat tumbuh baik tanpa
ada persaingan dengan tanaman penganggu dalam hal mendapatkan unsur hara, sinar
matahari, dll
b. Pengolahan tanah
Tanah diolah supaya gembur agar perakaran tanaman dapat dengan mudah
menembus tanah dan mendapat unsur hara yang diperlukan dengan baik, diharapkan
pertumbuhan tanaman sesuai dengan yang diinginkan
c. Perbaikan tanah
Kualitas tanah yang kurang bagus bagi pertumbuhan tanaman perlu mendapat
perhatian khusus melalui perbaikan tanah seperti penggunaan gypsum, kapur, mulsa,
pupuk (organik maupun an-organik). Dengan perlakuan tersebut diharapkan dapat
memperbaiki persyaratan tumbuh tanaman.
1) Penggunaan Gypsum
a. Gypsum digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang mengandung banyak
lempung dan untuk mengurangi pembentukan kerak tanah (crushing) pafa tanah
padat (hard-setting soil). Penggunaan gypsum akan menggantikan ion sodium

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 25


dengan ion kalsium sehingga dapat meningkatkan struktur tanah, meningkatkan
daya resap tanah terhadap air, aerasi (udara), penguranangan kerak tanah dan
dengan pelindihan (leaching) akan mengurangi kadar garam.
b. Bila lapisan tanah bagian bawah (sub soil) yang diperbaiki, maka perlu dibuat alur
garukan yang dalam agar gypsum dapat diserap. Jika tanah kerak yang diperbaiki
sebarkan gypsum pada lapisan permukaan saja
c. Penggunaan gypsum sebanyak 5 ton/ha biasanya cukup untuk memperbaiki tanah
kerak. Penggunaan 110 ton/ha diperlukan untuk mengolah lapisan tanah bagian
bawah yang bersifat lempung
d. Pengolahan biasanya dilakukan sekali saja. Pengaruh pengolahan tanah dengan
gypsum akan tahan selama beberapa tahun, pada saat mana tumbuh-
tumbuhansudah mempu menghasilkan bahan-bahan organik yang membetikan
dampak positif bagi pertumbuhannya.
2) Penggunaan kapur
a. Kapur digunakan khususnya untuk mengatyur pH akan tetapi dapat juga
memperbaiki struktur tanah
b. Pengaturan pH dapat merangsang tersedianya zat hara untuk tanaman dan
mengurangi zat-zat racun
c. Kapur biasanya digunakan dalam bentuk tepung batu hamping, kapur dolomit,
Kapur tohor (hydrated lime) jarang digunakan
d. Kapur atau batu gamping giling kasar (coarsely crushed) dan kapu dolomit
mempunyai daya kerja yang lebih lambat akan tetapi pengaruhnya dalam
menetralisir pH lebih lama dibandingkan dengan kapur tohor
e. Penggunaan gamping secara bertahap mungkin diperlukan jika kesinambungan
kenaikan pH dibutuhkan
f. Kapur tohor akan berpengaruh menurunkan kemampuan jenis pupuk yang
mengsndung nitrogen. Karena itu penggunaannya harus terpisah
g. Tingkat penyesuaian pH akan bergantung dari tingkat keasaman, jenis tanah dan
kualitas batu gamping. Sebagai contoh, penggunaan kapur sebanyak 2,5 3,5
ton/ha per tahun yang memiliki pH > 5,0 akan menaikkan pH lebih dari 0,5.
3) Penggunaan Mulsa, Jerami dan Bahan Organik lainnya
a. Mulsa adalah bahan yang disebarkan dipermukaan tanah sebagai upaya
perbaikan kondisi tanah. Tanaman penutup berumur pendek dapat juga
digunakan sebagai mulsa

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 26


b. Mulsa berfungsi mengendalikan erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan
mengatur suhu permukaan tanah
c. Pada umumnya penggunaan mulsa hanya terbatas pada lokasi yang memerlukan
revegetasi cepat dan memerlukan perlindungan pada tempat-tempat tertentu
(seperti tanggul) atau jika akan diperlukan perbaikan tanah atau media
d. Jerami jenis batang padi umumnya digunakan sebagai mulsa untuk lokasi yang
luas. Tingkat penggunaan bervariasi antara 2,5 5,0 ton/ha
e. Berbagai jenis bahan-bahan organik atau limbah pertanian dapat digunakan
sebagai mulsa yang penggunaannya tergantung dari ketersediaan dan harganya.
Bahan-bahan yang baik digunakan sebagai mulsa, antara lain tumbuh-tumbuhan
yang tergusur pada waktu pengupasan tanah, potongan-potongan kayu dan
serbuk gergaji limbah pabrik pengolahan dan penggergajian kyu, ampas pabrik
gula tebu dan berbagai kulit jenis kacang-kacangan
f. Nitrogen mungkin perlu ditambahkan untuk memenuhi kekurangan nitrogen
yang terjadi pada saat mulsa segar mulai membusuk/terurai
g. Penyebaran mulsa secara mekanis dapat menggunakan alat pertanian biasa
(misalnya penyebaran pupuk kandang) atau dengan alat khusus
h. Alat khusus penyebar mulsa digunakan untuk penyebaran bahan mulsa (biasanya
jerami atau batang padi) yang dicampur dengan biji tumbuhan
4) Pupuk
a. Persyaratan penggunaan pupuk akan sangat bervariasi sesuai dengan kondisi
dan maksud peruntukan lahan sesudah selesai penambangannya.
b. Meskipun jenis tumbuhan asli beradaptasi dengan tingkat nutrisi yang rendah
namun dengan pemberian pupuk yang cukup dapat meningkatkan
pertumbuhannya.
c. Reaksi dari tiap tumbuhan bervaeriasi, anggota dari rumpun proteaseae sensitif
terhadap peningkatan kandungan fosfor dan kemungkinan menimbulkan efek
yang kurang baik.
d. Pupuk organik (lumpur kotoran, pupuk alami atau kompos, darah dan tulang dan
sebagainya) umumnya bermanfaat sebagai pengubah siofat tanah.
e. Jenis, dosis dan waktu pemberian pupuk anorganik sebaiknya dilakukan sesuai
dengan hasil analisis tanah.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 27


f. Pupuk anorganik komersial selalu mengandung satu atau lebih nutrisi makro
(yaitu nitrogen, fosfor, kalium). Selain itu juga mengandung belerang, kalsium
dan magnesium.
g. Apabila terdapat tanda-tanda tumbuhan kekurangan unsur atau keracunan,
harus meminta saran dari ahli tanah.
h. Waspada terhadap kemungkinan penggunaan pupuk yang berlebihan yang dapat
mengakibatkan pencemaran air khususnya pada daerah tanah pasiran.
i. Pemberian pupuk dalam bentuk butir atau tablet dapat dilakukan pada jarak 10-
15cm di bawah atau disebelah tiap lubang semaian pada waktu penanaman.
Harus dicegah kontak langsung antara pupuk dengan akar semaian.
Hal yang dipertimbangkan dalam mengumpulkan benih/biji antara lain:
1. Menentukan daerah pengumpulan dan spesies yang diinginkan sebelum bijih
tersebut matang.
2. Menghindarkan buah yang menunjukkan adanya tanda serangan serangga atau
gangguan jamur.
3. Mengumpulkan biji yang sudah matang saja, antara lain:
a. Kelompok biji yang berkulit keras (contoh casurinas, eucaliptus dan lain-lain)
menunjukkan kematangan bila warnanya sudah berubah hijau kecoklatan.
b. Kelpompok buah yang berdaging seperti mangga menjadi lebih lunak dan
berubah warna bila sudah matang.
c. Polong (akasia dan tumbuhan polong lainnya) berubah warna dari hijau ke coklat,
jadi rapuh dan biji (khususnya akasia) akan menjadi hitam dan mengkilat.
4. Hindarkan penempatan biji atau kelompok biji di dalam kantong plastik, gunakan
kantong kain atau kertas.
Apabila membeli biji perlu diperhatikan:
1. Penjual biji yang mempunyai reputasi baik/penyalur resmi
2. Biji komersial dan yang dibeli harus terbungkus dalam kemasan berlabel sehingga
terjamin tingkat perkembangannya dan jelas asal serta tanggal pengambilan biji.
Penyimpanan bijih dilakukan dengan cara:
1. Memberikan tanda pengenal secara jelas dengan mencantumkan jenis biji, tanggal
pengumpulan, lokasi dan sebagainya
2. Simpan biji di dalam wadah kering, bebas serangga dan kutu serta bubuhi dengan
serbuk anti jamur dan serangga

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 28


3. Bijih disimpan temperatus di bawah 20C dengan kelembaban yang rendah. Biji
tumbuhan tropis mungkin mati pada temperatus di bawah 10C
a. Pembuatan persemaian
1.Pemilihan lokasi persemaian
Lokasi persemaian yang dipilih harus memenuhi persyaratan yaitu ada/dekat
dengan sumber air, tanahnya datar dan mudah dicapai serta cukup mendapat
cahaya matahari. Kondisi ekologisnya mendekati calon areal penanaman.
2.Tahap dan Kegiatan Pembuatan persemaian
a. Perlakuan pendahuluan
Untuk benih yang mempunyai umur panjang (benih ortodok) perlu diberi
perlakuabn khusus sebelum disemaikan
b. Penaburan benih
Benih yang berukuran harus sebelum ditabur terlebih dicampur dengan pasir
halus, tanah halus atau gambut yang telah dihancurkan sedangkan benih yang
berukuran lebih besar dapat ditabur langsung di bedeng tabur atau dalam
kantong semai.
c. Penyapihan
Penyapihan dilakukan untuk memindahkan bibit siap sapih dari bak
perkecambahan ke dalam pot yang telah diisi media sapih dan dilaksanakan
di rumah pertumbuhan
d. Pemeliharaan bibit
Untuk memperoleh bibit yang baik perlu dilakukan penyiraman, pemupukan,
penyulaman, penyiangan rumput, pemotongan akar serta pemberantasan
hama dan penyakit.
3. Pelaksanaan penanaman
Tahapan pelaksanaan penanaman meliputi pengaturan arah larikan tanaman,
pemasangan ajir, distribusi bibit, pembuatan lubang tanam dan penananam.
4. Pemeliharaan
Tingkat keberhasilan dari semua metode penanaman akan berkurang bila tidak
dilakukan pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk
memacu pertumbuhan tanaman sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan
keadaan optimum bagi pertumbuhan tanaman.

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 29


BAB V
ESTIMASI BIAYA

Laporan Perencanaan Tambang PT.Andy Putra Mining Tbk. 30