Anda di halaman 1dari 4

1.

Perbedaan antara Taenia saginata, Taenia solium, Hymenolepis nana, Hymenolepis diminuta

No. Spesies Taenia saginata Taenia solium Hymenolepis nana Hymenolepis diminuta
Perbedaa
1. Morfologi Telur : Telur : Telur : Telur :
n
1. Sama dengan 1. Bulat 1. Bulat 1. Oval
T.solium 2. Kecoklatan 2. 2 membran 2. Tranparan / kuning
Dewasa : 3. Dinding tebal (embrio dan kecoklatan
1. Panjang 4-6m 4. Berisi onchosper hexasan) 3. Kulit sangat tebal
lebih Larva : 3. Membran sebelah dan berfilamen
2. Scolex persegi 1. Cystecercus dalam mempunyai 4. Isi embrio hexasan
3. Memiliki 4 sucker, cellulosae = 2 penebalan Dewasa :
tidak ada rotellum, Bladder worm Dewasa : 1. Scolex spt gada
ujung scolex 2. seperti kantong 1. Scolex bulat kecil 2. Rostellum apical
cekung subspheris 2. Rostellum pendek, rudementer, tidak
4. Leher 3. Rostellum berkait refraktil, sebaris berkait
panjang>scolex, Dewasa : kait 3. 4 batil isap kecil
lebar setengah
1. Panjang 2-7m 3. 4 batil isap bentuk Proglotid :
2. Scolex bulat 1. Gravid terdapat
lebar scolex mangkuk
3. Memiliki 4 sucker, uterus berbentuk
5. Strobila 4. Leher panjang dan
rotellum bulat, 2 kantong yang
(kumpulan permukaan halus
kait Proglotid : dipenuhi telur
proglotid) 4. Leher pendek,
6. Cabang uterus 15- 1. matang berbentuk
setengah panjang
30 trapezium
scolex 2. memiliki 3 testis
7. Tidak ada lubang
5. Strobila
uterus bulat, ovarium
(kumpulan
8. Lubang genital di berbolus 2, satu
proglotid)
lateral lubang kelamin di
6. Alat kelamin
kiri
jantan dibagian
3. gravid berisi 80-
dorsal, betina
180 telur
dibagian anterior.
2. Siklus Hidup Telur termakan hospes Telur termakan hospes Telur tertelan -> onkosver-> Telur tertelan -> onkosver->
perantara -> embrio heksasan perantara -> embrio heksasan tumbuh menjadi sisterkaoid tumbuh menjadi sisterkaoid di
di otot hospes perantara -> di otot hospes perantara -> di vilus-> keluar dari vilus- vilus-> keluar dari vilus->jadi
termakan hospes definitive -> termakan hospes definitive -> >jadi dewasa di usus halus-> dewasa di usus halus->
cacing dewasa -> cacing dewasa -> berkembang biak dengan berkembang biak dengan
berkembang di usus dan dapat berkembang di usus dan dapat gravid melalui tinja gravid melalui tinja
menular melaui feses menular melaui feses
(cisticircus dapat berada di
organ sperti subkutan, mata,
dan otak.
3. Hospes Definitif : Manusia Definitif : Manusia Definitif : Manusia, Definitif :
Intermediet : Sapi, Intermediet : Babi, mencit, tikus Manusia(accidental
Kerbau, Jerapah, Anjing, Kucing, Biri- Intermediet : - host), mencit, tikus
Lama. biri Intermediet : -
4. Patologi & Gejala Gejala : asimtomatik, Cacing dewasa : nyeri Ringan : assimtomatis Umumnya tidak
Klinis tidak enak di epigastrium, mual, Berat : BB turun, menimbulkan gejala
lambung, diare, BB mencret, obstipasi, anorexia,insomnia, Jika terjadi gejala,
turun, kadang sakit kepala, sakit perut, diare, berupa kelainan
apendisitis, eosinifilia eosinifilia. mual, muntah ringan seperti tidak
meningkat Larva (sistiserkus) : gangguan pada saraf enak perut ataupun
berada di jaringan Dapat terjadi alergi diare ringan
subkutis, mata, otak, ringan hingga berat
otot, otot jantung, dan
rongga perut. Dapat
mengakibatkan
pseudohipertrofi otot,
miositis, eusinophilia.
Diagnosis Menemukan proglotid gravid Menemukan proglotid gravid Menemukan telur pada tinja Menemukan telur pada tinja
dan menghitung jumlah dalam tinja dan mengitung
5. cabang uterus (15-30 buah) cabang uterus (T.solium 7-13
buah, T.saginata 15-20 buah)
6. Terapi Diberikan prezikuantel dan Prazikuantel Atabrin Atabrin
albendazol Untuk sistiserkosis Bithionol Praziquantel
digunakan Praziquantel Niclosamid
prezikuantel, Niclosamid
albendazol, hingga
pembedahan.
7. Pencegahan Hygiene perorangan Hygiene perorangan Kebiasaan menjaga Membasmi tikus dan
Pendidikan tentang Pendidikan tentang kebersihan serangga yg dapat
kesehatan kesehatan Pengobatan pada berfungsi sebagai
Pengawasan Pengawasan penderita lain hospes perantara
pembantaian daging pembantaian daging Sanitasi lingkungan
yang mengandung yang mengandung Menghindari makanan
larva tidak boleh larva tidak boleh dari kontaminasi tinja
dijual dijual Rodent Control

2. Diphyllobothrium Latum

No. Ciri-ciri Diphyllobothrium Latum


Morfologi Telur : memiliki operculum, ukuran 70x45 mikron
1.
Dewasa : panjang hingga 10m, terdiri dari 3000-4000 proglotid, tiap proglotid terdapat kelamin jantan dan betina
Siklus hidup Telur menetas di air-> korasidium/larva -> dimakan hospes intermediet -> proserkoid -> dimakan hospes intermediet ke 2 ->
2.
preloserkoid / spraganum-> dimakan manusia -> cacing dewasa di usus halus -> berkembang biak dan menular melaui tinja
Hospes Definitif : manusia
3. Intermediet : Copepoda, ikan salem/ air tawar
Reservoar :anjing, kucing
Gejala klinis Gejala saluran cerna seperti diare, tidak nafsu makan, perut tida nyaman
4. Anemia hiperkrom-makrositer
Bila cacing berjumlah banyak -> Obstruksi usus
5. Diagnosis Menemukan telur atau proglotid di tinja
6. Terapi Atabrin saat perut kosong + Na-bikarbonas 2 jam setelah makan sebagai pencahar
Niklosamid 4 tablet dikunyah setelah makan
Paromomisin 1 dosis setiap 4 jam sebanyak 4 dosis
Preziquantel dosis tunggal 10mg/kgBB